cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
REDESAIN TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN UMUM DI TAHUNA “IMPLEMENTASI STRATEGI SINSIGN DALAM SEMIOTIKA OLEH CHARLES SANDER PIERCE” Malalantang, Ryan L.; Papia, Franklin J. C.; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.10741

Abstract

ABSTRAK Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi rawan dan sering mengalami kejadian bencana, baik bencana alam, bencana non alam, maupun bencana sosial. Sulawesi Utara khususnya Kota Manado merupakan daerah yang juga rawan akan bencana alam. Kejadian bencana dapat menimbulkan keadaan darurat yang ditandai dengan terancamnya keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Hampir semua jenis bencana dapat menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan rusaknya prasarana dan sarana publik. Untuk itu diperlukan penanganan yang cepat dan tepat guna mengurangi timbulnya dampak yang lebih buruk. Dalam situasi darurat bencana, sering terjadi kesimpang-siuran data dan informasi korban maupun kerusakan, sehingga mempersulit pengambilan kebijakan penanganan darurat. Pelaksanaan tanggap darurat juga sering kurang saling mendukung, distribusi bantuan dan pelayanan kurang cepat, kurang merata, sulit terpantau dengan baik, sehingga kemajuan hasil kegiatan tanggap darurat bencana kurang bisa terukur secara objektif. Situasi-situasi tersebut disebabkan antara lain karena kurangnya koordinasi antar instansi terkait dalam kegiatan tanggap darurat bencana. Dilihat dari kebutuhan yang ada, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merupakan lembaga yang dapat membantu pelaksanaan kegiatan Tanggap Darurat Bencana di daerah Sulawesi Utara dengan menggunakan pendekatan konsep “Ekspresi Arsitektur Minahasa pada Bangunan Perkantoran” adalah sebuah konsep perancangan atau perencanaan bangunan yang menerapkan konsep Adat Minahasa yang merupakan salah satu budaya yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Dan memiliki keunikan tersendiri dalam perancangannya. Kata Kunci : Bencana, Kantor, Tradisional.
EXHIBITION AND CONVENTION CENTER DI KABUPATEN JAYAPURA (SENTANI) “STRUCTURAL EXPRESSION AS AESTHETIC FUNCTION” Supit, Octavia C.; Van Rate, Johannes; Makainas, Indradjaja
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6525

Abstract

Kota Jayapura merupakan kota yang sedang berkembang menjadi pusat perkembangan budaya dan peradaban manusia bagi daerah sekitarnya, dilihat dari segi pembangunan banyak bangunan dan kantor yang sudah maupun yang sedang dibangun  di Kota maupun Kabupaten Jayapura, masyarakat, pemkot Kota Jayapura dan para pengusaha asli maupun pendatang juga sering mengadakan kegiatan yang bersifat formal maupun non formal selama ini kegiatan pameran maupun pertemuan di kota Jayapura diselenggarakan di hotel, serta di gedung pertemuan yang tidak dilengkapi dengan fasilitas pendukung. Dari uraian tersebut diatas, Kota Jayapura membutuhkan wadah yang dibangun khusus untuk keperluan konvensi, pameran,  dan kegiatan yang secara masal. Rencana pembangunan Exhibition and Convention Center di Kabupaten Jayapura yang nantinya dirancang dengan dasar penerapan tema Structural Expression as Aesthetic Function (Ekspresi Struktur sebagai keindahan) merupakan kebutuhan objek rancangan  sebagai pameran dan konvensi yang lingkupnya regional atau nasional maupun internasional. Penerapan tema Ekspresi Struktur melalui kajian yang ada diharap dapat mengoptimalkan fungsi bangunan, memberikan kenyamanan serta meningkatkan kepariwisataan kota Jayapura. Kata Kunci : Exhibition and Convention Center,Structural Expression as Aesthetic Function (Ekspresi Struktur sebagai keindahan)
WEDDING CENTER DI MANADO. Arsitektur Simbolisme Surentu, Mutiara L.; Egam, Pingkan P.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23675

