cover
Contact Name
Firdaus
Contact Email
firdaus@unsiq.ac.id
Phone
+6282220833323
Journal Mail Official
firdaus@unsiq.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ, Jl. Raya Kalibeber, Km.03, Wonosobo
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
ISSN : 24429910     EISSN : 2548642X     DOI : http://dx.doi.org/10.32699/spektra.v6i2
Core Subject : Science, Education,
The Spektra: Jurnal Kajian Pendidikan Sains is dedicated to all science practitioners about studies and research of science. Various topics that can be accepted in this journal are: Physics Education, Chemistry Education, Biology Education, Media Development and Learning, Model Evaluation and Assessment of learning, Applied physics, Applied chemistry, Applied Biology, Science Al Quran
Articles 183 Documents
PENGARUH KECEPATAN ANGIN TERHADAP FREKUENSI BUNYI ANGIN TOPAN ahmad khoiri
JURNAL SPEKTRA Vol 2, No 1 (2016): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v2i01.9

Abstract

Angin topan adalah pusaran angin kencang yang terjadi disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh kecepatan angin, jari-jari baling-baling dan waktu putar terhadap besarnya frekuensi bunyi yang dihasilkan. (2) Untuk mengetahui Bagaimana system kerja dari alat praktikum pendeteksi angin topan sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dimana baling-baling akan berputar ketika ada sumber angin. Dari putaran tersebut akan menggerakkan dinamo yang nantinya akan diubah menjadi energi listrik sehingga menghasilkan arus, dan arus tersebut di salurkan ke alarm sehingga alarm itu dapat berbunyi. Teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan besar tegangan dan besar lilitan terhadap kecepatan putar adalaha analisis regresi linier. Semakin besar kecepatan angin dan baling-baling yang digunakan frekuensi bunyi alarm akan semakin besar. Sedangkan waktu putar yang semakin besar menyebabkan frekuensi semakin kecil. Garis regresi besar kecepatan sumber terhadap frekuensi bunyi berupa garis regresi positif linier dengan persamaan y = 1,6 X + 4,6 dan R2= 0,9552. Garis regresi jari-jari baling-baling terhadap frekuensi bunyi berupa garis regresi positif linier dengan persamaan y = 1, 1677 X 4,6108 dan R2 = 0,9995. Garis regresi waktu putar baling-baling terhadap frekuensi bunyi berupa garis regresi positif linier negatif dengan persamaan y = -0,0025 X + 9,533 dan R2 = 0,75. Sistem kerja dari alat praktikum pendeteksi angin topan sederhana yaitu Sistem kerja dari alat praktikum pendeteksi angin topan sederhana yaitu Ujung dinamo di kasih baling-baling atau barang yang dapat berputar saat tertiup angin. Baling-baling yang terdapat pada ujung dinamo tersebut akan berputar tanpa menggunakan tegangan atau beda potensial. Sehingga pada dinamo menghasilkan arus. Dan arus tadi disalurkan ke Alarm. Sehingga alarm tersebut dapat berbunyi. Kata-kata kunci: Alarm, Pendeteksi, angin
PENERAPAN BASEL ACCORD MELALUI PERHITUNGAN EKONOFISIKA DALAM MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN Nurma khusna khanifa
JURNAL SPEKTRA Vol 5, No 1 (2019): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v5i1.89

Abstract

Dalam membantu menangani stabilitas reformasi sektor keuangan global di tengah kondisi ekonomi sedang mengalami perlambatan seperti sekarang ini di Indonesia perlu adanya gaya baru dalam mengelola risiko. Sampai saat ini perbankan dalam mengatasi risiko menggunakan basel accord bermula dari basel I, II, III. Di awal 2019 ini semua perbankan harus sukses menjalankan basel III. Akselerasi semacam itu telah menyebabkan bank-bank meningkatkan metodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengukur dan mengelola risikonya. Betapapun hebatnya pengawasan yang digariskan Basel, haruslah disadari bahwa itu merupakan produk dari hegemoni paham neo-liberal, yang tentu tak selalu cocok untuk diterapkan di setiap negara, termasuk di Indonesia. Terilhami dari hal itu maka berimbas kepada sektor perbankan untuk menerapkan manajemen risiko. Dari sini muncul konsep baru melalui kolaborasi keilmuan antara ekonomi dan fisika. Kebutuhan akan fisikawan dalam bidang ekonomi dan keuangan ini sudah menjadi sesuatu yang tidak terelakan. Demi terciptanya bank yang sehat ekonofisika bersandar pada fakta empirik pada analisis risiko. Hal ini menunjukkan senantiasa berkembangnya ilmu manajemen risiko pada sistem perbankan di tanah air.
Sikap Siswa pada Pelajaran Fisika: Adopsi Sikap Ilmiah, Kesenangan Belajar, dan Ketertarikan Menambah Waktu Belajar Artha Lumbantoruan; Nurdatul Jannah
JURNAL SPEKTRA Vol 5, No 2 (2019): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v5i2.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap siswa terhadap mata pelajaran Fisika di SMAS Adhyaksa Kota Jambi dengan melakukan peninjauan terhadap tiga indikator sikap siswa terhadap mata pelajaran Fisika. Desain dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 140 siswa kelas IPA SMAS Adhyaksa Kota Jambi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan berupa random sampling.  Instrument pada penelitian ini menggunakan instrument angket (kuisioner) yang diadopsi dari Rio Darmawangsa yang memiliki nilai Cronbach Alpha sebesar 0.9. Analisis data, pada penelitian ini menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan program SPSS untuk mencari statistik deskriptif. Indikator yang memiliki persentase tertinggi adalah ketertarikan menambah waktubelajar Fisika sebesar 69.3% dengan kategori cukup baik, selanjutnya indikator kesenangan belajar Fisika sebesar 57.1% dengan kategori cukup baik, sedangkan untuk indikator adopsi sikap ilmiah memiliki persentase sebesar 50.7% dengan kategori baik. Dengan demikian, indikator adopsi sikap ilmiah memiliki kategori terbaik dari ketiga indikator sikap terhadap mata pelajaran Fisika.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI FISIKA MENGGUNAKAN THREE-TIER DIAGNOSTIC TEST PADA POKOK BAHASAN KINEMATIKA GERAK Sri Jumini; Banar Dwi Retyanto; Vivi Noviyanti
JURNAL SPEKTRA Vol 3, No 2 (2017): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v3i2.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil miskonsepsi Fisika dengan menggunakan three-tier diagnostic test, serta mengetahui persentase peserta didik yang mengalami miskonsepsi Fisika pada pokok bahasan kinematika gerak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan wawancara. Tes yang digunakan adalah three-tier diagnostic test, untuk mengidentifikasi peserta didik yang memahami konsep, miskonsepsi, dan kurang paham konsep. Wawancara dilakukan sebagai pendukung atau penguat hasil dari tes. Instrumen yang digunakan yaitu berupa lembar tes dan pedoman wawancara.Analisis data miskonsepsi dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif sehingga diperoleh persentase miskonsepsi peserta didik kemudian dideskripsikan secara naratif dan dikaitkan dengan hasil wawancara. Berdasarkan analisis data, diperoleh dari 20 soal yang diujikan terdapat 14 soal yang terungkap adanya miskonsepsi pada peserta didik dengan total 26 profil miskonsepsi dan persentase rata-rata miskonsepsi yang ditemukan pada pokok bahasan kinematika gerak adalah sebesar 26,63%.
Integrasi Model Pembelajaran POE dan Mind Map untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VIIE SMP N 2 Magelang Deni Kurniyawan; Eli Trisnowati; Firdaus Firdaus
JURNAL SPEKTRA Vol 6, No 1 (2020): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v6i1.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran IPA dengan model pembelajaran POE (PredictObserve-Explain) berbantuan mind mapping. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas VIIE SMP N 2 Magelang semester gasal tahun 2019/2020 dengan jumlah 32 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dari model Kemmis & McTaggart yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Keempat tahapan itu dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan, dimana tiap siklus difokuskan pada materi tentang klasifikasi makhluk hidup dengan penerapan model pembelajaran POE. Pengumpulan data dilakukan dengan data kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif berupa data tentang aktivitas siswa, keterlaksanaan pembelajaran, dan respon siswa terhadap pembelajaran. Data kuantitatif berupa hasil tes hasil belajar (pemahaman konsep) setelah melalui proses pembelajaran pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa baik dengan siswa yang mendapat nilai ≥ 70 mengalami kenaikan sebesar 41%. Pada siklus pertama jumlah siswa yang memperoleh nilai pemahaman konsep ≥ 70  berjumlah 28%. Pada siklus kedua siswa yang memperoleh nilai pemahaman konsep ≥ 70 berjumlah 69%. Aktivitas siswa berada pada kategori sangat baik karena siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran POE.Kata Kunci: Model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain), mind map, pemahaman konsep
IMPLEMENTASI METODE INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Tri Hari Agustanti
JURNAL SPEKTRA Vol 2, No 1 (2016): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v2i01.1

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada peserta didik kelas VIIA SMP N 3 Garung semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 pada mata pelajaran IPA melalui Implementasi Metode Inquiry. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam upaya meningkatkan pengelolaan proses pembelajaran melalui Implementasi Metode Inquiry untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus yang masing-masing siklus meliputi planning, acting, observing dan reflecting. Dari hasil penelitian, pada siklus 1 hasil belajar peserta didik belum sesuai dengan indikator karena peserta didik belum terlatih untuk menemukan atau meneliti. Dari hasil tes ulangan harian yang diperoleh dari pra siklus sampai siklus 2 terdapat perubahan perolehan nilai pada peserta didik yaitu pada awal (pra siklus) dari 39 siswa, yang tuntas hanya 29 siswa (74,4%), kemudian pada siklus 1 sudah meningkat yaitu menjadi 34 siswa (87,2%) dan pada siklus ke 2 yang tuntas 37 siswa (94,9%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Implementasi Metode Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA. Kata kunci : Inquiry, hasil belajar
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU SAINS SMP DALAM PENYUSUNAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS MELALUI MODEL DIRECT INSTRUCTION Eli Trisnowati; Desi Nurhikmahyanti
JURNAL SPEKTRA Vol 4, No 2 (2018): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v4i2.56

Abstract

PENENTUAN AWAL WAKTU SHALAT FARDHU DENGAN PEREDARAN MATAHARI Ahmad Khoiri
JURNAL SPEKTRA Vol 3, No 1 (2017): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v3i1.21

Abstract

Seorang muslim harus mengetahui jatuhnya awal waktu shalat, agar dalam pelaksanaan kewajiban shalat bagi setiap muslim tidak ada kekeliruan atau kekurangan dalam pemenuhan syarat sahnya yang dapat mempengaruhi keabsahan shalat. Penelitian bertujuan memecahkan masalah dan membuktikan adanya keterkaitan antara Sains modern dan Al-Quran tentang penentuan awal waktu shalat dengan peredaran matahari. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pola deskriptif. Jenis penelitian termasuk penelitian kepustakaan (library research), dimana tekhnik pengumpulan datanya meliputi membaca, menelaah, memilah-milah baik buku, majalah, artikel dan jurnal yang relevan. Setelah semua data terkumpul, metode analisis menggunakan metode deduktif dan Metode Tahliliy maka tekhnik pemikirannya berangkai dan dasar-dasar pengetahuan yang umum menjadi hal-hal yang lebih eksplisit atau khusus, kemudian Metode tahlily adalah menjelaskan ayat-ayat al-Quran dengan meneliti semua aspeknya dan menyingkapi seluruh maksudnya, Hasil penelitian menunjukan terdapat persamaan dan perbedaan menegenai konsep penentuan awal awaktu shalat wajib dengan peredaran matahari dalam pandangan Al-Quran dan Sains modern. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemajuan sains saat ini sudah jauh-jauh hari dijelaskan oleh Al-Quran dan Hadist.
ALAT PENYARING ASAP SEDERHANA Mufid Nur Hasani; Nur Halimah; Ernawati Ernawati
JURNAL SPEKTRA Vol 3, No 2 (2017): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v3i2.33

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan massa kapas dan keadaan fisik asap setelah penyaringan dari kedua sumber asap yaitu kertas dan rokok, kemudian membandingkan besar massa kapas dari masing-masing sumber asap, dan untuk mengetahui sumber asap mana yang lebih banyak mengandung partikel debu dan gas-gas berbahaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dimana dilakukan pada alat penyaring yang terbuat dari kaleng. Didalamnya terdapat kipas CPU, kapas, arang, dan balok es, yang berguna untuk mengisap dan menyaring asap dari kedua sumber. Kemudian diukur massa kapas dan mengamati keadaan fisik asap sebelum dan sesudah penyaringan dengan variasi tegangan yaitu 6 V, 9 V, dan 12 V. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Pada percobaan dengan menggunakan sumber asap kertas diperoleh pertambahan massa yang sama pada tegangan 6 V, 9 V, dan 12V yaitu 0,0001 kg. Sedangkan pada percobaan dengan menggunakan sumber asap rokok yang bervariasi yaitu 0,0001 kg pada tegangan 6 V; 0,0002 kg pada tegangan 9 V, dan 0 kg pada tegangan 12 V. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sumber asap dan besar tegangan mempengaruhi tingkat keefektifan dari penyaringan. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan pertambahan massa kapas setelah proses penyaringan.
Upaya Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Fisika Dengan Metode Gallery Walk Bagi siswa Kelas X Semester Gasal SMK Negeri 1 Tanjungsari s sukisna
JURNAL SPEKTRA Vol 6, No 1 (2020): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v6i1.127

Abstract

Abstrak Sukisna, Upaya Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Fisika Dengan Metode Gallery Walk Bagi siswa Kelas X Semester Gasal SMK Negeri 1 TanjungsariTujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi  dan hasil belajar Fisika  pada siswa kelas   X TKPI A SMK Negeri 1 Tanjungsari Gunungkidul melalui penerapan metode Gallery Walk  pada materi usaha energi dan daya.  Hasil belajar pada kompetensi dasar sebelumnya masih banyak siswa yang belum mencapai nilai KKM. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subyek penelitian siswa kelas X TKPI A SMK Negeri 1 Tanjungsari. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah angket motivasi belajar siswa dan  penilaian hasil belajar Fisika, lembar observasi  motivasi siswa, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data hasil angket motivasi dan hasil belajar dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar fisika melalui penerapan metode gallery walk pada siklus I materi usaha prosentase siswa 14,29 % menunjukkan kriteria bermotivasi sangat tinggi, 76,19 % menunjukkan kriteria tinggi dan 9,25 % menunjukkan kriteria cukup tinggi. Hasil ini belum memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebesar 85 %  dengan kriteria sangat tinggi. Rata-rata dari pengukuran motivasi siswa masuk dalam kategori tinggi. Pada siklus II materi pembelajaran yang dibahas  hubungan antara usaha dan energi prosentase    14,29 % menunjukkan kriteria bermotivasi tinggi dan 85,71 %  menunjukkan kriteria sangat tinggi. Hasil ini sudah  memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebesar 85 %  dengan kriteria sangat tinggi.  Hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan 76,19 % siswa mencapai KKM dan 14,29 % belum mencapai KKM. Hasil belajar ini belum memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan ketuntasan klasikal sebesar 85 %. Hasil belajar pada siklus II menunjukkan 90,78 % siswa mencapai  KKM dan 9,52 % belum mencapai KKM. Hasil belajar pada siklus II sudah  memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan ketuntasan klasikal sebesar 85 %. Kata Kunci: Motivasi belajar siswa , Hasil belajar Fisika, Metode Gallery Walk, Penelitian Tindakan kelas

Page 2 of 19 | Total Record : 183