cover
Contact Name
Joko Santoso
Contact Email
jokosantoso@ustjogja.ac.id
Phone
+6285643408044
Journal Mail Official
jurnalcaraka@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Jalan Batikan UH III/1043, Tuntungan, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta 55167. Phone: (0274) 374997.
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya
ISSN : 24077976     EISSN : 25794485     DOI : http://dx.doi.org/10.30738/
The focus of the journal in the field of language which includes the results of research on phonology, morphology, syntax, pragmatics, stylistics, and other aspects of linguistic studies. In addition to linguistics, another focus is on literature which includes the results of research on the sociology of literature, the psychology of literature, postcolonialism, cultural studies, ecocriticism, and other aspects of literary study. In addition to language and literature, another focus is the teaching of Indonesian language and literature which includes Indonesian language and literary learning models, Indonesian language and literary learning media, Indonesian language and literary teaching materials, and other aspects of teaching/learning studies.
Articles 251 Documents
Nilai pendidikan karakter novel Selena karya Tere Liye Winda Dwi Hudhana; Siti Rachmah Fitriyah
CARAKA Vol 8 No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ca.v8i1.11330

Abstract

Pendidikan karakter dapat dipelajari  melalui novel yaitu novel Selena karya Tere Liye. Novel tersebut mengandung aspek-aspek nilai pendidikan yang dapat digunakan guru untuk mengajarkan nilai pendidikan karakter dalam novel Selena karya Tere Liye. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan nilai pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Selena karya Tere Liye. Data dalam penelitian ini yaitu kutipan nilai-nilai pendidikan dalam novel Selena karya Tere Liye.  Teknik pengumpulan data yaitu teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini yaitu nilai pendidikan karakter tersebut yang ditemukan peduli sosial 1 data, disiplin 4 data, mandiri 1 data, kerja keras 6 data, jujur 1 data, bersahabat/komunikatif 3 data, menghargai prestasi 3 data, ingin tahu 2 data, cinta damai 3 data, dan gemar membaca 2 data.   The character education value of Tere Liye's novel Selena   Abstract: Character education can be learned through novels, namely the novel Selena by Tere Liye. The novel contains aspects of educational value that teachers can use to teach the value of character education in Tere Liye's novel Selena. The purpose of this study is to describe the value of character education. This research is qualitative research using the content analysis method. The data source in this study is the novel Selena by Tere Liye. The data in this study are quotes from educational values ​​in the novel Selena by Tere Liye. Data collection techniques are reading and note-taking techniques. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of this study are the value of character education, which is found to be socially caring 1 data, disciplined 4 data, independent 1 data, hard work 6 data, honest 1 data, friendly/communicative 3 data, appreciating achievement 3 data, curious 2 data, love peace 3 data, and likes to read 2 data.
Kosmologi Tantrayana di Bali dalam menghadapi pagebluk wabah penyakit Putri Retnosari; Endah Imawati; Krisna Sukma Yogiswari
CARAKA Vol 8 No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ca.v8i1.11332

Abstract

Saat ini masyarakat Indonesia dan dunia menghadapi wabah penyakit virus covid-19. Di Indonesia, kedatangan wabah penyakit disebut sebagai masa pagebluk. Indonesia memiliki pengetahuan lokal dalam menanggulangi bencana atau wabah penyakit yang tercermin dalam kearifan lokal masing-masing daerah. Pada umumnya, kearifan lokal adalah jalan tengah yang dimiliki oleh masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan alam dan dunia. Salah satu daerah yang masih mempertahankan dan melestarikan kearifan lokal adalah Pulau Bali. Masyarakat Bali berpandangan bahwa alam adalah sosok Ibu yang perlu dihormati sehingga menjaga alam bukanlah suatu paksaan melainkan bentuk kasih sayang. Kosmologi Tantrayana salah satu ritual dan kepercayaan yang membahas kesiapan mental manusia dalam menghadapi wabah penyakit atau musibah. Masyarakat Bali percaya jika menjaga, melestarikan dan merawat alam maka manusia akan jauh dari bencana. Untuk mewujudkan itu, masyarakat Bali percaya terhadap keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos dan Tuhan. Pengetahuan lokal masyarakat Bali dapat dimanfaatkan bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam membentuk mental ketika datang wabah penyakit. Ajaran Tantrayana mencoba mengingatkan manusia bahwa bencana dapat ditelusuri melalui metode folklor, yang artinya ada pertanda sebelum wabah penyakit datang. Melalui lima konsep yang ditawarkan dalam ajaran Tantrayana mengajarkan manusia untuk bisa menahan diri ketika wabah penyakit datang. Hal ini relevan dengan sikap yang seharusnya dilakukan manusia dalam menghadapi virus covid 19, seperti menahan diri untuk berpesta agar tidak terlibat di kerumunan masa yang dapat berpotensi besar penularan virus covid-19. Penelitian ini mencoba menulusuri tiga hal yaitu konsep kosmologi Tantrayana, peran ajaran Tantrayana dalam membentuk mental masyarakat Bali saat menghadapi pageblug wabah penyakit, dan  kesiapan mental masyarakat Bali dalam menghadapi Covid 19. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep kosmologi Tantrayana, mendeskripsikan peran ajaran Tantrayana dalam membentuk mental masyarakat Bali saat menghadapi pageblug wabah penyakit. Mendeskripsikan kesiapan mental masyarakat Bali dalam menghadapi Covid 19. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan etnografis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mencapai target yang ingin dicapai dengan menggunakan wawancara mendalam yang meliputi (a) triangulasi, (b) peer debriefing. (c) member check dan audit trial.
Analisis wacana kritis model van Djik dalam pemberitaan reshuffle kabinet pada harian tempo.co Titis Kusumaningrum Witdaryadi Putri; Yoga Pradana Wicaksono
CARAKA Vol 8 No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ca.v8i1.11465

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro teks berita pada harian Tempo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model van Djik. Hasil analisis menunjukkan bagian makro struktur menggambarkan secara umum tema isu reshuffle kabinet. Bagian superstruktur skematik terdiri atas summary dan story yang menggambarkan upaya penulis untuk menampilkan efek tertentu. Bagian mikro struktur terdiri atas latar, detil, maksud, koherensi, koherensi pembeda, bentuk kalimat, kata ganti, leksikon, praanggapan, grafis, dan metafora yang menggambarkan upaya penulis untuk menggiring opini pembaca agar Jokowi menambah jumlah menteri dari kalangan profesional.   Critical discourse analysis of van Djik's model in the coverage of the cabinet reshuffle on daily tempo.co   Abstract: This research aims to describe the macrostructure, superstructure, and microstructure of the news text on tempo.co daily. The method used is descriptive qualitative with van Djik's critical discourse analysis approach. The analysis results show that the macrostructure section describes the general theme of the cabinet reshuffle issue. The schematic superstructure section consists of a summary and a story that describes the author's efforts to display a certain effect. The microstructure section consists of background, details, intent, coherence, distinguishing coherence, sentence forms, pronouns, lexicon, presuppositions, graphics, and metaphors that describe the author's efforts to lead readers' opinions so that Jokowi will increase the number of ministers from professional circles.
Aplikasi Tesaurus Indonesia sebagai solusi mengatasi minimnya penggunaan kosakata dalam menulis Dinda Fatimah Nuraulia Azzahra; Aninditya Sri Nugraheni
CARAKA Vol 8 No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ca.v8i1.11486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan aplikasi Tesaurus Indonesia sebagai solusi mengatasi minimnya penggunaan kosakata dalam menulis. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Dalam tahap pengumpulan data, maka peneliti melaksanakannya dengan teknik studi pustaka, penelitian langsung terhadap aplikasi Tesaurus Indonesia dan kuesioner melalui Google Form. Analisis data dilaksanakan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan melakukan penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari buku, artikel yang dimuat dalam jurnal, internet, dan sumber kredibel lainnya beserta data pendukung yang diperoleh dari Google Form. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kosakata mutlak diperlukan oleh setiap pemakai bahasa dan penting untuk mengembangkan tulisan. Berdasarkan data yang diperoleh 81% dari total responden menyatakan bahwa salah satu kendala saat menulis adalah kurang bisa menggunakan kosakata yang beragam. Kemudian, 81% dari total responden ternyata belum mengetahui aplikasi Tesaurus Indonesia. Aplikasi Tesaurus Indonesia mampu membantu mengatasi minimnya penggunaan kosakata dalam menulis karena menyediakan sinonim setiap kata dan antonim beberapa kata.
Ferdinand de Saussure dan Kontribusi Pemikirannya: Ferdinand de Saussure and His Thought Contributions Sasono, Nugroho Joko; Urfan, Noveri Faikar
CARAKA Vol 11 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i2.14730

Abstract

Ferdinand de Saussure dikenal sebagai bapak linguistik modern karena pemikirannya yang merevolusi pemahaman tentang bahasa. Saussure juga dikenal dengan peletak dasar teori strukturalisme dalam kajian bahasa. Saussure berangkat dari pemikiran tentang perbedaan antara parole dan langue. Parole adalah bahasa yang dituturkan sementara langue adalah struktur bahasa yang melampaui manusia. Saussure menganggap bahwa kajian bahasa harus diarahkan untuk menganalisis langue atau struktur yang membuat bahasa pada akhirnya bisa dituturkan, bukan analisis pada tingkatan parole. Saussure juga dikenal dengan identifikasi struktur diadik dalam analisis bahasa seperti analisis sintagmatik dan paradigmatik serta analisis penanda dan petanda
Analisis Perbandingan Cerpen “Hidung” Karya Ahmadun Yosi Herfanda dan Cerpen “Hidung” Karya Lilik Fatimah Azzahra : Comparative Analysis of the short story "Nose" by Ahmadun Yosi Herfanda and the short story "Nose" by Lilik Fatimah Azzahra Alvirra, Anisyahida Aulia; Hanik, Khalifah Umi; Wulandari, Yosi
CARAKA Vol 11 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i2.16772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hipogram dan transformasi; (2) mendeskripsikan persamaan cerpen “Hidung” karya Ahmadun Yosi Herfanda dan Cerpen “Hidung” Karya Lilik Fatimah Azzahra; (3) mendeskripsikan perbedaan cerpen “Hidung” karya Ahmadun Yosi Herfanda dan Cerpen “Hidung” Karya Lilik Fatimah Azzahra. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan intertekstual. Hasil dari penelitian ini (1) menghasilkan teks cerpen “Hidung” karya Ahmadun Yosi Herfanda merupakan teks hipogram dan teks cerpen milik Lilik fatimah Azzahra sebagai teks transformasinya yang memperkuat mitos standar kecantikan pada hidung yang mancung. (2) kedua cerita tersebut memiliki topik yang sama di mana pada cerpen Ahmadun Yosi Herfanda dan Lilik Fatimah Azzahra sama-sama membahas bagaimana standar kecantikan bagi wanita yang dipengaruhi dari bentuk hidung, sehingga pada kedua cerpen membahas mengenai operasi plastik. Jadi dapat di simpulkan bahwa kedua terks tersebut memiliki pandangan yang sama yang di pengaruhi sosiokultural.
PEMAKNAAN ADJEKTIVA BERTARAF DALAM NOVEL LINTANG KEMUKUS DINI HARI KARYA AHMAD TOHARI BERBASIS KORPUS LINGUISTIK: The Meaning of Adjectives in The Novel Lintang Kemukus Dini Hari by Ahmad Tohari Based on The Linguistic Corpus Azizah, Hilma Azmi; Purnani, Siwi Tri; Widjajanti, Anita
CARAKA Vol 11 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i2.18534

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan perihal pemaknaan adjektiva bertaraf dalam novel Lintang Kemukus Dini Hari karya Ahmad Tohari dengan analisis berbasis korpus linguistik. Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan adjektiva bertaraf, seperti adjektiva pemeri, sifat, ukuran, warna, waktu, jarak, sikap batin, dan serapan dalam novel “Lintang Kemukus Dini Hari Karya Ahmad Tohari dalam Korpus Linguistik”. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik yang digunakan adalah teknik kualitatif pada novel Lintang Kemukus Dini Hari yang dijadikan data dalam bentuk file txt,. Setelah itu penulis membuka aplikasi korpus yang bernama AntConc versi 3.5.8. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan korpus linguistik. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari novel Lintang Kemukus Dini Hari yang penulis masukkan dalam aplikasi korpus AntConc versi 3.5.8. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya adjektiva bertaraf pemeri sifat, adjektiva bertaraf ukuran, adjektiva bertaraf, adjektiva bertaraf, adjektiva bertaraf jarak, adjektiva bertaraf sikap batin, dan adjektiva bertaraf serapan yang dapat dianalisis dengan aplikasi korpus AntConc versi 3.5.8. pada novel Lintang Kemukus Dini Hari karya Ahmad Tohari.
A Strategi Inovatif Guru dalam Mengintegrasikan Media Pembelajaran untuk Kreativitas Siswa: Innovative Strategies of Teachers in Integrating Learning Media to Enhance Student Creativity Muna Aljamaliah, Syifa Nailul; Sastromiharjo, Andoyo; Darmadi, Deden Much.
CARAKA Vol 11 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i2.18797

Abstract

Perkembangan teknologi dalam pendidikan memberikan peluang besar bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik. Namun, banyak guru masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan media pembelajaran berbasis teknologi secara efektif, seperti keterbatasan akses teknologi dan kurangnya pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh guru dalam mengintegrasikan media berbasis teknologi untuk meningkatkan kreativitas siswa, serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam implementasinya dan solusi yang dapat diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kuesioner terbuka yang disebarkan kepada guru bahasa Indonesia tingkat SMP dan SMA di Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung, serta wawancara mendalam dengan beberapa guru terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memanfaatkan media seperti e-book, video, dan aplikasi interaktif (Canva, Wordwall) untuk mendukung pemahaman materi, meningkatkan motivasi belajar, serta mengembangkan kreativitas siswa. Strategi utama yang digunakan adalah penyelarasan media dengan kurikulum, pelatihan teknologi, serta integrasi teknologi sebagai alat pembelajaran. Kendala yang dihadapi oleh guru meliputi terbatasnya akses terhadap perangkat, kesenjangan kompetensi dalam penggunaan teknologi, dan kurangnya evaluasi terhadap media pembelajaran. Solusi yang diusulkan termasuk pengadaan perangkat, pelatihan berkala untuk guru, serta evaluasi dan kolaborasi dengan pihak eksternal. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun media berbasis teknologi efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa, diperlukan dukungan berkelanjutan agar dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran.
HUMANISTIC DIRECTIVE SPEECH ACTS IN LEARNING INTERACTIONS AT SMA NEGERI 1 GEBOG KUDUS: A PRAGMATIC PERSPECTIVE: Humanistic Directive Speech Acts in Learning Interactions at SMA Negeri 1 Gebog Kudus: A Pragmatic Perspective Herwani, Suci
CARAKA Vol 11 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i2.18808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif humanis berdasarkan perspektif pargmatik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa penggalan tuturan. Sumber data yang digunakan yakni tuturan direktif humanis dalam interaksi pembelajaran. Populasi berjumlah 5 rombel dari kelas XI dan 38 guru.  Teknik yang dipilih melalui teknik random sampling. Pengambilan data melalui observasi, dengan metode simak, teknik Simak Bebas Libas Cakap (SBLC), dan teknik catat. Pengumpulan data melalui menyimak dan mencatat tuturan, menstranskrip tuturan, pengkodean, dan reduksi data. Metode analisis data menggunakan metode padan pragmatig dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP). Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Hasil penelitian menemukan bentuk tindak tutur meliputi bentuk langsung dan bentuk tidak langsung. Bentuk langsung yang muncul dalam interaksi pembelajaran meliputi bentuk langsung modus imperatif, interogatif, dan deklaratif sedangkan bentuk tidak langsung meliputi bentuk tidak langsung modus deklaratif-imperatif dan interogatif-imperatif. Fungsi tindak tutur direktif humanis yang muncul meliputi fungsi meminta, fungsi menasihati, fungsi menyarankan, dan fungsi melarang.
Praktik Wacana Patriarki Mural Di Belakang Truk Trans Sulawesi: Patriarchal Discourse Practices Murals on the Back of Trans Sulawesi Trucks Indra, Andi Batara; Darussalam , Fajrul Ilmy; Pratiwi, Herlina; Agustan, Agustan; Rusdianto, Miftah
CARAKA Vol 11 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i2.19057

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian analisis wacana kritis yang bertujuan untuk mengetahui wujud wacana patriarki pada mural di belakang truk tras Sulawesi. Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi pada mural di belakang truk trans Sulawesi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik wacana patriarki pada mural di belakang truk trans Sulawesi masih dengan muda untuk dijumpai. Selain itu, terdapat perbedaan penggambaran antara laki-laki dan perempuan. Adapun penggambaran perempuan sebagai objek yang diperbincangkan pada mural di belakang truk trans Sulawesi berbentuk (1) eksploitasi seksual, (2) kekerasan seksual. Penggambaran laki-laki sebagai objek pada mural di belakang truk trans Sulawesi berwujud maskulinitas. Dari hasil tersebut menujukkan adanya relasi kuasa antara laki-laki dengan perempuan di mana perempuan memiliki posisi yang subordinatif pada mural di belakang truk trans Sulawesi. Implikasi penelitian ini untuk menunjukkan bahwa tulisan atau mural yang terdapat di belakang truk trans Sulawesi menjadi salah satu media yang menyebarkan wacana patriarki di masyarakat dan mural yang mewacanakan praktik wacana patriarki tidak dapat dianggap sebagai hal yang lucu.