cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Earned Value Analysis Pada Proyek Pembangunan Gedung Barang Bukti Kejari Di Kabupaten Kepulauan Talaud Joshua A. Goha; Tisano Tj. Arsjad; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah proyek konstruksi pengendalian proyek adalah hal yang paling pokok dalam berhasilnya proyek. Salah satu cara mengetahuinya dengan menggunakan analisis Nilai hasil atau Earned Value Analysis dengan menggunakan beberapa indikator komponen seperti BCWS, BCWP, dan ACWP. Konsep nilai hasil adalah suatu metode yang digunakan unuk menghitung besarnya biaya menurut anggaran sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesaikan atau dilaksanakan dalam penelitian ini untuk mengendalikan pelaksanaan proyek dengan menggunakan Microsoft Excel. Tujuan dari penelitian Analysis Earned Value pada pembangunan gedung barang bukti Kejari di Kabupaten Kepulauan Talaud ini adalah untuk menghitung perkiraan biaya dan waktu pada minggu ke-10. Dari hasil perhitungan analysis earned value pada minggu ke-10 didapat BCWS = Rp 138.784.000, BCWP Rp 153.940.000, ACWP Rp 139.685.477,3 nilai Schedule varians sebesar Rp 15.156.000 bernilai positif berarti pekerjaan terlaksana lebih cepat dari jadwal perencanaan. Sedangkan Cost Varians sebesar Rp 14.254.522,7 (CV) bernilai positif berarti pekerjaan terlaksana dengan biaya kurang dari anggaran perencanaan atau disebut juga Cost Underrun. Diperkirakan waktu penyelesaian proyek ini (ECD) = 15,4093 minggu, berarti pekerjaan proyek tidak mengalami penambahan waktu , dimana penyelesaian proyek pada perencanaan hanya memakan waktu selama 16 minggu. Kata kunci – EARNED VALUE ANALYSIS, BCWS, BCWP, ACWP, SV, CV, ECD
Rencana Angaran Biaya Pada Pembangunan Rumah 2 Lantai Berdasarkan Pedoman SNI (Studi Kasus Rumah Kost Di Kleak Kec.Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara) Nicky G. V. Kaya; Jermias Tjakra; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi merupakan salah satu hal yang selalu beriringan dengan perkembangan jaman, dikarenakan semakin banyak pembangunan disuatu daerah maka semakin maju daerah tersebut. Khususnya di Kleak Kecamatan Malalayang Kota Manado yang lokasinya sangat strategis karena berdekatan dengan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit dan daerah perkantoran. Melihat hal itu masyarakat di daerah tersebut memanfaatkanya untuk investasi jangka panjang dengan cara membangun rumah kost, dikarenakan banyaknya siswa atau maha siswa dan pegawai kantoran yang berasal dari luar daerah. Untuk itu dalam membangun rumah kost diperlukan rencana anggaran biaya yang matang agar proyek pembangunan rumah kost dapat berjalan dengan baik. Dalam penelitian ini diteliti mengenai cara pembuatan rencana anggaran biaya pada pembangunan rumah kost 2 lantai dengan biaya keseluruhan yang diperoleh dari hasil pembuatan rencana angaran biaya sebesar Rp. 1.750.374.000 dengan durasi pekerjaan 26 minggu. Dengan adanya rencana anggaran biaya kita dapat mengetahui pekerjaan apa saja yang dilakukkan di setiap harinya. Kata kunci - Rencana Anggaran Biaya, pembangunan, rumah kost
Analisis Penggunaan Tenaga Kerja Dan Material Pada Proyek Konstruksi Gedung Sekolah (Studi Kasus Bangunan Kelas SMP Negeri 1 Tomohon) Rivo H. L. Politon; Pingkan A. K. Pratasis; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek kontruksi, suatu perencanaan dalam hal waktu danbiaya sangat diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan kontruksi. Baik ataupun buruknya suatu perencanaan proyek kontruksi sangat berpengaruh pada pelaksanaan proyek kontruksi dilapangan. Perencanaan proyek kontruksi berfungsi sebagai alat kontrol dalam pelaksanaan proyek dilapangan agar memudahkan dalam pengawasan dan pengaturan tenaga kerja dilapangan, khususnya dalam hal pengawasan tenaga kerja, dan pengadaan material di proyek. Salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya produktivitas pekerjaan adalahjumlah tenaga kerja, namun jumlah tenaga kerja perharinya perlu dibatasi berdasarkankuantitas pekerjaan dan ongkos pekerjaan proyek tersebut. Dengan demikian estimasiongkos pekerjaan perlu diketahui dari jumlah tenaga kerja yang mengerjakan suatu pekerjaan. Perhitungan estimasi material juga diperlukan agar dalam pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material menjadi efisien dan efektif. Penelitian dilakukan dengan mencari studi literatur kemudian melakukan pengamatan di lapangan, dan menggunakan data sekunder berupa gambar kerja berdasarkan survey dilapangan, dimana hal yang diamati adalah ukuran dan volume. Dari data tersebut dapat dihitung produktivitas pekerjaan per hari dan biaya material setiap pekerjaan, sehingga didapatkan hasil analisis setiap pekerjaannya. Berdasarkan perhitungan dari hasil penelitian, dengan menggunakan koefisientenaga kerja pada metode SNI didapatkan jumlah total tenaga kerja sebesar 450 Orang dengan biaya Rp. 320.929.504,08., dan jumlah keseluruhan biaya kebutuhan material sebesar Rp. 484.909.560,70., dengan rencana durasi waktu pekerjaan 144 hari. Kata kunci - RAB, Metode SNI, tenaga kerja, material, penjadwalan proyek
Analisis Perbaikan Tanah Lunak Dengan Fly Ash Dan Sodium Silikat Hiskia Misael; Fabian J. Manoppo; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak merupakan tanah kohesif yang terdiri dari tanah yang sebagian besar terdiri dari butiran yang sangat kecil seperti lempung dan lanau, mempunyai sifat gaya geser rendah, kemampatan tinggi, koefisien permeabilitas rendah dan mempunyai daya dukung rendah. Terdapat tiga metode yang dapat dilakukan untuk perbaikan (stabilisasi) tanah, pada penelitian ini digunakan metode kimia yaitu dengan cara penambahan limbah batubara (fly ash) sebesar 10% dan 20% serta penambahan 2% Natrium Silikat (Na2SiO3). Dalam penelitian ini dilakukan pengujian sifat fisis pada tanah asli di laboratorium untuk mengetahui karakteristik tanah dan pengujian mekanis berupa pemadatan (compaction) serta pengujian CBR (Caliornia Bearing Ratio) dengan menggunakan bahan stabilisasi. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui nilai daya dukung tanah dasar. Hasil pengujian menunjukkan karakteristik tanah masuk dalam kategori simbol CH yaitu lempung tak organik dengan plastisitas tinggi yang mengindikasikan tanah merupakan tanah lunak. Pada pengujian pemadatan variasi fly ash tanpa sodium silikat dengan kadar 10% dari berat tanah, kadar air optimum (OMC) dari 30% turun menjadi 29,5%, setelah penambahan kadar fly ash menjadi 20%, OMC menjadi 28,5%. Pada variasi fly ash dengan sodium silikat dengan kadar fly ash 10%, OMC turun menjadi 28,2%, setelah ditambahkan dengan kadar sebesar 20%, nilai-nya menjadi 28%. Pengujian CBR tanah uji tanpa sodium silikat pada kadar fly ash sebesar 10% nilai-nya meningkat menjadi sebesar 4,63% dari 3,86% dan ketika ditambahkan kadar-nya menjadi 20%, nilai CBR juga meningkat menjadi 5,79%. Pada pengujian menggunakan sodium silikat dengan kadar fly ash 10% nilainya berada di angka 5,14% dan ketika ditambahkan kadar-nya menjadi 20%, nilai CBR kembali meningkat menjadi 6,04%. Hal ini menunjukkan penambahan fly ash dan sodium silikat berpengaruh terhadap nilai kadar air optimum, berat isi kering dan CBR dari tanah. Kata kunci – tanah lunak, perbaikan tanah, fly ash, sodium silikat, CBR, pemadatan tanah, kadar air optimum
Kinerja Simpang Tak Bersinyal Di Jln. Wolter Mongisidi - Jln. Sea Di Kota Manado Prasti Y. Bolosan; Audie L. E. Rumayar; Semuel Y. R. Rompis
