cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
POLYGLOT
ISSN : 1907 6134     EISSN : 2549 1466     DOI : -
Core Subject : Education,
Started in 2006, Polyglot is a scientific journal of language, literature, culture, and education published biannually by the Faculty of Education at the Teachers College, Universitas Pelita Harapan. The journal aims to disseminate articles of research, literature study, reviews, or school practice experiences.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
AN IN-DEPTH LEARNING APPROACH: A CASE STUDY IN A FACULTY OF EDUCATION IN TANGERANG, INDONESIA [PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM: STUDI KASUS DI FAKULTAS PENDIDIKAN DI TANGERANG, INDONESIA] Zendrato, Juniriang
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.9308

Abstract

Christian schools in Indonesia are expanding rapidly, necessitating a need for more skilled and qualified Christian teachers. Therefore, the research, which applies the qualitative approach with case study procedures, aims to offer an in-depth learning approach as a solution to provide reflective, responsive and responsible Christian teachers for Indonesia. The data gathered were course outlines, assessments, class activity photos, and student work. The result was that the in-depth learning approach was implemented by the Faculty of Education in Tangerang, Indonesia. It was shown by its teaching learning, which emphasized meaning making; challenged critical thinking, integrated faith and knowledge, as well as practiced problem solving. To make in-depth learning approach sustained in the future, the Faculty of Education must incorporate strategies such as negotiating power relations, creating a meaningful curriculum, fostering a culture of reflection, providing opportunities to explore new ideas and concepts, challenging traditional power dynamics, and transforming digital classrooms. For further research, conducting interviews and observations with students from the Faculty of Education is recommended to assess the impact of in-depth learning implementation. Abstrak bahasa Indonesia Sekolah kristen di indonesia berkembang pesat, sehingga kebutuhan akan guru Kristen yang terampil dan berkualitas semakin meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini, yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan prosedur studi kasus, bertujuan menawarkan pendekatan pembelajaran yang mendalam sebagai solusi untuk menghasilkan guru Kristen yang reflektif, responsif, dan bertanggung jawab bagi Indonesia. Data yang dikumpulkan meliputi silabus mata kuliah, penilaian, foto aktivitas kelas, dan hasil karya mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang mendalam telah diterapkan oleh Fakultas Pendidikan di Tangerang, Indonesia. Hal ini terlihat dari proses pembelajaran yang menekankan pada pembentukan makna, menantang kemampuan berpikir kritis, mengintegrasikan iman dan pengetahuan, serta mempraktikkan penyelesaian masalah. Untuk menjaga keberlanjutan pendekatan pembelajaran mendalam di masa depan, Fakultas Pendidikan perlu menerapkan strategi seperti: negosiasi dalam hubungan kekuasaan, menciptakan kurikulum yang bermakna, mendorong budaya refleksi, memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi ide dan konsep baru, menantang dinamika kekuasaan tradisional, dan mentransformasi ruang kelas digital. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan wawancara dan observasi terhadap mahasiswa Fakultas Pendidikan guna menilai dampak penerapan pendekatan pembelajaran mendalam. 
ANALISIS MUSIKALISASI PUISI SANG GURU MENURUT ESTETIKA IMMANUEL KANT DIKAITKAN DENGAN PENGALAMAN ESTETIS MAHASISWA [ANALYSIS OF THE MUSICALIZATION OF THE POEM SANG GURU ACCORDING TO IMMANUEL KANT’S AESTHETICS ASSOCIATED WITH THE AESTHETIC EXPERIENCE OF STUDENTS] Laeli, Wardah; Syihabuddin; Yeti Heryati
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.9309

Abstract

This research aims to describe the musicalization of the poem Sang Guru by Panji Sakti in Immanuel Kant’s aesthetic perspective and its relationship with students’ aesthetic experience. Poetry musicalization as a form of literary work that combines elements of music and poetry can also create a deep aesthetic experience for the audience. This research uses a qualitative approach by distributing questionnaires to 93 students to measure the aesthetic experience of the musicalization of the poem Sang Guru by Panji Sakti. The results showed 82.8% of students agreed that the musicalization of the poem Sang Guru by Panji Sakti was able to evoke aesthetic experiences. The aesthetic assessment of the musicalization of Sang Guru's poetry can be enjoyed universally. This is in accordance with the research results that as many as 62.4% of students agree and 37.6% of students strongly agree that the musicalization of Sang Guru's poetry has aesthetic value, so the musicalization of poetry can be said that its beauty is universal not subjective to individuals. Harmonization between poetry and music in the musicalization of Sang Guru's poem has an integration that weaves aesthetic value. Almost 99% of students agreed with this statement. The musicalization of the poem Sang Guru by Panji Sakti has a free aesthetic value without any practical purpose.  Abstrak bahasa Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan musikalisasi puisi Sang Guru karya Panji Sakti dalam perspektif estetika Immanuel Kant dan hubungannya dengan pengalaman estetis mahasiswa. Musikalisasi puisi sebagai suatu bentuk karya sastra yang menggabungkan elemen musik dan puisi juga dapat menciptakan pengalaman estetis yang mendalam bagi penikmatnya. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan menyebarkan angket kepada 93 mahasiswa untuk mengukur pengalaman estetis terhadap musikalisasi puisi Sang Guru karya Panji Sakti. Hasil penelitian menunjukkan 82,8% mahasiswa menyepakati bahwa musikalisasi puisi Sang Guru karya Panji Sakti mampu membangkitkan pengalaman estetis. Penilaian estetis terhadap musikalisasi puisi Sang Guru dapat dinikmati secara universal. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian bahwa sebanyak 62,4% mahasiswa setuju dan 37,6% mahasiswa sangat setuju bahwa musikalisasi puisi Sang Guru memiliki nilai estetis, sehingga musikalisasi puisi tersebut bersifat universal bukan subjektif perorangan. Harmonisasi antara puisi dan musik dalam musikalisasi puisi Sang Guru memiliki keterpaduan yang menjalin nilai estetis. Hampir 99% mahasiswa menyepakati pernyataan tersebut. Musikalisasi puisi Sang Guru karya Panji Sakti memiliki nilai estetis yang bebas tanpa adanya tujuan praktis.
IMPROVING EFL STUDENTS’ WRITING THROUGH PEER TUTORING [MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS MAHASISWA PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA ASING MELALUI TUTORING OLEH TEMAN SEBAYA] Silalahi, Rentauli Mariah
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.9619

