cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Hubungan antara Kecanduan Game Online dengan Motivasi Belajar Siswa SMP di Era Digital Faza Salsabila Firdausi; Ayong Lianawati
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.23700

Abstract

The rapid development of digital technology has increased the intensity of online game usage among students, which may affect their academic aspects. This study aims to examine the relationship between online game addiction and learning motivation among junior high school students. This research employed a quantitative method with a correlational design involving 143 ninth-grade students of SMP Krian 2 selected through purposive sampling technique. The instruments used were an online game addiction scale based on King and Delfabbro’s theory and a learning motivation scale based on Abraham Maslow’s theory. Data analysis included descriptive statistics, normality test, linearity test, and Pearson Product Moment correlation test. The results showed a correlation coefficient of r = 0.270 with a significance value of p < 0.05, indicating a positive and statistically significant relationship between online game addiction and students’ learning motivation. However, the relationship was categorized as low. These findings indicate that online game addiction is not the dominant factor affecting students’ learning motivation, as learning motivation is also influenced by other factors such as family support, social environment, and students’ self-control abilities._____________________________________________________________Perkembangan pesat teknologi digital telah meningkatkan intensitas penggunaan game online di kalangan siswa yang berpotensi memengaruhi aspek akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecanduan game online dan motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 143 siswa kelas IX SMP Krian 2 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kecanduan game online berdasarkan teori King dan Delfabbro serta skala motivasi belajar berdasarkan teori Abraham Maslow. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0,270 dengan nilai signifikansi p < 0,05, yang mengindikasikan adanya hubungan positif dan signifikan secara statistik antara kecanduan game online dan motivasi belajar siswa. Namun, tingkat hubungan kedua variabel tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kecanduan game online bukan merupakan faktor dominan yang memengaruhi motivasi belajar siswa, karena motivasi belajar juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan kemampuan pengendalian diri siswa.
Pengaruh Konseling Individu dengan Teknik Expressive Writing Terhadap Resiliensi Akademik Mahasiswa yang Menempuh Skripsi Millatina Hanifa; Arifin Nur Budiono; Fakhruddin Mutakin
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.23771

Abstract

This study aimed to examine the effect of individual counseling using expressive writing techniques on improving students’ academic resilience at the Islamic University of Jember. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The participants were three students selected through purposive sampling due to their low levels of academic resilience based on pretest results. Data were collected using an academic resilience questionnaire covering self-adjustment, problem-solving, resourcefulness in dealing with challenges, and confidence and perseverance. The instrument demonstrated high reliability and was considered appropriate for measuring academic resilience. The findings indicated an increase in the average academic resilience score from 77 (low category) on the pretest to 88 (high category) on the posttest. The paired-sample t-test revealed a calculated t-value of 17.065, exceeding the critical t-value of 4.303, with a significance level of 0.003 (p < 0.05), indicating a statistically significant improvement. However, the findings should be interpreted cautiously due to the very limited sample size. Overall, the results suggest that individual counseling combined with expressive writing techniques has the potential to enhance students’ academic resilience and may serve as an alternative counseling intervention that addresses students’ emotional needs._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling individual dengan teknik expressive writing terhadap peningkatan resiliensi akademik mahasiswa di Universitas Islam Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas tiga mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling karena memiliki tingkat resiliensi akademik rendah berdasarkan hasil pretest. Data dikumpulkan menggunakan angket resiliensi akademik yang mencakup aspek penyesuaian diri, pemecahan masalah, kemampuan memanfaatkan sumber daya dalam menghadapi masalah, serta kepercayaan diri dan ketekunan. Instrumen yang digunakan telah memenuhi kriteria reliabilitas tinggi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor resiliensi akademik dari rata-rata 77 (kategori rendah) pada pretest menjadi 88 (kategori tinggi) pada posttest. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar 17,065 lebih besar daripada t tabel 4,303 dengan nilai signifikansi 0,003 (p < 0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima. Meskipun demikian, hasil ini perlu ditafsirkan secara hati-hati mengingat jumlah subjek yang sangat terbatas. Secara umum, temuan penelitian mengindikasikan bahwa konseling individual dengan teknik expressive writing berpotensi meningkatkan resiliensi akademik mahasiswa dan dapat menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling yang responsif terhadap kebutuhan emosional mahasiswa.
Analisis Kuantitatif Self-Efficacy, Parental Involvement, dan Learning Engagement pada Siswa Penerima Beasiswa Program Afirmasi Rohmah Lulu Fitriani; Ernest Ceti Septyanti
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.23777

Abstract

This study aimed to analyze the relationship and contribution of self-efficacy and parental involvement to the learning engagement of junior high school students participating in an affirmative program in Gunungpati District, Semarang City. A quantitative approach with a non-experimental causal design was employed. The study involved 169 students selected through purposive sampling. Data were collected using self-efficacy, parental involvement, and learning engagement scales that met validity and reliability requirements. Multiple linear regression was used for data analysis. The results showed that self-efficacy had a positive and significant effect on learning engagement (β = 0.452; p < 0.001; t = 7.154). Parental involvement also had a positive and significant effect on learning engagement (β = 0.374; p < 0.001; t = 5.488). Simultaneously, both variables made a significant contribution to learning engagement with a coefficient of determination (R²) of 0.459, indicating that 45.9% of the variance in learning engagement was explained by self-efficacy and parental involvement. These findings highlight the importance of internal and external factors in enhancing students’ learning engagement through self-efficacy development and school-parent collaboration._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dan kontribusi efikasi diri serta keterlibatan orang tua terhadap keterlibatan belajar siswa SMP penerima program afirmasi di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal non-eksperimental. Sebanyak 169 siswa dipilih sebagai responden melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala efikasi diri, keterlibatan orang tua, dan keterlibatan belajar yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan belajar (β = 0,452; p < 0,001; t = 7,154). Keterlibatan orang tua juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan belajar (β = 0,374; p < 0,001; t = 5,488). Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi signifikan dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,459, yang menunjukkan bahwa 45,9% variasi keterlibatan belajar dapat dijelaskan oleh efikasi diri dan keterlibatan orang tua. Temuan ini menegaskan pentingnya faktor internal dan eksternal dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa melalui penguatan efikasi diri dan kolaborasi sekolah dengan orang tua.
Efektivitas Konseling Catur Murti untuk Meningkatkan Self-Love Anak Difabel Bibir Sumbing di Kabupaten Pamekasan Halimatus Sakdiyah; Bakhrudin All Habsy; Denok Setiawati
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.23860

Abstract

Self-Love as a love of honor relies on a more complex cognitive structure where individuals must understand themselves as part of a social context with certain normative standards. This study aims to determine whether the data obtained from each variable is normally distributed or not, then a normality test is carried out. Calculating the normality test uses the Kolmogorov-Smirnov formula with a significance level of 100%. Complete analysis can be done using SPSS 22.00 on a Windows PC. This normality check uses pre- and post-test values. If the frequency distribution falls below 0.05, it is considered normal; if it falls above or below this threshold, it is abnormal. Self-Love Results in the experimental and control groups. The research method used in this study is a quasi-experimental method. The experimental approach in this study is an experiment. The dependent variable in this study is Self love. The independent variable in this study is Catur Murti Counseling. This study uses a sampling technique, namely cluster random sampling. This study was conducted at Waru Regional Hospital .Suggestions for the Health Department: Improve coordination with schools and the Education Department in providing medical and psychosocial support for children with cleft lip and palate._____________________________________________________________Self Love sebagai cinta kehormatan mengandalkan struktur kognitif yang lebih kompleks dimana individu harus memahami dirinya sebagai bagian dari konteks sosial dengan standar normatif tertentu.Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari setiap variabel berdistribusi normal atau tidak, maka dilakukan uji normalitas. Menghitung uji normalitas menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov dengan taraf signifikansi 100%. Analisis lengkap dapat dilakukan dengan menggunakan SPSS 22.00 pada PC Windows. Pemeriksaan normalitas ini menggunakan nilai pre dan post test. Jika distribusi frekuensi turun di bawah 0,05, itu dianggap normal; jika jatuh di atas atau di bawah ambang batas ini, itu tidak normal. Hasil Self-Love pada kelompok eksperimen dan kontrol. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu Pendekatan eksperimental pada penelitian ini adalah eksperimen  Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah Self love Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Konseling catur murti Penelitian ini menggunakan teknik sampling yaitu sampling random kelompok (Cluster Random Sampling).Penelitian ini dilakukan di RSUD waru, Saran untuk dinas Kesehatan: Meningkatkan koordinasi dengan sekolah dan Dinas Pendidikan dalam memberikan pendampingan medis dan psikososial bagi anak dengan sumbing bibir dan langit-langit.
Model Konseptual Intervensi Kesehatan Mental Berbasis AI-Cognitive Behavioral Therapy (AI-CBT) pada Generasi Z Annisa Fadillah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.23875

Abstract

This study aimed to develop a conceptual model of Artificial Intelligence–Cognitive Behavioral Therapy (AI-CBT) for Generation Z using a grounded theory approach. The study was motivated by the increasing prevalence of mental health issues, particularly anxiety and emotional regulation difficulties, associated with intensive digital technology use among Generation Z. A qualitative grounded theory design was employed to explore participants’ experiences and generate conceptual categories from the data. Participants included high school students, school counselors, and professional counselors selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis and analyzed using open, axial, and selective coding procedures. The findings revealed a core category: the need for adaptive, personalized, and technology-accessible mental health services. This category was connected to Generation Z characteristics, factors contributing to mental health problems, counseling service needs, CBT intervention components, and the role of Artificial Intelligence in counseling. These relationships formed the basis of the proposed AI-CBT model, which consists of three components: input (individual characteristics and psychological concerns), process (AI-supported CBT techniques, including chatbot interactions, automated cognitive restructuring, emotional monitoring, sentiment analysis, personalized feedback, and adaptive support), and output (improved emotional regulation and reduced anxiety). The study provides a foundation for developing and empirically testing technology-driven counseling interventions. _____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseptual Artificial Intelligence–Cognitive Behavioral Therapy (AI-CBT) bagi Generasi Z dengan menggunakan pendekatan grounded theory. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan kesehatan mental, khususnya kecemasan dan kesulitan regulasi emosi, yang berkaitan dengan intensitas penggunaan teknologi digital pada Generasi Z. Desain penelitian kualitatif grounded theory digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman partisipan dan menghasilkan kategori-kategori konseptual yang muncul dari data. Partisipan penelitian terdiri atas siswa sekolah menengah, guru bimbingan dan konseling, serta konselor profesional yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan prosedur open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian mengidentifikasi kategori inti berupa kebutuhan akan layanan kesehatan mental yang adaptif, personal, dan mudah diakses melalui teknologi. Kategori ini terhubung dengan karakteristik Generasi Z, faktor-faktor penyebab masalah kesehatan mental, kebutuhan layanan konseling, komponen intervensi CBT, serta peran kecerdasan buatan dalam proses konseling. Hubungan antarkategori tersebut membentuk model AI-CBT yang terdiri atas tiga komponen utama, yaitu input (karakteristik individu dan permasalahan psikologis), proses (penerapan teknik CBT berbantuan AI melalui chatbot, restrukturisasi kognitif otomatis, pemantauan emosi, analisis sentimen, umpan balik personal, dan dukungan adaptif), serta output (peningkatan regulasi emosi dan penurunan tingkat kecemasan). Temuan ini memberikan landasan bagi pengembangan dan pengujian empiris intervensi konseling berbasis teknologi.
Revolusi Digital dalam Layanan Konseling: Tinjauan Literatur Sistematis Dia Aubah Danila; Christina Ifanta Pratiwi
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24018

Abstract

Digital technology transformation has significantly reshaped counseling practices through the integration of tele-mental health, artificial intelligence (AI)-based chatbots, and interactive digital platforms. This study aimed to examine the development, effectiveness, and implementation challenges of digital technology in counseling services using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The review followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines and analyzed Scopus-indexed articles published between 2023 and 2026. The findings indicate that telecounseling and AI-based interventions enhance service accessibility, intervention efficiency, and user engagement. Digital technologies also support more responsive and sustainable counseling services through data-driven monitoring and intervention systems. However, several challenges remain, including concerns about data privacy and security, therapeutic relationship quality, algorithmic bias, and disparities in users’ digital literacy. The review further reveals that technology cannot fully replicate empathy and contextual understanding, which are essential components of effective counseling relationships. Therefore, the study highlights the importance of developing hybrid counseling models that combine technological efficiency with the relational strengths of human counselors to ensure effective, safe, and sustainable mental health services._____________________________________________________________Transformasi teknologi digital telah mengubah praktik konseling melalui integrasi tele-mental health, chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI), dan platform digital interaktif. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan, efektivitas, serta tantangan implementasi teknologi digital dalam layanan konseling melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses telaah dilakukan menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) terhadap artikel terindeks Scopus yang diterbitkan pada periode 2023–2026. Hasil sintesis menunjukkan bahwa telekonseling dan intervensi berbasis AI mampu meningkatkan aksesibilitas layanan, efisiensi intervensi, serta keterlibatan pengguna dalam proses konseling. Teknologi digital juga mendukung pengembangan layanan yang lebih responsif dan berkelanjutan melalui sistem pemantauan dan intervensi berbasis data. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti isu privasi dan keamanan data, kualitas hubungan terapeutik, bias algoritma, serta kesenjangan literasi digital pengguna. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknologi belum mampu sepenuhnya menggantikan aspek empati dan pemahaman kontekstual yang menjadi inti hubungan konseling. Oleh karena itu, pengembangan layanan konseling digital perlu diarahkan pada model konseling hibrida yang mengintegrasikan efisiensi teknologi dengan kekuatan relasional konselor untuk mewujudkan layanan kesehatan mental yang efektif, aman, dan berkelanjutan.
Pemetaan Psychological Well-Being Mahasiswa pada Perguruan Tinggi di Kota Banjarmasin: Analisis Berdasarkan Dimensi Ryff Rizqi Amalia Aprianty; Muhammad Arsyad; Nurhaliza Nurhaliza
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24152

Abstract

Psychological well-being is an important aspect for college students because it relates to an individual’s ability to cope with various academic and social demands during their college years. The various pressures experienced by students can affect their psychological condition and overall well-being. This study aims to determine the profile of psychological well-being among college students in Banjarmasin. This study employs a quantitative approach using a descriptive survey design. The study sample consisted of 120 students from several universities in Banjarmasin City, selected using purposive sampling. Data collection was conducted online using Ryff’s Scales of Psychological Well-Being, adapted from Khumayroh’s study. The research instrument consisted of 36 statement items with a reliability coefficient of 0.906. Data analysis was performed using descriptive statistics. The results of the study indicate that the psychological well-being of students in Banjarmasin City is generally in the moderate category. Based on the dimensional analysis, life purpose is the dimension with the highest category, while self-acceptance and personal growth are in the lowest category. These findings suggest that students already have a fairly good sense of direction and life purpose; however, they still need to improve their ability to accept themselves and develop their potential optimally to achieve better psychological well-being.____________________________________________________________________Psychological well-being merupakan aspek penting bagi mahasiswa karena berkaitan dengan kemampuan individu dalam menghadapi berbagai tuntutan akademik maupun sosial selama menjalani kehidupan perkuliahan. Berbagai tekanan yang dialami mahasiswa dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kesejahteraan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada mahasiswa di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 120 mahasiswa yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Kota Banjarmasin dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Ryff’s Scales of Psychological Well-Being yang diadaptasi dari penelitian Khumayroh. Instrumen penelitian terdiri dari 36 item pernyataan dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,906. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological well-being mahasiswa di Kota Banjarmasin secara umum berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis dimensi, tujuan hidup merupakan dimensi dengan kategori tertinggi, sedangkan penerimaan diri dan pertumbuhan pribadi berada pada kategori terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki arah dan tujuan hidup yang cukup baik, namun masih perlu meningkatkan kemampuan menerima diri serta mengembangkan potensi diri secara optimal guna mencapai kesejahteraan psikologis yang lebih baik.
Pengaruh Father Involvement Terhadap Self-Confidence Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Hasmi Amalia; Muhammad Arsyad; Ali Rachman
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24231

Abstract

This study was motivated by the low level of self-confidence among junior high school students, characterized by a lack of courage in expressing opinions, withdrawal from social environments, and low confidence in personal abilities. This study aimed to analyze self-confidence and father involvement and to examine the effect of father involvement on self-confidence among students at SMP Negeri 8 Banjarmasin. A quantitative correlational design was employed, involving 267 students selected through a simple random sampling technique. Data were collected via questionnaires that had been tested for validity and reliability, and subsequently analyzed using descriptive statistics and simple linear regression with SPSS version 31. The analysis revealed that the majority of students displayed a moderate level of self-confidence (78.3%) and a moderate level of father involvement (72.7%). The results of the regression test indicated that father involvement significantly influenced students’ self-confidence, with a p-value of 0.002 and a contribution of 3.7% (R Square = 0.037). The positive association suggested that higher levels of father involvement were linked to greater student self-confidence. Therefore, while father involvement plays a role in developing students’ self-confidence, its overall impact remains relatively modest. _____________________________________________________________Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya tingkat kepercayaan diri siswa SMP yang ditandai dengan kurang berani mengemukakan pendapat, menarik diri dari lingkungan sosial, dan kurang yakin terhadap kemampuan diri. Penelitian ini berupaya guna menelaah self-confidence serta father involvement serta menguji dampak father involvement atas self-confidence pada siswa SMP Negeri 8 Banjarmasin. Penelitian mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional pengaruh. Sampel penelitian berjumlah 267 siswa yang dipilih mempergunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilaksanakan mempergunakan angket yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisis mempergunakan analisis deskriptif kuantitatif serta regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 31. Temuan mengindikasikan mayoritas siswa mempunyai tingkat self-confidence kategori sedang tercatat 78,3% serta father involvement kategori sedang 72,7%. Temuan uji regresi linear sederhana mengindikasikan father involvement berdampak signifikan atas self-confidence dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05 serta kontribusi 3,7% (R Square = 0,037). Arah korelasi positif mengindikasikan semakin tinggi father involvement maka semakin tinggi pula self-confidence siswa. Dengan demikian, keterlibatan ayah berperan dalam perkembangan kepercayaan diri siswa meskipun pengaruhnya relatif rendah.
Hubungan antara Self-Esteem dan Self-Compassion dengan Optimisme Mahasiswa Syaira Princy Auranurani; Edwindha Prafitra Nugraheni
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24276

Abstract

Optimism is an important psychological resource for university students in dealing with academic demands, developmental transitions, and future preparation. Optimism is influenced by various internal factors, including self-esteem and self-compassion. This study aimed to examine the relationship between self-esteem and self-compassion with optimism among university students. This study employed a quantitative approach with a correlational design involving 418 active students at Universitas Negeri Semarang selected through random sampling. Data were collected using the Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Compassion Scale–Short Form, and Revised Life Orientation Test, and were analyzed using multiple linear regression. The findings showed that self-esteem and self-compassion simultaneously had a significant relationship with optimism (R² = 0.715; p < 0.01). Partially, self-esteem had a positive and significant relationship with optimism (β = 0.532; p < 0.01), and self-compassion also showed a positive and significant relationship with optimism (β = 0.362; p < 0.01). These findings indicate that positive self-evaluation and the ability to accept oneself adaptively play important roles in shaping students’ positive expectations toward the future. _____________________________________________________________Optimisme merupakan salah satu sumber daya psikologis yang penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik, transisi perkembangan, dan persiapan masa depan. Optimisme dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, di antaranya self-esteem dan self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan self-esteem dan self-compassion dengan optimisme pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 418 mahasiswa aktif Universitas Negeri Semarang yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Compassion Scale–Short Form, dan Revised Life Orientation Test, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem dan self-compassion secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan optimisme (R² = 0,715; p < 0,01). Secara parsial, self-esteem memiliki hubungan positif dan signifikan dengan optimisme (β = 0,532; p < 0,01), demikian pula self-compassion yang juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan optimisme (β = 0,362; p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi diri yang positif dan kemampuan menerima diri secara adaptif berperan penting dalam membentuk harapan positif mahasiswa terhadap masa depan.
Faktor yang Mempengaruhi Regulasi Emosi Siswa SD dalam Menghadapi Perundungan: Kajian Literatur Sistematis Annisa Rizekiati; Nida Hasanati
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24343

Abstract

Bullying in elementary schools is a serious problem that has a negative impact on students’ mental health and academic performance. Emotional regulation skills are key for children in monitoring, evaluating, and modifying their emotional reactions when facing these psychosocial impacts. This study aims to investigate the dominant internal and external factors influencing emotional regulation in elementary school students, as well as to map the role of the school environment. The method used was a Systematic Literature Review (SLR) based on the Rayyan instrument, analyzing 27 relevant research journals from 2013 to 2026. The review results indicate that internally, this ability is influenced by students’ cognitive maturity, emotional awareness, and temperament. Externally, the family environment plays the most dominant role, where parental emotional warmth, parenting skills, and secure attachment significantly enhance children’s emotional regulation capacity. At school, the principal’s anti-bullying policies, along with teachers’ moral support and emotional literacy, contribute positively as protective factors. Various interventions such as psychoeducation, role-playing, and music therapy have also been proven effective in improving students’ emotional stability. This study concludes the importance of strong synergy between parents and educators to build a resilient emotional foundation for children. ____________________________________________________________________Perundungan di sekolah dasar merupakan masalah serius yang berdampak buruk terhadap kesehatan mental dan prestasi akademik siswa. Kemampuan regulasi emosi menjadi kunci utama bagi anak dalam memonitor, mengevaluasi, dan memodifikasi reaksi emosional saat menghadapi dampak psikososial tersebut. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi faktor internal dan eksternal dominan yang mempengaruhi regulasi emosi siswa sekolah dasar, serta memetakan peran lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis instrumen Rayyan terhadap 27 jurnal penelitian relevan dari rentang tahun 2013 hingga 2026. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa secara internal, kemampuan ini dipengaruhi oleh kematangan kognitif, kesadaran emosional, dan temperamen siswa. Secara eksternal, lingkungan keluarga memegang peranan paling dominan di mana kehangatan emosional orang tua, keterampilan pengasuhan, dan keterikatan aman secara signifikan meningkatkan kapasitas regulasi emosi anak. Di sekolah, kebijakan anti-perundungan kepala sekolah serta dukungan moral dan literasi emosi guru berkontribusi positif sebagai faktor pelindung. Berbagai intervensi seperti psikoedukasi, bermain peran, dan terapi musik juga terbukti efektif meningkatkan stabilitas emosi siswa. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya sinergi kokoh antara orang tua dan pendidik untuk membangun fondasi emosional anak yang tangguh.