cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 297 Documents
REFLEKSI FEMINISME POSMODERN PADA PENGIMAJIAN DAN BAHASA FIGURATIF DALAM ALBUM “LM5” KARYA LITTLE MIX Deva Brenda Reheullah; Nurul Fitriani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini berisi analisis lirik lagu dengan menggunakan beberapa konsep, antara lain: pengimajian, bahasa figuratif, serta feminisme posmodern. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif, dengan metode deskriptif kualitatif, karena hasil data yang dianalisis berupa fenomena deskriptif seperti kata, kalimat dan bahasa. Objek penelitian ini adalah album “LM5” karya Little Mix. Data penelitian adalah bait lirik lagu dari album “LM5” karya Little Mix. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, pengimajian yang ditemukan dalam lirik lagu Little Mix adalah pengimajian penglihatan, pendengaran, pencecapan, perabaan, gerak, dan perasaan. Bahasa figuratif yang ditemukan dalam lirik lagu Little Mix yaitu simile, metafora, hiperbola, alusi, dan idiom. Refleksi feminisme posmodern yang terdapat dalam lirik lagu adalah emansipasi dan penerimaan diri. Dalam album ini, Little Mix hadir mewakili perempuan dan berjuang melawan ketidaksetaraan gender.Kata kunci: feminisme posmodern, lirik lagu, Little Mix, bahasa figuratif, pengimajian This study describes the analysis of song lyrics by using several concepts, such as: imagery, figurative language, and post-modern feminism. The research approach used is qualitative, and this study is conducted by using descriptive qualitative method because the result of the data analysed is in descriptive phenomenon such as words, sentence and language. The object of this research is “LM5” album by Little Mix. The data of this research are song lyrics of “LM5” album by Little Mix. The result of this research is as follows: first, the imagery found in song lyrics by Little Mix are visual, auditory, gustatory, tactile, kinaesthetic, and organic imageries. Second, figurative language found in song lyrics by Little Mix are simile, metaphor, hyperbole, allusion, and idiom. Third, the reflections of postmodern feminism found in song lyrics are emancipation and self-acceptance. In this album, Little Mix presents as the representative of women and fighting against gender inequalityKeywords: Postmodern feminism, song lyrics, Little Mix, figurative language, imagery
ANALISIS PENGGUNAAN KOSA KATA BAKU DAN TIDAK BAKU DALAM BAHASA INDONESIA DI LINGKUNGAN MAHASISWA UNIVERSITAS BINA BANGSA BANTEN Mahpudoh Mahpudoh; Diana Romdhoningsih
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika berkomunikasi antara satu dengan lainnya di lingkungan bermasyarakat, seringkali kita menggunakan berbagai Bahasa yang berbeda-beda. Dengan beragamnya Bahasa yang ada di Indonesia membuat bangsa ini menjadi kaya akan Bahasa dan budaya, dimana Bahasa itu sendiri merupakan identitas suatu bangsa. Metode penelitian dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif merupakan jenis penelitian dengan memberikan gambaran mengenai penggunaan kata baku dan tidak baku dan tidak baku di kalangan mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Bina Bangsa Banten dengan total 150 orang. Berdasarkan hal yang sudah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa kata baku adalah kata-kata yang sesuai atau terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata baku ini memiliki berbagai fungsi seperti pemersatu, pemberi kekhasan, pembawa kewibawaan, serta sebagai kerangka acuan. Kata baku dalam bahasa Indonesia membuat bahasa Indonesia menjadi kuat kedudukannya karena kata baku tidak mengubah struktur bahasa Indonesia sehingga mudah dijadikan alat komunikasi antar masyarakat atau antar suku di Indonesia. Akan tetapi, mahasiswa yang sering menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi malah kurang akan pengetahuan tentang kata baku sebagai dasar bahasa Indonesia yang baik dan benar
REPRESENTASI MUATAN BUDAYA YOGYAKARTA DALAM BAHAN AJAR BIPA: KAJIAN SEMIOTIKA Aulia Salsabilla; Sella Arsada Putri; Alifka Hardika Islami; Shohihuzzihni Shohihuzzihni; Hana Farida
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi muatan budaya Yogyakarta dalam bahan ajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutr Asing). Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan teknik bac dan catat. Objek material dalam penelitian ini adalah Bahan Pendukung BIPA Menjelajah Kearifan Yogyakarta dan Budaya Jawa: Bahan Ajar Pendukung BIPA Bermuatan Budaya Lokal Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Objek formal dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotika dengan teori Piercean. Menurut teori Piercean, untuk merepresentasikan budaya Yogyakarta dalam kedua buku tersebut dapat dilihat berdasarkan tiga hal, yaitu indeks, ikon dan simbol. Data penelitian tersebut, kemudian dikategorikan dalam unsur budaya yang dirumuskan secara universal oleh Koentjaraningrat. Tujuh unsur budaya tersebut adalah sistem religi dan upacara keagamaan; sistem organisasi kemasyarakatan; sistem pengetahuan; bahasa; kesenian; sistem mata pencaharian hidup; dan sistem teknologi dan peralatan hidup. Hasil penelitian menunjukkan budaya Yogyakarta dari kedua bahan ajar belum direpresentasikan secara utuh dalam bentuk ikon dan indeks, sedangkan pada bentuk simbol sudah direpresentasikan secara utuh.Kata kunci: BIPA, Budaya, Semiotika
