cover
Contact Name
Dr. Radhiah Zakaria
Contact Email
radhiah@unmuha.ac.id
Phone
+6265131054
Journal Mail Official
jurnal.jukema@unmuha.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Penelitian Kesehatan Masyarakat (PKPKM) Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Lantai II, Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) Jl. Muhammadiyah No.93, Bathoh, Lueng Bata, Banda Aceh, Aceh. Telp. (0651) 31054, Fax. (0651) 31053. Email: jurnal.jukema@unmuha.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)
ISSN : 20881592     EISSN : 25496425     DOI : https://doi.org/10.37598/jukema
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh atau disingkat dengan JUKEMA merupakan kumpulan jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian atau yang setara dengan hasil penelitian di bidang ilmu kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan. Artikel ilmiah yang membahas topik-topik Kesehatan Ibu dan Anak, epidemiologi, gizi kesehatan masyarakat, Penyakit Tidak Menular (PTM) dan lain-lain sangat diharapkan dan disambut baik.
Articles 305 Documents
Tingkat Pelayanan Terhadap Pasien Peserta Jaminan Kesehatan Aceh di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh Satria M Yahya; Wardiati Wardiati; Syarifuddin Anwar
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v2i1.545

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan dikatakan bermutu apabila pelayanan tersebut memberikan kepuasan kepada pasiennya. Keputusan Gubernur Aceh No. 420/483/2010 yang menyatakan bahwa tingkat kepuasan peserta Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) minimal 75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelayanan pasien peserta JKA di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2011. Metode: Penelitian ini didisain secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap pemegang kartu JKA di ruang rawat inap penyakit dalam pria dan wanita. Berdasarkan data rekam medik 2011 berjumlah 186 pasien. Dengan teknik accidental sampling diperoleh sampel sebanyak 65 orang. Pengumpulan data dilakukan pada 26 Juli - 03 Agustus 2011 dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan diskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Penelitian mendapatkan bahwa tingkat kepuasan terhadap kecepatan pelayanan adalah cepat (53,8%), ketersediaan tenaga adalah cukup (56,9%), fasilitas pelayanan adalah memadai (52,3%) dan empati petugas adalah baik (58,5%) dengan total tingkat pelayanan RSUD Meuraxa oleh pasien JKA adalah dinilai kurang (55.4%) yang bertolak belakang dengan rata-rata sub variabel di atas. Saran: Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan memperhatikan aspek-aspek seperti kecepatan pelayanan, ketersediaan tenaga, fasilitas dan empati petugas guna meningkatkan kepuasan pasien peserta JKA dimasa mendatang.
Analisis Peran Bidan dalam Pelaksanaan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Bayi dan Balita di Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Nuraini Nuraini; Defriman Djafari; Sri Rahayu Sanusi
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i2.664

Abstract

Latar belakang: Balita dan anak usia prasekolah merupakan masa emas perkembangan anak oleh karena itu perlu perhatian lebih dalam akan penilaian terhadap stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis data ini menggunakan metode content analisis isi yaitu pengumpulan data, reduksi, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai peran bidan dalam pelaksanaan SDIDTK pada bayi dan balita di wilayah Puskesmas Kota Banda Aceh. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi buku Kesehatan Ibu dan Anak dan Kartu Menuju Sehat. Subjeknya adalah kepala puskesmas, bidan, kader dan kepala program Dinas Kesehatan ota Banda Aceh. Hasil: Didapatkan bahwa hanya sebagian bidan mampu dan mau melaksanakan SDIDTK di posyandu dan puskesmas. Kunjungan bayi dan balita di posyandu dalam pelaksanaan SDIDTK sudah ada, namun masih kurang terpenuhi secara optimal. Pelayanan minimal bidan dalam pelaksanaan SDIDTK selama ini diberikan masih kurang memadai, karena hanya beberapa aspek baru dilaksanakan. Bidan baru mempunyai rencana untuk melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu, kader kesehatan, dan juga tokoh masyarakat tentang SDIDTK. Kesimpulan: Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan sarana prasarana yang terkait dengan pelaksanaan SDIDTK, melakukan evaluasi keefektifan strategi, memberikan bekal pengetahuan pada pihak-pihak lain yang berperan tentang SDIDTK, membuat format Kuisioner Pra Skrinning Perkembangan yang lebih mudah penilaianya serta adanya evaluasi dan tindak lanjut setiap setahun sekali agar adanya perubahan dan pembaharuan dalam melakukan SDITDK.
Implikasi Jaminan Kesehatan Aceh terhadap Jumlah Persalinan Pada Rumah Sakit/Rumah Bersalin Swasta dan Rumah Sakit Kesdam di Banda Aceh Khairunnisa Khairunnisa; Asnawi Abdullah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v2i1.549

Abstract

Latar Belakang: Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kini berimplikasi pada meningkatnya jumlah persalinan pada fasilitas kesehatan milik pemerintah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengetahui implikasinya pada jumlah persalinan pada fasilitas kesehatan milik swasta dan Rumah Sakit Kesdam. Penelitian ini menganalisis perubahan jumlah persalinan antara sebelum dan sesudah berlakunya JKA pada seluruh rumah sakit dan rumah bersalin non JKA di Banda Aceh. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan data sekunder. Data diperoleh berdasarkan rekam medik enam bulan sebelum dan enam bulan sesudah berlakunya JKA. Sampel penelitian terdiri dari 3 rumah sakit dan 3 rumah bersalin. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan bantuan SPSS 16.0. Hasil: penelitian didapatkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna pada jumlah pasien bersalin pada rumah sakit/rumah bersalin swasta yang diteliti sebagai berikut: Rumah Sakit Malahayati (P = 0.028), Rumah Sakit Permata Hati (P = 0.043), Rumah Bersalin Ayu (P = 0.046), Rumah Bersalin Hartini (P = 0.027), Rumah Bersalin Bungong Seulanga (P = 0.027). Sedangkan rumah sakit yang tidak mengalami perbedaan yang bermakna adalah Rumah Sakit Kesdam (P = 0,141). Saran: Oleh karena adanya penurunan yang bermakna pada jumlah pasien bersalin setelah program JKA, maka diperlukan untuk melibatkan rumah sakit swasta dan rumah bersalin sebagai mitra pada program JKA dalam memberikan pelayanan persalinan. 
KUALITAS HIDUP SETELAH PERSALINAN SECTIO CAESAREA DENGAN KEJADIAN RISIKO INFEKSI Muliana Muliana; Aulina Adamy; Nizam Ismail
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v5i2.736

Abstract

Latar Belakang: Infeksi bedah adalah infeksi yang terjadi setelah operasi dalam waktu 30 hari di bagian tubuh tempat operasi berlangsung. Infeksi di tandai dengan adanya cairan nanah yang berasal dari luka, nyeri, pembengkakan di tempat luka kemerahan serta peningkatan suhu tubuh. Infeksi bedah sesar dapat meningkatkan angka kesakitan bagi setiap wanita yang baru saja melahirkan. Berdasarkan data wawancara dengan 10 responden yang melahirkan sesar di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh, rata-rata mengatakan setelah dua atau 3 hari pasca melahirkan ibu mengalami infeksi luka operasi. Penyebabnya salah satu karena umur risiko tinggi saat melahirkan, adanya komplikasi kehamilan dan riwayat persalinan sebelumnya SC. Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan case control study yaitu menentukan kelompok kasus dan kelompok control yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh mulai bulan Mei samapai dengan Juni 2019. Responden dalam penelitian ini berjumlah 76 orang, dimana 38 orang (kelompok kasus) dan 38 orang (kelompok control). Hasil: hasil penelitian diketahui ada hubungan kualitas hidup dengan kejadian risiko infeksi dengan p-value 0.002 dan OR 4.9. Kesimpulan: Pemberian profilaksis antimikroba efektif dalam mengurangi kejadian infeksi luka setelah operasi dan mengurangi risiko bakteri residen yang mengatasi segera sistem kekebalan tubuh setelah persalinan. Disarankan untuk petugas kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, pengembangan, dan implementasi dalam meminimalkan terjadinya risiko infeksi pada semua pasien terutama pada pasien yang melahirkan dengan operasi sesar serta segera memberikan antibiotik setelah operasi.
Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Filariasis di Kecamatan Kuta Baro Faudhiatul Halim; Sri Suyanta; Al Yasa’ Abubakar
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.627

Abstract

Latar Belakang: Partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan filariasis di Kecamatan Kuta Baro secara mandiri sejauh ini sudah banyak dilakukan. Namun partisipasi masyarakat yang diharapkan masih belum menggembirakan sehingga masih tingginya angka filariasis. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan filariasis. Metode: Penelitian bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di Kecamatan Kuta Baro sebanyak 1.289 orang. Sampel diambil secara proportional random sampling yang berjumlah 90 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan uji regresi logistik berganda untuk analisis multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 53,3% responden memiliki pengetahuan baik tentang filariasis, 56,6% responden memiliki sikap positif terhadap pencegahan filariasis, dan 65,5% responden menilai peran petugas sudah aktif. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara pengetahuan (p-value 0,004), sikap (p-value 0,032), dan peran petugas kesehatan (p-value 0,001) dengan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan filariasis. Hasil analisis multivariat diperoleh hasil bahwa peran petugas merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan filariasis (p-value 0,001 dan OR = 11,13). Kesimpulan: Kepada masyarakat diharapkan untuk dapat berpartisipasi baik dalam pencegahan fiariasis dengan cara ikut di setiap kegiatan yang dilakukan seperti gotong royong, penyuluhan, dan pemberian obat pencegahan filariasis.
THE EFFECT OF OXYTOCIN MASSAGE ON THE PRODUCTION OF ASI OF BREASTFEEDING MOTHER IN THE WORKING AREA OF BANDA SAKTI PUBLIC HEALTH CENTER, BANDA SAKTI DISTRICT, LHOKSEUMAWE CITY, 2019 Dahliana Dahliana; Zeva Juwita
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i1.1065

Abstract

Background: Massage or stimulation of the spine, neurotransmitters will stimulate the medulla oblongata to directly send messages to the hypothalamus in the hypophyseposteriorly to release oxytocin, causing the breasts to release milk. The purpose of this study was to determine the effect of oxytocin massage on milk production in breastfeeding mothers in the Banda Sakti Public Health Center, Banda Sakti District, Lhokeseumawe City. Metods: The study design was an analytical study using a cross sectional approach. The population in this study were all breastfeeding mothers who were in the Banda Sakti Public Health Center Lhokseumawe totaling 40 breastfeeding mothers. The sampling method in this study is to use the total population. Where the sample of this research is the entire population, amounting to 40 respondents. The trials in this study were conducted in Hagu Teungoh Village, Banda Sakti District, Lhokseumawe City with a total of 10 respondents, 30 questions with a product moment r value of 0,70. Result: The results showed that of the 28 breastfeeding mothers who did oxytocin massage, the majority of their milk production was smooth, namely 17 people (60,7%), while of the 12 breastfeeding mothers who did not oxytocin massage the majority of their milk production was not smooth, namely 9 people (75%). Recommendation: It is hoped that it can increase respondents’ knowledge in an effort to increase milk production and can inform the impact of the failure of the breastfeeding process.
ANALISIS IMPLEMENTASI BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) DENGAN CAKUPAN PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DI PUSKESMAS KOTA BEKASI TAHUN 2019 Naftalin, Farida; Ayuningtyas, Dumilah; Nadjib, Mardiati
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i2.906

Abstract

Latar Belakang: Dalam proses pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Kementerian Kesehatan memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan). Dimana anggaran yang digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan masyarakat. Akan tetapi tersedianya dana BOK tersebut dirasakan belum efektif, sehingga belum menekan angka kematian ibu dan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui implementasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dengan cakupan penanganan komplikasi kebidanan di Puskesmas Kota Bekasi tahun 2019. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen kepada informan yang terlibat pengelolaan dana BOK tahun 2019. Sampel yang terlibat dalam pelaksanaan program bantuan operasional kesehatan di Puskesmas Kota Bekasi terdiri dari sembilan responden. Hasil: penelitian mengungkapkan bahwa perencanaan anggaran sudah sesuai dengan juknis, kebijakan sumber daya manusia belum memadai, jumlah dana sudah mencukupi dan proses akuntabilitasnya memerlukan pengawasan dan penyederhanaan pelaporan. Pada tingkat capaian program penanganan komplikasi kebidanan, cakupan layanan ada yang telah meningkat, tetapi ada beberapa layanan yang tidak memenuhi target Standar Pelayanan Minimal (SPM). Saran: Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi dapat meningkatkan capaian SPM bidang kesehatan di Kota Bekasi dengan mengoptimalkan dana bantuan operasional kesehatan menuju masyarakat kota bekasi yang lebih sehat.
THE DIFFERENCE IN QUALITY OF LIFE AMONG THE ELDERLY LIVING IN COMMUNITIES AND NURSING HOME RUMOH SEUJAHTERA GEUNASEH SAYANG IN BANDA ACEH Arlianti, Nopa; Wardiati, Wardiati; Lutfia, Humairah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i1.1071

Abstract

Background: The increase in the number of elderly in the world causes a variety of problems, one of which is the low quality of life of the elderly which is influenced by several factors such as housing factors, physical and psychological conditions, and social and cultural factors. This study aims to find out the difference in the quality of life of elderly people living in communities and living in nursing home. Methods: This study uses cross-sectional design with a population consists of 2 groups, namely the elderly living in the communities and nursing home. The elderly sample in the nursing home is determined by the total method of the population. While sampling elderly samples in the communities using purposive sampling method with a sample ratio 1:1. Data collection was conducted by interview using the WHOQOL-Bref questionnaire. Univariate and bivariate analysis was used to analyze the data and t-test independent was utilized to examine the difference in the quality of life among studied groups. Result: The results showed that the average age of the elderly living in the nursing home was younger, and majority of respondents did not graduate from elementary school. Univariate analysis shows that elderly people living in the nursing home have a better quality of life compared to the elderly living in the community. Bivariate analysis showed that there is a significant differences between the quality of life of eldery people living in nursing home and in the community, both from the physical domain of the eldery (p-value: 0.0003), the psychological domain (p-value: 0.0349), the social domain (p-value: 0.0001), and the environmental domain (p-value: 0.0001). Recommandation: Efforts to improve the elderly’s quality of life are required to be done by families, communities, and governments. Thus, the elderly can go through their old age in a healthy, safe and comfortable manner.
PENGGUNAAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL PENERIMA DANA PKH (PROGRAM KELUARGA HARAPAN) DI KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2019 Kala, Pasyamei Rembune; Hidayat, Melania; Arifin, Vera Nazhira
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i2.901

Abstract

Latar Belakang: Kematian ibu merupakan tantangan besar bagi beberapa Negara dengan risiko yang terkait dengan masa kehamilan, beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut diantaranya adanya kesenjangan di masyarakat, lemahnya sistem kesehatan dalam perencanaan dan biaya, serta rendahnya program kesehatan yang diperuntukkan bagi orang miskin. Dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan perlindungan sosial bagi keluarga Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), pemerintah membuat suatu kebijakan baru yaitu pemberian bantuan tunai bersyarat disebut dengan Program Keluarga Harapan (PKH), dengan adanya program tersebut diharapkan RTSM memiliki akses yang lebih baik untuk memanfaatkan pelayanan sosial dasar salah satunya pelayanan kesehatan, termasuk menghilangkan kesenjangan dan ketidakberdayaan sosial yang selama ini melekat pada diri warga miskin. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam gambaran mengenai penggunaan pelayanan kesehatan sebelum dan sesudah menjadi anggota PKH. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan fenomenologi menggunakan tehnik in-depth interview yang dilakukan di Kecamatan Pegasing pada bulan Juni-Juli 2019 dengan 6 orang KPM ibu hamil. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa informan datang kepelayanan kesehatan antenatal bukan karena sebagai syarat menjadi anggota PKH dan dana yang didapat digunakan untuk pemeriksaan USG ke dokter spesialis kandungan. Saran: Kepada pihak Pemerintah terkait untuk membuat pengadaan alat USG disetiap Puskesmas serta bagi Dinas Kesehatan untuk mengadakan kerjasama dengan klinik-klinik swasta dalam pemberian jaminan kesehatan gratis bagi keluarga miskin.
RISK FACTORS ASSOCIATED WITH PULMONARY TB INCIDENCE IN CHILDREN IN BANDA ACEH Riska Novita; Asnawi Abdullah; Hermasnyah Hermasnyah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i1.1066

Abstract

Background: Pulmonary TB in children is still a serious public health problem in Aceh Province, this can be seen from the increase in cases in the last three years that are suspected to be related to immunization status, nutritional status, income, knowledge, the presence of TB sufferers, occupancy density and exposure to cigarette smoke. This study aims to determine the risk factors associated with pulmonary TB incidence in children in Banda Aceh. Method: This research is an analytic observational study using a case control design. The population in this study was children suffering from pulmonary TB in Banda Aceh as many as 30 respondents. Using a ratio of 1:2 comparison, the research sample of 90 respondents consisted of 30 cases and 60 controls.  Data collection was conducted from 15 October to 15 December, conducted in the respondent's home. Data analysis using conditional multiple logistic regression test. Results: Risk factors associated with pulmonary TB in childrenare: the employment of self-employed fathers (p=0.046; OR=2.7; 95% CI: 1.01-7.50), low income (p=0.046; OR=2.7; 95% CI: 1.01-7.50), the presence of TB patients in home (p=0.001; OR=31; 95% CI: 4.11-234), cigarette smoke exposure (p=0.004; OR=4; 95% CI: 1.54-10.3), no BCG immunization (p=0.023; OR=4.6; 95% CI: 1.23-17.2), malnutrition status with the occurrence of pulmonary TB in children in Banda Aceh (p=0.002; OR=5.9; 95% CI: 1.93-18.5). The results of the multivariate analysis concluded that the tendency of pulmonary TB in children in the city of Banda Aceh to occur in the presence of TB patients at home was almost 4 times more dominant than other variables. Recommendation: To Banda Aceh Health Office in order to increase the number of pulmonary TB screening in children, especially in children with parents who suffer from pulmonary TB.

Page 9 of 31 | Total Record : 305