cover
Contact Name
Rudy Agung Nugroho
Contact Email
rudyagung.nugroho@fmipa.unmul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bioprospekjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
BIOPROSPEK
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 18297226     EISSN : 26155435     DOI : -
Bioprospek: Jurnal Ilmiah Biologi invites the researchers and practitioners in the field biology, zoology, botany, microbiology, environmental sciences, biotechnology, and applied science that related to biology and its prospect either research paper or reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
KEANEKARAGAMAN JENIS CAPUNG Odonata spp. DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM MANGOLO SEKITAR BUMI PERKEMAHAN KEA-KEA DESA ULUNGGOLAKA KECAMATAN LATAMBAGA KABUPATEN KOLAKA SULAWESI TENGGARA Amirullah, Amirullah; Suriana; Ariska, Isna; Ilmi, Annisa Nurul
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17 No 2 (2025): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/vekp1s15

Abstract

Capung (Odonata spp.) merupakan kelompok serangga yang melimpah di Indonesia, berpotensi digunakan sebagai bioindikator keseimbangan ekosistem karena sensitivitasnya terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi jenis capung di kawasan Taman Wisata Alam Mangolo sekitar Bumi Perkemahan Kea-Kea. Penelitian dilakukan menggunakan teknik observasi lapangan melalui penjelajahan di sekitar aliran sungai dan area hutan. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’), indeks kemerataan (E’), dan indeks dominansi (D’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 15 jenis capung. Nilai indeks keanekaragaman (H’) di sekitar aliran sungai sebesar 1,14, sedangkan di area hutan sebesar 0,88; kedua nilai tersebut tergolong dalam kategori keanekaragaman rendah (H’ ≤ 2). Indeks kemerataan (E’) di sekitar aliran sungai sebesar 0,48 dan di area hutan sebesar 0,45,  menunjukkan bahwa komunitas capung pada kedua habitat tergolong komunitas tertekan (0 < E’ ≤ 0,5). Nilai indeks dominansi (D’) capung di sekitar aliran sungai sebesar 0,46 dan termasuk dalam kategori dominansi rendah (0 < D’ ≤ 0,5), sedangkan di area hutan nilai indeks dominansi sebesar 0,62 dan tergolong dalam kategori dominansi sedang (0,5 < D’ ≤ 0,75). Perbedaan nilai indeks tersebut menunjukkan bahwa kondisi habitat berpengaruh terhadap struktur komunitas capung, terutama terkait ketersediaan air dan karakteristik lingkungan perairan.
MINI REVIEW: PENGARUH VARIASI GULA DAN WAKTU FERMENTASI DALAM OPTIMALISASI PROSES FERMENTASI KOMBUCHA Florenika, Natasha; Natasha; Nurul Ilmi, Annisa; Sri Pujiyanti, Aloysia
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17 No 2 (2025): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/5yez5565

Abstract

Fermentasi kombucha melibatkan aktivitas kultur simbiotik bakteri dan ragi (SCOBY) yang dipengaruhi oleh konsentrasi gula dan waktu fermentasi sebagai parameter utama penentu kualitas minuman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi gula dan lama fermentasi terhadap aktivitas antioksidan kombucha berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel penelitian dan review ilmiah yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir melalui basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil-hasil penelitian terkait konsentrasi gula, waktu fermentasi, dan aktivitas antioksidan. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan kombucha meningkat pada fase awal hingga pertengahan fermentasi dan mencapai nilai optimal pada hari ke-6 hingga ke-10, kemudian menurun pada fermentasi yang lebih lama. Konsentrasi gula optimal berada pada kisaran 7–10% (b/v) atau setara dengan 50–70 g/L, yang mendukung pertumbuhan mikroba dan pembentukan senyawa bioaktif secara maksimal. Konsentrasi gula yang terlalu rendah menghambat fermentasi, sedangkan konsentrasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan stres osmotik pada mikroba. Kesimpulannya, pengendalian konsentrasi gula dan waktu fermentasi yang tepat merupakan faktor kunci dalam optimalisasi produksi kombucha sebagai minuman fungsional dengan aktivitas antioksidan tinggi.
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA KUCING DI KAMPUS UNIVERSITAS MULAWARMAN DAN SEKITAR PASAR SEGIRI, SAMARINDA Hikmah, Ridah Nur; Azzahra, Nurul Hikmah Komarul; Prayoga, Adhimas; Jannah, Afifah Zahrotul; Hasibuan, Febry Rahmadhani; Trimurti, Sus
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 17 No 2 (2025): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/pkvbtx85

Abstract

Ektoparasit adalah parasit yang hidup di permukaan luar tubuh kucing dan bergantung pada inangnya untuk bertahan hidup. Infestasi ektoparasit pada kucing dapat mengurangi kualitas bulu, menyebabkan kerontokan bulu, dan mengakibatkan penurunan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit yang menginfeksi kucing (Felis catus) di kampus Universitas Mulawarman dan sekitar Pasar Segiri, Samarinda. Prosedur pemeriksaan dilakukan dengan mengamati kondisi kulit dan bulu kucing, sementara pengumpulan ektoparasit, seperti kutu, dilakukan secara manual dengan menyisir seluruh bagian tubuh kucing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infestasi ektoparasit pada kucing di sekitar kampus Universitas Mulawarman dan Pasar Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur mencapai 100% dengan jenis ektoparasit yang teridentifikasi adalah larva Ctenocephalides felis. Infeksi ektoparasit lebih umum terjadi pada kucing betina dibandingkan kucing jantan, hal ini terkait dengan pergerakan kucing betina yang terbatas, terutama saat hamil. Selain itu, perawatan dan kebersihan kucing yang kurang diperhatikan dapat memicu perkembangan parasit eksternal. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar untuk upaya pengendalian dan pencegahan infestasi parasit eksternal pada kucing, terutama di kampus Universitas Mulawarman dan sekitar Pasar Segiri.