cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
POLYGLOT
ISSN : 1907 6134     EISSN : 2549 1466     DOI : -
Core Subject : Education,
Started in 2006, Polyglot is a scientific journal of language, literature, culture, and education published biannually by the Faculty of Education at the Teachers College, Universitas Pelita Harapan. The journal aims to disseminate articles of research, literature study, reviews, or school practice experiences.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
PEMBELAJARAN BERBASIS RISET (RESEARCH-BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, BERPIKIR KREATIF DAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI [RESEARCH-BASED LEARNING TO IMPROVE STUDENTS' CRITICAL THINKING, CREATIVE THINKING AND REFLECTIVE THINKING SKILLS IN BIOLOGY LEARNING] Supit, Patryks Gerald Yeheskiel; Winardi, Yonathan
Polyglot Vol 20 No 2 (2024): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v20i2.8355

Abstract

AbstractThe development of the 21st century learning era and the development of the industrial revolution 4.0, brings the world of education into the arena of competition in all aspects of life. Current advances in science and technology provide their own challenges for teachers in designing a learning model to produce learners according to 21st century competencies. Current education has not been able to produce the quality of 21st century learners who have the ability to think critically, think creatively and think reflectively. It is a challenge for an educator to design the right learning model. This study aims to see whether the application of research-based learning model can develop students' critical thinking, creative thinking, and reflective thinking skills in learning biology. The method used in this research is Classroom Action Research according to Mc. Kernans which was conducted for two cycles in class XI Major A. Data collection techniques used rubrics to measure the achievement of indicators through tests. The results showed that the application of the research-based learning model was able to improve students' critical thinking, creative thinking, and reflective thinking skills in learning biology. Bahasa Indonesia AbstrakPerkembangan era 21 century learning dan perkembangan revolusi industri 4.0, membawa dunia pendidikan memasuki arena kompetisi dalam segala aspek kehidupan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini memberikan tantangan tersendiri bagi guru dalam merancang sebuah model pembelajaran untuk menghasilkan peserta didik sesuai kompetensi abad 21 saat ini. Pendidikan saat ini belum mampu menghasilkan kualitas peserta didik abad 21 yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif dan berpikir reeflektif. Sebuah tantangan tersendiri bagi seorang pendidik dalam merancang sebuah pemodelan pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah penerapan model research-based learning mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berpikir reflektif peserta didik dalam pembelajaran biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas oleh Mc. Kernans yang dilakukan selama dua siklus di kelas XI Major A. Instrumen penelitian berupa tes yang telah divalidasi oleh dua orang ahli. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerapan model research-based learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berpikir reflektif peserta didik dalam pembelajaran biologi.
TEACHER’S ROLE AS A GUIDE IN SHAPING STUDENTS’ CHARACTER [PERAN GURU SEBAGAI PEMBIMBING DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA] S. Depari, Velina; Indriani, Siane
Polyglot Vol 20 No 2 (2024): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v20i2.8388

Abstract

Abstract One of the goals of Christian education is to assist students in cultivating godly character. However, the reality indicates that some students display traits inconsistent with godly character, such as bullying, irresponsibility, and disrespect. Therefore, the role of teachers as a guide becomes crucial in encouraging students to grow in faith and exhibit Christlike character in their live. This paper aims to explain the role of Christian teachers as a guide in shaping students’ character using a literature review method. In shaping students’ characters, teachers implement various strategies in the classroom such as creating a positive learning environment, integrating characters’ education into lessons, and fostering reflection and self-awareness among students. The finding of this paper shows that Christian teachers have responsibility to guide the development of students’ Christian characters. To enhance this role, the suggestions for teachers are to provide learning methods that encourage character development and establish partnerships with families and churches to collectively guide the students. Bahasa Indonesia Abstrak Salah satu tujuan pendidikan Kristen adalah untuk membantu siswa mengembangkan karakter yang saleh. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa beberapa siswa menunjukkan sifat-sifat yang tidak sesuai dengan karakter yang saleh, seperti perundungan, tidak bertanggung jawab, dan tidak sopan. Oleh karena itu, peran guru sebagai pembimbing menjadi sangat penting dalam mendorong siswa untuk bertumbuh dalam iman dan menunjukkan karakter Kristus dalam kehidupan mereka. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru Kristen sebagai pembimbing dalam membentuk karakter siswa dengan menggunakan metode studi literatur. Dalam membentuk karakter siswa, guru menerapkan berbagai strategi di dalam kelas seperti menciptakan lingkungan belajar yang positif, mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam pelajaran, dan menumbuhkan refleksi dan kesadaran diri di antara siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru Kristen memiliki tanggung jawab untuk membimbing perkembangan karakter Kristen siswa. Untuk meningkatkan peran ini, saran untuk para guru adalah untuk menyediakan metode pembelajaran yang mendorong pengembangan karakter dan membangun kemitraan dengan keluarga dan gereja untuk secara kolektif membimbing para siswa. 
THE INFLUENCE OF TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP AND WORKPLACE SPIRITUALITY ON TEACHER PERFORMANCE WITH WORK MOTIVATION AS A MEDIATOR AT XYZ ELEMENTARY SCHOOL IN KUPANG CITY [PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN SPIRITUALITAS KERJA TERHADAP KINERJA GURU DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI MEDIATOR DI SEKOLAH DASAR DI KOTA KUPANG] Pian, Rutsri Marlinda; Tung, Khoe Yao
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.8627

Abstract

This research is a quantitative study aimed at examining the influence of transformational leadership and workplace spirituality on teacher performance with work motivation as a mediator at XYZ Elementary School in Kupang City. This study involved 35 teachers working at the school, with data collected through an online questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using the statistical method Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM), including path analysis and mediation effect testing. The results of the study indicate that 1) there is no positive and significant influence of transformational leadership on teacher performance, 2) there is no positive and significant influence of transformational leadership on work motivation, 3) there is a positive and significant influence of workplace spirituality on teacher performance, 4) there is a positive and significant influence of workplace spirituality on work motivation, 5) there is a positive and significant influence of work motivation on teacher performance, 6) there is no positive and significant influence of transformational leadership on teacher performance mediated by work motivation, and 7) there is no positive and significant influence of workplace spirituality on teacher performance mediated by work motivation. Abstrak bahasa Indonesia Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan mengkaji pengaruh kepemimpinan transformasional dan workplace spirituality terhadap kinerja guru dengan motivasi kerja sebagai mediator di SD XYZ Kota Kupang. Penelitian ini melibatkan 35 guru yang bekerja di sekolah tersebut, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan secara online dan telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM), yaitu analisis jalur dan uji efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru, 2) tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan transformasional terhadap motivasi kerja, 3) terdapat pengaruh positif dan signifikan workplace spirituality terhadap kinerja guru, 4) terdapat pengaruh positif dan signifikan workplace spirituality terhadap motivasi kerja, 5) terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja guru, 6) tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru yang dimediasi oleh motivasi kerja, dan 7) tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan workplace spirituality terhadap kinerja guru yang dimediasi oleh motivasi kerja.  
INVESTIGATING LOW ATTENTION SPAN IN KINDERGARTEN 3: A CASE STUDY AT SCHOOL XYZ [PENYELIDIKAN RENDAHNYA RENTANG PERHATIAN DI TAMAN KANAK-KANAK 3: SEBUAH STUDI KASUS DI SEKOLAH XYZ] Manalu, Tania Theresia; Winardi, Yonathan
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.8684

Abstract

The attention span of early childhood children is a critical factor in forming their developmental foundation, encompassing physical, cognitive, social, and emotional growth. Informal interviews with classroom teachers reveal that students struggle to maintain attention during instruction, often displaying behaviors such as restlessness and lack of focus immediately after the lesson begins. This thesis aims to investigate the impact of internal and external factors on the attention span among Kindergarten 3 students at Sekolah XYZ, focusing on regular classroom settings and specialized classes (music and art). This research employs a case study method by combining observations, interviews, and documentation to provide a comprehensive understanding of the issue. The findings of this research include a limited direct exploration within the classroom and the type of curriculum currently used, which are reasons for the low attention span of Kindergarten 3 students. This study highlights the novelty of tactile learning approaches to enhance attention span. To expand these findings, future research is expected to consider comparative studies across Yayasan XYZ network, investigating the impact of direct exploration and different educational approaches on the attention and learning outcomes of students in specialist classes. Abstrak bahasa Indonesia Rentang perhatian anak usia dini adalah faktor kritis dalam pembentukan dasar perkembangan mereka, mencakup pertumbuhan fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Wawancara informal dengan guru-guru kelas mengungkapkan bahwa murid kesulitan untuk mempertahankan perhatian selama instruksi, sering menunjukkan perilaku seperti gelisah dan ketidakfokusan segera setelah pembelajaran dimulai. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak dari faktor internal dan eksternal terhadap rentang perhatian di kalangan murid Kindergaten 3 di Sekolah XYZ, berfokus pada setting kelas reguler dan khusus (musik dan seni). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggabungkan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang isu tersebut. Hasil dari penelitian ini ialah eksplorasi langsung yang terbatas dalam kelas, juga jenis kurikulum yang digunakan saat ini yang menjadi alasan rendahnya rentang perhatian siswa TK 3. Penelitian ini menyoroti kebaruan dari pendekatan pembelajaran taktil untuk meningkatkan rentang perhatian. Untuk memperluas temuan ini, penelitian masa depan diharapkan mempertimbangkan studi perbandingan di seluruh jaringan Yayasan XYZ, menyelidiki dampak eksplorasi langsung dan pendekatan pendidikan yang berbeda terhadap perhatian dan hasil belajar murid di kelas-kelas khusus. 
INDONESIAN UNIVERSITY STUDENTS' PERCEPTIONS OF CHATGPT FOR ENGLISH ESSAY WRITING [PERSEPSI MAHASISWA INDONESIA TERHADAP CHATGPT DALAM PENULISAN ESAI BAHASA INGGRIS] Silalahi, Rentauli Mariah
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.8896

Abstract

ChatGPT, an AI tool launched in November 2022, has gained popularity among EFL students for assisting in English essay writing. Despite its popularity, little is known about Indonesian students' perceptions of ChatGPT's usefulness, ease of use, and limitations in essay writing. To address this gap, a survey with closed and open-ended questions was conducted on 76 first-year undergraduate students from IT programmes at a private university in Indonesia. Quantitative data was analysed using descriptive statistics, and open-ended responses were analysed using thematic analysis. The theoretical framework of the Technological Acceptance Model (TAM) underpinned the analysis. The findings reveal that students found ChatGPT easy to use because it did not demand specific skills and promptly understood and responded to their prompts. ChatGPT was deemed helpful for various reasons, with its ability to provide relevant materials, check vocabulary and sentence structures, generate ideas, and translate Indonesian sentences into English being the top five reasons. However, students also highlighted three main limitations: ChatGPT's tendency to provide irrelevant or unclear answers and its difficulty understanding complex instructions. This study indicates that while students use ChatGPT for English essay assistance, they remain aware that its answers may not always be appropriate. Abstrak bahasa Indonesia  ChatGPT, sebuah alat kecerdasan buatan yang diluncurkan di bulan November 2022, telah mendapatkan popularitas di kalangan mahasiswa yang belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing dalam membantu penulisan esai Bahasa Inggris. Meskipun sudah populer, persepsi mahasiswa Indonesia terhadap kegunaan ChatGPT masih belum banyak diketahui, seperti tentang kemudahan penggunaan ChatGPT dan keterbatasan ChatGPT dalam penulisan esai bahasa Inggris. Untuk menjawab kekurangan informasi ini, survei dengan pertanyaan tertutup dan terbuka dilakukan pada 76 mahasiswa tahun pertama dari program IT di sebuah universitas swasta di Indonesia. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dan jawaban terbuka dianalisis menggunakan analisis tematik. Kerangka teori Model Penerimaan Teknologi (TAM) mendasari analisis ini. Hasil temuan menunjukkan bahwa mahasiswa menganggap ChatGPT mudah digunakan karena tidak membutuhkan keterampilan khusus dan mampu dengan cepat memahami serta merespons permintaan mereka. ChatGPT dianggap berguna untuk setidaknya lima alasan utama: kemampuan ChatGPT untuk menyediakan materi yang relevan, memeriksa kosa kata dan struktur kalimat, menghasilkan ide, serta menerjemahkan kalimat Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris. Meski demikian, mahasiswa juga menggarisbawahi tiga keterbatasan utama dari penggunaan ChatGPT: kecenderungan ChatGPT untuk memberikan jawaban yang tidak relevan atau tidak jelas, dan kesulitan ChatGPT memahami instruksi yang kompleks. Studi ini menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa memanfaatkan ChatGPT untuk membantu penulisan esai Bahasa Inggris, mereka tetap menyadari bahwa hasil yang diberikan mungkin tidak selalu tepat.
PENGEMBANGAN MODUL PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA FASE F UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BUDAYA MEMBATIK PADA PESERTA DIDIK [DEVELOPMENT OF A MODULE FOR PHASE F OF THE PANCASILA STUDENT PROFILE STRENGTHENING PROJECT (P5) TO ENHANCE STUDENTS’ UNDERSTANDING OF BATIK CULTURE] Pratomo, Laurensia Claudia; Isnawati, Dian; Purtri Komalasari, Febyana
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.8931

Abstract

This study aims to develop and evaluate the Project to Strengthen Pancasila Student Profile (P5) module with a local wisdom theme. The P5 activities in this module are designed to enhance students' understanding of batik culture. The Research and Development (R&D) approach using the ADDIE development model was applied in this study. However, the research was limited to the third phase of ADDIE, which is the development phase. Therefore, the ADDIE model in this research consists of the analysis phase, the design phase, and the development phase. The P5 module utilizes the dimensions of collaboration, creativity, and global diversity as indicators of the achievement of the Pancasila Student Profile. The developed module underwent validity testing by expert media validators and expert material validators. The assessment results indicate that the P5 module with the local wisdom theme is highly suitable for use in P5 activities.  Abstrak bahasa Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kearifan lokal. Kegiatan P5 pada modul ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik tentang budaya batik. Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dibatasi pada tahap ketiga ADDIE yaitu pengembangan, sehingga model pengembangan ADDIE dalam penelitian terdiri atas tahap analisis, tahap perancangan, dan tahap pengembangan. Modul P5 ini menggunakan dimensi gotong royong, kreatif, dan berkebhinekaan global sebagai indikator pencapaian Profil Pelajar Pancasila. Modul yang dikembangkan telah melalui uji validitas oleh validator ahli media dan validator ahli materi. Hasil penilaian yang dilakukan menunjukkan bahwa modul P5 dengan tema kearifan lokal sangat layak untuk digunakan dalam kegiatan P5. 
TANTANGAN PENDIDIKAN KRISTEN MENGHADAPI PENGARUH SEKULARISME [THE CHALLENGE OF CHRISTIAN EDUCATION FACING THE INFLUENCE OF SECULARISM IN SCHOOLS] Tarigan, Musa Sinar
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.8943

Abstract

Secularism has been influencing the way of thinking and acting in all areas of human life, including religion and education. Secularism’s aims to enable different human beings to do their functions as members of community, free from conflicts caused by religious (Christian) values. This goal can be achieved by removing religious beliefs from the public sphere to the private sphere or denying faith involvement in social life. Secularism rejects the absoluteness of God and so this view is contrary with God's revelation in the Bible. This secularism has impacts on Christian education, such as, the God’s Truth is not foundation of Christian education, students are not educated to know God, education prepares students to work according to the purpose of secularism. The purpose of this article is to explain that the principles of Christian faith based on the Bible relevant in the lives of Christians and the foundation of education to overcome the influence of secularism. This article uses descriptive qualitative approach by analysing the influence of secularism in education through various relevant literature sources. This data is analysed based on biblical principles to find how the role of Christian faith in the Bible faces the influence of secularism in education. The writing of this article explains that the principles of Christian faith relevant as the foundation of Christian education to lead students to know God and grow more like Christ, that God has authority over His creation, so that human life depends on God.  Abstrak bahasa Indonesia  Sekularisme telah mempengaruhi sistem berpikir dan bertindak seluruh bidang kehidupan manusia, termasuk bidang agama maupun pendidikan. Pemikiran sekularisme bertujuan agar manusia yang berbeda-beda dapat menjalankan fungsinya sebagai anggota masyarakat, bebas dari konflik yang disebabkan oleh nilai agama (kristen). Tujuan tersebut dapat dicapai dengan menyingkirkan keyakinan agama dari wilayah publik kepada wilayah pribadi, atau menolak keterlibatan iman dalam kehidupan bermasyarakat. Sekularisme menolak kemutlakan Allah sehingga pandangan ini bertentangan dengan wahyu Allah dalam Alkitab. Seklarisme ini memberikan dampak dalam pendidikan Kristen, yaitu, Alkitab tidak menjadi dasar dalam pendidikan Kristen, para siswa tidak dididik, dituntun untuk mengenal dan bertumbuh mengenal Allah, pendidikan mempersiapkan para siswa untuk bekerja sesuai tujuan jaman sekularisme. Tujuan penulisan artikel ini untuk menjelaskan bahwa prinsip iman Kristen berdasarkan Alkitab tetap relevan dalam hidup orang Kristen dan dasar pendidikan untuk mengatasi pengaruh sekularisme ini.  Penulisan artikel menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis pengaaruh sekularisme dalam pendidikan melalui dari berbagai sumber literatur yang relevan. Data tersebut kemudian dianalisis berdasasarkan prinsip Alkitab untuk menemukan bagaimana peran iman Kristen dalam Alkitab menghadapi pengaruh sekularisme pendidikan. Penulisan artikel ini menunjukkan bahwa prinsip iman Kristen tetap relevan menjadi dasar dalam pendidikan Kristen untuk menuntun siswa mengenal Allah dan bertumbuh semakin serupa Kristus, Allah memiliki otoritas atas ciptaan-Nya, hidup manusia bergantung kepada Allah.
VIEWING ENGLISH LEARNING THROUGH THE EYES OF SPECIAL NEEDS STUDENTS: A NARRATIVE INQUIRY ON VR IMPLEMENTATION WITH MILLEALAB [MELIHAT PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI PERSPEKTIF SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS: SEBUAH PENELITIAN NARATIF TENTANG IMPLEMENTASI VR DENGAN MILLEALAB] Ananda, Dheta; Wulandari, Sri; Kurniawan, Erwin Hari
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.9031

Abstract

This research is focused on the implementation of the MilleaLab VR platform for teaching English to a student with ADHD at SMP Plus Rahmat, Kediri, Indonesia. Traditional methodologies in teaching are often less engaging for students with ADHD, and alternative methods are increasingly needed. That is where Virtual Reality comes in. MilleaLab can offer an interactive learning environment that takes away stress, maintains focus, and increases interest in learning. After going through Narrative Inquiry, one could deduce that the participant was interested in learning because of the enrichment through Virtual Reality learning. The student was very keen to learn and was more relaxed when it came to learning English; this meant that Virtual Reality did have some advantage over its rivals. The student showed a more profound understanding of the stories told during the classes and seemed to remember them more; this would mean that VR can significantly improve memory and understanding. This points to the need to offer teaching techniques relevant to each individual for the students to continue their studies with success. These findings point out Virtual Reality as the preferred method of teaching, where the student mentioned the desire to continue working on MilleaLab. The results form an emerging understanding of the place of VR within inclusive education and point to some potentially productive directions for further research into the use of technology within diverse learning environments. Abstrak bahasa Indonesia Penelitian ini berfokus pada penerapan platform VR MilleaLab dalam pengajaran bahasa Inggris kepada seorang siswa dengan ADHD di SMP Plus Rahmat, Kediri, Indonesia. Metode pengajaran tradisional yang sering kurang menarik bagi siswa dengan ADHD membutuhkan alternatif yang lebih inovatif, dan di sinilah Virtual Reality (VR) berperan. MilleaLab menyediakan lingkungan pembelajaran interaktif yang dapat mengurangi stres, menjaga fokus, dan meningkatkan minat belajar. Melalui pendekatan *Narrative Inquiry*, ditemukan bahwa siswa menunjukkan antusiasme lebih tinggi, merasa lebih rileks, dan memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi pelajaran, terutama dalam mengingat cerita yang disampaikan selama pembelajaran. Hal ini mengindikasikan bahwa VR dapat secara signifikan meningkatkan daya ingat dan pemahaman, sekaligus menunjukkan keunggulan dibandingkan metode pembelajaran lainnya. Siswa juga menyatakan keinginan untuk terus belajar menggunakan MilleaLab, yang menguatkan potensi VR sebagai metode pengajaran yang relevan untuk kebutuhan individu, khususnya dalam pendidikan inklusif. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih luas tentang peran VR dalam mendukung keberhasilan belajar siswa dengan kebutuhan khusus dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai teknologi dalam lingkungan pembelajaran yang beragam. 
ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS PADA ARTIKEL JURNAL ILMIAH MAHASISWA [ANALYSIS OF SYNTAX ERRORS IN STUDENT SCIENTIFIC JOURNAL ARTICLES] Nababan, Ernie Bertha; Rianto; Kusuma, Dewi; Rizkina, Tiara; Sastromihardjo, Andoyo
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.9127