Abstract

This study investigates the writing challenges faced by Indonesian EFL students and examines the effectiveness of peer tutoring in enhancing their writing skills. Through a mixed-methods approach, data were collected via open- and closed-ended survey responses and writing assessments’ scores to 40 students as tutees, and semi-structured interviews with 4 peer tutors. The findings indicate that students struggle primarily with vocabulary, grammar, sentence structure, and translation. These difficulties are interconnected, as limited vocabulary and grammatical knowledge hinder their ability to construct clear and coherent sentences. The results show that most students found peer tutoring beneficial, as it provided a supportive learning environment, personalized guidance, and reduced the pressure of traditional teacher-student interactions. However, some students reported minimal or no improvement, which could be attributed to factors such as lack of engagement or scheduling conflicts. These findings are analyzed through the lens of Vygotsky’s Sociocultural Theory, particularly the concepts of the Zone of Proximal Development and scaffolding. The study highlights how peer tutoring facilitates learning by providing social interaction with more knowledgeable peers, enabling students to progress beyond their current level of competence. These insights suggest that educational institutions should integrate structured peer tutoring programs into EFL writing courses and provide teachers with the necessary training and resources to offer appropriate scaffolding tailored to students’ individual challenges. Future research should explore targeted interventions for students with lower engagement and investigate strategies to enhance the effectiveness of peer tutoring in EFL writing instruction. Abstrak Bahasa Indonesia   Studi ini menyelidiki tantangan menulis yang dihadapi oleh mahasiswa EFL Indonesia dan mengkaji efektivitas tutoring teman sebaya dalam meningkatkan keterampilan menulis mereka. Melalui pendekatan mixed-methods, data dikumpulkan melalui survei dengan pertanyaan terbuka dan tertutup serta nilai-nilai penilaian writing dari 40 siswa sebagai tutee, serta wawancara semi-terstruktur dengan 4 tutor sebaya. Temuan-temuan menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan, khususnya dengan kosakata, tata bahasa, struktur kalimat, dan terjemahan. Kesulitan-kesulitan tersebut saling terkait, karena kosakata dan pengetahuan tata bahasa yang terbatas menghambat kemampuan mereka untuk membuat kalimat yang jelas dan koheren. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tutee merasa tutoring teman sebaya bermanfaat, karena memberikan lingkungan belajar yang mendukung, bimbingan yang personal, dan mengurangi tekanan dari interaksi tradisional antara guru dan siswa. Namun, beberapa tutee menyatakan sedikit atau tidak ada peningkatan, yang dapat dikaitkan dengan faktor-faktor seperti kurangnya keterlibatan atau konflik jadwal. Temuan-temuan tersebut dianalisis melalui lensa Teori Sosial Budaya Vygotsky, terutama konsep-konsep Zona Perkembangan Proximal (ZPD) dan scaffolding atau pendampingan. Studi ini menyoroti tutoring teman sebaya memfasilitasi pembelajaran dengan memberikan interaksi sosial dengan teman sebaya yang lebih berpengetahuan, memungkinkan siswa untuk maju melampaui tingkat kompetensi mereka saat ini. Hal-hal itu menunjukkan bahwa institusi pendidikan harus mengintegrasikan program tutoring teman sebaya yang terstruktur ke dalam mata kuliah writing EFL dan memberikan pelatihan serta sumber daya yang diperlukan kepada guru untuk melakukan scaffolding yang sesuai dengan tantangan-tantangan yang dimiliki setiap siswa. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi intervensi terarah untuk siswa dengan keterlibatan yang lebih rendah dan menyelidiki strategi-strategi untuk meningkatkan efektivitas tutoring teman sebaya dalam pembelajaran menulis EFL.  
BEYOND RANKINGS: A CRITICAL PEDAGOGY PERSPECTIVE ON PISA AND EDUCATIONAL REFORM IN INDONESIA AND VIETNAM [MELAMPAUI PERINGKAT: SEBUAH PERSPEKTIF PEDAGOGI KRITIS TERHADAP PISA DAN REFORMASI PENDIDIKAN DI INDONESIA DAN VIETNAM] Martha, Kurniawati; Natalina Silitonga, Bertha; Ghufron, Anik
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.9708