Abstract

Pernikahan merupakan peristiwa yang penting dalam hidup sehingga perlu dipersiapkan dengan perencanaan yang matang dan semua kebutuhan perlengkapan pernikahan diusahakan dapat terpenuhi. Ini berarti memerlukan banyak waktu dan tenaga dalam mempersiapkan pernikahan semakin kompleks. Sehingga didasari pentingnya kebutuhan akan suatu wadah yang menyediakan seluruh jasa terhadap kenutuhan pesta pernikahan baik pre-wedding, wedding, dan after wedding dengan mudah, lengkap dan terpusat. Dan wadah tersebut adalah Wedding Center.Konsep desain Wedding Center ini menggunakan Arsitektur Simbolisme. Bentukan dari simbol-simbol pernikahan diterapkan dalam bentukan wedding center ini, sehingga menjadi suatu tempat pernikahan dengan suatu konsep yang baru dan berbeda.Berdasarkan analisa yang dilakukan perancangan ini menitikberatkan pada penyediaan ruang yang ditata seefektif mungkin sehingga dapat diatur sesuai dengan kebutuhan dan dapat digunakan oleh semua golongan masyarakat. Tersedianya fasilitas yang menunjang pelaksanaan pernikahan yang lengkap dan terpusat, didukung oleh penataan ruang luar yang menarik dan fungsional sesuai dengan kebutuhan dimana bangunan tersebut berada. Kata Kunci : Wedding Center, Arsitektur Simbolisme
KREMATORIUM MODERN DI KAWASAN REKLAMASI BOULEVARD Ambiguity In Architecture Sumangkut, Josias D.; Waani, Judy O.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.8118

Abstract

ABSTRAK Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dewasa ini dan lajunya pembangunan gedung membuat lahan yang ada semakin menipis. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya lahan pemakaman yg bergeser dari fungsinya, maka tak jarang orang lebih memilih cara praktis seperti di kremasi atau pembakaran jenazah. Di kota Manado, penyelesaian pemakaman jenazah secara dibakar hanya dilakukan oleh agama – agama tertentu yang masih melakukan cara pembakaran dengan cara tradisional ataupun memakai tungku kayu bakar. oleh karena itu diperlukan suatu wadah kremasi modern yang bisa di gunakan oleh semua kalangan agar bisa mewadahi dan mengurangi pemakaian lahan yang berlebihan yang di sebabkan oleh pemakaman konvensional. Wadah yang dimaksud yaitu Krematorium Modern di Kawasan Reklamasi Boulevard. Sebagai arahan desain, dipakai pendekatan konseptual dengan tema Ambiguity In Architecture dengan penerapan Metafora didalamnya. Lokasi tapak yang berbatasan langsung dengan laut memberikan suatu visual yang diambil dan di implementasikan kedalam olahan tapak dan bentuk bangunan. Hasil rancangan yang ada di olah terus menerus dengan mengeliminir kekurangan – kekurangan pada rancangan sebelumnya sehingga menghasilkan objek rancangan yang tepat dan sesuai dengan maksud dan tujuan perancangan.   Kata kunci : Kremasi, Ambiguity, Metafora.
DESAIN TIPOLOGI KAMPOENG KAIN BENTENAN ‘TRANSFORMASI VISUAL ART DENGAN MOTIF BENTENAN’ Suhono, Jessica T.; Sondakh, Julianus A. R.; Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.9176

Abstract

Saat ini Sulawesi Utara telah menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia, salah salah satu ciri khas daerah Sulawesi Utara adalah Kain Bentenan. Namun saat ini keberadaan para penenun kain Bentenan belum didukung oleh sarana dan prasarana untuk mengembangkan keahlian mereka agar bisa dilestarikan turun-temurun.Kampoeng kain Bentenan merupakan salah satu solusi, dengan menghadirkan suatu kawasan pendukung bagi desa Bentenan yang didalamnya terdapat sarana dan prasarana yang bisa menunjang Desa tersebut untuk menjadi daerah tujuan wisata. Untuk menghasilkan desain yang optimal maka dipilih tema yang berhubungan erat dengan objek yaitu ‘transformasi visual art dengan motif Bentenan’. Dengan tema tersebut maka menghasilkan objek dengan desain yang berkarakter yang sarana dan prasarana yang ada didalamnya mampu memfasilitasi pemakai, pengelolah dan para penenun yang akan melesarikan warisan budaya daerah.  Kata Kunci : Kampoeng, Kain Bentenan, ‘transformasi visual art dengan motif Bentenan’
GALERI KAIN BENTENAN DI MANADO (ARCHITEXTILES) Soegiarto, Eko; Tinangon, Alvin J.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.10721

Abstract

ABSTRAK Kain Bentenan merupakan kain khas suku Minahasa yang pernah ditenun sejak abad ke 18. Seiring berjalannya waktu, keberadaan kain Tenun Bentenan mulai langka. Hingga awal abad ke 20, di daerah asalnya Kain Bentenan sudah hampir tidak bisa ditemukan lagi. Berangkat dari keprihatinan inilah, Galeri Kain Bentenan di Manado dihadirkan sebagai wadah untuk melestarikan kembali keberadaan Kain Bentenan sebagai kain khas Sulawesi Utara khususnya suku Minahasa. Upaya pelestarian dilakukan dengan menghadirkan Galeri yang bersifat informatif, dimana fungsi dari galeri ini bukan hanya sekedar ruang pamer melainkan adanya proses pembuatan Kain Bentenan berupa workshop dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Kegiatan perancangan ini menggunakan Tema Architextiles yaitu sebuah strategi desain yang menerapkan beberapa aspek tekstil dalam arsitektur antara lain : bagian, sifat, tekstur, dan material, yang diaplikasikan kedalam bentuk, ruang, tampilan maupun ide-ide arsitektural lainnya. Perancangan Galeri Kain Bentenan dengan mengusung tema diatas menghasilkan desain yang unik dimana bentukan massa bangunan dibuat saling mengikat berdasarkan perwujudan dari proses tenun Kain Bentenan yang ditenun dengan teknik double ikat. Sirkulasi ruang dalam memberikan kesan dinamis yang bersifat interaktif, hal ini diperoleh dari sifat daripada benang yang memiliki makna filosofis sebagai sebuah ruang yang mengalir.Dari segi tampilan bangunan, konsep selubung bangunan menggunakan konsep rajutan benang yang dirajut secara zigzag secara berulang-ulang dengan mempertimbangkan keseimbangan antara dinding dan kaca. Diharapkan dengan penggunaan strategi desain diatas, Galeri Kain Bentenan ini akan memiliki tampilan yang unik dan membawa sejumlah terobosan baru dalam dunia arsitektur. Kata Kunci : Kain Bentenan, Galeri, Manado, Architextiles
MANADO INDOOR THEME PARK (AplikasiProksimitasDalamArsitektur) Tanmaela, Christ T.; Gosal, Pierre H.; Malik, Andy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6432

Abstract

Fasilitas hiburan dan rekreasi yang ada di kota Manado masih terbilang kurang, dan fasilitas rekreasi yang sudah ada tidak tertata dengan baik sehingga tempat untuk bersantai masyarakat kota Manado selalu bertujuan kepada pusat perbelanjaan sehingga dapat menimbulkan gaya hidup yang konsumtif bagi warganya. Selain itu banyak masyarakat juga lebih memilih untuk menikmati suasana pantai saat bersantai bersama keluarga selain bosan dengan suasana pusat perbelanjaan yang sudah menjadi dominan jugalebihterjangkau. Manado Indoor Theme Park  merupakan wadah atau sarana hiburan dan rekreasi dengan konsep wahana permaian bertema yang berada didalam ruangan dengan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas pelengkap dan penunjang untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung di kota Manado, untuk itu Taman Hiburan Bertema Indoor di kota Manado ini diusung dengan tema “Aplikasi Proksimitas dalam Arsitektur”. Denganadanyatamanbertema ini diharapkan dapat mewadahi kebutuhan masyarakat akan fasilitas hiburandan rekreasi untuk menikmati waktu bersantai bersama keluarga. Kata kunci : Manado Indoor Theme Park, Proksimitas.
TECHNO PARK DI MANADO ‘NEW ORGANIC ARCHITECTURE’ Tamawiwy, Pricilia N.; Tarore, Raymond C. H.; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.13026

