cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Beton Pada Proyek Pembangunan Rumah Dinas Kejari Kotamobagu Janette G. Kumendong; Tisano Tj. Arsjad; Deane R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53842

Abstract

Beton adalah suatu material konstruksi yang campurannya terbuat dari beberapa bahan, seperti semen, air, batu kerikil atau pasir, dan aditif lainnya. Campuran ini dicampur bersama untuk membentuk suatu massa yang keras dan kuat setelah mengalami proses pengeringan atau pengerasan. Beton sering digunakan dalam pembangunan untuk berbagai aplikasi, termasuk pembuatan fondasi, struktur bangunan, jalan, jembatan, dan banyak lagi. Beton memiliki keunggulan dalam hal kekuatan, ketahanan terhadap api, daya tahan terhadap cuaca dan terhadap temperatur yang tinggi serta biaya peralihannya yang murah. Dalam perencanaannya, proyek pembangunan Rumah Dinas Kejari Kotamobagu di jadwalkan untuk selesai dalam kurun waktu 200 hari, dengan biaya secara keseluruhan pada proyek yang di anggarkan sebesar Rp. 2.888.328.415,4416. Penelitian ini difokuskan pada pekerjaan beton yang di tinjau pada pembangunan gudang penyimpanan barang bukti rumah dinas kejari kotamobagu pada pekerjaan pondasi, kolom , dan balok yang merupakan struktur konstruksi bangunan yang penting dalam suatu pembangunan. Mutu beton yang digunakan dalam pekerjaan pondasi, kolom dan balok adalah mutu beton K 300. Adapun jenis pondasi yang digunakan dalam pelaksanaan pembanguanan ialah pondasi telapak. Kata kunci: metode pelaksanaan, beton, pondasi, kolom, balok
Analisis Metode Pelaksanaan Pekerjaan Jalan Pada Proyek Peningkatan Prasarana Sarana Umum (PSU) Jalan - Kelurahan Buha Perumahan Griya Paniki Indah Kecamatan Mapanget Kota Manado Deisi Sumolang; Revo L. Inkiriwang; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53875

Abstract

Seringkali terjadi kesalahan dalam kualitas konstruksi selama proses pembangunan, meskipun kegiatan konstruksi merupakan komponen penting dari proyek. Banyak faktor dapat menyebabkannya, salah satunya adalah pelaksanaan yang tidak tepat dan tidak sesuai standar. Metode pelaksanaan yang tepat, praktis, dan aman diperlukan saat mengerjakan proyek pembangunan agar proyek dapat diselesaikan sesuai dengan waktu, biaya, dan kualitas yang direncanakan. Salah satu aspek penting dari pekerjaan jalan adalah konsisten dan sesuai dengan standar. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang metode pelaksanaan pekerjaan jalan pada proyek Peningkatan Prasarana Sarana Umum (PSU) Jalan - Kelurahan Buha Perumahan Griya Paniki Indah, dengan mempertimbangkan persyaratan dalam spesifikasi umum Bina Marga dan regulasi terbaru. Metode pelaksanaan di lapangan akan menguntungkan proyek itu sendiri jika diterapkan sesuai dengan peraturan yang ada. Proyek ini akan dibahas dan dianalisis. Proyek ini mencakup pekerjaan umum, drainase, tanah, perkerasan berbutir, perkerasan aspal, dan struktur sesuai dengan Spesifikasi Umum Bina Marga Revisi 2 tahun 2018. Kata kunci: metode pelaksanaan, pekerjaan jalan, Spesifikasi Umum Bina Marga, analisis
Perbandingan Kuat Lentur Dan Kuat Tarik Belah Pada Beton Geopolimer M. Resky Febriansyah; Reky S. Windah; Servie O. Dapas
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53879

