cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): Agustus" : 9 Documents clear
E-MODUL SINTAKSIS SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN KESADARAN SINTAKSIS MAHASISWA Sutrisna, Deden; Ansori, Yoyo Zakaria
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i2.5445

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan diperguruan tinggi wilayah 3 Cirebon. Tujuan penelitian iniadalah mengembangkan e-modul sintaksis bahasa Indonesiauntuk menumbuhkan kesadaran sintaksis pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI)di wilayah 3 Cirebon. Penelitian ini baru sampai pemaparan urgensi dikembangkannya e-modul sintaksis dari berbagai kajian literatur serta konsepkesadaranyang mendasari dikembangkannya e-modulsintaksis ini serta hasilpenelitian berupa tahapeksplorasi.Berdasarkan hasil eksplorasi studi pustaka,pengembangan kemampuan sintaksis dalam bahasa Indonesia merupakan hal yang penting bagi mahasiswa. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan selama satu minggu, yaitu pada bulan November 2023 di perguruan tinggi di wilayah 3 Cirebon, diperoleh fakta bahwa belum ada modul elektronik pada mada kuliah sintaksis bahasa Indonesia yang digunakan sebagai acuan dalam proses belajar mengajardi perguruan tinggisehingga perlu dikembangkan e-modul sebagai upaya menumbuhkan kesadaran sintaksis mahasiswa.Kata kunci: e-modul, sintaksis, bahasa Indonesia, kesadaran sintaksisThis research was carried out in Cirebon Region 3 universities. The aim of this research is to develop an Indonesian syntax e-module to foster syntactic awareness in students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program (PBSI) in region 3 Cirebon. This research has only just explained the urgency of developing a syntax e-module from various literature studies as well as the concept of awareness that underlies the development of this syntax e-module as well as the results of the research in the form of an exploration stage. Based on the results of the exploration of the study literature, developing syntactic abilities in Indonesian is an important thing for students. Based on the results of a survey that was carried out for one week, namely in November 2023 at universities in region 3 Cirebon, it was found that there were no electronic modules in Indonesian syntax courses that were used as a reference in the teaching and learning process at universities, so it was necessary to develop e- module as an effort to raise students' syntactic awareness.Key words: e-module, syntax, Indonesian, syntactic awareness
PERAN PENERJEMAH TERSUMPAH DALAM KONTRAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL Priyanto, Imam Jahrudin; Sidik, Jafar; Rozali, Asep; Putri, Rahmatilla Aryani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i2.5964

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendalami peran penerjemah tersumpah (sworn translator) dalam kontrak dagang internasional. Pengalihbahasaan naskah-naskah kontrak kerja sama bisnis internasional sepatutnya dilakukan penerjemah tersumpah karena penerjemahan naskah-naskah penting tersebut memerlukan kecermatan dan akurasi tinggi.   Penerjemah tersumpah pasti sudah lulus dari berbagai ujian atau saringan yang sangat ketat. Akurasi penerjemahan tak bisa ditawar-tawar lagi karena kekeliruan penerjemahan pasti akan menjadi masalah besar dalam proses dagang atau bisnis, apalagi pada level internasional. Hal lain yang diharapkan dari penerjemah tersumpah ialah kemampuannya menjaga rahasia institusi atau perusahaan. Selain itu, penerjemah tersumpah juga memiliki kode etik yang harus ditaati dan selama ini jarang terjadi pelanggaran atas kode etik tersebut. Hasil kerja para penerjemah tersumpah pun bernomor, dicap oleh penerjemah tersumpah, dan dilaporkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sehingga pertanggungjawabannya lebih terjamin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dan yuridis-normatif dengan  menggunakan data kepustakaan (library research) dan wawancara (interview) dengan ahlinya (purposive sampling). Wawancara dilakukan dengan mengundang seorang penerjemah tersumpah yang juga ketua umum Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) dalam diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) secara hibrid. Penerjemah tersumpah tersebut sangat berpengalaman dan kemampuannya pun sudah sangat teruji. Intinya, peran penerjemah tersumpah makin diperlukan dalam era globalisasi ini karena makin banyak naskah perjanjian dagang internasional yang harus dialihbahasakan secara akurat dan sahih untuk menjaga keberlangsungan bisnis secara internasional.Kata Kunci: Penerjemah, Tersumpah, Kontrak, Dagang, Internasional This research aims to explore the role of sworn translators in international trade contracts. The translation of international business cooperation contract texts should be carried out by sworn translators because translating these important texts requires high precision and accuracy. Sworn translators must have passed various very strict tests. Translation accuracy is non-negotiable because translation errors will definitely become a big problem in trade or business processes, especially at the international level. Another thing that is expected from a sworn translator is the ability to maintain institutional or company secrets. Apart from that, sworn translators also have a code of ethics that must be adhered and so far violations of this code of ethics have rarely occurred. The work of sworn translators is also numbered, stamped by the sworn translator, and reported to the Ministry of Law and Human Rights so that accountability is more guaranteed. This research uses descriptive-analytical and juridical-normative methods using library research and interviews with experts (purposive sampling). The interview was conducted by inviting a sworn translator who is also the chairman of the Indonesian Translators Association (HPI) in a hybrid focused group discussion (FGD). This sworn translator is very experienced and his abilities have been highly tested. Apart from that, input and suggestions from the audience who are very interested in the work of sworn translators are also accommodated. In essence, the role of sworn translators is increasingly necessary in this era of globalization because more and more international trade agreement texts must be translated accurately and validly to maintain international business continuity.Keywords: Sworn, Translator, International, Trade, Contract
PENGEMBANGAN LEMBAR KINERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERMUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA TEKS BIOGRAFI BERBANTUAN APLIKASI S.ID Kartiwi, Yesi Maylani; Azzahra, Iis Siti Salamah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i2.5853

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan menghadirkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang menarik sekaligus dapat menjadi media yang menguatkan nilai-nilai Pancasila. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan LKPD berbasis profil pelajar Pancasila melalui aplikasi S.ID. LKPD ini penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan akses mudah bagi peserta didik. Aplikasi S.ID memungkinkan pembuatan LKPD yang interaktif dengan beragam konten seperti teks, gambar, audio, video, serta aplikasi tersemat. Aplikasi S.ID merupakan platform gratis yang mudah dan lengkap untuk membuat microsite. Penggunaan aplikasi ini membuat LKPD lebih menarik dan dapat diakses dengan mudah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode pengembangan (Research and Depelopment) dan metode penelitiannya menggunakan penelitian pengembangan dengan desain 4-D.  Data dikumpulkan melalui studi literatur, desain LKPD berbasis Profil Pelajar Pancasila, dan uji coba produk. Validasi oleh ahli menunjukkan tingkat persetujuan sebesar 94,06%, sedangkan hasil uji coba produk mencapai 93%. Hasil penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran menjadi lebih menarik, efektif, dan efisien, khususnya untuk peserta didik SMA dengan penguatan karakter Pancasila.
BENTUK-BENTUK DISKRIMINASI DALAM NOVEL LUSI LINDRI KARYA Y.B. MANGUNWIJAYA: TINJAUAN ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS Puspito, Pitrus
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i2.5337

Abstract

Fokus penelitian ini adalah diskriminasi terhadap perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk diskriminasi terhadap perempuan dalam novel Lusi Lindri karya Y. B. Mangunwijaya. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa kalimat, rangkaian kalimat atau paragaraf dianalisis dengan teori analisis wacana kritis Sara Mills. Secara umum model analisis wacana kritis Sara Mills menekankan pada wacana mengenai feminis untuk melihat bagaimana posisi wanita ditampilkan dalam teks. Posisi-posisi yang dimaksud Sara Mills, yaitu dalam arti siapa yang menjadi subjek-objek penceritaan serta posisi pembaca dalam wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan ada 4 bentuk diskriminasi dalam novel Lusi Lindri karya Y.B. Mangunwijaya, yakni diskriminasi subordinasi, diskriminasi prostitusi, diskrimimasi stereotipe, dan diskriminasi kekerasan fisik. Bentuk-bentuk diskriminasi tersebut ditampilkan sebagai posisi subjek, posisi objek, dan posisi pembaca yang sesuai dengan teori analisis wacana Sara Mills. Hasil penelitian ini juga menunjukkan sikap afirmasi Y.B. Mangunwijaya terhadap posisi perempuan yang mendapat diskriminasi dari laki-laki.Kata kunci: Diskriminasi, Lusi Lindri, Analisis Wacana Kritis Sara Mills The focus of this research is discrimination against women. This study aims to analyze forms of discrimination against women in the novel Lusi Lindri by Y. B. Mangunwijaya. This research uses a qualitative descriptive methodology. Research data in the form of sentences, series of sentences or paragraphs were analyzed using Sara Mills' critical discourse analysis theory. In general, Sara Mills' critical discourse analysis model emphasizes discourse about feminists to see how the position of women is presented in the text. The positions referred to by Sara Mills, namely in terms of who are the subjects of the narrative and the position of the reader in the discourse. The results showed that there were 4 forms of discrimination in the novel Lusi Lindri by Y.B. Mangunwijaya, namely discrimination of subordination, discrimination of prostitution, discrimination of stereotypes, and discrimination of physical violence. These forms of discrimination are presented as subject position, object position, and reader position in accordance with Sara Mills' discourse analysis theory. The results of this study also show that Y.B. Mangunwijaya towards the position of women who are discriminated against by men.Keywords: Discrimination, Lusi Lindri, Critical Discourse Analysis Sara Mills
IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA DIALOG DALAM NOVEL THE KING’S CURSE KARYA PHILIPPA GREGORY Fitriani, Nurul; Pratama, Yoga; Fridolini, Fridolini
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i2.5711

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, peran kita sebagai pengguna bahasa adalah hal yang tak bisa terlepas dari diri kita. Di segala lini kehidupan, kita membutuhkan bahasa guna berkomunikasi dengan orang lain: dengan keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, dan lainnya. Kajian pragmatik selalu tertarik dalam menggali lebih dalam mengenai fenomena penggunaan bahasa tersebut. Salah satu hal yang disorot dalam kajian ilmu ini adalah mengenai ujaran yang kita sampaikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam suatu percakapan. Artinya, kita tidak selamanya menyampaikan sesuatu secara terang-terangan, bahwa dalam konteks tertentu, terdapat maksud tersembunyi yang kita sisipkan dalam ujaran. Pragmatik menyebut hal itu dengan implikatur. Studi ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai penggunaan implikatur dalam suatu karya sastra. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Teknik pemercontohan bertujuan digunakan sebagai teknik pengumpulan data, dan data yang digunakan untuk analisis adalah ujaran yang disampaikan tokoh dalam novel. Hasil studi menunjukkan bahwa dalam novel The King’s Curse, yang ditulis oleh Gregory, ditemukan dua jenis implikatur yang digunakan oleh para tokoh di novel ini. Jenis implikatur tersebut adalah implikatur percakapan umum dan khusus. Dua jenis itu digunakan secara berbeda, bergantung kepada konteks situasi tertentu yang melatarbelakangi percakapan yang dilakukan tokoh dalam novel ini.Kata kunci: konteks, implikatur percakapan umum, implikatur percakapan khusus, novel. In daily life, our role as language user is something that is inseparable. In every part of our life, we need language to help us communicating to other people: to your family, friends, neighbors, co-workers, and others. Pragmatics is always interested to dig deeper on the phenomenon of the language use in our daily conversation. One of the things highlighted in this linguistics branch is that how people, in fact, utter something both directly and indirectly in their conversation. It means that, we do not only say something straightforward, but, in some particular context, our hidden intention is being inserted in our utterance. Pragmatics calls it implicature. This study aims to give a comprehensive outline of the use of implicature found in a literary work. The study used qualitative approach, with content analysis method. The researchers used purposive sampling as the data collection technique, and the data used in this study are utterances of the characters found in the novel. The result of the study shows that in The King’s Curse novel written by Gregory, there are two types of implicature used by the characters of the novel. They are generalized and particularized conversational implicature. Both types are used differently, as there is particular situational context as the backstory.Keywords: context, generalized conversational implicature, particularized conversational implicature, novel.
POTENSI PELANGGARAN UU ITE PADA KOMENTAR WARGANET DI AKUN GIBRAN RAKABUMING RAKA : KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK Alfien, Moh. Fajrul; Saddhono, Kundharu
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i2.5799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi pelanggaran UU ITE pada komentar warganet di akun Instagram Gibran Rakabuming Raka. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Sumber data pada penelitian ini ialah akun Instagram calon Wakil Presiden Republik Indonesia yang berkontestasi pada Pilpres 2024 yaitu Gibran Rakabuming Raka. Data pada penelitian ini berupa komentar warganet di akun Gibran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir. Uji validitas data menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian ini menunjukkan semua komentar pada akun Gibran Rakabuming Raka yang dianalisis menggunakan teori tindak tutur berpotensi melanggar UU ITE. Komentar yang ditulis warganet memiliki bentuk yang beragam, di antaranya berupa ejekan atau penghinaan, pencemaran nama baik, fitnah, dan hoax. Semua kometar tersebut berpotensi menjadikan pelakunya terjerat UU ITE No 19 Tahun 2016 Pasal 45 Ayat (3).Kata kunci: Instagram, Linguistik Forensik, UU ITEThis research aims to describe potential violations of the ITE Law in netizen comments on Gibran Rakabuming Raka's Instagram account. The method used in this research is descriptive qualitative method with sociolinguistic approach. The data source in this research is the Instagram account of the Vice President candidate of the Republic of Indonesia who is contesting the 2024 Presidential Election, namely Gibran Rakabuming Raka. The data in this study are in the form of netizen comments on Gibran's account. The sampling technique used purposive sampling technique. The data analysis technique uses a flow analysis technique. The data validity test uses theoretical triangulation. The results of this study show that all comments on Gibran Rakabuming Raka's account analyzed using speech act theory have the potential to violate the ITE Law. The comments written by netizens have various forms, including ridicule or insult, defamation, slander, and hoax. All of these comments have the potential to make the perpetrators caught in ITE Law No. 19/2016 Article 45 Paragraph (3).Keywords: Instagram, Forensic Linguistics, ITE Law
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DALAM NOVEL SENJA DI JAKARTA KARYA MOCHTAR LUBIS SEBAGAI BAHAN AJAR APRESIASI SASTRA DI SMA Septiaji, Aji; Nurhidayat, Ifan Adi
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i2.5990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kajian sosiologi sastra berupa aspek sosiologi sastra, aspek sosial dan moral, serta relevansi bahan ajar apresiasi sastra. Adapun alasan pemilihan novel sebagai objek penelitian dikarenakan bahan ajar yang terdahulu lebih sering menggunakan contoh novel yang tidak asing. Oleh sebab itu, pada penelitian ini menggunakan novel yang jarang diketahui oleh peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, karena penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata lisan atau tulisan. Hasil penelitian ini adalah terdapat aspek sosiologi sastra. Bahwasanya ketika telaah tersebut ada pada novel Senja di Jakarta dengan total 61 data termasuk di dalamnya, data Etika 16; data Keadaan Ekonomi 12; data Ketaatan Beragama 20; data Latar Belakang Pendidikan 5; data Cinta Kasih 8. Dengan didapatkannya data tersebut bisa di jadikan pembelajaran bagi peserta didik pada mata pelajaran apresiasi sastra, bahwa dengan terdapatnya data Nilai Etika, Keadaan Ekonomi, Ketaatan Beragama, Latar Belakang Pendidikan, dan Cinta Kasih bisa membentuk evaluasi bagi karakter peserta didik saat pembelajaran apresiasi sastra. Adapun hasil analisis pada aspek sosial dan aspek moral pada tokoh di dalam novel Senja di Jakarta dengan total 27 data dari data keseluruhan.Kata Kunci: Sosiologi Sastra, Novel, Senja di Jakarta, Bahan Ajar, Apresiasi Sastra.This study aims to determine the existence of a sociology of literature study in the form of aspects of sociology of literature, social and moral aspects, as well as the relevance of teaching materials for appreciation of literature. The reason for selecting the novel as the object of research is because the previous teaching materials used more familiar examples of novels. Therefore, in this study using a novel that is rarely known by students. The research method used is descriptive qualitative method, because this research produces descriptive data in the form of spoken or written words. The result of this study is that there are sociological aspects of literature. Whereas when the study was on the novel Senja di Jakarta with a total of 61 data including Ethics 16 data; data on the State of the Economy 12; data on Religious Obedience 20; educational background data 5; Loving-Kindness data 8. Obtaining this data can be used as learning for students in the subject of literary appreciation, that with data on Ethical Values, Economic Conditions, Religious Obedience, Educational Background, and Love can form an evaluation of the character of students when literary appreciation learning. As for the results of the analysis on the social and moral aspects of the characters in the novel Senja di Jakarta with a total of 27 data from the overall data.Keywords: Sociology of Literature, Novels, Dusk in Jakarta, Teaching Materials, Literary Appreciation. 
INOVASI EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM Rahman, Ahmad Syaeful; Bustomi, Bustomi; Abdurrohim, Nandang
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i2.5917

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di perguruan tinggi keagamaan Islam. Dengan fokus utama pada evaluasi ketercapaian mahasiswa, penelitian ini mengevaluasi berbagai metode evaluasi yang digunakan, seperti evaluasi lisan, tulis, dan Tes UKBI, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, termasuk perbedaan latar belakang bahasa dan budaya mahasiswa serta keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program BIPA dirancang untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa asing secara efektif. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi penilaian. Penerapan teknologi dalam proses evaluasi diusulkan sebagai solusi potensial. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini akan digunakan untuk menyusun rekomendasi dan strategi evaluasi yang lebih baik dalam pembelajaran BIPA. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami cara optimalisasi program BIPA untuk memberikan pengalaman belajar yang efektif bagi mahasiswa asing di perguruan tinggi keagamaan Islam, mendukung mereka dalam mencapai keterampilan bahasa yang diperlukan untuk sukses dalam studi dan kehidupan di Indonesia.Kata Kunci: evaluasi pembelajaran; BIPA; perguruan tinggi keagamaan Islam; mahasiswa asing, This study examines the evaluation strategies for teaching Indonesian as a Foreign Language (BIPA) at Islamic religious higher education institutions. Focusing primarily on student achievement evaluation, this research evaluates various assessment methods used, such as oral, and written evaluations, and the UKBI Test, and identifies challenges faced, including differences in students' linguistic and cultural backgrounds and resource limitations. This study employs qualitative research methods. The findings indicate that the BIPA program is designed to effectively meet the needs of foreign students. However, several challenges need to be addressed to enhance the efficiency and accuracy of assessments. The application of technology in the evaluation process is proposed as a potential solution. Data collected in this study will be used to develop better recommendations and evaluation strategies in BIPA learning. The results of this research make a significant contribution to understanding how to optimize the BIPA program to provide an effective learning experience for foreign students at Islamic religious higher education institutions, supporting them in achieving the language skills necessary for success in their studies and life in Indonesia.Keywords: Learning evaluation; BIPA; Islamic religious higher education institutions; foreign students
ANALISIS PEYORASI DAN AMELIORASI DALAM CERITA RAKYAT BARIDIN SURATMINAH Pamungkas, Trian; Asteka, Pipik
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i2.5988

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena peyorasi dan ameliorasi dalam cerita rakyat “Baridin dan Ratmina,” dengan fokus pada perubahan makna dan penilaian terhadap karakter dan elemen cerita dalam konteks sosial dan budaya. Peyorasi, yang merujuk pada proses penurunan nilai atau kualitas yang melekat pada suatu entitas. Sedangkan ameliorasi yaitu proses peningkatan atau perbaikan makna atau penilaian, diteliti untuk memahami bagaimana karakter dalam cerita rakyat ini dipersepsikan dari waktu ke waktu. Cerita rakyat “Baridin dan Ratmina” merupakan salah satu karya sastra lisan yang mencerminkan nilai-nilai budaya dan norma sosial masyarakatnya. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan metode analisis wacana dan teori perubahan makna dalam studi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan persepsi terhadap karakter dan elemen cerita mencerminkan dinamika sosial serta perubahan nilai-nilai budaya masyarakat yang mengisahkan cerita ini. Proses peyorasi dan ameliorasi ini tidak hanya memberikan wawasan tentang perubahan dalam cara masyarakat melihat cerita rakyat tetapi juga tentang bagaimana cerita rakyat itu sendiri berfungsi sebagai medium untuk penyesuaian nilai-nilai budaya.Kata kunci: Peyorasi, Ameliorasi, Cerita Rakyat This research examines the phenomenon of pejoration and amelioration in the folk tale "Baridin and Ratmina," with a focus on changes in meaning and assessment of characters and story elements in social and cultural contexts. Pejoration, which refers to the process of reducing the inherent value or quality of an entity. Meanwhile, amelioration, namely the process of increasing or correcting meaning or assessment, is researched to understand how the characters in this folklore are perceived from time to time. The folktale "Baridin and Ratmina" is a work of oral literature that reflects the cultural values and social norms of the community. The analysis was carried out using discourse analysis methods and the theory of meaning change in literary studies. The research results show that changes in perceptions of the characters and story elements reflect social dynamics and changes in the cultural values of the society that tells this story. This process of pejoration and amelioration not only provides insight into changes in the way society views folklore but also into how folklore itself functions as a medium for adapting cultural values.Keywords: Pejoration, Amelioration, Folklore

Page 1 of 1 | Total Record : 9