cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
Sekolah Luar Biasa Untuk Tunarungu “Difabel Antropometri” Nender, Rezka L.; Waani, Judy O.; Sela, Rieneke L. E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6665

Abstract

Pendidikan adalah satu modal utama yang harus kita miliki untuk dapat bersaing didunia luar. Pendidikan bagi anak yang tidak memiliki kebutuhan khusus sudah ada dimana-mana, tetapi bagaimana dengan anak-anak difabel yang membutuhkan pelajaran dan pembinaan yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Untuk itu direncanakanlah sebuah Sekolah Luar Biasa untuk Tunarungu, anak-anak tunarungu terlihat seperti anak-anak pada umunya tapi anak-anak tunarungu memiliki keterbatasan dalam pendengaran dan menyebabkan mereka tidak bisa jelas berbicara dan memiliki rasa tidak percaya diri yang tinggi. Perancangan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi seorang anak tunarungu untuk beraktifitas dan belajar didalam suatu area pendidikan, oleh karena itu diambilah studi pendukung Difabel Antropometri sebagai pendekatan perancangan untuk mendapatkan kenyamanan dalam mereka beraktifitas. Kata kunci: Sekolah, Tunarungu, Difabel, Antropometri.
KARAKTERISTIK TIPOLOGI ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA PADA RUMAH TINGGAL DI KAWASAN TIKALA Tarore, Larry T.; Sangkertadi, Prof.; Kaunang, Ivan R. B.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14083

Abstract

Penelitian tesis ini bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik tipologi arsitektur kolonial Belanda di kawasan Tikala dan mengidentifikasi perubahan fungsi ruang dalam pada rumah berciri khas arsitektur kolonial Belanda. Metodologi penelitian yang dipakai adalah metodologi penelitian rasionalisme dalam bentuk kualitatif dengan pendekatan tipologi. Metode kualitatif untuk mengidentifikasi tipologi bangunan kolonial Belanda yang berada di Kawasan Tikala. Kriteria pemilihan sampel berdasarkan aspek keaslian fasade bangunan yang tidak memiliki perubahan pada fasade dan kondisi dalam yang masih asli. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif. Melalui penelitian ini penulis dapat mengidentifikasi karakteristik tipologi arsitektur kolonial Belanda pada rumah tinggal yang berada dikawasan Tikala dan bagaimana perubahan fungsi ruang dalam pada bangunan rumah tinggal dengan menggunakan pendekatan tipologi dan mengambil acuan dari beberapa teori seperti teori fungsi dan teori perubahan. Melalui penelitian ini diharapkan masyarakat yang mempunyai rumah yang masih berciri khas arsitektur kolonial Belanda agar tetap mempertahankan keaslian fasade dan bentuk bangunan dan untuk pemerintah agar bisa membuat peraturan daerah yang mengatur perlindungan dan pelestarian bangunan-bangunan bersejarah dikota Manado. Kata Kunci              : Arsitektur kolonial Belanda, karakteristik tipologi, perubahan fungsi.
TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN LAUT DI SOFIFI “METAFORA; KORA-KORA” Yusuf, Yunus R.; Supardjo, Surjadi; Malik, Andy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8891

