cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
HOTEL BISNIS DI KOTA LUWUK. Arsitektur Kontemporer Hardiyanti Madja; Rieneke L. E. Sela; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.28807

Abstract

Perancangan hotel bisnis atau commercial hotel atau disebut juga city hotel karena lokasinya berada di pusat kota. Hotel bisnis direncanakan adalah suatu jenis akomodasi yang menyediakan jasa penginapan dan fasilitas penunjang lainnya, dapat mengakomodasi tamu untuk kegiatan berbisnis di Kota Luwuk. Tujuan perancangan adalah untuk mewadahi kebutuhan akan tempat tinggal bersifat sementara, representatif dan dapat mengakomodasi kegiatan pengunjung utamanya untuk para pebisnis yang berkunjung ke Kota Luwuk, dengan fasilitas memenuhi standar hotel berbintang empat serta merancang hotel bisnis dengan pendekatan tematik. Metode perancangan menggunakan metode perancangan glass box method oleh Christoper Jones. Metode tersebut adalah metode berpikir rasional yang dilakukan secara objektif dan sistematis dalam menelaah suatu hal secara logis dan terbebas dari pemikiran dan pertimbangan yang tidak rasional. Perancangan objek menggunakan tema arsitektur kontemporer yang menonjolkan bentuk unik, atraktif dan sangat kompleks, bersifat lebih modern sehingga mampu menarik pengunjung karena bentuk bangunan kekinian dan dinamis. Hasil perancangan menghasilkan objek yang mewadahi segala kebutuhan tamu pengunjung dalam berbisnis serta memaksimalkan kenyamanan pengunjung secara fisik maupun kenyamanan spiritual dengan strategi rancang desain yang menerapkan karakteristik arsitektur kontemporer. Aplikasi tema arsitektur kontemporer diwujudkan pada pemilihan lokasi, pengolahan site, kualitas ruang, pengolahan bentuk dan tampilan serta struktur yang digunakan pada bangunan. Kata Kunci : Hotel Bisnis, Arsitektur Kontemporer
RUMAH SAKIT ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI DI MINAHASA UTARA. Arsitektur Dekonstruksi Romario P. R. J. Pratasik; . Sangkertadi; Alvin J. Tinangon
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29013

Abstract

ABSTRAKPerancangan Rumah Sakit Ortopedi dan Traumatologi di Minahasa Utara pada dasarnya merupakan suatu bentuk dari proses pemecahan masalah, yaitu sebagai respon terhadap tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas yang merupakan dampak dari pengaruh perkembangan dan pembangunan yang sedang berlangsung serta terintegrasi dengan prediksi pertumbuhan penduduk kedepan yang akan terus meningkat. Secara geografis, letak Kabupaten Minahasa Utara cukup strategis untuk menjadi pusat rujukan yang baru khusus penanganan dalam bidang ortopedi dan traumatologi sebagai upaya mengurangi banyaknya rujukan ke Rumah Sakit Pusat sehingga dapat memberikan citra yang baik kepada masyarakat terhadap mutu dan kualitas pelayanan kesehatan pada dareah setempat. Dekonstruksi sebagai tema perancangan, mencoba mempelajari lebih dalam standar dan aturan bangunan kesehatan di Indonesia untuk melihat adanya peluang yang dapat didekonstruksikan kembali sehingga menghadirkan ekspresi dari sudut pandang yang berbeda dalam konteks arsitektur terhadap konstruksi bangunan kesehatan di Indonesia.Kata Kunci : Arsitektur, Dekonstruksi, Minahasa Utara, Ortopedi dan Traumatologi, Rumah Sakit
RUMAH SAKIT ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI DI MINAHASA UTARA. Arsitektur Dekonstruksi Pratasik, Romario P. R. J.; Sangkertadi, .; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerancangan Rumah Sakit Ortopedi dan Traumatologi di Minahasa Utara pada dasarnya merupakan suatu bentuk dari proses pemecahan masalah, yaitu sebagai respon terhadap tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas yang merupakan dampak dari pengaruh perkembangan dan pembangunan yang sedang berlangsung serta terintegrasi dengan prediksi pertumbuhan penduduk kedepan yang akan terus meningkat. Secara geografis, letak Kabupaten Minahasa Utara cukup strategis untuk menjadi pusat rujukan yang baru khusus penanganan dalam bidang ortopedi dan traumatologi sebagai upaya mengurangi banyaknya rujukan ke Rumah Sakit Pusat sehingga dapat memberikan citra yang baik kepada masyarakat terhadap mutu dan kualitas pelayanan kesehatan pada dareah setempat. Dekonstruksi sebagai tema perancangan, mencoba mempelajari lebih dalam standar dan aturan bangunan kesehatan di Indonesia untuk melihat adanya peluang yang dapat didekonstruksikan kembali sehingga menghadirkan ekspresi dari sudut pandang yang berbeda dalam konteks arsitektur terhadap konstruksi bangunan kesehatan di Indonesia.Kata Kunci : Arsitektur, Dekonstruksi, Minahasa Utara, Ortopedi dan Traumatologi, Rumah Sakit
GALERI SENI LUKIS DI MANADO. Arsitektur Semiotik Natasya S. Oley; Aristotulus E. Tungka; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29014

Abstract

Di kota Manado terdapat banyak sanggar-sanggar dan komunitas seni. Kenyataannya, banyak jenis karya seni yang ada di kota Manado,  belum tersedia wadah yang menampung seluruh aktifitas seni yang ada. Olehnya, perlu dihadirkan sebuah Galeri Seni di Manado dimana masyarakat dapat mempelajari, mempertunjukkan, mempertahankan, dan mengembangkan seni seiring dengan zaman yang terus berjalan. Desain Galeri Seni telah banyak dilakukan oleh para Arsitek. Namun, mendesain Galeri Seni Lukis dengan tema Arsitektur Semiotik belum banyak. Desain ini memadukan Semiotik atau tanda dalam konsep-konsep kearifan lokal yang menghasilkan desain yang berkarakter. Tujuan Galeri Seni Lukis ini didesain dengan Tema Arsitektur Semiotik yang menerapkan ciri memberi tanda ke dalam rancangan. Tema akan diterapkan pada bentuk, fasad, material, ruang dalam maupun ruang luar. Ekspresi objek adalah bentuk yang bebas serta tidak monoton dan kaku, cat yang menunjukkan pola-pola yang berbeda warna namun terlihat ekspresif dan menyatu. Kata Kunci : Kota Manado, Galeri Seni Lukis, Semiotik, Arsitektur
GALERI SENI LUKIS DI MANADO. Arsitektur Semiotik Oley, Natasya S.; Tungka, Aristotulus E.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di kota Manado terdapat banyak sanggar-sanggar dan komunitas seni. Kenyataannya, banyak jenis karya seni yang ada di kota Manado,  belum tersedia wadah yang menampung seluruh aktifitas seni yang ada. Olehnya, perlu dihadirkan sebuah Galeri Seni di Manado dimana masyarakat dapat mempelajari, mempertunjukkan, mempertahankan, dan mengembangkan seni seiring dengan zaman yang terus berjalan. Desain Galeri Seni telah banyak dilakukan oleh para Arsitek. Namun, mendesain Galeri Seni Lukis dengan tema Arsitektur Semiotik belum banyak. Desain ini memadukan Semiotik atau tanda dalam konsep-konsep kearifan lokal yang menghasilkan desain yang berkarakter. Tujuan Galeri Seni Lukis ini didesain dengan Tema Arsitektur Semiotik yang menerapkan ciri memberi tanda ke dalam rancangan. Tema akan diterapkan pada bentuk, fasad, material, ruang dalam maupun ruang luar. Ekspresi objek adalah bentuk yang bebas serta tidak monoton dan kaku, cat yang menunjukkan pola-pola yang berbeda warna namun terlihat ekspresif dan menyatu. Kata Kunci : Kota Manado, Galeri Seni Lukis, Semiotik, Arsitektur
MUSEUM SENI DI TALAUD. Simbolisme Arsitektur Chandrika O. Batara; Rachmat Prijadi; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29212

Abstract

 Museum Seni di Talaud merupakan suatu wadah atau tempat yang terpusat dari seluruh karya, keahlian, serta seluruh aspek adat istiadat yang diturunkan, dipelajari, dan dikembangkan oleh para pelaku seni dan budaya yang terletak di Kabupaten Kepulauan Talaud.Tema perancangan yang digunakan ialah Simbolisme Architecktur dimana tujuan utamanya ialah merancang bangunan sebagai daya tarik dan menggunakan hal-hal visual serta spesifikasi / karakter tertentu dari sebuah benda. Selain itu karya arsitektur yang hadir harus bisa menunjukkan keunggulan tapak, baik melalui site planning maupun bentuk serta tampilan massa bangunan.Sesuai dengan RTRW Kabupaten Kepulauan Talaud, lokasi pengembangan daerah terletak pada penulis mengambil lokasi di Perkantoran Kabupaten Kepulauan Talaud.Dengan adanya Museum Seni di Talaud ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan masyarakat akan pentingnya kesenian di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kata Kunci : Kabupaten Kepulauan Talaud, Museum Seni, Simbolisme Arsitektur
MUSEUM SENI DI TALAUD. Simbolisme Arsitektur Batara, Chandrika O.; Prijadi, Rachmat; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Museum Seni di Talaud merupakan suatu wadah atau tempat yang terpusat dari seluruh karya, keahlian, serta seluruh aspek adat istiadat yang diturunkan, dipelajari, dan dikembangkan oleh para pelaku seni dan budaya yang terletak di Kabupaten Kepulauan Talaud.Tema perancangan yang digunakan ialah Simbolisme Architecktur dimana tujuan utamanya ialah merancang bangunan sebagai daya tarik dan menggunakan hal-hal visual serta spesifikasi / karakter tertentu dari sebuah benda. Selain itu karya arsitektur yang hadir harus bisa menunjukkan keunggulan tapak, baik melalui site planning maupun bentuk serta tampilan massa bangunan.Sesuai dengan RTRW Kabupaten Kepulauan Talaud, lokasi pengembangan daerah terletak pada penulis mengambil lokasi di Perkantoran Kabupaten Kepulauan Talaud.Dengan adanya Museum Seni di Talaud ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan masyarakat akan pentingnya kesenian di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kata Kunci : Kabupaten Kepulauan Talaud, Museum Seni, Simbolisme Arsitektur
CHRISTIAN YOUTH CENTER DI AMURANG. Arsitektur Simbolisme Farly R. Sangkoy; Windy Mononimbar; Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29011

Abstract

Indonesia sebagai negara yang majemuk dengan berbagai macam suku bangsa, bahasa dan agama merupakan Negara yang ber-Ke-Tuhanan, sesuai dengan ideologi Pancasila sila pertama yaitu Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa. Atas dasar ideologi Pancasila, negara menjamin kebebasan dalam kehidupan umat beragama untuk memilih dan beribadah  menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, yang memiliki penduduk yang mayoritas beragama Kristen. Di mana anak muda Kristen yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan cukup aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan seperti kegiatan Festival Seni Pemuda yang dilaksanakan setiap tahunnya, kegiatan seminar-seminar keKristenan yang hampir tiap bulan dilaksanakan, kegiatan AEYA, dll.Untuk mewadahi kebutuhan tersebut maka diperlukan fasilitas-fasilitas penunjang, akan tetapi di Kabupaten Minahasa Selatan, belum ada fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan tersebut untuk bisa menunjang kegiatan kerohanian komunitas remaja/pemuda. Kehadiran Christian Youth Center diharapkan bisa menjadi salah satu wadah yang dapat menampung aktifitas remaja/pemuda Kristen dengan fasilitas yang memadai dan menjadi tempat pelatihan bagi siapapun yang memiliki keinginan untuk mengembangkan talenta dalam melayani Tuhan. Pada perancangan Christian Youth Center di Amurang, “Arsitektur Simbolisme” digunakan sebagai pendekatan tema. Istilah simbolisme pada dasarnya berbicara tentang tanda dan simbol. Lewat Penggunaan tema tersebut diharapakan Christian Youth Center di Amurang dapat menjadi media komunikasi Firman Tuhan secara arsitektural. Kata Kunci: Arsitektur, Christian Youth Center, Simbolisme
CHRISTIAN YOUTH CENTER DI AMURANG. Arsitektur Simbolisme Sangkoy, Farly R.; Mononimbar, Windy; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara yang majemuk dengan berbagai macam suku bangsa, bahasa dan agama merupakan Negara yang ber-Ke-Tuhanan, sesuai dengan ideologi Pancasila sila pertama yaitu Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa. Atas dasar ideologi Pancasila, negara menjamin kebebasan dalam kehidupan umat beragama untuk memilih dan beribadah  menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, yang memiliki penduduk yang mayoritas beragama Kristen. Di mana anak muda Kristen yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan cukup aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan seperti kegiatan Festival Seni Pemuda yang dilaksanakan setiap tahunnya, kegiatan seminar-seminar keKristenan yang hampir tiap bulan dilaksanakan, kegiatan AEYA, dll.Untuk mewadahi kebutuhan tersebut maka diperlukan fasilitas-fasilitas penunjang, akan tetapi di Kabupaten Minahasa Selatan, belum ada fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan tersebut untuk bisa menunjang kegiatan kerohanian komunitas remaja/pemuda. Kehadiran Christian Youth Center diharapkan bisa menjadi salah satu wadah yang dapat menampung aktifitas remaja/pemuda Kristen dengan fasilitas yang memadai dan menjadi tempat pelatihan bagi siapapun yang memiliki keinginan untuk mengembangkan talenta dalam melayani Tuhan. Pada perancangan Christian Youth Center di Amurang, “Arsitektur Simbolisme” digunakan sebagai pendekatan tema. Istilah simbolisme pada dasarnya berbicara tentang tanda dan simbol. Lewat Penggunaan tema tersebut diharapakan Christian Youth Center di Amurang dapat menjadi media komunikasi Firman Tuhan secara arsitektural. Kata Kunci: Arsitektur, Christian Youth Center, Simbolisme
COFFEE CENTER DI BOLAANG MONGONDOW TIMUR. Arsitektur Lansekap Collen Sangkaeng; Harry Kapugu; Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29213

