cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Kajian Pengendalian Banjir Sungai Sario Di Kelurahan Pakowa Kota Manado Leonardo Mamahit; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Sario adalah salah satu sungai yang seringkali meluap dan mengakibatkan terjadinya banjir di Kota Manado terlebih khusus pada beberapa kelurahan yang dilewati oleh sungai ini. Kelurahan Pakowa yang merupakan salah satu daerah yang dilewati oleh sungai ini terdampak langsung luapan Sungai Sario yang menyebabkan beberapa rumah di kelurahan ini terendam banjir dan mengalami kerusakan. Oleh Karena itu untuk mengantisipasi banjiir yang kemungkinan terjadi kelak, perlu dilakukan analisis terhadap besarnya debit banjir dan elevasi tinggi muka air sungai Sario. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data Hujan yang digunakan berasal dari tiga pos hujan, yaitu pos hujan Tinoor, pos hujan Rumengkor, dan pos hujan Sawangan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2011 s/d 2020. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan semua penampang mampu menampung debit banjir untuk kala ulang 5 tahun. Untuk penampang STA 0+25, STA 0+50, STA 0+75, STA 0+100, STA 0+125, STA 0+150 mampu menampung debit banjir kala ulang 10 tahun, sedangkan STA 0+175, STA 0+200 sudah tidak mampu menampung debit banjir kala ulang 10 tahun. Selanjutnya semua penampang sungai Sario sudah tidak mampu menampung debit banjir untuk kala ulang 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun Kata kunci – sungai Sario, debit banjir, elevasi tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Pola Transpor Sedimen Di Sungai Bailang Kecamatan Bunaken Kota Manado Frederiko M. I. Moningka; Tiny Mananoma; Hanny Tangkudung
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara alami sungai merupakan sarana transpor aliran air dan sedimen. Debit aliran dan sedimen bervariasi, sehingga akan mempengaruhi bentuk morfologi sungai. Sungai Bailang adalah salah satu sungai yang berada di kota Manado, banjir yang terjadi dapat mengikis sungai dan dataran banjir, mengangkut sedimen, dan memindahkan ke arah hilir sehingga menimbulkan dampak negatif. Diperlukan analisis transpor sedimen pada lokasi terpilih yakni Sungai Bailang di Titik Jembatan Bailang. Analisis angkutan sedimen dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Untuk pemodelan hujan aliran pada program HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Aliran dasar (baseflow) dengan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji debit puncak. Debit puncak 3,6 m3/detik. Selanjutnya analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan HEC-HMS. Debit puncak kala ulang 2 tahun dimasukkan dalam program HEC-RAS untuk menghitung angkutan sedimen adalah sebesar 18,8 m3/detik diasumsikan sebagai debit dominan (dominant discharge). Analisis transpor sedimen menggunakan program komputer HEC-RAS dengan metode Meyer Peter Muller (MPM) membutuhkan data penampang sungai, karakteristik saluran untuk nilai n Manning, debit dominan, dan data sedimen. Hasil simulasi menunjukan bahwa pada penampang sungai Bailang yang ditinjau terjadi esrosi dan sedimentasi. Kata kunci – sungai Bailang, banjir, transpor sedimen, HEC-HMS, HEC-RAS
Kajian Pengendalian Banjir Sungai Londola Tilawat Di Desa Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara Marcellino J. Manoppo; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada salah satu titik di desa Tombatu, aliran sungai Londola Tilawat kerap kali meluap ketika hujan dengan intensitas tinggi sehingga mengakibatkan berbagai kerugian bagi masyarakat sekitar,sehingga diperlukannya kajian pengendalian banjir. Analisis hidrologi dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan yaitu data curah hujan harian maksimum yang diambil dari pos hujan Molompar Rasi tahun 2011 s/d 2020. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran dengan program komputer HEC-HMS menggunakan HSS Soil Conservation Services, dan kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS dengan mengkalibrasi debit puncak. Parameter – parameter yang dikalibrasi adalah curve number, lag time, baseflow, recession constant, dan ratio to peak. Setelah parameter – parameter DAS terkalibrasi, dilakukan analisis debit banjir berbagai kala ulang menggunakan program komputer HEC-HMS. Setelah didapatkan debit banjir maksimum, dilakukan analisis hidraulika menggunakan program komputer HEC-RAS, dilakukan simulasi tinggi muka air dengan penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan untuk penampang Sta 0 + 125 masih mampu menampung debit banjir semua kala ulang. Untuk Sta 0 + 25 masih mampu menampung debit banjir kala ulang 5 tahun dan 10 selain itu sudah meluap. Untuk Sta 0 + 100 hanya meluap pada debit banjir kala ulang 50 tahun dan 100 tahun. Untuk Sta 0 + 150 hanya mampu menampung debit banjir kala ulang 5 tahun selain itu sudah meluap. Untuk Sta 0 + 50, Sta 0 + 75, Sta 0 + 175, Sta 0 + 200 tidak mampu menampung debit banjir semua kala ulang. Kata kunci - sungai Londola Tilawat, banjir, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Tiang Bor Pada Struktur Pylon Jembatan Menggunakan Midas GTS NX (Studi Kasus: Jembatan Ir. Soekarno Manado) Christiano A. Susantyo; Fabian J. Manoppo; Lanny D. K. Manaroinsong
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Ir. Soekarno Manado merupakan jembatan tipe cable-stayed terpanjang di Provinsi Sulawesi Utara. Pada jembatan tipe cable-stayed, pylon (menara) jembatanlah yang berfungsi menyalurkan beban dari struktur atas ke struktur fondasi. Fondasi yang digunakan pada pylon jembatan ini ialah fondasi tiang bor. Untuk memikul beban yang besar dari jembatan tersebut dibutuhkan analisis fondasi terhadap daya dukungnya, kemungkinan settlement yang terjadi, serta besar defleksi lateral yang terjadi. Dalam menganalisis daya dukung, settlement, serta defleksi lateral, dapat digunakan analisis secara teoritis dan metode numerik atau metode elemen hingga dengan bantuan program Midas GTS NX. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil analisis daya dukung, settlement, serta defleksi lateral antara analisis secara teoritis dengan hasil analisis dari Midas GTS NX. Pemodelan tanah pada Midas GTS NX menggunakan model Mohr-Coulomb dan Hardening Soil. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, model Mohr-Coulomb memberikan hasil yang lebih mendekati hasil analisis secara teoritis. Daya dukung aksial dari Midas GTS NX menggunakan model Mohr-Coulomb lebih kecil 14,11% dari hasil analisis teoritis, sedangkan model Hardening Soil 14,39% lebih kecil dari hasil analisis teoritis. Daya dukung lateral dari model Mohr-Coulomb lebih besar 14,05% dari hasil analisis teoritis, sedangkan model Hardening Soil 54,46% lebih besar dari hasil analisis teoritis. Settlement dari model Mohr-Coulomb 13,85% lebih kecil dari hasil analisis teoritis, sedangkan model Hardening Soil 32,67% lebih kecil dari hasil analisis teoritis. Untuk defleksi lateral, model Mohr-Coulomb memberikan hasil defleksi lateral 43% lebih besar dari hasil analisis teoritis, sedangkan model Hardening Soil 49,64% lebih besar dari hasil analisis teoritis. Kata kunci – Midas GTS NX, tiang bor, pylon jembatan, daya dukung, settlement, defleksi lateral, Hardening Soil
Desain Unit Instalasi Pengelolaan Air Limbah Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri UNSRAT Manado Menggunakan Metode Biofilter Anaerobic-Aerobic Hunayah I. Azifah; Herawaty Riogilang; Hendra Riogilang
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sam Ratulangi Manado (RS Unsrat) ditetapkan menjadi RS dengan klasifikasi kelas B karena telah memenuhi persyaratan sebagai mana disebutkan pada PP RI No. 47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan. Rumah sakit tersebut menghasilkan limbah cair yang berbahaya (B3) medis dan non medis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah sakit dalam mengurangi beban pencemar yang terkandung dalam limbah cair yang dihasilkan sehingga memenuhi baku mutu dan aman untuk dilepas ke badan air dimana data awal berupa data hasil uji laboratorium Rumah Sakit Prof. Dr. R. D. Kandow Manado. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode biofilter anaerobic-aerobic. Berdasarkan pedoman teknis terperinci sub-sistem pengelolaan terpusat yang digunakan sebagai acuan pada desain IPAL kali ini diperoleh hasil dimensi unit bak grease trap (2 m x 2 m x 1 m), bak ekualisasi (5.5 m x 2.7 m x 2 m), tangki septik (3,3 m x 3 m x 2 m), anaerobic biofilter (3 m x 3 m x 2,5 m), aerobic biofilter (2 m x 3 m x 2,5 m) bak penampung (2,5 m x 2,5 m x 2 m), filter dengan diameter 1 m dan tinggi 1,5 m. Untuk kemampuan mendegradasi kandungan polutan, Anaerobic biofiltar memiliki efeiensi removal 71% BOD, 65% COD dan 69% TSS, untuk Aerobic biofilter memiliki efesiensi removal sebesar 68% BOD, 62% COD, dan 69% TSS. Kata kunci - RS Unsrat, perencanaan, IPAL, biofilter anaerobic-aerobic
Perencanaan TPA Sanitary Landfill Di Kecamatan Esang Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Pricilia B. Diamanis; Isri R. Mangangka; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitary landfill merupakan salah satu inovasi manusia tentang teknik proses akhir dengan mengurug sampah ke dalam tanah dan menyebarkan tanah secara berlapis di satu lokasi dengan alat berat dan di tutup dengan tanah.Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengehasilkan suatu design TPA Sanitary Landfil. Penelitian ini menggunakan data kondisi timbunan sampah rata-rata berdasarkan Standar dan Peraturan yang menajdi dasar perencanan dengan survei 8 hari pengamatan, data penduduk kecamatan Esang 10 tahun terakhir,data timbulan,luas area,pelayanan sampah. Dari hasil perhitungan menggunakan metode sanitary Landfill di dapatkan kapasitas kebutuhan lahar urug 7.4 Ha untuk 25 tahun ke depan,dengan jumlah penduduk 4.347 jiwa luas yang dibutuhkan untuk menampung sampah selama 20 tahun yaitu 5.2 Ha. Sel landfill direncanakan sebanyak 1 zona otal volume sampah yang 25 tahun mendatang sebesar 1286.63 m3 . Kata kunci – Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Sanitary Landfill
Analisis Stabilitas Turap Kantilever Sebagai Pengaman Lereng Timbunan Pada Kawasan Pembangkit Jaringan Binjeita Diocharline E. Bambi; Roski R. Legrans; Lanny D. K. Manaroinsong
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan pasokan listrik yang meningkat menjadi alasan pembangunan pembangkit jaringan di desa Binjeita. Di lokasi pembangunan pembangkit jaringan ini digunakan turap kantilever bermaterial beton sebagai pengaman lereng timbunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas turap kantilever yang digunakan sebagai pengaman lereng timbunan di lokasi tersebut. Analisis stabilitas turap yang dilakukan yaitu; analisis terhadap tekanan tanah lateral aktif dan pasif, tekanan hidrostatis, dan beban lalu lintas menggunakan metode Rankine pada kondisi statis. Kemudian untuk menentukan momen maksimum dan kedalaman tertanam turap menggunakan metode FMM. Untuk mendapatkan desain optimum dilakukan variasi muka air tanah dalam analisis, sehingga diperoleh defleksi pada masing-masing kondisi muka air tanah yang dapat dibandingkan dengan defleksi ijin SNI 8460;2017. Setelah itu ditinjau kapasitas penampang ijin dan kestabilan lereng. Analisis defleksi dan kestabilan lereng menggunakan software GeoStructural Analysis. Kemudian desain optimum tersebut ditinjau terhadap kondisi dinamis menggunakan metode Mononobe-Okabe dan stabilitas terhadap rembesan menggunakan metode Harza dan Harr. Seluruh analisis dilakukan mengacu pada SNI 8460:2017. Data penyelidikan tanah sondir yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil analisis untuk mendapatkan desain optimum turap kantilever dengan material beton (W-600) untuk referensi tiap titik sondir S-1, S-2 dan S-3 secara berurutan yaitu; panjang turap 11 m, 12 m, 11 m, momen maksimum 141.17 kNm, 146.02 kNm, 141.99 kNm, defleksi 14.5 mm, 16 mm, 14.2 mm, kestabilan lereng 5.13, 5.43, 5.20, nilai FK gempa 1.19, 1.37, 1.24, nilai FK heaving 97.07, 109.84, 98.06, dan nilai FK piping 23.67, 23.52, 22.93. Maka, desain optimum turap kantilever beton tipe W-600 pada kawasan pembangkit jaringan Binjeita diperoleh pada panjang turap kantilever 12 m. Kata kunci – turap kantilever, lereng, Binjeita
Analisis Self Healing Capacity (SHC) Pada Geosynthetic Clay Liners (GCL) Dengan Lempung Lunak Sebagai Material Pengisi Melalui Uji Direct Shear Rexy P. Mallawa; Steeva G. Rondonuwu; Alva Sarajar
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geosynthetic Clay Liners (GCL) telah banyak digunakan dalam liner Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan sistem penutup. Di lapangan, untuk kerusakan lokal yang disebabkan oleh mesin kontruksi berat atau benda tajam seperti batu yang ada di lapangan, atau cacat pada area jahitan antara panel GCL tidak dapat sepenuhnya dihindari. Lindi dari TPA dapat menyebar melalui kerusakan atau cacat lokal ini dan masuk ke tanah atau air tanah di sekitarnya, dan menyebabkan masalah lingkungan. Perlu dilakukannya upaya mengatasi sebaran lindi tersebut. Salah satunya dengan pemasangan penghalang lempung (Clay Barrier), sebagai lapisan kedap penahan kontaminasi polutan agar tidak mencemari air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kemampuan memperbaiki diri dari GCL diberikan material pengisi berupa lempung melalui uji geser langsung (Direct Shear Test) dan juga pengujian laju kebocoran laboratorium dengan kondisi tinggi energi turun (falling head). Dari hasil pengujian menggunakan uji direct shear untuk GCL dengan tambahan lempung didapatkan grafik tegangan normal terhadap tegangan geser sehingga menghasikan nilai sudut geser terbesar 2,46° dan nilai kohesi terbesar (c) 6,11 kN/m2. Untuk luasan lubang yang tertutup didapatkan nilai optimum pada beban 9 kg dengan persentase tertutup lubang 97%. Dari hasil uji permeabilitas dengan kondisi tinggi energi jatuh didapatkan nilai koefisien permeabilitas optimum sebesar (k) 9,74 x 10-6 cm/detik dengan rata-rata nilai k terhadap persentase penambahan bentonite sebesar 8,67x10-6 cm/detik. Kata kunci – lindi, Gesynthetic Clay Linears, Direct Shear, bentonite, clay barrier
Analisis Bangkitan Dan Tarikan Perjalanan Di Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara Ryvan M. Kula; Sisca V. Pandey; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Ratahan merupakan ibukota dari Kabupaten Minahasa Tenggara. Sebagai ibukota Kabupaten, Kecamatan Ratahan juga merupakan pusat pemerintahan. Pusat pemerintahan terdapat kompleks perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara dengan sejumlah pegawai Honorer dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pergerakan orang dan kendaraan di Kecamatan Ratahan menyebabkan terjadinya bangkitan dan tarikan pergerakan termasuk pegawai Honorer dan ASN. Pergerakan pegawai Honorer dan ASN ini akan menyebabkan peningkatan jumlah bangkitan dan tarikan pergerakan di Kecamatan Ratahan, sehingga diperlukan analisis bangkitan dan tarikan pergerakan yang disebabkan oleh pergerakan pegawai honorer dan ASN di Kecamatan Ratahan. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai bangkitan dan tarikan pergerakan akibat pergerakan ASN. Menganalisis model pergerakan bangkitan dan tarikan yang dihasilkan oleh aktivitas perjalanan pegawai honorer dan ASN yang berdomosisli di kecamatan Ratahan. Lokasi penelitian adalah seluruh kecamatan Ratahan dengan mengambil sampel penelitian pegawai honorer dan ASN yang menyebabkan bangkitan dan tarikan pergerakan. Pengambilan data dengan menyebarkan Formulir survey dalam bentuk Googleform dan survey rumah tangga. Pengolahan data dilakukan dengan bentuk tabulasi data. Analisis dilakukan dengan metode analisis regresi berganda. Analisis regresi berganda adalah menghasilkan persamaan regresi dengan uji koefisien korelasi, uji statistik F dan uji statistik t. Analisis pergerakan Asal Tujuan perjalanan Pegawai dan ASN dalam bentuk analisis Matriks Asal Tujuan (MAT) perjalanan dengan metode Furness. Bentuk garis keinginan (desire line) menunjukkan besar pergerakan di daerah studi Kecamatan Ratahan. Hasil analisis bangkitan dan tarikan perjalanan adalah Y = 42,827 - 2,133 (X1) + 2,543 (X2) + 0,646 (X3) - 0,441 (X4). Faktor yang mempengaruhi bangkitan dan tarikan perjalanan adalah Jumlah Anggota Keluarga (X1), Jumlah Anggota Keluarga Yang bekerja (X2), Jumlah Pendapatan (X3), dan Jumlah Kepemilikan Kendaraan (X4), memiliki korelasi yang signifikan dengan Jumlah Pegawai dan ASN yang Berdomisili di Ratahan (Y). Kata kunci – Ratahan, bangkitan dan tarikan, korelasi
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pasar Tradisional Langowan Di Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa Shinta P. Kaawoan; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Tradisional Langowan merupakan salah satu pasar tradisional yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa yang terletak di Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa. Aktivitas pasar yang dilakukan setiap harinya menghasilkan air limbah. Air limbah ini kemudian dibuang ke saluran drainase dan badan jalan dan tidak dilakukan pengolahan. Hasil uji laboratorium yang telah dilakukan terhadap air limbah Pasar Tradisional Langowan menunjukkan bahwa bahan organik yang terkandung telah melebihi baku mutu yaitu BOD 1920 mg/L, COD 3380 mg/L, TSS 2220 mg/L, NH3 198 mg/L, minyak dan lemak 20 mg/L. Baku mutu yang digunakan adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68 Tahun 2016. Berdasarkan hasil perhitungan debit air limbah Pasar Tradisional Langowan diperoleh kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang direncanakan sebesar 20,52 /hari. Teknologi yang dipilih yaitu Grease Trap, Bak Ekualisasi, Bak Pengendap Awal, Biofilter Aerobik, Adsorpsi Karbon aktif dan Bak Pengendap Akhir. Pemilihan teknologi pengolahan didasarkan karena unit ini memiliki keunggulan dalam meremoval kadar pencemar dengan tingkat efisiensi yang tinggi dan kebutuhan lahan yang tidak terlalu luas. Metode penelitian menggunakan data primer mengenai pengujian kualitas air limbah dan data sekunder yang diperoleh dari data pemakain air setiap kegiatan jual beli di Pasar tradisional dan informasi lain yang terkait dengan perencanaan. Hasil penelitian yang didapat berupa gambar desain unit IPAL, dimensi total bangunan pengolah seluas 23.4 . Kata kunci – air limbah, pasar tradisional, perencanaan IPAL, Adsorpsi Karbon Aktif, Biofilter Aerobik