cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Dukungan Emosional Keluarga dan Teman Sebaya terhadap Self-Compassion pada Mahasiswa saat Pandemi COVID-19 Pratista Arya Satwika; Rini Setyowati; Fika Anggawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.688 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p304-314

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between family and peer emotional support and self-compassion among the final year undergraduate students amid COVID-19 pandemic. A total number of 61 undergraduate students whose ages ranged from 19 to 26 years and who are completing their thesis at the time of this study were selected randomly. Data were collected using questionnaires of self-compassion, and family and peer emotional support which were distributed online. The results of multiple linear regression analysis show that there is a significant relationship between emotional support from family and peers with self-compassion. However, when the analysis was conducted partially, only the relationship between family emotional support and self-compassion that is significant; while, the relationship between peer emotional support and self-compassion is not proved. It can be concluded from the results that there is a simultaneous relationship between family emotional support and peer emotional support with self-compassion owned by students who are completing their thesis during the COVID-19 pandemic.Keywords: Emotional support, family, peer, self-compassion, students Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan emosional keluarga dan teman sebaya dengan self-compassion pada mahasiswa tingkat akhir pada masa pandemic COVID-19. Sejumlah 61 mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir dengan rentang usia 19 sampai 26 tahun direkrut menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self-compassion, dan dukungan emosional keluarga dan teman sebaya. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dan teman sebaya dengan self-compassion. Secara parsial, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dengan self-compassion, namun tidak terdapat hubungan antara dukungan emosional teman sebaya dengan self-compassion.  Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan secara simultan antara dukungan emosional keluarga dan dukungan emosional teman sebaya dengan self-compassion yang dimiliki oleh mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi pada masa pandemi COVID-19.
Kebahagiaan pada Relawan Pelacak Kontak COVID-19 Cahyo Harry Sancoko; Rini Sugiarti; Fendy Suhariadi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.26 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p326-339

Abstract

This study aims to reveal the happiness of the COVID-19 contact tracer volunteers. A qualitative approach with a phenomenological method was employed. Five volunteers were recruited for this study. Data were collected through semistructured interviews and analyzed using an interpretative phenomenological analysis. From the results of the study, it is concluded that the happiness of being a volunteer arises from positive feelings due to perceived benefits they have given to the people in need primarily people who are recovering from COVID-19. Volunteers happiness also arises from the awareness of their positive life compared to people whose life tests are heavier than they have. The involvement and interaction of volunteers with  people who are suffering from COVID-19 makes the volunteers feel more positive and grateful for their life.Keywords: COVID-19 contact tracking, happiness, volunteers Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebahagiaan relawan pelacak kontak COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Jumlah subjek penelitian ini adalah 5 oang relawan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semiterstruktur. Data dianalisis menggunakan interpretative phenomenological analysis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan menjadi relawan muncul karena bisa menolong dan merasakan kebahagiaan orang yang sembuh dari COVID-19. Kebahagiaan relawan juga muncul sebagai akibat melihat realita masih banyak orang lain yang ujian hidupnya lebih dari yang dialaminya. Keterlibatan dan interaksi para informan penlitian ini dengan orang yang sedang terkena penyakit COVID-19 telah membuat mereka memandang hidupnya lebih positif dan penuh kesyukuran.
Mengeksplorasi Hubungan Orientasi Pembelajaran, Persepsi Dukungan Organisasi, dan Perilaku Kerja Inovatif pada Karyawan Management Trainees: Exploring the Relationship between Learning Orientation, Perceived Organizational Support, and Innovative Work Behavior on Management Trainees Resta Maharani Adila Putri; Aditya Nanda Priyatama; Pratista Arya Satwika
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.832 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p37-51

