cover
Contact Name
Dr. Radhiah Zakaria
Contact Email
radhiah@unmuha.ac.id
Phone
+6265131054
Journal Mail Official
jurnal.jukema@unmuha.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Penelitian Kesehatan Masyarakat (PKPKM) Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Lantai II, Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) Jl. Muhammadiyah No.93, Bathoh, Lueng Bata, Banda Aceh, Aceh. Telp. (0651) 31054, Fax. (0651) 31053. Email: jurnal.jukema@unmuha.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)
ISSN : 20881592     EISSN : 25496425     DOI : https://doi.org/10.37598/jukema
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh atau disingkat dengan JUKEMA merupakan kumpulan jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian atau yang setara dengan hasil penelitian di bidang ilmu kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan. Artikel ilmiah yang membahas topik-topik Kesehatan Ibu dan Anak, epidemiologi, gizi kesehatan masyarakat, Penyakit Tidak Menular (PTM) dan lain-lain sangat diharapkan dan disambut baik.
Articles 305 Documents
Hubungan Budaya Organisasi dan Insentif Terhadap Kinerja Pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Munandar Munandar; Ridwan Amiruddin; Asnawi Abdullah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v4i2.646

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit dihadapkan pada upaya penyesuaian diri untuk merespons dinamika eksternal dan integrasi potensi-potensi internal dalam melaksanakan tugas yang semakin kompleks guna mempertahankan kinerja (pelayanan kesehatan kepada masyarakat). Tingkat kinerja pegawai cenderung dipengaruhi oleh budaya organisasi yang berlaku. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja Pegawai. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Aceh di Banda Aceh sebanyak 1.040 orang dan hanya 852 yang memenuhi syarat. Sampel yang digunakan adalah simple random sampling yang berjumlah 90 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-square untuk analisis bivariat dan uji regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil: Uji statistik diperoleh ada hubungan antara budaya organisasi (P-value = 0,001) dan Insentif (P-value = 0,001) dengan kinerja pegawai di RSUZA. Hasil analisis multivariat diperoleh hasil bahwa budaya organisasi (P-value = 0,001 dan OR 7,62) dan insentif (P-value = 0,001 dan OR 7,83) merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai di RSUZA. Saran: Kepada rumah sakit untuk dapat meningkatkan budaya organisasi dan insentif yang lebih baik untuk tercapainya kinerja pegawai yang baik.
Analisis Kuesioner WHOQOL-BREF: Mengukur Kualitas Hidup Pasien yang Menjalankan Terapi Hemodialisis di RSUDZA Banda Aceh Muzafarsyah Muzafarsyah; Aulina Adamy; Nasrul Zaman
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v2i2.522

Abstract

Latar Belakang: Para penderita gagal ginjal harus menjalani terapi dan salah satu alternatif pengobatan adalah melalu terapi Hemodialisa (HD). Terjadi peningkatan signifikan pada jumlah pasien yang menjalan terapi HD di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) di Banda Aceh. Tercatat pada tahun 2013 sebanyak 192 pasien, 2014 sebanyak 335 pasien dan 2015 meningkat menjadi 462 pasien. Pasien penyakit ginjal seringkali dihadapi berbagai komplikasi yang berakibat semakin menurunnya kualitas hidup pasien tersebut. Tujuan penelitian ini menganalisis kuesioner “Quality of Life” (WHOQOL-BREF) dari WHO untuk mengukur kualitas hidup pasien HD di RSUZA. Metode: Desain penelitian adalah Statistical Equal Modeling (SEM) dengan data analisis menggunakan AMOS 22. Populasi adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi HD di RSUZA pada tahun 2015 (n= 462) dan total sampel sejumlah150 pasien dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner langsung kepada responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap indikator pada variabel dimensi fisik, dimensi psikologis, dimensi sosial, dan dimensi lingkungan memenuhi kriteria yaitu nilai CR di atas 1.96 dengan p- value lebih kecil dari pada 0.05. Terkecuali pada indikator “rasa sakit” dan “kebutuhan terapi” yang tidak memenuhi kriteria sehingga perlu dihilangkan. Saran: Perlu menyosialisasikan kepada para pasien terapi HD pentingnya menjaga kulitas hidup melalui kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial pasien dan kesehatan lingkungan sehingga kualitas hidup pasien yang menjalankan terapi HD dapat menjadi positif.
PENENTUAN ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT) PADA IKAN KAYU YANG DIJUAL DI PASAR PEUNAYONG KOTA BANDA ACEH Elfariyanti Elfariyanti; Nina Ismayanti
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v5i1.704

Abstract

Latar Belakang: Ikan kayu merupakan salah satu jenis produk olahan ikan yang telah mengalami rangkaian proses seperti perebusan dan pengasapan bertingkat hingga teksturnya menjadi sekeras kayu dan berwarna coklat tua kehitaman. Ikan kayu merupakan bahan pangan yang sangat mudah rusak akibat cemaran mikroba yang disebabkan salah satunya karena kondisi lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Angka Lempeng Total (ALT) pada ikan kayu yang dijual di pasar Peunayong kota Banda Aceh apakah sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh SNI 2691-3:2017 yaitu sebesar 1.0 x 106 kol/g. Metode: Analisis yang digunakan dalam penelitian ini secara kuantitatif menggunakan prinsip Angka lempeng Total (ALT). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ikan kayu yang dijual di pasar Peunayong kota Banda Aceh, sedangkan sampel yang digunakan adalah ikan kayu dengan variasi waktu produksi yaitu 1 minggu, 2 minggu dan 1 bulan. Hasil penelitian didapatkan bahwa sampel dengan waktu produksi 1 minggu nilai ALT nya sebesar 8.06 x 103 kol/g, waktu produksi 2 minggu sebesar 5.04 x 104 kol/g dan waktu produksi 1 bulan sebesar 2.80 x 106 kol/g. Dapat disimpulkan bahwa sampel dengan waktu produksi 1 minggu dan 2 minggu memenuhi syarat yang ditetapkan SNI, sedangkan sampel dengan waktu produksi 1 bulan tidak memenuhi syarat SNI.
Modern Lifestyle and Health Nur Wahyuniati
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.620

Abstract

Memahami bagaimana mencapai status kesehatan merupakan prioritas di zaman modern, untuk populasi global dan untuk kebijakan pemerintah. Tren gaya hidup modern: penggunaan tembakau, konsumsi alkohol, penyalahgunaan narkoba, diet makanan cepat saji yang tidak sehat, aktivitas fisik yang tidak mencukupi (gaya hidup), stres, jam kerja kantor yang diperpanjang, dan penggunaan berlebihan atau penyalahgunaan teknologi memainkan peran besar dalam mengembangkan "modern" penyakit, terutama Penyakit Tidak Menular (PTM) dan itu mengancam kesehatan fisik dan mental individu. Gaya hidup modern itu sendiri merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Gaya berfikir fisiologis seperti itu menghasilkan peningkatan tingkat faktor risiko, seperti penyakit metabolik, masalah sendi dan skeletal, penyakit kardio-vaskular, penyakit pernafasan, hipertensi, kekerasan dan obesitas secara paralel dan sinergis pada berbagai jalur metabolisme tubuh.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA KOMPLEK PERUMAHAN AJUEN DESA LAM HASAN KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2008 Farrah Fahdhienie
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v1i1.226

Abstract

Farrah Fahdhienie1, Desvita, SKM, M. Kes2Peminatan Epidemologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, 23245Peminatan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, 23245 Abstract The cases of HIV/AIDS increased significantly in Aceh started from one case in year 2004 to 30 cases with 16 died in 2007. It is necessary to increase the prevention of adolescene from HIV/AIDS because they are vulnerable to the disease. They have strong curiosity and would like to try something new such as sexual activities which can directly infect HIV/AIDS to them. The goals of this study are to find out the factors related to prevention of HIV/AIDS by adolescence. This is a descriptive analytic study with cross-sectional design. The population of this study is all 210 adolescence at the age of 14-24 years. The study had 68 samples by using questionnaire. Chi-square statistical test and Yates correction were used to analyze data to find out the relationship between independent variables and dependent variable. The result of the study indicated that there were relationship between knowledge (the results of x2 test is 4.35); role of parents (the results of x2 test is 5.29) and prevention of HIV/AIDS. It is suggested to the District Health Office of Aceh Besar and PUSKESMAS to improve extension acticities on HIV/AIDS to community.Keywords: prevention of HIV/AIDS, deadly disease, adolescent knowledge
Peningkatan Ketepatan Kader Melalui Modul Pendamping KMS dalam Menginterpretasikan Hasil Penimbangan Balita Agus Hendra AL-Rahmad
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v2i2.517

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan energi protein (KEP) di provinsi Aceh tahun 2013 diperoleh 21.52%, serta prevalensi anak pendek mencapai sebesar 36.5%. Kader mempunyai peran strategis melalui kegiatan pemantauan pertumbuhan anak di posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Sehingga diperlukan pelatihan bagi kader dengan modul pendamping KMS untuk menentukan interpretasi hasil penimbangan anak di posyandu. Penelitian bertujuan menilai efektivitas pelatihan penggunaan modul pendamping KMS terhadap ketepatan kader dalam menginterpretasikan hasil penimbangan balita. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik menggunakan desain Quasi Experimental dengan pendekatan pretest posttest non equivalent group, dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah selama 2 bulan (Februari-Maret 2015). Sampel merupakan kader puskesmas berjumlah 40 orang (20 perlakuan dan 20 kontrol) yang diambil secara acak. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik R-Cmdr terhadap analisis deskriptif dan analisis inferensial (T-test) pada CI 95%. Hasil: Hasil penelitian diketahui pelatihan mempunyai pengaruh signifikan dalam meningkatkan ketepatan kader (p = 0.000) dalam melakukan interpretasi data. Selanjutnya, pelatihan dengan modul KMS lebih efektif dalam meningkatkan ketepatan kader dibandingkan pelatihan tanpa modul. Kesimpulan: Pelatihan dengan modul pendamping KMS mempunyai pengaruh dalam meningkatkan ketepatan kader. Pelatihan ini mempunyai efektifitas yang lebih baik dibandingkan pelatihan tanpa modul.
JANGAN STRESS SAAT HAMIL, JUGA JANGAN STRESS JIKA ANAK MENGALAMI AUTISM Marthoenis, Marthoenis
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v5i1.698

Abstract

Sepasang suami istri yang tinggal disebuah kota di Indonesia begitu bahagia dengan lahirnya anak pertama mereka. Setelah lebih dari lima tahun menikah, sang istri akhirnya bisa hamil. Kehamillanya juga berlangsung normal, meski kadang si Istri merasa stress karena kesibukan di tempat kerja, dan juga cemas dengan kehamilan pertamanya tersebut. Meski begitu, hingga hari kelahiran si buah hati, tak ada masalah yang berarti yang harus dihadapi pasangan muda ini. Setelah si bayi lahir, si ibu memilih untuk resign dari pekerjaan, demi bisa memberikan perhatian yang lebih ke anak semata wayangnya. Sedangkan suaminya tetap bekerja sebagaimana biasanya.Tubuh atau fisik si anak tumbuh normal seperti anak-anak lainnya. Kecemasan mulai muncul sejak si anak berusia dua tahun. Berbeda dengan anak seusia yang sangat ineraktif dengan orang disekitar, anak mereka sepertinya kurang respon saat diajak berkomunikasi. Si anak tampak seperti memiliki dunia sendiri dan kurang interaktif ketika namanya dipanggilkan. Orang tua yang kebetulan berpendidikan tinggi kemudian berkonsultasi tentang keadaan anaknya ke dokter. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai masalah yang dialami anaknya, pasangan ini bertambah bingung dan stress dengan diagnosa yang diberikan, Autism.Autism merupakan suatu gangguan perkembangan yang ditandai dengan kesusahan untuk berkomunikasi dan interaksi sosial. Secara global ada sekitar 35 juta anak yang menderita Autism pada tahun 2011. Di Indonesia sendiri, Kemenkes RI mengestimasi sekitar 112.000 anak dengan gangguan ini. Meski penelitian sudah lama dilakukan, penyebab pasti Autism belum diketahui. Beberapa teori mengaitkan dengan masalah biologis, termasuk kedalamnya masalah genetik dan perinatal, dan teori psikososial. Riset juga menunjukkan bahwa paparan terhadap polusi udara selama kehamilan juga meningkatkan resiko terjadinya autism pada anak yang dilahirkan. Stress yang dialami oleh ibu saat hamil juga berhubungan dengan Autism. Sedangkan vaksin MMR yang dianggap sebagai penyebab autism pada anak sama sekali tidak terbukti secara klinis.Sama seperti anak yang mengalami gangguan perkembangan lainnya, anak-anak dengan autism memiliki tingkat perawatan kesehatan yang tidak terpenuhi (unmet healthcare need) yang lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat umum. Karena itu, ada beberapa strategi yang direkomendasikan untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam memperoleh pelayanan, termasuk diantaranya adalah: menyediakan materi pendidikan kesehatan yang mudah dijangkau oleh orang tua, memberdayakan orang tua dan anak-anak yang mengalami masalah perkembangan, dan meningkatkan pengetahuan serta mengubah sikap pemberi pelayanan kesehatan.Penelitian berkaitan dengan Autism dan gangguan perkembangan lainnya harus berfokus pada atau mampu memberikan bukti yang lebih baik tentang paket perawatan yang efektif dan sesuai bagi penderita dan keluarga, bisa menemukan model pelayanan anak-anak autism dengan sumber daya yang terbatas, bisa melibatkan masyarakat luas untuk peduli tentang austim dan yang paling penting, bisa mengubah kebijakan sebuah negara untuk lebih memperhatikan penderita Autism dan gangguan perkembangan lainnya.Terakhir, penatalaksanaan anak dengan Autism difokuskan pada penanganan stress yang dialami keluarga khususnya orang tua, meningkatkan kualitas hidup anak, dan mengurangi ketergantungan. Secara umum, anak yang IQ tinggi cenderung memiliki prognosa yang lebih baik atau memiliki hasil penatalakanaan yang baik pula. Tidak ada satu pendekatan treatment yang paling baik untuk menangai anak dengan Autism. Tetapi, edukasi terhadap keluarga merupakan salah satu kunci untuk mencapai tujuan dari penatalaksanaan anak dengan autism.
Efektifitas Metode Pendidikan terhadap Perubahan Perilaku Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut pada Murid MIN Mesjid Raya Banda Aceh Niakurniawati Niakurniawati; Said Usman; Faisal bin Abdurrahman
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.617

Abstract

Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang rentan dihadapi oleh kelompok anak usia sekolah dasar. Hasil studi pendahuluan, sekolah MIN Mesjid Raya Banda Aceh pernah melakukan penyuluhan kesehatan, tetapi penyuluhan tentang kesehatan gigi hanya dilakukan setahun sekali. Dari wawancara 17 murid didapati menderita karies, 5 murid yang memiliki pengetahuan yang baik dan masih ada murid acuh tak acuh tentang kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas metode pendidikan terhadap perubahan perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap 173 murid kelas VI, diambil secara total populasi. Pengumpulan data dan intervensi dari tanggal 2 sampai 28 September 2016 dengan menggunakan kuesioner. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pre test post test non equivalent group design terhadap 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang terdiri dari metode diskusi di kelas VI A (42 murid), metode simulasi di kelas VI B (44 murid), metode demonstrasi di kelas VI C (44 murid) dan kelompok kontrol di kelas VI D (43 murid). Intervensi diberikan dua kali, rentang waktu pre test dan post test selama empat minggu. Analisis data menggunakan t-test dan oneway anova. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan (p=0,001), perubahan terhadap sikap (p=0,001) dan perubahan terhadap tindakan (p=0,001) tentang kesehatan gigi dan mulut. Saran: Di antara ketiga metode tersebut, ternyata metode diskusi merupakan metode yang paling efektif untuk meningkatkan perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut. Diharapkan kerjasama pihak sekolah dengan pihak puskesmas dan dinas kesehatan dalam meningkatkan kunjungan program UKGS ke sekolah-sekolah melalui UKS dengan difokuskan pada pelayanan promotif preventif kesehatan gigi dan mulut.
HUBUNGAN KOMPONEN PELAYANAN ANTENATAL CARE (10 T) DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI INDONESIA (ANALISA DATA SEKUNDER SDKI 2017) Aryandi Darwis; Asnawi Abdullah; Maidar Maidar; Aulina Adamy; Nurjannah Nurjannah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i1.796

Abstract

Latar Belakang: Dari data SDKI (2017) didapat bahwa cakupan pelayanan antenatal (pernah mendapat pelayanan antenatal) yang diperiksa oleh tenaga kesehatan yang kompeten (K1) telah cukup tinggi yaitu 97.5% dan pelayanan ANC (K4) yaitu 77.4%, namun ternyata angka Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih cukup tinggi yaitu 7.1% berdasarkan catatan pada kartu menuju sehat (KMS) atau laporan ibu. Metode: Penelitian ini merupakan analisis terhadap data sekunder hasil SDKI 2017 penelitian ini bersifat deskriptif analitik dilakukan dengan menggunakan desain Cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di 34 Provinsi di seluruh Indonesia, dilakukan pada tanggal 24 Juli sampai 30 September 2017. Hasil: Responden yang melakukan kunjungan kehamilan tidak penuh sebesar 22.51%, responden yang tidak ditimbang berat badan 13.50%, responden yang tidak diukur tinggi badan 30.29%, responden yang tidak diukur tekanan darah 57.12%, responden yang tidak diperiksa urin sebesar 65.00%, responden yang tidak diuji labolatorium sampel darah sebesar 57.12%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa komponen pelayanan antenatal care dengan kejadian BBLR, dari komponen yang diajukan ada komponen yang berhubungan dengan BBLR adalah ANC: Diukur timbang badan diperoleh p value 0.0001 dan nilai OR = 0.643 artinya ibu hamil yang ditimbang berat badan berpotensi memproteksi BBLR sebesar 64% dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak ditimbang. Kesimpulan: Kualitas pelayanan antenatal care menjadi variabel independen utama yang menyebabkan BBLR, tetapi variabel lain juga mempunyai hubungan dengan BBLR. Selain itu responden tidak melakukan kunjungan antenatal dengan baik maka akan berisiko terjadinya BBLR.
Analisis Faktor Kepatuhan Tenaga Medis Puskesmas dalam Penulisan Resep Obat Berbasis Formularium Nasional di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Rita Mutia; Ede Surya Darmawan; Asnawi Abdullah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v4i2.641

Abstract

Latar Belakang: Formularium obat merupakan pedoman penggunaan obat secara rasional yang diresepkan kepada pasien. Namun faktanya masih ada obat yang tidak sesuai dengan stadar formularium nasional (fornas) dalam resep obat yang diberikan oleh dokter kepada pasien. Di Kabupaten Aceh Besar penggunaan obat di luar fornas sebanyak 80% artinya masih tingginya pemakaian obat di luar fornas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan dokter puskesmas dalam penulisan resep obat berbasis formularium nasional. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga medis puskesmas (dokter umum dan dokter gigi) sebanyak 87 orang. Sampel yang digunakan adalah total sampling dan sampel resep sebanyak 870 resep. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui wawancara. Hasil: Ada hubungan antara Pengetahuan (P = 0,028), Informasi (P = 0,0001), dan Beban Kerja (P = 0,005) dengan Kepatuhan Dokter dalam penulisan resep obat berbasis fornas. Berdasarkan analisis multivariat diperoleh hasil bahwa Informasi merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap Kepatuhan Dokter dalam penulisan resep obat berbasis fornas (P = 0,0001 dan OR: 9,20). Kesimpulan: Kepada kepala puskesmas agar berupaya meningkatkan kepatuhan tenaga medis dalam penulisan resep obat sesuai formularium dan mengadakan evaluasi terhadap penulisan resep sesuai dengan formularium atau tidak.

Page 8 of 31 | Total Record : 305