ILOKUSI DALAM FILM THOR: RAGNAROK Fridolini Fridolini; Rekha Ukrima Yagi
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial; mereka tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain. Bagaimana mereka berkomunikasi? Manusia dapat berkomunikasi dengan berbagai cara. Seperti dengan menggunakan bahasa, manusia dapat berinteraksi satu sama lain. Saat kita berinteraksi, kita bisa melakukan banyak hal mulai dari mencari konsonan, membuat klausa relatif, hingga menghina tamu. Ini adalah pra-teoretis, tindak tutur. Apa itu tindak tutur? Tindak tutur adalah suatu tindakan yang dilakukan dalam proses ketika kita sedang berbicara. Penelitian ini berfokus untuk menemukan tindak tutur ilokusi yang tersirat dalam tuturan tokoh. Saya menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menganalisis makalah ini dengan naskah film sebagai objek penelitian. Data yang saya kumpulkan dari dialog dari naskah film “Thor: Ragnarok”, dialog para tokoh ditandai sebagai dialog yang akan dianalisis dan diklasifikasikan ke dalam jenis-jenis tindak ilokusi. Ada 14 data dengan perwakilan, 10 data direktif, kemudian ekspresif dan komisif dengan masing-masing 5 data dan deklaratif hanya 1 data. Total ada 35 tuturan yang mengandung tindak ilokusi. Jenis penelitian ini juga dapat tersirat dalam percakapan sehari-hari, misalnya ketika kita sedang berbicara dengan orang-orang, mereka tidak hanya mengucapkan beberapa kata, tetapi, dalam ucapannya, itu mungkin menyiratkan tindakan ilokusi berdasarkan konteksnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kita dapat mempelajari lebih dalam tentang tindak ilokusi dan konteks dialog melalui naskah film khususnya mahasiswa linguistik.Kata kunci: Bahasa, Berkomunikasi, Tutur, Ilokusi, KualitatifHumans are social creatures; they cannot live alone and always need other people. How do they interact? Humans can communicate in various ways. With a language, people can interact with each other. When we interact, we can do all sort of things from aspirating a consonant, to constructing a relative clause, to insulting a guest. These are a pre-theoretically, speech acts. What are speech acts? Speech act are an act done in the process while we are talking. This research focuses on finding illocutionary speech acts implied in characters’ utterance. I use the qualitative approach with descriptive method to analyze this term paper with the movie script as object of the research. I collected the data from the characters’ utterances from the movie script “Thor: Ragnarok”, the dialogues of the characters are marked as the dialogues that going to be analyzed and classified into the types of illocutionary act. There are 14 data with representatives, 10 data directives, then expressives and commissives with 5 data each and declaratives with only 1 data. In total there are 35 utterances that implied illocutionary acts. This type of study also can be implied in daily conversation, for example when we are having a conversation with people, they are not just uttered some word, but, in their utterance, it might imply an illocutionary act based on the context. The conclusion of this studies we are able to learn more about illocutionary acts and context of dialogue through movie script especially the students of linguistics.Keywords: Language, Communicate, Speech, Illocutionary, Qualitative 
KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP TOKOH PEREMPUAN DALAM KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN YANG MEMESAN TAKDIR KARYA W. SANAVERO Rahma Aulia; Nani Solihati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerpen merupakan karya sastra yang terinspirasi dari realitas sosial atau fenomena yang dikembangkan melalui imajinasi yang dimiliki oleh pengarang. Salah satu fenomena yang belakangan ini ramai dibahas ialah mengenai ketidakadilan gender yang dialami oleh kaum perempuan. Kumpulan cerpen Perempuan yang Memesan Takdir karya W. Sanavero menceritakan berbagai macam problematika yang dialami oleh perempuan masa kini. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan bentuk ketidakadilan gender yang terdapat dalam kumpulan cerpen Perempuan yang Memesan Takdir dan mengetahui latar belakang terjadinya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis data untuk mendapatkan data Berdasarkan hasil analisis ditemukan kelima bentuk ketidakadilan gender yang terdiri dari marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan dan beban kerja ganda dalam kumpulan cerpen dengan adanya faktor sosial budaya dan faktor pendidikan yang melatarbelakangi terjadinya ketidakadilan gender tersebut.
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DAN APLIKASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Taufik Hidayat; Rina Agustini; Fahma Nurul Ilmiazrin; Ayu Lestari
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis media pembelajaran daring interaktif dan menyenangkan berbasis web dan aplikasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi proses pembelajaran daring yang sering dikeluhkan kebanyakan pendidik dan peserta didik karena dianggap kurang efektif. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif analitik dan literature review. Objek yang diteliti yakni berbagai media pembelajaran daring berbasis web dan aplikasi yang dianggap dapat meningkatkan interaksi dan suasana belajar yang menyenangkan. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka terutama jurnal penelitian yang yang telah dipublis di internet, wawancara terhadapa guru, siswa dan ahli pendidikan. Berbagai media pembelajaran yang ada, satu persatu dianalisis secara mendalam tentang karakteristiknya dan keterkaintannya dengan materi bahasa Indonesia di sekolah. Adapun hasil penelitian ini adalah adanya inventarisasi media pembelajaran interaktif berbasis web dan aplikasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Media pembelajaran daring yang dapat digunakan terbagi menjadi tiga kategori, 1) media pembelajaran daring untuk tatap maya, 2) media pembelajaran daring kolaboratif terpadu, 3) media pembelajaran daring belajar mandiri. Penggabungan berbagai media disarankan untuk meningkatkan interaksi pembelajaran daring.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA UNTUK MENGHINDARI UJARAN KEBENCIAN DI SOSIAL MEDIA DALAM UPAYA MENDUKUNG SDGS GOALS QUALITY EDUCATION Ulinnuha Ulinnuha; Miftahul Ulum
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini ialah maraknya ujaran kebencian di media sosial serta minimnya pemanfaatan materi ajar bagi kalangan pendidik. Ujaran kebencian merupakan fenomena kebahasaan yang bertolak belakang dengan konsep kesantunan berbahasa sebagai indikator kecerdasan linguistik dan etika berkomunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Tahap Pertama yakni pengumpulan data. Tahap kedua, mengidentifikasi objek penelitian. Selanjutnya data tersebut dianalisis. Kemudian mengkajinya dengan menggunakan prinsip kesantunan berbahasa. Pengkajian tersebut akan memberikan keputusan tentang hasil kajian yang dikembangkan untuk diterapkan di perguruan tinggi secara luas. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi bentuk-bentuk ujaran kebencian pada sosial media IG; (2) merancang dan membuat bahan ajar tentang prinsip kesantunan berbahasa; (2) menghasilkan  rencana persiapan pembelajaran, berisi materi kesantunan berbahasa(3) menjelaskan dampak dari implementasi materi kesantunan berbahasa dalam menghindari ujaran kebencian di sosial media. Target khusus yang dicapai adalah menghasilkan RPP. Tujuan jangka panjang penelitian adalah RPP, buku ajar, ini mampu digunakan oleh dosen dan mahasiswa sebagai bahan ajar di masa yang akan datang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dihasilkan beberapa ujaran kebencian pada teks media sosial instagram terdapat  jenis bentuk ujaran kebencian, yakni: bentuk penghinaan, pencemaran nama baik, memprovokasi, perbuatan yang tidak menyenangkan, menghasut dan penistaan, kemudian teori bahasa pragmatik, maka strategi yang digunakan untuk menghindarkan mahasiswa sebagai objek dalam penelitian ini maka peneliti menggunakan teori kesantunan berbahasa sebagai materi ajar di perguruan tinggi sehingga mencapai efektivitas yang signifikan terhadap mahasiswa agar mereka dapat menghindari ujaran-kebencian
ANALISIS SOSIOLOGI CERITA PENDEK DALAM MAJALAH HORISON TAHUN 2015 Siti Andini
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan aspek-aspek sosial meliputi : cinta kasih, perekonomian dan solidaritas dalam cerita pendek edisi Majalah Horison tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi yang bersifat kualitatif. Subjek penelitian ini adalah teks cerita pendek edisi Majalah Horison tahun 2015. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan Teknik catat. Teknik Pustaka yaitu dengan menggunakan buku-buku, sumber yang relevan dan teori-teori yang membahas tentang struktural dan sosiologi. Teknik catatnya yaitu dengan mencatat data-data berupa kutipan yang telah ditemukan dalam nota pencatat data. Dalam teknik analisis data yang di gunakan Teknik analisis isi yang mengkaji dan membahas unsur struktural dan sosiologi dalam cerita pendek edisi Majalah Horison tahun 2015. Dari pembahasan data, diperoleh hasil bahwa aspek-aspek sosial dalam cerita pendek edisi Majalah Horison tahun 2015 meliputi (1) aspek cinta kasih terhadap keluarga, (2) aspek perekonomian (3) aspek solidaritas.Kata Kunci : Sosiologi sastra, aspek sosial  This study describes social aspects including: love, economy and solidarity in the 2015 Horison Magazine issue of short stories. The method used in this research is a qualitative content analysis method. The subject of this research is the short story text of the 2015 Horison Magazine edition. The data collection techniques in this study used library techniques and note-taking techniques. The library technique uses books, relevant journals and theories that discuss structural and sociology. The note-taking technique is to record data in the form of quotes that have been found in the data note notes. In the data analysis technique used, the content analysis technique examines and discusses structural and sociological elements in the 2015 Horison Magazine issue of short stories. From the discussion of the data, the results show that the social aspects in the 2015 Horison Magazine short stories include (1) aspects of love for the family, (2) economic aspects (3) aspects of solidarity.Keywords: sociology of literature, social aspects
KESEIMBANGAN STRUKTUR KEPRIBADIAN YANG TERCERMIN PADA AUGUST PULLMAN DALAM NASKAH FILM WONDER Alia Afiyati; Sarah Al Annisa Arsya
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu perundungan merupakan masalah sosial yang sering terjadi di masyarakat. Anak kecil hingga orang dewasa bisa menjadi target perundungan. Perundungan menyebabkan kerusakan pada mental seseorang. Kerusakan tersebut dapat mempengaruhi struktur kepribadian mereka dan juga menyebabkan trauma yang berkepanjangan. Auggie adalah seorang anak sepuluh tahun yang terlahir berbeda mengalami perundungan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kepribabubun August Pullman atau biasa dipanggil Auggie dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra yaitu struktur kepribadian Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah naskah film Wonder karya Stephen Chbosky. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut, penjabaran tentang keseimbangan struktur kepribadian Auggie Pullman dalam naskah film Wonder. Skenario film Wonder bisa memberi kita gambaran untuk menghargai seseorang yang terlahir berbeda. Dalam naskah film ini, Auggie Pullman menyampaikan pesan bahwa kebaikan dan keberanian bisa datang dalam berbagai bentuk. Auggie Pullman juga menunjukkan bahwa kekuatan dapat digunakan dengan cara yang benar.Keywords: Struktur kepribadian, Psikoanalisis, Naskah Film Wonder, August Pullman, Sigmund Freud Bullying is a social problem that often occurs in society. Children to adults can be targets of bullying. Bullying causes mental damage to a person. Such damage can affect the structure of their personality and also cause prolonged trauma. Auggie is a ten-year-old boy who was born differently to being bullied at school. This study aims to analyze the personality structure of August Pullman or commonly called Auggie by using a literary psychology approach, namely Sigmund Freud's personality structure. This research use desciptive qualitative approach. The object of this research is the Wonder film script by Stephen Chbosky. The results of this study are as follows, a description of the balance of Auggie Pullman's personality structure in the Wonder film script. Wonder's screenplay can give us an idea to appreciate someone who was born different. In this film's script, Auggie Pullman conveys the message that kindness and courage can come in many forms. Auggie Pullman also shows that strength can be used in the right way.Keywords: Personality structure, Psychoanalysis, Wonder Movie Script, August Pullman, Sigmund Freud.
PROBLEMATIKA BAHASA INDONESIA YANG KURANG DIMINATI OLEH PESERTA DIDIK Farah Failasufa; Haryadi Haryadi; Agus Nuryatin
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beberapa permasalahan yang menjadikan mata pelajaran Bahasa Indonesia kurang diminati oleh peserta didik dan bagaimana solusinya. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data ini dengan membaca berulang-ulang dan mencatatnya. Hasil dari penelitian ini adalah, faktor permasalahan pembelajaran yang berasal dari dalam diri peserta didik sendiri, yaitu peserta didik yang malas dalam belajar, asik dengan dirinya sendiri dan temannya, serta tidak memperhatikan penjelasan pendidik. Faktor yang berasal dari lingkungan sekolah meliputi kurangnya fasilitas yang mendukung peserta didik dalam pembelajaran, serta kurangnya bimbingan tambahan secara intens terhadap peserta didik. Ditemukan solusi dari permasalahan tersebut, yang pertama yaitu solusi pendidik terhadap karakter peserta didik dan solusi sarana. Kata kunci: problematika, pembelajaran, bahasa Indonesia, sastra Abstract The purpose of this study is to describe some of the problems that make Indonesian subjects less attractive to students and how to solve them. This study used descriptive qualitative method. This data collection technique is by reading it over and over again and taking notes. The results of this study are learning problem factors that come from within the students themselves, namely students who are lazy in learning, busy with themselves and their friends, and do not pay attention to the teacher's explanation. Factors originating from the school environment include the lack of facilities that support students in learning, as well as the lack of additional intensive guidance for students. Solutions to these problems were found, the first of which was the educator's solution to the character of the students and the facility solution. Keywords: problematic, learning, Indonesian language, literature