Abstract

Companies must prepare their workers so they can have a competitive advantage in order to face the industrial revolution 4.0 by increasing innovative work behavior. Innovative work behavior is influenced by internal and external factors, two of which are learning orientation and perceived organizational support. However, there are only few studies that examine the relationships of internal and external factors together with innovative work behavior. The purpose of this study was to explore the relationships between learning orientation, perceived organizational support, and innovative work behavior on management trainees in a state-owned construction company. A sample of 91 respondents were selected using a simple random sampling. Data were collected using the scales of innovative work behavior, learning orientation, and perceived organizational support, and analyzed using multiple linear regression. The results show that there is a positive significant correlation between learning orientation, perceived organizational support, and innovative work behavior simultaniously. The positive and significant correlation is also found in the partial relationships between learning orientation and innovative work behavior, as well as between perceived organizational support and innovative work behavior. Keywords: Innovative work behavior, learning orientation, organizational support   Abstrak: Perusahaan harus mempersiapkan pekerjanya agar dapat memiliki keunggulan kompetitif untuk menghadapi revolusi industri 4.0 dengan meningkatkan perilaku kerja inovatif. Perilaku kerja inovatif dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dua diantaranya adalah orientasi pembelajaran dan persepsi dukungan organisasi. Namun masih sedikit penelitian yang meneliti hubungan faktor internal dan eksternal secara bersama-sama dengan perilaku kerja inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara orientasi pembelajaran dan persepsi dukungan organisasi dengan perilaku kerja inovatif pada karyawan management trainee di sebuah perusahaan pemerintah bidang konstruksi. Sampel penelitian berjumlah 91 karyawan yang diseleksi menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala perilaku kerja inovatif, orientasi pembelajaran, dan persepsi dukungan organisasi, dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara orientasi pembelajaran dan persepsi dukungan organisasi dengan perilaku kerja inovatif. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan baik antara orientasi pembelajaran dengan perilaku kerja inovatif, maupun antara persepsi dukungan organisasi dengan perilaku kerja inovatif.
Meningkatkan Pola Pengasuhan Otoritatif melalui Program Excellent Parenting Rifa Hidayah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.99 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p204-2016

Abstract

Successful motherhood in educating children requires learning how to best care for children. Excellent parenting programs make it easier for mothers to better care for their children. The study aim was to examine the effect of "excellent parenting program" on the authoritative parenting patterns of mothers. A total number of 14 mothers were involved in this study.  A quasi-experimental method was used. Data was collected using the authoritative parenting scale, and analyzed using t-test. The result shows that the excellent parenting program has a positive effect on the improvement of mothers authoritative parenting. This study concludes that the excellent parenting program provides benefits for mothers to improve their authoritative parenting skills.Key words: Authoritative parenting, excellent parenting program, mother. Abstrak: Sukses menjadi ibu dalam mendidik anak memerlukan belajar bagaimana mengasuh yang terbaik untuk anak. Program excellent parenting membantu memudahkan ibu dalam menerapkan pola pengasuhan anak secara otoritatif. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh program excellent parenting terhadap pola pengasuhan otoritatif ibu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen terhadap 14 ibu. Pengumpulan data penelitian berupa skala pola pengasuhan otoritatif. Analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa œprogram excellent parenting memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan pola asuh otoritatif ibu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program excellent parenting bermanfaat bagi para ibu untuk meningkatkan pola asuh otoritatif.
Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir pada Masa Pandemi COVID-19 Riza Noviana Khoirunnisa; Miftakhul Jannah; Damajanti Kusuma Dewi; Satiningsih Satiningsih
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.22 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p278-292

Abstract

The COVID-19 pandemic is currently affecting education bodies including universities. The negative impacts of pandemic on students academic lives cannot be underestimated primarily on the final-year undergraduate students who are working on their thesis. Various obstacles encountered by the students due to the distance learning applied by universities in responding to the pandemic can cause academic problems including procrastination. The main impact of academic procrastination on students is the delay in graduation that affects both the students future careers and the image of the university. The study aims to describe the academic procrastination of the final-year students during the COVID-19 pandemic. This was a survey research that applied saturated samples for recruiting subjects. A number of 224 final-year students were involved. Data was collected using an academic procrastination questionnaire and was analysed descriptively using a statistic program.  The results showed that the academic procrastination among the participants was in the moderate category. The residence of the participants who are working on their thesis from homes indicate the connection with academic procrastination. In contrast, gender and the entry year are not proved as the factors that affect the students academic procrastination. Keywords: Academic procrastination, COVID-19 pandemic, students Abstrak: Pandemi COVID-19 telah berdampak pada pendidikan tinggi. Dampak negatif tidak dapat diabaikan dalam kegiatan pembelajaran terlebih pada mashasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Berbagai kendala yang ditemui mahasiswa menimbulkan prokrastinasi akademik. Dampak dari prokrastinasi akade-mik adalah tertundanya kelulusan yang mempengaruhi baik masa depan mahasiswa maupun citra perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prokrastinasi akademik mahasiswa tingkat akhir dalam masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode survei yang merekrut subjek menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah subjek penelitian sebesar 224 orang. Data dikumpulkan menggunakan skala prokrastinasi akademik dan dianalisis secara deskriptif dengan bantuan program statistik. Hasil penelitian menunjukkan prokrastinasi akademik pada subjek berada pada kategori sedang. Tempat tinggal ditemukan menjadi faktor yang berkaitan dengan prokrastinasi akademik selama mengerjakan skripsi dari rumah. Namun, jenis kelamin dan tahun masuk universitas tidak terbukti sebagai faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik mahasiswa.
Peran Kreativitas dalam Memediasi Hubungan Rasa Ingin Tahu dengan Motivasi Akademik Pada Mahasiswa Seni: The Role of Creativity in Mediating the Relationship between Curiosity and Academic Motivation in Art Students Wardah Arum Bayuningrum; Iswinarti Iswinarti; Muhammad Salis Yuniardi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.991 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p81-91

Abstract

Motivation and curiosity are the important aspects of learning. For art students, curiosity can provide stimulation or encouragement to be more interested in active learning and making works of art. Art students can also be expected to have a high level of creativity in order to maximize their ideas, concepts, and representations of works. Supported by high curiosity and creativity, students' academic motivation can be increased. The purpose of this study was to determine the effect of curiosity on academic motivation mediated by creativity in art students. This study involved 180 art students. The quantitative cross-sectional research was used, and mediated regression analysis method was employed to nalayze the data. The instruments used were the Indonesian adaptation scale of the short version of the AMS (Academic Motivation Scale), the Curiosity and Exploration Inventory-II, and the Kaufman of Creativity Scale (K-DOCS). The results showed that there is a direct effect of curiosity on academic motivation, while creativity indirectly affect the relationship between curiosity and academic motivation. The result of this study indicates that a high curiosity and creativity are expected in art students because these aspects enable them to boost their motivation and create their art works. Key words: Curiosity, creativity, academic motivation, art students Abstrak: Motivasi dan rasa ingin tahu adalah aspek penting dalam pembelajaran. Pada mahasiswa seni, rasa ingin tahu dapat memberi rangsangan untuk aktif dalam pembelajaran maupun pembuatan karya seni. Mahasiswa seni diharapkan memiliki  kreativitas yang tinggi agar dapat memaksimalkan ide, konsep dan representasi karya. Dengan didukung rasa ingin tahu dan kreativitas yang tinggi, motivasi akademik mahasiswa juga dapat menjadi lebih meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peran rasa ingin tahu terhadap motivasi akademik yang dimediasi oleh kreativitas pada mahasiswa seni. Penelitian ini melibatkan 180 mahasiswa seni. Pendekatan kuantitatif cross-sectional digunakan, dan teknik mediated regression analysis dimanfaatkan untuk analisis data. Penelitian ini menggunakan alat ukur skala adaptasi berbahasa Indonesia versi singkat AMS (Academic Motivation Scale), The curiosity and exploration inventory-II, dan menggunakan Kaufman of Creativity Scale (K-DOCS). Hasil penelitian menunjukkan adanya peran langsung rasa ingin tahu terhadap motivasi akademik, dan kreativitas berperan tidak langsung dalam hubungan antara rasa ingin tahu dengan motivasi akademik. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa mahasiswa seni diharapkan memiliki aspek rasa ingin tahu dan kreativitas yang tinggi agar motivasi belajar mereka meningkat dan dapat mencipatkan karya-karya seni sesuai tugas belajar mereka.
Aplikasi Teknik Shaping dan Token Ekonomi untuk Meningkatkan Durasi Perilaku On-Task pada Anak dengan ADHD : The Application of Shaping Technique and Token Economy to Increase On-Task Behavior in a Child with ADHD Ida Ayu Gede Kusumaastuti Widihapsari; Nono Hery Yoenanto
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.145 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p64-80

Abstract

Children with ADHD usually have difficulty on performing on-task behaviors, that relates to their ability of sustaining attention. This problem often results in poor academic performance and academic failure at school. Therefore, intervention is required to increase their on-task behavior that can improve the ability to sustain their attention. Behavior modification with shaping technique has been proved effective for treating ADHD children with attention problem. This study used shaping technique and token economy as the reinforcement technique to increase the duration of on-task behavior. The participant of this study was a 7-year-8-months-old boy who met some criteria of ADHD predominantly inattentive type in DSM V. The research method used is single subject with ABA design. This study used four instruments, namely ADHD-criterion checklist, ABC observation sheet, behavior observation sheet, and reinforcement inventory. The result showed that shaping technique can increase the duration of on-task behavior gradually from 3 until 16 minutes, but decreased until 13 minutes in post-intervention. This increase occurs since the shaping and token system were applied simultaneously, and extraneous variables were controlled. Keywords: ADHD, predominantly inattentive type, on-task behavior, shaping technique, token economy Abstrak: Anak-anak dengan ADHD mengalami kesulitan dalam menampilkan perilaku on-task yang berhubungan dengan kemampuan mempertahankan perhatian. Hal ini menyebabkan kinerja akademik yang lemah dan kegagalan akademik di sekolah. Untuk meminimalkan dampak tersebut, intervensi dibutuhkan untuk me-ningkatkan perilaku on-task yang dapat meningkatkan kemampuan mempertahankan perhatian. Penelitian ini menggunakan intervensi dengan teknik shaping dan token economy untuk meningkatkan durasi perilaku on-task. Seorang anak laki-laki yang didiagnosa ADHD predominantly inattentive type berdasarkan kriteria DSM V menjadi partisipan. Metode yang digunakan adalah single subject dengan desain ABA, meliputi pre test, intervensi, dan post-test. Empat jenis instrument digunakan untuk koleksi data, yaitu lembar checklist kriteria ADHD, lembar observasi ABC, lembar observasi perilaku, dan reinforcement inventory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik shaping dapat meningkatkan durasi perilaku secara bertahap dari 3 hingga 16 menit, namun menurun sampai 13 menit saat pasca intervensi. Peningkatan durasi perilaku on-task terjadi karena penerapan teknik shaping dan token economy secara bersamaan, serta adanya kontrol terhadap variabel eksternal yang dapat mengganggu atensi partisipan.
PROBLEMATIK PSIKOSOSIAL PADA ATLET CABANG OLAHRAGA PETANQUE Abdul Hafidz; Suryanto Suryanto; Anung Priambodo
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.741 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v13n1.p39-50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan problematik psikososial pemilihan cabang olahraga Petanque di kalangan atlet. Problematik psikologis ini diduga muncul, karena di saat cabang olahraga petanque banyak memperoleh prestasi baik ditingkat regional maupun nasional, terdapat ketidakpastian mengenai status atlet di lembaga x. Ketidakpastian tersebut menyebabkan turunya performa atlit di lapangan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data diambil melalui wawancara semiterstruktur dan dokumentasi terhadap atlet petanque.  Analisis data menggunakan langkah-langkah display data, reduksi data dan menarik kesimpulan. Didapatkan kesimpulan bahwa berbagai permasalahan yang terjadi pada atlet petanque mengakibatkan problematika psikososial pada diri atlet. Sehingga dapat mempengaruhi kondisi psikologi maupun sosial atlet cabang olahraga petanque. Diperoleh beberapa problematika psikososial yang dialami atlet cabang olahraga petanque dalam beberapa aspek, yaitu Motivasi, Kecemasan karir, Konsep diri atlit, Dukungan sosial dan Masa Depan Cabang Olahraga Petanque.
Problematik Psikososial Match Commisioner Ketika Bertugas Pada Pertandingan Liga 1 Kompetisi Sepak Bola Indonesia Arif Bulqini; Anung Priambodo; Suryanto Suryanto
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.299 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v13n3.p256-270

Abstract

In a football match, the match commissioner has an important role, namely ensuring that the match can go according to plan or minimize the obstacles that are predicted to occur. This study aims to explore the psychosocial problems experienced by League 1 match commissioners when tasked with supervising matches. The method used is qualitative with a case study technique. The subject of this research is a match commissioner with the initials An. The data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis techniques, while the process of testing the validity of the data was carried out through triangulation. The results showed that match commissioners experienced various problems which could be observed through the four domains of psychosocial resources, such as: personal control, optimism, social support, and coping strategies. The personal control domain explains that to control impulses it is necessary to be flexible, friendly, and alert. Meanwhile, the optimism domain emphasizes the belief that success is dynamic, and failure can still be changed. Furthermore, the social support domain is where the match commissioners have emotional and instrumental support from family, professional friends, and the society. Then, domain coping strategies in which in facing problems, the match commissioner chooses to think positively, followed by maturing plans, relying on regulations, and reporting to the PSSI committee. Dalam pertandingan sepakbola, match commisioner/komisi pertandingan memiliki peran yang penting yakni memastikan agar pertandingan dapat berjalan sesuai rencana atau meminimalisir kendala yang diprediksi akan terjadi. Penelitian ini mempunyai tujuan guna mengeksplorasi problematik psikososial yang dialami oleh match commisioner Liga 1 ketika bertugas mengawasi pertandingan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik case study. Subjek penelitian ini ialah seorang match commisioner berinisial An. Data dikumpulkan melalui in depth interview dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, sedangkan proses uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa match commisioner mengalami berbagai problematika yang dapat ditinjau melalui empat domain pscyhosocial resources, seperti: personal control, optimism, social support, dan coping strategies. Domain personal control menjelaskan bahwa untuk mengendalikan impuls perlu untuk menjadi orang yang fleksibel, ramah, waspada. Sedangkan domain optimism menekankan keyakinan bahwasanya kesuksesan ialah dinamis, dan kegagalan masih dapat diubah. Selanjutnya, domain social support di mana match commisioner memiliki dukungan emosional dan instrumental baik itu dari keluarga, teman seprofesi, hingga masyarakat. Lalu, domain coping strategies di mana dalam menghadapi masalah, match commisioner memilih untuk berpikir positif, diikuti melakukan pematangan perencanaan, berpijak pada regulasi, hingga melaporkan ke komite PSSI.
Peran Kecerdasan Emosi terhadap Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir Rifka Fatchurrahmi; Siti Urbayatun
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.975 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v13n2.p102-113

Abstract

Abstract: Final year students enter the developmental age of young adults. Individuals who enter young adulthood will face various problems in completing studies and other problems. Individuals can experience a quarter-life crisis which is characterized by emotional responses such as feelings of panic, helplessness, instability, anxiety, depression and even depression. This can be influenced by various causes, one of which is emotional intelligence. The purpose of this study was to examine the role of emotional intelligence on the quarter life crisis in final year students. Data were obtained from a sample of 125 final year students using purposive and simple random techniques. The instruments used for data collection are the quarter life crisis scale and the emotional intelligence scale. Data were analyzed using simple linear regression method. The results of the study found that emotional intelligence played a significant role in the quarter life crisis in final year students. Aspects of emotional intelligence, are self-motivation, empathy and social skills play a role in the quarter-life crisis. Meanwhile, aspects of self-awareness and self-regulation do not play a role in the quarter life crisis. Abstrak: Mahasiswa tingkat akhir masuk dalam perkembangan usia dewasa muda. Individu yang memasuki usia dewasa muda akan menghadapi berbagai permasalahan dalam penyelesaian studi maupun masalah lainnya. Individu dapat mengalami quarter-life crisis yang ditandai dengan respon emosional seperti perasaan panik, tidak berdaya, tidak stabil, kecemasan, tertekan bahkan depresi. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai penyebab salah satunya kecerdasan emosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji peran kecerdasan emosi terhadap quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Data diperoleh dari sampel sebanyak 125 mahasiswa tingkat akhir menggunakan teknik purposive dan simple random. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah skala quarter life crisis dan skala kecerdasan emosi. Data dianalisis menggunakan metode regresi linier sederhana. Hasil penelitian menemukan bahwa kecerdasan emosi berperan signifikan terhadap quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue