cover
Contact Name
Kurniawati
Contact Email
kurniawati204@gmail.com
Phone
+628179143181
Journal Mail Official
jps@unj.ac.id
Editorial Address
Jl Rawamangun Muka Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Gedung K Lantai 2 Fakultas Ilmu Sosial
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 2301461X     EISSN : 25809180     DOI : https://doi.org/10.21009/JPS
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Implementasi Pembelajaran Metode Flipped Classroom untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Berani Melalui Tokoh Ali bin Abi Thalib dalam Pembelajaran SKI pada Siswa MAN Blora Fahma Hurrosatud Diyanah; Rahmad Agus Hartanto; Mujab Mashudi
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 2 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.152.15

Abstract

Berpikir kritis merupakan kemampuan untuk merefleksikan dan mempertimbangkan alasan secara matang sebelum mengambil keputusan. Critical thinking menjadi salah satu aspek utama dalam pengembangan intektual siswa. Dengan kemampuan berpikir kritis dapat menjadikan bekal siswa untuk bersaing di era abad 21. Pendidikan karakter era abad 21 terdiri dari 4C yaitu critical thinking, creativity, communication, dan collaboration. Penelitian ini mengkaji implementasi metode Flipped Classroom dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan keberanian siswa melalui keteladanan Ali bin Abi Thalib di MAN Blora. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan ini mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi.  Hasil menunjukkan Flipped Classroom efektif meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan berpikir kritis, mampu berkolaborasi, dan keberanian siswa berpendapat dibuktikan dengan adanya respon aktif siswa ketika berdiskusi di kelas serta adanya perubahan siswa lebih berani dalam menyampaikan argumen. Pembelajaran mandiri melalui materi digital di rumah diikuti diskusi aktif di kelas berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keteladanan Ali bin Abi Thalib. Kendala utama meliputi persiapan materi digital guru dan adaptasi siswa terhadap pembelajaran mandiri.  Kesimpulannya, metode ini sesuai dengan kebutuhan pendidikan abad 21, mampu menciptakan pembelajaran yang dinamis dan berpusat pada siswa.
Cultural Preservation in Education: Batak Day Upaya Dekolonisasi Pendidikan di Sekolah Kabupaten Samosir Sumatra Utara Tahun 2018-2024 Maulida Fitria
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 2 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.152.16

Abstract

Pendidikan memiliki peran Strategis dalam pelestarian budaya lokal dan pembentukan identitas peserta didik, terutama di tengah arus globalisasi dan homogenisasi pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis program Batak Day sebagai bentuk pelestarian budaya lokal dan upaya dekolonisasi pendidikan di sekolah-sekolah Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, pada periode 2018–2024. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan pemilihan tema, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pada tahap heuristik, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, penulis melaksanakan pengabdian masyarakat selama satu bulan di SMP Negeri 3 Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, untuk memperoleh data melalui observasi terhadap pelaksanaan Batak Day, yang kemudian diperkaya dengan penelusuran buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Data dianalisis melalui kritik sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah dengan mengintegrasikan temuan observasi lapangan dan studi pustaka dalam konteks sejarah pendidikan, desentralisasi kebijakan, serta dekolonisasi pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batak Day berfungsi sebagai ruang pendidikan yang menghidupkan kembali penggunaan bahasa, simbol, dan praktik budaya Batak di lingkungan sekolah. Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian budaya lokal, tetapi juga memperkuat identitas kultural peserta didik serta menjadi bentuk implementasi pendidikan yang menghargai kearifan lokal di tengah dominasi paradigma pendidikan yang seragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi budaya lokal ke dalam pendidikan formal merupakan strategi yang efektif untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mewujudkan pendidikan yang berkeadilan budaya dan berdaulat secara pengetahuan.
Analisis Visual Makam K.H. Abdurrahman Delamat di Palembang Muhammad Al-Aziz Akbar; Shifa Nurria; Suhendro Suhendro; Hudaidah Hudaidah; Risa Marta Yati; Wahyu Rizky Andhifani
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 2 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.152.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara visual makam K.H. Abdurrahman Delamat di Palembang sebagai bagian dari kajian arkeologi-historis dalam memahami peran tokoh tersebut dalam dakwah Islam lokal. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya makam sebagai situs budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemakaman, tetapi juga sebagai media yang merepresentasikan nilai historis, simbolik, dan identitas keagamaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi langsung terhadap bentuk, struktur, ornamen, dan lingkungan makam, serta didukung oleh studi pustaka terhadap sumber-sumber sejarah lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara visual makam K.H. Abdurrahman Delamat memiliki ciri khas yang mencerminkan nilai-nilai keislaman, kesederhanaan, serta penghormatan masyarakat terhadap tokoh ulama. Elemen-elemen visual seperti nisan, tata letak, dan lingkungan sekitar makam mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan status sosial dan peran keagamaan beliau. Dengan demikian, makam ini tidak hanya menjadi situs fisik, tetapi juga menjadi representasi historis dan kultural yang memperkuat identitas keislaman masyarakat Palembang serta menunjukkan kesinambungan tradisi dakwah Islam di wilayah tersebut.
Model Historical Inquiry Melalui Pemanfaatan Surat Kabar Koleksi Jogja Library Center untuk Memperkuat Kemampuan Berpikir Sejarah Roro Wilis; Wildhan Ichzha Maulana; Muhammad Junaldi Jufri; Winda Pitriani Parhamah; Pina Dhea Tafana
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 2 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.152.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain model historical inquiry dengan memanfaatkan surat kabar koleksi Jogja Library Center dalam rangka memperkuat kemampuan berpikir sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka. Adapun pengumpulan sumber primer berupa surat kabar diperoleh dari database Jogja Library Center, sementara sumber sekunder didapatkan dari inventarisir artikel ilmiah terindeks yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan dengan model analisis isi dan pemantapan kredibilitas melalui triangulasi sumber. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Jogja Library Center sebagai mitra belajar memiliki kontribusi dalam memperkaya pemahaman dan perspektif siswa melalui penyediaan  surat kabar. Melalui pertimbangan hal-hal teknis dan relevansi materi, surat kabar Jogja Library Center didesain sebagai sumber belajar kelas XII, Fase F, materi Kehidupan Indonesia Masa Orde Baru dan Reformasi. Untuk memperkuat keterampilan berpikir sejarah, guru dapat menerapkan model historical inquiry yang terdiri atas pra-konsepsi, inkuiri kolaboratif, penyajian hasil inkuiri kolaboratif dan aktualisasi hasil belajar. Penelitian ini secara empiris dapat menjadi referensi bagi guru sejarah untuk memperkuat kemampuan berpikir sejarah melalui pemanfaatan arsip primer koleksi perpustaakaan lokal daerah sebagai sumber belajar yang autentik dan kontekstual.
Pendidikan di Sulawesi Selatan pada Awal Masa Kemerdekaan: Dinamika dan Tantangan (1945-1950) Muh. Akbar; Bahri Bahri; Rufer Firma Harianja; Amri Amri
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 2 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.152.13

Abstract

Pendidikan di Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan masih dalam keadaan yang sulit. Bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan banyak mengalami kesulitan dimana banyak terjadi perubahan-perubahan yang tidak hanya terjadi dalam bidang pemerintahan saja tetapi juga dalam bidang pendidikan. Pendidikan nasional bertujuan untuk menciptakan warga negara yang sosial, demokratis, dan bertanggung jawab dan siap sedia menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pendidikan di Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan, keadaan tenaga pendidik di Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan, dan kurikulum dan metode pengajaran di Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan, serta jenjang pendidikan. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterbatasan di masa awal kemerdekaan tetap mampu melahirkan fondasi pendidikan yang inklusif berkat komitmen kolektif antara negara dan masyarakat, tenaga pendidik di Sulawesi Selatan awal kemerdekaan yang terhambat kompetensi pascakolonial, adaptasi kurikulum, dan keterbatasan ekonomi berhasil diakomodasi melalui sinergi kebijakan pemerintah dan swadaya masyarakat, kurikulum dan pengajaran di Sulawesi Selatan pada awal kemerdekaan beralih ke pendekatan nasionalis partisipatif berbasis kearifan lokal, yang implementasinya ditopang oleh swadaya masyarakat akibat keterbatasan materi ajar, serta konsolidasi pendidikan di Sulawesi Selatan pada awal kemerdekaan berhasil mengatasi kendala geografis dan infrastruktur melalui sinergi sekolah formal, lembaga keagamaan, serta gerakan pemberantasan buta huruf berbasis komunitas. Hal ini mengimplikasikan perlunya penguatan basis sejarah dalam kebijakan Pendidikan saat ini, agar dapat memperkaya perspektif tentang bagaimana Pendidikan di Sulawesi Selatan telah berevolusi dari masa Kolonial menuju pembentukan identitas nasional yang lebih kuat.
Pemahaman Signifikansi Sejarah Siswa dalam Menentukan Tokoh dan Peristiwa Sejarah Heru Hendra Yogi; Aditya Nugroho Widiadi; Ardan Ferdiansyah
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 2 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.152.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana siswa memahami signifikansi tokoh dan peristiwa sejarah di tengah arus narasi digital, serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhi pemahaman tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kemampuan siswa dalam menentukan signifikansi tokoh dan peristiwa sejarah di tengah perkembangan arus informasi digital, khususnya di SMA Negeri 1 Wonoayu. Sementara itu, pemahaman siswa terhadap signifikansi sejarah seringkali didasarkan pada popularitas tokoh maupun besarnya suatu peristiwa sejarah. Landasan teori penelitian ini mengacu pada konsep Historical Thinking Seixas & Morton, serta Sam Wineburg yang menekankan bahwa berpikir historis tidak muncul secara alami, melainkan dengan cara dilatih. Suatu peristiwa dan tokoh sejarah dianggap penting karena relevansi dan dampaknya yang besar, serta menimbulkan perubahan yang besar dalam sejarah. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan convergent parallel design. Instrumen penelitian menggunakan 5 pertanyaan kuesioner terbuka terkait pemahaman siswa terhadap signifikansi tokoh dan peristiwa sejarah, serta, pedoman wawancara siswa dan guru, yang telah diuji melalui penilaian ahli dan dianggap memenuhi kriteria valid untuk memastikan kesesuaian dan kejelasan pertanyaan dengan fokus penelitian. Sampel penelitian yaitu seluruh siswa kelas X-10 SMA Negeri 1 Wonoayu yang berjumlah 36. Data kuantitatif dianalisis menggunakan model deskriptif dan data kualitatif menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung menentukan signifikansi sejarah berdasarkan popularitas, dampak, dan nilai perjuangan yang ditampilkan dalam narasi sejarah karena dipengaruhi oleh penjelasan guru di kelas dan buku teks sejarah.
The Transformation of History Learning in the Digital Age: The Role of Digital Bulletins in Cultivating Students’ Historical Literacy and Historical Thinking Lobelia Asmaul Husna; Sofiana Afifah Jamil; Nur Fajar Absor; Maisarah; Diki Tri Apriansyah Putra
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 2 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.152.09

Abstract

Digital transformation has reshaped history education by requiring students not only to acquire historical knowledge but also to develop historical literacy and historical thinking skills. This study aims to analyze the role of a Canva-based digital bulletin in fostering students’ historical literacy and historical thinking within history education in the digital era. The research employed a descriptive qualitative approach conducted at SMAN 84 Jakarta, involving history teachers and students as participants. Data were collected through observations, interviews, and document analysis, and were analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data condensation, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and methodological triangulation. The findings indicate that the digital bulletin helped students understand historical narratives more contextually, increased their interest in reading history, and encouraged them to utilize various historical sources during the learning process. Furthermore, the use of the digital bulletin contributed to the development of historical thinking skills, as reflected in students’ abilities to interpret historical events, analyze cause-and-effect relationships, and understand multiple historical perspectives. The study also revealed a transformation in the roles of teachers and students toward a more student-centered learning environment. Therefore, the Canva-based digital bulletin has the potential to serve as an innovative instructional strategy for 21st-century history education.
From Cooperation to Confrontation: The Dynamics of the Buton Sultanante – VOC Relations from Sultan Dayanu Ikhsanuddin to Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (1613–1763) Muliadin Iwan; Dewi Susilawati; Abrar Abrar
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 2 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : Program Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.152.10

Abstract

This article examines the dynamics of the relationship between the Sultanate of Buton and the Dutch East Indies Company (VOC, the Vereenigde Oostindische Compagnie), which experienced fluctuations from the reigned of Sultan Dayanu Ikhsanuddin or La Elangi (1578–1615) to the reigned of Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi or La Karambau (1751–1752 and 1760–1763). applying the historical research method, this article reconstructs past events in a systematic, critical, and objective manner based on authentic and relevant historical sources through four main stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The findings show that the relationship between Buton and the VOC was initially built on shared interests through various alliance treaties that were continuously renewed. Both parties were mutually dependent: Buton needed VOC protection from threats posed by surrounding kingdoms, while the VOC required Buton as a safe stopover point on its route to the Spice Islands of Maluku. However, over time, the relationship did not always run smoothly. Differences in political and economic interests, foreign intervention, and the failure of both parties to fulfill the terms of their agreements caused the relationship to fluctuate. At different times, they acted as allies cooperating with each other, while at other times they became adversaries in conflict.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 2 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 2, Tahun 2026 Vol. 15 No. 1 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 1, Tahun 2026 Vol. 14 No. 2 (2025): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 Vol. 13 No. 2 (2024): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 2 Tahun 2023 Vol 12 No 1 (2023): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 12 Nomor 1 Tahun 2023 Vol 11 No 2 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022 Vol 11 No 1 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022 Vol 10 No 2 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021 Vol 10 No 1 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 1 Tahun 2021 Vol 9 No 2 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 2 Tahun 2020 Vol 9 No 1 (2020): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 9 Nomor 1 Tahun 2020 Vol 8 No 2 (2019): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 8 Nomor 2 Tahun 2019 Vol 8 No 1 (2019): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 8 Nomor 1 Tahun 2019 Vol 7 No 2 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 2 Tahun 2018 Vol 7 No 1 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 1 Tahun 2018 Vol 6 No 2 (2017): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 6 Nomor 2 Tahun 2017 Vol 6 No 1 (2017): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 6 Nomor 1 Tahun 2017 Vol 5 No 2 (2016): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 5 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 5 No 1 (2016): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 5 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 4 No 2 (2015): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015 Vol 4 No 1 (2015): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015 Vol 3 No 2 (2014): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 3 No 1 (2014): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 3 Nomor 1 Tahun 2014 More Issue