Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Gambaran Kecemasan Orang Tua dalam Proses Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19 Citra Ayu Kumala Sari; Ali Syahidin Mubarok; Umarok Fatul Isa; Safitri Dwi Rinjani; Ma'ri Fatunnafisah
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 8, No 2 (2021): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/fjik.v8i2.9189

Abstract

Pembelajaran jarak jauh merupakan langkah yang diambil oleh penyelenggara pendidikan sebagai salah satu alternatif agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Alternatif ini dalam pelaksanaannya mendapati berbagai macam kendala, salah satunya adalah ketidaksiapan orang tua untuk mendampingi anak-anaknya belajar. Kejadian ini berdampak pada munculnya beragam kecemasan orang tua, khususnya bagi ibu rumah tangga pada saat anak-anak melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah tiga orang perempuan yang memiliki anak usia sekolah dasar dengan rentang usia 30-40 tahun. Adapun pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan pendekatan Theory Driven. Temuan dari penelitian ini adalah kecemasan orang tua yang tidak siap mendampingi proses belajar anak, tingkat konsentrasi yang menurun saat anak belajar, hasil belajar dan capaian pemahaman anak terhadap materi yang kurang maksimal, serta antusias anak dalam belajar yang cenderung menurun. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi salah satu cara mengevaluasi pembelajaran jarak jauh yang terlaksana selama pandemi.
Pendampingan Manajemen Resiko Petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Bendosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri Ali Syahidin Mubarok
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 1, No 3 (2020): Pendampingan Administrasi Politik, Agama, dan Pendidikan
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v1i3.1571

Abstract

The implementation of the 2020 regional elections during a pandemic Covid-19 has pros and cons. The two parties demanded certainty in the security of the implementation of various aspects, especially the safety and health of all participants in the regional elections. This study seeks to explain the impact of providing risk management training to PPS and KPPS officers. This research is a qualitative research with a case study approach. The number of participants in this study was 14 people. Data were collected by means of observation and interviews. The results showed that the provision of risk management training could increase the knowledge of PPS and KPPS officers regarding the risks that could arise during the election process. Risk management training is one way to equip PPS and KPPS officers in mitigating during the local elections. Massive training is required to provide an understanding of potential risks and an understanding of the main duties and functions of PPS and KPPS officers.
Hubungan antara Pola Pikir Negatif dengan Kecemasan dalam Membina Hubungan Lawan Jenis pada Dewasa Awal Zuraidah Faradiana; Ali Syahidin Mubarok
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.937 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v13n1.p71-81

Abstract

ABSTRAKMasalah yang timbul pada masa dewasa awal salah satunya berawal dari ketika mulai membina hubungan lawan jenis. Selalu ada masalah yang berkaitan dengan hal tersebut salah satunya disebabkan oleh kondisi psikologis yang dimilikinya. Kondisi psikologis yang di maksud dapat berkaitan dengan perasaan, mental, serta pola pikir yang dimiliki individu tersebut. Ketika individu selalu berpikir positif, maka yang akan terwujud adalah sesuatu yang positif. Begitupun sebaliknya, ketika individu selalu memiliki pikiran negatif, maka yang didapatkanpun berupa sesuatu yang negatif seperti munculnya rasa cemas. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pola pikir negatif dengan kecemasan dalam membina hubungan lawan jenis pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis korelasi (correlational research). sampel dalam penelitian ini berjumlah 102 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik snowball sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner yang terdiri dari skala kecemasan dalam membina hubungan lawan jenis dan skala pola pikir negatif. Analisis data yang digunakan merupakan analisis korelasi product moment dengan dibantu software SPSS for windows versi 23. Hasil penelitian menunjukkan nilai sig. < 0,05 dan nilai pearson correlation sebesar 0,354. Hal itu menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pola pikir negatif dengan kecemasan dalam membina hubungan lawan jenis. Maka dapat disimpulkan jika individu memiliki pola pikir negatif yang tinggi, maka individu tersebut memiliki kecenderungan kecemasan yang tinggi juga. Begitupun sebaliknya, ketika individu memiliki pola pikir negatif yang rendah, maka kecemasan yang dimiliki individu tersebut juga rendah.Kata kunci: pola pikir negatif, kecemasan, dewasa
Emosi Kebahagiaan Mahasiswa yang Berasal dari Nusa Tenggara Timur dan Yogyakarta di Kota Malang Retno Sulistiyaningsih; Muhammad Mirza Fahrozy; Putu Aditya Prasidha Geordi; Ali Syahidin Mubarok
Jurnal Syntax Admiration Vol. 3 No. 10 (2022): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v3i10.491

Abstract

Ekspresi emosi merupakan perubahan yang terjadi pada otot dan kelenjar sehingga berpengaruh pada tingkah laku yang berasosiasi dengan emosi. Dalam ekspresi emosi terdapat kebahagiaan yang merupakan emosi positif yang dirasakan oleh individu serta adanya aktivitas positif yang disukai oleh individu tersebut. Penelitian dilakukan pada mahasiswa berasal dari NTT dan Yogyakarta yang berkuliah di kota Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Mahasiswa NTT lebih mengungkapkan kebahagiaan pada tindakan yang sudah ditanamkan sejak kecil sesuai dengan budaya yang berada di daerahnya serta memiliki cara yang unik dan segan terhadap teman yang berasal dari NTT. Kebahagiaan yang dimiliki mahasiswa NTT lebih diekspresikan melalui cara menyanyi, bermain gitar dan tentunya mahasiswa NTT memiliki gaya bahasa yang lugas dan tegas ketika berbicara. Mahasiswa Yogyakarta memiliki budaya sopan santun terhadap orang yang lebih tua dan ditanamkan dalam dirinya serta memiliki cara baik untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung. Mahasiswa Yogyakarta juga mengekspresikan kebahagiaannya melalui cara membuat sekitarnya senang dan memiliki gaya bahasa yang sopan dan halus ketika berbicara.
Parenting Style Training pada Ibu Muda dan Calon Ibu di Yayasan Nurul Falah At-Tabani Retno Sulistiyaningsih; Ali Syahidin Mubarok; Nur Rohmah Hidayatul Qoyyimah; Jati Fatmawiyati; Alifia Damara Nurochim; Najmil Ulumiyah
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 1 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.11 KB) | DOI: 10.33379/icom.v3i1.2347

Abstract

Peningkatan angka urbanisasi yang terjadi dari tahun ke tahun menunjukkan taraf perekonomian masyarakat masih menjadi problem utama yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia pada khususnya. Urbanisasi pada satu sisi menimbulkan peningkatan kesejahteraan namun sisi lain meninggalkan lubang, salah satunya terkait dengan pengasuhan anak. Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan mengenai pentingnya pola pengasuhan bagi para urban selain meningkatkan kesejahteraan sosial. Pengabdian ini dilakukan dengan cara memberikan psikoedukasi dengan pendekatan pre-post-test terkait pengetahuan dan pemahaman gaya pengasuhan. Peserta kegiatan ini berjumlah 150 orang terdiri dari ibu muda dan calon ibu. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan pengetahuan ibu muda dan calon ibu berada pada tingkat sedang dan tinggi yang menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman mengenai pola asuh sangat baik. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa para urban saat ini secara sadar tahu pentingnya pola asuh yang tepat dan tidak mengabaikan peran orang tua khususnya ibu dalam proses tumbuh kembang anak.  
Strategi Menghadapi Kecemasan pada Single Mother di tengah Pandemi Covid-19 Fifi Dwi Mileniasari; Rodlotul Janah Amalia Rachma Ajeng; Ali Syahidin Mubarok; Retno Sulistyaningsih
Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The occurrence of the Covid-19 pandemic made whole sectors experience extraordinary disruption. The economic sector was the worst part because it must be stopped as a result of the pandemic. This pandemic has also made everyone anxious because of exposure to covid-19. Many people lose their jobs, and even single mothers are no exception. Single mother position is not only as a breadwinner, but also as parent carrying a heavy burden especially when she loses their job. The anxiety increases because of her position and condition. Furthermore, single mother was increasingly concerned if she had been exposed to covid-19 and she has no medical expenses. This research was a qualitative research with a case study approach. Data collecting used observation and semi-structured interviews. The number of subjects in this study were two people. The results of this study were that both subject 1 and 2 had anxiety about the spread of the virus. Both subjects had economic anxiety which was at the intermediate level. Subjects 1 and 2 prefer to surrender to what had happened due to this pandemic, especially economic problems. Subjects 1 and 2 worked as best they could to face the economic conditions of the family. Subject 1 and 2 used religious coping for survival strategy facing Covid-19 pandemic.
Self-Adjustment in Modern Islamic Boarding Schools: A Study of Self-Regulation and Religiosity among Students Anisah Triyuliasari; Ali Syahidin Mubarok
Jurnal Psikologi Islam dan Budaya Vol 7, No 1 (2024): JPIB : Jurnal Psikologi Islam dan Budaya
Publisher : Faculty of Psychology, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpib.v7i1.28982

Abstract

A student in general definitely needs adjustment to the new environment in his boarding school. Where this will be a challenge for them to be able to adjust to the existing. This study aims to determine the effect of self-regulation and religiosity on self-adjustment in female students at Pondok Modern Darul Hikmah.. This study used a causal-comparative quantitative method, with a sample size of 150 participants who were selected based on a purposive sampling technique. Data analysis in this study used multiple linear regression analysis techniques. The results of the hypothesis testing that has been done show R Square or a coefficient of determination of .321, which is interpreted that the variables of self-regulation and religiosity simultaneously have an impact on the self-adjustment variable. And based on the f test performed, it is known that the value of Sig. .000 <.05 indicates that self regulation and religiosity variables simultaneously affect self adjustment variables. Thus it can be concluded that simultaneously self-regulation and religiosity have an impact on self adjustment
Resiliensi Mahasiswa Santri Tahfidz ditinjau dari Kecerdasan Spiritual dan Religiusitas Muhammad Affandi; Ali Syahidin Mubarok
Jurnal Psikologi Islam Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v9i2.204

Abstract

Mahasiswa secara umum rentan mengalami stres dan depresi, terlebih menjadi mahasiswa sekaligus santri tahfidz. Mereka dihadapkan pada tugas akademik sekaligus tugas sebagai santri tahfidz yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara bersamaan. Dalam hal ini, mahasiswa santri tahfidz harus memiliki kemampuan untuk menghadapi tekanan agar mampu mengoptimalkan berbagai tugas yang telah menjadi pilihannya. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh kecerdasan spiritual dan religiusitas terhadap resiliensi dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an pada mahasiswa santri tahfidz. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan jenis kausal-komparatif. Teknik sampling menggunakan non-probability sampling, dengan jenis snowball sampling dan penentuan sampel dilakukan penghitungan dengan menggunakan rumus Lemeshow (1997), kemudian didapatkan sejumlah 100 sampel. Pengambilan data penelitian menggunakan skala kecerdasan spiritual, skala resiliensi, dan skala religiusitas yang telah diuji dengan uji validitas dan reliabilitas. Metode analisis data menggunakan uji asumsi klasik, kemudian dilakukan uji hipotesis dengan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual dan religiusitas secara simultan berpengaruh terhadap resiliensi dalam menyelesaikan hafalan Alquran pada mahasiswa santri tahfidz (0,000 < 0,05). Sehingga semakin tinggi tingkat kecerdasan spiritual dan religiusitas mahasiswa santri tahfidz maka semakin tinggi tingkat resiliensinya. Secara parsial, kecerdasan spiritual dan religiusitas berpengaruh terhadap resiliensi dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur'an pada mahasiswa santri tahfidz.
Identification of Prosocial Behavior in the LDP Tagana COVID-19 Team at the Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung State Islamic University Agustina, Mirna Wahyu; Mubarok, Ali Syahidin
Jurnal Sains Psikologi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um023v12i22023p240-250

Abstract

The COVID-19 outbreak has had a tremendous impact, including the number of health workers who died due to exposure to COVID-19. This causes the need for personnel to deal with COVID-19, both medically and non-medically, to increase. These conditions make some people want to contribute and decide to become volunteers. Becoming a volunteer cannot be separated from prosocial behavior, where several factors also influence prosocial behavior. This research aims to look at several factors that influence prosocial behavior. This research used six independent variables: social support, empathy, altruism, cooperation, dyadic coping, and volunteerism, and one dependent variable, prosocial behavior. The approach used is quantitative with multiple linear regression analysis. The population of this study was all 32 members of the LDP Tagana COVID-19 Team at the Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung State Islamic University Flats. All members of the population were involved in this research. The sampling technique used was total sampling. The data collection instrument uses a Likert scale with four answer choices. As for the results, there is a significant influence both simultaneously and partially. Simultaneously, the influence given was 63.9%, while the rest was explained by other variables not examined in this research. This research shows that prosocial behavior can be formed by the factors used in this research. It is very possible that prosocial behavior can be shaped by other variables not examined in this research.
Improving the Skills of Implementing Inclusive Education at PAUD RA Khadijah Tabanan Bali Sulistiyaningsih, Retno; Mubarok, Ali Syahidin; Dwiastuti, Ike; Hidajat, Helga Graciani; Fatmawiyati, Jati; Windraguri, Hajarotul Annisa; Hardinata, Jesicha Ramadhani Puteri; Rozi, Choirul; Prasetyo, Oky Bagas; Hasan, Akhmad Farroh
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i1.9758

Abstract

Being a basic level educational institution appointed as the organizer of inclusion education in Tabanan Regency, RA Khadijah seeks to provide the best service to parents of students who have children with special needs. This appointment occurs because of students with special needs received to study at RA Khadijah, supported by the desire of teachers to learn about the implementation of inclusion education, especially knowledge about handling children with special needs. This community services uses the Asset Based Community Development (ABCD) approach to maximize the resources owned by RA Khadijah. ABCD implemented using discovery, dream, design, define and destiny. Data collection using a questionaries to know the differences before and after community service established. This approach was chosen because the assets owned by RA Khadijah are complete, so it is necessary to empower appropriate so that the implementation of inclusion education can be carried out optimally. The result of this service is that RA Khadijah is able to inventory the strengths possessed for the implementation of inclusion education including the conditions and location of the school, the school environment and most importantly the teachers who conduct the initiative of self-development related to the knowledge and handling of children with needs by participating in activities such as webinars, following the groups on social media and present experts related to children with special needs. The teachers in RA Khadijah no one has an extraordinary educational background or psychology. This community service also concluded that the ownership of qualified human resources became one of the important assets in the development of services to the community, in this case the handling of children with special needs with the background of non -extraordinary non -educational educators. The limitations of this community service lie in the lack of support for teachers to be able to develop better teachers regarding inclusive education. The results of this community service aim to show the importance of maximum support from various parties to provide proper education, especially in the theme of inclusive education.