cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano Dalam Menurunkan Indeks Pencemaran Ronaldo M. Talumewo; Isri R. Mangangka; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan bersifat komprehensif, kuratif dan preventif. Dengan terjadinya peningkatan jumlah fasilitas yang melayani kesehatan masyarakat maka dari itu terjadi pula peningkatan potensi pencemaran dari hasil buangan air limbah kelingkungan, yang dapat memberikan dampak terhadap masalah kesehatan manusia serta ketercemarannya lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kualitas air limbah sebelum dan setelah pengolahan pada IPAL, serta efisiensi kinerja IPAL dalam mereduksi pencemaran. Dengan analisis data yang meliputi pemeriksaan sample air yang diuji di laboratorium dengan parameter pH, COD, BOD, TSS, Minyak dan Lemak, Amoniak, Total Coliform. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa kinerja IPAL RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano masih cukup efisien dalam penurunan kadar parameter pencemar, yang dapat dilihat dari hasil uji sample air limbah pada Inlet dan Outlet yaitu kandungan BOD dari 66 mg/L menjadi 4 mg/L, kandungan COD dari 156 mg/L menjadi 10 mg/L, Kandungan TSS daru 62 mg/L menjadi <1 mg/L, Kandungan Minyak & Lemak dari 50 mg/L menjadi 2 mg/L, Kandungan Ammonia dari 9.88 mg/L menjadi 0,12 mg/L, kandungan Total Coliform >24200/100 mL. Dengan perhitungan kebutuhan klorinasi sebagai desinfeksi untuk menurunkan kadar Coliform yang masih tinggi setelah pengolahan. Kata kunci: air limbah, IPAL, pH, COD, BOD, TSS, Minyak dan Lemak, Amoniak, Total Coliform
Analisis Penerapan Manajemen Waktu Pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Pasar Bersehati Manado Febiola Wurangian; Ariestides K. T. Dundu; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan proyek konstruksi di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perusahaan dalam mengelola proyek harus profesional, karena selalu dituntut tentang kualitas yang baik, biaya yang bersaing, dan mengerjakan tepat waktu sesuai dengan perjanjian dalam kontrak. Semakin sulit untuk mengelola serta melaksanakan suatu proyek konstruksi maka semakin lama juga waktu yang diperlukan untuk menuntaskan proyek tersebut. Dengan demikian, sangat diperlukan untuk manajemen waktu (time management) yang selain prioritas utamanya adalah waktu, juga bertujuan untuk meningkatkan efektivitas manajemen proyek agar dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dengan sebaik-baiknya. Dan semuanya itu untuk membantu tujuan proyek konstruksi yaitu dapat memenuhi kriteria waktu (jadwal), biaya dan kualitas. Penelitian dilapangan dilakukan dengan metode observasi, yaitu pengamatan secara langsung dilapangan terhadap objek penulisan pada penelitian ini, analisis data yang digunakan dengan menganalisis hasil pengolahan data dan menentukan kinerja pekerjaan dengan menggunakan Earned Value Method. Kata kunci: Earned Value Method, manjemen waktu, proyek pembangunan
Analisis Sistem Pengolahan Air Minum Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kelurahan Bahu Aponia Gulo; Cindy J. Supit; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha depot air minum isi ulang (DAMIU) telah berkembang menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum di lingkungan masyarakat. Adanya depot air minum isi ulang di Kelurahan Bahu yang masih belum diketahui kualitas airnya apakah layak untuk digunakan secara langsung oleh masyarakat atau memerlukan proses pengolahan tambahan. Metode penelitian ini dilakukan secara survey lapangan berupa wawancara dan pengujian sampel di laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air minum pada depot air minum isi ulang di Kelurahan Bahu berdasarkan parameter fisik (TDS, Rasa), kimia (pH), dan biologi (Total bakteri Coliform) sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan 492 Tahun 2010 serta mengkaji hubungan kualitas air dengan sistem pengolahan air minum pada depot air minum isi ulang. Hasil analisis pemeriksaan laboratorium yang dihasilkan pada depot air minum isi ulang di Kelurahan Bahu menunjukkan bahwa 5 sampel hasil uji parameter TDS (Total dissolved solid) berkisar antara 16 dan 260 mg/L, parameter rasa (tidak berasa), dan parameter pH berkisar antara 6,54-6,86, memenuhi persyaratan kualitas air yang ditetapkan berdasarkan PERMENKES No. 492 Tahun 2010. Sedangkan hasil uji pada parameter bakteri coliform menunjukkan bahwa 1 sampel positif mengandung bakteri coliform berkisar 0-8 per 100 ml sampel yang tidak memenuhi persyaratan kualitas air, sedangkan 4 sampel air minum lainnya memenuhi persyaratan kualitas air minum. Berdasarkan hasil survey, sistem pengolahan air minum menggunakan proses desinfeksi dengan menggunakan metode ultraviolet dan proses filtrasi dengan menggunakan metode reverse osmosis. Kata kunci: kualitas air m inum, TDS, rasa, pH, bakteri Coliform, pengolahan air minum isi ulang, DAMIU
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Plat Lantai Bondek Pada Proyek Gedung Dokpol RS Bhayangkara Manado Bourman A. Mulingka; Febrina P. Y. Sumanti; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas yang baik sangat diperlukan untuk keberhasilan proyek kontruksi. Produktivitas tenaga kerja akan sangat berpengaruh pada besarnya keuntungan atau kerugian suatu proyek. Kerugian yang di alami suatu proyek terkadang bisa terjadi dikarenakan tenaga kerja yang kurang efektif dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai produktivitas pada pekerjaan pemasangan plat lantai bondek menggunakan metode Work Sampling pada proyek gedung dokter polisi RS. Bhayangkara Manado. Dari hasil analisis Work Sampling diperoleh waktu baku yang menunjukan besaran produtivitas tukang untuk 4 jenis pekerjaan pemasangan plat lantai bondek. Hasil perhitungan produktivitas yang diperoleh dari masing-masing pekerjaan yaitu 2,163 menit/m2 untuk pekerjaan pemasangan bondek , 7,28 menit/m2 untuk pekerjaan pemasangan besi, 14,6 menit/m2 untuk pekerjaan pemasangan bekisting dan 18,87 menit/m3 untuk pekerjaan pengecoran. Kata kunci: produktivitas, bondek , work sampling
Analisis Pemanfaatan Air Tanah Dangkal Sebagai Sumber Air Minum Di Kelurahan Bahu Kota Manado Mirnanda Muzniati; Steeva G. Rondonuwu; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai merupakan badan penerima limbah. Pencemaran yang terjadi pada sungai dapat menurunkan kualitas lingkungan disekitar contohnya air tanah. Masyarakat yang berada di Kelurahan Bahu sering menggunakan air tanah sebagai air minum sehingga pentingnya dilakukan pemantauan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana kualitas air sungai dan air tanah dangkal di Kelurahan Bahu Kota Manado yang ditinjau berdasarkan parameter Bau, TDS, pH, Nitrat dan Total Coliform serta rekomendasi bagaimana penanganan yang dapat dilakukan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan pada 3 sumur warga setempat dan 1 titik air sungai. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini mengacu pada SNI 6989.58.2008. Analisis data menggunakan deskriptif dan metode perhitungan kualitas air menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Hasil penelitian yaitu tidak berbau, nilai TDS sebesar 338 mg/l, pH 6,41, nilai nitrat 13 mg/l dan nilai total coliform 5400 mg/l menunjukan bahwa air Sungai Malalayang memiliki nilai IP yaitu 0,60 dikategorikan memenuhi baku mutu untuk Kelas III sehingga tidak dapat dijadikan sebagai sumber baku air minum karena telah melewati baku mutu Kelas I dan II dan hasil kualitas air tanah dangkal di Kelurahan Bahu yaitu tidak berbau, nilai TDS 282 mg/l, 187 mg/l, 212 mg/l, nilai pH 6,28, 6,25, 6,17, nilai nitrat 5 mg/l, 1,610 mg/l, 20 mg/l dan total coliform 16,000 MPN/100ml, 79 MPN/100ml dan 1,600 MPN/100ml masuk pada kategori tercemar sedang-berat sehingga tidak layak dijadikan sebagai sumber baku air minum. Rekomendasi penanganan pencemaran air dapat dilakukan dengan cara perbaikan sistem sumur, saluran-saluran pembuangan limbah, pengelolaan terhadap air minum dan adanya kontribusi dari pemerintah, industri dan masyarakat. Kata kunci: air sungai, air tanah dangkal, kualitas air, Indeks Pencemaran
Potensi Penggunaan Bacillus Subtilis Untuk Stabilisasi Tanah Bekas Tambang Emas E. Andrew N. Sinambela; Steeva G. Rondonuwu; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilisasi tanah dalam ilmu teknik sipil adalah merupakan tindakan atau usaha yang dilakukan untuk meningkatkan daya dukung tanah. Metode stabilisasi tanah adalah menambahkan material lain dan yang paling umum adalah metode mekanis dengan cara memadatkan lapisan tanah dengan alat berat, dengan kepadatan maksimum akan mengghasilkan daya dukung maksimum. Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan bahan mikroorganisme sebagai bahan tambah dalam proses stabilisasi tanah juga semakin diminati dan semakin ramah lingkungan yang umum disebut biogrouting atau bio-remediasi tanah. Stabilitas tanah bekas tambang hasil stabilisasi dengan penambahan bahan bakteri Bacillus Subtilis dalam penelitian ini menunjukkan nilai kepadatan maksimum tanah asli tanpa bahan tambahan = 1.947 t/m2 dan kepadatan maksimum tanah asli dengan bahan tambahan adalah = 1.950 t/m2 (waktu peram 0 hari), = 1.961 t/m2 (waktu peram 7 hari) serta = 1.978 t/m2 (waktu peram 14 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri Bacillus Subtilis dalam proses stabilisasi tanah bekas tambang adalah berpengaruh terhadap stabilitas tanah. Kata kunci: stabilisasi, bakteri Bacillus Subtilis, kepadatan maksimum
Studi Pengembangan Potensi Wilayah Pantai Mangket Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Timothy B. Sulu; Arthur H. Thambas; Jeffry D. Mamoto
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Mangket terletak di kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara adalah pantai yang disepanjang pesisirnya dilewati jalan penghubung antara kabupaten Minahasa Utara dan Minahasa, selain itu wilayah pesisir yang memiliki pasir putih itu juga dijadikan masyarakat sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan sehingga dapat dikatakan pantai mangket ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Studi pengembangan potensi wilayah pantai harus dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa data angin, data gelombang, data pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Kemudian data tersebut di analisis sehingga didapatkan potensi apa yang dapat dikembangkan di wilayah pantai Mangket. Berdasarkan analisa yang dilakukan terhadap wilayah Pantai Mangket menggunakan data gelombang dan angin (masa lalu) 5 tahun, maka diperoleh hasil Tinggi gelombang signifikan (H) = 0.746 meter, periopde gelombang signifikan (T) = 4.365 detik dan tinggi gelombang pecah (Hb) = 0.946 meter. Sehingga dapat dikatakan pantai Mangket memiliki gelombang yang relative rendah sehingga sangat aman dikembangkan untuk kegiatan masyarakat, khususnya untuk Pariwisata, dan sesuai juga dengan RTRW Kabupatan Minahasa Utara yang merencanakan strategi pengembangan wisata pantai dan bahari di kecamatan Kema. Kata kunci: Pantai Mangket, Potensi Pantai, Wilayah Pantai
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Gloria Palar; Hendra Riogilang; Revo L. Inkiriwang
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit menjadi salah satu sarana penyembuhan penyakit bagi masyarakat namun juga menjadi salah satu penyumbang limbah yang dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan makhluk hidup beserta lingkungan yang ada jika tidak diolah dengan benar. Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi merupakan salah satu rumah sakit yang telah menggunakan instalasi pengolahan air limbah dengan sistem biofilter anaerob dan aerob. Meskipun demikian pengolahan yang dilakukan masih dipertanyakan apakah efisien dalam menurunkan kadar pencemar atau tidak. Untuk itu maka dilakukan evaluasi kinerja sistem IPAL rumah sakit agar dapat mengetahui efisiensi kinerja IPAL yang digunakan. Dari hasil penelitian yang dilakukan di inlet dan outlet IPAL dapat dilihat kinerja IPAL rumah sakit sudah efisien dalam menurunkan kadar pencemar dalam air limbah. Dilihat dari parameter yang diuji telah mengalami penurunan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 tahun 2016, pH dari 7,31 menjadi 7,05, BOD dari 9,7 mg/l menjadi 3,12 mg/l, COD dari 10 mg/l menjadi 4 mg/l, TSS dari 7 mg/l menjadi 1,2 mg/l, Minyak & Lemak dari 2 mg/l menjadi 0,5 mg/l. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pihak Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi dan kiranya dapat membantu meningkatkan kinerja IPAL rumah sakit sehingga dapat selalu bekerja secara optimal. Kata kunci: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Amoniak, pH, BOD, COD
Metode Filtrasi Dengan Media Sekam Padi, Arang, Batu Zeolit Dan Pasir Kuarsa Untuk Menurunkan Kadar BOD, COD Dan TSS Pada Air Limbah Domestik Feabe Z. A. Bermuli; Isri R. Manganka; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan air limbah merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan seperti penurunan kualitas air. Penurunan kualitas air dapat menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan dan merusak ekosistem perairan. Oleh karena itu, dibutuhkan pengolahan terhadap air limbah khususnya air limbah domestik. Terdapat beberapa alternatif dalam pengolahan air limbah, salah satunya adalah filtrasi. Proses filtrasi menggunakan media filter untuk mengolah air limbah domestik. Beberapa media filter yang dapat digunakan yaitu sekam padi, arang, batu zeolit dan pasir kuarsa. Berdasarkan hasil penelitian, media filter yaitu sekam padi, arang, batu zeolit dan pasir kuarsa dapat menurunkan kadar BOD, COD dan TSS pada air limbah domestik. Variasi 1 dapat menurunkan 66,67% kadar BOD, 40% kadar COD dan 66,67% kadar TSS. Variasi 2 dapat menurunkan 66,67% kadar BOD, 55% kadar COD dan 80% kadar TSS. Variasi 3 dapat menurunkan 33,33% kadar BOD, 25% kadar COD dan 80% kadar TSS. Ketebalan media filter yang digunakan dapat mempengaruhi penurunan kadar BOD, COD dan TSS air limbah domestik. Kata kunci: media filter, air limbah domestik, sekam padi, arang, zeolit, kuarsa
Desain Sumur Resapan Untuk Mengurangi Genangan Di Kelurahan Tingkulu Kota Manado Sherina P. Monding; Roski R. I. Legrans; Isri R. Manganka
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan populasi dan pembangunan yang cepat telah mengakibatkan penurunan resorpsi air hujan karena pengerasan permukaan, memperlambat pembekuan air hujan dan memicu aliran permukaan yang melebihi kapasitas drainase, menyebabkan genangan yang mengganggu aktivitas warga di Kelurahan Tingkulu Lingkungan 7, Kota Manado, juga dengan pengaruh penggunaan konsep drainase konvensional yang sering mengakibatkan dampak negatif seperti banjir, kekeringan, dan longsor. Dengan penerapan pembangunan saluran Eko-Drainase melalui metode infiltrasi atau pembangunan Sumur Resapan Air Hujan, menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan limpasan hujan dengan memperlambat aliran air dan mengoptimalkan resapan air. Maka dari itu diperlukan nilai Debit Rencana untuk perancangan dimensi Sumur Resapan. Dalam perhitungan Debit Rencana, menggunakan data curah hujan selama 10 tahun terakhir (2011-2020) yang telah diolah melalui analisis hidrologi yang kemudian menjadi nilai intensitas hujan dengan lama durasi 2 jam, yang kemudian dilanjutkan dalam perhitungan Debit Rencana menggunakan Metode Rasional. Kemudian dilanjutkan dengan analisis debit yang ditampung sumur resapan dengan kedalaman sumur direncanakan untuk mendapatkan debit yang ditampung, menggunakan rumus H = Q / ωπrK. Dari hasil perhitungan diperoleh Debit Rencana untuk periode ulang 2 tahun sebesar 0.08019 m³/detik, dengan kedalaman sumur rencana yaitu 2 meter dan diameter sumur 1.2 meter dengan konstruksi sumur yang direncanakan adalah konstruksi tipe II dalam SNI 8456:2017. Dan dilanjutkan dengan perhitungan sumur resapan didapatkan hasil bahwa untuk area 1 unit rumah dengan luasan atap 175m² dapat dibangun 2 buah sumur resapan dan juga melalui analisis topografi dan tata guna lahan didapatkan sebanyak 9 unit sumur resapan dapat dibangun di wilayah Lingkungan 7. Dengan dibangunnya sumur resapan, terjadi pengurangan debit limpasan sebanyak 2.4% untuk keseluruhan wilayah Lingkungan 7. Tidak semua area dalam lingkup wilayah Lingkungan 7 memungkinkan untuk pembangunan sumur resapan. Kata kunci: eko-drainase, debit rencana, sumur resapan