cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Berkala Kesehatan
ISSN : 24773190     EISSN : 25416472     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Berkala Kesehatan is a journal published by the Master Program of Public Health Sciences at Lambung Mangkurat University. This journal is published in frequency 2 times a year, ie in May and November. This journal contains public health science research texts, review of research results, new methods and approaches in health research.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
KUALITAS LINGKUNGAN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA PENYAMAKAN KULIT DAN KELUHAN KESEHATAN PEKERJA Yopi Riski Mei Sandra; Sudarmaji Sudarmaji
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.389 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v4i1.5645

Abstract

Pekerjaan penyamakan kulit mempergunakan air dalam jumlah yang relatif besar dan bahan kimia, sehingga usaha ini akan menghasilkan limbah cair yang mengandung berbagai polutan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kualitas industri rumah tangga penyamakan kulit dan keluhan kesehatan. Desain penelitian ini observasional dengan studi deskriptif. Penelitian dilakukan di penyamakan kulit CV. Sidiq Bersaudara, Magetan, dengan populasi penelitian dari 15 pekerja laki-laki. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian didapatkan mayoritas pekerja berumur <35 tahun, telah bekerja selama 5-10 tahun, memiliki pengetahuan jelek, memiliki sikap baik, higiene personal yang baik, dan selalu menggunakan alat pelindung diri (APD). Kualitas lingkungan meliputi kondisi fisik bangunan yang kuat, terdapat fasilitas sanitasi yang memadai, tidak memiliki instalasi pengelolaan limbah cair, diketemukan vektor lalat, dan dirasakan bau  menyengat. Hasil pengukuran subjektif keluhan pekerja mayoritas pekerja gatal-gatal pada kulit dan pengujian kadar kromium  dalam sampel urin pekerja keseluruhan masih dibawah angka normal yang ditetapkan dan kadar kromium air limbah outlet sebesar 0,799 mg/L melebihi baku mutu yang ditetapkan sebesar 0,5 mg/L.
ANGKA KUMAN UDARA DAN LANTAI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Windi Wulandari; Adi Heru Sutomo; Susi Iravati
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.637 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v1i1.655

Abstract

                                                              Abstract One of the objectives of health development is a healthy environment including hospital environment. The quality of hospital environment becomes one of that needs to be considered, because of there are some ways of transmission of germ that causing infection could occured through droplet, airborne or direct contact. The spreading of nosocomial infections in hospitals may occur at existing facilities in hospital such as theatre or surgery room, emergency room, outpatient installation, and patient room. To determine the factors those are related to the number of bacteria in the air and floor of inpatient room of PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta. The study was an observational analytic cross-sectional study design. The populations in this study were all of inpatient rooms at PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta. The samples of the observation were all five wards. Data were collected using a check list, measuring temperature, humidity, lighting, number of bacteria in air and floor. Data were analyzed using Pearson correlation test to examine the relationship between variables and using Anova to see the differences. The results showed a significant relationship exists between the number of patients with air bacteria rate (p = 0.037, r = 0.900), there is no correlation between the number of waiters and the number of air bacteria amount (p = 0.505, r = 0.400), there is correlation between the number of visitors and the number of air bacteria (p = 0.037, r = 0.900), there is no correlation between the number of air bacteria of sanitary room (p = 1.000, r = 0.000), there is no correlation betwen the number of patients with floor bacteria rate (p = 0.283, r = -0.602), there is no correlation between the number of waiters with the number of floor bacteria rate (p = 0.420, r = -0.474), there is correlation between the number of visitors to the number of floor bacteria (p = 0.032, r = -0.910), there is no correlation between sanitation floor space with a number of bacteria (p = 0.991, r = -0.007), there is no difference between the number of bacteria by the day (p = 0.82, F = 2.121), there is no difference in the number of floor bacteria by day (p = 0.226). There is a significant correlation between the number of patients and the number of visitors to the average air bacteria rate per week in patient room. The number of patients and the number of visitors are the most powerful variable correlation contributed to the number of bacteria in the air in patient room PKU Muhammadiyah hospital Yogyakarta. Keywords: rate of air bacteria, floor bacteria numbers, inpatient wards, sanitation, hospitals
ANALISIS PERILAKU MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PESERTA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN PAMINGGIR Marnah Marnah; Husaini Husaini; Bahrul Ilmi
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.193 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v1i2.3152

Abstract

Kesehatan merupakan faktor yang berperan penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu upaya pemerintah yang bertujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Data kunjungan Puskesmas Paminggir tahun 2014 sejumlah 655, dengan jumlah kepesertaan pengguna kartu jaminan kesehatan  2046 peserta. Jumlah kunjungan tersebut masih didominasi oleh pasien umum sebesar 817 kunjungan. Studi pendahuluan telah dilakukan dan didapatkan hasil bahwa, sebagian besar peserta menyatakan tidak pernah menggunakan kartu jaminan kesehatan dalam berobat, bahkan ada yang menyatakan mereka tidak mengetahui fungsi dari kartu tersebut. Berdasarkan permasalah tersebut, maka penting untuk dilakukan penelitian mengenai analisis perilaku masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan peserta PKH. Tujuan Penelitian menganalisis perilaku masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan peserta PKH di Kecamatan Paminggir. Metode Penelitian ini adalah Kualitatif dengan pendekatan content analysis. Subjek penelitian adalah Peserta PKH, variabel penelitian yaitu faktor predisposisi, pendorong dan pemungkin perilaku dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan, alat yang digunakan indepth interwiew. Analisis data menggunakan teknik analisa data kualitatif. asil analisis dari indepth interwiew ada banyak faktor yang mempengaruhi perilaku peserta PKH dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan, faktor predisposisi meliputi informasi, keyakinan, pengalaman, kebiasaan, nilai budaya, kenyamanan, dan faktor pendorong meliputi dukungan sosial, sarana prasarana, biaya, akses,  proses pengambilan keputusan, serta faktor pemungkin seperti sikap dari petugas, peraturan/kebijakan, administrasi penyedia layanan. Kesimpulan penelitian ini perilakumasyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan oleh peserta PKH ada yang hanya memanfaatkan pelayanan kesehatan medis, ada yang hanya pelayanan kesehatan alternatif, dan ada yang memanfaatkan keduanya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU KONSUMSI MAKANAN JAJANAN DI SDN NATAM KECAMATAN BADAR TAHUN 2017 Nelly Afni
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.726 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v3i2.5070

Abstract

Makanan jajanan merupakan makanan yang sudah siap dikonsumsi dan tidak memerlukan pengolahan lagi, dan biasanya diperoleh kaki lima, pinggir jalan, stasiun, pasar dan tempat umum lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku konsumsi makanan jajanan di SDN Natam Kecamatan Badar Tahun 2017. Desain penelitian adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/i kelas V di SDN Natam Kecamatan Badar Tahun 2017 sebanyak 73 orang dan sampel sebagai total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan (p=<0,001), sikap (p=<0,001), kebiasaan membawa bekal (p=<0,001), pengaruh teman sebaya (p=<0,001), peran orangtua/keluarga (p=<0,001), terhadap perilaku konsumsi makanan jajanan. Kesimpulan penelitian adalah terdapat pengaruh pengetahuan, sikap, kebiasaan membawa bekal, teman sebaya dan peran orangtua.
PENGARUH KONSELING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PASANGAN USIA SUBUR TENTANG INTRA UTERINE DEVICES Maria Safrida Pasaribu; Roni Naudur Siregar; Frida Lina Tarigan
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.794 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v4i2.5854

Abstract

Konseling merupakan aspek penting dalam keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Dengan melakukan konseling tenaga kesehatan dapat membantu klien dalam memilih dan memutuskan apa jenis kontrasepsi untuk digunakan sesuai dengan pilihannya. Terjadi penurunan akseptor KB Intra Uterine Devices di Kabupaten Labuhanbatu dari Tahun 2014 yakni dari 202 orang di tahun 2014 menjadi 130 orang di tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap perilaku Pasangan Usia Subur dalam pemakaian kontrasepsi IUD di Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment desaign dengan desain one group pre-test and post-test design. Populasi penelitian adalah seluruh pasangan usia subur sebanyak 1117 orang. Besar sampel adalah 89 orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan responden sebelum dilakukan konseling sebesar 1,39 dan sesudah dilakukan konseling sebesar 1.96, sehingga nilai perubahan sebesar 0.57. Sikap responden sebelum dilakukan konseling sebesar 1.39 dan sesudah dilakukan konseling sebesar 2.00, sehingga nilai perubahan sebesar 0.61. Kesimpulan ada pengaruh konseling terhdap  pengetahuan dan sikap Ibu tentang IUD di Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2016. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan meningkatkan intensitas konseling untuk memaksimalkan peningkatan pengetahuan , sikap dan tindakan Pasangan Usia Subur.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA Sudarmo Sudarmo; Zairin Noor Helmi; Lenie Marlinae
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.431 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v1i2.3155

Abstract

Rumah Sakit merupakan tempat kerja serta tempat berkumpulnya orang-orang sehat (petugas dan pengunjung) dan orang- orang sakit (pasien) sehingga rumah sakit merupakan tempat kerja yang mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit akibat kerja maupun penyakit akibat kecelakaan kerja. Resiko kontak dengan agen penyakit menular, dengan darah dan cairan tubuh maupun tertusuk jarum, instrumen tajam yang dapat berperan sebagai tranmisi berbagai penyakit, seperti hepatitis B, HIV/AIDS, perawat merupakan petugas kesehatan terbanyak dengan komposisi hampir 60% dari seluruh petugas kesehatan di rumah sakit dan salah satu profesi yang sering terkena penyakit akibat kerja karena perawat tenaga kesehatan yang 24 jam berada di samping dan bersentuhan dengan pasien, terlebih perawat bedah yang bekerja di kamar operasi yang banyak melakukan tindakan dengan memakai instrumen tajam, suasana kerja dengan tekanan stres yang tinggi, kelelahan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa factor-faktor perilaku terhadap kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada perawat bedah di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini mengunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini, yaitu seluruh perawat bedah di IBS RSUD Ulin Banjarmasin, Sedangkan pengambilan sampel berdasarkan metode Simple Ramdom Sampling, menggunakan rumus cross sectional study dengan jumlah sampel 81 orang. Data dianalisa  menggunakan uji regresi logistik dengan  model backward stepwise conditional. Hasil uji analisa regresi logistik, yang paling berpengaruh terhadap variabel kepatuhan adalah variabel pengawasan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,700  (70,0%) dan variabel ketersediaan APD dengan nilai kofisien regresi sebesar 0,678 (67,8%). Berdasarkan uji simultan adalah 84,1%, sangat kuat bahwa kepatuhan perawat bedah benar-benar nyata/signifikan dipengaruhi faktor perilaku yang menjadi variabel dalam penelitian ini yaitu : sikap, lama kerja, pengawasan, ketersediaan APD, teman sejawat, persepsi dan hanya 15,9% saja faktor lain di luar variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang bisa mempengaruhi kepatuhan perawat dalam menggunakan APD di IBS RSUD Ulin Banjarmasin.Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pengawasan perawat dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD di IBS RSUD Ulin Banjarmasin. Oleh karena itu pengawasan dan ketersediaan APD di IBS RSUD Ulin  perlu dipertahankan  dan ditingkatkan lagi sehingga kepatuhan penggunaan APD ini dapat menjadi budaya dalam bekerja khususnya di kamar operasi, hal ini dapat mencegah penyakit akibat kerja (PAK) dan Kecelakaan Akibat Kerja (KAK).
PENGARUH PREEKLAMPSIA TERHADAP HASIL LUARAN BAYI DARI KEHAMILAN ATERM DAN PRETERM Enrico Hervianto
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.55 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v3i1.4848

Abstract

Preeklampsia (PE) dialami oleh 3 – 5 % kehamilan dan menyebabkan berbagai gangguan pada ibu dan bayi. Pada janin, PE menyebabkan hambatan perkembangan bayi. Pengamatan ditujukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan bermakna luaran berat dan panjang bayi dari ibu dengan PE pada kehamilan kurang dan cukup bulan bila dibandingkan dengan luaran bayi dari ibu tanpa penyulit kehamilan dengan usia kehamilan yang sama. Studi menggunakan data retrospektif dari rekam medis. Sampel pasien berasal dari pasien yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan selama kurun waktu 1 Januari 2015 hingga 31 Desember 2016. Pengamatan pada 68 persalinan preterm dan 127 kehamilan cukup bulan menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada luaran berat badan bayi dari ibu yang mengalami PE dibandingkan dengan kehamilan normal dengan p=0.037, OR=3.375. Gangguan uteroplasenter diduga sebagai penyebab perbedaan ini. Perkembangan janin terhambat pada kehamilan preterm diduga terjadi akibat gangguan suplai darah ke plasenta namun kehamilan cukup bulan meski didapatkan preeklampsia, tidak terjadi perbedaan luaran berat maupun panjang bayi. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa patogenesis preeklampsia lanjut tidak dipengaruhi aliran uteroplasenter.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA Sofia Mawaddah; Ida Misrayani Pratiwi
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.107 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v4i2.5527

Abstract

Gangguan saat menstruasi yang paling sering dikeluhkan pada remaja putri adalah dismenorea dan faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor defisiensi hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan kejadian dismenorea pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik purposive sampling dan jumlah sampel 90 responden yang diukur Hb menggunakan alat Nesco Digital Hemoglobin Karnel Internasional Corporation Thaiwan, 2009 dan analisis statistik menggunakan uji chi-quare (α=0,05). Remaja putri yang kadar Hb ≥ 12 gr/dl ada 56 responden, 48 responden mengalami dismenorea sedang dan 8 responden mengalami dismenorea berat. 34 responden mengalami dismenorea berat dengan kadar Hb ≤ 12 gr/dl. Hasil uji statistik chi-square p-value 0,00 (≤0,005). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan kejadian dismenorea pada siswi kelas x di SMA Negeri 4 Palangka Raya.
PENTINGNYA PENGUNGKAPAN STATUS HIV/AIDS ODHA PADA ORANG TERDEKAT Mutia Galuh; Deny Novani
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.584 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v1i1.661

Abstract

                                                           Abstract The background of revealing the status of HIV can cut through the link of HIV’s infection through self commitment and to be given the comfort in situation and life that is going through. Opening the status of HIV can be beneficial to reduce the act of isolation, increase self acceptance, to be given the safe and healthy sex life, to plan to have a child safely, to plan the future and family and also to be given the ARV medication, the service of management case, with the reference to support group and other advanced service.The aim of this research is to acknowledge some factors which affect ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) in revealing serostatus of HIV to the closest ones. Research method is an explanatory research with cross sectional approach. The sample of this research is the total of population which is 152 people. The data collection was done with questioner and direct observation. Research variable is a respondent characteristic that involves age, gender, education, length of time since being diagnosed HIV, education about HIV/AIDS including the explanation, signs and symptoms, ways of spreading, prevention, treatment, revealing status and the benefit of it, anxiety level, dignity, attitude towards HIV/AIDS disease, ounselor / manager case support, family and couple support, public figure support. Data analysis was done with Chi Square test with trust degree of 95%. The result of variable research that has relation with revealing the status of HIV to the closest ones are education, knowledge, anxiety, dignity, ODHA’s attitude, counselor support, family and couple support. Variable that influences or becomes a predictor is an education, anxiety, and counselor/manager case support. Adjusted score OR or exp (B) education variable in the amount of 4,657 with p = 0,001 (p < 0,05), anxiety variable in the amount of 3,148 with p = 0,020 (p < 0,05, counselor/manager case support in the amount of 3,639 with p = 0,010 ( p < 0,05). Family suggestion and ODHA’s couple are expected to receive ODHA status as it is and also support ODHA to do treatment and care. Family and couple are expected to give company and also full support to ODHA without excluding its existence. Keywords : people living with HIV , disclosure , those closest
HUBUNGAN KEPATUHAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI Atni Primanadini; Ari Yunanto; Roselina Panghiyangani
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.091 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v2i1.4841

Abstract

Untuk mendukung petugas kesehatan yang menjaga mutu dan pelayanan yang berkualitas khususnya pelayanan di laboratorium guna mempermudah petugas laboratorium tentang pemahaman dan cara pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan-pemeriksaan sederhana sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Rumah Sakit saat ini, maka dari itu petugas laboratorium memerlukan suatu pedoman atau petunjuk pemeriksaan laboratorium, sehingga perlu diketahui keterkaitan hubungan kepatuhan Standar Prosedur Operasional (SPO) dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Kepatuhan SPO ini dilihat dari faktor individu dan faktor organisasi, sedangkan untuk penggunaan APD dilihat dari pengetahuan, sikap dan sarana prasarana menjelaskan hubungan kepatuhan pada SPO dengan penggunaan APD jenis penelitian ini adalah penelitian observational yang bersifat deskriptif dengan metode studi potong lintang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitaif digunakan bertujuan untuk mengetahui korelasi antara variabel bebas yaitu kepatuhan terhadap SPO dengan variabel terikat yaitu perilaku penggunaan APD di laboratorium patologi klinik. Uji chi square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara faktor individu dengan penggunaan APD (p<0,05), faktor organisasi dengan penggunaan APD (p<0,05) dan kepatuhan dengan penggunaan APD (p<0,05) sedangkan untuk faktor individu yang tidak berpengaruh terhadap penggunaan APD ialah jenis kelamin (p>0,05). Adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan SPO (faktor individu dan faktor organisasi) dengan penggunaan APD.

Page 4 of 17 | Total Record : 162