cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Perbandingan Personality Traits, Rasa Bersalah dan Rasa Malu Pengedar Narkoba: Nonresidivis Versus Residivis Imaduddin Hamzah; Iman Santoso
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.885 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p141-157

Abstract

Various researches on drug abuse crimes have focused more on drug users or addicts. Meanwhile, investigations into drug dealers and producers have received very little attention. The majority of drug convicts in prisons are drug traffickers, which has resulted in a significant increase in drug trafficking cases in Indonesia. This study aimed to identify differences in personality traits, guilt, and shame of non-recidivists and drug dealers. The research was conducted on one hundred and fifty-five prisoners at the Cibinong Penitentiary, West Java, Indonesia. The measurement uses a scale of the big five personality traits which has been adapted into Indonesian, and the Guilt and Shame Proneness Scale (GASP) was developed by Cohen, Wolf, Panter, and Insko. This study found that there were differences in personality traits in terms of agreeableness and neuroticism between non-recidivists and recidivists. The difference test concluded that guilt and shame did not show any differences between the two groups of prisoners. This conclusion can provide a basis for consideration of developing a program to develop drug trafficking convicts to prevent the re-offense of crimes after being released.Keywords : Personality traits, guilt, shame, non-recidivists, recidivists Abstrak. Berbagai penelitian kejahatan penyalahgunaan narkoba selama ini lebih memfokuskan pada pengguna atau pecandu narkoba. Sedangkan penyelidikan terhadap para pengedar dan produsen  narkoba masih sangat kurang mendapatkan perhatian. Mayoritas  narapidana kejahatan narkoba di lembaga pemasyarakatan adalah para pengedar narkoba yang mengakibatkan peningkatan yang signifikan dalam kasus peredaran obat terlarang di Indonesia. Studi ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan dalam sifat kepribadian, rasa bersalah, dan rasa malu nonresidivis dan residivis pengedar  narkoba.  Penelitian dilakukan pada seratus lima puluh lima narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Cibinong, Jawa Barat, Indonesia, Pengukuran menggunakan skala the big five personality traits yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan Guilt and Shame Proneness Scale (GASP) dikembangkan oleh Cohen, Wolf, Panter dan Insko. Studi ini menemukan ada perbedaan personality traits dalam aspek pada agreeableness dan neuroticism non-residivis dengan residivis. Uji perbedaan  menyimpulkan rasa bersalah dan rasa malu tidak menunjukkan perbedaan antara kedua kelompok narapidana. Kesimpulan ini dapat memberikan dasar pertimbangan pembuatan program pembinaan narapidana pengedar narkoba untuk mencegah pengulangan kejahatan setelah bebas.
Gambaran Kesejahteraan Psikologis pada Karyawan Terdampak Pandemi COVID-19 Umi Anugerah Izzati; Meita Santi Budiani; Olievia Prabandini Mulyana; Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi,
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.911 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p315-326

Abstract

This research discusses the psychological well-being of employees affected by COVID-19 pandemic. This research was a descriptive study that used a quantitative approach. The subjects in the study were 118 employees who are working in an educational institution. Data were collected using the psychological well-being scale which was constructed based on the Ryffs (1989) concept of psychological well-being. Data analysis were carried out by compiling categorization and cross-tabulating in order to determine the psychological well-being of employees. The results showed that the psychological well-being of employees was in the high category. The dimension of psychological well-being that stands out is the life purpose, followed by the positive relationships with others.Key words: Psychological well-being, employees, COVID-19 pandemic Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai gambaran kesejahteraan psikologis pada karyawan terdampak pandemic COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian adalah 118 karyawan yang bekerja di salah satu institusi pendidikan. Data dikumpulkan menggunakan skala kesejahteraan psikologis yang disusun berdasarkan konsep kesejahteraan psikologis dari Ryff (1989). Analisis data dilakukan dengan menyusun kategorisasi dan melakukan tabulasi silang guna mengetahui kesejahteraan psikologis karyawan. Hasil penelitian menunjukkan kesejahteraan psikologis yang dimiliki karyawan masuk ke dalam kategori tinggi. Dimensi kesejahteraan psikologis yang menonjol adalah tujuan hidup, dilanjutkan dengan hubungan positif dengan orang lain.
Psychological Well-Being Sebagai Prediktor Tingkat Kesepian Mahasiswa Janice Grace Lusiani Larasati Simanjuntak; Clement Eko Prasetio; Firza Yusani Tanjung; Airin Triwahyuni
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.039 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p158-175

