cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Pakawa Di Kelurahan Makalonsow Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa Gisella F. Oroh; Cindy J. Supit; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Pakawa merupakan salah satu sungai yang terdapat di Kecamatan Tondano Timur yang pernah meluap pada 5 November 2022 sehingga mengakibatkan kerugian dalam kehidupan masyarakat terutama dalam sektor pertanian. Oleh karena itu diperlukan analisis debit banjir dan tinggi muka air. Analisis dimulai dengan analisis frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum yang diambil dari pos klimatologi hujan Tondano – Paleloan tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran dilakukan pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Service serta baseflow menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan melakukan uji debit puncak. Hasil debit puncak menunjukan 0,7 m3/det. Setelah itu dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang sudah dikalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun dimasukan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air dengan menggunakan data penampang yang telah diukur di lapangan. Hasil simulasi menunjukan bahwa luapan banjir hanya terjadi pada STA 0+025 untuk kala ulang 25, 50 dan 100 tahun. Dan untuk STA lainnya untuk tiap kala ulang masih mampu untuk menampung debit banjir. Kata kunci: Sungai Pakawa Makalonsow, tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Kajian Pengendalian Banjir Di Sungai Kombi Desa Kombi Kabupaten Minahasa Deniel J. Sakudu; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kombi merupakan sungai yang mangalir dari pegunungan Lembean lalu melintasi desa Kombi. Pada saat intensitas hujan yang tinggi, sungai ini meluap dan membanjiri desa Kombi. Maka dilakukan penelitian dari aspek Hidrologi dan Hidraulika terkait besar debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang potensial terjadi sehingga dapat dilakukan upaya pengendalian bencana tersebut. Analisis dimulai dengan analisis frekuensi hujan mengunakan metode Log Pearson III dengan data hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2021 yang berasal dari stasiun Klimatologi Paleloan. Penelitian ini menggunakan program komputer HEC-HMS untuk analisis hidrologi dengan metode HSS Soil Convservation Services serta baseflow menggunakan metode recession. Pada program ini dilakukan kalibrasi parameter – parameter untuk mendapatkan debit puncak yang mendekati data debit puncak sungai kontrol. Selanjutnya dilakukan simulasi kala ulang untuk 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun yang diinput pada program komputer HEC-RAS untuk analisis hidraulika. Dilakukan simulasi elevasi tinggi muka air terhadap penampang sungai yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan adanya luapan air yang terjadi di STA 0+25, STA 0+50, STA 0+100, STA 0+125, dan STA 0+150 pada semua debit banjir kala ulang. Kemudian untuk STA 0+75, STA 0+175 dan STA 0+200 hanya mampu menampung debit kala ulang 5 tahun, lalu meluap pada kala ulang 25 tahun, kala ulang 50 tahun dan kala ulang 100 tahun. Kata kunci: Sungai Kombi, banjir, hidraulika, HEC-HMS, HEC-RAS
Optimalisasi Waktu Pembangunan Ruas Jalan Dengan Metode PDM (Precedence Diagram Method) Pada Proyek Pembangunan Ruas Jalan Mantehage Buhias Minahasa Utara Michael J. Sinaulan; Pingkan A. K. Pratasis; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini kita hidup dizaman perkembangan dunia industri yang begitu pesat. Semakin pesat perkembangan industri kita pun semakin dituntut untuk dapat mengelola dan menjalankan suatu proyek lebih efisien. Tidak jarang kita menemui proyek pembangunan yang mengalami keterlambatan bahkan kegagalan yang diakibatkan oleh faktor alam maupun faktor manajemen yang waktu, tenaga, dan lain-lain yang buruk. Manajemen waktu (time manajemen) sangat diperlukan dalam suatu proyek pembangunan yang disamping mempertajam prioritas, juga mengusahakan peningkatan efisiensi pengolahan proyek agar dicapai hasil maksimal dari sumber daya yang tersedia. Semua itu untuk mencapai tujuan dari sebuah proyek pembangunan jalan yang memenuhi kriteria waktu (jadwal), biaya (anggaran), dan mutu (kualitas). Dalam penelitian ini untuk menganalisa pelaksanaan proyek dengan menggunakan (Microsoft Project 2019), sehingga dapat diketahui pekerjaan yang berada pada jalur kritis, sehingga dapat dilakukan pengoptimalan pekerjaan dalam pelaksanaan proyek kontruksi berupa percepatan waktu durasi. Hasil penerapan metode PDM (Precedence Diagram Method) dalam analisis optimalsasi waktu pada proyek Pembangunan Jalan Mantehage Buhias Minahasa Utara, durasi jadwal pekerjaan yang awalnya 150 hari kerja berkurang menjadi 106 hari kerja. Dapat disimpulkan bahwa PDM padaadasarnya merupakanametode yangaberorientasi padaawaktu, dalamaarti bahwaaPDM mengarah padaapenentuan mencari nilai waktu optimal dan jalurakritis pada pekerjaan, agar pekerjaan dapat dioptimalkan dan menjadi lebih efisien. Kata kunci; PDM (Precedence Diagram Method), optimal, efisien, Microsoft Project 2019
Analisis Tinggi Muka Air Banjir Sungai Paniki Di Desa Borgo, Tanawangko Kabupaten Minahasa Andre Ch. Tampi; Jeffry S. F. Sumarauw; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Paniki adalah salah satu sungai yang berada di desa Borgo, Tanawangko, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Sungai Paniki pernah meluap dan menyebabkan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, serta menganggu lalu lintas kendaraan. Oleh karena itu, dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air dari Sungai Paniki.Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari satu pos hujan, yaitu pos hujan MRG Ranowangko-Taratara. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji debit puncak. Parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, initial discharge dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji debit puncak menunjukan 38.5 m3/detik. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang. Untuk STA 0+025, STA 0+050, STA 0+125 tidak mampu menampung debit banjir kala ulang. Untuk STA 0+075 hanya mampu menahan debit banjir pada kala ulang 5 tahun. Untuk STA 0+100 hanya meluap pada kala ulang 100 tahun. Untuk STA 0+150 hanya meluap pada kala ulang 50 tahun dan 100. Dan terakhir, untuk STA 0+175 dan STA 0+200 masih mampu menahan debit banjir di semua kala ulang. Kata kunci: Sungai Paniki, banjir, hidraulika, HEC-HMS, HEC-RAS
Rencana Anggaran Biaya Pembangunan Jalan Desa Radey Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan Andreas F. Walukow; Febrina P. Y. Sumanti; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prasarana jalan desa yang layak secara struktural, sangat penting dalam menunjang segala kebutuhan masyarakat, baik dalam kegiatan perekonomian maupun sosial masyarakat. Kondisi struktural perkerasan jalan Desa Radey telah mengalami kerusakan, sehingga perlu dilakukan perbaikan. Untuk mengetahui berapa besar biaya yang nantinya akan digunakan dalam perbaikan tersebut, maka diperlukan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Penelitian ini bertujuan untuk membuat analisis perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada pembangunan jalan Desa Radey serta mengetahui total anggaran biayanya. Adapun jenis perkerasan yang direncanakan dalam penelitian ini yaitu perkerasan aspal dan perkerasan paving blok. Dalam penelitian ini diperlukan data awal yang meliputi data topografi jalan serta data panjang dan lebar jalan. Kemudian data gambar kerja dan daftar harga satuan dasar. Setelah itu dilanjutkan dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan metode analisis Bina Marga (K). Besarnya anggaran biaya yang diperoleh dari hasil perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan metode analisis Bina Marga (K) untuk perkerasan aspal adalah Rp. 1.874.601.000,00. Kemudian, untuk perkerasan paving blok adalah Rp. 2.700.135.000,00. Kata kunci: Rencana Anggaran Biaya (RAB), perkerasan aspal, perkerasan paving blok
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Menggunakan Software PTV VISSIM (Studi Kasus: Simpang Jalan 17 Agustus – Jalan Babe Palar, Kota Manado) Dwight Timothie; Audie L. E. Rumayar; Meike M. Kumaat
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang empat Jalan 17 Agustus – Jalan Babe Palar merupakan simpang bersinyal yang bertempat di Kecamatan Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara dimana di sekitar simpang tersebut memiliki perkantoran, sekolah, hotel, rumah makan, dan pemukiman yang berpengaruh terhadap tingginya volume lalu lintas, serta sering kali menimbulkan kemacetan pada jam tertentu. Penelitian pada ruas jalan ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang. analisa kinerja simpang ini dengan menggunakan Software PTV Vissim dan metode Perhitungan Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 dengan memperhitungkan derajat kejenuhan, tundaan, dan level of service (LOS). Hasil kinerja simpang bersinyal Jalan 17 Agustus – Jalan Babe Palar pada jam puncak atau kondisi eksisting di hari selasa menggunakan PTV Vissim diperoleh panjang antrian 25,84 m, tundaan 39,21 det/kend, angka henti sebesar 1,19 dengan tingkat pelayanan D. Hasil analisis juga menunjukan rute pergerakan dari jalan pendekat Maengket adalah yang memiliki kondisi terburuk berdasakan semua hasil parameter kinerja simpang. Kata kunci: simpang bersinyal, analisis kinerja, PTV Vissim
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Pada Pemilihan Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Di Kecamatan Tomohon Selatan Christian N. Supit; Ariestides K. T. Dundu; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Rehabilitasi untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Tomohon adalah Program Pemerintah Kota Tomohon dalam rangka membantu masyarakat yang kurang mampu untuk yang rumahnya tergolong tidak layak untuk hunian. Program ini dimulai pemerintah pusat pada tahun 2010 dan terus berjalan sampai sekarang ini, karena begitu berdampaknya program ini bagi masyarakat yang membutuhkan.Tahun 2022 di Kota Tomohon kegiatan ini dilaksanakan pemerintah lewat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Daerah Kota Tomohon untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan peningkatan rumah hunian agar dapat disebut layak untuk ditempati atau layak huni.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan skala prioritas pemilihan penerima bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dapat digunakan pihak pembanding dalam pemilihan ataupun seleksi calon penerima bantuan ini dengan tujuan yaitu supaya tepat sasaran kepada penerima yang paling layak untuk mendapatkan bantuan pemerintah ini. Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah metode yang akan digunakan untuk menentukan prioritas kriteria dan proses pengambilan keputusan. Kata kunci: Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pondasi Bor Pile Pada Bangunan Hanggar Proyek Rehabilitasi Pasar Bersehati Manado Kornelia Pararuk; Grace Y. Malingkas; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Bersehati Manado merupakan salah satu pasar tradisional yang telah berusia cukup lama dan membutuhkan rehabilitasi untuk memastikan keamanan, keberlanjutan, dan efisiensi operasional. Salah satu aspek penting dalam proses rehabilitasi adalah konstruksi pondasi bangunan hanggar yang kuat dan tahan lama. Metode pelaksanaan konstruksi bor pile menjadi fokus dalam skripsi ini untuk mengatasi tantangan dalam membangun pondasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pelaksanaan konstruksi bor pile pada bangunan hanggar di Proyek Rehabilitasi Pasar Bersehati Manado. Penelitian dilakukan dengan melakukan studi pustaka dan pengamatan dilapangan untuk memahami prinsip-prinsip dasar konstruksi bor pile serta mengidentifikasi faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelaksanaan konstruksi bor pile pada bangunan hanggar Proyek Rehabilitasi Pasar Bersehati Manado melibatkan beberapa tahapan. Tahap pertama adalah persiapan, di mana dilakukan pemetaan lokasi dan perencanaan konstruksi. Tahap kedua adalah pemboran, di mana dilakukan pengeboran lubang untuk memasukkan pile secara vertikal ke dalam tanah. Tahap ketiga adalah pemasangan pile, di mana pile dipasang ke dalam lubang bor dan diisi dengan material penyangga yang tepat. Tahap terakhir adalah pengujian dan pemadatan, di mana dilakukan pengujian beban dan pemadatan tanah di sekitar pile. Selain itu, beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan konstruksi bor pile adalah karakteristik tanah di lokasi proyek, pemilihan alat dan peralatan yang sesuai, pengendalian kualitas material, serta pengawasan yang ketat selama proses konstruksi. Dengan menerapkan metode pelaksanaan konstruksi bor pile yang tepat, diharapkan pondasi bangunan hanggar di Proyek Rehabilitasi Pasar Bersehati Manado dapat dibangun dengan baik dan dapat memberikan keamanan serta keberlanjutan yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para profesional dan praktisi di bidang konstruksi untuk memahami dan mengimplementasikan metode pelaksanaan konstruksi bor pile secara efektif. Kata kunci: metode, konstruksi, pondasi bor pile
Analisis Penjadwalan Waktu Dan Biaya Pada Proyek Pembangunan Rumah 2 Lantai Di Manado Sebastian Sofjan; Jermias Tjakra; Revo L. Inkiriwang
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan dari suatu pelaksanaan pembangunan infrastuktur sering kali disebabkan kurang terencananya kegiatan proyek serta pengendalian yang kurang efektif. Manajemen proyek adalah sebuah rangkaian kegiatan yang diawali dengan perencanaan, penjadwalan, pelaksanaan, dan pengendalian untuk semua tahapan dalam proyek. Penjadwalan pekerjaan suatu proyek disusun agar pelaksanaan proyek mencapai target waktu yang telah ditentukan. Network planning merupakan rencana jaringan kerja yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengawasi kemajuan dari suatu proyek. Pada penyusunan Network planning digunakan Precesence Diagraming Method. PDM adalah salah satu teknik penjadwalan yang termasuk dalam teknik penjadwalan Networking Planning atau rencana jaringan Upaya untuk menganalisa biaya dan waktu untuk melakukan percepatan salah satunya dengan metode crash program. Metode crash program melakukan percepatan pada pekerjaan yang berada dilintasan kritis. Metode crash program yang digunakan yakni penambahan jam kerja dan penambahan sistem shift. Pada proyek pembangunan Rumah 2 tingkat di Kota Manado setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode crashing dengan alternatif percepatan penambahan jam kerja proyek dapat 15 hari lebih cepat, sedangkan dengan penambahan sistem shift didapatkan 10 hari lebih cepat. Kata kunci: manajemen proyek, crashing, percepatan, jam kerja, sistem shift
Peningkatan Sistem Jaringan Air Bersih Di Desa Tumaratas Dua Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa Cyndy M. Pangkey; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tumaratas Dua merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Langowan barat Kabupaten Minahasa. Masyarakat memanfaatkan air bersih dari sumber mata air pengunungan yaitu gunung Soputan menggunakan sebuah bak penampungan serta pipa transmisi dan disuplai yang hanya sebatas hidran umum, ada juga masyarakat yang menggunakan sumur. Saat musim kemarau banyak sumur mengalami kekeringan, dan saat musim hujan air sumur menjadi keruh. Karena itu, masyarakat memanfaatkan mata air dari pengunungan. Berangkat dari persoalan tersebut maka perlu adanya peningkatan sistem jaringan penyediaan air bersih. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data primer dan sekunder untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air bersih. Ketersediaan air bersih dilakukan dengan pengukuran langsung debit mata air sehingga didapat debit sebesar 4,18 liter/detik. Proyeksi kebutuhan air bersih diperoleh melalui analisis regresi linier. Jumlah pertumbuhan penduduk hingga tahun 2042 mencapai 2039 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air harian maksimum 1,880 liter/detik. Sistem perpipaan menggunakan rumus persamaan Hazen-Williams dan software Epanet 2.2 dengan menggunakan pipa jenis HDPE. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air menggunakan Bronkaptering kemudian air dialirkan melalui pipa distribusi ke hidran umum . Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Tumaratas Dua sampai tahun 2042, dibutuhkan 21 Hidran Umum dengan dimensi 4 m³. Kata kunci: Desa Tumaratas Dua, air bersih