cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 482 Documents
Pengaruh Defoliasi dan Posisi Penanaman Stek Batang pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Lam. Var. Sari Suminarti, Nur Edy; Novriani, Ratih
Jurnal Biodjati Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Biodjati, Vol II, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i1.1293

Abstract

Beragamnya produktivitas tanaman ubi jalar diduga sebagai akibat masih bervariasinya teknologi penanaman yang diterapkan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penelitiaan yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh defoliasi dan posisi penanaman stek batang telah dilakukan pada bulan Februari 2016 di kebun percobaan Muneng, Probolinggo.  Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah, tingkat defoliasi sebagai petak utama, terdiri dari 3 taraf : (tanpa dirompes ; daun dirompes 50% dan 100 %). Posisi penanaman stek sebagai anak petak, terdiri dari 3 macam :  30o,60o dan 90o. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif meliputi komponen pertumbuhan meliputi jumlah cabang, jumlah daun, luas daun, dan bobot segar total tanaman dan komponen panen mencakup jumlah umbi/tanaman, panjang umbi, bobot umbi/tanaman, bobot umbi ekonomis/tanaman, hasil umbi/ha dan hasil umbi ekonomis/ha.  Uji F taraf 5% digunakan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedangkan perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNJ taraf 5%. Interaksi nyata tidak terjadi pada semua parameter yang diamati, komponen pertumbuhan hanya dipengaruhi oleh prosentase defoliasi, sedangkan komponen hasil hanya dipengaruhi oleh posisi penanaman stek. Pada komponen pertumbuhan, hasil paling rendah didapatkan pada perlakuan defoliasi 100%, sedangkan untuk komponen hasil, posisi penanaman stek 60o dan 90o menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Namun demikian, berdasarkan hasil analisis usaha tani, penanaman stek 90o lebih efisien dari perlakuan lainnya dengan hasil umbi sebanyak  35,31 ton ha-1 dengan nilai B/C tertinggi : 1,04 
Keanekaragaman Jenis Anggrek di Cagar Alam Gunung Tukung Gede, Serang, Banten Sulistiarini, Diah; Djarwaningsih, Tutie
Jurnal Biodjati Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Biodjati, Vol II, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i1.1296

Abstract

Penelitian tentang anggrek alam telah dilakukan di Cagar Alam  (C. A.) Gunung Tukung Gede terletak di kabupaten Serang, propinsi Banten yang meliputi kawasan hutan sekitar 1700 ha. Penelitian telah dilakukan menggunakan metoda jelajah dengan tujuan utama untuk mengidentifikasi keberadaan dan keanekaragaman jenis-jenis di kawasan hutan Cagar Alam Tukung Gede.Penelitian dilakukan tiga kali pada bulan Juli dan Oktober 2009dan Oktober 2010 di tiga lokasi hutan di dekat desa Cikedung, Cikolelet dan Luwuk yang termasuk dalam dua kecamatan yaitu Cinangka dan Mancak. Berdasarkan hasil eksplorasi ini ditemukan tiga belas jenis anggrek dari C. A. Gunung Tukung Gede, satu jenis anggrek saprofit (Erythrochis altisima(Blume) Blume) , tiga jenis terestrial  (Calanthe zollingeri Reinchb.f., Corymborkis veratrifolia ( Reinw.) Blume  dan Spathoglottis plicata Blume) dan sembilan jenis epifit (Aerides odorata Lour., Appendicula pauciflora Blume, Cymbidium aloifolium (Linn.) Sw., C. finlaysonianum Lindl., Dendrobium crumenatum Sw., D. secundum (Blume) Lindl., Eria javanica (Sw.) Blume, Grossourdya appendiculata (Blume) Reinchb.f. dan Liparis parviflora (Blume) Lindl.). Salah satu jenis anggrek yaitu Erythrochis altisima (Blume) Blume merupakan anggrek langka. 
Kualitas Perairan pada Bulan Ramadan di Situ Gintung, Tangerang Selatan, Banten Wardhana, Hajar Indra; Nadila, Aina; ansyah, Mardi; Ramadhan, Firdaus; Rijaluddin, Alfan Farhan
Jurnal Biodjati Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Biodjati, Vol II, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i1.1302

Abstract

Abstrak. Aktivitas dan perilaku sosial masyarakat dibulan Ramadan telah berubah seperti meningkatnya pola konsumsi makanan, aktivitas ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat sehingga diduga mempengaruhi kimia-fisika lingkungan, total Coliform dan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini mengetahui (i) perubahan kualitas perairan berdasarkan kimia-fisika perairan, total Coliform dan fekal Coliform dan (ii) mengetahui hubungan parameter kimia-fisika perairan terhadap fekal Coliform di periode sebelum, saat dan setelah Ramadan. Penelitian ini dilakukan di Situ Gintung pada periode sebelum, saat dan setelah Ramadan tahun 2016 (1437 Hijriah). Kimia-fisika perairan tidak berbeda nyata (ANOVA, p >0.05) kecuali total dissolved solid (TDS) dan electrical conductivity (EC) berbeda nyata (ANOVA, p < 0.05) di semua periode. Nilai total Coliform di semua periode Ramadan >1100 MPN/100 mL. Kualitas perairan Situ Gintung berada di luar baku mutu air kelas I berdasarkan total Coliform di semua periode Ramadan. Hasil CCA (Canonical Correspondence Analysis) menunjukkan bahwa keberadaan kelompok fekal Coliform yaitu Salmonella dipengaruhi EC dan TDS, Escherichia coli dipengaruhi kecerahan dan Proteus tidak dipengaruhi semua parameter. Proteus dan E. coli mengalami peningkatan jumlah selama periode Ramadan dimana jumlah Salmonella tertinggi pada saat Ramadan. Perbedaan kimia-fisika perairan (EC dan TDS), total Coliform dan kualitas perairan Situ Gintung mengindikasikan telah dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat pada semua periode.
Perbandingan Struktur dan Komposisi Vegetasi Kawasan Rajamantri dan Batumeja Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat Nurjaman, Deden; Kusmoro, Joko; Santoso, Pribadi
Jurnal Biodjati Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i2.1304

Abstract

Abstrak,Cagar Alam Pananjung Pangandaran merupakan kawasan konservasi, kawasan tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian Barat (Rajamantri) merupakan hutan wisata sedangkan bagian Timur (Batumeja) merupakan area yang tertutup bagi wisatawan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui  perbandingan struktur dan komposisi vegetasi pada transek Rajamantri dan Batumeja Cagar Alam Pananjung Pangandaran.Tumbuhan yang ditemukan di transek Batumeja yaitu 36 jenis dari 25 famili, transek Rajamantri ditemukan 38 jenis dari 31 famili. Indeks Nilai Penting tertinggi pada transek Batumeja kategori pohon Buchanania arborescens (84,07%), kategori tiang Buchanania arborescens (73,49%), kategori pancang Dyospiros oblonga (53,93%) dan kategori anakan Syzigium lineatum (38,24%). Pada transek Rajamantri, Indeks Nilai Penting tertinggi pada kategori pohon yaitu Syzygium densiflora (82,36%), kategori tiang Psycotria palentonic(52,99%). Kategori pancang Dyospiros oblonga (53,93%), dan kategori anakan Psycotria palentonic (115,98%). Penelitian struktur dan komposisi vegetasi, pada transek Batumeja Indek Nilai Penting tertinggi yaitu pada kategori pohon. Pada transek Rajamantri Indek Nilai Penting tertinggi yaitu kategori anakan. Perbandingan struktur dan komposisi vegetasi pada kedua transek tidak begitu berbeda nyata atau komposisi jenisnya hampir sama. 
Keanekaragaman Jenis Euphorbiaceae (Jarak-Jarakan) Endemik di Sumatra Djarwaningsih, Tutie
Jurnal Biodjati Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i2.1305

Abstract

Suku Euphorbiaceae mewadahi 91 marga dengan 1354 jenis di kawasan Malesia (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Papua Nugini). Euphorbiaceae merupakan suku keempat terbesar dari 5 suku tumbuhan berpembuluh yang mempunyai jumlah jenis di atas 1000. Walaupun sudah diketahui tingginya jumlah jenis di Malesia, akan tetapi belum banyak yang melaporkan tentang endemisitas jenis-jenis Euphorbiaceae di suatu pulau. Keunikan geologi Indonesia  menyebabkan tingginya endemisitas flora, fauna dan mikroba. Indonesia memimiliki tingkat endemisitas flora antara 40–50 % dari total jenis flora pada setiap pulau, kecuali Sumatra yang endemisitasnya diperkirakan hanya 23 %.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dengan pasti jenis-jenis endemik Euphorbiaceae di Sumatra.  Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pengamatan specimen herbarium serta penelusuran pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa jenis tumbuhan dari suku Euphorbiaceae (jarak-jarakan) ada yang endemik di Sumatra yaitu Clonostylis forbesii S. Moore, Gymnanthes remota  (Steenis) Esser, Mallotus sphaerocarpus (Miq.) Mull. Arg., Sauropus asymmetricus  Welzen, dan Trigonostemon magnificum R.I. Milne. 
Pengaruh Persentase Pemangkasan Daun dan Bunga Jantan Terhadap Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Herlina, Ninuk; Fitriani, Widya
Jurnal Biodjati Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i2.1306

Abstract

Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas jagung adalah  memangkas bagian-bagian tanaman yang sudah tidak aktif berfotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase pemangkasan daun dan bunga jantan yang tepat sehingga dapat meningkatkan hasil tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2016 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan pemangkasan tersebut meliputi: P0 (Tanpa Pemangkasan), P1 (25% Dafgun Atas), P2 (50% Daun Atas), P3 (50% Daun Bawah), P4 (100% Daun Bawah), P5 (25% Daun Atas + Bunga Jantan), P6 (50% Daun Atas + Bunga Jantan), P7 (50% Daun Bawah + Bunga Jantan), P8 (100% Daun Bawah + Bunga Jantan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan daun dan bunga jantan berpengaruh nyata pada bobot kering tongkol, bobot pipilan kering biji serta intersepsi cahaya. Perlakuan pemangkasan 50% daun bawah dan bunga jantan dapat meningkatkan bobot segar tongkol 19.77%; bobot kering tongkol 22.82%; bobot pipilan kering biji per tanaman  21.00% dan bobot pipilan kering biji per hektar 16.41% dibandingkan dengan tanpa pemangkasan.
Potensi Ekstrak Buah Buni (Antidesma bunius L) Sebagai Antibakteri dengan Bakteri Uji Salmonella thypimurium dan Bacillus cereus Indrawati, Ida; Rizki, Andita Fitri Mutiara
Jurnal Biodjati Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i2.1309

Abstract

Terdapat senyawa bioaktif pada tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Tumbuhan genus Antidesma menunjukkan adanya aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas zat antibakteri yang terkandung di dalam buah buni (Antidesma bunius L) terhadap bakteri uji Salmonella thypimurium dan Bacillus cereus. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode difusi Kirby Bauer dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh adalah diameter zona hambat yang dihasilkan dari uji antibakteri terhadap bakteri B. cereus terbesar yaitu 20 mm pada konsentrasi ekstrak 80%, dan terkecil sebesar 6 mm pada konsentrasi ekstrak 1,25%. Hasil uji antibakteri ekstrak buah buni terhadap bakteri S. thypimurium dengan zona hambat terbesar yaitu 28 mm pada konsentrasi 80% dan zona hambat terkecil yaitu 0 mm pada konsentrasi 1,25%. Simpulan yang diperoleh adalah terdapat aktivitas antibakteri dari ekstrak buah buni terhadap bakteri uji S. thypimurium dan B. cereus. Rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk pada ekstrak Buah Buni (Antidesma bunius) terhadap bakteri B. cereus pada konsentrasi 80; 40; 20; 10; 5; 2,5; dan 1,25% masing-masing adalah sebesar 18,4; 12; 9,4; 8,4; 7,4; 7; dan 6,4 mm. Sedangkan terhadap bakteri S. thypimurium pada konsentrasi 80; 40; 20; 10; 5; 2,5; dan 1,25% masing-masing adalah sebesar 26,7; 21; 11; 10; 8; 7; dan 4,3 mm. 
Terapi Biopsikologi di Rumah untuk Meningkatkan Kekuatan Motorik Pasca Stroke Ulangan Sulianti, Ambar; Sahroni, Dadang
Jurnal Biodjati Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i2.1329

Abstract

Stroke merupakan merupakan penyakit penyebab kecacatan tertinggi di dunia. Jumlah penduduk penderita stroke di Indonesia sebagian besar berada pada usia produktif dan berisiko mengalami stroke ulangan dengan permasalahan yang lebih berat. Stroke berdampak kepada perubahan-perubahan baik biologis pada tubuh manusia maupun kepada psikis penderita. Permasalahan yang ditimbulkan oleh stroke tidak hanya dialami penderita tetapi juga oleh keluarga. Penelitian ini bertujuan menguji metode terpadu biologi-psikologi untuk meningkatkan kekuatan motorik penderita pasca stroke ulangan yang dapat dilakukan di rumah penderita oleh keluarga penderita. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan menggunakan Single Subject Randomized Time Series Design. Subjek adalah seorang perempuan berusia 64 tahun yang mengalami kelumpuhan akibat stroke ulangan. Keluarga yang tinggal dengan subjek hanyalah seorang anak perempuan yang bekerja pada perusahaan swasta. Perlakuan yang diberikan berupa metode terpadu Biopsikologi dengan memberikan masase pada jalur-jalur akupunktur dikombinasi dengan mendengarkan, membaca, dan memahami ayat-ayat Al Quran, serta pengaturuan diet. Penelitian dilakukan selama 2 bulan di rumah penderita di Bandung. Pelaksanaan dilakukan oleh keluarga yang telah dilatih oleh peneliti dengan pengamatan setiap 3 hari. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif berupa grafik. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan motorik pada subjek. Penelitian ini dapat digunakan sebagai landasan untuk penelitian terapi biopsikologi di rumah pada subjek yang lebih luas.
Estimasi Pertumbuhan Larva Lalat Black Soldier (Hermetia illucens) dan Penggunaan Pakan Jerami Padi yang Difermentasi dengan Jamur P. chrysosporium Supriyatna, Ateng; Putra, Ramadhani Eka
Jurnal Biodjati Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i2.1569

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai estimasi pertumbuhan larva lalat Black Soldier (Hermetia illucens) dan penggunaan pakan jerami padi yang difermentasi dengan jamur P.chrysosporium, yang bertujuan untuk mengetahui komposisi jerami setelah fermentasi, mengetahui laju pertumbuhan larva, nilai ECD dan WRI. Metode penelitian yang dilakukan yaitu: jerami difermentasikan dengan menggunakan jamur P.chrysosporium 4% (b/v), jerami hasil fermentasi selanjutnya digunakan sebagai pakan larva BSF dengan perlakuan pemberian pakan 12,5; 25; 50; 100; dan 200 (mg/larva/hari). Larva yang digunakan berusia 6 hari, untuk semua perlakuan mengguanakan 200 ekor larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur P. chrysosporium dapat menurunkan kadungan hemiselulosa 3,89%, selulosa 4,65%, dan lignin sebesar 10,05% serta menaikan kandungan protein jerami sebesar 1,88%. Pemberian pakan 100 mg/larva/hari menghasilkan rata-rata berat akhir larva paling tinggi yaitu 13,68 mg, rata-rata mencapai prepupa selama 39 hari, rata-rata nilai ECD dan WRI sebesar 12,96% dan 0,42.  
Pemanfaatan Anggrek Spesies Kalimantan Tengah Berbasis Kearifan Lokal yang Berpotensi sebagai Bahan Obat Herbal Wahyudiningsih, Tri Suwarni; Nion, Yanetri Asi; ., Pahawang
Jurnal Biodjati Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i2.1570

Abstract

Pemanfaatan anggrek spesies dari Kalimantan Tengah yang berpotensi sebagai bahan obat herbal berbasis kearifan lokal perlu dikaji. Penelitian dilakukan mulai bulan Oktober hingga Desember 2016. Tempat penelitian: koleksi anggrek spesies Kalimantan Tengah di Jl.Temanggung Tilung XIII Palangka Raya. Pemanfaatan anggrek spesies berdasar kearifan lokal berasal dari hasil wawancara pemilik kebun yang didukung  dengan  data  hasil  studi  literatur.  Spesies  anggrek  dari Kalimantan Tengah yang bermanfaat sebagai bahan obat herbal adalah batang dan daun anggrek tewu tadung/anggrek tebu (Grammatophylum speciosum) sebagai bahan obat kista dan uwei menyame (Bromheadia finlaysoniana (Lind.) Miq.) sebagai salah satu komponen obat sakit pinggang. Beberapa anggrek spesies yang berpotensi sebagai bahan obat herbal  dan  fitoterapi  berdasar  studi  literatur  antara  lain:  rhizome anggrek bambu (Arundina graminifolia (D. Don) Hochr) mengandung senyawa Arundinan mempunyai aktivitas anti bakteri. Daun Phalaenopsis manii  mengandung  phalaenopsine.  Seluruh  bagian  tumbuhan  Eria bambusifolia  Lindl.  Kimar  digunakan  untuk  mengatasi  keasaman lambung yang berlebihan dan gangguan sakit perut. Anggrek Coelogyne cristata   mengandung   Coeloginanthrin,   Coeloginanthridin,   dan Combretastatin  C-1.  Daun  Dendrobium  crumenatum  Sw.  (anggrek merpati) dapat digunakan untuk tapal pada bisul dan jerawat.