cover
Contact Name
Kurniawati
Contact Email
kurniawati204@gmail.com
Phone
+628179143181
Journal Mail Official
jps@unj.ac.id
Editorial Address
Jl Rawamangun Muka Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Gedung K Lantai 2 Fakultas Ilmu Sosial
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 2301461X     EISSN : 25809180     DOI : https://doi.org/10.21009/JPS
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Sejarah Berdirinya Kesultanan Serdang 1723-1946 Ricu Sidiq; Najuah N; Ika Purnama Sari; Friska Olivia
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 2 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.112.05

Abstract

The purpose of this research is to provide an understanding to the public that previously in the Serdang Bedagai region there was once a Sultanate that was known to the Malay peninsula, namely the Serdang Sultanate and to add written sources to show the existence of the Serdang Sultanate. The method used in this research is historical method through heuristic, criticism, interpretation, and historiography steps. The results of this study are that the establishment of the Serdang Sultanate originated from a dispute that occurred as a result of a struggle for the throne between the second and third sons of the Deli Sultanate which occurred around 1723, namely between Tuanku Pasutan and Tuanku Umar Johan Alamshah. Since its inception, the Serdang Sultanate continued to experience its glory and peak during the reign of Sultan Thaf Sinar Basarshah (1817-1850) which was marked by progress and bustling trade so that the Serdang region became prosperous. Then, the decline of the Sultanate of Serdang occurred during the reign of Sultan Basyaruddin Shariful Alamshah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat umum bahwa dulunya di wilayah Serdang Bedagai pernah berdiri sebuah kesultanan yang dikenal hingga ke Semenanjung tanah Melayu yaitu Kesultanan Serdang dan untuk menambah sumber tulisan guna menunjukkan eksistensi Kesultanan Serdang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah melalui langkah-langkah heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa berdirinya Kesultanan Serdang berawal dari perselisihan yang terjadi akibat perebutan tahta antara putra kedua dan ketiga kesultanan deli yang terjadi sekitar tahun 1723 M, yakni antara Tuanku Pasutan dengan Tuanku Umar Johan Alamshah. Sejak awal berdirinya Kesultanan Serdang terus mengalami kejayaan dan puncaknya pada masa pemerintahan Sultan Thaf Sinar Basrshah (1817-1850) yang ditandai dengan maju dan ramainya perdagangan sehingga wilayah Serdang menjadi makmur. Kemudian, kemunduran Kesultanan Serdang terjadi pada masa pemerintahan Sultan Basyaruddin Shariful Alam Syah. Pada saat pemerintahannya banyak terjadi konflik antara pejabat-pejabat daerah taklukkan dan akibat adanya hegemoni Belanda pada tahun 1862.
Peran Sunan Gunung Djati Dalam Islamisasi Masyarakat Kecamatan Mauk Kab. Tangerang Syarifah Aini; Eko Ribawati; Ana Nurhasanah
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 12 No 1 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.121.01