Abstract

Terminal Penumpang Pelabuahan Laut sebagai bagian dari system transportasi yang merupakan suatu sarana penghubung yang berfungsi sebagai tempat alih/muat penumpang dan barang. Terminal  Penumpang Pelabuhan adalah tempat peralihan manusia dari darat menuju ke kapal (laut) dengan segala proses yang dialuinya. Dari segi arsitektural, terminal ini bukan hanya sebagai tempat transisi, melainkan juga berfungsi sebagai pintu gerbang Provinsi Maluku Utara. Sofifi sebagai ibukota Provinsi Maluku Utara, terdapat kawasan peruntukan pelabuhan, hal ini tercantum dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota Sofifi dimana pelabuhan merupakan sarana yang memiliki konektifitas dengan perekonomian di dalamnya. Untuk menunjang aktivitas pemerintahan dan mobilitas manusia di Maluku Utara maka didesain terminal penumpang pelabuhan laut sebagai salah satu sarana yang memberikan dampak positif bagi pembangunan di Maluku Utara. Dalam perencanaan proyek ini, dilakukan pendekatan desain tematik dengan konsep Metafora; Kora-kora dimana Kora-kora merupakan perahu/kapal tradisional Maluku yang digunakan pada zaman dahulu. Terminal pelabuhan dengan konsep ini dapat menampilkan sebuah bangunan yang menjadi cerminan daerah kepulauan sehingga diharapkan infrastruktur yang dibangun ini memiliki pengaruh dalam memajukan serta mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah provinsi Maluku Utara. Kata Kunci : Terminal Pelabuhan, Kora -  Kora
APARTEMEN DI MANADO. Froebel Block Frank Lloyd Wright Salatan, Dicky; Siregar, Frits; Rompas, Leidy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19024

Abstract

Kota Manado merupakan salah satu kota di indonesia yang mengalami perkembangan yang sangat pesat, mulai dari sektor pariwisata, industri, perdagangan dan jasa, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis  berada pada lingkaran pasifik yang strategis sebagai pintu masuk ke ekonomi global. Selain itu usaha Pemerintah Kota Manado untuk memperkenalkan  Kota Manado sebagai Kota tujuan pariwisata dan bisnis mulai dari penyempurnaan perizinan investasi bagi para investor lokal maupun asing untuk dapat berinvestasi didalamnya.Melihat perkembangan penduduk kota manado yg semakin meningkat maka di butuhkan sebuah wadah untuk menunjang tempat tinggal penduduk, dimana lahan yang berada di pusat kota semakin berkurang karena perkembangan jumlah penduduk. Dengan adanya apartemen dapat menunjang kebutuhan hunian bagi penduduk yang bekerja di pusat kota Manado baik yang sifatnya bekerja menetap atau sementara.        Dalam perancangan objek Apartemen di Kota Manado dengan tema Froebel Block Frank LIoyd Wright mencakup konsep permainan kotak-kotak geometris yang sederhana yang dapat disusun dalam berbagai bentuk kombinasi untuk membentuk komposisi tiga dimensi yang cocok  dan bisa memanfaatkan energi alam dengan pemodelan bangunan berdasarkan tema dengan memperhatikan lingkungan sekitar sehingga bentuk yang di hasilkan tidak monoton. Kehadiran Apartemen di Kota Manado diharapkan dapat memberikan fasilitas akomodasi yang baik dan lengkap bagi para pemakai dengan berbagai tujuan yang berbeda-beda.Kata kunci : Kota Manado, Apartemen, Froebel Block
MUSEUM SENI KONTEMPORER DI MANADO (EMOTIONAL ARCHITECTURE WITHIN SPACE AND LIGHT) Mantiri, Hyginus J.; Makainas, Indradjaja; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.9658

Abstract

Perkembangan dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan yang terjadi secara pesat sejak akhir Perang Dunia II telah melahirkan suatu era baru dalam dunia seni. Contemporary art, atau “seni kontemporer” dalam bahasa Indonesia, muncul sebagai suatu fenomena yang memberi warna baru pada kanvas peradaban umat manusia. Seni kontemporer lahir dari semangat untuk meninggalkan doktrin-doktrin lama dalam bidang seni yang dianggap sudah usang. Jika dipandang dari konteks kata pembentuknya, seni kontemporer dapat dijelaskan secara etimologis sebagai suatu refleksi dari waktu yang sedang berjalan. Kota Manado tidak luput dari fenomena seni kontemporer yang sedang terjadi. Oleh karena itu kita membutuhkan suatu sarana publik dengan fungsi utama untuk mengumpulkan, merawat, mengapresiasi, dan mempublikasikan karya-karya seni kontemporer yang ada di Kota Manado dan sekitarnya. Dalam hal inilah perancangan “Museum Seni Kontemporer di Manado” akan memegang peranan. Adapun tema yang dipergunakan dalam perancangan ini adalah “Emotional Architecture Within Space and Light” dengan tujuan untuk menciptakan suatu objek arsitektural yang mampu mempengaruhi sisi psikologis manusia sebagai subjek yang akan berinteraksi dengan objek perancangan. Kata kunci: Seni kontemporer, museum, emotional architecture
GEDUNG LATIHAN DAN PERTUNJUKANPADUAN SUARA DI MANADO Bawembang, Fransisca J.; Siregar, Frits O. P.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.5956

Abstract

Eksistensi pelaku seni paduan suara dari berbagai usia meningkat drastis dari tahun ke tahun, dibuktikan dengan lahirnya berbagai kelompok sanggar, Paduan Suara Mahasiswa, dan Paduan Suara Gerejawi. Jumlah kelompok paduan suara di dunia semakin hari semakin bertambah dengan kebutuhan yang meningkat pula. Paduan suara adalah seni bernyanyi secara kelompok dengan memadukan lebih dari satu jenis dan warna suara manusia. Pesatnya perkembangan paduan suara berdampak baik bagi pelaku aktifitas seni ini karena bernyanyi adalah suatu kegiatan positif yang selayaknya didukung dan difasilitasi. Kebutuhan yang paling mendasari aktifitas seni ini mengacu pada teknis dan non teknis. Secara teknis, pelatihan adalah yang terpenting, dan membutuhkan wadah untuk berlatih secara non teknis. Seni paduan suara tidak akan pernah dinikmati jika tidak ditampilkan dalam suatu bentuk pertunjukan. Inilah yang membuat paduan suara istimewa, karena semua hal yang berbau seni identik dengan show. Sebagai kota yang sedang berkembang dari berbagai sektor termasuk seni dan kebudayaan, Manado memiliki potensi yang terbilang unggul dari kota-kota lainnya di Indonesia dalam hal menggali bakat bernyanyi, apakah itu individual maupun berkelompok seperti vocal group dan/atau paduan suara. Sebagai ‘sarang paduan suara’ di Indonesia, Manado menjadi unik dan menarik. Semakin lengkap rasanya karena didukung penuh oleh pihak Pemerintah dalam menjadikan seni paduan suara sebagai aset Kota. Perancangan wadah untuk memfasilitasi aktifitas seni paduan suara di Manado merupakan tujuan dari perpaduan geometri dan teknologi yang mengacu pada tema simbiosis. Merasa tetantang dengan konsep perancangan tematik, perancang berinovasi dengan objek perancangan konseptual yang merupakan kebutuhan yang paling dicari di Kota saaat ini, sehingga dalam kajian ini mampu menghadirkan Gedung Latihan dan Pertunjukan Paduan Suara di Manado seperti yang dimaksud. Kata kunci : Paduan Suara, Simbiosis Latihan–Pertunjukan
TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN LAUT DI TAHUNA (Arsitektur Perilaku) Dalip, Almiritia; Prijadi, Rachmat; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.11315

Abstract

ABSTRAK Perkembangan pembangunan bidang transportasi laut yang semakin pesat dewasa ini menuntut adanya sistem penunjang sarana dan prasarana transportasi laut yang memadai, sehingga dapat mewujudkan sistem pelayaran yang aman dan layak. Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai wilayah kepulauan memiliki banyak keuntungan dan kerugian dalam berbagai hal. Keberadaan pelayaran sebagai salah satu penghubung antar pulau memiliki peran besar bagi aspek-aspek kehidupan di daerah ini baik, ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan, dan  pertahanan keamanan. Ketergantungan akan sarana trasportasi laut sangat dirasakan bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Menigkatnya jumlah penumpaang, mengakibatkan jumlah kapal pun meningkat sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan akan sarana transportasi laut. Peningkatan jumlah pelayanan kapal dan penumpang ini menjadi masalah yang cukup jelas yang mengakibatkan kondisi terminal yang ada menjadi sangat padat, dengan kata lain kapasitas gedung terminal yang sebagai titik awal dan akhir dimulainya aktivitas pelayaran, tidak mampu lagi menampung lonjakan kenaikan penumpang. Hal lain yang juga menjadi masalah adalah  perilaku pemakai yang kurang memperhatikan fungsi dari fasilitas yang ada di terminal sehingga kerap kali mengganggu kenyamanan dan aktivitas pemakai lain. Oleh sebab itu perlu diadakan suatu perancangan terminal yang baru sebagai solusi pemecahan masalah-masalah yang ada di terminal, sehingga di harapkan bisa menjadi terminal yang baik. Baik disini tidak terbatas dengan perbaikan fisik terminal saja, diperlukan juga usaha untuk mengelola terminal agar menjadi sebuah terminal yang nyaman dan menyenangkan untuk dikunjungi. Tema atau konsep yang diterapkan dalam perancangan objek ini adalah Arsitektur Perilaku. Dari konsep ini disimpulkan untuk mendapatkan kapasitas bangunan yang meadai, kondisi sirkulasi yang tertib, nyaman, serta penggunaan fasilitas yang sesuai dengan fungsinya. Kata kunci: Angkutan laut, Arsitektur Perilaku, Terminal Penumpang
HOTEL RESORT DAN KAWASAN OBJEK WISATA GUA TOTOMBATU DI TALAUD - Penerapan Nilai-Nilai Inspiratif Lukisan Karya Oktavio Ocampo pada Desain Tamesala, Nibsan N.; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i2.586

Abstract

HOTEL RESORT DAN KAWASAN OBJEK WISATA GUA TOTOMBATU (GUA TENGKORAK) DI TALAUD (PENERAPAN NILAI – NILAI INSPIRATIF LUKISAN KARYA OKTAVIO OCAMPO PADA DESAIN) 1. Nibsan Nopri Tamesala[1]2. Raymond Ch. Tarore[2]   ABSTRAK Hotel Resort merupakan fasilitas yang sangat penting untuk memfasilitasi kegiatan berwisata. Hotel Resort juga merupakan suatu bagian usaha di dunia bisnis perhotelan khususnya di sektor pariwisata. Pada saat ini sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud, khususnya lokasi tempat objek wisata , masih sangatlah minim fasilitas penunjang, bahkan banyak tempat objek wisata yang masih kurang diperhatikan. Masalahnya mungkin peran serta pemerintah, ataupun masyarakat yang senantiasa haruslah lebih ditingkatkan. Dalam keadaan seperti inilah maka fasilitas Hotel Resort serta pengembangan Kawasan Objek Wisata Gua Totombatu (Gua Tengkorak) di Talaud, dengan mengusung tema “Penerapan Nilai – Nilai Inspiratif Lukisan Karya Oktavio Okampo” Pada desain sangat diperlukan, untuk mewadahi kebutuhan akan kegiatan berwisata. Tema ini menunjukan bagaimana suatu kesan dari penataan ruang luar, dan penciptaan bentuk rancangan bangunan yang sangat unik yang memiliki makna suatu pensan yang realistis, untuk bisa mempertahankan sesuatu yang menjadi karakteristik dari tempat tersebut, dan juga bisa memberikan nuansa yang berbeda dari rancangan Hotel Resort pada umumnya. Maka dari tema rancangan, yang merupakan penerapan nilai – nilai inspiratif lukisan dalam gaya metamorf, dapat memberikan gambaran akan bentukan yang berkaitan langsung dengan unsur alam, pada kawasan objek wisata tersebut. Kesan berwisata yang menyenangkan, dengan keberadaan objek yang menarik, walaupun keberadaan objek tersebut memiliki kesan mistik, tetapi keunikan objek itulah yang membuat para wisatawan lebih penasaran akan kbeberadaan ojek Tengkorak tersebut. Lokasi yang berkesan seram, tetapi nyaman, dan menyenangkan. Maka dengan hadirnya objek fasilitas tersebut, diharapkan dapat memberikan suatu jawaban kearah yang lebih baik atas segala permasalahan yang terjadi dalam pengembangan sektor dunia pariwisata di Kabupaten kepulauan Talaud, yang masih kurang di perhatikan, dan juga bisa memberikan kontribusi yang lebih baik pula bagi pemerintah, maupun bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kata Kunci : Hotel Resort, Kawasan, inspitatif, Lukisan, Gua tengkorak. [1] Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT
Sekolah Luar Biasa Bagian B di Manado ”Arsitektur Bagi Penyandang Cacat Tunarungu, Mata Yang Mendengar” Bolang, Steward F.; Van Rate, Johannes; Mastutie, Faizah M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6653

Abstract

Karakteristik yang dimiliki oleh seorang penyandang cacat tunarungu berbeda dengan orang normal. Kekurangan mereka dalam indera pendengaran menyebabkan mereka kesulitan dalam bersekolah dan kesulitan dalam mencari pekerjaan. Di Kota Manado, para penyandang cacat tunarungu hanya bersekolah dengan menumpang di sekolah-sekolah luar biasa yang lain. Hal ini dapat menyebabkan kurang efektifnya sistem pembelajaran bagi anak-anak penyandang cacat tunarungu. Untuk itulah sangat dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai guna untuk mencerdaskan anak-anak penyandang cacat tunarungu. Perancangan Sekolah Luar Biasa bagian B di Manado sangat dibutuhkan oleh anak-anak tunarungu dengan memakai tema ”arsitektur bagi penyandang cacat tunarungu, mata yang mendengar” bertujuan untuk merancang Sekolah Luar Biasa bagian B yang didalamnya mereka tidak saja menuntut ilmu, tapi juga dapat melatih diri mereka sendiri agar ketika berada di dunia luar, mereka tidak dianggap rendah oleh orang-orang normal. Kata Kunci : tunarungu, sekolah, manado
SHOPPING MALL DI KOTAMOBAGU. Metafora dalam Arsitektur Subali, I Kadek E.; Makarau, Vicky H.; Lintong, Steven
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23676

Abstract

Kota Kotamobagu adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara. Kotamobagu termasuk kota dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang lumayan tinggi. Kotamobagu juga direncanakan akan menjadi ibu kota provinsi Bolaang Mongondow Raya yang merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Utara. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya ini tentunya memerlukan sarana penunjang perokonomian dan investasi dalam bidang perdagangan dan jasa. Kotamobagu sebagai pusat pengembangan wilayah menunjang peranan penting baik dalam pemerintahan maupun kegiatan sosial ekonomi dan pusat distribusi jasa yang melayani kegiatan lokal, karena peran tersebut Kota Kotamobagu menjadi kota model jasa untuk daerah Bolaang Mongondow Raya. maka perlu dihadirkan sebuah Shopping Mall yang dapat menampung kegiatan berbelanja sekaligus refreshing. Dalam perancangan ini akan menerapkan tema Metafora dalam Arsitektur. Metafora adalah kiasan atau ungkapan bentuk yang diwujudkan dalam bangunan dengan harapan akan menimbulkan tanggapan dari orang yang melihat atau pangguna bangunan tersebut. Perumpamaan bentuk akan diambil dari bentuk sebuah kapal, dimana kata Bolaang yang berarti perkampungan yang ada di pinggir laut, serta nenek moyang suku Bolaang Mongondow merupakan pelaut maka bentuk sebuah kapal akan menjadi acuan dari bentuk dari Shopping Mall ini, dengan harapan dapat menjadi icon baru serta dapat menunjang perekonomian daerah. Kata Kunci : Kotamobagu, Metafota, Mall

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue