cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
GIZI INDONESIA
Published by DPP PERSAGI Jakarta
ISSN : 04360265     EISSN : 25285874     DOI : -
Core Subject : Health,
Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) is an open access, peer-reviewed and inter-disciplinary journal managed by The Indonesia Nutrition Association (PERSAGI). Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) has been accredited by Indonesian Institute of Sciences since 2004. Gizi Indonesia aims to disseminate the information about nutrition, therefore it is expected that it can improve insight and knowledge in nutrition to all communities and academics. Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) offers a specific forum for advancing scientific and professional knowledge of the nutrition field among practitioners as well as academics in public health and researchers
Arjuna Subject : -
Articles 538 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN METODE FOTO DIGITAL UNTUK PEMANTAUAN ASUPAN MAKANAN PASIEN DI RUMAH SAKIT Dwi Budiningsari; Firma Syahrian; Susetyowati Susetyowati; Retno Pangastuti
GIZI INDONESIA Vol 46, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v46i1.723

Abstract

Monitoring the patient's food intake is important to ensure the patient's food intake meets the required nutritional intake. However, patients’ meal plates often have been cleared before dietitians have  opportunity to measure patients’ plate wastes. This study aimed to compare Digital Dietary Assessment Tool (DDAT) and the current method (Comstock) with food weighing in Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta. A total of 144 patients’ meal plates of breakfast and lunch were observed by dietitians in this cross-over intervention study design. Nutrient intakes and duration in measuring food intakes were analyzed by Paired t-test. Dietitians’ satisfaction was collected by questionnaire and analyzed using Mann-Whitney. There were no statistical differences in measuring nutrient intake between DDAT and food weighing (331.8±128.9 VS 332.6 ±131.3 kcal energy; 15.7±5.4 VS 15.2±5.7g protein; p0.05). The duration in measuring food intakes with DDAT was shorter than Comstock (38.5±16.4 VS 355.6± 38.9 seconds; p=0.000). The satisfaction of dietitians in measuring food intakes was significantly higher for DDAT than for Comstock (p=0.000). DDAT is a valid method for measuring nutrient intakes among hospitalized patients. DDAT has a shorter duration of measurement and higher satisfaction in measuring food intakes than Comstock. The DDAT method has the potential to be applied in hospitals.Keywords: digital photo method, patient's food intake, plate waste, satisfaction ABSTRAK Pencatatan terhadap asupan makanan pasien adalah penting untuk memastikan asupan makanan pasien memenuhi asupan gizi. Namun alat makanan pasien seringkali sudah dibersihkan sebelum nutrisionis/dietisien sempat mengamati sisa makanan tersebut. Penelitian validasi metode foto digital yang telah dilakukan sebelumnya menemukan bahwa metode ini berhubungan signifikan dengan metode penimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode foto digital/Digital Dietary Assessment Tool (DDAT) dengan metode Comstock dalam pemantauan asupan makanan pasien di RS Dr. Sardjito Yogyakarta, menggunakan metode penimbangan sebagai standar emas. Sebanyak 144 sisa makanan dari sarapan dan makan siang pasien diamati oleh nutrisionis/dietisien dalam penelitian dengan desain cross over intervention ini. Perbandingan asupan gizi dan durasi waktu yang dibutuhkan dalam melengkapi pencatatan di antara kedua metode dianalisis menggunakan Paired t-test. Perbandingan kepuasan pengguna antara kedua metode dianalisis dengan Mann-Whitney test.  Berdasarkan hasil analisis antara metode DDAT dengan baku emas penimbangan, tidak ada perbedaan signifikan asupan gizi (331.8±128.9 VS 332.6 ±131.3 kkal energi; 15.7±5.4 VS 15.2±5.7 g protein; p0.05). Durasi waktu yang dibutuhkan lebih singkat secara signifikan menggunakan metode DDAT dibandingkan dengan metode Comstock (38.17±15.6 VS 358.7± 39.1 detik; p=0.000). Kepuasan nutrisionis/dietisien dalam mencatat asupan makanan pasien lebih tinggi saat menggunakan metode DDAT dibandingkan dengan metode Comstock (p= 0.00). Metode DDAT berpotensi untuk dapat diterapkan di rumah sakit.Kata kunci: metode foto digital, asupan makanan pasien, sisa makanan, kepuasan
PENGARUH PEMBERIAN SNACK CUP PISANG, KURMA, DAN MADU TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI ANEMIA Vadira Rahma Sari; Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa; Setyo Sri Rahardjo
GIZI INDONESIA Vol 46, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v46i1.808

Abstract

Approximately 50 percent of anemia in women is caused by iron deficiency. Using bananas, dates, and honey in a snack cup can be an alternative to fulfilling daily iron needs. This study aims to determine the effect of giving the snack cup on the hemoglobin levels of anemic adolescent girls. This study is a randomized control trial with a pretest-posttest with control groups design, which was conducted for two weeks with 32 anemic adolescent girls aged 13-18 years old and menstruating as subjects. Divided randomly into four groups Groups K- (regular food), K+ (iron tablets), P1 (snack cup containing 11,45 mg of iron), and P2 (snack cup containing 13,44 mg of iron). Hemoglobin levels were checked using the Autoanalyzer method. The paired-sample t-test showed that there were no significant differences before and after treatment in the four groups, as indicated by the values of p= 0.922 (K-), p= 0.619 (K+), p= 0.784 (P1) and p= 0.922 (P2). Kruskal Wallis test showed no difference in the mean change in hemoglobin between groups (p= 0.355). Consumption of SangKurMa F2 and F4 for two weeks did not affect the hemoglobin levels of anemic adolescent girls. It is necessary to balance the intake of other nutrients, such as protein which also plays a role in the process of hemoglobin synthesis. Keywords: anemia, hemoglobin, sangkurma snack cup, vitamin C, iron ABSTRAK  Sekitar 50 persen kejadian anemia pada perempuan disebabkan defisiensi zat besi. Penggunaan pisang, kurma dan madu dalam pembuatan snack cup dapat menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan zat besi harian remaja putri anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian snack cup terhadap kadar hemoglobin remaja putri anemia. Penelitian ini merupakan randomized control trial dengan rancangan pretest posttest with control group. Penelitian dilakukan selama 2 minggu dengan subjek 32 remaja putri anemia berusia 13-18 tahun dan telah menstruasi yang kemudian dibagi secara random kedalam 4 kelompok. Kelompok K- (hanya mengonsumsi makanan biasa), K+ (diberikan  TTD), P1 (diberikan snack cup mengandung 11,45 mg zat besi)) dan P2  (diberikan snack cup mengandung 13,44 mg zat besi). Kadar hemoglobin diperiksan menggunakan metode Autoanalyzer. Uji paired-sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan pada keempat kelompok yang ditunjukkan dengan nilai p= 0,922 (K-),  p= 0,619 (K+), p= 0,784 (P1) dan p= 0,922 (P2). Uji kruskal wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan perubahan rerata hemoglobin antar kelompok (p= 0,355).  Konsumsi snack cup SangKurMa F2 dan F4 selama 2 minggu tidak berpengaruh terhadap kadar hemoglobin remaja putri anemia. Perlu adanya penyeimbangan asupan zat gizi lainnya seperti protein yang juga berperan dalam proses sintesis hemoglobin.  Kata kunci: anemia, hemoglobin, snack cup sangkurma, vitamin C, zat besi
Back matter Vol.46(1) 2023 Admin Admin
GIZI INDONESIA Vol 46, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN STATUS FUNGSIONAL DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PASIEN PENYAKIT DALAM DI RUMAH SAKIT DR. CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA Befi - Sundari; Angga Rizqiawan; Wita Rizki Amelia; Astrine Permata Leoni; Ahmad Syauqy; Purwita Wijaya Laksmi; Ari Wijayanti; Lora Sri Nofi
GIZI INDONESIA Vol 46, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v46i1.756

Abstract

Malnutrition is a major problem among hospitalized patients. Nutritional problems can be influenced by an imbalance between the intake of macronutrients consumed, and a decrease in functional status among hospitalized patients. This study was conducted to analyze the relationship between functional status and food intake of macronutrients with the nutritional status of internal disease patients. This study used an observational design, with a cross-sectional approach. The sampling technique used was Consecutive Sampling with the number of respondents being 74 internal disease patients who were hospitalized at the RSCM. Functional status data were collected using the Barthel Index and macronutrient intake by interview using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire, and nutritional status using weight and height measurements was calculated using the BMI formula. The statistical analysis used is the Chi-Square test. There are 45.9 percent of respondents have poor nutritional status. The bivariate results showed that there was no significant relationship between functional status (p=0.950) and nutritional status and there was a significant relationship between energy intake (p=0.000), protein (p=0.000), fat (p=0.001), carbohydrates (p=0.001), with the nutritional status of internal disease patients. It can be concluded that there is a relationship between the intake of macronutrients, namely energy, carbohydrates, protein, fat, and the nutritional status of internal medicine patients at RSCM.Keywords: functional status, macronutrient intake, nutritional status ABSTRAK Malnutrisi merupakan masalah utama yang sering terjadi pada pasien di rumah sakit. Masalah gizi yang terjadi dapat dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara asupan zat gizi makro yang dikonsumsi, dan terjadi penurunan status fungsional pada pasien rawat inap. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara status fungsional dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pasien penyakit dalam. Penelitian ini mengunakan desain observasional, dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive Sampling dengan jumlah responden 74 pasien penyakit dalam yang dirawat inap di RSCM. Pengumpulan data status fungsional menggunakan Barthel Index dan asupan zat gizi makro dengan wawancara menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire, dan status gizi menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan dihitung dengan rumus IMT. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Terdapat 45,9 persen responden memiliki status gizi kurang. Dari hasil bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara status fungsional (p=0,950) dengan status gizi dan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi (p=0,000), protein (p=0,000), lemak (p=0,001), karbohidrat (p=0,001), dengan status gizi pasien penyakit dalam. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara asupan zat gizi makro yaitu energi, karbohidrat, protein, lemak dengan status gizi pasien penyakit dalam di RSCM.Kata kunci: status fungsional, asupan zat gizi makro, status gizi
TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS: STATUS PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK PASCA COVID-19 Herlina Febrianti; Dessie Wanda; Efa Apriyanti
GIZI INDONESIA Vol 46, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v46i1.836

Abstract

COVID-19 affects growth, development, and death. The objective of this article is to find out the growth and developmental status of children post-COVID-19. This systematic review uses the PICO search strategy through an online database. Obtained 11 articles based on inclusion criteria, reviewed using the Critical Appraisal Skills Programme tools to conclude. COVID-19 influences growth (obesity or overweight) and child development (a disorder of language, emotional, behavioral, and psychosocial development). The growth and development of children post-COVID-19 are influenced by sex, age, length of hospital stay, comorbidities, and illness severity. The stimulus for optimal growth and development in post-COVID-19 children can be provided through affection, stimulation, balanced nutrition with a variety of foods, hand washing with soap, adequate physical activity, and regular weight monitoring. Keywords: children, COVID-19, development, growth  ABSTRAKCOVID-19 berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan kematian. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui status pertumbuhan dan perkembangan anak pasca COVID-19. Systematic review ini menggunakan strategi pencarian PICO melalui database online. Diperoleh 11 artikel berdasarkan kriteria inklusif, review menggunakan Critical Appraisal Skills Programme tools hingga disimpulkan. Hasil menunjukkan COVID-19 memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan (obesitas, IMT (Indeks Massa Tubuh) berlebih) dan perkembangan anak (gangguan perkembangan bahasa, emosi, perilaku dan psikosial). Pertumbuhan dan perkembangan anak pasca COVID-19 dipengaruhi jenis kelamin, usia, lama rawat, komorbiditas dan tingkat keparahan. Stimulus untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak pasca COVID-19 dapat melalui pemberian kasih sayang, stimulasi, gizi seimbang dengan jenis makanan yang bervariasi, cuci tangan menggunakan sabun, aktivitas fisik yang cukup, dan pemantauan berat badan secara rutin.Kata kunci: anak, COVID-19, perkembangan, pertumbuhan
Front matter Vol.46 (1) 2023 Admin Admin
GIZI INDONESIA Vol 46, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN DAYA TERIMA MAKANAN DENGAN KUALITAS DIET PADA SANTRI Nida Nur Amalia; Fillah Fithra Dieny; Aryu Candra; Choirun Nissa
GIZI INDONESIA Vol 46, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v46i1.761

Abstract

Santri is one of the adolescent age groups who are prone to problems with food intake and low quality of diet and become one of the factors causing nutritional problems in the next phase of life. Nutrition compliance for a student depends on food service management, and an indicator of a student’s food quality is needed. The purpose of this study was to analyze the correlations between food acceptance and diet quality in Islamic boarding school students. This study was observational with a cross-sectional design. This study was held in Askhabul Kahfi Islamic Boarding School Semarang and consisted of 69 subjects chosen by simple random sampling. Diet quality data was measured through the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) and Diet Quality Index - International (DQI-I), food acceptance data were collected using questionnaires and food waste forms. The data were analyzed by the Pearson correlation test. This study showed that 66 subjects (95,7%) had a low diet quality and only 4,3 percent of subjects have high nutrition knowledge. There was no correlation between food acceptance and diet quality (p=0.346), but the components of diet quality which is variation score indicated significant positive correlations with a variety of food menus (p=0.020) and significant negative correlations between food acceptance with overall balance score (p=0.030). There was no correlation between food acceptance with diet quality among Santri. The incompatibility of portion standards with dietary recommendations was the most influential factor in food acceptance and diet quality of santri.Keywords: food acceptance, diet quality, santri, nutrition knowledge ABSTRAK Santri merupakan kelompok usia remaja yang rentan mengalami masalah asupan makanan maupun rendahnya kualitas diet dan menjadi salah satu faktor penyebab masalah gizi pada fase kehidupan selanjutnya. Pemenuhan gizi pada santri sangat bergantung pada penyelenggaraan makanannya, sehingga diperlukan indikator mutu kualitas makanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara daya terima makanan dengan kualitas diet pada santri. Penelitian observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang dengan 69 subjek dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data kualitas diet diukur menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan formulir Diet Quality Index – International (DQI-I), daya terima makanan dengan formulir sisa makanan dan kuesioner. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan 95,7% subjek memiliki kualitas diet rendah dan hanya 4,3 persen subjek yang memiliki pengetahuan gizi tinggi. Tidak ada hubungan signifikan antara daya terima makanan dengan kualitas diet (p=0,346) namun komponen kualitas diet yaitu skor variasi memiliki hubungan positif signifikan dengan variasi menu (p=0,020), dan skor keseimbangan keseluruhan memiliki hubungan negatif signifikan dengan daya terima makanan (p=0,030). Tidak ada hubungan antara daya terima makanan dengan kualitas diet pada santri. Ketidaksesuaian standar porsi dengan rekomendasi kebutuhan.Kata kunci: daya terima makanan, kualitas diet, santri, pengetahuan gizi
HUBUNGAN ASUPAN MAGNESIUM DAN ASUPAN ZINK DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA LANJUT USIA DI KECAMATAN JUWIRING KABUPATEN KLATEN Aruni Aruan; Anik Lestari; Eti Poncorini Pamungkasari
GIZI INDONESIA Vol 46 No 2 (2023): September 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v46i2.734

Abstract

The elderly population in the world and Indonesia continues to increase. The increased population of elderly is a positive achievement of government programs in the health sector but it creates new problems because the elderly are more susceptible to degenerative diseases due to decreased organ function. One of the degenerative diseases is diabetes. Diabetes is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood sugar levels. This study aims to determine the relationship between magnesium intake, and zinc intake with fasting blood glucose levels in the elderly in Juwiring District, Klaten Regency. The subjects of this study were elderly in Juwiring District. Samples were taken using a multistage random sampling technique and obtained from 158 people. Characteristic data (gender, age, and education) were obtained from interviews. Magnesium and zinc intake were obtained from interviews using a recall 24 and a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ). Fasting blood sugar data were obtained from blood sugar examination using a glucometer, the subject had been conditioned to fast for 8 hours. Statistical analysis using Pearson product-moment. the results showed that there was a relationship between magnesium intake (p= 0.02, r=-0.249) and zinc intake (p= 0.04, r = -0.229) with fasting blood sugar levels. It is recommended that the elderly adjust their diet by consuming food sources of magnesium and zinc. ABSTRAKPeningkatan populasi lansia merupakan capaian positif program pemerintah dalam sektor kesehatan namun hal tersebut menimbulkan masalah baru dikarenakan lansia lebih rentan terhadap penyakit degeneratif yang disebabkan penurunan fungsi organ tubuh. Salah satu penyakit degeneratif tersebut adalah diabetes. Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan magnesium, asupan zink dengan kadar glukosa darah puasa pada lanjut usia di wilayah Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Subjek penelitian ini yaitu lansia di wilayah Kecamatan Juwiring. Sampel diambil menggunakan teknik multistage random sampling dan didapatkan 158 orang. Data karakteristik (jenis kelamin, usia, dan pendidikan) didapatkan dari wawancara secara langsung. Data asupan magnesium dan zink subjek diperoleh dari wawancara menggunakan kueisioner recall 24 dan semi quantitatif food frequency questionnare (SQ-FFQ). Data gula darah puasa didapatkan dari pemeriksaan gula darah menggunakan glukometer yang sebelumnya subjek telah dikondisikan untuk berpuasa selama 8 jam. Analisa statistik menggunakan korelasi pearson product moment. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara asupan magnesium (p= 0,02 , r= -0,249) dan asupan zink (p= 0,04, r =-0,229) dengan kadar gula darah puasa. Disarankan lansia untuk mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan sumber magnesium dan zink. Kata kunci: asupan magnesium, asupan zink, gula darah puasa, lansia
PENGARUH SUBSTITUSI KEDELAI DENGAN BIJI LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) TERHADAP KADAR SERAT PANGAN, ARGININ, DAN SIFAT ORGANOLEPTIK TEMPE Naritsa Rihansjah; A'immatul Fauziyah
GIZI INDONESIA Vol 46 No 2 (2023): September 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v46i2.740

Abstract

Pumpkin seeds had high dietary fiber and arginine content. In Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM), both dietary components play a significant role in controlling blood sugar. The purpose of this study was to analyze the effect of soybean tempeh substitution with pumpkin seeds on dietary fiber and arginine content, analyze organoleptic properties, determine the best formula, and analyze its nutritional information. This study used Completely Randomized Design (CRD) with one factor, two repetitions, and four levels of treatment. The treatment levels were F0 (100:0), F1 (60:40), F2 (50:50), and F3 (40:60). The data analyzed used Anova showed that the substitution soybean using pumpkin seeds had a significantly increased dietary fiber and arginine content of tempeh (p<0.05). The organoleptic especially hedonic test showed that soybean substitution with pumpkin seed had a significant effect (p<0.05) on the panelist's reference level for color and texture parameters, meanwhile the aroma and taste parameters had no significant effect (p>0.05). The best tempeh formula determined using the Exponential Comparison Method is F3 (40:60). The serving size for the selected formula is 50 g tempeh with nutritional values of 187,14 kcal energy, 11,73 g protein, 12,33 g fat, 7,33 g carbohydrates, 9,87 g dietary fiber, and 1,91 g arginine. The best formula tempeh with pumpkin seed substitution claims to be high in dietary fiber (32,9% of daily needs) and high in protein (19,55% of daily needs)ABSTRAK  Biji labu kuning mengandung tinggi serat pangan dan arginin. Kedua jenis komponen zat gizi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kadar gula darah Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh substitusi kedelai dengan biji labu kuning terhadap kadar serat pangan, arginin, dan sifat organileptik tempe, menentukan formula terpilih serta menganalisis kandungan gizinya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, dua kali pengulangan, dan empat taraf perlakuan. Taraf perlakuan tersebut yaitu F0 (100:0), F1 (60:40), F2 (50:50), dan F3 (40:60). Hasil Anova menunjukkan bahwa substitusi kedelai dengan biji labu kuning berpengaruh nyata terhadap kadar serat pangan dan arginin tempe (p<0,05). Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa substitusi kedelai dengan biji labu kuning berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap tingkat kesukaan panelis pada parameter warna dan tekstur, sedangkan pada parameter aroma dan rasa tidak didapatkan pengaruh yang nyata (p>0,05). Penentuan Formula terpilih menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) sehingga didapatkan F3 (40:60) sebagai formula terpilih. Takaran saji untuk formula terpilih yaitu 50 g tempe dengan kandungan gizi sebesar 187,14 kkal energi, 11,73 g protein, 12,33 g lemak, 7,33 g karbohidrat, 9,87 g serat pangan, serta 1,91 g arginin. Produk formula terpilih tempe dengan substitusi biji labu kuning memiliki klaim tinggi serat pangan (32,9% dari total kebutuhan sehari) dan tinggi protein (19,55% dari total kebutuhan sehari). Kata kunci: tempe, biji labu kuning, serat pangan, arginin
PERILAKU MAKAN, AKTIVITAS FISIK, DAN PENGGUNAAN INTERNET PADA REMAJA SEKOLAH YANG MENGALAMI OBESITAS DI PROVINSI BALI Ni Komang Wiardani; Anak Agung Ngurah Kusumajaya
GIZI INDONESIA Vol 46 No 2 (2023): September 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v46i2.794

Abstract

The problem of obesity in adolescents tends to increase as a cause of non-communicable diseases in adulthood. The study aimed to determine eating behavior, physical activity, and internet use in obese school adolescents in Bali. The study was conducted in Bali with obese adolescents (BMI>+1SD) in junior high schools. The sample size is 428 people, determined by Multistage Random Sampling. The data collected included identity data, eating behavior, physical activity, and use of the internet The results showed that as many as 258 people (60.3%) were male and 39.7percent female. A total of 75.5 percent of people were obese at level II and 24.5 percent were level 1 obesity. There are 34.2 percent with energy intake > the recommended adequacy (RDA). Adolescent eating behavior showed 53.6 percent had the habit of eating dinner, 49.5 percent often consumed savory snacks, 55.6 percent consumed sweet drinks, 59.1 percent consumed fast food >1 x/mg, 49.8 percent was unusual, breakfast, 61.1 percent use internet media >2 hours a day, 53.0 percent samples have low physical activity. The results of the bivariate analysis showed a significant relationship between eating behavior, physical activity, and internet use with the obesity status of the sample. The results of the multivariate analysis showed energy intake, consumption of sweet snacks and drinks, exercise habits, and internet use were the main determinants of obesity in school adolescents. Conclusion: Adolescent eating behavior, internet media use, and exercise habits are related to obesity status in school children and adolescents in Bali Province.ABSTRAKPermasalahan obesitas pada remaja cenderung meningkat dan sebagai penyebab penyakit tidak menular (PTM) pada masa dewasa. Penelitian bertujuan mengetahui perilaku makan, aktivitas fisik dan penggunaan internet pada remaja sekolah yang mengalami obesitas di Bali. Penelitian dilakukan di Bali dengan subyek remaja obesitas (IMT>+1SD) di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Besar sampel adalah 428 orang, ditentukan dengan Multistage Random Sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data identitas, perilaku makan, aktivitas fisik dan penggunaan media internet Selanjutnya data diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 258 orang (60,3%) laki laki dan 39,7 persen perempuan. Sebanyak 75,5 persen orang mengalami obesitas tingkat II dan 24,5 persen mengalami obes tingkat 1. Terdapat 34,2 persen dengan asupan energi >kecukupan yang dianjurkan (AKG). Perilaku makan remaja menunjukkan 53,6 persen memiliki kebiasaan makan malam, 49,5 persen sering mengonsumsi makanan camilan gurih, 55,6 persen mengonsumsi minuman manis, 59,1 persen mengonsumsi fast food >1 x/mg, 49,8 persen tidak biasa sarapan pagi, 61,1 persen menggunakan media internet >2 jam sehari, 53,0 persen sampel memiliki aktivitas fisik rendah. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan perilaku makan, aktivitas fisik, pemakaian internet dengan status obesitas. Hasil analisis multivariat menunjukkan asupan energi, konsumsi camilan dan minuman manis, kebiasaan olah raga dan penggunaan internet merupakan determinan utama obesitas pada remaja sekolah. Simpulan pada penelitian ini bahwa perilaku makan makan remaja, penggunaan media internet dan kebiasaan olah raga berhubungan dengan status obesitas pada anak dan remaja sekolah di Provinsi Bali. Kata kunci: obesitas, remaja, perilaku makan, aktivitas, media sosial

Filter by Year

2004 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 46 No 2 (2023): September 2023 Vol 46, No 1 (2023): Maret 2023 Vol 45, No 2 (2022): September 2022 Vol 45, No 1 (2022): Maret 2022 Vol 44, No 2 (2021): September 2021 Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 43, No 2 (2020): September 2020 Vol 43, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 42, No 2 (2019): September 2019 Vol 42, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 41, No 2 (2018): September 2018 Vol 41, No 2 (2018): September 2018 Vol 41, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 41, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 40, No 2 (2017): September 2017 Vol 40, No 2 (2017): September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 39, No 2 (2016): September 2016 Vol 39, No 2 (2016): September 2016 Vol 39, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 39, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 38, No 2 (2015): September 2015 Vol 38, No 2 (2015): September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 37, No 2 (2014): September 2014 Vol 37, No 2 (2014): September 2014 Vol 37, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 37, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 36, No 2 (2013): September 2013 Vol 36, No 2 (2013): September 2013 Vol 36, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 35, No 2 (2012): September 2012 Vol 35, No 2 (2012): September 2012 Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 34, No 2 (2011): September 2011 Vol 34, No 2 (2011): September 2011 Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 33, No 2 (2010): September 2010 Vol 33, No 2 (2010): September 2010 Vol 33, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 33, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 32, No 2 (2009): September 2009 Vol 32, No 2 (2009): September 2009 Vol 32, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 32, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 31, No 2 (2008): September 2008 Vol 31, No 2 (2008): September 2008 Vol 31, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 31, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 30, No 2 (2007): September 2007 Vol 30, No 2 (2007): September 2007 Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 29, No 2 (2006): September 2006 Vol 29, No 2 (2006): September 2006 Vol 29, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 29, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 28, No 2 (2005): September 2005 Vol 28, No 2 (2005): September 2005 Vol 28, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 28, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 27, No 2 (2004): September 2004 Vol 27, No 2 (2004): September 2004 More Issue