cover
Contact Name
Anugrah Nur Rahmat
Contact Email
anugrahnr0@gmail.com
Phone
+6281253524447
Journal Mail Official
jpkmi.kesmas@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas lambung Mangkurat Jl A Yani km.36 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia)
ISSN : 24071625     EISSN : 25810901     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v7i1
urnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada ilmu Kesehatan Masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 215 Documents
PENGARUH KOMPOSISI TUBUH DENGAN TINGKAT KEBUGARAN FISIK PADA MAHASISWA OVERWEIGHT DAN OBESE DI POLTEKKES KEMENKES PALU SULAWESI TENGAH Kusumawati, Dwi Erma
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i1.2739

Abstract

AbstrakPrevalensi overweight dan obesitas meningkat tidak hanya di kalangan orang dewasa tetapi juga anak-anak dan remaja. Kegemukan di kalangan remaja di Indonesia adalah 7,.%, Sulawesi Tengah adalah 6,7%, dan Kota Palu adalah 6,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi komposisi tubuh (lemak, air, dan otot) dan kebugaran fisik di antara siswa remaja kelebihan berat badan di Kesehatan Politeknik Palu. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Ada 28 siswa yang terlibat sebagai sampel dalam penelitian ini. Ada dua langkah dalam pengumpulan data (1) skrining untuk mahasiswa kelebihan berat badan dan obesitas dengan usia ≤19 tahun 0 bulan tua menggunakan indikator BMI/A, (2) penilaian komposisi tubuh menggunakan BIA dan penilaian kebugaran fisik dengan menggunakan multistage Fitness Test ( MFT). Analisis data meliputi bivariat univariat dan (independent t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua remaja kelebihan berat badan (100%) memiliki tingkat kebugaran fisik yang sangat miskin. Berarti skor kebugaran fisik lebih tinggi di antara remaja kelebihan berat badan dengan persentase tubuh bagian bawah lemak (p <0,05), persentase otot tubuh yang lebih tinggi (p <0,05), dan persentase air lebih tinggi (p> 0,05). Semakin rendah persentase lemak tubuh dan tinggi persentase otot tubuh akan memberikan kontribusi untuk peningkatan kebugaran jasmani. Disarankan untuk siswa remaja kelebihan berat badan untuk meningkatkan kebugaran fisik mereka melalui penurunan lemak tubuh dan meningkatkan aktivitas fisik.Kata-kata kunci: komposisi tubuh, persentase lemak tubuh, persentase otot tubuh, persentase air, dan kebugaran fisik AbstractThe prevalence of overweight and obesity increase not only among adult but also among children and adolescent. Overweight among adolescent in Indonesia was 7,.%, Central Sulawesi was 6.7%, and Palu City was 6.9%. This study was aimed to investigate the association of body composition (fat, water, and muscle) and physical fitness among overweight adolescent student in Health Polytechnic of Palu. This study was an observational analytic with cross-sectional design. There was 28 students involved as sample in this study. There are two step in data collecting (1) screening for overweight and obese student with age ≤19 years 0 month old using indicator of BMI/A, (2) assessment of body composition using BIA and assessment of physical fitness using Multistage Fitness Test (MFT). Data analysis include univariate and bivariate (independent t-test). Study result showed that all overweight adolescent (100%) had a very poor physical fitness level. Mean of physical fitness score was higher among overweight adolescent with lower body fat percentage (p<0.05), higher body muscle percentage (p<0.05), and higher water percentage (p>0.05). The lower the body fat percentage and the higher the body muscle percentage would give contribution for improvement of physical fitness. It was suggested for the overweight adolescent student to improve their physical fitness through the decreasing of body fat and increasing of physical activities.Keywords: body composition, body fat percentage, body muscle percentage, water percentage, and physical fitness
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI (Fe) DENGAN PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DONGGALA Longgupa, Lisda Widianti
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i1.3427

Abstract

Abstrak Tablet zat besi (Fe) adalah suatu tablet mineral yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kadar hemoglobin  pada ibu hamil. Kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi di ukur dari ketepatan jumlah tablet yang dikonsumsi dan ketepatan cara mengkonsumsi tablet zat besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan kepatuhan konsumsi tablet besi (Fe) dengan peningkatan kadar Hemoglobin (Hb) pada ibu hamil. Penelitian di laksanakan di Puskesmas Donggala Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study.  Sampel diambil sebanyak 49 orang ibu hamil  yang dilakukan secara acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan pengukuran Hb elektrik secara langsung pada ibu hamil. Data dianalisis dengan uji Fisher’s Exact dengan nilai P 0,00< α 0,00. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ada hubungan kepatuhan konsumsi tablet zat besi (Fe) dengan peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil. Kata-kata kunci:  kepatuhan, tablet Fe, kadar hemoglobin Abstract Ferrous tablet (Fe) is a mineral tablet which is extremely neededto increase pregnant women’s hemoglobyn levels. The obedience of consuming ferrous tablet is measured from the accuracy of total consumed tablet and the accuracy of ferrous tablet consuming way. The objective of this research is finding out the existence of relationship between obedience of consuming ferrous tablet (Fe) with hemoglobyn (Hb) levels increase pregnant women. This research was conducted at Donggala Local Goverment  Clinic Central Sulawesi. This research used cross sectional study design. There were 49 pregnant women as samples who were chosen by random technique sampling. The data was colleted through observation, documentation, and electrically hemoglobyn measuring directly at pregnant women. The data was analyzed by using Fisher’s Exact test with P 0,00< α 0,00. The result showed there is relationship between obedience of consuming ferrous tablet (Fe) with hemoglobyn (Hb) levels increase at pregnant women.  Keywords: obedience, ferrous tablet (Fe), hemoglobyn level
ANALISIS KESIAPSIAGAAN RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG UNTUK MENGANTISIPASI ANCAMAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI Wijaya, Oktomi; Trisnantoro, Laksono; Mardiatno, Djati
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i3.4324

Abstract

ASUPAN GIZI MAKRO GURU PREDIABETES MELALUI PEMBERIAN LABU SIAM DAN EDUKASI GIZI M. Sakung, Jamaludin; Sirajuddin, Saifuddin
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i1.6870

Abstract

ABSTRAKAsupan gizi berperan dalam mengendalikan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus karena beberapa zat gizi bersumber dari bahan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi asupan gizi makro (energi, karbohidrat, lemak, protein dan serat) pada guru prediabetes melalui pemberian labu siam instan dan edukasi gizi. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan randomized trial, pre test post test with control group. Guru prediabetes yang memenuhi kriteria inklusi di bagi tiga kelompok secara acak. Asupan gizi makro adalah Jumlah zat gizi yang dikonsumsi dan diukur melalui pengukuran food recall 24 jam menggunakan program nutrisurvey. Analisis data menggunakan uji t dan uji anava. Hasil uji statistik menunjukkan kelompok intervensi labu siam dan kelompok intervensi edukasi gizi serta labu siam secara statistik asupan gizi makro signifikan (p<0,05) artinya terdapatnya perbedaan nyata dari asupan gizi makro sebelum dan sesudah inetervensi. Kelompok intervensi edukasi gizi secara statistik asupan gizi makro tidak signifikan (p>0,05) artinya tidak terdapatnya perbedaan nyata dari asupan gizi makro sebelum dan sesudah inetervensi. Terdapat perbedaan asupan energi, karbohidrat dan serat sesudah intervensi pada ketiga kelompok.Kata-kata kunci: Asupan gizi makro, prediabetes, labu siam, edukasi giziABSTRACTNutritional intake plays a role in controlling blood glucose levels in DM patients because some nutrients that are sourced from food ingredients consumed every day. This study aims to evaluating the intake of macro nutrients (energy, carbohydrates, fats, protein and fiber) in prediabetic teachers through the provision of instant sechium edule and nutritional education. This research type is quasi experiment with randomized trial design, pre test post test with control group. Prediabetic teachers who met the inclusion criteria in the three groups at random. Intake of macro nutrient from food to be measured through 24-hour food recall measurements using nutrisurvey program. Data analysis by using t test and anova test. statistic test result showed The gourd intervention group and nutrition education intervention group and chayote were statistically significant macro nutrient intake (p <0.05) which means there was a marked difference of macro nutrition intake. The nutrition education intervention group of intake of macro nutrition was statistically insignificant (p> 0.05), meaning there was no significant difference in intake of macro nutrition. there was a difference in energy, carbohydrate and fiber intake after intervention in all three groups.Keywords: Intake of macro nutrition, prediabetic, sechium edule, nutrition education
HUBUNGAN PERSEPSI ORANGTUA TENTANG PERNIKAHAN USIA DINI DENGAN NIKAH DINI DI KECAMATAN KERTAK HANYAR Rafidah, Rafidah; Yuliastuti, Erni
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i1.2705

Abstract

Abstrak Mengidentifikasi persepsi orangtua tentang pernikahan usia dini, mengidentifikasi nikah dini dan menganalisis hubungan persepsi orang tua tentang pernikahan usia dini dengan nikah dini di Kecamatan Kertak Hanyar Tahun 2014.Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif untuk mengetahui hubungan persepsi orangtua tentang pernikahan usia dini dengan pernikahan usia dini sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan untuk menggali lebih dalam informasi yang dibutuhkan untuk mendukung penelitian ini. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) pada responden yang melaksanakan pernikahan usia dini, orangtua responden dan tokoh masyarakat. Populasi adalah seluruh wanita usia subur yang sudah menikah di Kecamatan Kertak Hanyar Tahun 2013 berjumlah 229 orang. Sampel dalam penelitian berjumlah 102 orang. Teknik Sampling Sampling menggunakan Sistematic Sampling. Analisis menggunakan analisis univariat, analisis  bivariat dilakukan dengan Uji Chi Square.Responden sebagian besar menikah pada usia dini berjumlah 55 orang (53,9%).Persepsi orangtua tentang pernikahan usia dini sebagian besar kurang  72 orang (70,6%) dan ada hubungan yang bermakna antara persepsi orangtua dengan pernikahan usia dini p=0,024 dan OR sebesar 2,7.Responden sebagian besar menikah usia dini berjumlah 55 orang (53,9%) .Persepsi orangtua sebagian besar kurang berjumlah 72 orang (70,6%) dan ada hubungan yang bermakna antara persepsi orangtua dengan pernikahan usia dini p=0,024 dan OR sebesar 2,7. Kata-kata Kunci : Pernikahan Usia Dini, persepsi Abstract Identification parent perception about married in the young age and analysis parent perception relationship with early marriage in the kertak hanyar district in years 2014.In this research is a type of observational with design cross sectional study. This research uses two approaches quantitative and qualitative approaches. Quantitative approaches to determine the relationship of parent perception of early marriage with early marriage, at the same time qualitative to find out more in the information needed to support this research. Qualitative approach with in-deepth interviews. At respondents who implement early marriage, respondents parents and public figure. The population is all of women childbearing age who had been married in the kertak hanyar district in 2013 amount 229 people using sistemic sampling as Techiques Sampling snd the analysis using univariate analysis, bivariate analysis perfomed with Chisquare test. Most of the respondent married in young age is amount 55 people (53,9%) parent perception amount 72 people (70,6%) and the ia significantcorelatoin between a parent perception and married in the young age P = 0,024 & OR is amount 2,7.Most of the respondent married in young age is amount 55 people (53,9%) parent perception amount 72 people (70,6%) and the ia significantcorelatoin between a parent perception and married in the young age P = 0,024 & OR is amount 2,7. Key word : married in young age,perception 
BERBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU DROP OUT ( Studi Kasus di Kabupaten Jepara dan Pati) Himawan, Ari Budi; Hadisaputro, Suharyo; Suprihati, Suprihati
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i1.2711

Abstract

AbstrakTB masih menjadi beban yang tinggi bagi masalah kesehatan di Indonesia yang menduduki peringkat ke-4 dunia dalam kejadian TB. Drop out merupakan salah satu penyebab terjadinya kegagalan pengobatan yang meningkatkan kemungkinan terjadinya MDR TB. MDR TB memerlukan biaya pengobatan lebih banyak dan waktu yang lebih lama. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pengaruh karakteristik individu dan lingkungan sebagai faktor risiko kejadian TB DO.Penelitian ini dilakukan secara observasional analitik dengan desain kasus kontrol dengan ditunjang analisa kualitatif. Jumlah subyek 70 orang, dengan rincian 35 kasus TB DO dan 35 kontrol( menyelesaikan pengobatan) yang tercatat antara tahun 2012-2013, dipilih secara consecutive sampling. Analisis data secara bivariat dengan uji chi Square dan multivariat dengan uji regresi logistik.Faktor risiko kejadian TB DO yang terbukti yaitu kurangnya pengetahuan tentang TB ( OR =78,6, 95% CI=11,697-528,218 ,p=0,000), pengalaman merasakan ESO ( OR=6,338, 95% CI=1,279-31,420,p=0,024), dan menggunakan obat tradisional (OR=7,451, 95% CI=1,315-42,209, p=0,023). Variabel yang tidak terbukti adalah umur, jenis kelamin, pekerjaan, penghasilan, tingkat pendidikan, akses menuju tempat pengobatan).Faktor risiko kejadian TB DO adalah kurangnya pengetahuan tentang TB, pengalaman merasakan ESO dan menggunakan obat tradisional. Kata-kata Kunci : TB DO, Efek samping obat, obat tradisional AbstractTuberculosis is still a high burden for health problems in Indonesia, which was ranked 4th in the worl . Drop out TB treatment was noted as one of the causes  that related to treatment failure, which is more risk to be MDR. MDR TB treatment will take more cost and time to cure it . The purpose of study was to investigate the risk factors, individual characteristics and environment, for incidence of TB DO. The study using analytic observational case-control design and enhanced by qualitative analysis. There are 70 subjects consists  of 35 cases of TB defaulter and 35 controls (complete treatment ) that reported between 2012 and 2013, consecutive sampling was used to selected respondent. Bivariate analysis using chi Square test and logistic regression for multivariate analysis. Multivariate analysis show that risk factors for TB DO include  lack of knowledge about TB ( OR = 78.6 , 95 % CI = 11.697 to 528.218 , p = 0.000 ) , the experience drug side effect ( OR = 6.338 , 95 % CI = 1.279 to 31.420 , p = 0.024 ) , and using traditional medicine (OR = 7.451 , 95 % CI = 1.315 to 42.209 , p = 0.023 ) . Elder age , sex male , occupation , lower income , level of education and access were not associated for TB DO. Risk factors for  TB DO is a lack of knowledge about TB , the experience side effect medicine and using traditional medicine . Keywords : TB DO , side effect of drug , traditional medicine
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK DAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI USIA 18-44 TAHUN Sriani, Kesuma Indah; Fakhriadi, Rudi; Rosadi, Dian
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i1.2729

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dengan sistolik ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90 mmHg. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru tahun 2014, hipertensi berada pada urutan pertama penyakit tidak menular sebesar 506 orang per 1.000 penduduk. Diantara 8 puskesmas di Kota Banjarbaru, Puskesmas Sungai Besar memiliki kejadian hipertensi terbanyak untuk kategori umur 18-44 tahun dibandingkan dengan puskesmas lain. Perilaku merokok dan kebiasaan olahraga merupakan faktor risiko dari hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku merokok dan kebiasaan olahraga dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 18-44 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 9.854 orang dan besar sampel diambil dengan rumus slovin sebanyak 109 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar isian dan tensimeter. Variabel bebas yaitu perilaku merokok dan kebiasaan olahraga, sedangkan variabel terikat yaitu kejadian hipertensi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi– Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku merokok (pvalue= 0,0001 dan OR=15,471) dan kebiasaan olahraga (p-value=0,0001 dan OR=11,147) dengan kejadian hipertensi pada usia 18-44 tahun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku merokok dan kebiasaan olahraga dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 18-44 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan. Kata-kata kunci: hipertensi, merokok, olahraga  AbstractHypertension is a disease characterized by increased blood pressure with systolic ≥ 140 mmHg and or diastolic ≥ 90 mmHg. Based on data from the Banjarbaru Health Office on 2014, hypertension was the first order of non-communicable diseases amounted to 506 persons per 1.000 population. Among the eight Puskesmas in Banjarbaru, Puskesmas Sungai Besar has the highest incidence of hypertension for the age category 18-44 years compared to other Puskesmas. Smoking behavior and exercise habits are risk factors of hypertension. This study aimed to analyze the correlation between smoking behavior and exercise habits with hypertension in men aged 18-44 years in Puskesmas Sungai Besar South Banjarbaru District. This study uses observational analytic design with crosssectional approach. The study population as many as 9.854 people and a large sample is taken with the slovin formula many as 109 people. Instrument in this research used spreadsheet and tensimeter. The independent variable is the behavior of smoking and exercise habits, while the dependent variable was the incidence of hypertension. Data analysis was performed using Chi-Square test. The results showed that there is a correlation between smoking behavior (p-value = 0,0001 and OR = 15,471) and exercise habits (p-value = 0,0001 and OR = 11,147) with the incidence of hypertension at the age of 18-44 years. From these results it can be concluded that there is a correlation between smoking behavior and exercise habits with hypertension in men aged 18-44 years in Puskesmas Sungai Besar South Banjarbaru District.Keywords: hypertension, smoking, exercise
HUBUNGAN SISTEM KAPITASI DAN PENGHARGAAN DENGAN KEPUASAN KERJA DOKTER UMUM PRAKTIK PERORANGAN BPJS KESEHATAN BANJARMASIN Alhamidah, Noor Rizka; Adenan, Adenan; Pujianti, Nita
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i3.2758

Abstract

AbstrakSalah satu fasilitas kesehatan tingkat primer dalam pelayanan berjenjang dalam program Jaminan Kesehatan Nasional JKN adalah praktik dokter umum perorangan. Sesuai dengan Permenkes No. 69 Tahun 2013 ditetapkan tarif kapitasi untuk Praktik Dokter Umum adalah Rp 8.000,- s.d Rp. 10.000,-. Jumlah dokter umum praktik perorangan yang bekerja sama di Kalimantan Selatan sebanyak 125 dokter. Sedangkan untuk jumlah dokter umum praktik perorangan tertinggi yang terdaftar bekerja sama dengan BPJS Kesehatan adalah di Kota Banjarmasin sebanyak 35 dokter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sistem kapitasi dan penghargaan dengan kepuasan kerja dokter umum praktik perorangan BPJS Kesehatan Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik sampling jenuh sebanyak 31 orang responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square dengan CI=95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara antara sistem kapitasi dan penghargaan dengan kepuasan kerja dokter praktik perorangan mitra BPJS Kesehatan Banjarmasin (p-value=0,001 dan p-value=0,021).Kata-kata kunci : Sistem kapitasi, penghargaan, kepuasan kerja. AbstractOne of the primary-level health facilities of tiered services in the National Health Insurance Programis general practice Doctors. Based on Regulation of Health Minister N0. 69 in 2013, capitation rates for the general practice Doctors is Rp 8,000 till Rp10.000. The number of general practice Doctors who work together in South Kalimantan is 125 doctors. Banjarmasin City is the highest number ofgeneral practice Doctors registered cooperation with Social Health Security Agency (BPJS) is 35 doctors. This study aimed to analyze the correlation between capitation system and reward and job satisfaction of general practice Doctors of Social Health Security Agency (BPJS) in 2016. This study used cross sectional approach with saturated sampling technique as much as 31 respondents. The research instrument a questionnaire. Data analysis using chi square test with CI = 95%. The results showed that there is a significant relationship between the capitation system and reward and job satisfaction of practice individual Doctors as BPJS health partner in Banjarmasin (pvalue = 0.001 and p-value = 0.021).Keywords : capitation system, reward, job satisfaction
ANALISIS PENGETAHUAN, SIKAP DAN TERPAAN INFORMASI DENGAN PERILAKU HIGIENE DAN SANITASI PENJUAL SAYUR KELILING DI KABUPATEN BANJAR Khairiyati, Laily; Edyson, Edyson; Marlinae, Lenie; Ulfah, Nida
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i3.4319

Abstract

Abstrak  Masalah kurang energi protein (KEP) sebagai salah satu masalah gizi utama yang terjadi pada anak. Didalamnya terdapat salah satu aspek yaitu higiene dan sanitasi makanan. Implikasi dari kekurangan gizi yang lama pada anak akan mengalami hambatan tumbuh kembang dan terjadinya peningkatan penyakit pada anak. Pemenuhan zat gizi masih sangat rendah di dibandingkan provinsi lain, yaitu sebesar 11,7% hal ini karena akses untuk mencapai pelosok desa dalam memenuhi kebutuhan gizi anak masih tergantung pada pasar keliling yang tidak menjamin kualitas sanitasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan terpaan informasi dengan perilaku higiene dan sanitasi pada pedagang sayur keliling. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 30 pedagang sayur keliling di Kabupaten Banjar yang diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku (nilai p = 0,044; OR = 8,33), terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku (nilai p = 0,017; OR = 0,647), serta tidak ada hubungan antara terpaan informasi dengan perilaku (nilai p = 0,073). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku higiene dan sanitasi pada pedagang sayur keliling di Kabupaten Banjar. Kata-kata kunci: Higiene dan sanitasi, pengetahuan, sikap, terpaan informasi, perilaku  Abstract The problem of lacking protein energy (PEM) as one of the main nutritional problems that occur in children. In it there is one aspect of hygiene and food sanitation. The implications of long-term malnutrition in children will experience growth barriers and increased disease in children. The fulfillment of nutrients is still very low compared to other provinces, which is 11.7% of this is because access to reach the village corners to meet the nutritional needs of children is still dependent on the mobile market that does not guarantee the quality of sanitation. The purpose of this study is to determine the relationship of knowledge, attitude and exposure of information with hygiene and sanitation behavior on the mobile vegetable traders. This research use cross sectional design with 30 samples of vegetable sellers in Banjar Regency taken by purposive sampling. The instrument used is a questionnaire. Data analysis using chi square test with 95% confidence level. The result showed that there was a significant correlation between knowledge and behavior (p value = 0.044, OR = 8.33), there was correlation between attitude and behavior (p value = 0.017; OR = 0.647), and no relationship between exposure of information with behavior (p value = 0.073). Based on this it can be concluded that there is a relationship between knowledge and attitude with hygiene and sanitation behavior on the mobile vegetable traders in Kabupaten Banjar. Keywords: Hygiene and sanitation, knowledge, attitude, information exposure, behavior
MIXED METHODS RESEARCH STUDY KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU PADA PEKERJA TAMBANG EMAS TRADISIONAL (STUDI DI LEBONG TAMBANG BENGKULU) Darmawansyah, Darmawansyah; Wulandari, Wulandari; Diniarti, Fiya
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i3.6789

Abstract

ABSTRAKPenyakit tuberkulosis paru penyebab utama kecacatan dan kematian. Data dari WHO menunjukkan tahun 2017 kasus TB Paru sebanyak 10 Juta, dimana angka kematiannya sebesar 1,6 kasus. Kasus TB Paru di Indonesia mengalami peningkatan tiap tahunnya, tahun 2015 sebesar 130 per 100.000 penduduk, 2016 sebesar 139 per 100.000 penduduk, dan 2017 sebesar 161 per 100.000 penduduk. Kasus tuberkulosis paru pada pekerja tambang emas tradisional di Kabupaten Lebong terjadi peningkatan, dari 32% (44 kasus) menjadi 37% (51 kasus). Tujuan penelitian membuktikan faktor risiko kejadian Tuberculosis paru pada pekerja tambang emas tradisional. Penelitian ini menggunakan Mixed Methods Research Study yaitu pedeketan kuantitatif dengan desain case control study dan pendekatan kualitatif dengan indepth interview. Sampel penelitian ini sebanyak 98 responden terdiri dari 49 kasus dan 49 kontrol pada pekerja tambang emas tradisional. Penelitian dilakukan di Desa Lebong Tambang pada tahun 2018. Metode pengambilan sampel dengan cara consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda. Faktor risiko kejadian tuberkulosis paru pada pekerja tambang emas tradisional adalah melakukan kegiatan pengeboran batu tambang (p=0,001, OR=19,2; 95%CI=6,3-36,0) dan adanya riwayat kontak penderita tuberkulosis paru di pertambangan (p= 0,048, OR=3,3; 95%CI=1,0-10,9). Faktor risiko kejadian tuberkulosis paru yang paling kuat adalah melakukan kegiatan pengeboran batu tambang emas.Kata-kata kunci: Tuberculosis paru, tambang emas tradisionalABSTRACTPulmonary tuberculosis is a major cause of disability and death. Based on WHO in 2017 there was 10 million case of pulmonary tuberculosis, with 1.6 cases of mortality. The incident of pulmonary tuberculosis in Indonesia have been increased every year, in 2015 there were 130 cases per 100.000 population, in 2016 there were 139 cases per 100.000 population, and in 2017 there was 161 cases per 100.000 population. The incidence of pulmonary tuberculosis of traditional gold mine workers in Lebong Regency have increased from 32%(44 cases) to 37% (51 cases). The aim of this study is to prove the risk factors for the incidence of pulmonary tuberculosis in traditional gold mining workers. This study utilized Mixed Method which is quantitative approach using case control study and qualitative approach using indepth interview. The samples of this study were 98 respondents consisting of 49 cases and 49 controls in traditional gold mining workers. This study was conducted at Lebong Tambang Village in 2018. Sampling method used is consecutive sampling. Data analysis was done by using chi square test and multiple logistic regression. Risk factors on the incidence of pulmonary tuberculosis in traditional gold mining workers are mine drilling activities (p= 0.001, OR = 19.2; 95% CI = 6.3-36.0) and contact history of pulmonary tuberculosis patients in mining (p= 0.048, OR = 3.3; 95% CI = 1.0-10.9). The strongest risk factor of pulmonary tuberculosis is carrying out gold mine drilling activities.Keywords: Pulmonary tuberculosis, traditional gold mining

Page 10 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 1 (2015): April 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014 More Issue