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Utara dengan luas wilayah 15.727 hektar dan jumlah penduduk 433.635 jiwa (Badan Pusat Statistik Kota Manado 2019). Kota Manado sebagai kota sentral ekonomi di daerah Sulawesi Utara merupakan kota yang mempunyai perkembangan yang pesat. Perkembangan ini terjadi di beberapa sektor, antara lain; perdagangan, jasa, pendidikan dan transportasi. Kondisi ini, secara tidak langsung, mengakibatkan munculnya beberapa masalah lalu lintas seperti kemacetan, yang terjadi di jalan Wolter Mongisidi simpang jalan Sea,yang menjadi objek dari penelitian ini. Permasalahan tersebut merupakan topik penelitian ini. Pengambilan data primer dilakukan secara langsung di lokasi penelitian yaitu, data geometrik, volume kendaraan, kecepatan kendaraan. Data sekunder yang dibutuhkan, seperti; peta lokasi dan data jumlah penduduk, didapatkan dari instansi terkait. Analisis data menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Survey dilakukan selama 1 hari yaitu senin, pada jam 06:00 WITA sampai 19:00 WITA. Dari hasil perhitungan simpang didapat volume tertinggi pada simpang 568,1 smp/jam, nilai kapasitas (C) = 3148,504 smp/jam, dan derajat kejenuhan (DS) = 0,67. Dan tingkat pelayanan C dengan nilai Derajat kejenuhan yaitu 0,67 antara 0,45 – 0,74. Yang berarti arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan. Pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan. Panjang antrian dari skenario izinkan belok kanan. Pada pendekat barat menghasilkan Qm = 32,87 m pada pendekat timur, Qm = 269,88 m dan pada pendekat selatan Qm = 266,93 m. Dan panjang antrian dengan data existing di dapat pada pendekat barat menghasilkan Qm = 0 m pada pendekat timur, Qm = 0 m dan pada pendekat selatan Qm = 390,895 m. Kata kunci – volume, kapasitas, tingkat pelayanan, derajat kejenuhan, panjang antrian
Perbandingan Analisa Tebal Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) dan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Terhadap Rencana Anggaran Biaya Timoti F. Assa; Steve Ch. N. Palenewen; Joice E. Waani
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan tebal perkerasan jalan Manado Outer Ringroad 3 menggunakan perkerasan lentur dan perkerasan kaku dan membandingkan anggaran biaya konstruksi dari kedua jenis perkerasan tersebut. Metedologi yang digunakan adalah perencanaan dengan menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 yang di mana metode yang ditetapkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum, Direktorat Jendral Bina marga. Perencanaan tebal perkerasan lentur dan kaku menggunakan data yang sama yaitu LHR, dan CBR tanah dasar. Hasil perhitungan tebal perkerasan lentur menggunakan campuran aspal beton (AC) addalah AC-WC 40 mm; AC-BC 60 mm; AC-Base 210 mm, lapis Pondasi Agregat kelas A 300 mm, sedangkan Tebal perkerasan kaku yang diperoleh adalah lapis Beton kurus 300 mm, lapis Drainase 100 mm, dan plat Perkerasan kaku bersambung dengan tulangan (Jointed Reinforced Concrete Pavement) 295 mm. Anggaran biaya konstruksi perkerasan lentur lebih muran Rp 4,318,044,623.61 dari pada perkerasan kaku, yakni sebesar Rp11,167,030,473,42 untuk Konstruksi perkerasan lentur sedangkan Anggaran biaya Konstruksi perkerasan kaku sebesar Rp15,485,075,097.03. Namun Jika ditinjau dari perbedaan besarnya variabel umur rencana dan angka pertumbuhan lalu-lintas yang digunakan dalam perhitungan maka dapat disimoulkan bahwa biaya konstruksi perkerasan kaku jauh lebih murah dari pada biaya konstruksi perkerasan lentur. Kata kunci – perkerasan lentur, perkerasan kaku, Rencana Anggaran Biaya, MDP 2017
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum Di Kelurahan Folarora Kota Tidore Kepulauan Wahyuni M. Nur; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Folarora adalah salah satu daerah yang terletak di Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan yang saat ini belum tersedia sistem penyediaan air minum oleh PDAM. Hal ini disebabkan letak Kelurahan Folarora yang berada pada dataran tinggi yang secara teknis sangat sulit untuk dijangkau oleh pelayanan air minum. Untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari masyarakat menggunakan sistem penampungan air hujan, sehingga harus adanya sistem jaringan air minum yang baru agar distribusi air minum dapat terlayani. Sistem penyediaan air minum ini direncanakan untuk dapat memenuhi kebutuhan air minum hingga 10 tahun yang akan datang di wilayah studi, perbandingan jumlah penduduk yaitu pada tahun 2011 mencapai 730 jiwa dan pada tahun 2020 mencapai 749 jiwa. Proyeksi pertumbuhan peduduk dihitung menggunakan 3 metode rekresi dimana metode regresi eksponensial adalah metode yang paling baik dalam perhitungan, sehingga diperoleh sebanyak 770 jiwa di tahun 2030. Sumber air yang akan dimanfaatkan yaitu sumber air milik PDAM yang berada di daerah dataran rendah. Perencanaan sistem penyediaan air minum direncanakan berdasarkan debit jam puncak. Dengan kebutuhan jam puncaknya 2,430 liter/detik pada tahun 2030. Awalnya, air akan ditampung pada bak penampung 1, kemudian di pompa melalui pipa transmisi ke bak penampung 2, dan akan dipompa lagi ke reservoir yang berada pada wilayah studi, dan dengan menggunakan pipa distribusi air dialirkan secara gravitasi menuju hidran umum. Hal ini menunjukan bahwa kebutuhan air total di Kelurahan Folarora mencapai 1,389 liter/detik pada tahun 2030. Debit mata air yang tersedia sebesar 4,5 liter/detik. Dengan merbandingkan kebutuhan dan ketersediaan air yang ada maka sumber air milik PDAM mampu mencukupi kebutuhan air minum masyarakat Kelurahan Folarora hingga tahun 2030. Ukuran bak penampung (broncaptering) 5 m x 4,5 m x 2 m dan ukuran reservoir 3 m x 4,5 m x 3 m dengan tipe ground reservoir. Sistem distribusi menggunakan sistem kombinasi antara sistem gravitasi dan pemompaan, dengan hasil perhitungan yaitu diameter pipa transmisi adalah 7,62 mm dan menggunakan tipe PVC dan diameter pipa distribusi bervariasi antara 16 mm – 25 mm dengan tipe Galvanis. Kata kunci – air minum, perencanaan sistem air minum
Optimalisasi Waktu Pelaksanaan Pada Proyek Pembangunan Jalan PLTU Kema III Esra S. Mengko; Tisano Tj. Arsjad; D. R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berkembang dunia industri, maka tingkat kesulitan untuk mengelola dan menjalankan sebuah proyek pembangunan jalan semakin tinggi. Semakin tinggi kesulitannya, berarti semakin panjang durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Oleh karena itu disini sangat diperlukan suatu manajemen waktu (time manajemen) yang disamping mempertajam prioritas, juga mengusahakan peningkatan efisiensi pengolahan proyek agar dicapai hasil maksimal dari sumber daya yang tersedia. Semua itu untuk mencapai tujuan dari sebuah proyek pembangunan jalan yang memenuhi kriteria waktu (jadwal), biaya (anggaran), dan mutu (kualitas). Selain manajemen waktu, tentu juga harus diikuti dengan pelaksanaan proyek yang baik dan sesuai dengan perencanaannya. Dengan manajemen waktu dan pelaksanaan yang baik, maka resiko sebuah proyek konstruksi jalan tersebut akan mengalami keterlambatan menjadi kecil. Saat ini banyak dijumpai proyek jalan yang mempunyai performa yang kurang baik untuk penyelesaian tepat waktu, maka diperlukan suatu analisa tentang pelaksanaan manajemen waktu proyek jalan pada perusahaan kontraktor, sehingga dapat diketahui kelemahan yang dilakukan selama ini, yang nantinya dapat menjadi masukan bagi kontraktor, untuk dapat lebih baik lagi dalam pelaksanaan manajemen waktu suatu proyek jalan. Dalam penelitian ini untuk mengendalikan pelaksanaan proyek dengan menggunakan ( Microsoft Project 2016), sehingga dapat diketahui kemajuan proyek dan melakukan langkah penyelesaian masalah jika terdapat keterlambatan dalam pelaksanaan proyek kontruksi berupa penjadwalan ulang. Pada Proyek Pembangunan Jalan PLTU Kema III. Dari hasil penerapan PDM (Precedence Diagram Method) dalam analisis optimalsasi waktu pada proyek Pembangunan Jalan PLTU Kema III, durasi jadwal pekerjaan yang awalnya 60 hari kerja berkurang menjadi 44 hari kerja. Dapat disimpulkan bahwa PDM padaadasarnya merupakan metode yang berorientasi padaawaktu, dalamaarti bahwa PDM mengarah pada penentuan mencari nilai waktu optimal dan jalur kritis pada pekerjaan, agar pekerjaan dapat berjalan lebih efisien, serta PDM juga memliki kelebihan pada pemilihan akonstrain atau hubungan antara kegiatan-kegiatan yang lebih lengkap, sehingga lebih mudah diterapkanakhususnya untuk kegiatan yang tumpang tindih. Kata kunci – PDM, Precedence Diagram Method, optimal, efisien, Microsoft Project 2016
Perbandingan Tebal Perkerasan Lentur Dengan Menggunakan Metode Bina Marga 2013 dan AASHTO 1993 (Studi Kasus: Ruas Jalan Nasional R. Martadinata Dengan Nomor Ruas 500412) Rizky R. Rantung; Theo K. Sendow; Steve Ch. N. Palenewen
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur perkerasan jalan sebagai komponen dari prasarana transportasi yang berfungsi sebagai penerima beban lalulintas yang dilimpahkan melalui roda kendaraan. Oleh karena itu, struktur perkerasan perlu memiliki stabilitas yang tinggi, kokoh selama masa pelayanan jalan dan tahan terhadap pengaruh lingkungan dan atau cuaca. Dalam Studi perencanaan ini yang akan direncanakan adalah Perkerasan Lentur (flexible pavement) pada jalan R. Martadinata. Sebagaimana suatu perkerasan lentur akan mengalami penurunan kinerja karena faktor lingkungan dan pada saat dibebani maka beban-beban tersebut akan menyebar ke lapisan-lapisan dibawahnya dalam bentuk tegangan penyebaran. Salah satu alternatif yang biasa digunakan adalah melakukan pelapisan ulang (Overlay). Dalam penelitian ini penentuan untuk pengaplikasian lapis tambah (overlay) pada perkereasan lama di ruas jalan R. Martadinata digunakan metode Bina Marga 2013 dan AASHTO 1993. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yaitu Volume Lalu Lintas, dan data Falling Weight Deflectometer (FWD) yang diperoleh dari BPJN Sulawesi Utara. Hasil perhitungan berdasarkan metode Bina Marga 2013 untuk CESA4 = 6.505.071 dan CESA5 = 7.456.498 dan menurut AASHTO 1993 W18 = 4.439.441,569. Dari hasil perhitungan tebal lapis tambah (overlay) pada metode Bina Marga 2013 didapat nilai overlay CESA5 =8 cm, sedangkan overlay pada metode AASHTO yaitu 3,67cm. Kata Kunci - Bina Marga 2013, AASHTO 1993, tebal lapis tambah (overlay)
Kajian Pengendalian Banjir Di Sungai Bailang Kecamatan Bunaken Kota Manado Josse A. Limpong; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Bailang adalah salah satu sungai yang berada di Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Setiap terjadi hujan lebat di Kota Manado, Sungai Bailang menjadi salah satu sungai yang meluap sehingga mengakibatkan banjir. Kejadian banjir ini sangat merugikan kawasan yang terdampak, warga sekitar maupun pengguna jalan raya. Oleh karena itu untuk mengantisipasi banjir yang kemungkinan akan terjadi kelak, dibutuhkan kajian pengendalian banjir untuk penampang Sungai Bailang. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Bailang. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2009 s/d 2020. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS dengan mengkalibrasi debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan untuk penampang STA 0+25 masih mampu menampung debit banjir untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, dan 25 tahun, 50 tahun, sedangkan 100 tahun sudah tidak mampu ditampung. Untuk STA 0+50 mampu menampung debit banjir kala ulang 5 tahun dan 10 tahun selain itu sudah meluap melebihi penampang sungai. Untuk STA 0+75, STA 0+100, STA 0+125, STA 0+150 hanya mampu menampung debit banjir kala ulang 5 tahun, sedangkan 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, 100 tahun sudah tidak mampu ditampung. Untuk STA 0+175 tidak mampu untuk menampung semua debit banjir kala ulang. Kata kunci - sungai Bailang, pengendalian banjir, HEC-HMS, HEC-RAS