Abstract

This study aims to examine the role of Sunan Gunung Djati in Islamization in the archipelago, especially in Mauk District. Sunan Gunung Djati is a member of a da'wah organization in Java which is incorporated in the Walisongo organizational unit, so Sunan Gunung Djati is active and plays a very important role in spreading Islam in Java. His preaching focuses on the western part of Java or better known as Tataran Pasundan, especially in the spread of Islam in Banten. It has a unique fact, namely that his name is known in the stories of the people of Banten, especially the stories of the people of the Mauk District, Kab. Tangerang. There is a lot of emphasis and belief of the people in Mauk District regarding the process of spreading Islam carried out by Sunan Gunung Djati, which then this folklore grows and lives in the culture of the community and becomes an oral tradition from generation to generation. Even though his role is carried out by his confidant, a name that lives on in society is a great and central figure in the Islamic world, namely Sunan Gunung Djati, so this research focuses on the role of Sunan Gunung Djati in Islamization in Mauk District. In this study using historical research methods, and also in the study using a philological approach. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai Peran Sunan Gunung Djati dalam Islamisasi di Nusantara khususnya di Kecamatan Mauk. Sunan Gunung Djati merupakan anggota dari organisasi dakwah di Jawa yang tergabung dalam satuan organisasi Walisongo, dengan begitu Sunan Gunung Djati aktif dan amat berperan dalam penyebaran Islam di tanah Jawa. Dakwahnya berfokus pada wilayah Jawa bagian barat atau yang lebih dikenal dengan istilah Tataran Pasundan, khusunya dalam penyebaran Islam di Banten memiliki fakta yang unik yakni namanya terkenang dalam cerita masyarakat Banten, terkhusus cerita masyarakat Kecamatan Mauk Kab. Tangerang. Banyak spekulasi dan keyakinan masyarakat di Kecamatan Mauk mengenai proses penyebaran Islam yang dilakukan oleh Sunan Gunung Djati, yang kemudian cerita rakyat ini tumbuh dan hidup dalam kebudayaan masyarakat dan menjadi sebuah tradisi lisan dari generasi ke generasi. Meskipun peranannya dijalankan oleh orang kepercayaannya, namun sebuah nama yang hidup dalam masyarakat adalah sosok yang agung dan sentral dalam dunia Islam yakni Sunan Gunung Djati, dengan begitu penelitian ini memfokuskan pada Peran Sunan Gunung Djati dalam Islamisasi di Kecamatan Mauk. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Historis, dan juga dalam kajiannya menggunakan pendekatan filologi.
Historiografi Hisab Rukyah Tasnim Rahman Fitra; Rahmadi
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 12 No 1 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.121.02

Abstract

The development of Hisab-Rukyah is not widely disclosed academically because Falak Science does not currently have its place in society. The development of Hisab Rukyah, of course, must be re-expressed to show that this science has had a special place in the midst of Islamic history. The development of reckoning rukyah at the time of the Prophet Muhammad was still at the level of worship and was still simple. At the time of the Companions, the development of reckoning rukyah was also not much different, but during the Caliph `Umar Ibn Khattab the Islamic calendar system was successfully formulated. During the tabi`in period, the development of reckoning and rukyah reached the peak of its progress during the reign of the Abbasids, especially the caliphate of al-Ma'mun. This is marked by the emergence of important figures and their works which later influenced the development of reckoning rukyah after that even to this day. In the Middle Ages, reckoning rukyah had experienced a setback due to the chaos of the Islamic world at that time, works in the field of astronomy were destroyed in an attack by the Mongols, but after that reckoning rukyah was able to rise again until modern times we are experiencing now.
Tragedi 13 Mei 1969 dalam Berbagai Perspektif Muhammad Hasmi Yanuardi; Ahmad Musyalen Firdaus
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 12 No 1 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.121.04

Abstract

The purpose of this study is to describe the May 13, 1969 Tragedy according to various existing perspectives. The method used in writing this article uses stages that are usually standard in historical research, such as starting from selecting topics, gathering sources, verifying which contains historical criticism and the validity of sources, then proceeding to the interpretation stage and ending with writing. The results of this study are that the May 13, 1969 Tragedy was an event of racial riots between ethnic Malays and ethnic Chinese in Malaysia, especially in Kuala Lumpur, Selangor. The incident which was the result of the Opposition Party's victory march consisting of the Malaysian People's Movement Party (Parti Gerakan) and the Democratic Action Party (DAP) resulted in riots that paralyzed the country. In understanding this event, there are several perspectives such as originating from the Official Sources of the Malaysian Government, the existence of provocation by the Communist group, the Government's failure to prosper the Malay ethnicity and the dynamics of Sino-Malay social and economic interaction. From several existing perspectives, it cannot be decided that the cause of the May 13, 1969 Tragedy was only due to a single cause but could also be caused by various triggering factors. These factors can be in the form of socio-economic inequality, political rivalry and security threats from communist groups. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Tragedi 13 Mei 1969 menurut berbagai perspektif yang ada. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan tahapan-tahapan yang lazimnya menjadi standard dalam penelitian sejarah seperti diawali dari pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi yang di dalamnya memuat atas kritik sejarah dan keabsahan sumber, kemudian dilanjutkan pada tahap interpretasi dan diakhiri dengan penulisan. Hasil penelitian ini adalah Tragedi 13 Mei 1969 merupakan peristiwa kerusuhan rasial antara etnis Melayu dengan etnis Tionghoa di Malaysia, khususnya di Kuala Lumpur, Selangor. Peristiwa yang merupakan dampak pawai kemenangan Partai Oposisi yang terdiri dari Parti Gerakan Rakyat Malaysia (Parti Gerakan) dan Democratic Action Party (DAP) mengakibatkan kerusuhan hingga melumpuhkan negara. Di dalam memahami peristiwa ini, terdapat beberapa perspektif seperti berasal dari Sumber Resmi Pemerintah Malaysia, adanya provokasi kelompok Komunis, Kegagalan Pemerintah dalam mensejahterakan etnis Melayu dan dinamika interaksi sosial dan ekonomi Sino-Melayu. Dari beberapa perspektif yang ada, tidak dapat diputuskan bahwa penyebab Tragedi 13 Mei 1969 hanya karena sebab tunggal tetapi dapat disebabkan juga dari berbagai faktor yang memicu. Faktor tersebut dapat berupa ketimpangan sosial-ekonomi, rivalitas politik dan ancaman keamanan dari kelompok komunis.
Kota Bekasi: Suatu Analisis Pertumbuhan Ekonomi (2002-2012) Abrar Abrar; Sri Martini; M. Hasmi Yanuardi
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 12 No 1 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.121.03

Abstract

This research seeks to investigate Bekasi City's economic development from 2002 and 2012. The approach employed in this research is a descriptive analysis with an economic viewpoint. The main and secondary sources used were acquired, among other places, from the Bekasi City Government, the Bekasi City Statistics Center, the regional library in Bekasi City, and the national library. The heuristic and critical stages were utilized to gather the data needed for this investigation. The facts are then interpreted so that historical works can be presented. The results of the research show that Bekasi City's economy has evolved. Sectors like trade, industry, and agriculture all saw these changes. Because there is less and less land available for production, the development of the agricultural sector is showing signs of deterioration. 23,622 tons of paddy were produced in 2005. It decreased to 13862 tons in 2008. It decreased once again to 10,461 tons in 2012. The commercial sector is improving. Trade exports were worth $152513254 in 2005, while imports were worth $31698837. When compared to import value, which was $52493273, it then grew to $167814950 in 2008. It amounted to $983515065 in 2012, and the value of trade imports is $122847383. The City of Bekasi currently has a surplus because of the changes in the market. The largest surplus, $860,667,682, was recorded in 2012. Although the industry sector experienced a period of very constant growth from 2002 to 2010, with only an average of over two hundred industries, mostly in 2011–2012 did it frequently drop under two hundred industries. A surplus of value in trade is made possible by efficient transportation and population increase, especially in terms of labor Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi tahun 2002-2012. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan ekonomi yang dituangkan dalam bentuk deskriptif analisis. Sumber yang digunakan berupa sumber primer dan sekunder yang didapatkan antara lain dari perpustakaan daerah Kota Bekasi, Badan Pusat Statistik Kota Bekasi, Pemda Kota Bekasi, dan perpustakaan nasional. Fakta-fakta yang disajikan dalam penelitian ini diperoleh melalui tahapan heuristik dan kritik. Kemudian fakta itu diinterpretasi agar dapat disajikan menjadi tulisan sejarah. Temuan penelitian menunjukkan telah terjadi perubahan ekonomi di Kota Bekasi. Perubahan tersebut terjadi pada sektor seperti pertanian, perdagangan dan industri. Sektor pertanian perkembangannya memperlihatkan kemunduran karena makin sedikitnya lahan produksi. Produksi padi pada tahun 2005 sebanyak 23622 ton. Pada tahun 2008 turun menjadi 13862 ton. Sampai tahun 2012 turun lagi menjadi 10461 ton. Sektor perdagangan yang memperlihatkan kemajuan. Pada tahun 2005 nilai ekspor perdagangan $152513254, sedangkan nilai impor perdagangan $31698837. Kemudian pada tahun 2008 meningkat menjadi $167814950, sementara nilai impor $52493273. Pada tahun 2012 telah mencapai $983515065 dan nilai impor perdagangan $122847383. Perkembangan yang terjadi dalam perdagangan itu memberikan hasil surplus untuk Kota Bekasi. Surplus terbesar tercapai pada tahun 2012 yang mencapai $860.667.682. Sementara sektor industri relatif stabil dari tahun 2002-2010 dimana jumlah industri rata-rata di atas 200 industri. Hanya tahun 2011-2012 yang cenderung turun menjadi dibawah 200 industri. Tercapainya nilai surplus dalam perdagangan itu didukung oleh transportasi yang memadai dan pertumbuhan penduduk terutama angkatan kerja.
The Ulama Writing: Books by Six Betawi Scholars (1869-2006) humaidi
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 12 No 1 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.121.05

