cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Medika
ISSN : 24607266     EISSN : 26552051     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
The publication of Jurnal Surya Medika certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 17 articles consisting of Pharmacy, Medical Laboratory Technology, and another Health Science topics.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
Korelasi Lama Menstruasi, Indeks Massa Tubuh (IMT), Lingkar Lengan Atas (LILA) dan Pengetahuan dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri: Correlation of Menstruation Duration, Body Mass Index (BMI), Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) and Knowledge with Hemoglobin Levels in Adolescent Girls Arisani, Greiny; Noordiati, Noordiati; Herlinadiyaningsih, Herlinadiyaningsih
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.4040

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang memiliki risiko lebih besar mengalami anemia. Percepatan pertumbuhan, perkembangan, perubahan hormonal, tidak adekuatnya asupan zat besi makanan, malnutrisi dan menstruasi adalah penyebab rendahnya kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri. Anemia pada remaja putri memiliki konsekuensi yang serius dikaitkan dengan gangguan fisik, pertumbuhan dan perkembangan kognitif remaja putri, Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi lama mentruasi, indeks massa tubuh (IMT), lingkar lengan atas (LILA) dan pengetahuan dengan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri di Politeknik Kesehatan Kemenkes Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 97 responden remaja putri dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat kemudian analisis bivariat menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menyimpulkan ada korelasi bermakna lama menstruasi (p=0,000; r=-0,716), indeks massa tubuh (IMT) (p=0,000; r=0,512), lingkar lengan atas (LILA) (p=0,000; r=0,444) dan pengetahuan (p=0,001; r=0,319) dengan kadar hemoglobin (Hb). Kesimpulan penelitian ini adalah ada korelasi bermakna lama menstruasi, indeks massa tubuh (IMT), lingkar lengan atas (LILA) dan pengetahuan dengan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri di Politeknik Kesehatan Kemenkes Palangka Raya.
Hubungan Usia Menarke, Status Gizi, Kadar Lemak, dan Kadar Hemoglobin dengan Kejadian Dismenore Siswa SMP Negeri 4 Palangka Raya: Relationship Between Menarche Age, Nutritional Status, Fat Levels, and Hemoglobin Levels with the Incidence of Dysmenorrhea in Students of SMP Negeri 4 Palangka Raya Balyas, Abi Bakring; Kahanjak, Donna Novina; Komara, Nisa Kartika; Ahmad, Farah Fauziah
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.4796

Abstract

Jumlah kelompok usia 10-19 tahun di Indonesia menurut Sensus Penduduk 2010 sebanyak 43,5 juta atau sekitar 18 % dari jumlah penduduk.. Secara biologis, remaja biasa juga disebut dengan pubertas. Ciri pubertas sendiri ada berbagai macam. Pada laki-laki hal yang paling mendasar ialah terjadinya mimpi basah sedangkan pada wanita terjadinya menstruasi. Nyeri menstruasi terjadi karena prostaglandin, yaitu zat yang menyebabkan otot rahim berkontraksi. dismenore dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu dismenore primer fisiologis dan dismenore sekunder patologis. Berdasarkan data demografi yang ditemukan bahwa dismenore dipengaruhi oleh berbagai factor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini menganalisis mengenai Usia Menarche, Status Gizi, Persentase Lemak tubuh dan Kadar Hemoglobin Terhadap Kejadian Dismenorea.. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara Usia Menarche, Status Gizi, Persentase Lemak tubuh dan Kadar Hemoglobin Terhadap Kejadian Dismenorea. Variabel yang diteliti ialah Usia Menarche, Status Gizi, Persentase Lemak tubuh dan Kadar Hemoglobin dan kejadian dismenorea. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi square, serta multivariat. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara hubungan usia menarche dan status gizi dengan kejadian dismenore tetapi ada hubungan antara persentase lemak tubuh dan kadar hemoglobin dengan kejadian dismenorea pada siswi Smp Negeri 4 Palangka Raya
Literature Review of Practice Evaluation of Good Drug Distribution Methods at Public and Private Sector Pharmaceutical Distribution Facilities in Indonesia: Literature Review of Practice Evaluation of Good Drug Distribution Methods at Public and Private Sector Pharmaceutical Distribution Facilities in Indonesia As'hari, Yanuar; Wiedyaningsih, Chairun; Yasin, Nanang Munif
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.4851

Abstract

To ensure that the quality of pharmaceutical products is maintained throughout the distribution chain, it is necessary to implement Good Distribution Practices at distribution facilities that distribute pharmaceutical products. This literature review explores the evaluation of Good Drug Distribution (GDP) or CDOB guideline practices in pharmaceutical product distribution facilities engaged in the public and private sectors in Indonesia. The literature review method used the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) protocol. Articles were searched using the Google Scholar database and restricted to those related to GDP published from 2018 to 2022. The literature was reviewed using questions to assess studies organized by Population, Exposure, and Outcome (PEO) criteria. Articles obtained were then identified, screened, eligibility, then selected based on inclusion and exclusion criteria resulting in 19 pieces that will be extracted data. Of the 19 articles, the study was conducted in several pharmaceutical distribution facilities such as the Health Office, Puskesmas, Hospitals, Pharmacies, and Pharmaceutical Wholesalers spread across Indonesia. All articles used descriptive methods to show the conformity of implementing Good Distribution Practices guidelines. Some studies still do not use the latest regulation, namely the Food and Drug Administration Regulation Number 6 of 2020 concerning Amendments to BPOM Regulation Number 9 of 2019 concerning Technical Guidelines for Good Distribution Methods. The suggestions that can be made include the need for studies related to the evaluation of Good Distribution Practices of pharmaceutical distribution facilities in the public or government sector and studies on distribution facilities in Eastern Indonesia
Pengetahuan Keluarga terhadap Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Meningkatkan Kesehatan Fisik Lansia di Desa Cipancar Kecamatan Sumedang Selatan: Family Knowledge on the Utilization of Family Medicinal Plant (TOGA) for Improving the Physical Health of Elderly in Cipancar Village, Sumedang Selatan District Nurbaeti, Ira Apriani; Dolifah, Dewi; Hoedaya, Ahmad Purnama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.4852

Abstract

Pemeliharaan kesehatan dapat dilakukan melalui pemanfaatan tanaman obat yang memiliki banyak khasiat. Kesehatan lansia yang rentan mengalami masalah kesehatan memerlukan perhatian penting dari keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan keluarga terhadap pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk meningkatkan kesehatan fisik lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 37 responden dengan teknik total sampel. Kriteria inklusi dalam studi ini adalah keluarga dengan lansia diatas 60 tahun, tanaman obat keluarga (TOGA) yang diteliti adalah jenis rimpang dan daun serta keluarga dengan lansia yang berada di luar daerah sebagai kriteria eksklusi. Analisis univariat data kategorik menggunakan presentase dan distribusi frekuensi. Penelitian menunjukkan hasil, pengetahuan keluarga terhadap pemanfaatan TOGA untuk meningkatkan kesehatan fisik lansia adalah keluarga yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 54,05%, berpengetahuan cukup sebanyak 35,14% dan keluarga yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 10,81%. Pengetahuan keluarga tentang pemanfaatan TOGA sebagian besar mengetahui sebagai upaya penyembuhan (kuratif) sebanyak 78,38% dan sebagai upaya pencegahan pencegahan (preventif) sebanyak 21,62. Sebagian besar masyarakat telah menanam tanaman obat keluarga (TOGA) namun pengetahuan pemanfaatan TOGA untuk meningkatkan kesehatan fisik lansia masih kurang.
Perbedaan Pola Sidik Jari dan Sudut Axial Tridadius Digital (ATD) Antara Orang Tua Anak Normal dengan Sindrom Down: Title in English Differences in Fingerprint Patterns and Digital Triradius Axial Angles (ATD) between Parents of Normal Children and Parents of Down Syndrome Children Basudewo, Dyaniko Prio; Setiawan, Yuswanto; Tandean, Victor Setiawan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.5044

Abstract

Sindrom Down merupakan salah satu penyakit yang terjadi akibat kelainan genetik pada pembentukan kromosom individu selama masa kehamilan. Dermatoglifi yang merupakan salah satu komponen tubuh manusia yang terbentuk ketika individu dalam masa kandungan. Penelitian ini bertujuan melihat perbedaan pola sidik jari dan sudut ATD antara orang tua anak normal dengan orang tua yang memiliki anak sindrom Down pada suku Jawa di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pengambilan sampel secara acakpada 2 kelompok responden yang terdiri dari kelompok orang tua dengan anak normal dan sindrom Down sejumlah masing-masing 32 orang. Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah cap seluruh ujung jari tangan dan telapak tangan dengan jumlah total 32 telapak tangan dan 320 sidik jari dengan parameter penelitian jenis pola sidik jari dan besar sudut ATD. Analisis hasil penelitian menggunakan uji statistik chi square pada pola sidik jari dan mann whitney untuk sudut ATD. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan signifikan pada pola sidik jari antara orang tua anak normal dengan orang tua anak sindrom Down. Perbedaan itu terdapat pada sidik jari I, III, IV, V tangan kanan dan jari I tangan kiri. Meskipun pada dasarnya perbedaan signifikan tidak bisa dilihat melalui jumlah terbanyak, akan tetapi data menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan didominasi oleh perbedaan jumlah whorl antar kedua kelompok. Terkait dengan parameter sudut ATD juga ditemukan perbedaan yang signfikan pada kedua telapak tangan. Kedua telapak tangan orang tua anak sindrom Down memiliki besaran sudut lebih besar dibandingkan dengan orang tua anak normal.
Perbedaan Hasil Pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE) pada Histologi Ginjal Mencit (Mus musculus) Berdasarkan Ketebalan Mikrotom: Differences in Hemtoxylin Eosin Staining Results in Mice Kidney Histology (Mus musculus) Based on Microtome Thickness Sofyanita, Eko Naning; Siwi, Utami Purnama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.5051

Abstract

Tahap pemotongan (sectioning)  menggunakan mikrotom merupakan tahap pembuatan jaringan yang perlu diperhatikan ukuran ketebalannya. Ukuran ketebalan mikrotom yang dapat digunakan yaitu 3-5 μm. Hewan mencit memiliki banyak keunggulan, sedangkan organ ginjal mencit (Mus musculus) merupakan salah satu organ yang sering digunakan dalam penelitian. pewarnaan jaringan yang sering digunakan secara rutin adalah pewarna yang dapat memulas inti dan sitoplasma serta jaringan penyambungnya yaitu pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan hasil pewarnaan HE pada histologi ginjal mencit berdasarkan ketebalan mikrotom 3 μm, 6 μm  dan 9 μm. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Eksperimental dengan desain penelitian true experimental post test only control group design. Inti sel tampak berwarna biru keunguan pada kelompok pemotongan mikrotom 3 μm dengan rata-rata nilai 2,97. Sitoplasma tampak jelas dan berwarna merah muda pada kelompok pemotongan mikrotom 3 μm dengan rata-rata nilai 3. Keseragaman warna pada kelompok pemotongan mikrotom 3 μm dengan intensitas warna yang merata pada seluruh lapang pandang dengan rata-rata nilai 3. Hasil uji Kruskal Wallis dan Man Whitney pada ketebalan pemotongan mikrotom 3 μm, 6 μm dan 9 μm menunjukkan adanya perbedaan hasil kualitas pewarnaan sediaan preparat ginjal mencit dengan signifikan p= 0.000. Kesimpulan penelitian ini yaitu pemotongan menggunakan organ ginjal mencit dapat menggunakan ketebalan 3 μm.
Analisis Persepsi Masyarakat Indonesia Terhadap Hiperlipidemia “Studi pada Sosial Media Twitter”: Analysis of Indonesian Society’s Perception of Hyperlipidemia “Study on Twitter Social Media” Hasan, Murojil; Weidyaningsih, Chairun; Yasin, Nanang Munif
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.5335

Abstract

Hiperlipidemia merupakan salah satu Penyakit tidak menular yang disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti sosioekonomi, budaya, adat, kebiasaan dan gaya hidup seseorang. Dengan adanya interaksi antar pengguna pada media sosial yang didalamnya berisi informasi, keluhan, saran maupun permintaan bantuan dapat menjadi alat untuk dapat mengetahui persepsi publik yang berguna sebagai bahan intervensi guna menekan laju terjadinya hiperlipidemia di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap persepsi masyarakat terhadap hiperlipidemia yang dihasilkan pada platform media sosial twitter. Data tweet diambil dari unggahan pengguna dengan kata kunci berupa istilah dan obat hiperlipidemia pada rentang waktu tahun 2020 dan selanjutnya dilakukan analisis konten secara kulalitatif. Tweet terkait hiperlipidemia yang didapat kemudian dilakukan ekstraksi dengan mengeluarkan tweet berisi iklan, berita, retweet serta konten diluar kesehatan agar mendapat persepsi dari pengguna secara utuh. Kami mengidentifikasin 1572 tweet terkait hiperlipidemia dengan 1.246 tweet (79.26%) berasal dari sudut pandang orang pertama, 156 tweet (9.92%)berasal dari sudut pandang orang kedua,114 tweet (7.25%) berasal dari tenaga kesehatan dan 56 tweet (3.56%) lain- lain. Kami mengidentifikasi 8 tema terkait hiperlipidemia yakni mengenai gejala sebanyak 120 tweet (7.69%), obat 153 tweet (9.80%), komplikasi 156 tweet (9.99%), biaya 19 tweet (1.22%), kebijakan pemerintah 16 tweet (1.02%), gaya hidup 649 tweet (41.58%), lain- lain 79 tweet (5.06%) dan tidak diketahui sebanyak 367 tweet (23.51%). Twitter dapat menjadi sumber informasi kesehatan, sarana komunikasi, jaringan tenaga kesehatan dan media promosi kesehatan. Penilaian persepsi dan sentimen masyarakat terhadap permasalahan kesehatan bisa dilakukan sebagai upaya merumuskan strategi dan kebijakan promosi kesehatan secara tepat sasaran.
Hubungan Hemoglobin dengan Kreatinin pada Penderita Diabetes Melitus: The Correlation Between Hemoglobin and Creatinine on Patients of Diabetes Mellitus Suprihatin, Putri Pamungkas Tika; Saroh, Dewi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.5352

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang tidak ditularkan (non communicable disease) dan sering ditemukan di masyarakat seluruh dunia. Diabetes melitus merupakan penyakit kronik dan dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya adalah penurunan fungsi ginjal. Anemia merupakan komplikasi Diabetes melitus khususnya jika disertai gangguan renal. Anemia ditandai dengan penurunan hemoglobin dan gangguan renal dapat ditandai dengan peningkatan kreatinin. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kadar hemoglobin dengan kreatinin pada penderita Diabetes melitus. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di Prodia Lampung  dengan jumlah sampel yang digunakan 30 pasien Diabetes melitus pada tahun 2023. Analisis data menggunakan teknik analisis uji korelasi. Hasil: Setelah dilakukan penelitian terhadap 30 responden pasien Diabetes melitus diperoleh hasil signifikansi yaitu sebesar p=0,044. Nilai koefisien korelasi sebesar -0.370. Berdasarkan analisis menggunakan uji Spearman. menunjukkan nilai sig. (2-tailed) adalah sebesar 0.044 (p <0,05) menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kadar hemoglobin dengan kreatinin pada penderita Diabetes melitus. Nilai koefisien korelasi sebesar -0.370 menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kadar hemoglobin dengan kreatinin pada penderita Diabetes melitus dengan tingkat hubungan “Lemah” yang berarti semakin tinggi nilai kadar kreatinin , kadar hemoglobin pun akan semakin rendah. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat hubungan  antara kadar hemoglobin dengan kreatinin pada penderita diabetes melitus di Prodia Lampung.
Pengaruh Pemberian Telur Rebus dan Madu Terhadap Kadar Haemoglobin Remaja Putri di Posyandu Remaja Raemadia Wilayah Kerja Puskesmas Seba Nusa Tenggara Timur: Effect of Boiled Eggs and Honey on Haemoglobin Levels of Adolescents at Posyandu Renaja Raemadia Working Area of Puskesmas Seba East Nusa Tenggara Berel, Stiesia; Suralaga, Cholisah; Lail, Nurul Husnul
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.5508

Abstract

Masa Remaja (Adolescence)  merupakan masa transisi dari kanak-kanak  menuju masa dewasa  ditandai dengan terjadi perubahan-perubahan baik fisik, psikis dan psikososial. Perubahan fisik yang terjadi pada remaja  ditandai  dengan pertumbuhan tinggi badan dan berat badan. Sehingga tubuh membutuhkan gizi tinggi karena berhubungan dengan komposisi tubuh, kurangnya zat gizi seperti zat besi pada remaja dapat menimbulkan berbagai macam  masalah kesehatan seperti  Anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian telur rebus dan madu terhadap  kadar hemoglobin remaja putri di Posyandu remaja raemadia wilayah kerja Puskesmas Seba Nusa Tenggara Timur. Desain penelitian ini yaitu  quasi eksperimen dengan pre and post test design with control group yaitu melakukan  pre test - post test . Populasi pada penelitian adalah 65 remaja putri yang anemia . Tehnik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu 30 sampel, dan dibagi menjadi 2 yaitu 15 sampel untuk kelompok intervensi dan 15 untuk kelompok kontrol. Dari  hasil penelitian didapatkan uji statistic menggunakan uji Independent t-test diperoleh mean pada selisih kelompok intervensi dan selisih kelompok kontrol sebanyak 0,019 gr/dl dan nilai p 0,000 (p <0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konsumsi telur rebus dan madu terhadap kadar hemoglobin remaja putri  di posyandu remaja raemadia wilayah kerja Puskesmas Seba Nusa Tenggara Timur.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Masker Gel Peel Off Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Selenicereus costaricensis) dengan Variasi Konsentrasi PVA dan Gelatin Sebagai Gelling Agent: Formulation and Physical Quality Test of Peel Off Mask Red Dragon Fruit Peel Extract (Selenicereus costaricensis) with Various Concentrations of PVA and Gelatin as Gelling Agent Antari, Ni Putu Pina; Mendra, Ni Nyoman Yudianti; Suradnyana, I Gede Made
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.5516

Abstract

Antioksidan alami dapat diperoleh dari kulit buah naga merah yang mengandung vitamin C dan vitamin E yang berfungsi sebagai sumber antioksidan, sehingga digunakan sebagai perawatan kulit wajah. Masker gel peel off merupakan salah satu sediaan masker yang terbilang praktis. Ketika masker telah mengering, masker dapat langsung diangkat tanpa perlu dibilas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian mutu fisik sediaan masker gel peel off ekstrak kulit buah naga merah (Selenicereus costaricencis) dengan sediaan sejenis yang beredar di pasaran. Pada penelitian ini dibuat formulasi sediaan masker gel peel off ekstrak kulit buah naga dengan variasi konsentrasi PVA dan gelatin sebagai gelling agent dengan perbandingan 10%:5% (F1), 12%:3% (F2), 14%:1% (F3). Parameter yang diamati yaitu mutu fisik sediaan masker gel peel off yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan waktu mengering. Berdasarkan hasil penelitian, masker gel peel off ekstrak kulit buah naga merah memenuhi persyaratan mutu fisik yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan waktu mengering. Mutu fisik ekstrak kulit buah naga merah Formula 1 (10%:5%) dan Formula 2 (12%:3%) sesuai dengan mutu fisik sediaan sejenis yang beredar di pasaran sedangkan pada formula 3 (14%:1%) tidak sesuai dengan mutu fisik pada daya sebar dan daya lekat.