Abstract

Loneliness leads to several health risks, especially among university students who are prone to experience it. In order to cope with loneliness, university students need functional psychological resources, which can be measured by six-dimensional of psychological well-being (PWB) by Ryff. Thus, this study aims to predict university students loneliness using the multidimensional PWB. Loneliness was measured using Revised UCLA Loneliness Scale and PWB was measured using Ryffs multi-dimensional PWB. A total number of 376 undergradute students in Faculty of Psychology Universitas Padjadjaran Indonesia were participated in this study. The test of correlation using Pearsons r resulted all dimensions were negatively correlated. Stepwise regression analysis resulted that positive relationship, self-acceptance, environmental mastery, and autonomy were the significant predictors, predicted 74.7% of the variance, of loneliness among participants. These findings indicate that dimensions mentioned can be used as predictors of university students loneliness.Keywords: Loneliness, psychological well-being, university students Abstrak: Kesepian dapat memicu berbagai risiko kesehatan, terutama bagi mahasiswa yang rentan mengalaminya. Untuk menghadapi kesepian, mahasiswa memerlukan keberfungsian psikologis yang dapat ditandai oleh tingkat psychological well-being (PWB) oleh Ryff. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat kesepian dengan menggunakan PWB multidimensional. Tingkat kesepian diukur dengan kuesioner Revised UCLA Loneliness Scale, sementara tingkat PWB diukur dengan kuesioner PWB multidimensional dari Ryff. Sebanyak 376 mahasiswa tingkat sarjana Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Indonesia berpartisipasi. Uji korelasi (r) Pearson menunjukkan semua dimensi PWB berkorelasi negatif dengan kesepian. Analisis regresi stepwise menunjukkan prediktor terkuat adalah dimensi relasi positif, penerimaan diri, penguasaan lingkungan, dan otonomi, memprediksi 74,7% varians tingkat kesepian. Hasil ini mengindikasikan bahwa keempat dimensi tersebut dapat digunakan sebagai prediktor tingkat kesepian pada mahasiswa.
Eksplorasi Implementasi Circle Time pada Sekolah Dasar yang Menerapkan Gerakan Sekolah Menyenangkan: Exploration of Circle Time Implementation in Elementary Schools of Gerakan Sekolah Menyenangkan Rizqi Hanabella; Theresia Novi Poespita Candra
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.189 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p1-18

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of circle time method as perceived by both teachers and students in the elementary schools that implement "Joyful Learning Movement” or Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). The participants consisted of 22 students and 7 teachers from four elementary schools that implement GSM in Yogyakarta, Indonesia. A qualitative method was used, and data were collected using interviews and focus group discussions. Content analysis was used to analyze the data. The findings can be categorized in three themes, namely the benefits, supporting factors, and challenges of the circle time implementation. The benefits of circle time are indicated by the perceived improvement of children in terms of self-confidence, self-management, academic motivation, empathy, social skills, and active learning style. The supporting factors for circle time implementation as reported by participants include GSM itself, the flexibility in implementing circle time, and the teachers’ open-mindedness. For the challenging factors, participants suggest that limited time, available space, solid learning materials or curriculum, and students’ internal conditions are the main factors. The research findings can contributes to the better implementation of circle time in elementary schools. Keywords: Circle time, emotional-social learning, elementary school   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas circle time di Sekolah Dasar yang mengikuti Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dari sudut pandang guru maupun murid. Partisipan penelitian terdiri atas 22 murid dan 7 guru dari empat sekolah dasar GSM di Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan focus group discussion sebagai teknik koleksi data. Analisis konten digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan manfaat, faktor pendukung, dan penghambat dalam penerapan circle time. Manfaat circle time ditunjukkan dengan persepsi subjek atas peningkatan kualitas siswa dalam kepercayaan diri, manajemen diri, motivasi akademik, empati, keterampilan sosial, dan gaya belajar yang lebih aktif. Sedangkan faktor pendukung circle time adalah GSM itu sendiri, fleksibilitas dalam pelaksanaan circle time, dan keterbukaan pikiran dari guru. Adapun faktor penghambat adalah keterbatasan waktu, tempat, materi pembelajaran dan kurikulum yang padat, serta faktor internal dari siswa sendiri. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berguna untuk sekolah dasar yang menerapkan circle time di sekolahnya.
Perilaku Keselamatan Kerja sebagai Moderator Hubungan antara Motivasi dan Kepuasan Kerja pada Pekerja Konstruksi: The Occupational Safety Behavior as a Moderator of the Relationship between Motivation and Job Satisfaction in Construction Workers Hari Rarindo; Dian Bagus Mitreka Satata
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.697 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p52-63

Abstract

Job satisfaction is a positive affective behavior related to emotions and psychological health in the field of work. Motivation is the desire to do something as a result of internal and external motivation. Work safety behavior is positive behavior towards work accident prevention measures. This study aims to determine the effect of moderation of work safety behavior on the relationships between motivation and job satisfaction in construction workers. The research used a quantitative approach with a correlational explanatory design. The total number of 159 respondents from construction companies were involved in this study. The sampling techniques were purposive and snowball samplings. Data were collected using work extrinsic and intrinsic motivation scale (WEIMS), work safety scale, and job satisfaction survey (JSS). Data were analyzed using moderated regression analysis (MRA). The results showed that there is a significant correlation between motivation and job satisfaction; and work safety behavior can moderate the motivation and job satisfaction relationships in construction workers. Keywords: Job satisfaction, motivation, work safety behavior, construction workers   Abstrak: Kepuasan kerja merupakan perilaku afektif positif yang berhubungan dengan emosi dan kesehatan psikologis pada bidang pekerjaannya. Motivasi adalah keinginan untuk melakukan sesuatu akibat dari dorongan internal maupun eksternal. Perilaku keselamatan kerja adalah perilaku positif terhadap tindakan pencegahan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek moderasi perilaku keselamatan kerja pada hubungan motivasi dan kepuasan kerja pada pekerja kontraktor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori korelasional. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan snowball sampling. Sejumlah 159 responden dari dua perusahaan konstruksi terlibat dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan menggunakan work extrinsic and intrinsic motivation scale (WEIMS), skala keselamatan kerja, dan job satisfaction survey (JSS). Data dianalisis menggunakan moderated regression analysis (MRA). Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara motivasi dengan kepuasan kerja dan perilaku keselamatan kerja dapat memoderasi hubungan motivasi dengan kepuasan kerja pada pekerja konstruksi.
Pengaruh Kelebihan Informasi Inkonsisten Terhadap Ketidakpedulian dengan Pembenaran Sistem Sebagai Kovariabel: The Effect of Inconsistent Information Overload on Ignorance with the System Justification as a Covariable Fakhirah Inayaturrobbani; Melani Jayanti; Latifatul Fazriyah; Pancaring Aruno; Rahmat Hidayat
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.499 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p92-102

Abstract

With the rising of digital innovation, the phenomenon of overload and inconsistent information has reached an alarming point. The inconsistent information overload will cause individual’s cognitive and psychological discomfort. Therefore, individuals tend to develop coping mechanisms such as ignoring the overload information deliberately and rely on the prevailing social norm. This study assessed the effect of the inconsistent and overloaded economic information on students' ignorance with the justification system as a covariable. A between-subjects experimental design was used with one control group and two treatment groups. The participants are 90 undergraduate students majoring in non-economics studies in Yogyakarta. The results of ancova showed that the inconsistent and overload information either at high or low-intensity levels, with system justification as a covariable, did not affect students' ignorance. Further, anova was employed to distinguish the mean between groups, and there are no significant differences between low and high-intensity information overload. Further research needs to involve more internal and external factors that influence ignorance. Keywords: information overload, inconsistency, ignorance, system justification   Abstrak: Maraknya inovasi digital membuat fenomena informasi yang berlebihan dan tidak konsisten telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Informasi yang berlebihan dan tidak konsisten akan menyebabkan ketidaknyamanan psikologis pada individu. Karena itu, individu cenderung mengembangkan mekanisme koping seperti mengabaikan informasi yang berlebihan dan mengandalkan norma sosial yang berlaku. Penelitian ini mengkaji pengaruh ketidakonsistenan dan kelebihan informasi ekonomi terhadap ketidakpedulian mahasiswa dengan sistem justifikasi sebagai kovariabel. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen between subject design dengan satu kelompok kontrol dan dua kelompok perlakuan. Partisipan adalah 90 mahasiswa S1 berasal dari jurusan non ekonomi yang kuliah di Yogyakarta. Hasil analisis ANAKOVA menunjukkan bahwa informasi yang tidak konsisten dan berlebihan baik pada tingkat intensitas tinggi maupun rendah, dengan justifikasi sistem sebagai kovariabel, tidak mempengaruhi ketidaktahuan siswa. Selanjutnya, analisis anova digunakan untuk membedakan rata-rata antara kelompok, dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelebihan informasi intensitas rendah dan tinggi. Penelitian selanjutnya perlu lebih banyak melibatkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi ketidakpedulian.
Budaya Organisasi Pembelajaran sebagai Moderator Hubungan antara Core Self-Evaluation dengan Kreativitas Karyawan: Organizational Learning Culture as a Moderator of the Relationship between Core Self-Evaluation and Employee Creativity Prita Adwi Minandarin Shamara; Arum Etikariena
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.125 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p103-116

Abstract

The aim of this research was to determine whether organizational learning culture plays a role as a moderator in the relationship between core self-evaluation and employee creativity. Data were gathered from three variety of industry in Indonesia, such as the state-owned bank industry, broadcast industry, and technology information industry, with N = 179 (52% woman, average age 22-30 years, average unmarried status, and S1 educational background) using cross sectional study. The analysis method for this study was a simple moderation technique from Hayes) and Harman’s single factor test technique for testing common method bias. The result of study showed that there were no significant interaction effect between core self-evaluation and organizational learning culture towards employee creativity. This result supports previous research which found that organizational learning culture had no significant role in strengthening the relationship between domain expertise, creative personality, and employee creativity.  Key words: Core self-evaluation, creativity, organizational learning culture   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah budaya organisasi pembelajaran dapat menjadi moderator pada hubungan langsung antara core self-evaluation dengan kreativitas karyawan. Data diambil dari tiga jenis industri di Indonesia, seperti industri bank BUMN, industri penyiaran, dan industri teknologi dan informasi dengan N = 179 (52% perempuan; rata-rata usia 22-30 tahun, rata-rata berstatus lajang, dengan latar belakang pendidikan terakhir S1) melalui teknik penelitian cross sectional study. Proses analisis data menggunakan analisis moderasi sederhana dari Hayes dan teknik Harman’s single factor test untuk menguji common method bias. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak adanya efek interaksi yang signifikan antara core self-evaluation dan budaya organisasi pembelajaran terhadap kreativitas karyawan. Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa budaya organisasi pembelajaran tidak memiliki peran secara signifikan dalam menguatkan hubungan antara domain expertise, creative personality dengan kreativitas karyawan.
Strategi Coping Mahasiswa dalam Menghadapi Perubahan Sistem Perkuliahan di Masa Pandemi COVID-19 Nurchayati Nurchayati; Muhammad Syafiq; Riza Noviana Khoirunnisa; Ira Darmawanti
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.853 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p247-266

Abstract

This study examined two things: a) challenges confronting undergraduate students as a result of an abrupt transition to online learning in response to the COVID-19 pandemic, and b) the coping techniques that they employed to tackle the challenges. Using Google Forms, interviews were conducted with 418 undergraduate students in one of universities in Surabaya. Qualitative thematic analysis of the interviews produced three findings. First, among the problems faced by the students are poorly done online classes, trouble interacting with lecturers and classmates, difficulty in accessing course resources, bad Internet connection, environmental distractions, and chaotic changes in class schedules. Second, as a result, the students suffered from increased stress and poor learning experience. Third, to survive, they employed three major coping techniques: problem-focused, emotion-focused, and appraisal-focused. This study concludes that students, lecturers, parents, and the government employ coping strategies that are both synergistic and antagonistic.  Keywords: Coping strategies, COVID-19 pandemic, online learning, studentsAbstrak: Riset ini mengkaji tantangan para mahasiswa tingkat sarjana akibat transisi mendadak ke pembelajaran dalam jariringan (daring) di masa pandemi COVID-19, dan strategi mereka dalam mengatasi tantangan itu. Data dikumpulkan melalui wawancara tertulis menggunakan Google Forms terhadap 418 mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Teknik analisis tematik yang digunakan membuahkan tiga temuan. Pertama, masalah-masalah yang dihadapi para sujbek mencakup paparan materi kuliah yang tidak memadai, sukarnya interaksi dengan dosen dan sesama mahasiswa, sukarnya akses ke bahan pembelajaran, buruknya koneksi internet, distraksi lingkungan, dan berubah-ubahnya jadwal kuliah. Kedua, akibatnya, di samping mutu pengalaman belajar para mahasiswa ini menjadi tidak optimal, mereka pun mengalami problem psikis. Ketiga, dalam beradaptasi pada sistem perkuliahan online atau dalam jaringan (daring) dengan berbagai problemnya itu, para mahasiswa menempuh beragam strategi coping yang secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam tiga gugus utama strategi yaitu coping yang berpusat pada problem, coping yang bertumpu pada emosi, dan coping yang berbasis interpretasi. Riset ini mencapai kesimpulan bahwa teknik-teknik coping yang diterapkan oleh berbagai pemangku kepentingan (mahasiswa, dosen, orang tua, dan pemerintah) ternyata bekerja secara sinergis sekaligus antagonistik.
Kesepian pada Mahasiswa selama Pandemi COVID-19 di Indonesia Martaria Rizky Rinaldi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.385 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p267-277

Abstract

The present study aims to explore loneliness of college student during COVID-19 pandemic in Indonesia. A total of 236 respondents were participated in the study. Data collection was performed using UCLA Loneliness Scale version 3. Data were analyzed by using descriptive analysis, independent sampel t-test and ANOVA. The study found that more than half of the number of respondents were mild lonely (66.95%), while the others were moderate lonely (19.91%), and  the rest  were not lonely (13.13%). The finding also showed that there is no significant difference in loneliness between men and women, as well as between respondents living in parents' houses, and boarding or rented houses. Based on this study, it can be concluded that most participants experience loneliness in the mild level.Keywords: Loneliness, students, COVID-19 pandemic Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris untuk mengetahui kesepian pada mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Sampel penelitian yaitu 236 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan UCLA Loneliness Scale 3. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji beda dengan t-test dan ANOVA. Temuan dari penelitian ini yaitu sebesar 66,95% responden menunjukkan kesepian ringan, 19,91% responden menunjukkan kesepian sedang, dan 13,13% responden menunjukkan tidak kesepian. Penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan kesepian yang signifikan antara laki-laki dan perempuan, maupun berdasarkan status tempat tinggal (rumah orang tua, indekos ataupun rumah kontrak). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesepian pada tingkat ringan.
Kualitas Pernikahan pada Keluarga yang Terdampak Ekonomi selama Pandemi COVID-19 Kholifah Umi Sholihah; Laksmi Rahmadian
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.795 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p293-303

Abstract

The quality of marriage is an important issue for every family. The marital quality depends on how each partner can manage the obstacles that were present in their life, one of which is the economic impact of the COVID-19 pandemic. The purpose of this research was to examine the quality of marriage of families who are economically affected during the pandemic. The method was a descriptive quantitative with the total number of 102 subjects who were recruited using convenience sampling. The main criteria used for selecting subjects was that they were married and economically affected due to the pandemic. Data were analyzed using cross-tabulation analysis. The result shows that people who are economically affected due to the COVID-19 pandemic has a moderate level of marital quality. The result of this study is expected to be used by the government as a basis for making programs to improve the quality of marriage among families who are economically affected during the COVID-19 pandemic.Keywords: Marital quality, COVID-19 pandemic, economic impact Abstrak: Kualitas pernikahan merupakan sesuatu yang penting bagi setiap keluarga. Baik tidaknya kualitas pernikahan tentu saja bergantung dari bagaimana setiap pasangan bisa mengelola rintangan yang hadir dalam kehidupannya, salah satunya seperti dampak ekonomi selama pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menge-tahui gambaran kualitas pernikahan pada keluarga yang terdampak secara ekonomi selama pandemi. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel 102 orang yang telah menikah dan terdampak secara ekonomi selama pandemi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan convenience sampling. Data dianalisis menggunakan cross-tabulation dengan bantuan program statistik. Dari hasil yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa kualitas pernikahan keluarga yang terdampak ekonomi selama pandemi memiliki tingkat kualitas sedang. Hasil penelitian ini diharapkan bisa digunakan oleh pemerintah sebagai dasar untuk membuat program dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pernikahan pada keluarga yang terdampak ekonomi selama pandemi COVID-19.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue