cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Published by Universitas Medan Area
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Komunikasi Organisasi dalam Proses Pengambilan Keputusan di UPT-PTPH Provinsi Sumatera Utara Budiman Purba; Aswand Hasoloan; Amru Yasir
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i1.4444

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui bagaimana komunikasi   organisasi dalam proses pembuatan keputusan (decision making process) di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan   Tanaman Pangan dan Holtikura   (UPT-PTPH) Provinsi  Sumatera  Utara.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa .Komunikasi membantu proses penyampaian informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan. Proses pengambilan keputusan adalah proses pemilihan alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang secara sistematis dipilih sebagai cara untuk menyelesaikan masalah. Penggalian data   dan fakta melalui komunikasi internal dan eksternal   adalah   proses penting untuk menghasilkan keputusan yang dibutuhkan organisasi. Kesimpulan penelitian bahwa pengambil keputusan seyogyanya memiliki informasi lengkap mengenai persoalan yang dihadapi, memiliki alternatif solusi yang jelas, dan hasil yang akan dicapai melalui solusi tersebut dapat diperkirakan. Sebagai sebuah sistem, komunikasi organisasi melibatkan para pimpinan atau atasan dan para karyawan yang saling berinteraksi dan mengadakan komunikasi yang berjenjang yaitu komunikasi dari atasan ke bawah dan komunikasi dari bawahan ke atas atau komunikasi antar bawahan. Komunikasi antara pimpinan dan karyawan berlangsung dengan baik sehingga tercipta hubungan kerja yang harmonis. 
Komunikasi Verbal dan Non Verbal dalam Pembentukan Konsep Diri Anak Panti Asuhan Bunda Serayu Wilibrordus Megandika Wicaksono; Wiwik Novianti
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i1.4656

Abstract

Aneka komunikasi verbal dan non verbal terjalin dalam interaksi antar anggota panti. Tangisan, tawa, jeritan, kemarahan yang meluap lewat ungkapan membanting benda-benda sekitar, dan sejumlah ekspresi khas anak-anak menjadi komunikasi non verbal yang mewarnai interaksi mereka. Penulis bertujuan menganalisis bagaimana komunikasi verbal dan non verbal anggota panti ini dalam membentuk konsep diri. Penelitian secara deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam, serta mengkaji rangkuman kisah dalam buku “Di Tepi Serayu Aku Merindu” ini bertujuan memberikan gambaran seperti apa proses komunikasi verbal dan non verbal berkontribusi pada konsep diri serta cita-cita anak panti. Hasil yang diperoleh bahwa konsep diri dan gambaran cita-cita anak di panti ini dipengaruhi bagaimana mereka berkomunikasi, dengan siapa, dan dalam keadaan seperti apa. Interaksi dari pengasuhan dan kebersamaan di bawah satu atap yang sama bagi anak-anak yang berasal dari berbagai latar belakang asal dan budaya di Panti Asuhan Bunda Serayu Banyumas melahirkan makna kasih sayang sebuah keluarga. Kesimpulan yang diperoleh bahwa bahasa verbal, pikiran, perasaan, dan maksud anak-anak di Panti Asuhan Bunda Serayu Banyumas ini dinyatakan serta disempurnakan lewat komunikasi non verbal.
Tradisi Manjapuik Marapulai Suku Minangkabau di Kota Medan (Kajian dalam Perspektif Komunikasi Islam) Kartini; Mailin; Ahmad Thamrin Sikumbang
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbolika.v8i1.5154

Abstract

Tradisi Manjapuik Marapulai tidak terlepas dari peristiwa komunikasi dimana proses komunikasi yang terjadi dilakukan oleh juru bicara dari masing-masing perwakilan baik dari keluarga anak daro atau mempelai wanita maupun marapulai atau pihak lelaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Manjapuik Marapulai pada etnik Minangkabau di Kota Medan dan menurut kajian perspektif komunikasi Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah para ketua adat Surau Tujuh Koto, IKBS Sumatera Utara, Minang Sati, Persatuan Keluarga Ulakan Tapakis Kataping Sumatera Utara (PKUTK), Ikatan Keluarga Tanjung dan Sikumbang. Hasil penelitian ini adalah pertama, persiapan Manjapuik Marapulai dengan tokoh adat ninik mamak di kediaman wanita dengan mempersiapkan dan menyajikan makanan tradisional, minuman, pakaian, emas dan uang sebagai nilai kasih sayang. Kedua, proses Manjapuik Marapulai di kediaman calon pengantin pria melalui proses penyambutan dengan membuka kata dari pihak anak daro dengan pihak marapulai. Prinsip komunikasi Islam sudah sesuai dengan konsep Qaulan Karima, Sadida, Ma’rufa, Sadida, Layina dan Baligho serta penerapan nilai komunikasi Islam dalam Manjapuik Marapulai pada etnik Minangkabau di Kota Medan yaitu bentuk komunikasi secara estetika dan budaya serta, partisipan yaitu untuk menguatkan makna rasa persaudaraan yang tinggi sesuai dengan prinsip Islam yaitu saling tolong menolong.
Pemahaman Proses Sekuel V-A-K Melalui Komunikasi Intrapersonal dalam Meningkatkan Kemampuan Diri Dayana Dayana; Emilia Ramadhani; Safrin Safrin
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbolika.v8i1.6881

Abstract

Gaya belajar individu tidak dapat kita tentukan dari salah satu tipe yang dominan yaitu visual, auditori dan kinestetik (V-A-K) seperti pemahaman pada umumnya. Ada proses yang terjadi dalam diri individu dalam menerima informasi baik itu secara eksternal maupun internal. Informasi yang kita ketahui selama ini sering mengkategorikan apakah seseorang termasuk tipe visual, auditori atau kinestetik. Hal ini sebenarnya hanya sebagai pemicu awal sesorang untuk bereaksi terhadap sebuah informasi. Reaksi berikutnya (proses sekuel) yang tidak lagi diamati oleh para ahli sehingga sering mengkategorikan seseorang dominan pada salah satu tipe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses sekuel V-A-K pada Komunikasi Intrapersonal yang terjadi dalam diri Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dalam memahami situasi yang dapat memotivasi diri untuk belajar. Informan pada penelitian ini terdiri dari mahasiswa USU yang berjumlah 108 orang yang bersedia untuk mengungkap proses sekuel V-A-K yang terjadi dalam dirinya melalui metode pendampingan. Hasil penelitian menemukan bahwa semakin mampu sesorang berkomunikasi dengan dirinya, terutama yang berkaitan dengan pengalaman-pengalaman masa lalu saat termotivasi untuk menguasai suatu pembelajaran atau keahlian tertentu dan kemudian mampu mengingat dan merasakan prosesnya maka semakin mudah ia untuk menguasai suatu ilmu atau keahlian baru.
Konsep Diri Penyintas Covid 19 di Pekan Baru Tantri Puspita Yazid; Welly Wirman; Karim Suryadi; Tutut Ismi Wahidar
JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL SIMBOLIKA Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbolika.v8i2.5907

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat dan mengetahui bagaimana konsep diri seorang penyintas COVID-19 yang mana belum banyak diteliti oleh peneliti lain terutama di Pekanbaru. Lokasi penelitian dilakukan di Pekanbaru dengan alasan karena kota Pekanbaru sebagai salah satu wilayah Provinsi Riau dengan jumlah kasus terbesar yakni sebanyak 15.359 kasus selama bulan Maret 2020 – Maret 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi yakni menjelaskan fenomena perilaku manusia yang dialami dalam kesadaran, dalam kognitif dan dalam tindakan-tindakan perseptual. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara sebagai instrumen utama penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pengalaman komunikasi para penyintas COVID 19 di Kota Pekanbaru dipengaruhi oleh tahun mereka dinyatakan positif COVID 19. Penyintas yang dinyatakan positif COVID 19 pada tahun 2020 mendapatkan pengalaman komunikasi cenderung kurang menyenangkan dibandingkan dengan penyintas yang dinyatakan positif pada tahun 2021. Konsep diri para penyintas COVID 19 di Kota Pekanbaru juga dipengaruhi oleh masa dinyatakan sebagai positif COVID itu sendiri. penyintas yang dinyatakan postif pada tahun 2020 memiliki konsep diri cenderung lebih negatif dibandingkan dengan para penyintas di tahun 2021. Selain itu komponen jenis kelamin, umur, strategi pengobatan, dan status dalam keluarga juga mempengaruhi konsep diri para penyintas COVID 19 di Kota Pekanbaru.
Model Komunikasi Satuan Polisi Pamong Praja Pada Program Operasi Kasih Sayang Penertiban Pelajar di Serdang Bedagai Yenira Vegi Indrawati
JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL SIMBOLIKA Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbolika.v8i2.6230

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui proses komunikasi, faktor pendukung dan penghambat serta menganalisis model komunikasi pada program Operasi Kasih Sayang Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Serdang Bedagai. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologo, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelaksanaan program Operasi Kasih Sayang Satpol PP Kabupaten Serdang Bedagai selalu mengutamakan pendekatan komunikasi antarpribadi secara persuasif sedangkan tindakan koersif menjadi penyelesaian akhir melalui sanksi untuk mencegah kembali terjadinya penyimpangan perilaku pelajar dalam membolos sekolah. Konstruksi pesan yang dilakukan Satpol PP sangat bergantung dari terbentuknya interaksi dan intensitas komunikasi dalam melakukan pendekatan terhadap para pelajar yang ditertibkan dalam Operasi Kasih Sayang, serta disesuaikan dari latar belakang, pendidikan, sikap keterbukaan dan perasaan dari para pelajar. simpulan model komunikasi pada program Operasi Kasih Sayang menggambarkan pelaksanaan aktivitas komunikasi antarpribadi dengan melibatkan berbagai pihak yang menjadi mitra Satpol PP Kabupaten Serdang Bedagai dengan memberikan ruang interaksi dan komunikasi secara dinamis, simultan dan berulang-ulang dengan tujuan mengubah sikap pelajar ke arah yang lebih positif.
Fear of Missing Out dan Kasus Seks Bebas Pada Remaja di Wilayah Hukum Polres Batubara Sri Muchlis; Mailin; Azhar; Teuku Faisal; Ahmad Fauzi Batubara
JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL SIMBOLIKA Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbolika.v8i2.6311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Fear of Missing Out (FoMo) terhadap perilaku seks bebas pada remaja di wilayah hukum Polres Batubara. FoMo adalah ketakutan dari seseorang untuk ketinggalan informasi apapun di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara, serta kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan akan menciptakan FoMo. Dampak FoMo bukan hanya diartikan sebagai menatap layar ponsel dalam waktu yang lama. Lebih dari itu, FoMo atau kecanduan dalam bermedia sosial membuat kita lupa akan batasan-batasan yang harus dijaga, sehingga terpengaruh hal negatif. Salah satunya menjadi pemicu perilaku seks bebas pada remaja. Menurut data Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Batubara, Pada tahun 2019 silam, terjadi 93 kasus, di tahun 2020 terjadi 126 kasus, dan sejak awal Januari hingga Juni 2021 telah  terjadi  62 kasus. Penyebab seluruh kasus yang mereka tangani tidak lain adalah FoMo
Strategi Komunikasi Taruna Siaga Bencana Dalam Mensosialisasikan Urgensi Mitigasi Bencana di Kota Medan Rachma Sari Tanjung; Ahmad Tamrin Sikumbang; Winda Kustiawan
JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL SIMBOLIKA Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbolika.v8i2.7163

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui strategi komunikasi Tagana, efektivitasnya, dan kendala yang dihadapi dalam penanggulangan bencana di Kota Medan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan pengolahan dan analisis data diawali dengan reduksi data yang terkumpul dilapangan, kemudian menyajikan data dan menarik kesimpulan. Informan dalam penelitian ini yaitu Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Sekretaris Dinas Sosial Kota Medan, Koordinator Jabatan Fungsional Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Koordinator Jabatan Fungsional Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial,  dan Koordinator Tagana Kota Medan, Strategi komunikasi Tagana Pertama, serta perencanaan yang dilakukan meliputi persiapan, penilaian kerentanan bencana, membangun komunikasi dengan instansi terkait, dan menyiapkan bantuan yang mampu dalam hal penanggulangan bencana. Temuan penelitian meliputi strategi komunikasi. melakukan geladi bersih, simulasi bencana, dan pelatihan. Kedua, efisiensi strategi komunikasi Tagana yang mendorong masyarakat untuk selalu siap menghadapi bencana dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penanaman pohon dan kebersihan lingkungan. Selain itu, Tagana telah mengajarkan masyarakat setempat untuk mengadakan diskusi kota siaga bencana di setiap sub-wilayah, mengajar siswa melalui program Tagana go to school, siap untuk merencanakan kerjasama dalam pemerintahan dan para stakeholder. Ketiga, mereka menghadapi perbedaan teknis, semantik, manusia dan individu sebagai hambatan komunikasi
Peranan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Pada Kegiatan Kuliah Kerja Nyata: Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Di Desa Air Hitam Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat Julianto Hutasuhut Hutasuhut; Abd.Rasyid Syamsuri; Adrial Falahi; Muhammad Hilman Fikri
JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL SIMBOLIKA Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbolika.v8i2.8970

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji fungsi keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Air Hitam agar dapat lebih memahami bagaimana mahasiswa terlibat dengan stakeholders yang dituju. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian adalah peserta Kuliah Kerja Nyata, tokoh desa dan penanggung jawab pelaksanaan KKN. Hasil penelitian,  kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa sangat membantu mereka dalam mencapai tujuan program Kuliah Kerja Nyata. Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan lebih baik dan efektif, keterampilan komunikasi interpersonal dari perspektif resiliensi masih perlu dikembangkan. Hasil ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi harus lebih menekankan pada pengembangan kemampuan komunikasi interpersonal siswa dari perspektif ketangguhan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas hasil belajar melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan meningkat dengan kemampuan komunikasi interpersonal yang lebih kuat. Agar temuan penelitian ini lebih bermanfaat bagi kemajuan pendidikan, sebaiknya penelitian selanjutnya dapat mengembangkannya dengan memperkenalkan variabel-variabel baru.
Manajemen Produksi Program “Jejak Anak Negeri” Trans 7 Dalam Mempertahankan Eksistensi Program Di Masa Pandemi Syaiful Rohim AIM; Dini Wahdiyati; M. Rizki Fauzan
JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbolika.v9i1.8778

Abstract

Manajemen produksi program siaran merupakan proses yang dilakukan suatu lembaga penyiaran untuk mendapatkan hasil yang diinginkan secara efisien. Efiseiensi sulit diperoleh manakala ada kendala non teknis yang datangnya berasal dari ekseternal seperti halnya pandemi covid-19. Salah satu program siaran televisi yang secara signifikan terkena dampak dari pandemi covid-19 adalah program siaran “Jejak Anak Negeri” Trans7. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini, mengkaji dan menganalisi bagaimana strategi manajemen produksi program “Jejak Anak Negeri” di Trans7 dalam mempertahankan produktivitas dan eksistensi program di masa pandemi. Hasil penelitian menggambarkan strategi yang dipakai dalam pengemasan produksi program “Jejak Anak Negeri” adalah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditentukan, kemudian dalam pengemasan produksi lebih kepada menebalkan isi siaran kuliner sebagai upaya untuk menstabilkan rating dan share program dan juga masih relevan dan sesuai dengan target segmentasi audien program