cover
Contact Name
Rudy Agung Nugroho
Contact Email
rudyagung.nugroho@fmipa.unmul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bioprospekjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
BIOPROSPEK
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 18297226     EISSN : 26155435     DOI : -
Bioprospek: Jurnal Ilmiah Biologi invites the researchers and practitioners in the field biology, zoology, botany, microbiology, environmental sciences, biotechnology, and applied science that related to biology and its prospect either research paper or reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
STUDI STRUKTUR DAN KOMUNITAS PLANKTON DI SUNGAI JEMBAYAN KECAMATAN LOA KULU, KUTAI KARTANEGARA Patang, Nurfadilah A.; Hendra, Medi; Kurniati, Reni; Fudiantoro, Aldi; Hariani, Nova
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 15 No 2 (2023): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v15i2.1212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan (fisika dan kimia) serta struktur komunitas plankton di sungai Jembayan kecamatan Loa Kulu kabupaten Kutai Kartanegara. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Data yang diperoleh diolah dan disajikan dalam bentuk kelimpahan plankton, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominasi. Selama penelitian diperoleh rentang kecerahan termasuk dalam kategori perairan keruh, rentang suhu menunjukkan rentang cukup baik untuk pertumbuhan biota perairan, rentang salinitas yang menunjukkan air tawar, rentang TDS termasuk dalam rentang normal dan rentang pH termasuk dalam kategori dari pH rendah. Selama penelitian ditemukan plankton yang termasuk dalam kelas 10 yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Crustacea, Cyanophyceae, Dictyophyceae, Euglenophyceae, Monogononta, Rhizopoda, Rotifera dan Zygnematophyceae. Selama penelitian kelimpahan plankton di Stasiun 1 sebanyak 15.050 individu/Liter, di Stasiun 2 sebanyak 20.819 individu/Liter, di stasiun 3 sebanyak 25.627 individu/Liter. Indeks Keanekaragaman (H') pengamatan berkisar antara 2,709 hingga 3,064 dengan keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun dua sore sebesar 3,064 dan terendah pada Stasiun 1. Semua stasiun penelitian mempunyai tingkat keanekaragaman sedang. Indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,831 sampai 0,940 menunjukkan bahwa jumlah individu tidak merata atau tidak seragam. Indeks dominasi (D) yang berkisar antara 0,057 hingga 0,093 menunjukkan bahwa tidak terdapat jenis plankton tertentu yang mendominasi perairan pada setiap stasiun pengamatan.
Hubungan Kelimpahan Fitoplankton Dengan Kandungan Nitrat dan Fosfat Pada Tambak Secure Di Kampung Suaran, Kabupaten Berau Sigalingging, Andi; Bulan, Dewi Embong; Suryana, Irma
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 15 No 2 (2023): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v15i2.1220

Abstract

Kampung Suaran Pond is one of the areas that will implement the SECURE pond concept. This pond concept can help increase pond productivity in a sustainable manner. Increased productivity in ponds is highly dependent on phytoplankton abundance and water quality. The purpose of this study was to determine the abundance of phytoplankton before becoming a secure pond and the relationship of phytoplankton abundance with nitrate and phosphate content. This research was conducted from January to May 2023. The sampling method was based on purposive sampling, adjusting the representative pond category according to the SECURE program monitoring. The results showed the abundance of phytoplankton in surface and bottom waters averaged 280 ind/L–760 ind/L. The number of phytoplankton identified consisted of 17 species and 3 classes, namely Bacillariophyceae (76,5%), Cyanophyceae (5,9%), and Dinophyceae (17,6%). The lowest nitrate concentration was found at point II at 0.066 mg/L and the highest at point I at 0,641 mg/L. The lowest phosphate concentration was at point II of 0,120 mg/L, and the highest was at point I of 0,438 mg/L. In ponds in Suaran village, there is a relationship between phytoplankton abundance with nitrate (r = 0,817) and phosphate (r = 0,893) in the surface and bottom waters of the pond, which shows a strong relationship.
PENGARUH PEMBERIAN ZPT EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA MEDIA MURASHIGE & SKOOG (MS) TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET KANTUNG SEMAR (Nepenthes sp.) SECARA IN VITRO Febrianti, Risda; Kusuma, Ratna; Samsurianto, Samsurianto
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 1 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i1.1226

Abstract

Kantung semar (Nepenthes sp.) merupakan salah satu tanaman hias yang sering dijumpai di kawasan hutan. Tanaman ini masuk Convention on International Trade of Endangered Species (CITES), di mana semua tanaman yang masuk dalam CITES dilarang untuk diperdagangkan karena dianggap hampir punah. Untuk itu perlu ditemukan alternatif penggadaan bibit dengan pemanfaatan bioteknologi seperti kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh ekstrak kecambah kacang hijau pada media MS terhadap pertumbuhan planlet tanaman kantung semar secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu Konsentrasi Ekstrak Kecambah Kacang Hijau yang terdiri dari empat taraf (0 mL/L, 20 mL/L, 40 mL/L, 60 mL/L) sehingga terdapat 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Uji statistika yang digunakan berupa uji non parametrik Kruskal-Wallis dan uji lanjutan menggunakan uji Mann-Whitney, dengan taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ZPT ekstrak kecambah kacang hijau dengan konsentrasi 20 ml/L mempengaruhi penambahan rata-rata tinggi tanaman sebanyak 1 cm. rata-rata jumlah daun pada konsentrasi 40 ml/L berpengaruh signifikan dan berbeda nyata dengan rata-rata jumlah daun sebanyak 9,33 tunas, sedangkan rata-rata jumlah tunas sebanyak 10,33 tunas dan rata-rata waktu muncul tunas sebanyak 3,33 tunas.
POTENSI ANTIOKSIDAN BATANG KECOMBRANG (BONGKOT) BAGI KESEHATAN Yuliana, Yuliana
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 15 No 2 (2023): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v15i2.1217

Abstract

Sambel bongkot adalah pelengkap masakan tradisional Bali yang sangat digemari di kalangan masyarakat setempat. Bongkot disebut juga kecombrang di daerah Jawa. Sambel bongkot dibuat dari batang bongkot (kecombrang) yang muda dan diberikan bumbu sambal mentah. Namun, banyak yang belum mengetahui manfaat bongkot bagi kesehatan karena potensi antioksidannya. Tujuan tulisan ini adalah mengetahui potensi antioksidan batang kecombrang (bongkot) bagi kesehatan. Metode: Tulisan ini merupakan narrative literature review. Jurnal diambil dari Google Scholar, Science Direct, dan PubMed. Publikasi jurnal dicari terbitan dalam 10 tahun terakhir (2013-2023). Kecombrang sebagai tanaman unik memiliki banyak manfaat, mulai dari daun, buah, bunga, dan batang (rimpang). Batang kecombrang memiliki kadar antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan yang ditemukan adalah asam askorbat, tannin, flavonoid, terpenoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting untuk memerangi radikal bebas dan dapat menginhibisi sel tumor. Simpulan: potensi antioksidan batang kecombrang (bongkot) bagi kesehatan menunjukkan kandungan asam askorbat, tannin, flavonoid, terpenoid, dan polifenol yang dapat memerangi radikal bebas dalam tubuh.
DIVERSIFIKASI USAHA KELUARGA NELAYAN DI DESA KELUMPANG KECAMATAN MOOK MANAAR BULATN KABUPATEN KUTAI BARAT Kristian, Ferry; Purnamasari, Elly; Darmansyah, Oon
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 1 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i1.1222

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis pekerjaan anggota keluarga nelayan, mengetahui curahan waktu kerja dari keluarga nelayan, dan mengetahui motivasi kerja pada keluarga nelayan di Desa Kelumpang Kecamatan Mook Manaar Bulatn Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2022 hingga Agustus 2023. Sampel berjumlah 20 keluarga nelayan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan jenis pekerjaan keluarga nelayan Desa Kelumpang baik yang dilakukan oleh keluarga inti maupun keluarga luas adalah sebagai nelayan. Pekerjaan sampingan keluarga inti sebagian besar sebagai petani, tetapi ada juga pembudidaya dan karyawan honor, sedangkan keluarga luas didominasi juga sebagai petani, tetapi ada juga yang bekerja sebagai tukang dang petugas kebersihan. Curahan waktu kerja keluarga inti yang utama rata-rata 7,56 jam/hari, sedangkan untuk curahan waktu kerja sampingan rata-rata 3,7 jam/hari, sedangkan curahan waktu kerja keluarga luas dengan pekerjaan utama dengan rata-rata 7 jam/hari, sedangkan untuk curahan waktu kerja sampingan dengan rata-rata 1,8 jam. Pada keluarga inti termotivasi karena adanya tuntutan ekonomi, sedangkan pada keluarga luas termotivasi karena pendapatan keluarga berkurang.
PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS, SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Nurfadhila, Syilvani Citra; Sari, Yanti Puspita; Astuti, Puji
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 2 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i2.1346

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki banyak manfaat dalam bidang pangan dan pengobatan. Untuk memaksimalkan pemanfaatan bawang merah sebagai tanaman obat, digunakan bahan berupa kalus yang diperoleh melalui teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa terhadap pertumbuhan kalus, kandungan senyawa metabolit sekunder, dan aktivitas antioksidan bawang merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi sukrosa, yaitu 0, 15, 30, 45, dan 60 g/L dalam media Murashige Skoog (MS) yang ditambahkan zat pengatur tumbuh (ZPT) pikloram 5 mg/L + kinetin 3 mg/L. Setiap perlakuan diulang lima kali sehingga total percobaan sebanyak 25 unit. Pengujian meliputi induksi kalus, uji fitokimia (alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, steroid-triterpenoid), dan uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sukrosa 30 g/L memberikan hasil terbaik dalam menginduksi kalus, dengan rata-rata waktu tumbuh kalus 33,6 hari, tekstur kalus remah-kompak, warna kalus kuning, dan berat rata-rata kalus 0,583 ± 0,278 g. Kandungan metabolit sekunder meliputi alkaloid, fenolik, flavonoid, dan saponin. Aktivitas antioksidan mencapai 17,691 ppm, yang termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat.
PENGARUH KOMBINASI PELET KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) DAN MAGGOT (Hermitia illucens L.) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GABUS (Channa striata) Maya, Maya; Trimurti, Sus; Lariman, Lariman
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 2 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i2.1350

Abstract

Pakan merupakan makanan ikan yang dibuat dengan menggunakan campuran bahan alami atau bahan olahan yang kemudian diolah menjadi pakan dalam bentuk tertentu, sehingga dapat menarik perhatian ikan untuk memakannya dengan mudah dan lahap. Pakan buatan juga harus mengandung protein dan lemak yang cukup untuk menunjang keberlangsungan hidup ikan gabus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pelet kulit pisang dan maggot terhadap pertumbuhan ikan gabus (Channa striata) serta menentukan persentase kombinasi pelet kulit pisang dan maggot yang memberikan pengaruh pertumbuhan terbaik pada ikan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Frekuensi pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan kombinasi pelet maggot dan pelet kulit pisang tidak memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ikan gabus (Channa striata) karena ikan gabus bersifat karnivora. Pakan alternatif yang memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ikan gabus (Channa striata) adalah perlakuan 1 (pelet maggot 100%), dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 80–100%.
POTENSI BUAH JUWET (Syzygium cumini) UNTUK MENINGKATKANNILAI TITER ANTIBODI TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) Azizah, Naveila Al; Faizah, Alyatul; Lusiana, Efa
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 2 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i2.1293

Abstract

Kesehatan dan kekebalan tubuh merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan, terutama di era pandemi saat ini. Kemampuan tubuh dalam melawan benda asing (patogen) dapat diukur melalui titer antibodi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi ekstrak buah juwet (Syzygium cumini) sebagai imunomodulator terhadap titer antibodi tikus jantan yang diinduksi sel darah merah sapi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 kelompok dan 5 ulangan. Variabel bebas yang digunakan adalah ekstrak buah juwet (Syzygium cumini) dengan tiga dosis, yaitu 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, dan 150 mg/kg BB, serta perlakuan Na CMC sebagai kontrol. Perlakuan dimulai pada hari ke-1 dan diberikan satu kali sehari selama 11 hari. Tiap kelompok hewan percobaan diinjeksikan secara intraperitoneal pada hari ke-1 dengan 0,5 ml sel darah merah sapi (SDMS) 2% dalam PBS sebagai antigen. Kontrol negatif yang digunakan adalah pemberian Na CMC. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai titer antibodi tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan ekstrak etanol buah juwet dengan dosis 150 mg/kg BB, yaitu sebesar 2,98, diikuti oleh dosis 100 mg/kg BB dengan nilai titer antibodi sebesar 2,94, dan dosis 50 mg/kg BB.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA ARBOREAL DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS MULAWARMAN KOTA SAMARINDA Ramadhanty, Mutiara Desma Auliya; Hariani, Nova; Mukhlis, Mukhlis
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 2 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i2.1304

Abstract

Tingginya angka pembangunan gedung di sekitar kampus Universitas Mulawarman mengakibatkan turunnya keanekaragaman hayati karena berkurangnya lahan terbuka hijau. (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serangga arboreal yang ditemukan di Kampus Universitas Mulawarman serta untuk mengetahui nilai indeks keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi serangga arboreal di kawasan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2023 di kawasan Kampus Universitas Mulawarman. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode transek dengan menelusuri area kampus, dan pengambilan sampel serangga dilakukan menggunakan insect net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga arboreal yang ditemukan berasal dari 6 ordo, yaitu Coleoptera, Hemiptera, Hymenoptera, Lepidoptera, Odonata, dan Orthoptera, yang terdiri atas 13 famili dengan 30 spesies. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada pagi hari sebesar 2,072 dan sore hari sebesar 1,885, yang menunjukkan kategori sedang. Nilai indeks kemerataan (E) pada pagi hari sebesar 0,636, termasuk kategori tinggi, dan sore hari sebesar 0,593, termasuk kategori sedang. Sementara itu, nilai indeks dominansi (C) pada pagi hari sebesar 0,226 dan sore hari sebesar 0,392, yang menunjukkan bahwa tidak ada spesies yang mendominasi. Hasil indeks keanekaragaman menunjukkan bahwa perlu diperhatikan keberadaan RTH agar keanekaragaman serangga arboreal lebih tinggi dan jumlah individunya banyak.
IDENTIFIKASI ENDOPARASIT PADA FESES AYAM PETELUR Siregar, Aisyah Rafiqah; Arisanti, Khusnul Adinda; Hidayat, Muhammad Wahyu; Razan, Rizka Alya; Rezeki, Yuspa Dini
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 2 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i2.1357

Abstract

Ayam petelur merupakan unggas yang mampu menghasilkan telur untuk memenuhi kebutuhan protein manusia. Namun, ayam ras petelur rentan terserang berbagai penyakit, salah satunya adalah infeksi endoparasit. Infeksi cacing nematoda dan cestoda pada ayam dapat menyebabkan penurunan produksi telur, penurunan berat badan, gangguan pertumbuhan, kelemahan, hingga kematian. Metode penelitian yang digunakan meliputi pemeriksaan secara natif, pengapungan, sedimentasi, dan identifikasi. Hasil penelitian menemukan tujuh jenis endoparasit beserta telurnya, yaitu Ascaridia galli, Hymenolepis nana, Diphyllobothrium latum, Ancylostoma duodenale, Trichuris trichiura, Enterobius vermicularis, dan Heterakis gallinarum.