Abstract

Kota Manado merupakan kota yang berkembang dalam segala bidang, hal ini  bisa ditinjau langsung dari perkembangan Kota Manado dari tahun ke tahun. Perkembangan ini tidak lepas dari peran teknologi didalamnya, dimana kita bisa secara langsung mengamati seperti apa penggunaan teknologi saat ini khususnya pada bidang TIK. Dengan memberdayakan potensi-potensi para akademisi yang ada di Kota Manada, tentunya kita tak akan selamanya menjadi konsumen  melainkan kita bisa menciptakan sebuah inovasi di bidang TIK dengan mengembangkan IPTEK yang bisa bersaing secara global. Techno Park merupakan objek yang tepat untuk menyediakan segala fasilitas yang dibutuhkan dalam  kegiatan penelitian dan pengembangan IPTEK dalam bidang TIK. New Organic Architecture merupakan konsep tematik yang mengutamakan alam dan lingkungan  pada  perancanganya. Tema ini  menjadi referensi pada setiap proses perancangan dan mencoba mengkolaborasikan  antara objek dengan bentuk-bentuk yang terinspirasi dari alam. Pengaplikasian tema New Organic Architecture pada objek Techno Park, merupakan harmoni antara alam dan teknologi. Kata kunci: Teknologi, TIK,  new organic architecture, Techno Park, Manado
HOTEL PARIWISATA DI MANADO (Aquascape Arsitektur) Mesakh, Christine I.; Waani, Judy O.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8892

Abstract

Hotel Pariwisata adalah bangunan yang menyediakan jasa pelayanan, penginapan, makan dan minum, serta jasa lainnya juga sebagai tempat yang menyediakan sarana rekreasi sehingga dapat menarik minat para turis lokal maupun mancanegara. Hotel ini lebih mengacu pada fasilitas rekreasi dimana pengunjung yang datang bertujuan untuk bersantai dan menikmati pesona alam yang ada. Kota Manado adalah salah satu kota yang dikenal dengan potensi laut yang baik, karena memiliki keindahan laut dan taman bawah laut yang keren.  Manado kedepannya memiliki Visi Misi 2015 yaitu “Manado sebagai kota Ekowisata” (Manado Model City for Ecotourism) yang menjadi tujuan Pariwisata. Tema "Aquascape Arsitektur" diambil agar tercipta sebuah hotel yang unik dan baru bagi pengunjungnya, dengan penerapan fenomena air dalam bentuk arsitektural. Desain hotel memanfaatkan potensi laut pantai malalayang dimana pada daerah tersebut memiliki flora dan fauna laut yang tak kalah dengan Bunaken, sehingga massa hotel di desain berada di darat dan di atas air sehingga mampu memberikan sensasi yang berbeda-beda. Kata Kunci :Hotel Pariwisata, Manado, Aquascape Arsitektur
STASIUN INTERMODA DI MANADO. Time Space Existence Mattew R. Manangka; . Suryono; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25053

Abstract

Kalasey dan supremasi kendaraan beroda merupakan garis besar yang melatarbelakangi kepadatan Kota Manado baik dalam segi kependudukan dan infrastruktur. Hal ini berimbas pada kemacetan jalan, meningkatnya gas buang/polutan, dan terbatasnya lahan pembangunan. Perkeretaapian merupakan salah satu jalan keluar untuk dilema tersebut. Kereta Api Trans-Sulawesi dan LRT Manado-Kalasey merupakan rencana dari Pemerintah Kota Manado dan Kementerian Perhubungan untuk kemajuan merata di seluruh daerah Sulawesi Utara. Daerah Liwas ditempatkan sebagai simpul distribusi logistik yang direncanakan akan menjadi Kawasan Berorientasi Transit. Stasiun Intermoda ini berlokasi didaerah Liwas dengan mengintegrasikan beberapa moda Transportasi antara lain kereta api, Light Rail Transit (LRT), kereta barang, bus, angkutan kota dan kendaraan beroda dalam satu kawasan. Hal ini menjadikanya kompleks sehingga sangat krusial untuk menghadirkan sebuah stasiun tanpa proses perancangan yang komprehensif. Stasiun dirancang dengan gagasan Time-Space Existence oleh Arata Isozaki yang berasosiasi logis pada konsep programming dan sirkulasi dalam skala bangunan maupun kawasan.  Memaksimalkan fungsi ruang dengan memanipulasi hubungan konfigurasi spasial ruang secara tepat tentunya dapat menghasilkan beberapa keuntungan. Selain itu, kawasan ini harus dirancang semaksimal mungkin untuk tidak menimbulkan potensi terjadinya hambatan gerak baik penumpang, kendaraan, maupun barang. Upaya ini tentunya bertujuan untuk melancarkan atau menstabilkan fluktuasi logistik kawasan. Kata kunci : Stasiun, Kereta Api, Intermoda, Time-Space Existence.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue