cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Teknik Penggunaan Pupuk Fosfat Terhadap Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Di Tambak Budidaya Lakawali Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan Irman Halid; Patahiruddin Patahiruddin
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.445 KB) | DOI: 10.35906/resona.v3i2.355

Abstract

Abstrak. Fosfat merupakan salah satu nutrien yang mempengaruhi pertumbuhan dan menjadi unsur hara yang esensial bagi tumbuhan dan algae akuatik serta sangat mempengaruhi tingkat produktivitas perairan. Rumput laut (Gracilaria verrucosa) merupakan salah satu jenis alga merah (Rhodophyta) yang banyak dibudidayakan di tambak dan menjadi bahan dasar penghasil agar. Agar digunakan sebagai pengental yang larut dalam air dan pengemulsi dalam industri makanan, obat-obatan, kosmetik, kertas, tekstil, minyak bumi, dan bioteknologi. Tingginya permintaan, harga tinggi, bibit mudah diperoleh dan masa panen yang singkat menjadikan G.verrucosa sebagai salah satu komoditas unggulan di sektor  budidaya perikanan. Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan yang dilaksanakan pada tanggal 30 Pebruari 2019 dengan tujuan untuk memperkenalkan teknologi budidaya G.verrucosa yang efektif dan efisien. Dengan kegiatan pegabdian, diharapkan terjadi peningkatan partisipasi pembudidaya G.verrucosa yang bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat (sasaran) dalam menerapkan strategi produksi agar mempercepat terjadinya perubahan-perubahan kondisi sosial, politik dan ekonomi sehingga mereka dapat (dalam jangka panjang) meningkatkan taraf hidup pribadi dan masyarakat pembudidaya G.verrucosa di Lakawali, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Dampak dan manfaat kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan penggunaan pupuk fosfat, keterampilan dan sikap pembudiya G.verrucosa. Capaian keberhasilan kegiatan penyuluhan ditandai timbulnya partisipasi aktif dari pembudidaya G.verrucosa dalam mengadopsi teknologi dan peningkatan produksi G.verrucosa.  Abstract. Phosphate is one of the nutrients that affect growth and is an essential nutrient for plants and aquatic algae and dramatically affects the level of marine productivity. Seaweed (Gracilaria verrucosa) is one type of red algae (Rhodophyta), which is widely cultivated in ponds and is the essential ingredient in producing agar. Agar used as a water-soluble thickener and emulsifier in the food, medicine, cosmetics, paper, textile, petroleum, and biotechnology industries. High demand, high prices, easy to obtain seeds, and a short harvest period make G.verrucosa as one of the leading commodities in the aquaculture sector. This service uses counseling methods implemented on 30 February 2019 to introduce effective and efficient G.verrucosa cultivation technology. Hopefully, the community service activities will increase in the participation of G.verrucosa farmers who aim to facilitate the community (target) in implementing production strategies to accelerate changes in social, political, and economic conditions so that they can (in the long term) improve their personal and community lives. G.verrucosa farmers in Lakawali, East Luwu Regency, South Sulawesi. The impact and benefits of this activity are increased knowledge of the use of phosphate fertilizer, the skills, and attitudes of G.verrucosa pembudiya. The achievement of the success of extension activities marked the emergence of active participation of G.verrucosa farmers in adopting technology and increasing G.verrucosa production.
Penyusunan Analisis Standar Belanja Pembangunan Gedung Dan Rehabilitasi Ruang Kelas Lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Tahun 2019 Marwah Yusuf; Rahmawati Rahmawati; Aswar Aswar
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.451 KB) | DOI: 10.35906/resona.v3i2.386

Abstract

Abstrak. Keharusan Pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan Kegiatan penyusunan Analisis Standar Belanja (ASB) adalah implementasi amanat Pasal 89 Peraturan   Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007   tentang Pengelolaan   Keuangan   Daerah.   Sehingga pemerintah kabupaten Buton perlu melakukan Analisis Standar Belanja (ASB) dalam menganalisis kewajaran beban kerja atau biaya setiap program/kegiatan dalam satu tahun anggaran, untuk mewujudkan efektif dan efisien sesuai dengan Asas Umum Pengelolaan Keuangan Daerah. Sehingga penyusunan ASB diharapkan dapat memberikan pengetahuan, sikap dan perilaku SKPD di Kabupaten Buton melalui kegiatan Pendampingan. Pendampingan ini menggunakan metode kuantitatif dan fokus group discussion.   Analisis Standar Belanja (ASB) dapat dilakukan dengan metode biaya rata-rata dan metode OLS. Namun untuk penyusunan dokumen ASB di Kabupaten Buton akan menggunakan metode metode OLS (regresi) yang disesuaikan dengan kondisi kecukupan data. Dengan terbitnya Analisis Standar-Belanja (ASB) Kabupaten Buton Tahun 2019, sebagai informasi atau data yang dibutuhkan dalam mengalokasikan anggaran   setiap   lingkup Satuan   Kerja   Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Buton.  Abstract.  The central and regional governments' obligation in formulating the activity of compiling Shopping Standards Analysis (ASB) is the implementation of the mandate of Article 89 of the Minister of Domestic Affairs Regulation No. 59 of 2007. It concerning Regional Financial Management so that the Buton district government needs to conduct a Shopping Standards Analysis (ASB) in analyzing the reasonableness of the workload or cost of each program/activity in one fiscal year, to realize effective and efficient following the General Principles of Regional Financial Management. So that the preparation of ASB was expected to provide knowledge, attitudes, and behavior of SKPD in Buton Regency through the Mentoring activities, this assistance uses quantitative methods and focuses on group discussion. Spending Standards Analysis (ASB) can be done using the average cost method and the OLS method. However, for the preparation of ASB documents in the Buton District, OLS (regression) method is adjusted to suit the data sufficiency conditions. With the publication of the 2019 Buton Regency Standards-Expenditure Analysis (ASB), as information or data needed in allocating the budget for each scope of the Buton District Regional Work Unit (SKPD).
PELATIHAN PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT (PKM) RELAWAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN PROGRAM KOTAKU KOTA PALEMBANG Diana Widhi Rachmawati
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.346 KB) | DOI: 10.35906/resona.v4i1.431

Abstract

Abstrak. Sebagai tenaga pengajar pada tingkat universitas, melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah salah satu tri dharma perguruan tinggi yang wajib dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengembangkan kapasitas masyarakat relawan dan pengelolaan keuangan KOTAKU di Palembang. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan Lembaga keswadayaan masyarakat (LKM) wilayah tim 8 KOTAKU. Materi pada kegiatan ini disampaikan oleh para Dosen pengajar universitas PGRI Palembang dan diikuti oleh 28 peserta. Kegiatan ini dibagi ke dalam beberapa sesi kegiatan, yaitu sesi penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Kegiatan terlaksana dengan baik dan medapat respon positif oleh peserta.Kata Kunci: Pengelolaan Keuangan, Program KOTAKUAbstract. As a lecturer at the university level, doing community service is tri dharma of higher education that must be done. This community service activity was carried out to develop the religious community's capacity and KOTAKU's financial management in Palembang. Besides, this activity also aims to increase the knowledge, understanding, and skills of the Community Self-Reliance Institution (LKM) 8 KOTAKU team area. The material for this activity was delivered by lecturers at PGRI Palembang University and attended by 28 participants. This activity is divided into several activity sessions, namely the delivery of material and question and answer session. This activity was carried out well and received a positive response from the participants.Keywords: Financial Management, KOTAKU Program
Pemantapan Pemahaman Kewajiban Perpajakan Dana Desa Bagi Aparatur Pemerintah Gampong Puuk Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat Zainal Putra; Cut Devi Maulidasari; Mimin - Suriadi
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.432 KB) | DOI: 10.35906/resona.v4i1.399

Abstract

Abstrak. Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah Gampong mengenai tata cara perpajakan dana desa. Selain itu, kegiatan ini sangat berguna dalam rangka meningkatkan kesadaran aparatur pemerintah Gampong yang terlibat sebagai pengelola dana desa untuk mematuhi segala kewajiban perpajakan dana desa. Sehingga dapat menghindari secara dini kasus hukum yang berpotensi menimpa mereka. Sasaran program ini adalah aparatur Pemerintah Gampong Puuk Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan/workshop plus praktik/latihan serta tanya jawab terkait dengan perpajakan dana desa. Kegiatan seperti ini dirasakan sangat perlu bagi aparatur pemerintah Gampong, mengingat minimnya pengetahuan mereka terkait aspek perpajakan dana desa. Adapun bahan pembelajarannya meliputi: a). Wajib pungut pajak dana desa dan jenis pembelanjaan dari dana desa yang kena pajak; b). PPh Pasal 21; c). PPh Pasal 22; d). PPh Pasal 23; e). PPh Pasal 4 ayat (2); f). PPN; dan g). Bea Materai. Hasil yang dicapai dari pelaksanaan program ini adalah meningkatnya pengetahuan aparatur pemerintah Gampong mengenai kewajiban perpajakan dana desa dan meningkatnya keterampilan mereka secara teknis dalam menghitung berbagai macam tarif pajak terkait pengelolaan dana desa.Kata Kunci: Dana Desa, Pajak Dana Desa, PPN, PPh, Bea MateraiAbstract. This community service aimed to increase the understanding of the Gampong government apparatus regarding the procedures for taxing village funds. Besides, this activity is beneficial to increase the awareness of Gampong government officials involved as village fund managers to comply with all village fund tax obligations. To avoid early legal cases that could potentially occur them. This program's target is the Gampong Puuk Government apparatus, Kaway XVI District, West Aceh Regency. The method of implementing community service activities is carried out by providing training/workshops plus practice/training and questions and answers related to village taxation. Activities like this were felt to be very necessary for the Gampong government apparatus, given their lack of knowledge related to aspects of the taxation of village funds. The learning materials include a). Taxpayers of village funds and types of expenditures from village funds that are taxable; b). Article 21 Income Tax; c). Article 22 Income Tax; d). Income Tax Article 23; e). Income Tax Article 4 paragraph (2); f). PPN; and g). Stamp Duty. The results achieved from the implementation of this program were increased knowledge of the Gampong government apparatus regarding the tax obligations of village funds. They increased their technical skills in calculating various tax rates related to village fund management.Keywords: Village Funds, Village Fud Taxes, VAT, Income Tax, Stamp Duty 
Transfer Pengetahuan Melalui Pelatihan E-Commerce Dalam Pemberdayaan UKM Dewi-Dewi Di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Nova Risdiyanto Ismail; Arie Restu Wardhani
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.754 KB) | DOI: 10.35906/resona.v4i1.401

Abstract

Abstrak. Perkembangan UKM dan Industri rumah tangga di Indonesia sedemikian pesatnya mengingat sebagian besar lingkup bisnis berada pada sektor ini. Namun perkembangan UKM tersebut belum disertai dengan perkembangan infrastruktur, tata kelola, pengetahuan dan keterampilan yang baik, sehingga peningkatan kinerja bisnis UKM tersebut cenderung stagnan. Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat di era industri 4.0 menyebabkan terjadinya pergeseran gaya hidup berbelanja dari masyarakat yang berbelanja secara langsung pada outlet dan mall, menjadi masyarakat yang lebih menyukai berbelanja secara online. Jika UKM tidak menangkap peluang ini, maka eksistensinya akan tergerus oleh perkembangan zaman. Oleh karena itu, UKM harus mampu proaktif dan meningkatkan kemampuan daya saingnya dengan menguasai teknologi ICT. Teknologi ini seperti sosial media (Facebook, Instagram, WhatsApp, dll) berperan penting dalam usaha promosi dan pemasaran. Tujuan utama dari artikel ini adalah untuk menunjukkan dampak transfer pengetahuan antara universitas (tutor) dan UKM Dewi-dewi (sebagai peserta pelatihan). Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan proporsi dari jawaban peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil yang diperoleh menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman mengenai E-commerce, yaitu sebesar 80% sampai dengan 96% atau dua kali lipat daripada sebelum diadakan pelatihan. Oleh karena itu perlu adanya pendampingan selanjutnya agar kemanfaatan dari pelatihan E-commerce dapat dirasakan.Kata Kunci: UKM Dewi-dewi, Pelatihan, E-commerceAbstract. The development of SMEs and home industries in Indonesia is so rapid, considering that most of the business scope is in this sector. However, the development of these SMEs has not been accompanied by progress in infrastructure, good governance, knowledge, and skills, so that the improvement in the business performance of these SMEs tends to be stagnant. Besides, changes in people's consumption patterns in the industrial era 4.0 caused a shift in the shopping lifestyle from people who shop directly at outlets and malls, to people who prefer the online shop. If UKM does not seize this opportunity, then its existence will be eroded by the times. Therefore, SMEs must be able to be proactive and improve its competitiveness by mastering ICT technology. This technology, such as social media (Facebook, Instagram, WhatsApp, etc.) plays an essential role in the promotion and marketing efforts. The primary purpose is to show the impact of knowledge transfer between universities (tutors) and UKM Dewi-Dewi (as trainees). The method used is to compare the proportions of participants' answers before and after the training. The results obtained indicate an increase in understanding of E-commerce, which is 80% to 96% or double that before training was held. Therefore, there is a need for further assistance so that the benefits of E-commerce training can be felt.Keywords: Dewi-Dewi UKM, Training, E-Commerce
The Strategy of Ikat Weaving Development in Tanjung Village, Ende Regency Yulius Laga; Santy Permata Sari
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.502 KB) | DOI: 10.35906/resona.v4i1.432

Abstract

Abstrak. Pengabdian Masyarakat pada Desa Tanjung, Kabupaten Ende dilaksanakan pada bulan Agustus 2019. Penelitian ini melibatkan 32 pengrajin tenun ikat Motif Ende dengan melakukan analisis terhadap kondisi hasil tenun ikat masyarakat. Tujuan pengabdian ini membantu pengrajin dalam menemukan inovasi produksi tenun ikat. Metode penelitian menggunakan teknik wawancara, observasi, angket dan dokumentasi kegiatan. Data dianalisis menggunakan SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman). Hasil Analisis data menunjukan bahwa pengrajin tenun ikat di Desa Tanjung memiliki kekuatan keunikan motif tenun ikat, lokasi strategis, dan kesamaan profesi menenun masyarakat, dengan indentifikasi kelemahan Motivasi masyarakat desa kurang, keterampilan menenun belum cukup, masih rendahnya inovasi dan diversifikasi produk tenun ikat, kualitas kain rendah, teknologi tradisional dan ancamannya persaingan diantara pangrajin, kelangkaan bahan baku, harga bahan baku yang relatif mahal, adanya kain tenun impor/datang dari luar daerah serta peluang dukungan pemerintah daerah (bantuan alat produksi), adanya pameran tenun ikat, perlindungan hak paten, produk tenun ikat yang sudah dikenal masyarakat, tingginya kebutuhan masyarakat (tradisi) yang dapat dimanfaatkan oleh pengrajin. Strategi yang dapat dilakukan adalah strategi untuk meningkatkan inovasi produk, strategi investasi dengan meningkatkan kualitas peralatan produkasi dan ketersediaan bahan baku serta peningkatan kreatifitas pengrajin dan strategi bisnis dengan membentuk kelompok dan kerjasama pengrajin di wilayah internal dan eksternal.Kata Kunci: SWOT, Pengembangan, Tenun Ikat, Motif EndeAbstract. Community Service at Tanjung Village, Ende Regency, was held in August 2019. This service involved 32 Ende's ikat weaving artisans by analyzing the condition of the community ikat weaving results. The purpose of this service is to help artisans find innovative ikat weaving production. The research method uses interview techniques, observation, questionnaires, and documentation of activities. Data were analyzed using SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). The data analysis results show that the ikat weaving artisan in Tanjung Village has the unique strength of the ikat weaving motif, strategic location, and the weaving profession's similarity to the community identification of weaknesses. Lack of community motivation, insufficient weaving skills, low innovation and diversification of ikat products, low-quality fabric, traditional technology and the threat of competition among the craftsmen, scarcity of raw materials, relatively expensive raw material prices, imported woven fabrics/coming from outside regions and opportunities for local government support (aid of production equipment). The presence of ikat weaving, patent protection, ikat products that are well known to the community, the high needs of the community (tradition) artisans can utilize that. The strategy that can be done is to improve product innovation and investment strategies by increasing the quality of production equipment and the availability of raw materials and expanding the creativity of artisans and business strategies by forming groups and cooperating artisans in the internal and external regions.Keywords: SWOT, Development, Ikat Weaving, Ende Pattern
Maksimalisasi Kapasitas Produksi Dan Kualitas Batik Melalui Implementasi Canting Elektrik Pada Industri Rumah Tangga Batik Di Keluarahan Merjosari Malang Adya Hermawati; Choirul Anam; Candra Aditya; Dwi Anggarani; Syamsul Bahri
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i1.481

Abstract

Abstrak. Motif batik malangan mempunyai makna luhur bagi penggunanya sehingga banyak dimininati oleh masyarakat luas sehingga membuka potensi peluang usaha bagi warga Malang. Potensi dan peluang bisnis pengrajin batik Malangan ini sangat prospektif, namun proses pembuatan dan pemasarannya belum optimal. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini berfokus pada kelompok Pengrajin Industri Rumah Tangga (IRT) “Batik Asli Malangan” dan Pengrajin IRT “Batik Tradisional Sido Mukti”. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk dapat meningkatkan jumlah produksi secara efisien dengan mentransformasi teknologi. Penambahan canting dan kompor elektrik dari pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM)  ini menjadi salah satu upaya untuk menambah jumlah produksi secara efisien dengan mentransformasi teknologi tersebut. Dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengusaha Batik Malangan Konvensional di Kelurahan Merjosari Malang dalam hal pembukuan, pemasaran hasil usaha dan pewarnaan batik diadakan pula pelatihan pembukuan, pemasaran hasil usaha dan pewarnaan batik. Pelatihan dilaksanakan disalah satu rumah warga Kelompok Batik Malangan Konvensional di Kelurahan Merjosari Malang dengan jumlah peserta 30 orang pelaku usaha.Kata Kunci: Program Kemitraan Masyarakat, Industri Rumah Tangga, Batik MalangAbstract. Malangan batik motif has a significant meaning for its users so much in demand by the broader community that it opens up potential business opportunities for the citizens of Malang. The potential and business opportunities of Malangan batik artisans are very prospective, but the manufacturing and marketing processes are not optimal. The implementation of the Community Partnership Program (PKM) focuses on the group of Home Industry Craftsmen (IRT) "Original Malangan Batik" and IRT Craftsmen "Sido Mukti Traditional Batik." This community service program is carried out to increase the amount of production efficiently by transforming technology. The addition of canting and electric stoves from the implementation of the Community Partnership Program (PKM) is one of the efforts to increase the amount of production efficiently by transforming technology. This community services aimed to improve the knowledge and skills of Conventional Malangan Batik entrepreneurs in Merjosari Kelurahan Malang in terms of bookkeeping, marketing of business results, and batik coloring, there is also bookkeeping training, marketing of business results and batik coloring. The training was held in one of the houses of residents of the Conventional Malangan Batik Group in Merjosari Village Malang, with a total of 30 participants.Abstrack: Community Partnership Program, Home Industry, Batik Malang 
Pelatihan Sadar Wisata Dan Sapta Pesona Bagi Masyarakat Desa Sidomulyo, Pengasih, Kulon Progo Ani Wijayanti; Heni Widyaningsih; Atun Yulianto; Wisnu Hadi
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i1.468

Abstract

Abstrak. Sadar wisata merupakan hal mendasar yang harus dipahami oleh setiap lapisan masyarakat. Kesadaran wisata yang tinggi mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif dalam pembangunan pariwisata. Upaya peningkatan sadar wisata bagi masyarakat di desa Sidomulyo sangat penting, karena desa ini sedang mengembangkan pariwisata. Desa Sidomulyo mempunyai potensi wisata yang sangat kuat, namun belum didukung dengan kesiapan sumber daya manusia. Selain itu, tingkat sandar wisata masyarakat Sidomulyo juga masih sangat rendah. Penyiapan sumber daya manusia dilakukan melalui berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga bisa menjadi penggerak utama pengembangan desa wisata dan mengalami peningkatan dari aspek perekonomian. Pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas SDM dalam rangka meningkatkan sadar wisata. Metode yang digunakan yakni teknik ceramah dan pendekatan partisipatif. Masyarakat terlibat langsung dalam pelatihan melalui diskusi yang interaktif. Dari hasil pelatihan ini, masyarakat mempunyai pemahaman yang kuat tentang pentingnya pengembangan desa wisata dan meningkatkan kesadaran untuk terlibat aktif dalam pengelolaan desa wisata.Kata Kunci: Sadar wisata, wisata desa, Pentahelix, Pemberdayaan Abstract. Tourism awareness is an essential thing that must be understood by every level of society. High tourism awareness encourages people to participate in tourism development actively. Efforts to increase awareness of tourism of the community in the village of Sidomulyo is significant because this village is developing tourism. Sidomulyo village has powerful tourism potential but has not been supported by the readiness of human resources. Besides, the level of tourism restoration for the people of Sidomulyo is still shallow. The preparation of human resources is done through various training to improve the quality of human resources. It can be a significant driver of the development of tourist villages and an increase in the economic aspects. This community service is an effort to improve the quality of human resources to increase tourism awareness. The method used is the lecture technique and participatory approach. The community is directly involved in the training through interactive discussions in this program. From the results of this training, the community has a strong understanding of the importance of developing tourist villages and raising awareness to be actively involved in the management of tourism villages.Keywords: Tourism Awareness, Village Tourism, Pentahelix, Empowerment
Pendampingan Pengelolaan Dan Penyusunan Laporan Keuangan Pada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ladongi, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara Junaidi Junaidi
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.412 KB) | DOI: 10.35906/resona.v4i1.286

Abstract

Abstrak. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendampingi pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di desa Ladongi, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan sebagai mitra dalam kegiatan kuliah kerja nyata pengabdian masyarakat (KKN-PM) yang bergerak di bidang usaha perdagangan berupa penjual sarana perkebunan seperti pupuk, pestisida, dan lain-lain. Kesulitan yang dialami mitra adalah pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan serta pencatatan transaksinya belum rapi. Melalui serangkaian kegiatan pendampingan yang dilakukan bersama mitra, diperoleh kemajuan sehingga mitra binaan bisa melakukan pencatatan transaksi secara rapi dan penyusunan laporan keuangan sesuai standar akuntansi.Kata Kunci: BUMDes, Pengelolaan Laporan Keuangan Abstract. This community service aims to assist the management of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in the village of Ladongi, Malangke District, North Luwu Regency. This program designed to improve the quality of management and preparation of financial statements as partners in real community service work activities (KKN-PM) that move in the business sector of trading in the form of sellers of plantation facilities such as fertilizers, pesticides, and others. Difficulties experienced by partners are the management and preparation of financial statements, and the recording of transactions is not neat. Through a series of mentoring activities carried out with partners, progress has been made so that the fostered partners can keep records of transactions neatly and prepare financial reports under accounting standards.Keywords: BUMDes, Management of Financial Statements.
Pendampingan Kelompok Tani sebagai Upaya Peningkatan Produksi, Mutu, dan Pengolahan Hasil Kentang di Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng Andi Muhibuddin; Jeferson Boling; Fatmawati Fatma
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v4i2.598

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi Kelompok Tani di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan adalah rendahnya tingkat produktivitas tanaman kentang, dan tingginya penggunaan bahan kimia pada pertanaman kentang, serta  lemahnya dalam pengolahan hasil kentang. Tujuan Pelaksanaan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini, antara lain: (a) Meningkatkan produktivitas, kualitas, nilai tambah, dan daya saing hasil kentang, (b) Meningkatkan kesejahteraan petani  kentang dan keluarganya, serta (c) Memfasilitasi proses percepatan hilirisasi teknologi produksi dan pengolahan hasil kentang. Metode yang dilakukan dalam pencapaian tujuan melalui tahapan: (a) Tahap sosialisasi program dan diskusi kelompok (b) Tahap pemberdayaan kelompok tani, (c) Tahap pengembangan, meliputi: teknik budidaya umbi kentang G5 (umbi konsumsi), dan (d) Tahap pengembangan pengolahan usaha industri rumah tangga berbahan baku kentang. Hasil pelaksanaan PPDM menunjukkan bahwa: a. Meningkatnya  produktivitas Benih Kentang G4 (benih sebar) dari 16 ton/ha menjadi 25 ton/ha, b. Meningkatnya produktivitas umbi kentang G5 (umbi konsumsi) dari 18 ton/ha menjadi 28 ton/ha, c. Kemampuan petani meningkat dalam pembuatan biopestisida, pupuk organik cair dan fungisida organik ±75%, dan  d. Kemampuan petani meningkat dalam pengolahan hasil kentang ±75%.Kata Kunci: Pemberdayaan, Kelompok Tani, Kentang, Ramah Lingkungan  Abstract. The main problems faced by the Farmer Group in Bonto Marannu Village, Ulu Ere Subdistrict, Bantaeng Regency, South Sulawesi are the low level of potato plant productivity, the high use of chemicals in potato cultivation, as well as the weak processing of potato products. The objectives of implementing this partner village development program (PVDP) are: (a) increasing productivity, quality, added value, and competitiveness of potato products, (b) improving the welfare of potato farmers and their families, and (c) facilitating the process of accelerating downstream production technology and potato processing. The method used in achieving the goal is through the following stages: (a) Program socialization stage and group discussion, (b) farmer group empowerment stage, and (c) Development stages, including: G5 potato tuber cultivation techniques (consumption bulbs) and (d). The development stage of the home industry business processing made from potato. The results of the PVDP implementation show that: a. Increased productivity of G4 potato seeds (scattered seeds) from 16 tons/ha to 25 tons/ha, b. Increased productivity of G5 potato tubers (consumption tubers) from 18 tons/ha to 28 tons/ha, c. The ability of farmers to increase in the production of biopesticides, liquid organic fertilizers and organic fungicides, and d. The ability of farmers to increase in potato processing ± 75%.Keywords: Empowerment, Farmer groups, Potatoes, Environmentally friendly 

Page 4 of 18 | Total Record : 171