cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
PERAN GURU BK DENGAN LAYANAN INFORMASI DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA BAGI SISWA KELAS X DI SMK TUNAS BANGSA Syarifah Raudatul Jannah; Gusti Irhamni; Zainal Fauzi
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.156 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i2.2523

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui layanan informasi yang berjalan saat ini dan untuk mengetahui peran layanan informasi dalam mengangani kenakalan remaja pada siswa kelas X SMK Tunas Bangsa. Desain penelitian  yang digunakan yaitu metode kualitatif.. Adapun jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini dengan lima orang siswa yaitu dengan meminta bantuan guru BK memilih beberapa siswa untuk mewawancara dan memberikan layanan informasi kepada lima orang siswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu wawancara, dan observasi. Dari hasil penelitian dapat ditari kesimpulan layanan informasi yang deiberikan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang kenakalan remaja terutama tentang informasi yang dibutuhkan dan bisa membantu siswa dalam mengambil keputusan yang tepat dan ditemukannya bentuk kenalakan remaja yang ada di SMK Tunas Bangsa yaitu terlambat masuk sekolah, membolos, menyontek dan melanggar peratusan sekolah. Sarannya untuk guru bimingan konseling diharapkan lebih memberikan informasi sebnyak-banyaknya kepada siswa terkait dengan kenakalan remaja. ___________________________________________________________________ The purpose of this study was to determine information services currently running and to determine the role of information services in dealing with juvenile delinquency in class X SMK Tunas Bangsa students. The research design used is a qualitative method. The number of samples needed in this study with five students, namely by asking the guidance counselor to select several students to interview and provide information services to five students. The data analysis techniques used were interviews and observation. From the research results can be drawn the conclusion of the information services provided to provide understanding to students about juvenile delinquency, especially about the information needed and can help students in making the right decisions and finding forms of adolescent acquaintance in SMK Tunas Bangsa, namely late entry to school, truancy, cheating and violating school requirements. The suggestion for counseling guidance teachers is that it is hoped that they will provide as much information as possible to students regarding juvenile delinquency. 
PERAN LITERASI KESEHATAN MENTAL TERHADAP INTENSITAS PERILAKU PENCARIAN PERTOLONGAN DI KALANGAN ANAK JALANAN KOTA PALEMBANG Indra Prapto Nugroho; Angeline Hosana Zefany Tarigan; Muhammad Zainal Fikri
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.818 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i2.3528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peran literasi kesehatan mental terhadap intensitas perilaku pencarian pertolongan pada anak jalanan di kota Palembang. Hipotesis penelitian ini adalah ada peran literasi kesehatan mental terhadap intensitas perilaku pencarian pertolongan. Penelitian ini menggunakan partisipan sebanyak 150 anak jalanan berusia 6-17 tahun yang masih memiliki keluarga dan bekerja di jalanan kota Palembang serta menggunakan 50 anak jalanan sebagai partisipan uji coba. Teknik sampling yang digunakan adalah insidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala literasi kesehatan mental dan perilaku pencarian pertolongan yang mengacu pada alat ukur Mental Health Literacy Questionnare (MHLQ) oleh Campos, Dias, Palha, Duarte, dan Veiga (2016) serta proses perilaku pencarian pertolongan dari Liang, Goodman, Tummala-Narra, dan Weintraub (2005). Analaisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai R square = 0,307, F = 65,645, dan p = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan mental memiliki peran signifikan terhadap perilaku pencarian pertolongan. Dengan demikian, hipotesis penelitian dapat diterima, dimana kontribusi literasi kesehatan mental terhadap perilaku pencarian pertolongan ialah sebesar 30,7%.___________________________________________________________________ This study aims to determine whether there is a role of mental health literacy toward help seeking behaviour intensity among street children in Palembang City. The hypotheses is there is a role of mental health literacy toward help seeking behaviour intensity. This study used 200 street children as participants with age between 6-17 years old who still has family and works on the Palembang city’s street and also used 50 street children as trial participants. The sampling technique was incidental sampling. The measurements used mental health literacy and help seeking behaviour scale. The data analysis used simple linier regression. The result of regression shows the value of R square = 0,307, F=65,645, and p=0,000. This means that mental health literacy has a significant role toward help seeking behaviour intensity. Thus, the study hypotheses is accepted, which the contribution of mental health literacy toward help seeking behaviour intensity  is 30,7%.
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA, PEMAHAMAN MATERI AQIDAH AKHLAK, DAN KEDISIPLINAN BELAJAR TERHADAP PERILAKU PESERTA DIDIK MTs NEGERI 1 SEMARANG Widya Novi Angga Dewi; Banun Sri Haksasi; Slamet Slamet
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.642 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i2.3876

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah pengaruh:  1)perhatian  orang tua terhadap perilaku keseharian peserta didik; 2)  pemahaman materi  aqidah  akhlak terhadap perilaku keseharian peserta didik;  3)  kedisiplinan belajar terhadap perilaku keseharian peserta didik; dan 4) perhatian orang tua, pemahaman materi aqidah akhlak, dan kedisiplinan belajar  terhadap  perilaku keseharian peserta didik MTs Negeri 1 Semarang.  Jenis penelitian  kuantitatif  dengan pendekatan eksplanatori bersifat  asosiatif.  Populasi seluruh peserta didik kelas VII  berjumlah 211 anak dengan sampel  5% melalui penerapan   monogram Harry King yang diperoleh 124 anak. Alat pengumpul data utama berupa instrumen angket untuk memperoleh jawaban  perhatian orang tua, materi pelajaran aqidah akhlak, kedisiplinan belajar, dan perilaku keseharian peserta didik.Teknik analisis data  digunakan regresi linier berganda dengan kesimpulan:  1) perhatian orang tua  memiliki  pengaruh   positif  dan   signifikan terhadap perilaku keseharian peserta didik; 2)  pemahaman materi aqidah akhlak  memiliki  pengaruh   positif  dan   signifikan terhadap perilaku keseharian peserta didik; 3) kedisiplinan belajar  memiliki  pengaruh   positif  dan   signifikan terhadap perilaku keseharian peserta didik; dan 4)  perhatian orang tua, pemahaman materi aqidah akhlak,  dan kedisiplinan belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap  perilaku keseharian peserta didik MTs Negeri 1 Semarang.___________________________________________________________________ The research problems in this study are the effects of: 1) parents' attention to the daily behavior of students; 2) understanding the material aqidah akhlak on the daily behavior of students; 3) discipline in learning about the daily behavior of students; and 4) parental attention, understanding of the material aqidah morals, and discipline in learning the daily behavior of students at MTs Negeri 1 Semarang. This type of quantitative research with an explanatory approach is associative. The total population of class VII students was 211 children with a sample of 5% through the application of the Harry King monogram obtained by 124 children. The main data collection tool is in the form of a questionnaire instrument to obtain answers to parents 'attention, subject matter for aqidah morals, learning discipline, and students' daily behavior. The data analysis technique used multiple linear regression with the following conclusions: 1) parental attention has a positive and significant effect on the daily behavior of students; 2) understanding the material of aqidah morals has a positive and significant effect on students' daily behavior; 3) discipline learning has a positive and significant effect on students' daily behavior; and 4) parental attention, understanding of the material aqidah morals, and discipline learning have a positive and significant effect on the daily behavior of students at MTs Negeri 1 Semarang.  
KONTRIBUSI DUKUNGAN SOSIAL DAN EFIKASI DIRI TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 27 BANJARMASIN Noor Anida Rahmadina; Sulistiyana Sulistiyana; Muhammad Arsyad
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.762 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i2.3510

Abstract

Proktastinasi akademik merupakan suatu bentuk penundaan dalam menyelesaikan suatu tugas ataupun pekerjaan. Prokrastinasi akademik juga sudah menjadi problem  bagi banyak orang. Maka, tujuan pada penelitian ini ialah untuk mengetahui kontribusi antara dukungan sosial dan efikasi diri terhadap prokrastinasi akademik pada siswa kelas VII di SMP Negeri 27 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kontribusi. Alat pengumpulan data menggunakan angket dan teknik penarikan sampelnya menggunakan sampel jenuh yaitu mengambil sampel secara keseluruhan. Adapun sampel yang diambil sebanyak 193 orang siswa kelas VII di SMP Negeri 27 Banjarmasin. Dengan tekniki analisisi datal menggunakanl regresil lineari sederhanau dan regresio linieari iberganda. Hasil dari Teknikiuanalisisiodatai menggunakani9Uji Regresig LiniearuBergandal mendapatkani hasili bahwa nilai sig 0,000 > 0,05 dan nilai Fhitung 381,356 yang dinyatakan ada kontribusi yang signifikan antara dukungan sosial dan efikasi diri terhadap prokrastnasi akademik dikalangan siswa kelas VII di SMP Negeri 27 Banjarmasin. Adapun dari hasil analisis yang ditemukan menyatakan bahwa dukungan sosial dan efikasi diri memberikan kontribusi terhadap prokrastinasi akademik sebesar 80,1%.___________________________________________________________________ Academic procastination is a form of delay in completing a task or job. Academic procrastination has also become a problem for many people. So, the purpose of this study was to describe the social support and self-efficacy of academic procrastination in grade VII students at SMP Negeri 27 Banjarmasin. And to determine the contribution between social support and self-efficacy on academic procrastination in grade VII students at SMP Negeri 27 Banjarmasin. This study uses a quantitative approach with the type of research contribution. The data collection tool used a questionnaire and the sampling technique used saturated sample. The sample taken was 193 grade VII students at SMP Negeri 27 Banjarmasin. With data analysis techniques using simple linear regression and multiple linear regression.The results of the data analysis technique using the Multiple Linear Regression Test show that the sig value is 0.000> 0.05 and the Fcount value is 381.356 which states that there is aysignificantucontribution betweenusocial supportiuand self-efficacy on academicuiprocrastinationijamong seventh grade students at SMP Negeri 27 Banjarmasin. The results of the analysis found that social support and self-efficacy contributed 80.1%. Kata Kunci : Dukungan Sosial; Efikasi Diri; Prokrastinasi Akademik
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI WHATSAPP TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN SISWA TENTANG PENYALAHGUNAAN NAPZA DI SMP NEGERI 15 BANJARMASIN Rizma Yusnita; Muhammad Yuliansyah; Nurmiati Nurmiati
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.675 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i2.3261

Abstract

Konflik yang sering dialami dikalangan remaja adalah penyalahgunaan NAPZA, yang diantaranta Narkotika, Psikotropika dan Zat-zat Adikitif lainnya. Memakai Napza menimbukan perasaan enak, nikmat, senang, bahagia, tenang dan nyaman, tetapi dapat menimbulkan ketergantungan yang di tandai oleh dorongan untuk menggunakan Napza secara terus menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan apabila penggunaannya dikurangi atau dihentikan secara tiba-tiba, maka menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk: a) Untuk mengetahui bagaiman tingkatan pemahaman pada siswa tentang penyalahgunaan napza dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh bimbingan kelompok melalui whatsapp terhadap tingkat pemahaman siswa, b) Untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan bimbingan kelompok melalui whatsapp di SMPN 15 Banjarmasin. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah  metode pendekatakan kuantitatif. Desain dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kunatitatif. Karena hasilnya berupa angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penamiplan hasilnya. Populasi yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah kelas VIII F dengan jumlah 29 siswa/i. Sampel yang digunakan peneliti dalam penlitian ini berjumlah 12 siswa yang terdiri diantaranya 10 orang siswa laki-laki dan 2 orang siswa perempuan. Temuan pada penelitian menunjukan: a) terdapat peningkatan terhadap tingkat pemahaman siswa tentang penyalahgunaan NAPZA di SMP Negeri 15 Banjarmasin menggunakan layanan bimbingan kelompok melalui Whatsapp. b) layanan bimbingan kelompok melalui whatsapp secara signifikan memiliki pengaruh terhadap tingkat pemahaman siswa tentang penyalahgunaan NAPZA.___________________________________________________________________ Conflicts that are often experienced among adolescents are drug abuse, which is accompanied by Narcotics, Psychotropics and other Addictive Substances. Drug use leads to feelings of pleasure, pleasure, pleasure, happiness, calm and comfort, but it can cause dependency which is marked by the urge to use drugs continuously with increasing amounts to produce the same effect and if its use is reduced or stopped suddenly. , then cause physical and psychological symptoms that are typical.This study aints to: a) To find out how the level understanding of student about drug abuse and to determine whether there is influnce of group guidance through whatsapp on the level of student understanding, b)To determine the efffect of implementing group guidance through whatsapp at SMPN 15 Banjarmasin. In this study the method used by researchs is a quantitative approach method. The design in this research is descriptive quantitative. Because the results are in the form of numbers, starting from data collection, interpretation of the data, and analyzing the results. The population used by researchers in this study was class VIII F with a total of 29 student. The sample used by researchers in this study amounted to 12 students consisting of 10 male students and 2 female students. The finding of the study showed: a) there was an increase in the level of students understanding of drugs abuse in SMP 15 Banjarmasin using group guidance services through Whatsapp, b)group guidance services through Whatsapp significantly have an influence on students level of understanding about drug abuse.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MINAT SISWA MENGIKUTI KONSELING INDIVIDU DI KELAS VII B DAN D SMPN 15 BANJARMASIN Khairunnisa Khairunnisa; Muhammad Yuliansyah; Aminah Aminah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.25 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i2.3265

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa terhadap bimbingan dan konseling dengan minat siswa mengikuti layanan konseling individu di kelas VII B dan D SMPN 15 Banjarmasin. Latar belakang penelitian ini adalah adanya berbagai macam pandangan atau persepsi siswa terhadap BK di sekolah sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi minat siswa mengikuti layanan konseling individu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dengan menggunakan teknik analisis Pearson Product Moment pada program SPSS 26. Sampel yang di gunakan ada 52 orang dari jumlah populasi 60 orang siswa VII B dan VII D dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpul data menggunakan dua buah skala likert melalui kuesioner yang di sebar kepada siswa melalui link WhatsApp. Uji validitas kuesioner menggunakan Pearson Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi siswa terhadap bimbingan dan konseling dengan minat siswa mengikuti layanan konseling individu pada kelas VII B dan VII D SMPN 15 Banjarmasin dengan nilai signifikan 0,001 < 0,05 dan pearson correlation 0,448 > rtabel pada taraf 5% 0,273. Dengan demikian, hipotesis H1 di terima. Sehingga berarti bahwa persepsi siswa terhadap bimbingan dan konseling memiliki hubungan dengan minat siswa mengikuti layanan konseling individu.__________________________________________________________________The purpose pf this study was to determine the relationship between students perceptions of guidance and counseling with student interest in participating in individual counseling services in class VII B and D SMPN 15 Banjarmasin. The background of this research is the existence of a variety of views or perceptions of students towards BK in school so that it affects student interest in participating in individual counseling. This research is a quantitative design using pearson product moment analysis techniques in the SPSS 26 program. The sample used was 52 people from a population of 60 students of class VII B and D with simple random sampling technique. The data collection technique used two Likert scales through a questionnaire distributed to student via the WhatsApp Link. The questionnaire validation and the reliability test uses Cronbach Alpha. The results showed that there was a significant positive relationship between student perception of guidance and counseling with student interest in participating in individual counseling services in class VII B and VII D of SMPN 15 Banjarmasin with a significant value 0f 0,001 < 0,05 and pearson correlation 0,448 > rtable at 5% level 0,273. Thus, the H1 hypothesis is accepted. So that means that student perceptions of guidance and counseling have a relationship with the interests of student following individual counseling services.
HUBUNGAN ANTARA SELF CONTROL DAN SELF ESTEEM DENGAN PERILAKU MENYONTEK PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI YOGYAKARTA Eko Perianto
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 7, No 1 (2021): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.495 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v7i1.4884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan negatif antara kontrol diri terhadap perilaku mencontek dan harga diri terhadap perilaku mencontek pada peserta didik Sekolah Menengah Pertama di Yogyakarta. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Stratified Random Samplin. Sampel dalam penelitian ini yaitu 25 % dari jumlah populasi yaitu 64 orang. Teknik dalam pengambilan data dengan menggunakan skala kontrol diri, skala harga diri dan skala perilaku mencontek. Teknik analisis dalam penelitian ini dengan menggunakan Analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pada hipotesis Pertama menunjukkan bahwa antara kontrol diri (self control) dengan perilaku mencontek (cheating behavior) dinyatakan signifikan dengan nilai r = -0,407 (p<0,05). Menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri (self control) dengan perilaku mencontek (cheating behavior). (2) Pada hipotesis kedua menunjukkan bahwa antara harga diri (self esteem) dengan perilaku mencontek (cheating behavior) dinyatakan signifikan  dengan nilai   r = -0,541 (p<0,05). Menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara harga diri (self esteem)  dengan perilaku mencontek (cheating behavior)._______________________________________________________________This study aims to determine whether there is a negative relationship between self-control on cheating behavior and self-esteem on cheating behavior among junior high school students in Yogyakarta. Sampling in this study using a Stratified Random Samplin. The sample in this study is 25% of the total population, namely 64 people. Techniques in collecting data using a scale of self-control, a scale of self-esteem and a scale of cheating behavior. The analysis technique in this research is using correlation analysis. The results showed that (1) The first hypothesis shows that between self-control and cheating behavior is significant with a value of r = -0.407 (p <0.05). This shows that there is a significant negative relationship between self-control and cheating behavior. (2) The second hypothesis shows that self-esteem and cheating behavior are significant with a value of r = -0.541 (p <0.05). It shows that there is a significant negative relationship between self-esteem and cheating behavior. For further researchers, they can develop further with regard to testing hypotheses with the variable cheating behavior on other variables. Where there are other factors that can influence it so that further research can be carried out in depth by further researchers. 
STUDI FENOMENOLOGI MOTIVASI KEBUTUHAN PENGGUNAAN TIK-TOK DALAM PERKEMBANGAN KEMATANGAN SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR Miranti Widi Andriani
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 7, No 1 (2021): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.879 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v7i1.4217

Abstract

Maraknya penggunaan apikasi Tik-Tok para siswa sekolah dasar tak luput dari peranan motivasi yang menggerakkan perilaku untuk mencapai tujuan tertentu. Perkembangan sosial anak sekolah dasar dalam menunjukkan kemampuan menempatkan diri sebagai individu dalam kelompok bermain, memahami lingkungan sosial yang berpusat pada teman sebaya. Tujuan penelitian untuk menggambarkan pandangan, sikap dan perilaku penggunaan aplikasi Tik-Tok yang berdasar pada motivasi kebutuhan Maslow dalam perkembangan kematangan sosial. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif pendekatan fenomenologi. Hasil temuan: 1) perilaku dalam pemenuhan kebutuhan fisiologis menggambarkan kemampuan anak dalam menganalisis situasi belum menunjukkan kematangan sosial, 2) kekhawatiran anak terhadap larangan penggunaan gawai menunjukkan belum terpenuhinya kebutuhan rasa aman sehingga membuat tingkat kematangan emosi anak menjadi rendah dan berpengaruh pada kematangan sosial, 3) Mempererat persahabatan sebagai tujuan bermain Tik-Tok adalah cara anak memenuhi kebutuhan kasih sayang dengan teman. Anak yang diterima kelompok, kematangan sosialnya akan baik, 4) kematangan sosial dapat dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan diri untuk dihargai. Sehingga memunculkan perilaku keamampuan agar diterima kelompok, 5) berperilaku konsisten dan bersungguh-sungguh dalam menunjukkan kemampuan diri, hal ini akan berkaitan dengan keinginan dihargai dan diakui kemampuan dirinya sebagai wujud aktualisasi diri. Simpulan dari penelitian ini adalah motivasi kebutuhan dalam penggunaan aplikasi Tik-Tok dapat menjadi sumber dorongan perilaku dan kematangan sosial.______________________________________________________________ The widespread use of Tik-Tok application for elementary school students cannot be separated from the role of motivation that drives behavior to achieve certain goals. The social development of elementary school children in the Competency Standards for the Independence of Learners is at maturity relationships with peers (social environment). The research objective is to describe the views, attitudes and behavior of using the Tik-Tok application based on Maslow's motivational needs in the development of social maturity. This study used a qualitative design with a phenomenological approach. The findings: 1) the fulfillment of physiological needs behavior describes the ability to analyze situations that indicate social maturity, 2) refers to the prohibition on the use of devices that indicates the fulfillment of the need for security so that the emotional maturity level of the child becomes low and affects social maturity, 3) Strengthens friendship as the goal of playing Tik-Tok is a way for children to meet their needs for affection with friends. Children who are accepted by the group will have good social maturity, 4) social maturity can be realized by self-fulfillment. So that the ability to be accepted, 5) behave consistently and seriously in showing self-ability, this will be related to his desire and ability as a form of self-actualization. The conclusion from this research is the motivation needs in using the Tik-Tok application can be a source of behavior and social maturity.
PENGEMBANGAN INVENTORI KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESIF SISWA SMP Fadhlina Rozzaqyah; Silvia AR; Nur Wisma
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 7, No 1 (2021): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.665 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v7i1.4463

Abstract

Agresivitas adalah tindakan seseorang dalam menyakiti orang atau benda lain. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan inventori kecenderungan perilaku agresif peserta didik yang valid dan reliabel sehingga dapat digunakan sekolah dan atau konselor sekolah dalam mengidentifikasi kecenderungan siswa dalam bertindak agresif. Penelitian ini melibatkan 312 (70 orang pada uji tahap 3, 242 pada uji tahap 4) yang dipilih secara acak pada sekolah menengah pertama di Kabupaten Kayu Agung. Pengembangan inventori kecenderungan perilaku agresif menggunakan metode research and development dengan 5 tahap pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implement, dan evaluation). Hasil penelitian pada tahap 3 menunjukkan seluruh item valid dengan nilai alpha cronbach’s sebesar 0.778. Namun pada uji reliabilitas product moment ditemukan 6 item tidak reliabel sehingga dilakukan perbaikan konteks item pada 5 item dan 1 item dieliminasi. Sedangkan pada uji tahap 4 ditemukan 34 item dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai alpha cronbach’s sebesar 0,858. Oleh karena itu inventori kecenderungan perilaku agresif telah teruji keterandalannya dan dapat dipublikasikan agar dapat digunakan oleh sekolah terutama konselor sekolah.______________________________________________________________ Aggressiveness is the act of a person hurting another person or object. This study aims to produce a valid and reliable inventory of aggressive behavior tendencies so that it can be used school or school counselors in identifying students' tendencies to act aggressively. This study involved 312 (70 studenst in the stage 3 test, 242 in the stage 4 test) randomly selected students in middle school in Kayu Agung Regency. The development of an aggressive behavior inventory uses the research and development method with 5 ADDIE development stages (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The results of the research in stage 3 showed all valid items with a Cronbach's alpha value of 0.778. However, in the product-moment reliability test, it was found that 6 items were not reliable so that the context of the items was corrected for 5 items and 1 item was eliminated. In the stage 4 test, 34 items were found to be valid and reliable with a Cronbach's alpha value of 0.858. Therefore, the inventory of aggressive behavior has been proven reliable and can be published so that it can be used by schools, especially school counselors.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI VERBAL DENGAN METODE BRAINSTORMING PADA SISWA KELAS X PEMASARAN SMK KARTINI JEMBER Muhammad Thoriq Aziz Alfiyansyah; Arifin Nur Budiono; Fakhruddin Mutakin
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 7, No 1 (2021): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.555 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v7i1.4945

Abstract

Kemampuan komunikasi verbal memiliki fungsi menciptakan komunikasi yang efektif dalam bidang pemasaran. Berdasarkan penelitian awal, ditemukan fenomena kemampuan komunikasi verbal siswa yang rendah misalnya siswa sulit mengungkapkan pendapat dalam bentuk verbal dan tidak mampu menyalurkan idenya yang dimiliki sehingga kemampuan komunikasi verbalnya dirasa masih kurang. Sedangkan bidang pemasaran atau marketing dituntut untuk memasarkan produk yang ia miliki dan menjalin komunikasi yang baik dengan klien. Teknik brainstorming adalah teknik yang dapat membantu siswa atau peserta didik dalam mengasah kemampuan khususnya kretifitas dalam mengolah kata atau kosakata dalam penyampaian pendapat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dan konseling (PTBK) yang bertujuan untuk  mengetahui peningkatan kemampun berkomunikasi verbal dengan metode brainstorming. Adapun responden yang terlibat 10 siswa dari 37 siswa yang diambil secara purposive sampling dengan kreteria siswa yang memiliki kemampuan komunikasi verbal rendah. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan  komunikasi verbal melalui metode brainstorming. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan, angket. Sedangkan tekhnik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan komunikasi verbal siswa melalui metode brainstorming skor pada pra-tindakan 45,2 pada siklus I pertemuan pertama rata-rata skor 50,9 pada pertemuan kedua rata-rata skor 58,2 dan pada siklus II pasca-tindakan terdapat peningkatan pada pertemuan pertama dengan rata-rata skor 72,3 dan pada pertemuan kedua rata-rata skor 77,4 kategori tinggi pada pasca-tindakan.________________________________________________________________Verbal communication skills have possible communication functions in the field of marketing. In the early research, it was found that the phenomenon of low verbal communication skills of students such as rough students in the form of oral and incapable of channeling ideas which is capable of verbal communication is still felt less. While the field of marketing or regional marketing to market the products that he has and establish good communication with clients. Brainstorming technique is a technique in which the village or learners in silan figures, especially creativity in processing words or vocabulary in the sub-district opinion. This research is a funding and abuse research initiative (PTBK) that aims to disseminate the ability to communicate verbally with brainstorming methods. The tersotal attracted 10 students out of 37 students who conducted purposive sampling with student creteria where verbal communication skills were low. The purpose of this research is to improve verbal communication skills through brainstorming methods. Which method of data collection in this study is how to observe and, questionnaire. While the technical data analysis using qualitative descriptive. The results showed that there was an improvement in students' verbal communication skills through the brainstorming method score at pre-action of 45.2 in the first meeting cycle averaging a score of 50.9 at the second meeting averaging a score of 58.2 and in cycle II post-action there was an increase in the first meeting with an average score of 72.3 and in the second meeting an average score of 77.4 in the post-action.

Page 9 of 25 | Total Record : 246