Abstract

Beton Geopolimer adalah beton terobosan terbaru tanpa adanya penggunaan semen pada campurannya yang pada saat ini sedang dikembangkan untuk mendapatkan hasil terbaik dalam penerapannya di lapangan. Proses pengikatan beton geopolimer terjadi dikarenakan adanya silica dan alumina pada Fly Ash yang jika dicampurkan dengan cairan alkalin activator dan superplatisizer akan membentuk pasta geopolimer. Benda uji yang digunakan adalah beton geopolimer dengan perbedaan dimensi benda uji untuk kuat Tarik belah dan Tarik lentur. Waktu pengujian benda uji dilakukan setelah beton geopolimer berumur 28 hari dengan jenis perawatan temperatur ruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tarik lentur dan kuat Tarik belah pada ukuran yang lebi kecil menunjukan nilai kuat Tarik yang lebih tinggi. Nilai rata-rata kuat tarik belah pada ukuran silinder 100 x 200 mm yang memperoleh nilai kuat tarik belah rata rata dari 1,935 dan pada ukuran silinder 150 x 300 mm yang memperoleh nilai kuat tarik belah rata rata dari 1,79. Nilai rata-rata kuat tarik lentur pada ukuran balok 100 x 100 x 400 mm yang memperoleh nilai kuat tarik lentur rata rata dari 1,80 MPa dan pada ukuran balok 150 x 150 x 600 mm yang memperoleh nilai kuat tarik lentur rata rata dari 2,70 MPa. Kata kunci: geopolimer, fly ash, kuat tarik lentur, kuat tarik belah, suhu ruang
Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Proyek Konstruksi PT. Pacifik Nusa Indah Tahun 2023 Sandy R. Rompas
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.53884

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat penting bagi perusahaan yang mempunyai resiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja, khususnya perusahaan yang berhubungan dengan pekerjaan konstruksi. Namun pada kenyataannya masih banyak kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan kerja, akibat rendahnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), kondisi tersebut kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Tinjauan pustaka yang cukup luas terhadap beberapa penelitian terdahulu dilakukan untuk memperoleh kesimpulan mengenai faktor-faktor penyebab kurang diterapkannya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada perusahaan-perusahaan di bidang konstruksi. Faktor penyebab rendahnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada perusahaan sektor konstruksi antara lain kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, komitmen terhadap kebijakan K3, manusia dan lingkungan, anggaran atau keuangan, serta dukungan dari pemerintah. . Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan “Studi Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Perusahaan Sektor Proyek Konstruksi PT. Pacifik Nusa Indah Tahun 2023”. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, perusahaan pekerjaan konstruksi, kecelakaan kerja
Pengaruh Bottom Ash Batu Bara Sebagai Pengganti Filler Terhadap Kriteria Marshall Pada Campuran Beraspal Panas Jenis Lapis Tipis Aspal Beton (HRS-WC) Dave N. N. Umboh; Steve Ch. N. Palenewen; Mecky R. E. Manoppo
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53978

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi bahan pengisi (filler) berupa bottom ash pada campuran HRS-WC melalui pengujian Marshall. Variasi kadar aspal digunakan sebesar 4%, 5%, 6%, 7%, dan 8%. Kadar Aspal Optimum (KAO) yang didapat dari hasil pengujian yaitu sebesar 7,40%. Variasi bottom ash menggunakan kadar sebesar 10%, 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap berat filler. Kadar campuran optimum yang didapat dari hasil pengujian dengan substitusi bottom ash yaitu sebesar 29%. Hasil Pengujian Marshall diperoleh nilai tertinggi disetiap karakteristik dengan substitusi bottom ash sebagai berikut. Nilai Stabilitas 977,77 kg pada kadar 10%, Flow 4,14 mm pada kadar 100%, VMA 19,453% pada kadar 10%, VIM 5,61 % pada kadar 10%, VFB 100% pada kadar 100%, Marshall Quetients 254,58 kg/mm pada kadar 10%. Nilai stabilitas, VMA, VIM menurun seiring bertambahnya kadar filler bottom ash. Sedangkan nilai VFB dan Marshall Quetient meningkat seiring bertambahnya kadar filler bottom ash. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara keseluruhan hasil pengujian berdasarkan karkteristik Marshall terhadap substitusi bottom ash memiliki nilai yang sudah memenuhi syarat spesifikasi Bina Marga 2018 sehingga, material bottom ash dapat digunakan fungsinya sebagai pengganti bahan pengisi (filler). Akan tetapi tidak dapat menggantikan bahan pengisi (filler) dengan bottom ash sepenuhnya atau dengan kadar 100% karena berdasarkan pengujian nilai VIM, VMA dan MQ tidak memenuhi syarat spesifikasi Bina Marga 2018. Kata kunci: filler, HRS-WC, bottom ash, Marshall
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Kontraktor Di Perumahan Kawanua Emerald City Dan Perumahan Grand Kawanua International City Kota Manado Olivia E. Mantiri; Pingkan A. K. Pratasis; Idris Masuara
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53985