Abstract

Tulisan ini merupakan sebuah kajian sejarah atas tradisi menulis orang betawi yang seringkali dianggap tidak ada, karena kebudayaan orang betawi seringkali diidentikkan dengan kebudayaan bertutur. Kajian ini menekankan kepada aspek sejarah kebudayaan atau sejarah intelektual dengan fokus pembahasan kitab-kitab yang ditulis oleh enam ulama Betawi terkemuka, meliputi: Sayyid Usman bin Yahya, Guru Marzuki, Guru Manshur, KH. Abdullah Syafi’I, KH. Muhajirin Amsar dan KH. Syafi’i Hadzami. Pembatasan kajian dimulai pada 1869 yang ditandai penulisan kitab oleh Sayyid Usman bin Yahya dan diakhiri tahun 2003 lewat penerbitan kitab mizbahuz zullam karya KH. Muhajirin Amsar. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode sejarah, yang menghadirkan empat tahapan yakni: heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Sumber atau bahan penelitian didapatkan lewat pengkajian dokumen di Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia serta kajian atas kitab-kitab yang dihasilkan ulama-ulama tersebut. Kajian ini menghasilkan sebuah temuan bahwa kitab yang ditulis oleh ulama betawi kebanyakan adalah kitab fiqih atau hukum islam yang berdasarkan mazhab Syafi’i, yang bertujuan menjawab kebutuhan praktik ibadah. Kitab yang ditulis juga sangat beragam, dari kitab ringan hingga kitab syarah ulama-ulama terkemuka. Keberadaan kitab yang ditulis dengan bahasa arab, menunjukkan bahwa kemampuan intelektual orang betawi berada pada taraf internasional.
Sejarah dan Dinamika Masyarakat Tionghoa di Saparua Kissiya, Efilina; Urlialy, Gesia; Pattiasina, Johan; Kubangun, Nur Aida
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 2 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.102.04

Abstract

Abstract: This study aims to explore the history of the arrival of the Chinese community in Saparua and identify the dynamics of the Chinese community's life in terms of social, economic, political, cultural and governance aspects in Saparua. Thus, it is hoped that this research can enrich the historiography of the relatively few Saparua Chinese in Maluku. The research method used is the historical method which consists of four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography using theories and other relevant social science concepts. From this research, it is known that the Chinese community in Saparua has existed for a long time. This is evidenced by the existence of relics in the form of old Chinese graves, Chinese churches, and Chinese schools in Saparua. The social life of the Chinese community and the local community there still has a very good relationship. This can be seen by the use of the original clan in Saparua and the use of the Malay language of Saparua by the Chinese community. In addition, the Chinese people live their lives side by side with one another regardless of ethnicity and skin color. The Chinese community does not play an important role in politics or their government is more inclined to the economic field. This can be seen from their livelihood as a wholesaler of grocery, building materials and basic necessities. They do this economic activity every day so that the ethnic Chinese in Saparua are referred to by the local community as "Saparua Chinese". Thus the Chinese people in Saparua have considered themselves as Saparua people.Keywords: History, Dynamics, Chinese Society, SaparuaAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejarah kedatangan masyarakat Tionghoa di Saparua dan mengidentifikasi dinamika kehidupan masyarakat Tionghoa baik dari sisi sosial, ekonomi, politik, budaya dan pemerintahan di Saparua. Dengan demikian diharapkan penelitian ini dapat memperkaya historiografi tentang etnis Tionghoa Saparua di Maluku yang masih relatif sedikit.metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi dengan menggunakan teori dan konsep ilmu sosial lain yang relevan. Dari penelitian ini diketahui bahwa masyarakat Tionghoa yang ada di Saparua telah ada sejak lama. Hal ini dibuktikan dengan adanya peninggalan-peninggalan berupa kuburan tua cina, gereja cina, dan sekolah cina di saparua. Kehidupan sosial masyarakat Tionghoa dengan masyarakat lokal di sana masih memiliki hubungan yang terjalin dengan sangat baik. Hal ini dapat diketahui dengan penggunaan marga asli yang berada di Saparua dan penggunaan bahasa melayu saparua oleh masyarakat Tionghoa. Selain itu, masyarakat Tionghoa menjalani kehidupan mereka dengan saling berdampingan satu dengan yang lain tanpa membedakan etnis dan warna kulit. Masyarakat Tionghoa tidak memainkan peran penting dalam bidang politik atau pemerintahan mereka lebih cenderung pada bidang ekonomi. Hal ini dapat dilihat dari mata pencahrian mereka sebagai seorang pedagang kelontongan, bahan bangunan dan bahan sembako. Kegiatan ini ekonomi ini mereka lakukan setiap hari sehingga etnis Tionghoa di saparua disebut oleh masyarakat lokal dengan sebutan “Cina Saparua”. Dengan demikian masyrakat Tionghoa yang ada di Saparua telah menggangap diri mereka sebagai orang Saparua.
Optimalisasi Peran Perpustakaan Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah dalam Menciptakan Generasi Literat di Era Teknologi Khaeruddin; Najamuddin; Bahri
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 12 No. 2 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.122.01

Abstract

Abstrak Tulisan ini membahas tentang optimalisasi peran perpustakaan sebagai sumber pembelajaran sejarah dalam menciptakan generasi literat di era teknologi. Rumusan masalah yaitu bagaimana bentuk optimalisasi peran perpustakaan sebagai sumber pembelajaran sejarah untuk menciptakan generasi literat di era teknologi. Adapun tujuan dari penulisan artikel ini adalah akan mengkaji peranan perpustakaan dalam menghadapi tantangan baru dalam terciptanya generasi literat. Metode penulisan menggunakan studi kepustakaan serta penyajian data atau literatur review. Dalam tulisan ini menunjukan bahwa perpustakaan di era teknologi yang telah melek informasi memiliki tugas yang cukup sulit karena usaha, daya, dan biaya untuk penyediaan pelayanan serta fasilitas yang dibutuhkan oleh pemustaka masih sangat terbatas. Optimasi sistem automasi perpustakaan serta pengembangan perpustakaan digital merupakan strategi bagi pemustaka dalam memberikan solusi atas tantangan generasi digital, dan juga mulai diperhatikannya pengadaan sumber elektronik atau koleksi digital. Wawasan, keterampilan hard skills dan soft skills pustakawan haruslah ditingkatkan dan juga peningkatan terhadap sarana bagi generasi digital seperti colokan listrik, wifi/hotspot, kecepatan jaringan internet, perabotan yang informal dan santai, dan fasilitas audio video. Kolabirasi antara desain dan penataan ruangan hendaknya memperhatikan kenyamanan para pemustaka agar dapat saling berinteraksi dan berkolaborasi
Penerapan Isu Kontroversial dalam Pembelajaran Sejarah pada Masa Pembelajaran Jarak Jauh di SMA Kota Bekasi Yudha Riadiansyah
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 12 No. 2 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.122.03