Abstract

The Programme for International Student Assessment (PISA) has become a benchmark for evaluating educational quality worldwide. This study explores whether PISA promotes meaningful improvements or shifts focus toward standardized outcomes, through a comparative analysis of Indonesia and Vietnam. Despite its low GDP, Vietnam consistently achieves high PISA scores, while Indonesia struggles despite substantial reforms. Drawing on Paulo Freire and Henry Giroux’s critical pedagogy, this paper critiques test-centered education and emphasizes the need for contextualized, transformative learning. Using literature review and qualitative analysis, this research offers recommendations for aligning educational assessment with broader human development goals. Abstrak Bahasa Indonesia  Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) telah menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi kualitas pendidikan di seluruh dunia. Studi ini meneliti apakah PISA mendorong peningkatan yang berarti atau mengalihkan fokus ke hasil yang terstandardisasi, melalui analisis komparatif Indonesia dan Vietnam. Meskipun PDB-nya rendah, Vietnam secara konsisten mencapai skor PISA yang tinggi, sementara Indonesia mengalami kesulitan meskipun ada reformasi substansial. Mengacu pada pedagogi kritis Paulo Freire dan Henry Giroux, makalah ini mengkritik pendidikan yang berpusat pada ujian dan menekankan perlunya pembelajaran yang kontekstual dan transformatif. Dengan menggunakan tinjauan pustaka dan analisis kualitatif, penelitian ini menawarkan rekomendasi untuk menyelaraskan penilaian pendidikan dengan tujuan pembangunan manusia yang lebih luas.
PENGARUH PENERAPAN ANDRAGOGI, SELF- REGULATED LEARNING, DAN LITERASI MEMBACA TERHADAP PEMANFAATAN BLENDED LEARNING BERBASIS LMS PADA CALON GURU PENGGERAK REGULER DI PROVINSI NTT [THE EFFECT OF ANDRAGOGY APPLICATION, SELF-REGULATED LEARNING, AND READING LITERACY TO THE USE OF LMS- BASED BLENDED LEARNING ON CALON GURU PENGGERAK REGULAR OF THE NINTH BATCH IN NTT PROVINCE] Dethan, Sipromia -; Yugopuspito, Pujianto
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.9839

Abstract

Research on the utilization of LMS-based blended learning and the implementation of andragogy in the Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) program for Calon Guru Penggerak (CGP) remains limited, particularly in East Nusa Tenggara (NTT) Province. As of 2023, this program has graduated eight cohorts of Guru Penggerak. However, the failure rate has increased over the last three cohorts. This study aims to analyze the influence of andragogy implementation, self-regulated learning (SRL), and reading literacy on the utilization of LMS-based blended learning among the ninth cohort of regular CGP in NTT Province. This research involved 152 respondents from 13 districts and one municipality in NTT. The findings indicate that for the ninth cohort of regular CGP in NTT Province: (1) andragogy implementation significantly influences the utilization of LMS-based blended learning; (2) SRL does not have a significant effect on the utilization of LMS-based blended learning; (3) reading literacy has a significant effect on the utilization of LMS-based blended learning; and (4) collectively, andragogy implementation, SRL, and reading literacy influence the utilization of LMS-based blended learning.  Abstrak Bahasa Indonesia Penelitian mengenai pemanfaatan blended learning berbasis LMS serta implementasi andragogi dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) bagi Calon Guru Penggerak (CGP) masih sangat terbatas, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga tahun 2023, program ini telah meluluskan delapan angkatan guru penggerak. Namun, dalam tiga angkatan terakhir, tingkat ketidaklulusan mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan andragogi, Self-Regulated Learning (SRL), dan literasi membaca terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS pada CGP reguler angkatan kesembilan di Provinsi NTT. Penelitian ini melibatkan 152 responden yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kotamadya di Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada CGP reguler angkatan kesembilan di Provinsi NTT: (1) penerapan andragogi berpengaruh terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS; (2) SRL tidak berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS; (3) literasi membaca berpengaruh terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS; dan (4) secara simultan, penerapan andragogi, SRL, dan literasi membaca berpengaruh terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS.
PENGARUH PRAKTIK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP KOMITMEN GURU MELALUI EMPLOYEE ENGAGEMENT DI SMP SUBRAYON 09 KOTA SEMARANG [THE INFLUENCE OF HUMAN RESOURCE MANAGEMENT PRACTICE AND PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TOWARDS TEACHER COMMITMENT THROUGH EMPLOYEE ENGAGEMENT IN JUNIOR HIGH SCHOOL SUBRAYON 09 SEMARANG CITY] Riady, Stephanie; Taryo; Sudibjo, Niko
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.9871

