cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Movement Of Healthy Society Living-Anti Dengue Hemorrhagic Fever In Sumarambu Village, Telluwanua District, Palopo City Delta Delta; Tanwir Djafar
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i2.553

Abstract

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), sejak Januari 2018 cenderung mengalami peningkatan dan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di berbagai provinsi di Indonesia. Kasus penderita DBD dari tahun 2017 hingga tahun ini meningkat signifikan. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah untuk menggerakkan masyarakat hidup sehat dengan melakukan pencegahan demam berdarah. Metode kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini, melaksanakan kegiatan dalam pembimbingan dan pendampingan dengan tiga pola yang digunakan yaitu health education, health protection, prevention. Dilaksanakan dikelurahan Sumarambu pada bulan Juni sampai dengan September 2019 yaitu dengan kegiatan penyuluhan tentang DBD, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan rekruitmen satgas Jumantik (Juru Pemantau Jentik), Pelatihan dan Penyuluhan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pelantikan dan Pelatihan Satuan Tugas (Satgas), Juru Pemantau Jentik (Jumantik), Penyuluhaan dan Pemeriksaan Kesehatan sejak dini, Penyuluhan tentang dampak merokok. Kesimpulan Pelaksanaan PKM yang dilaksanakan di Kelurahan Sumarambu tidak mengalami banyak hambatan. Pihak Puskesmas Padang Lambe, aparat pemerintah Kelurahan Sumarambu, dan Masyarakat sangat responsif dalam setiap program yang dilakukan dengan pendekatan kemitraan. Kata Kunci: Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Anti Demam Berdarah  Abstract. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) cases, since January 2018, have tended to increase, and DHF Extraordinary Events (KLB) in various provinces in Indonesia. DHF cases from 2017 to this year have increased significantly. The purpose of this community service is to move people to live healthy lives by preventing dengue fever. The method of this Community Service Program activity is to carry out activities in mentoring and mentoring with three patterns used, namely health education, health protection, prevention. Conducted in the Sumarambu sub-district from June to September 2019, namely through outreach activities on DHF, 3M Plus Mosquito Nest Eradication (PSN) and the recruitment of the Jumantik task force (Larva Monitoring Officer Task Force), Training and Counseling on Clean and Healthy Behavior, Inauguration and Training of the Task Force (Task Force), Larva Monitoring Officer (Jumantik), Early Health Counseling and Examination, Education about the impact of smoking. Conclusion the PKM implementation in Sumarambu Village did not experience many obstacles. The Padang Lambe Health Center, Sumarambu Urban Village government officials, and the community are very responsive in every program carried out with a partnership approach.Keywords: Movement Of Healthy Society Living, Anti Dengue Hemorrhagic Fever
Upaya Pemahaman Terhadap Pencegahan Penularan Covid-19 Di Kelompok Serikat Tolong-Menolong Dos Ni Roha, Bulak-Klender Mansur Juned; Shanti Darmastuti
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i2.603

Abstract

Persoalan COVID-19 menjadi persoalan yang dihadapi oleh setiap negara. Pencegahan penularan serta kebijakan terkait ekonomi, sosial menjadi beberapa bentuk respon Pemerintah Indonesia dalam menyikapi pandemi ini. Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 serta pemberian informasi secara kontinu kepada masyarakat terkait peningkatan jumlah pasien positif akibat penularan COVID-19, serta cara yang dapat dilakukan dalam mencegah penularan menjadi sasarah dari langkah pemerintah. Melalui langkah-langkah ini diharapkan masyarakat dapat mengerti dan memahami bahaya dari virus serta mengetahui cara memutus rantai penularan dari virus ini. Berkaitan dengan kondisi ini, tim pengabdi berinisiatif untuk melakukan kegiatan pengabdian berupa penyuluhan terhadap kelompok masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai COVID-19. Kelompok yang menjadi sasaran dari kegiatan pengabdian adalah Kelompok Sosial Masyarakat Serikat Tolong Menolong (STM) Dos Ni Roha, Bulak–Klender. Kelompok ini menjadi sasaran kegiatan dikarenakan terdapat masalah yang dihadapi, seperti: 1) Beberapa anggota kelompok sudah berusia lanjut; 2) masih kurangnya informasi terkait pencegahan penularan virus; 3) masih kurangnya informasi terkait pola hidup sehat. Metode penyuluhan dilakukan melalui Whatsapp Group serta mendatangkan narasumber dalam memberikan penyuluhan dari sisi kesehatan. Melalui penyuluhan yang dilakukan terdapat peningkatan pemahaman anggota kelompok tentang persoalan COVID-19 serta bentuk kebijakan pemerintah dan partisipasi yang dapat dilakukan dalam mendukung kebijakan pemerintah.Kata Kunci: COVID-19, Virus, Pengabdian Masyarakat, Pemahaman, STM Dos Ni Roha Bulak-Klender   Abstract. COVID-19 is a worldwide issue. The Indonesian government has issued economic and social regulations, as well as precautions, to face the pandemic. To name a few, the government has created Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (COVID-19 Response Acceleration Task Force), spread continued information about COVID-19 patient increase to the public and preventive measures to avoid getting infected by the virus. With these actions, the public and societies are expected to understand the danger of the virus and the effective ways to stop the infection. One of the local societies that have become a community service center of attention is Serikat Tolong Menolong (STM; Collective Help Union) Dos Ni Roha Social Group in Bulak, Klender. The union is vulnerable to having several conditions: 1.) Elderly members; 2.) Lack of information to prevent the virus, and; 3.) Lack of information about a healthy lifestyle. The extension method is carried out through the Whatsapp Group and inviting resource persons to provide counseling from the health side. With social media campaigns, the members of the union are expected to be able to understand about COVID-19 situation and to understand, as well as, to support related government regulations.Keywords: COVID-19, Virus, Community service, Understanding, STM Dos Ni Roha Bulak – Klender
Pemberdayaan Kelompok Disabilitas Di Yayasan Transfigurasi Tabor Mulia Kota Kupang dalam Pengolahan dan Pemanfaatan Pupuk Organik dari Sampah Organik Apolonia Godho; Beatriks Ame; Yofenta Kara; Maria Anjelina Nay; Erna Taosus; Elsa Sariati Malelak; Frida Hoar; Marselina Ratna; Maria fatima Letek Tereng; Ordiana Sian Loe; Rikardus Herak
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i2.566

Abstract

Masalah yang dihadapi yaitu rendahnya pemahaman masyarakat terhadap potensi bahan alam sebagai pupuk organik yang berkonskuensi logis pada kemauan untuk membentuk keterampilan dalam mengolah atau meramu bahan alam tersebut menjadi pupuk organik rendah pula. Sehingga masyarakat tidak berkeinginan apalagi memperbiasakan diri untuk menggunakan pupuk organik alamiah dalam keseharian hidup mereka. Solusi yaitu melakukan kegiatan yang dapat memberikan pemahaman membentuk keterampilan dan pola tindak terhadap pembuatan dan penggunaan pupuk organik alami. Metode yang digunakan yaitu pemberian orentasi konseptual mengenai potensi dan prosedur dalam suatu forum, membimbing paraktik pembuatan pupuk organik alamiah melalui penerapan prosedur-prosedur kepada para peserta. Selanjutnya, dilakukan indoktrinasi pembudayaan atau pembiasaan untuk menggunakan pupuk organik alamiah dalam kehidupan sehari-hari. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu tumbuhnya pemahaman tentang potensi bahan alam sebagai pupuk oganik alamiah, terbentuknya keterampilan dalam meramu bahan alam potensial menjadi pupuk organik alamiah dan pada ahkirnya dihasilkan produk berupa pupuk organik alami yang dipraktikkan penggunaannya dalam pertanian Holtikultura.Kata Kunci: Pemberdayaan; Pengolahan, pemanfaatan, Pupuk Organik  Abstract. The problem faced by the community's low understanding of the potential of natural materials as organic fertilizers which have a logical consequence on the willingness to form skills in processing or concocting natural materials into organic fertilizers is also low. So that the community does not want, let alone accustom themselves to using natural organic fertilizers in their daily lives. The solution is to carry out activities that can provide an understanding of how to form skills and patterns of action towards the manufacture and use of natural organic fertilizers. The method used was giving conceptual presentations on potentials and procedures in a forum, guiding the practice of making natural organic fertilizers through the application of procedures to the participants, then indoctrinating the culture or habituation to use natural organic fertilizers in daily life. The results obtained from this activity are; growing understanding of the potential of natural materials as natural organic fertilizers, the formation of skills in gathering potential natural materials into natural organic fertilizers, and in the end the products are produced in the form of natural organic fertilizers which are practiced in the use of horticultural agriculture.Keywords: Empowerment, processing, utilization, Organic Fertilizer
Sosialisasi Prototipe Sistem Peringatan Ketinggian Air Sungai untuk Mitigasi Bencana di Desa Maipi, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara Rahmat Siswanto
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i2.636

Abstract

Kegiatan pengabdian Sosialisasi Sistem Peringatan Ketinggian Air Sungai untuk Mitigasi Bencana telah dilaksanakan di Desa Maipi pada tanggal 14 Oktober 2020. Pengabdian ini adalah sebagai rangkaian kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di Desa Maipi. Pemantauan ketinggian air sungai di Desa Maipi masih menggunakan cara manual yaitu dengan cara melihat langsung ke sungai kemudian membaca titik ketinggian air saat ini. Sebagai Desa pusat informasi ketinggian air sungai yang mengarah ke Kota Masamba, Desa Maipi memerlukan sebuah sistem/alat yang dapat memberikan informasi akurat dan real-time terkait ketinggian air sungai yang berada di Desa Maipi. Oleh karena itu dibuat sebuah alat/sistem peringatan ketinggian air sungai untuk mitigasi bencana menggunakan microcontroller, water level sensor dan sirene. Alat yang dibuat dalam bentuk prototipe dan disosialisasikan kepada aparat dan warga Desa Maipi. Hasil percobaan yang dilakukan pada saat sosialisasi yaitu alat ini mampu memberikan peringatan berupa kode suara kepada warga Desa Maipi terkait ketinggian air sungai. Diharapkan prototipe ini dapat diimplementasikan langsung ke sungai di Desa Maipi dengan desain yang tahan hantaman air sungai yang deras.Kata Kunci: Mitigasi Bencana, Pengabdian Masyarakat, Water Level Sensor, Embedded System, MicrocontrollerAbstract. The community service of Dissemination of River Level Warning System for Disaster Mitigation has been implemented in Maipi Village on October 14th 2020. This service is as a series of dissemination activities of disaster mitigation in the Maipi Village. Monitoring of the water level of the river in Maipi Village still uses manual methods by looking directly at the river then reading the current water level point. As a village that providing river water level information leading to Masamba City, Maipi Village requires a system that accurate and real-time regarding river water levels in Maipi Village. Therefore, a river water level warning system is made for disaster mitigation using a microcontroller, water level sensor and siren. The system was made in prototype form and socialized to officials and residents of Maipi Village. The results of the experiments carried out during the socialization activities were that this tool was able to provide a warning in the form of a voice code to the residents of Maipi Village regarding the river water level. This prototype is expected to be implemented directly into the river in Maipi Village with a design that can withstand the impact of heavy river water. Keywords: Disaster Mitigation, Community Service, Water Level Sensors, Embedded Systems, Microcontrollers
Penguatan Industri Rumah Tangga Nelayan Lokal Melalui Diversifikasi Olahan Sibula Nadir Nadir; Amruddin Amruddin; Akbar Akbar; Ardi Rumallang
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i2.583

Abstract

Komoditas ikan yang paling banyak dan hampir setiap harinya membanjiri pelelangan ikan adalah Ikan Sibula. Jenis ikan Sibula ini adalah ikan laut yang memiliki banyak tulang dan sisik. Ikan ini mempunyai manfaat gizi dan protein bagi kesehatan manusia. Namun, masyarakat sangat sedikit yang berminat untuk dijadikan konsumsi kebutuhan sehari-hari, karena ikan jenis ini memiliki banyak tulang pada bagian isi daging ikan karena jarangnya masyarakat yang mengonsumsi. Ikan Sibula menjadi tidak laku dipasaran. Tujuan (luaran) ini yaitu untuk menyelesaikan permasalahan mitra dalam memanfaatkan hasil tangkapan ikan Sibula. Bentuk kegiatan ini yaitu pelatihan dan pendampingan secara langsung. Target luaran dalam kegiatan pelatihan yaitu: 1) Pelatihan pembuatan olahan pengolahan tangkapan ikan Sibula menjadi aneka makanan sehat dan khas berbahan dasar ikan Sibula; (2) Pendampingan pembuatan olahan pengolahan tangkapan ikan Sibula menjadi aneka makanan sehat dan khas berbahan dasar ikan Sibula; (3) Pelatihan dan pendampingan pemasaran produk makanan olahan ikan Sibula. Pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pelatihan yang sifatnya teoritis dan pendampingan yang sifatnya lebih praktis terhadap teori yang diperoleh dalam pelatihan pembuatan olahan pengolahan tangkapan ikan Sibula menjadi aneka makanan sehat dan khas berbahan dasar ikan Sibula dan melakukan pendampingan secara intens kepada para mitra.Kata Kunci: Kata Kunci: Rumah Tangga Nelayan, Ikan Sibula, Pengolahan.  Abstract. The most complementary fish that is flooded with fish auctions in Tamasaju village is Sibula Fish. This type of Sibula fish is a sea fish that has many bones and scales. This fish has nutritional and protein benefits for human health. However, people are very interested in using daily consumption. After all, this type of fish has a lot of bone content because many people consume it. Sibula fish become unsold in the market. The purpose (output) of this PKM is to complement partner partners (fish fishermen in Tamasaju Village) in utilizing the catch of Sibula fish. The forms of PKM activities are training and direct assistance. Outcome targets in the training are (1) Training to make processed fish, making Sibula fish into a variety of healthy and special foods made from Sibula fish '(2) Capturing making processed products, making Sibula fish into a variety of healthy foods and specifically made from Sibula fish' (3) Training and marketing assistance for processed Sibula fish products. This dedication is carried out in the form of theoretical training and more practical assistance to the theory obtained in the training of processed Sibula fish into various healthy and special foods made from Sibula fish and conducts intensive assistance to partners.Keywords: Households Regardless of Their Economic, Sibula Fish, the Processing
Penggunaan Alat Canting Cap dan Media Sosial untuk Meningkatkan Produktivitas dan Ciri Khas Usaha Kecil Menengah Batik Sumari Chauliah Fatma Putri; Fachrudin Hunaini
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i2.584

Abstract

Batik khas Kota Batu merupakan salah satu batik yang banyak peminatnya. Selain dikenal sebagai kota wisata masa kini, Kota Batu juga terkenal dengan batik khas Batu. Corak yang ditawarkan merupakan gambaran alam atau tempat wisata yang ada di Kota Batu. Pengrajin batik mempunyai peluang dan potensi yang sangat besar. Namun ada beberapa masalah dalam proses pembuatan dan pemasaran batik yang belum optimal. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pelaku UKM Batik di Kota Batu. Dalam rangka meningkatkan produktivitas, maka diperlukan alat yang dapat menghemat waktu sehingga proses produksi batik dapat berjalan lancar dan memiliki banyak motif. Metode Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah Community Based Research (CBR) dengan merancang alat canting cap dan website serta media sosial bersama mitra. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu berupa 3 canting cap batik dengan bentuk motif khas Apel Batu, Apel Baris, dan Sanggar Semar Sumari. Canting cap tersebut dapat meningkatkan produktivitas batik. Memiliki hemat waktu penggunaan dan dapat memberikan ciri khas bagi UKM mitra. Sedangkan, untuk desain website dan media sosial Instagram telah didesain dan dipergunakan oleh mitra untuk mempromosikan produknya, lebih bersaing dan berkembang.Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Batik Batu,UKM, Canting Cap  Abstract. Batu City Batik is one of the popular batiks. Besides being known as a tourist city today, Batu City is also famous for its distinctive Batu batik. The style offered is a description of nature or tourist attractions in Batu City. Batik craftsmen also have enormous opportunities and potential. However, there are several problems in the process of making and marketing batik which is not yet optimal. This community service program aims to increase the productivity of Batik UKM players in Batu City. To increase productivity, a time-saving tool is needed so that the batik production process can run smoothly and have many motives. This method of community service is Community Based Research (CBR), whereas by designing and making canting cap tools and websites and social media with partners (participatory method). The results obtained from this activity were in the form of 3 canting batik caps with distinctive motifs: Stone Apple, Line Apple, and Sanggar Semar Sumari. The canting cap can increase batik productivity. Where it saves time to use and can provide a distinctive feature for SME partners. Meanwhile, for website design and social media, Instagram has been designed and used by partners to promote their products, be more competitive, and develop.Keywords: Community Service, Batik Batu, UKM, Stamp Canting
Penyuluhan Partisipasi Politik Dan Sosial Media Bagi Pemilih Pemula Pemilukada 2020 Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Cikal Harapan 01 Serpong Tangerang Selatan Umaimah Wahid; Amin Aminudin; Hadiono Afdjani; Eko Sumardi; Reni Rosita
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i2.585

Abstract

Pemilukada serentak 2020 akan dilaksanakan di 270 kabupaten/kota di Indonesia pada Desember 2020. Salah satu Pemilukada 2020 yang akan dilaksanakan adalah Kotamadya Tangerang Selatan (Tangsel). Pemilih pemula selalu ada dalam setiap pemilu yaitu mereka yang berusia 17 – 21 tahun dan baru pertama kali menggunakan hak pilih mereka. Pemilih pemula adalah warga negara yang mempunyai hak pilih yang harus bertanggung jawab dalam proses politik yang berlaku. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meliterasi atau memberikan pengetahuan kepada siswa/siswi SMA Islam Cikal Harapan 01 Serpong Tangerang Selatan. Metode kegiatan pelatihan ini dilakukan berdasarkan pendekatan proses pembelajaran teori dan pembelajaran praktik. Perbandingan antara pembelajaran teori dengan pembelajaran praktik berkisar dengan perbandingan sekitar 1:2. Metode pelatihan untuk menyampaikan teori, meliputi : ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Sedangkan, praktikum terdiri dari metode tanya jawab serta tugas atau latihan., hasil dari kegiatan ini adalah pemilih pemula diberikan pemahaman tentang bagaimana ketergantungan pada sosial media sebagai media komunikasi politik saat ini. Sosial media bukan saja sebagai media sharing semata, namun sudah menjelma menjadi media propaganda politik. Kebebasan akses informasi membuka peluang bagi masyarakat posting berbagai bentuk informasi yang terkadang justru berbentuk hoax. Oleh karena itu, perlu pengetahuan yang memungkinkan pemilih pemula untuk lebih selektif dan tidak mudah percaya kepada pesan sosial media.Kata Kunci: Media sosial, Partisipasi Politik, Pemilih Pemula, PEMILUKADA 2020, Tangerang Selatan  Abstract. The 2020 regional elections will be held in 270 districts/cities in Indonesia in December 2020. One of the 2020 regional head elections to be held in the Municipality of South Tangerang (Tangsel). Beginner voters are always present in every election, namely those aged 17-21 years and this is the first time to exercise their voting rights. Beginning voters are citizens who have the right to vote who must be responsible for the prevailing political process. The purpose of the implementation of Community Service (PPM) is carried out as an effort to literate or provide knowledge to students of SMA Islam Cikal Harapan 01 Serpong Tangerang Selatan. This training activity method is carried out based on the theoretical learning process approach and practical learning. The comparison between theoretical learning and practical learning ranges from about 1: 2.Training methods for conveying theory include: lectures, questions and answers, and discussions, while practicum consists of question and answer methods and assignments or exercises. given an understanding of how the dependence on social media as a medium of political communication today. Social media is not only a medium for sharing but has been transformed into a medium for political propaganda. Freedom of access to information opens opportunities for the public to post various forms of information, sometimes in the form of hoaxes. Therefore, knowledge is needed to enable new voters to be more selective and not easily believe in social media messages.Keywords: Village Funds, Village Fud Taxes, VAT, Income Tax, Stamp Duty
Pengembangan Sistem Monitoring Budidaya Jamur Tiram Untuk Optimalisasi Hasil Panen Kelompok Tani Wanita Tani Desa Beji Kota Batu Diah Risqiwati; Fauzi Dwi Setiawan Sumadi; Oxicusa Gugi Housman; Muhammad Zidan; Najmuddin Tsaqib
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i2.382

Abstract

Teknik pembudidayaan jamur tiram pada kelompok tani wanita Desa Beji Kota Batu Jawa Timur, masih menggunakan metode tradisional. Ekosistem penanaman berdasarkan kondisi lingkungan yang memadai untuk proses tersebut. Hal ini menyebabkan optimasi hasil panen yang kurang menentu tiap harinya. Adanya perkembangan teknologi khususnya dalam bidang Internet of Things (IoT) dapat dijadikan sebagai alternatif solusi dengan proses pengambilan data kondisi lingkungan secara ­real-time­ dan akurat yang digunakan sebagai bahan kajian dalam proses penyiraman. Penulis mengusulkan untuk membangun sebuah sistem monitoring dan penyiraman dengan model prototyping. Sistem yang dibangun berfungsi sebagai filter keadaan dalam kumbung jamur dengan variabel input berupa suhu dan kelembapan digunakan sebagai nilai ambang batas minimal untuk proses penyemprotan secara otomatis.  Dari hasil pengabdian yang dilakukan, petani jamur dapat dengan mudah melakukan pengecekan kondisi kumbung tanpa harus mendatangi kumbung secara langsung. Selain itu, sistem juga berhasil mengontrol kondisi kumbung dengan penyemprotan secara otomatis, berkala bila kelembaban dan suhu pada kondisi tidak ideal sehingga dapat memberikan hasil positif pada peningkatan hasil panen.Kata Kunci: Jamur Tiram, Monitoring, Suhu, Kelembaban, Real Time Abstract. The technique of cultivating oyster mushrooms in a female farmer group in Beji Village, Batu City, East Java, still uses traditional methods. A planting ecosystem based on adequate environmental conditions for the process. This causes the optimization of crop yields that are uncertain every day. The existence of technological developments, especially in the field of the Internet of Things (IoT), can be used as an alternative solution with the process of real-time and accurate environmental condition data collection which is used as study material in the watering process. The author proposes to build a monitoring and watering system with a prototyping model. The system built functions as a filter for conditions in the mushroom kumbung with input variables in the form of temperature and humidity which are used as minimum threshold values for the automatic spraying process. From the results of the dedication, mushroom farmers can easily check the conditions of the kumbung without having to come directly to the kumbung. Besides, the system also managed to control the kumbung condition by spraying it automatically, periodically when the humidity and temperature were not ideal so that it could give positive results in increasing crop yields.Keywords: Oyster Mushroom, Monitoring, Temperature, Humidity, Real Time
Peranan BUMDes dalam Mendukung Perekonomian dan Meningkatkan Kesejateraan Masyarakat Desa Watusipi Kecamatan Ende Kabupaten Ende Hyronimus Se; Lambertus Langga
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i1.665

Abstract

ABSTRAKKegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya pendirian BUMDes dalam meningkatkan perekonomian desa dan bagaimana mengelola BUMDes yang baik yang didukung oleh transparansi, keterbukaan, dan profesionalisme baik pengurus maupun seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan sosialisasi dengan pemaparan materi dan diskusi oleh dosen Universitas Flores. Pemerintah Desa mendukung kegiatan dan memberi kesempatan dari pihak perguruan tinggi untuk mendampingi pengurus BUMDes terkait pengelolaan BUMDes. Kegitan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari pengurus BUMDes, perangkat desa, ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok usaha tenun, dan tokoh masyarakat. BUMDes Watusipi sudah menjalankan usaha bisnisnya antara lain: bisnis simpan pinjam, pelayanan jasa pembayaran cicilan pegadaian dan pembayaran listrik serta pengelolaan minyak kelapa murni namun tidak berjalan maksimal. BUMDes yang sudah dibentuk diharapkan dapat meningkatkan perekonomian desa maka diperlukan pendampingan dari perguruan tinggi, pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat.  ABSTRACTThis activity was carried out with the aim of providing an understanding of the importance of establishing BUMDes in improving the village economy and how to manage a good BUMDes which is supported by transparency, openness and professionalism for both management and all levels of society. Socialization activities with material presentation and discussion by lecturers at the University of Flores. The Village Government supports activities and provides opportunities from universities to assist BUMDes management regarding the management of BUMDes. This activity was attended by 30 participants consisting of BUMDes administrators, village officials, women who are members of the weaving business group and community leaders. BUMDes Watusipi has been running its business, including savings and loans, mortgage payment services and electricity payments as well as pure coconut oil management but it is not running optimally. The BUMDes that have been formed are expected to improve the village economy, so assistance from universities, local governments and non-governmental organizations is needed.
Pelestarian Lingkungan Melalui Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Pasirmuncang, Purwokerto Ira Hapsari; Nur Isna Inayanti; Siti Nur Azizah; Kurnia Ritma Dhanti
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i1.620

Abstract

ABSTRAKLimbah plastik telah menjadi salah satu permasalahan penting di Indonesia. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan perlu ditingkatkan dan cara penanggulangan limbah perlu diperluas agar tidak hanya baik bagi lingkungan, namun bisa bermanfaat juga untuk pengembangan ekonomi. Internalisasi nilai pelestarian lingkungan melalui pemahaman kesehatan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan bisa dimulai dari tingkat pendidikan sekolah dasar agar lebih efektif dan berkelanjutan. Metode sosialisasi dan praktik diberikan kepada siswa agar mereka terbiasa untuk menjaga lingkungan, mengurangi limbah serta berlatih untuk membuat barang bernilai jual yang berbahan dasar dari limbah plastik. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah para siswa memahami akan bahaya jangka panjang dari limbah, berlatih untuk lebih menjaga lingkungan serta belajar pengetahuan baru untuk mengolah limbah plastik menjadi barang yang bisa digunakan, seperti aksesoris, kerajinan tangan dan hiasan. ABSTRACTPlastic waste has become one of the crucial problems in Indonesia. Public awareness to protect the environment needs to be increased and ways of dealing with waste need to be expanded so that it is not only good for the environment, but can also be useful for economic development. The value Internalization of environmental preservation through understanding health and fostering an entrepreneurial spirit can be started from the primary school level to make it more effective and sustainable. Socialization methods and practices are given to students so that they are accustomed to protecting the environment, reducing waste and practicing to make sale value items made from plastic waste. The results obtained from this activity are that students understand the long-term dangers of waste, practice to protect the environment more and learn new knowledge to process plastic waste into items that can be used, such as accessories, handicrafts and decoration.

Page 5 of 18 | Total Record : 171