Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles
531 Documents
The Effect of Organizational Citizenship Behavior on Turnover Intention in Millenial Generation Employees
Irma Yuni Saputri;
Fatiya Halum Husna
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.898 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v13n2.p114-129
Abstract: The phenomenon of intention turnover (the desire to move) in employees is something that cannot be avoided from an organization, the existence of intentions turnover in employees results in the employee's decision to leave the workplace. This phenomenon of turnover occurs a lot in employees, especially in the millennial generation. This study aims to determine the effect of organizational citizenship behavior on intentions turnover in the millennial generation. This research was conducted at the JNE Blitar Branch Office. The sample in this study were employees who worked at the JNE Blitar Branch Office with a total of 85 people. To collect data, two questionnaires were used, namely the organizational citizenship behavior questionnaire and the intention questionnaire turnover which had been tested for validity and reliability. This research is a quantitative research with correlation method. For statistical analysis techniques using simple linear regression with the help of SPSS V.22. The results of this study indicate that there is an insignificant effect of the organizational citizenship behavior (X) variable on the intention variable turnover (Y) with a significance value of 0.006 and an effective contribution value of 8.8%. These results can be used as a reference for further research on organizational citizenship behavior (OCB) andintentions, turnover especially in the millennial generation. Abstrak: Fenomena intensi turnover (keinginan berpindah) pada karyawan merupakan hal yang tidak dapat dihindari dari suatu organisasi, adanya intensi turnover pada karyawan berakibat pada keputusan karyawan untuk meninggalkan tempat kerjanya. Fenomena turnover ini banyak terjadi pada karyawan, khususnya pada generasi milenial. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh organizational citizenship behavior terhadap intensi turnover pada generasi milenial. Penelitian ini dilakukan di Kantor JNE Cabang Blitar. Sampel pada penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di Kantor JNE Cabang Blitar dengan jumlah 85 orang. Untuk pengambilan data menggunakan dua buah angket yakni angket organizational citizenship behavior dan angket intensi turnover yang telah uji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Untuk teknik analisis statistiknya menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS V.22. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang tidak signifikan dari variabel organizational citizenship behavior (X) terhadap variabel intensi turnover (Y) dengan nilai signifikasi sebesar 0,006 dan nilai sumbangan efektif sebesar 8,8% . Hasil ini dapat digunakan sebagai rujukan untuk penelitian selanjutnya mengenai organizational citizenship behavior (OCB) dan intensi turnover khususnya pada generasi milenial.
Pengaruh Bersyukur Terhadap Perilaku Kewargaan Organisasional Karyawan di Masa Masa Pandemi Covid-19
Ezra Redo Jawentinus;
Rostiana Rostiana
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (388.591 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v13n2.p214-225
Abstract: The aim of this study is to measure the effect of gratitude on Organizational Citizenship Behavioral (OCB) by considering organizational support (POS) and Perceptions of Working from Home (WFH) as moderators. Subjects in the study were 122 employees of B Group using non-probability sampling with convenience sampling technique. This study used a non-experimental quantitative design with a correlational approach. The research model was tested using the SPSS, and LISRELL programs. Testing is supported by several measuring tools, including the Organizational Citizenship Behavior Scale (Podsakoff & MacKenzie, 1990), Gratitude at Work Scale (Cain, 2018), The Survey of Perceived Organizational Support (Eisenberger, 1997) and the Perception questionnaire developed independently. As a result, the study found that Gratitude contributed (R2 = 24,9%) to OCB. Furthermore, POS significantly moderated the relationship between gratitude and OCB. The contribution from gratitude to OCB increased when employees felt higer support (POS). However, the role of WFH’ perception did not proven to be a moderator between gratitude and OCB. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui peran bersyukur terhadap perilaku kewargaan organisasional (PKO) dengan mempertimbangkan dukungan organisasi (POS) dan persepsi bekerja dari rumah (WFH) sebagai moderator. Subjek penelitian ini adalah 122 karyawan/i B Group dengan menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik convenience sampling. Penelitian menggunakan design kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan korelasional. Pengujian model penelitian dilakukan dengan bantuan program SPSS dan LISREL. Pengujian didukung oleh beberapa alat ukur antara lain Organizational Citizenship Behavior Scale, Gratitude at Work Scale, The Survey of Perceived Organizational Support dan skala Persepsi terhadap WFH yang dikembangkan secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bersyukur berkontribusi (R2= 24,9%) terhadap PKO. Selanjutnya, POS terbukti menjadi moderator antara bersyukur dengan PKO, dalam hal ini terbukti peran bersyukur terhadap PKO semakin meningkat ketika karyawan/i merasakan dukungan (POS) yang tinggi. Sementara persepsi terhadap WFH tidak terbukti perannya sebagai moderator antara bersyukur dengan PKO.
Pengaruh Resiliensi terhadap Job Insecurity Guru Musik saat Pandemi Covid-19
Sandra Handayani Sutanto;
Ana Lidya Intan Deita
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.264 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v13n3.p270-281
Pandemi Covid19 telah memberikan dampak terhadap guru musik dimana terjadi penurunan jumlah murid yang menyebabkan guru musik merasakan job insecurity, peneliti melihat bahwa guru musik memiliki resiliensi yang dapat membantu untuk mengatasi job insecurity. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh resiliensi terhadap job insecurity guru musik di Pulau Jawa saat pandemi Covid19. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non probability sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu Connor Davidson Resilience Scale (Connor & Davidson, 2003) berjumlah 24 item dan Job Insecurity Scale (De Witte, 2000) berjumlah 4 item. Partisipan dalam penelitian ini adalah 102 guru musik di Pulau Jawa. Berdasarkan uji regresi, terdapat pengaruh resiliensi terhadap job insecurity adalah sebesar 35,9% (R2=.375, b= .153, p= .00; p<.05). Sedangkan 63,5% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. Dengan demikian, hipotesis peneliti yaitu terdapat pengaruh resiliensi terhadap job insecurity pada guru musik saat pandemi Covid 19 diterima.
Hubungan antara Pola Pikir Negatif dengan Kecemasan dalam Membina Hubungan Lawan Jenis pada Dewasa Awal
Zuraidah Faradiana;
Ali Syahidin Mubarok
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1283.937 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v13n1.p71-81
ABSTRAKMasalah yang timbul pada masa dewasa awal salah satunya berawal dari ketika mulai membina hubungan lawan jenis. Selalu ada masalah yang berkaitan dengan hal tersebut salah satunya disebabkan oleh kondisi psikologis yang dimilikinya. Kondisi psikologis yang di maksud dapat berkaitan dengan perasaan, mental, serta pola pikir yang dimiliki individu tersebut. Ketika individu selalu berpikir positif, maka yang akan terwujud adalah sesuatu yang positif. Begitupun sebaliknya, ketika individu selalu memiliki pikiran negatif, maka yang didapatkanpun berupa sesuatu yang negatif seperti munculnya rasa cemas. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pola pikir negatif dengan kecemasan dalam membina hubungan lawan jenis pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis korelasi (correlational research). sampel dalam penelitian ini berjumlah 102 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik snowball sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner yang terdiri dari skala kecemasan dalam membina hubungan lawan jenis dan skala pola pikir negatif. Analisis data yang digunakan merupakan analisis korelasi product moment dengan dibantu software SPSS for windows versi 23. Hasil penelitian menunjukkan nilai sig. < 0,05 dan nilai pearson correlation sebesar 0,354. Hal itu menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pola pikir negatif dengan kecemasan dalam membina hubungan lawan jenis. Maka dapat disimpulkan jika individu memiliki pola pikir negatif yang tinggi, maka individu tersebut memiliki kecenderungan kecemasan yang tinggi juga. Begitupun sebaliknya, ketika individu memiliki pola pikir negatif yang rendah, maka kecemasan yang dimiliki individu tersebut juga rendah.Kata kunci: pola pikir negatif, kecemasan, dewasa
Peran Karakteristik Kerja dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Generasi Milenial Perusahaan X
Sharleen Michelle;
Jimmy Ellya Kurniawan
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.56 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v13n1.p1-13
Banyak fenomena menunjukkan komitmen organisasi generasi milenial rendah sehingga berdampak pada turnover. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran karakteristik kerja dan orientasi kewirausahaan terhadap komitmen organisasi karyawan generasi milenial Perusahaan X. Selama ini belum ada penelitian yang menguji kedua variabel tersebut secara bersamaan terhadap komitemen organisasi, khususnya pada generasi millennial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 157 dengan kriteria karyawan generasi milenial, bekerja minimal 1 tahun dan diperoleh dengan teknik total population. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peran signifikan antara karakteristik kerja dan orientasi kewirausahaan terhadap komitmen organisasi karyawan generasi milenial Perusahaan X (R = 0.684; R² = 0.468; p < 0.05). Dimensi task identity pada karakteristik kerja dan inovatif pada orientasi kewirausahaan memiliki hubungan lebih besar pada komitmen dibandingkan dimensi lainnya, sedangkan dimensi autonomy pada kedua variabel memiliki hubungan lebih kecil pada komitmen. Hasil tambahan yaitu usia dan jenis kelamin menjadi faktor lain yang mempengaruhi komitmen organisasi.
The Role of Forgiveness and Social Support on Psychological Well Being Among Women in Dating Violence
Ni Kadek Ayu Mas Yoca Hapsari Pariartha;
Afifah Chusna Az Zahra;
Chaty Trizka Anggini;
Nur Eva
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.458 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v13n2.p130-143
Abstract: Violence in dating relationships is a rife phenomenon in Indonesia. This violence is experienced by many women and has a negative impact on the psychological side. The purpose of this study was to examine the role of forgiveness and social support on psychological well-being in women survivors of violence in dating relationships, partially or simultaneously. The approach of this study is descriptive quantitative. The research participants were 143 women survivors of violence in dating relationships. The study instruments include the forgiveness scale, social support scale, and the psychological well-being scale which is the result of adaptation. The results showed that forgiveness and social support had a significant effect on psychological well-being either partially or simultaneously. The implication of this research is that women who have survived dating violence need to understand the importance of forgiveness and social support. If the problems experienced are too complicated and interfere daily activities, immediately consult to a psychologist or psychiatrist for further treatment. Abstrak: Kekerasan dalam hubungan pacaran menjadi fenomena yang marak terjadi di Indonesia. Kekerasan ini banyak dialami oleh perempuan dan berdampak buruk pada sisi psikologisnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji peran forgiveness dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis pada perempuan penyintas kekerasan dalam hubungan pacaran secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berjenis deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 143 perempuan penyintas kekerasan dalam hubungan pacaran. Instrumen penelitian diantaranya skala forgiveness, skala dukungan sosial, dan skala kesejahteraan psikologis yang merupakan hasil adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa forgiveness dan dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis baik secara parsial dan simultan dimana forgiveness memberikan kontribusi sebesar 17.6% dan dukungan sosial sebesar 49%. Secara simultan forgiveness dan dukungan sosial memberikan kontribusi sebesar 24.1% dan sisanya 75.9% dipengaruhi faktor lain. Hal tersebut berarti semakin tinggi forgiveness dan dukungan sosial yang dimiliki oleh penyintas kekerasan dalam pacaran maka akan semakin tinggi pula kesejahteraan psikologisnya.Implikasi penelitian ini adalah perempuan penyintas kekerasan dalam pacaran perlu memahami pentingnya forgiveness (pemaafan) dan dukungan sosial. Apabila permasalahan yang dialami terlalu complicated dan sampai mengganggu aktivitas, segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater untuk penanganan lebih lanjut.
Persepsi Terhadap Empati Suami, Dukungan Sosial dan Kepuasan Pernikahan Pada Istri Dengan Peran Ganda
Amalia Juniarly;
Rachmawati Rachmawati;
Indra Prapto Nugroho;
Syifa Syifa;
Yulinda Nuranisyah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.159 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v13n2.p144-154
Abstract: The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions of husband's empathy and social support with marital satisfaction. The research hypothesis that there is a relationship between perceptions of husband's empathy and social support with marital satisfaction. Respondents in this study were 200 wives who have dual roles and work as doctors and policewomen. The research used purposive sampling technique and to collect data were used scale of perception of husband's empathy, social support and marital satisfaction. Data analysis using pearson correlation. The results of the analysis showed that the perception of husband's empathy had a significant relationship with marital satisfaction (r=0.546; p=0.000), while social support also had a significant relationship with marital satisfaction (r=0.764; p = 0.000) Thus the hypothesis in this study is accepted. Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap empati suami dan dukungan sosial dengan kepuasan pernikahan. Hipotesis penelitian yaitu ada hubungan antara persepsi terhadap empati suami dan dukungan sosial dengan kepuasan pernikahan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 200 orang istri yang berperan ganda serta berprofesi sebagai dokter dan polwan. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan untuk mengumpulkan data menggunakan skala persepsi empati suami, dukungan sosial dan kepuasan pernikahan. Analisis data menggunakan korelasi pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi terhadap empati suami memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pernikahan (r=0.546; p = 0,000). Sementara dukungan sosial juga memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pernikahan (r=0.764; p = 0,000 ). Dengan demikian hipotesis pada penelitian ini diterima.
Hubungan Antara Sense Of Community Dan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Baru Di Papua Barat
Ultra Saalino;
Ahmad Razak;
Muh. Nur Hidayat Nurdin
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.9 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v13n2.p155-163
Abstract: First years college students often face with problem of self-adjustment on campus, one of the factors that affects student self-adjustment is his own environment. This study aims to examine the relationship between sense of community and self-adjustment in first year college student in West Papua Sorong city. The method used in this study is a correlational quantitative method with total 125 participants from various university in Sorong city. The data analysis technique used in this study is Spearman Rank Correlation. The results showed a significant positive relationship (p=0.001 and r=0.605) between sense of community and self-adjustment in first years college student from west Papua Sorong city. The result of this study expected to be referenced for new students and university of how important sense of community. Abstrak: Mahasiswa yang baru memasuki tahun pertama sering mengalami masalah penyesuaian diri di kampus, salah satu faktor yang dapat memengaruhi penyesuaian diri adalah lingkungan kampus mahasiswa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara sense of community dan penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama di Papua Barat kota Sorong. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional dengan jumlah subjek sebanyak 125 mahasiswa baru dari berbagai perguruan tinggi di kota Sorong. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Spearman Rank Correlation. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya hubungan positif yang cukup signifikan (p=0,001 dan r=0,605) antara sense of community dan penyesuaian diri pada mahasiswa baru di kota Sorong Papua Barat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi terhadap mahasiswa baru dan perguruan tinggi mengenai pentingnya sense of community pada mahasiswa.
Layanan Telekonseling: Psychological First Aid dalam Situasi Pandemi COVID-19
Edilburga Wulan Saptandari;
Ardian Praptomojati;
Restu Tri Handoyo;
Novita Dewi Anjarsari;
Yesica Grahita Rumanti Mahambara
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.899 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v13n1.p51-71
Munculnya pandemi COVID-19 di Indonesia menyebabkan dampak secara langsung maupun tidak langsung pada masyarakat. Dampak psikologis merupakan contoh dampak tidak langsung dari adanya pandemi ini. Masyarakat terpaksa harus mengisolasi diri, membatasi interaksi dengan orang lain, dan mengurangi berbagai kegiatan. Hal tersebut dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental mereka. Oleh karena itu dibutuhkan intervensi agar hal tersebut tidak semakin memburuk. Dengan mendasarkan pada hal tersebut, studi ini bertujuan untuk melihat dampak psikologis dari adanya pandemi COVID-19 dan efektivitas telekonseling dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat Indonesia dalam situasi pandemi ini. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan survei dan wawancara kepada partisipan yang mengikuti layanan telekonseling Lembaga Psikologi X. Data yang diperoleh akan dianalisis secara tematik dengan pendekatan analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 menimbulkan kecemasan, psikosomatis, stres, serta permasalahan emosi, dan relasi. Hadirnya layanan konsultasi secara daring dapat membantu meningkatkan kesehatan mental selama pandemi COVID-19, akan tetapi dalam pelaksanaannya masih diperlukan beberapa peningkatan dan perbaikan.
Model Kepemimpinan Autentik pada Sekolah Berbasis Agama Katolik
Paulus Eddy Suhartanto
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.252 KB)
|
DOI: 10.26740/jptt.v13n1.p82-93
Authentic leadership research related to antecedents and consequences is still limited, especially with regard to antecedents and consequences. Several studies show that the role of psychological capital, self knowledge and self consistency has not been consistent. Likewise, related to organizational commitment as a consequence of authentic leadership. This study aims to examine the antecedent model and consequences of authentic leadership in Catholicism-based schools. Authentic leadership antecedent test involves those consisting of self knowledge, self consistency and psychological capital as antecedents to authentic leadership. Consequence testing involves organizational commitment. The results show that psychological capital has a greater correlation than self consistency and self knowledge. The implications of antecedent roles for authentic leadership and affective commitment need to be considered in the development of authentic leadership.