Abstract

Success in developing schools cannot rely solely on external factors such as budget, technology, and physical facilities. Internal factors, particularly teachers' commitment to their profession and institution, play a key role in fostering a high-quality learning environment. Teachers with strong commitment are more likely to take initiative, be responsible, and contribute sustainably to achieving educational goals, making them a fundamental pillar of overall school progress. This study aims to examine the influence of human resource management practices and perceived organizational support on teacher commitment, with employee engagement as a mediating variable. The research was conducted at Junior High Schools in Subrayon 09, Semarang City, involving a sample of 194 teachers. Data were collected using a 5-point Likert scale questionnaire distributed online via Google Forms. Data analysis was carried out using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings indicate that human resource management practices and perceived organizational support have a positive effect on employee engagement and teacher commitment. Furthermore, employee engagement directly influences teacher commitment and significantly mediates the effect of human resource management practices and perceived organizational support on teacher commitment. Abstrak Bahasa Indonesia Keberhasilan dalam mengembangkan sekolah tidak cukup hanya mengandalkan faktor-faktor eksternal seperti anggaran, teknologi, dan fasilitas fisik. Faktor internal, khususnya komitmen guru terhadap profesi dan institusi, memegang peranan kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas. Guru yang memiliki komitmen tinggi akan lebih berinisiatif, bertanggung jawab, dan berkontribusi secara berkelanjutan dalam mencapai tujuan pendidikan, sehingga menjadi fondasi utama dalam kemajuan sekolah secara menyeluruh. Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh praktik manajemen sumber daya manusia dan perceived organizational support terhadap komitmen guru dengan employee engagement sebagai variabel mediasi. Objek yang dijadikan tempat penelitian yaitu SMP di Subrayon 09 Kota Semarang dengan sampel sebanyak 194 guru. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin yang didistribusikan secara online melalui Google Forms. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik manajemen SDM dan perceived organizational support berpengaruh positif terhadap employee engagement dan komitmen guru. Employee engagement juga terbukti secara langsung memengaruhi komitmen guru dan dapat secara signifikan memediasi pengaruh praktik manajemen SDM dan perceived organizational support terhadap komitmen guru  
ANALISIS PENGGUNAAN CAMPUR KODE MAHASISWA MELALUI PESAN WHATSAPP DAN SUREL SEBAGAI IMPLIKASI DARI XENOGLOSOFILIA [ANALYSIS ON STUDENTS' CODE-MIXING USAGE THROUGH WHATSAPP MESSAGE AND EMAIL AS AN IMPLICATION OF XENOGLOSSOPHILIA] Sitorus, Jonter Pandapotan
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.10004

Abstract

Language contact is one of the reasons for one's language variety or variation. The use of variation will also depend on the language attitude, whether it is included in a positive or negative language attitude toward a language. One of the languages in question is Indonesian, which is often mixed with words from foreign languages, especially English, thus violating the language codes of the variety used. This is known as code mixing. This study uses a survey method to find out the language attitudes of students at one of the private universities in Tangerang towards Indonesian and an observation method through the Simak Libat Cakap (SLC) technique to analyze the forms of student code-mixing. Based on the study's results, students still maintain a positive attitude towards the language, as evidenced by their pride in the Indonesian language. The findings of code mix used, such as the words text, quiz, error, submit, online class, upload, join, and others. Thus, from the results of the analysis of the forms of student code mix, it is evident that the phenomenon of xenoglossophilia occurs. Abstrak Bahasa Indonesia Kontak bahasa menjadi salah satu alasan terjadinya ragam atau variasi bahasa seseorang. Penggunaan variasi itu pun akan bergantung pada sikap berbahasanya apakah termasuk dalam sikap bahasa positif atau negatif pada suatu bahasa. Salah satu bahasa yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang kerap kali dicampuradukkan dengan kata-kata dari bahasa asing sehingga menyalahi kode-kode bahasa dari ragam yang digunakan. Hal inilah yang dikenal dengan istilah campur kode. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mengetahui sikap bahasa mahasiswa UPH terhadap bahasa Indonesia dan metode observasi melalui teknik Simak Libat Cakap (SLC) untuk menganalisis bentuk-bentuk campur kode mahasiswa UPH. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa UPH tergolong memiliki sikap bahasa positif berupa sikap bangga terhadap bahasa Indonesia. Akan tetapi, dari hasil analisis bentuk-bentuk campur kode mahasiswa UPH, mengimplikasikan bahwa fenomena xenoglosofilia benar-benar terjadi.
EXPLORING STUDENTS’ VIEWS ON THE USE OF PHOTOVOICE FOR SELF-ASSESSMENT AND PEER FEEDBACK IN AN EFL CONTEXT [EKSPLORASI PANDANGAN SISWA TERHADAP PEMANFAATAN PHOTOVOICE DALAM PENILAIAN DIRI DAN UMPAN BALIK REKAN DALAM KONTEKS EFL] Assis Hornay, Priscilla Maria; Djehatu, Maria Goreti; Lake, Floribertha
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.10009

Abstract

The use of self-assessment and peer feedback in language learning has gained significant attention due to its potential to foster learner autonomy and improve academic outcomes. However, despite the growing interest, there is limited research on the integration of creative, visual methods, such as photovoice, into these practices, particularly in the context of English as a Foreign Language (EFL) learning. This study aims to explore students' perceptions of using photovoice as a tool for self-assessment and peer feedback, focusing on how this approach can promote self-reflection, critical thinking, and constructive peer interaction. Data was collected from a group of EFL students using a questionnaire, with responses analyzed using descriptive statistics. The findings reveal that the majority of students feel confident in conducting self-assessment, though comfort with peer feedback is more varied, with some expressing uncertainty. Additionally, photovoice is perceived positively by students, who identify it as an effective means of enhancing reflective skills and self-expression. The study concludes that photovoice offers a promising approach to engaging students in self-assessment and peer feedback, making learning more interactive and reflective. The findings suggest that integrating visual methods into EFL classrooms can foster deeper learner engagement and support the development of evaluative judgment. Future research should investigate the broader applicability of photovoice in diverse EFL contexts and its impact on student autonomy and collaborative learning. Abstrak Bahasa Indonesia Penggunaan penilaian diri dan umpan balik dari rekan dalam pembelajaran bahasa telah memperoleh perhatian signifikan karena potensinya untuk menumbuhkan otonomi pelajar dan meningkatkan hasil akademis. Namun, meskipun minatnya meningkat, penelitian tentang integrasi metode visual yang kreatif, seperti photovoice, ke dalam praktik ini masih terbatas, khususnya dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa tentang penggunaan photovoice sebagai alat untuk penilaian diri dan umpan balik dari rekan, dengan fokus pada bagaimana pendekatan ini dapat meningkatkan refleksi diri, pemikiran kritis, dan interaksi rekan sejawat yang konstruktif. Data dikumpulkan dari sekelompok siswa EFL menggunakan kuesioner, dengan tanggapan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Temuan dalam studi ini mengungkapkan bahwa mayoritas siswa merasa percaya diri dalam melakukan penilaian diri, meskipun tingkat kenyamanan dengan umpan balik dari rekan lebih bervariasi, dengan beberapa menyatakan ketidakpastian. Selain itu, photovoice dipersepsikan positif oleh siswa, yang mengidentifikasinya sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan keterampilan reflektif dan ekspresi diri. Studi ini menyimpulkan bahwa photovoice menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk melibatkan siswa dalam penilaian diri dan umpan balik dari rekan, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan reflektif. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan metode visual ke dalam kelas EFL dapat mendorong keterlibatan pelajar yang lebih dalam dan mendukung pengembangan penilaian evaluatif. Penelitian di masa mendatang harus menyelidiki penerapan photovoice yang lebih luas dalam berbagai konteks EFL dan dampaknya terhadap otonomi siswa dan pembelajaran kolaboratif.
MAPPING GENERATIVE AI'S ETHICAL ISSUES IN HIGHER EDUCATION: A FELT-GUIDED SYSTEMATIC REVIEW [PEMETAAN ISU ETIKA GENERATIVE AI DI PENDIDIKAN TINGGI: TINJAUAN SISTEMATIS BERPANDUAN FELT] barus, okky; Hidayanto, Achmad Nizar; Eitiveni, Imairi
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.10020

Abstract

The pervasive integration of generative AI (GenAI) into higher education presents transformative opportunities alongside complex ethical challenges that necessitate urgent scholarly attention. This study conducts a systematic literature review (SLR) following the rigorous Kitchenham protocol, analyzing 27 peer-reviewed articles published between 2023 and 2025 to comprehensively identify these ethical issues and map them against the ALT Framework for Ethical Learning Technologies (FELT). The SLR revealed seven prominent ethical concerns: (1) academic integrity and plagiarism, highlighting issues of unauthorized assistance and false authorship; (2) bias and fairness, manifested through algorithmic and linguistic biases; (3) data privacy and security, concerning unauthorized access and re-identification risks; (4) impact on critical thinking and learning outcomes, fostering over-reliance; (5) authorship, intellectual property, and copyright ambiguities; (6) misinformation, hallucinations, and deepfakes, eroding trust; and (7) broader environmental and labor impacts. Crucially, the mapping to FELT demonstrated that these issues collectively challenge institutional accountability, necessitate responsible learning paradigms, demand greater transparency in AI operations, and underscore the imperative for care towards individuals and societal well-being. Findings indicate a nascent and fragmented institutional response globally, driven by varied stakeholder perspectives. This research recommends a multi-faceted approach: fostering comprehensive AI literacy, adopting human-centered design, developing robust and adaptive policies, ensuring system transparency and accountability, strengthening data governance, advocating for ethical AI design, and promoting interdisciplinary collaboration. This study equips higher education stakeholders to navigate GenAI's ethical landscape and uphold core educational values by synthesizing current ethical dilemmas and offering a FELT-guided framework for responsible integration. Abstrak Bahasa Indonesia Integrasi kecerdasan buatan generatif (GenAI) yang meluas ke pendidikan tinggi menghadirkan peluang transformatif sekaligus tantangan etika yang kompleks dan memerlukan perhatian akademis yang mendesak. Studi ini melakukan tinjauan literatur sistematis (SLR) mengikuti protokol Kitchenham yang ketat, menganalisis 27 artikel peer-reviewed yang diterbitkan antara tahun 2023 dan 2025 untuk secara komprehensif mengidentifikasi isu-isu etika ini dan memetakannya terhadap Kerangka Kerja ALT untuk Teknologi Pembelajaran Etis (FELT). SLR ini mengungkapkan tujuh kekhawatiran etika yang menonjol: (1) integritas akademik dan plagiarisme, menyoroti isu-isu bantuan tidak sah dan kepengarangan palsu; (2) bias dan keadilan, termanifestasi melalui bias algoritmik dan linguistik; (3) privasi dan keamanan data, menyangkut akses tidak sah dan risiko re-identifikasi; (4) dampak pada pemikiran kritis dan hasil pembelajaran, mendorong ketergantungan berlebihan; (5) ambiguitas kepengarangan, kekayaan intelektual, dan hak cipta; (6) misinformasi, halusinasi, dan deepfake, mengikis kepercayaan; dan (7) dampak lingkungan dan tenaga kerja yang lebih luas. Secara krusial, pemetaan ke FELT menunjukkan bahwa isu-isu ini secara kolektif menantang akuntabilitas institusional, menuntut paradigma pembelajaran yang bertanggung jawab, membutuhkan transparansi yang lebih besar dalam operasi AI, dan menggarisbawahi keharusan untuk peduli terhadap individu dan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas. Temuan mengindikasikan respons institusional yang masih baru dan terfragmentasi secara global, didorong oleh beragam perspektif pemangku kepentingan. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan multi-aspek: membina literasi AI yang komprehensif, mengadopsi desain yang berpusat pada manusia, mengembangkan kebijakan yang kuat dan adaptif, memastikan transparansi dan akuntabilitas sistem, memperkuat tata kelola data, mengadvokasi desain AI yang etis, dan mempromosikan kolaborasi interdisipliner. Dengan menyintesis dilema etika saat ini dan menawarkan kerangka kerja berbasis FELT untuk integrasi yang bertanggung jawab, studi ini membekali pemangku kepentingan pendidikan tinggi untuk menavigasi lanskap etika GenAI dan menjunjung tinggi nilai-nilai inti pendidikan.  
PENGEMBANGAN HANDBOOK STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU HOMESCHOOLING DI KOTA BANDUNG [THE DEVELOPMENT OF AN INNOVATIVE LEARNING STRATEGY HANDBOOK TO IMPROVE THE COMPETENCE OF HOMESCHOOLING TEACHERS IN BANDUNG CITY] Jeremy, Edsel; Winardi, Yonathan
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.10027

Abstract

Homeschooling is increasingly popular as an alternative educational model, but it faces challenges, including the need for competent teachers who can cater to diverse student needs. This study aimed to develop and evaluate a competency development program for homeschooling teachers in Bandung City, packaged as a handbook titled "Strategi Pembelajaran Inovatif" (Innovative Learning Strategies). The research utilized a Research and Development (R&D) method with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The Define stage involved a Focus Group Discussion (FGD) with homeschooling leaders and interviews with teachers, revealing a need for enhanced teacher competency, particularly in innovative learning strategies. The Design stage focused on creating the handbook structure and content, covering "Mengenal Homeschooling" (Understanding Homeschooling) and "Strategi Pembelajaran Inovatif," which includes personalized learning, project-based learning, inquiry-based learning, and technology integration. The Develop stage included expert validation (content, design, technology) which rated the handbook favorably (average scores 2.8, 2.9, and 2.9 out of 3, respectively, leading to minor revisions) and a trial with homeschooling teachers. The trial showed an increase in participants' understanding, with average pre-test scores of 61.17 and post-test scores of 70.75. Feedback on the training program and handbook was generally "good" (average rating 83.77). The Disseminate stage involved distributing the handbook to four other homeschooling institutions in Bandung, which provided "sufficient" feedback (average rating 75/100) and positive impressions. The study concludes that the developed handbook is a viable and relevant tool for enhancing the competencies of homeschooling teachers in Bandung. Abstrak Bahasa Indonesia Homeschooling semakin diminati sebagai model pendidikan alternatif, namun menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebutuhan akan guru yang kompeten dan mampu melayani kebutuhan siswa yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi program pengembangan kompetensi bagi guru homeschooling di Kota Bandung, yang dikemas dalam bentuk sebuah handbook berjudul "Strategi Pembelajaran Inovatif". Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahap Define melibatkan Focus Group Discussion (FGD) dengan pimpinan homeschooling dan wawancara dengan guru, yang mengungkap kebutuhan peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam strategi pembelajaran inovatif. Tahap Design berfokus pada perancangan struktur dan konten handbook, yang mencakup materi "Mengenal Homeschooling" dan "Strategi Pembelajaran Inovatif" (pembelajaran personalisasi, project-based learning, inquiry-based learning, dan integrasi teknologi). Tahap Develop meliputi validasi ahli (konten, desain, teknologi) yang menilai handbook secara positif (rata-rata skor 2,8, 2,9, dan 2,9 dari 3, yang mengarah pada revisi minor) dan uji coba kepada guru homeschooling. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, dengan skor rata-rata pre-test 61,17 dan post-test 70,75. Umpan balik terhadap program pelatihan dan handbook umumnya "baik" (rata-rata penilaian 83,77). Tahap Disseminate melibatkan pendistribusian handbook ke empat institusi homeschooling lain di Kota Bandung, yang memberikan umpan balik "cukup" (rata-rata penilaian 75/100) dan kesan positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa handbook yang dikembangkan merupakan alat yang layak dan relevan untuk meningkatkan kompetensi guru homeschooling di Kota Bandung.