cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 355 Documents
Penerapan Metode Hypnoteaching dalam Pembelajaran Bermain Peran Siswa Kelas V SDN Lidah Kulon IV Surabaya Prima Vidya Asteria; Shovia Khoirur Rohmah; Fatima Zahra Renhoran
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p150-155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran bermain peran siswa kelas V SDN Lidah Kulon IV Surabaya dengan menerapkan metode hypnoteaching. Hypnoteaching adalah metode pembelajaran yang dalam menyampaikan materi pelajaran, guru menggunakan teknik berkomunikasi yang sangat persuasif dan sugestif dengan tujuan agar peserta didik mudah memahami materi pelajaran.  Langkah-langkah hypnoteaching  meliputi:  1)  niat dan motivasi dalam diri sendiri; 2) pacing atau menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain atau peserta didik;  3) leading  atau mengarahkan peserta didik; 4)  menggunakan  kata-kata positif;  5)  memberikan pujian; 6) modeling atau memberi teladan melalui ucapan dan perilaku. Data mengenai pembelajaran bermain drama dan penerapan metode hypnoteaching dikumpulkan melalui observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran, suasana pembelajaran bermain peran di kelas akan lebih kondusif, peserta didik merasa penting, aman dan nyaman dengan penerapan metode hypnoteaching. Hasil belajar siswa mencapai 100. AbstractThis study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of learning to play the role of grade V SDN Lidah Kulon IV Surabaya by applying the hypnoteaching method. Hypnoteaching is a method of learning that in delivering the subject matter, the teacher uses very persuasive communication techniques and suggestive with the aim that learners easily understand the subject matter. The steps of hypnoteaching include: 1) intention and self-motivation; 2) pacing or equating positions, gestures, language, and brain waves with other people or learners; 3) leading or directing learners; 4) use positive words; 5) give praise; 6) modeling or modeling through speech and behavior. Data on the learning of drama play and the application of hypnoteacing method were collected through observation and test. Data analysis was done by using quantitative descriptive analysis. The results show that during the learning process, the atmosphere of learning to play a role in the classroom will be more conducive, learners feel important, safe and comfortable with the application of hypnoteaching methods. Student learning outcomes reached 100. 
Pengembangan Kurikulum Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Berbasis Kompetensi dalam Membangun Profesionalisme dan Kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Widi Asih Nurhajati; Bachtiar Sjaiful Bachri
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p156-164

Abstract

Diklat berbasis kompetensi diselenggarakan untuk mengatasi diskrepansi kompetensi PNS agar kemampuan PNS lulusan diklat sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Salah satu komponen dalam diklat berbasis kompetensi adalah kurikulum yang berbasis kompetensi berdasar pada kebutuhan akan kompetensi peserta diklat. Dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan jaman berikut situasi dan kondisi di masyarakat, pengembangan kurikulum diklat perlu dilakukan. Pengembangannya tetap menyesuaikan dengan landasan pengembangan kurikulum, yakni landasan filosofis, psikologis, sosiologis dan IPTEK. Pengembangan kurikulum diklat berbasis kompetensi juga menyesuaikan dengan model kurikulum yang dikehendaki, sehingga kurikulum tersebut nantinya dapat menghasilkan lulusan diklat dengan kemampuan sesuai yang diinginkan. Pengembangan kurikulum diklat berbasis kompetensi pada akhirnya diharapkan dapat membangun profesionalisme dan kompetensi PNS dalam menjawab tantangan di masa depan.Dengan demikian diklat akan menghasilkan lulusan, dalam hal ini PNS, yang profesional dan kompeten. AbstractCompetency-based training is held to overcome the discrepancy of civil servant competence to the ability of civil servants graduate training in accordance with the expected competencies. One component of competency-based training is a competency-based curriculum based on competency needs of training participants. In order to meet the demands of the development of the times following the situation and conditions in the community, the development of training curriculum needs to be done. Its development still adjusts to the curriculum development foundation, namely philosophical, psychological, sociological and science and technology. Development of competency-based training curriculum also adapts to the desired curriculum model, so that the curriculum will be able to produce training graduates with the desired ability. Development of competency-based training curriculum is ultimately expected to build the professionalism and competence of civil servants in answering challenges in the future. Thus the training will produce graduates, in this case civil servants, who are professional and competent. 
Pengaruh Struktur Teks terhadap Penguasaan Konsep dan Penurunan Miskonsepsi pada Listrik Dinamis. Gde Parie Perdana; Ketut Suma; Ni Made Pujani
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p13-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur teks yang digunakan pada materi pembelajaran terhadap penguasaan konsep dan penurunan miskonsepsi siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan disain pre-test/post-test non-equivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari 136 siswa kelas X SMA. Three-tier test dikembangkan untuk mengetahui konsepsi siswa. Terdapat dua kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen pertama diberikan teks materi listrik dinamis dengan struktur teks perubahan konsepstual (n=45) dan kelompok eksperimen kedua diberikan struktur teks sangkalan (n=46). Kelompok kontrol (n=45) diberikan teks materi listrik dinamis dengan struktur teks konvensional dengan struktur teks expositori. Analisis data menggunakan MANCOVA untuk mengetahuan pengaruh struktur teks terhadap kedua variable dependen dengan mengontrol pengetahuan awal siswa. Hasil penelitian menunjukkan siswa pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan penguasaan konsep dan penurunan miskonsepsi yang signifikan dibandingkan dengan siswa pada kelompok kontrol. Semua kelompok mengalami peningkatan penguasaan konsep dan penurunan miskonsepsi, namun kelompok eksperimen menunjukkan hasil yang lebih baik. AbstractThis study investigated the effect of text structure on student understanding and misconception reduction of dynamic electricity concept. A quasi-experimental research with pre-test/post-test non-equivalent control group design was used. The subjects for this study consisted of 136 tenth-grade students. The three-tier test was developed to access the student conceptions. There were two experimental group. The first experiment group received a text in conceptual change text structure (n=45) and the second experimental group received a text in refutation text structure (n=46). The control group (n=45) received a conventional text in expository text structure. MANCOVA analysis was used in analysis data process to know the effect of text structure on both dependent variables by controlled the prior students knowledge. The results of the study indicated that the student in the experimental group showed significantly higher understanding and higher misconceptions reduction compared to the students in the control group. All groups had increased understanding and misconceptions reduction, however, the experimental groups result was better than the control group.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa Yohana Wuri Satwika; Hermien Laksmiwati; Riza Noviana Khoirunnisa
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p7-12

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan penerapan model  Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Psikologi Sosial di Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. Problem Based Learning digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi dalam situasi yang berorientasi masalah, termasuk di dalamnya kemampuan berfikir kritis. Melalui penerapan Problem Based Learning ini, mahasisiswa diharapkan dapat menggali dan menemukan sendiri pemecahan masalah yang dibahas dalam proses belajar mengajar didalam kelas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sebelum dilakukan penelitian hanya ada 66,6% mahasiswa dalam kategori œcukup kritis  sedangkan 33,30% lainnya ada dalam kategori œtidak kritis. Setelah dilakukan tindakan dalam siklus I dan siklus II ditemukan bahwa mahasiswa yang termasuk  dalam kategori œsangat kritis dari yang semula tidak ada  meningkat menjadi 29%  sementara itu, untuk  kategori œkritis dari yang semula tidak ada meningkat menjadi 58% mahasiswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam mata kuliah Psikologi Sosial jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. AbstractThe purpose of this study was to describe the application of the Problem Based Learning model in improving students' critical thinking skills in the Social Psychology course at the Psychology Department of the Faculty of Education at UNESA. Problem Based Learning is used to stimulate high-level thinking in problem-oriented situations, including the ability to think critically. Through the application of Problem Based Learning, students are expected to explore and find their own problem solving discussed in the teaching and learning process in the classroom. The method used is Classroom Action Research. Before to the study there were only 66.6% of students in the "quite critical" category while the other 33.30% were in the "uncritical" category. After the study with cycle I and cycle II found that students included in the category of "very critical" from none is increase to 29% of student while for the "critical" category from none is increase  to 58% of students. Thus, it can be concluded that the problem-based learning model is able to improve students' critical thinking skills in the Social Psychology course at the Psychology Department of the Faculty of Education at UNESA.
Peningkatan Daya Ingat dan Hasil Belajar Siswa dengan Mind Mapping Method pada Materi Listrik Dinamis Rizki Annisa; Bambang Subali; Wawan Prasetyo Heryanto
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p19-23

Abstract

Metode mind mapping dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya ingat, hasil belajar, dan perhatian siswa mata pelajaran fisika materi listrik dinamis kelas IX MTs Al Futuhiyyah Bumirejo, Wonosobo. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IX Al Haitsam (A) berjumlah 25 siswa dengan  nilai mata pelajaran fisika rata-rata di bawah KKM. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang mengadopsi model Kurt Lewin. Daya ingat siswa dapat diketahui dengan membuat mind mapping, hasil belajar diperoleh dengan tes uraian, dan perhatian belajar didapatkan dari observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) penggunaan metode mind mapping dapat meningkatkan daya ingat siswa kelas IX MTs Al Futuhiyyah dari 38% menjadi 68%, 2) penggunaan metode mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX MTs Al Futuhiyyah dengan siswa yang mecapai KKM dari 36% menjadi 56%, 3) penggunaan metode mind mapping dapat memfokuskan perhatian dalam proses belajar siswa kelas IX MTs Al Futuhiyyah dengan persentase siswa 72%. AbstractMind Mapping method in this research purposed to improve memory, learning result, and students attention to study physics with dynamic electricity subject 9th grade student of MTs Al Futuhiyyah Bumirejo, Wonosobo. Sample in this research are 9th grade of Al Haitsam (A) amount 25 students with physics subject score under KKM. The research using Action Research (PTK) as much as two Cycles. Each cycle based on planning step, acting, observing, and reflecting it refers to Kurt Lewin model. The students memory are able to be known by mind mapping, The study result are obtained by description test, and The study attention are obtained from observation. The result of the study indicated that: 1) the use of mind mapping method could improve memory of the 9th grade student MTs Al Futuhiyyah from 38% became 68%, 2) the use of mind mapping method could improve the result learning of 9th grade student of MTs Al Futuhiyyah. It can be seen from the student who surpassed KKM from 36% became 56%, 3) the use of mind mapping method is appropriate to get students attention in teaching and learning process with percentage 72% .
Upaya Membangun Ketrampilan Berpikir Kritis Menggunakan Peta Konsep Untuk Mereduksi Miskonsepsi Fisika Ridho A. Negoro; Husnul Hidayah; Bambang Subali; Ani Rusilowati
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p45-51

Abstract

Pemahaman konsep pada siswa merupakan korban dari pembelajaran fisika yang hanya menuntut siswa untuk menghafal rumus matematis. Pembelajaran seperti itu berujung pada kasus miskonsepsi materi fisika yang masih banyak menjangkit siswa. Salah satu materi fisika yaitu gerak lurus memiliki banyak persamaan matematis yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun ketrampilan berpikir kritis siswa melalui penggunaan peta konsep sehingga dapat mereduksi miskonsepsi materi gerak lurus. Rancangan penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari langkah: perencanaan, implementasi, evaluasi dan refleksi yang mengadopsi model spiral dari Kemmis dan MC Taggart. Pada saat pelaksanaan pembelajaran, siswa diberikan peta konsep yang berkaitan dengan konsep yang harus dikuasai. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1) terjadi peningkatkan ketrampilan berpikir kritis pada siswa kelas X SMA melalui pembelajaran menggunakan Peta Konsep dengan nilai rata-rata tes essai keterampilan berpikir kritis kelas setelah CAR 85,2 dan ketuntasan berdasarkan indikator sebesar 88,2%. 2) Terjadi reduksi miskonsepsi materi Gerak Lurus pada siswa kelas X SMA melalui pembelajaran menggunakan Peta Konsep ditunjukan oleh nilai rata-rata tes essai setelah CAR sebesar 82,5. 
Efektivitas Kemampuan Menggambar Sketsa Organ Pencernaan Ruminansia dan Manusia untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Mahasiswa Lilis Suhaerah; Fitri Aryanti
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p52-56

Abstract

Media pembelajaran merupakan suatu hal yang penting karena dapat memberikan variasi dalam  proses belajar mengajar. Media pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini berupa powerpoint, torso organ pencernaan dan gambar sketsa mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kemampuan menggambar sketsa organ pencernaan pada mata kuliah struktur hewan dalam meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan the static-group pretest-posttest design . Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan skor pada masing-masing kelas, skor posttest di kelas eksperimen 1 yaitu 94.40 dan di kelas eksperimen 2 yaitu 85.40 dari skor maksimum 100. Perbandingan rerata skor N-gain 0,34 pada kelas eksperimen 1 dan 0,30 pada kelas eksperimen 2 yang masing-masing termasuk ke dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan terdapat peningkatan penguasaan konsep mahasiswa melalui kemampuan menggambar sketsa organ pencernaan pada mata kuliah struktur hewan. AbstractLearning media is an important thing because it can provide variation in teaching and learning process. Learning media used  in this research are powerpoint, torso digestive organs and student draw sketches. The purpose of this research is to know the skills of draw sketches of the digestive organs in animal structure course to increase the  mastery of  student concept. The method  used  the quasi eksperiment with the static-group pretest-posttest design. The result showed that there was an increase of score in each class, the posttest score in the first experiment class was 94.40 and  the second experimental class  was 85.40 from  the maximum score 100. The average comparison of the N-gain score of 0.34 in the experimental classes 1 and 0, 30 in the experimental class 2, each of which belongs to the moderate category. Based on  the results of  research and data analysis can be concluded  that was  improvement mastery of student concept through draw sketches of the digestive organs in animal structure course.
Media Scrapbook Sebagai Jurnal Refleksi untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Regulasi Diri Amnah Nur Alfiah; Ngurah Made Darma Putra; Bambang Subali
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p57-67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan desain pembelajaran dengan menggunakan media scrapbook sebagai jurnal refleksi, (2) mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan kognitif dan regulasi diri siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, (3) mengetahui peningkatan kemampuan kognitif dan regulasi diri siswa setelah diberikan perlakuan, (4) mengetahui korelasi antara regulasi diri terhadap kemampuan kognitif serta (5)  profil keduanya. Desain penelitian menggunakan metode kombinasi mix method model concurrent embedded dengan subjek penelitian adalah 72 siswa dari kedua kelas sampel. Data diambil dari tes kemampuan kognitif dan angket regulasi diri, sedangkan teknik analisis data dengan uji-t, uji N gain, uji korelasi pearson dan uji effect-size. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan kognitif dan regulasi diri, scrapbook sebagai jurnal refleksi dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan regulasi diri, serta terdapat korelasi antara regulasi diri terhadap kemampuan kognitif siswa. Pada uji effect size didapatkan hasil bahwa kemampuan kognitif siswa didominasi oleh aspek pemahaman (C1). Sedangkan pada regulasi diri adalah aspek pemantauan.AbstractThis research aims to: (1) produce learning design using scrapbook media as reflection journal, (2) to know the differences of cognitive ability improvement and self-regulation of students between experiment and control class, (3) to know the improvement of cognitive ability and self-regulation of students after being given treatment, (4) to know correlation between self-regulation toward the cognitive ability and (5) profile of both. The design of the research using mix method concurrent embedded model with the subject of research is 72 students from both sample class. Data were taken from cognitive ability test and self-regulation questionnaire, while data analysis technique was t-test, N gain test, Pearson correlation test and effect-size test. The results show that there are differences in cognitive and self-regulating abilities, scrapbooks as reflective journals can improve cognitive abilities and self-regulation, and there are correlations between self-regulation toward cognitive abilities. In effect size test results obtained that the cognitive abilities of students dominated by aspects of understanding (C1). While the self regulation is the aspect of monitoring.
Mengembangkan Keterampilan Memecahkan Masalah melalui Pembelajaran Berdasar Masalah Imami Arum Tri Rahayu; Gde Agus Yudha Prawira Adistana
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n2.p86-91

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah tujuan pembelajaran level tinggi dalam ranah kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran tertentu memberikan dampak peningkatan yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah dan sikap sosial pebelajar. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dilakukan selama dua siklus dan pengukuran hasil belajar dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian non-test berupa lembar penilaian. Analisis data selanjutnya dilakukan dengan menggunakan metode penskoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus satu kemampuan pemecahan masalah siswa belum optimal karena 75% subyek tidak berhasil menyelesaikan permasalahan. Selain itu, masih banyak ditemukan sikap yang tidak relevan dengan proses pembelajaran. Pada siklus kedua terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan indikasi bahwa 75% siswa mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan dan disertai dengan penurunan sikap yang tidak relevan. AbstractProblem solving ability is a high level learning goal in the cognitive domain. Some studies show that using certain learning models has a significant impact on improving cognitive learning outcomes. This research is a collaborative classroom action research which aims to find out how the influence of the use of problem-based learning models on students' problem solving abilities and social attitudes. The application of the problem-based learning model was carried out for two cycles and the measurement of learning outcomes was carried out using a non-test assessment instrument in the form of an assessment sheet. Data analysis is then carried out using the scoring method. The results showed that in the cycle one the problem solving ability of students was not optimal because seventy-five percent of the subjects did not succeed in solving the problem. In addition, there are still many attitudes that are not relevant to the learning process. In the second cycle there is an increase in problem solving ability with an indication that seventy-five percent of students are able to solve the problems given and accompanied by a decrease in irrelevant attitudes.
Pengaruh Pembelajaran Problem Solving Model Polya Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika Mahasiswa indri anugraheni
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v4n1.p1-6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa pada kelompok yang menerapkan pembelajaran Problem Solving Model Polya dan kelompok yang menerapkan model konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental Nonequivalent Control Group. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan  kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pada kelompok eksperimen setelah diberi perlakuan. Hasil analisis data dengan menggunakan uji t diperoleh hasil t hitung < t tabel (5,415 > 1,671) dan nilai signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05). Maka dari itu menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan memecahkan masalah matematika mahasiswa antara kelompok yang menggunakan pembelajaran Problem Solving Model Polya dengan kelompok yang menggunakan model konvensional.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, Nomor 1, Januari 2026 Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10, Nomor 2, September 2025 Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 (2025): Volume 10, Nomor 1, April 2025 Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9, Nomor 2, September 2024 Vol 9 No 1 (2024): Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9, Nomor 1, April 2024 Vol 8 No 1 (2023): Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 8, Nomor 1, April 2023 Vol 8 No 2 (2023): September 2023 Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 7, Nomor 2, September 2022 Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7, Nomor 1, April 2022 Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 (2021): Volume 6, Nomor 2, September 2021 Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6, Nomor 1, April 2021 Vol 5 No 2 (2020): VOLUME 5, NOMOR 2, September 2020 Vol 5 No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5, No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5, No 2 (2020) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4 No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4, No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3 No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 More Issue