Abstract

This study aims to analyze syntactic errors in students' scientific articles, especially in the application of the principles of effective sentences. This study uses a qualitative descriptive approach with primary data in the form of 18 scientific articles in non-synta journals written by undergraduate or S-1 Indonesian Language and Literature study program students from 12 different universities as author affiliations. Data collection was carried out through documentation techniques, and analysis was carried out using a content analysis approach for three months, namely October to December 2024. The results of the study showed that the most common syntactic errors occurred in the aspects of unity of ideas, coherence, and emphasis. These errors include illogical combinations of ideas, lack of integration between sentences, and inability to emphasize the main idea. In addition, errors were also found in variations in sentence structure, parallelism, and logical reasoning. These findings reflect students' weak understanding of the basic principles of syntax and effective sentences. This study concludes that intensive training and guidance in academic writing are needed to improve the quality of students' scientific articles. These findings are expected to contribute to the development of scientific writing learning strategies in higher education.  Abstrak bahasa Indonesia  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan sintaksis dalam artikel ilmiah mahasiswa, khususnya dalam penerapan prinsip kalimat efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data utama berupa 18 artikel ilmiah pada jurnal non sinta yang ditulis mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia jenjang sarjana atau S-1, dari 12 perguruan tinggi yang berbeda sebagai afiliasi penulis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, dan analisis dilakukan dengan pendekatan analisis isi selama tiga bulan, yaitu bulan Oktober sampai dengan Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan sintaksis paling umum terjadi pada aspek kesatuan gagasan, koherensi, dan penekanan. Kesalahan ini meliputi penggabungan ide yang tidak logis, kurangnya keterpaduan antar-kalimat, serta ketidakmampuan menekankan gagasan utama. Selain itu, ditemukan pula kesalahan dalam variasi struktur kalimat, paralelisme, dan penalaran logika. Temuan ini mencerminkan lemahnya pemahaman mahasiswa terhadap prinsip-prinsip dasar sintaksis dan kalimat efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan intensif dan bimbingan menulis akademik diperlukan untuk meningkatkan kualitas artikel ilmiah mahasiswa. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran menulis ilmiah di perguruan tinggi.
THE ROLE OF ENGLISH IN CAREER READINESS FOR FUTURE TEACHERS [PERAN BAHASA INGGRIS DALAM KESIAPAN KARIR GURU MASA DEPAN] Rompis, Joanne Hyatt May; Sumbung, Calvin; Indriani, M.Pd., Siane
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.9185

Abstract

As the world becomes more connected, being proficient in English is crucial for teachers' career readiness and professional growth. For future teachers, having strong English skills can open numerous opportunities. This study explores the role of English language proficiency in preparing future teachers for their careers. The researchers used a mix of qualitative and quantitative methods, including interviews with students who are preparing themselves to become teachers. The findings highlight that English is the global language of communication and learning. Teachers who are fluent in English can better access educational resources, collaborate with colleagues worldwide, and foster intercultural understanding in their classrooms. Mastering the four basics of English skills, reading, writing, listening, and speaking is the key to equipping future teachers with the competencies they need to succeed. By improving their English skills, future educators can thrive in an increasingly globalized world. Abstrak bahasa Indonesia  Seiring dengan semakin terhubungnya dunia, menguasai bahasa Inggris sangat penting bagi kesiapan karier dan pertumbuhan profesional guru. Bagi calon guru, memiliki keterampilan bahasa Inggris yang baik dapat membuka banyak peluang. Studi ini mengeksplorasi peran kemahiran bahasa Inggris dalam mempersiapkan calon guru untuk karier mereka. Para peneliti menggunakan campuran metode kualitatif dan kuantitatif, termasuk wawancara dengan siswa yang belajar untuk menjadi guru. Temuan tersebut menyoroti bahwa bahasa Inggris adalah bahasa komunikasi dan pembelajaran global. Guru yang fasih berbahasa Inggris dapat mengakses sumber daya pendidikan dengan lebih baik, berkolaborasi dengan rekan kerja di seluruh dunia, dan menumbuhkan pemahaman antarbudaya di kelas mereka. Menguasai empat keterampilan dasar bahasa Inggris - membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara adalah kunci untuk membekali calon guru dengan kompetensi yang mereka butuhkan untuk berhasil. Dengan meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka, calon pendidik dapat berkembang pesat di dunia yang semakin mengglobal.