Abstract

Abstract: This article aims to determine the teacher's understanding of the application of controversial issues in the history of distance learning (PJJ) at SMA Islam Al Azhar 4 Bekasi and SMA Negeri 1 Bekasi. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques used are: (1) interviews; (2) observations, and 3) field notes, with one key informant, namely the vice-principal for curriculum, core informants for history teachers and supporting informants for Class XII Social Studies students. The results of the research conducted indicate that teachers have mastered important aspects of controversial issues in history that are applied in history learning in accordance with the concepts of Kochhar and Tsabit Azinar Ahmad. However, conceptually the teacher understands the concept of controversial issues in historical material, but in applying / implementing it in the classroom the teacher sometimes experiences obstacles.  Keywords: Controversial Isuess of History, Distance Learning, History Learning Abstract : Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman guru dalam penerapan isu kontroversial pada pembelajaran sejarah masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SMA Islam Al Azhar 4 Bekasi dan SMA Negeri 1 Bekasi.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) wawancara; (2) observasi, dan 3) catatan lapangan, dengan satu informan kunci yaitu wakil wakil kepala sekolah bidang kurikulum, informan inti guru sejarah dan informan pendukung siswa Kelas XII IPS. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa guru telah memiliki penguasaan terhadap aspek penting isu kontroversial dalam sejarah yang diterapkan dalam pembelajaran sejarah sesuai dengan konsep Kochhar dan Tsabit Azinar Ahmad. Meskipun demikian, secara pemahaman konseptual guru memahami konsep isu kontroversial dalam materi sejarah namun dalam mengaplikasikan / penerapan di kelas guru terkadang mengalami kendala.
Sejarah Untuk Mendapatkan Pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia Aprilzal, Teddy
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 12 No. 2 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.122.02

Abstract

Abstract : This article was written to find out the recognition of the sovereignty of the Republic of Indonesia in the war that occurred as a result of the Dutch military aggression II which had the aim of destroying and annihilating the Republic of Indonesia from the results of the Proclamation of Indonesian Independence on August 17, 1945. The climax of this war was carried out through guerrilla warfare. to block the general attack on March 1, 1949. This recognition of the sovereignty of the Republic of Indonesia received support from various countries in Asia with the New Delhi conference organized by India and western countries, namely the United States. With the participation of the United States, Australia gave its support. The world reaction to the Dutch military aggression II was held by a session of the World Security Council (UN). Ir. Soekarno as a figure who has an important role and influence in Indonesia, the United Nations invited him and the Netherlands to carry out KMB negotiations which resulted in the Roem-Royem agreement which was held in Jakarta. Then several negotiations were held between Indonesia and the BFO which took place twice in the KMB. KMB is very historic and plays an important role in obtaining recognition of the sovereignty of the Republic of Indonesia which was declared by the Netherlands on December 27, 1949, that the Netherlands recognized the sovereignty of the Republic of Indonesia de facto and de jure.

Page 11 of 14 | Total Record : 132


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 Vol. 13 No. 2 (2024): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 2 Tahun 2023 Vol 12 No 1 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023 Vol 11 No 2 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022 Vol 11 No 1 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022 Vol 10 No 2 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021 Vol 10 No 1 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 1 Tahun 2021 Vol 9 No 2 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 2 Tahun 2020 Vol 9 No 1 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 1 Tahun 2020 Vol 8 No 2 (2019): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 8 Nomor 2 Tahun 2019 Vol 8 No 1 (2019): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 8 Nomor 1 Tahun 2019 Vol 7 No 2 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 2 Tahun 2018 Vol 7 No 1 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 1 Tahun 2018 Vol 6 No 2 (2017): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 6 Nomor 2 Tahun 2017 Vol 6 No 1 (2017): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 6 Nomor 1 Tahun 2017 Vol 5 No 2 (2016): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 5 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 5 No 1 (2016): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 5 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 4 No 2 (2015): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015 Vol 4 No 1 (2015): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015 Vol 3 No 2 (2014): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 3 No 1 (2014): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 3 Nomor 1 Tahun 2014 More Issue