Abstract

Dewasa  ini  rutinitas  manusia  yang  meningkat  ditandai  dengan  padatnya aktivitas sehari-hari mampu membuat suasana penat dalam pekerjaan. Salah satu cara masyarakat  terutama masyarakat  perkotaan  menghilangkan  kejenuhan  dari  aktivitas sehari-harinya  yaitu  dengan  minum  kopi.Ngopi di coffee  shop menjadi  suatu  gaya hidup perkotaan masa kini. Pandangan masyarakat terhadap kopi di zaman sekarangpun  sudah  berubah.  Masyarakat  dahulu memandang  kopi  secara  sederhana  dengan cara  yang  sederhana  sedangkan masyarakat  zaman  sekarang  memandang  kopi  dari berbagai sudut pandang dan cara penyajian yang kompleks. Namun terdapat kesamaan yaitu kopi digemari dan dipercaya sebagai penghilang penat. Sayangnya masyarakat Indonesia kurang mengenal asal-usul penemuan kopi, macam-macam kopi terutama kopi Indonesia dan teknik pengolahannya. Disamping itu, saat ini di kota Manado terdapat komunitas pecinta kopi yang bernama Komunitas Pecinta  Kopi  Manado  yang  tidak  memiliki  tempat  tetap  untuk berkumpul  dan melakukan  aktivitas  bersama  komunitasnya.  Dengan  hadirnya Coffee  Center ini, pengunjung  akan  memperoleh  pengetahuan  tentang  sejarah  penemuan  kopi  hingga kopi  masuk  ke  Indonesia.  Selain  itu  juga  pada museum  kopi  ini  terdapat  penjelasan mengenai proses pengolahan kopi dan penjelasan mengenai alat-alat kopi. Pengunjung juga dapat menikmati sajian olahan kopi khas Indonesia dan kopi mancanegara. Coffee Center ini  juga  dilengkapi  dengan  fasilitas pendukung  seperti cupping  room, kelas barista,  dan meeting  room sehingga  pengunjung  mendapat  pengalaman  yang  baru setelah mengunjungi Coffee Center ini.Perancangan dari Coffee Center ini mengaplikasikan tema Arsitektur Lanskap atau seni taman yang membuat para pengunjung nyaman dan relax saat menikmati taman dan pemandangan alam disekitar Coffee Center tersebut. Kata Kunci : Coffee, Museum, Cafe, Arsitektur Lanskap

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue