cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
POLYGLOT
ISSN : 1907 6134     EISSN : 2549 1466     DOI : -
Core Subject : Education,
Started in 2006, Polyglot is a scientific journal of language, literature, culture, and education published biannually by the Faculty of Education at the Teachers College, Universitas Pelita Harapan. The journal aims to disseminate articles of research, literature study, reviews, or school practice experiences.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
STRATEGI MENGAJARKAN INTEGRASI PSIKOLOGI DAN KEKRISTENAN DI PENDIDIKAN TINGGI KRISTEN [STRATEGY TO TEACH PSYCHOLOGY AND CHRISTIANITY INTEGRATION IN CHRISTIAN HIGHER EDUCATION] Garey, Evans
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.10130

Abstract

There is not much effort has been made to teach the integration between psychology and Christianity in higher education in Indonesia. One of the efforts to teach the integration between psychology and Christianity in the bachelor program of psychology Universitas Kristen Krida Wacana is to conduct a class namely Psychology and Christianity (PC). In this article, the author describes the practice of teaching the integration of PC conceptually, practically, and personally for the bachelor students of psychology of Universitas Kristen Krida Wacana. The strategy to teach the integration of PC is, teaching the theoretical perspective of the integration of PC, summarizing an empirical study of PC, and creating discussion forum. The strategy to teach the integration of PC practically is, describing the integration of PC in the diverse contexts of life, discussing the specific topics of PC, and reporting on the implementation of PC in school and church settings. The strategy of teaching the integration of PC personally is, by writing an essay and self-reflection. The author used a survey method to evaluate the PC class. Three questions that are used in the survey are, students’ goals in participating in the PC class, their level of confidence in achieving their goal and also their goal attainment, and their perceptions about the integration of PC. The evaluation showed that most students perceived that they had attained the goals they set in participating in the PC class. They also observed that PC class is considered  the main form of integration of PC. Abstrak Bahasa Indonesia  Mengajarkan integrasi antara psikologi dan kekristenan di pendidikan tinggi Kristen di Indonesia belum banyak dilakukan. Salah satu upaya mengajarkan integrasi antara psikologi dan kekristenan dilakukan oleh program studi sarjana strata satu (S1) psikologi Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta adalah dengan mengadakan kelas yang bernama Psikologi dan Kristianitas (PK). Dalam artikel ini, penulis memaparkan mengenai praktik mengajarkan integrasi dari psikologi dan kekristenan secara konseptual, praktikal, dan personal bagi mahasiswa program studi sarjana psikologi. Strategi mengajarkan integrasi secara konseptual diantaranya adalah, membahas perspektif teoretis psikologi dan kekristenan, merangkum hasil penelitian empiris mengenai psikologi dan kekristenan, dan mengadakan forum diskusi. Strategi mengajarkan integrasi secara praktikal adalah dengan cara, membahas topik-topik integrasi psikologi dan kekristenan dalam berbagai konteks kehidupan, membahas topik-topik khusus integrasi psikologi dan kekristenan, dan laporan mengenai implementasi psikologi dan kekristenan di sekolah dan gereja. Strategi mengajarkan integrasi secara personal adalah dengan aktifitas menulis yakni menulis esai dan menulis refleksi.  Penulis menggunakan metode survei untuk melakukan evaluasi terhadap mata kuliah PK. Tiga pertanyaan utama yang diajukan adalah mengenai, tujuan mahasiswa mengikuti kuliah PK, keyakinan diri dan ketercapaian mencapai tujuan tersebut, dan persepsi mereka terhadap integrasi. Evaluasi menunjukkan mahasiswa menilai bahwa diri mereka telah mencapai dengan baik tujuan yang mereka tetapkan dalam mengikuti mata kuliah PK. Mahasiswa juga menilai bahwa mata kuliah (MK) PK merupakan bentuk utama dari integrasi antara psikologi dan kekristenan yang mereka amati di kampus.
SCHOLARSHIP OF TEACHING AND LEARNING DALAM PENDIDIKAN TINGGI KRISTEN DI INDONESIA: MENUJU PENDEKATAN PEDAGOGI BERBASIS IMAN [SCHOLARSHIP OF TEACHING AND LEARNING IN CHRISTIAN HIGHER EDUCATION IN INDONESIA: TOWARDS A FAITH BASED PEDAGOGICAL APPROACH] Lo, Sarinah
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.10135

Abstract

This article critically examines the shifting focus among higher education faculty in Indonesia—particularly within Christian institutions—from teaching to research, driven by academic policies that prioritize scholarly publication. Using a literature-based approach and the framework of the Scholarship of Teaching and Learning (SoTL), the paper explores global developments, conceptual challenges, and the relevance of SoTL for faith-integrated learning. While SoTL practices in Indonesia and Christian institutions remain limited, the study highlights their strategic potential to strengthen reflective, collaborative, and transformative pedagogy. The article concludes with recommendations for building a faith-informed SoTL ecosystem within the context of Christian higher education in Indonesia. Abstrak Bahasa Indonesia Tulisan ini mengkaji pergeseran fokus dosen pendidikan tinggi di Indonesia—khususnya di institusi Kristen—dari pengajaran ke penelitian akibat kebijakan akademik yang menekankan publikasi ilmiah. Dengan pendekatan studi pustaka dan kerangka Scholarship of Teaching and Learning (SoTL), artikel ini menelusuri perkembangan global, tantangan konseptual, serta relevansi SoTL bagi integrasi iman dan pembelajaran. Kajian ini menunjukkan bahwa meskipun praktik SoTL di Indonesia dan institusi Kristen masih terbatas, pendekatan ini memiliki potensi strategis untuk memperkuat pedagogi reflektif, kolaboratif, dan transformatif. Artikel ini juga menawarkan rekomendasi untuk membangun ekosistem SoTL berbasis iman dalam konteks pendidikan tinggi Kristen di Indonesia.
USING FLIPGRID AS ELECTRONIC PORTFOLIO IN SPEAKING ASSESSMENT Subiana, Ismiati Purwaningsih; Sukyadi, Didi; Purnawarman, Pupung
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.4910

Abstract

 Given the prolonged pandemic situation that forced schools to run online in both synchronous and asynchronous modes has impacted some changes in either teaching practice or conducting the assessment. With the limited timetable provided to each school subject, there is a significant adjustment that the teachers should take to make the teaching and learning meaningful, not to mention in assessing students’ learning. In the English as a Foreign Language (EFL) setting, assessing speaking is another challenge the teachers encounter specifically during online teaching. Consequently, English teachers are required to have specific strategies to manage this assessment still. Electronic portfolio-based assessment has been shown to serve both as an effective learning tool and assessment tool. Hence, this study was aimed to investigate the use of the Flipgrid as the electronic portfolio in assessing speaking. The qualitative design was applied in this study with students' scores, teacher’s field notes, and questionnaires as the instruments to collect data. This study was expected to describe the washback of the Flipgrid as electronic portfolios in speaking assessment. BAHASA INDONESIA ABSTRAKSituasi pandemi yang berkelanjutan telah memaksa setiap sekolah untuk melaksanakan pembelajaran daring baik secara synchronous maupun asynchronous. Hal ini berdampak pada berubahnya praktik mengajar dan penilaian dalam pembelajaran. Dengan jadwal pembelajaran yang terbatas untuk setiap mata pelajaran, guru harus dapat melakukan penyesuaian yang signifikan untuk membuat proses kegiatan belajar mengajar menjadi berarti, begitu pula dengan penilaian hasil belajar siswa. Pada pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing, penilaian keterampilan berbicara menjadi tantangan tersendiri bagi para guru khususnya pada saat pembelajaran daring. Sebagai konsekuensinya, setiap guru bahasa Inggris harus memiliki strategi tertentu untuk dapat mengelola penilaian dalam proses pembelajaran. Penilaian berbasis portofolio elektronik telah menunjukkan bahwa penilaian ini digunakan sebagai alat pembelajaran dan penilaian yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelaah penggunaan Flipgrid sebagai portofolio elektronik pada penilaian keterampilan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan nilai siswa, catatan lapangan guru, dan kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Penelitian ini diharapkan dapat mendeskripsikan dampak penggunaan Flipgrid sebagai portofolio elektronik pada penilaian keterampilan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Inggris. 
THE PRACTICE OF REFLECTIVE PEDAGOGY IN INDONESIAN CLASSROOMS: A SYSTEMATIC REVIEW Setyawan, Theresia Yunia
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.4969

Abstract

This was a systematic literature review study aiming at exploring the implementation of the reflective pedagogy paradigm in the Indonesian educational context. The works being reviewed in the study were gathered using Harzing’s Publish and Perish software. The criteria for including the works were being indexed by Google Scholar, published between the last ten years (2012-2021), the most cited works during their year of publication, and published in, at least, peer-reviewed journals. This review excluded conference papers published in proceedings and other works that were not published in journals. The results of the review showed that the reflective pedagogy had been widely used across subject areas and levels of education in Indonesia. It was also found out that, as the fundamental part of the pedagogy, reflection had been regarded as a process where learners looked back at their learning process to identify their experiences and the values they had learned during the process. Based on the results, this study concluded that the implementation of the reflective pedagogy could improve learners’ achievement and awareness of life values and virtues. It also recommended implementing the pedagogy to encourage learners to be autonomous in assessing their learning to prepare themselves to be lifelong learners.Bahasa Indonesia AbstrakIni adalah studi tinjauan pustaka sistematis yang bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi paradigma pedagogi reflektif dalam konteks pendidikan Indonesia. Karya-karya yang ditinjau dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan perangkat lunak Harzing's Publish and Perish. Kriteria untuk memasukkan karya sedang diindeks oleh Google Scholar, diterbitkan antara sepuluh tahun terakhir (2012-2021), karya yang paling banyak dikutip selama tahun publikasi mereka, dan diterbitkan setidaknya di jurnal peer-review. Tinjauan ini mengecualikan makalah konferensi yang diterbitkan dalam prosiding dan karya lain yang tidak diterbitkan dalam jurnal. Hasil review menunjukkan bahwa pedagogi reflektif telah banyak digunakan di seluruh bidang studi dan jenjang pendidikan di Indonesia. Ditemukan juga bahwa, sebagai bagian mendasar dari pedagogi, refleksi telah dianggap sebagai proses di mana peserta didik melihat kembali proses belajar mereka untuk mengidentifikasi pengalaman mereka dan nilai-nilai yang telah mereka pelajari selama proses tersebut. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pedagogi reflektif dapat meningkatkan prestasi dan kesadaran peserta didik akan nilai-nilai dan kebajikan hidup. Direkomendasikan pula penerapan pedagogi untuk mendorong peserta didik menjadi mandiri dalam menilai pembelajaran mereka untuk mempersiapkan diri menjadi pembelajar sepanjang hayat.
MASUKAN SISWA SEBAGAI BAHAN PERBAIKAN KUALITAS KOMPETENSI PEDAGOGIS GURU [STUDENTS' INPUTS AS MATERIALS FOR IMPROVING THE QUALITY OF STUDENT TEACHERS' PEDAGOGICAL COMPETENCE] Alberthus, Kurnia Henderika; Boangmanalu, Iko Agustina
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.4973

Abstract

ABSTRACTPedagogic competence that affects learning needs to be continuously improved and this can be done through students’ input which might be used as a source of learning. This study, in particular, aims to describe how students provide input to improve the quality of student teachers’ pedagogical competence. As an image of God, students indeed have been gifted with the ability to provide input for student teachers which can improve the pedagogical competence if there is a follow-up from the student teachers. Student’s input can indeed improve the quality of the teacher’s pedagogic competence when the input is constructive, and teachers are aware of their limitations and are humble enough to receive feedback.  BAHASA INDONESIA ABSTRAKKompetensi pedagogis merupakan kompetensi penting yang memengaruhi pembelajaran, sehingga perlu diperbaiki. Masukan siswa menjadi salah satu sumber belajar mahasiswa guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogisnya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan cara siswa memberi masukan demi perbaikan kualitas kompetensi pedagogis mahasiswa guru. Siswa adalah ciptaan yang segambar dan serupa dengan Allah sehingga memiliki kemampuan menyampaikan masukan untuk perbaikan kompetensi pedagogis. Siswa dapat memberi masukan untuk perbaikan kualitas kompetensi pedagogis guru menggunakan potensi atau rasionya yang ditindaklanjuti guru secara bijak dengan pertolongan Roh Kudus. Masukan siswa dapat memberi perbaikan kualitas kompetensi pedagogis guru ketika guru menyadari keterbatasannya, memiliki kerendahan hati, dan masukan tersebut jujur dan membangun.KATA KUNCI: Kompetensi pedagogis; Masukan siswa; Guru 
RELIGIOUS BROTHERS’ EMOTION REGULATION TO PURSUE WELL-BEING IN ONLINE LEARNING Nahak, Yulius; Budiharajo, Markus
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5233

Abstract

 Effective learning is supported by a conducive environment. However, pandemic situations with their demands have changed the learning system from face-to-face to a virtual learning environment, which in some ways affects the emotions of the students. This study aimed to investigate the way undergraduate students regulate their emotions to pursue well-being in online learning challenges. Two research questions were proposed, namely (1) how do the undergraduate students manage their emotions to cope with the online learning challenges; and (2) what factors did they find facilitative to cope with the challenges? Qualitative research was utilized through semi-structured interviews. The respondents were two first-year and two fourth-year undergraduate students from 2 private universities in Yogyakarta, Indonesia. The result indicated that community context as an ecological perspective provides security, trust, and meaningful activities that help its members cope with their negative emotions to pursue well-being in online learning. Furthermore, the school context played a crucial role in facilitating the learning goals through various supports and strategies. The lecturers and future researchers are expected to emphasize and develop more empirical studies concerning the importance of self-regulation of emotion to attain well-being in online learning challenges. BAHASA INDONESIA ABSTRAKPembelajaran yang efektif didukung oleh lingkungan yang kondusif. Namun, situasi pandemi dan tuntutannya telah mengubah lingkungan pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran virtual, yang berdampak pada emosi siswa dalam beberapa hal. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki cara mahasiswa sarjana mengatur emosi mereka untuk mengejar kesejahteraan dalam tantangan pembelajaran online. Dua pertanyaan penelitian diajukan, yaitu (1) bagaimana mahasiswa sarjana mengelola emosi mereka untuk mengatasi tantangan pembelajaran online; dan (2) faktor apa saja yang mereka temukan fasilitatif untuk mengatasi tantangan pembelajaran online? Penelitian kualitatif digunakan dalam studi ini melalui wawancara semi-terstruktur. Respondennya adalah dua mahasiswa sarjana tahun pertama dan dua mahasiswa sarjana tahun keempat dari 2 universitas swasta di Yogyakarta, Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa konteks komunitas religius sebagai perspektif ekologis memberikan keamanan, kepercayaan, dan kegiatan yang bermakna yang membantu anggotanya mengatasi emosi negatif mereka untuk mengejar kesejahteraan dalam pembelajaran online. Selain itu, konteks universitas memainkan peran krusial dalam memfasilitasi tujuan pembelajaran melalui berbagai dukungan dan strategi. Para dosen dan peneliti masa depan diharapkan untuk menekankan dan mengembangkan studi yang lebih empiris mengenai pentingnya regulasi emosi untuk mencapai kesejahteraan dalam tantangan pembelajaran online.  
PERAN GURU, PERAN ORANG TUA, DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR DI SD KARUNIA IMANUEL BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2019/2020 [ROLE OF TEACHER, ROLE OF PARENTS, AND STUDENT'S LEARNING MOTIVATION ON LEARNING ACHIEVEMENT IN SD KARUNIA IMMANUEL BANDAR LAMPUNG ACADEMIC YEAR 2019/2020] Pakpahan, Giovanni Pedro Aprista; Lukas, Samuel
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5534

Abstract

 Various phenomena in the field of education highlight the importance of developing student achievement, especially in the aspects of the teacher's role, the role of parents, and student motivation towards students’ learning achievement. Researchers argue that student learning needs will be fulfilled if there is optimal support from educators in schools and parents who guide at home and if there is motivation from within. This research was conducted quantitatively with multiple regression analysis. Data collection was carried out by distributing three questionnaires to respondents. The data obtained were processed by testing the reliability and validity, performing multiple regression analysis, and determining the contribution through the R-square value. The results of the study which included 30 students at SD Karunia Imanuel found that the teacher's role had an effect on student achievement, but both the role of parents and student motivation had no effect on student achievement. Nevertheless, based on the F-test these three variables affect student achievement.                            Bahasa Indonesia AbstrakBerbagai fenomena bidang pendidikan banyak menyoroti tentang pentingnya perkembangan prestasi siswa yang terbentuk khususnya pada aspek peran guru, peranan orang tua, dan motivasi belajar siswa dalam proses belajar untuk menentukan prestasi belajar siswa tersebut. Peneliti melihat bahwa kebutuhan pembelajaran siswa akan terselenggara dengan baik dalam menunjang prestasi belajar anak jika adanya dukungan dari peran lingkungan yang  baik dan optimal pula terutama dari pendidik di sekolah yaitu guru serta orang tua yang membimbing di rumah dan motivasi dari dalam diri siswa. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran tiga kuesioner terhadap responden yang adalah siswa. Data yang didapatkan diolah dengan menguji reliabilitas dan validitas, melakukan analisis regresi berganda dan menentukan kontribusi melalui nilai R-square. Hasil penelitian yang mengikutsertakan 30 orang siswa di SD Karunia Imanuel ditemukan secara parsial bahwa peran guru berpengaruh kuat terhadap prestasi siswa, peran orang tua tidak berpengaruh terhadap prestasi siswa, dan motivasi siswa tidak berpengaruh terhadap prestasi siswa dan berdasarkan uji-F ketiga variabel ini berpengaruh terhadap prestasi siswa.
USING OAS.WEB.ID TO CREATE ENGLISH VOCABULARY SIZE QUIZ Winardi, Yonathan; Hananto, Hananto
Polyglot Vol 19 No 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v1i19.5703

Abstract

ABSTRACTA systematic and continuous vocabulary assessment is required to monitor the progress of learners’ learning and readiness to follow certain instr8uctional programs. The purpose of this study is to report a tryout of constructing an online quiz using http://oas.web.id/.  OAS is an ongoing R&D project to help teachers and/or educational researchers create an online quiz by converting multiple-choice questions from a spreadsheet program (i.e. MS Excel or Google Sheets) into a Google Forms quiz, Moodle, paper-based quiz, Kahoot, or any other quiz makers that have import facility. This paper focuses on describing the making and tryout of a vocabulary-size quiz into Google Forms quiz to find out whether the resulting quiz works. The result shows that OAS offered an easy and very quick way in creating a vocabulary-size quiz successfully by copying the already available vocabulary-size questions based on Nation and Beglar’s Vocabulary Size Test. The researcher and the voluntary test students got the scores immediately after they had submitted the Google Forms. It can then be concluded that the OAS created the vocabulary quiz successfully without any serious technical problems.BAHASA INDONESIA ABSTRAKSebuah asesmen kosakata yang sistematis dan berkelanjutan diperlukan untuk memonitor kemajuan dan kesiapan pembelajar untuk mengikuti program-program pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaporkan sebuah uji coba dari penyusunan sebuah kuis dalam jaringan menggunakan http://oas.web.id/.  OAS adalah sebuah proyek penelitian dan pengembangan untuk menolong guru-guru dan/atau peneliti-peneliti pendidikan membuat sebuah kuis dalam jaringan dengan cara mengonversi pertanyaan-pertanyaan pilihan berganda dari sebuah program lembar kerja (misalnya Microsoft Excel atau Google Sheets) ke dalam kuis Google Forms, Moodle, lembar kuis cetak, Kahoot, atau program-program pembuat kuis lainnya yang memiliki fitur impor. Paper ini fokus pada penggambaran proses pembuatan dan uji coba sebuah kuis kosakata dengan Google Forms untuk mengetahui apakah kuis tersebut bisa digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa OAS menawarkan sebuah cara yang mudah dan sangat cepat dalam membuat sebuah kuis kosakata dengan menyalin pertanyaan-pertanyaan kosakata yang telah disediakan berdasarkan tes kosakata Nation and Beglar’s. Peneliti dan mahasiswa/i yang berpartisipasi di uji coba, langsung mendapatkan hasil kuis setelah mereka mengumpulkan Google Forms. Kemudian dapat disimpulkan bahwa OAS sukses membuat kuis kosakata tanpa ada masalah-masalah teknis yang berarti.
CULTIVATING BIBLICAL LEARNING COMMUNITY IN A VIRTUAL LEARNING ENVIRONMENT THROUGH GROUP PROJECT-BASED LEARNING Tantu, Year Rezeki Patricia; Silitonga, Bertha Natalina; Tangkin, Wiyun Philipus
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5736

Abstract

 For the last two years, the Covid-19 pandemic has caused students to learn in a virtual mode, cultivating a learning community that fully supports students is therefore particularly challenging.  Studies have proved that in a virtual learning environment there is a greater possibility of learning loss including loss of learning about and through interaction and relationship values. From a Biblical perspective, relationship in the learning community needs to be built, repaired, and maintained to make learning fruitful, constructive, and meaningful to students. Therefore, strategies for building this learning community are required in virtual classrooms to help students learn effectively. This study focuses on the experiences of how the biblical learning community is cultivated through an iterative process in group project-based learning. This study uses a qualitative descriptive method on cohort-2020 primary student-teachers at Teachers College, Pelita Harapan University. The data was obtained from observation, performance rubric, and questionnaire. Results from the performance rubric showed that around 65-66% of total students have consideration for the feelings and learning needs of other members in his/her group and encourage others to contribute, and 73-74% of total students show solid cooperation in the group. In addition, data from observation and questionnaires indicated that few students still need time to develop those abovementioned aspects. Bahasa Indonesia AbstrakPandemi Covid-19 yang sudah terjadi selama dua tahun terakhir ini telah menyebabkan siswa belajar dalam sebuah mode virtual, mengkultivasi sebuah komunitas belajar yang sepenuhnya mendukung mereka adalah hal yang menantang. Penelitian-penelitian telah membuktikan bahwa di dalam sebuah lingkungan pembelajaran virtual, terdapat kemungkinan yang lebih besar untuk terjadinya kehilangan pembelajaran, termasuk kehilangan pembelajaran tentang dan melalui nilai-nilai interaksi dan hubungan. Dari perspektif Alkitabiah, hubungan di dalam komunitas belajar perlu dibangun, diperbaiki, dan dipelihara untuk membuat pembelajaran berbuah, konstruktif, dan bermakna bagi para siswa. Oleh karena itu, strategi untuk membangun komunitas belajar ini diperlukan dalam ruang kelas virtual untuk membantu siswa belajar secara efektif. Penelitian ini berfokus pada pengalaman tentang bagaimana komunitas belajar yang alkitabiah dikultivasi melalui sebuah proses berulang dalam pembelajaran berbasis proyek grup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif pada mahasiswa-guru angkatan 2020 di Teachers College, Universitas Pelita Harapan. Datanya diperoleh dari observasi, rubrik performa, dan kuesioner. Hasil dari rubrik performa menunjukkan bahwa sekitar 65--66% dari keseluruhan siswa memiliki perhatian untuk perasaan dan kebutuhan belajar anggota-anggota lain dalam grupnya, juga mendorong siswa-siswa lain untuk berkontribusi dan 73--74% dari keseluruhan siswa menunjukkan kerja sama yang solid dalam grup. Selain itu, data dari observasi dan kuesioner mengindikasi bahwa beberapa siswa masih membutuhkan waktu untuk mengembangkan aspek-aspek yang disebutkan di atas.
STUDENT TEACHER’S EXPERIENCES OF SPIRITUAL FORMATION AND DIGITAL LEARNING IN A CHRISTIAN HIGHER EDUCATION Nainggolan, Cathryne Berliana; Ma, Daniel Santoso
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5740

Abstract

 The main purpose of Christian higher education is to provide a holistic development of students, including spirituality. In order to enhance student’s spiritual growth, a Christian private university has been developing a comprehensive approach to educational practices regarding the integration of faith and learning. However, the pandemic COVID-19 has been limiting student’s opportunity to experience those practices. The aim of this phenomenological study was to explore the student teachers’ experiences of spiritual formation and digital learning in a Christian Teachers’ College. The number of participants was 20 and data were collected by conducting interviews and self-reflection reports. The findings were classified in three main themes: personal attachment, support network, and diverse learning applications. The findings and implications are expected to reinforce digital learning in Christian higher education in promoting student’s spiritual formation. Bahasa Indonesia AbstrakTujuan utama dari pendidikan tinggi Kristen adalah menyediakan perkembangan naradidik secara holistik, termasuk spiritualitas. Demi meningkatkan pertumbuhan spiritual naradidik, sebuah universitas Kristen telah mengembangkan sebuah pendekatan pendidikan yang komprehensif secara khusus mengenai integrasi antara iman dan ilmu. Akan tetapi, pandemic COVID-19 telah membatasi kesempatan naradidik untuk mengalami praktik-praktik pendidikan tersebut. Tujuan studi fenomenologi ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa guru tentang formasi spiritualitas dan pembelajaran digital di sebuah fakultas keguruan Kristen. Partisipan berjumlah 20 orang dan data diperoleh melalui wawancara dan laporan jurnal refleksi pribadi.  Hasil penelitian diklasifikasikan dalam tiga tema utama: keterikatan pribadi (personal attachment), jaringan pendukung (support network), dan penerapan variasi pembelajaran (diverse learning applications). Hasil penelitian dan implikasi diharapkan dapat memperkuat pembelajaran digital serta mendukung formasi spiritualitas nara didik di pendidikan tinggi Kristen.