Abstract

Tender merupakan penawaran pekerjaan kepada Kontraktor untuk mendapatkan penawaran bersaing sesuai spesifikasi dan dapat dipertanggung jawabkan. Dalam penawaran pelelangan proyek, segala sesuatunya harus nampak jelas dan rasional, sehingga hal ini sangat penting dalam menentukan strategi penawaran yang tepat. Banyak faktor yang mempengaruhi dalam menentukan penawaran, kondisi seperti ini sangat tergantung pada keyataan bahwa keputusan untuk melakukan penawaran didasarkan pada pengalaman, penilaian dan persepsi dari masing-masing personal yang berwanang untuk hal tersebut. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner ke pihak kontraktor yang ada di 2 (dua) perumahan yaitu perumahan kawanua emerald city dan perumahan grand kawanua international city di kota manado dengan pengolan data menggunakan Uji Validitas Correlation Person, Uji Reliabilitas dan Analisis Faktor pada aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan faktor yang sangat mempengaruhi dalam kontraktor melakukan penawaran dengan nilai yang di dapat, diketahui bahwa Hasil penelitian ini menunjukan faktor untuk kategori karakteristik proyek terdapat faktor “nilai kontrak” dengan bobot nilai 21%, selanjutnya untuk kategori karakteristik Perusahaan terdapat 2 faktor yang berpengaruh yaitu faktor “kemamampuan finasial owner” dan faktor “ketersediaan modal awal” dengan nilai 21%, kemudian disusul kategori kondisi penawaran yaitu faktor “tingakat kesulitan pelaksanaan proyek” dengan nilai 19%, dan terakhir kategori kondisi ekonomi dengan faktor “peraturan pemerintah” 18%, yang sangat berpengaruh dalam kontraktor melakukan penawaran. Kata Kunci: penawaran kontraktor, perumahan, analisis faktor
Analisis Struktur Portal Bidang Bertingkat Akibat Gaya Lateral Dengan Program MATLAB Kezia A. Maramis; Reky S. Windah; Banu D. Handono
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53987

Abstract

Struktur portal merespon terhadap gaya lateral dengan menahan dan mentransfer beban horizontal melalui elemen balok dan kolom yang menyebabkan perpindahan horizontal pada struktur yang memiliki potensi menimbulkan kerusakan struktural pada struktur portal. Analisis struktur portal dilakukan menggunakan metode kekakuan, dan penggunaan MATLAB sebagai alat bantu dalam meningkatkan efisiensi pengolahan data dan matriks. Analisis struktur portal dilakukan terhadap dua arah yaitu arah x dan arah y dengan menerapkan gaya lateral gempa yang dihasilkan melalui analisis statik ekuivalen. Hasil analisis menunjukkan distribusi gaya-gaya dalam pada struktur portal yang diperoleh melalui MATLAB, dan hasil ini dibandingkan dengan perhitungan manual menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel. Kata kunci: analisis struktur, metode kekakuan, gaya lateral, struktur portal, MATLAB
Pengaruh Penambahan Limbah Serat Masker Medis Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Lentur Pasta Beton Meisy S. Gaghana; Servie O. Dapas; Mielke R. I. A. J. Mondoringin
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53988

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi masyarakat modern dalam pembuatan elemen struktur. Kelebihan beton yaitu mempunyai kuat tekan yang baik, tetapi mempunyai kuat tarik yang rendah. Salah satu upaya peningkatan kuat tarik beton adalah dengan penambahan serat pada adukan beton. Pada penelitian ini, digunakan serat dari masker medis (polypropylene) sebagai bahan tambahan. Pemilihan serat ini diambil karena banyaknya limbah serat masker medis yang sukar di daur ulang sejak pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat masker medis dengan variasi ukuran 1x5 mm dan 1x10 mm. Presentase penggunaan bahan tambah serat masker medis: 0%, 0.125%, 0.25% dan 0.5% dari berat total semen. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan optimal kuat tekan terdapat pada variasi ukuran serat 1x5 mm dengan persentase serat 0,25%, terdapat peningkatan sebesar 1,26 MPa dari beton normal dengan hasil pengujian 42,053 MPa; dan untuk kuat tarik lentur pada variasi ukuran serat 1x5 mm dengan persentase serat 0,25%, terdapat peningkatan sebesar 0,06 MPa dari beton normal dengan hasil 0,51 MPa. Tetapi pada variasi ukuran serat 1x10 mm tidak berpengaruh secara signifikan pada nilai kuat tekan dan kuat tarik lentur pasta beton. Kata kunci: serat masker medis, kuat tekan, kuat tarik lentur
Penjadwalan Pekerjaan Alat Berat Pada Proyek Pembangunan Ring Road II Rendy L. Suwu
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.53989

Abstract

Penelitian dengan judul Penjadwalan Pekerjaan Alat Berat Pada Proyek Pembangunan Ring Road II mengkaji mengenai permasalahan yang terjadi ketika penjadwalan pekerjaan alat berat pada sebuah proyek. Penggunaan alat berat excavator, dump truck, buldozzer, wheel loader dan vibro roller untuk menyelesaikan pekerjaan galian dan timbunan tanah adalah cara yang efektif dan efisien dalam hal waktu dan biaya, juga akan memberikan hasil yang optimal. Network Planning untuk pengoperasian adalah model perencanaan jadwal yang tepat untuk memberdayakan sumber daya alat berat, oleh karena model ini merupakan salah satu model operasi manajemen proyek yang prinsipnya adalah hubungan saling ketergantungan tap item pekerjaan. CPM (Critical Path Method) adalah salah satu dari network planning yang digunakan untuk menganalisa pengaturan waktu setiap item pekerjaan, dan diklasifikasikan kedalam pekerjaan kritis dan pekerjaan non kritis. Kebutuhan alat beat dianalisa berdasarkan volume dan waktu pelaksanaan(durasi) tiap item pekerjaan yang menggunakan alat berat serta kapasitas produksi tiap jenis alat yang digunakan. Bar chart dibuat dengan memperhatikan lintasan kritis dan lintasan non kritis yang diperoleh dari jaringan kerja (CPM). Dari hasil analisajumlah alat ideal yang akan disediakan di lapangan yaitu: excavator digunakan 15 unit, bulldozer digunakan 1 unit, dump truck digunakan 34 unit, wheel loader digunakan 1 unit, vibro roller digunakan 1 unit.. Kata kunci: alat berat, penjadwalan, galian/timbunan
Evaluasi Nilai CBR Tanah Bekas Tambang Dengan Metode Biogrouting Fonda D. S. Timbuleng; Steeva G. Rondonuwu; Lanny D. K. Manaroinsong
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54021

Abstract

Kegiatan menambang emas dengan sistem tambang terbuka dapat merubah sifat fisis dan mekanis tanah yang bisa menjadi masalah dalam pembangunan infrastruktur. Salah satu hal yang menjadi penilaian dari kondisi struktur tanah adalah nilai daya dukung tanah dalam menahan beban yang bekerja diatas tanah. Untuk mengetahui besarnya nilai daya dukung tanah dilakukan pengujian CBR (California Bearing Ratio). Pada penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, penambahan bakteri Bacillus Subtilis menunjukkan peningkatan nilai CBR tanah. Dalam penelitian ini, bakteri Bacillus Subtilis dan Fly Ash digunakan sebagai bahan stabilisasi, dengan variasi reagen bakteri Bacillus Subtilis 5%, 10% dan 15% terhadap kadar air optimum tanah dan Fly Ash sebanyak 5% terhadap berat sampel tanah. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan bakteri Bacillus Subtilis dan Fly Ash menyebabkan penurunan pada nilai CBR tanah, dengan nilai penurunan tertinggi sebesar 21,99% pada penambahan reagen bakteri 10% dan Fly Ash 5% (tanpa rendam) dengan waktu pemeraman 7 hari dan sebesar 54,53% pada penambahan reagen bakteri 15% dan Fly Ash 5% (rendaman) dengan waktu pemeraman 0 hari. Kondisi ini terjadi dengan asumsi bahwa bakteri tidak melakukan aktivitas biologi pada tanah dengan kadar air yang rendah sehingga nilai CBR tidak mengalami peningkatan. Kata kunci: CBR laboratorium, biogrouting, Bacillus Subtilis, fly ash, tanah bekas tambang