cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 297 Documents
KESULITAN BERBICARA PADA ANAK DISABILITAS: STUDI KASUS ANAK AUTIS USIA 9 TAHUN Rai Bagus Triadi; Frilia Shantika Regina
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.488 KB)

Abstract

Kajian disabilitas menjadi proses pembidangan secara khusus dalam ilmu linguistik, proses pembidangan tersebut menjadi semakin terarah ketika muncul subbidang keilmuan psikolinguistik dan linguistik klinis. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini berupaya mendeskripsikan bentuk kesulitan berbicara anak autis usia 9 tahun, kesulitan berbicara tersebut peneliti deskripsikan dengan beberapa suburaian meliputi bentuk kesulitan berbicara subjek penelitian, faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan berbicara pada subjek penelitian, dan rekomendasi pola ajar yang diberikan untuk mengatasi kesulitan berbicara pada subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan beberapa teori yang digunakan sebagai dasar dalam proses analisis data nantinya, teori tersebut antara lain, perkembangan berbicara egocentric speech dan socialized speech pada anak usia dini  dan karakteristik siswa autis pada proses pembelajaran berbicara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, artinya peneliti medeskripsikan data apa adanya yang berupa sebuah temuan dan juga mendeskripsikan hasil proses analisis yang berupa rekomendasi, tanpa melakukan sebuah interferensi terhadap data tersebut. Subjek pada penelitian ini adalah siswa berkebutuhan khusus berumur 9 tahun yang memilliki kekhusaan autis. Latar belakang subjek penelitian ini dari segi ekonomi dan sosial adalah berasal dari keluarga menengah ke atas dengan pola asuh keluarga yang lengkap, artinya berdasarkan pengamatan awal keluarga kedua subjek penelitian itu selalu menyempatkan untuk berkomunikasi dengan subjek penelitian.Kata Kunci: kesulitan berbicara, disabilitas, autis The study of disability becomes a specialized process in linguistics, this fielding process becomes more focused when the sub-fields of psycholinguistics and clinical linguistics emerge. In this regard, this study seeks to describe the form of speaking difficulties of children with autism aged 9 years, the researchers describe the speaking difficulties with several aspects including the form of speaking difficulties in the research subject, factors that cause speaking difficulties to the research subject, and recommendations for teaching patterns given. to overcome the difficulty speaking in research subjects. This study uses several theories that are used as the basis for the data analysis process later, these theories include the development of speaking egocentric speech and socialized speech in early childhood and the characteristics of autistic students in the learning process of speaking. This study uses a qualitative descriptive research method, meaning that the researcher describes the data as it is in the form of a finding and also describes the results of the analysis process in the form of recommendations, without making an interference to the data. The subjects in this study were 9 year old students with special needs who have autism. The background of the subjects of this study from an economic and social perspective is that they come from upper middle class families with complete family parenting, meaning that based on initial observations of the families of the two research subjects, they always take the time to communicate with the research subjects.Keywords: speaking difficulty, disability, autism
KOHESI DALAM KUMPULAN CERPEN "LUKISAN KALIGRAFI” KARYA A. MUSTOFA BISRI: PERSPEKTIF BAHASA, SASTRA, DAN IDEOLOGI Aria Bayu Setiaji; Enggal Mursalin
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.719 KB)

Abstract

Artikel ini membahas pola kohesi pada kumpulan Cerpen “Lukisan Kaligrafi” karya A. Mustofa Bisri. Jenis Penelitian ini yakni deskriptif-kualitatif. Data pada penelitian ini yaitu teks cerpen karya A. Mustofa Bisri yang diterbitkan oleh Majalah Kompas tahun 2017 dengan judul Lukisan Kaligrafi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ada 10 (sepuluh) penanda kohesi yang meliputi, penanda kohesi leksikal seperti, (1) repetisi, dengan jenis repetisi ekuivalensi, mesodiplosis, epifora, dan epizeukis, (2) antonim, (3) sinonim, (4) hiponim dan (5) kolokasi. Selanjutnya untuk penanda kohesi gramatikal yakni (1) referensi, (2) substitusi, (3) elipsi, (4) konjungsi, meliputi sebab-akibat, akibat-sebab, syarat-hasil, dan (5) hubungan argumentatif. Sedangkan ideologi penulis yang muncul dalam kumpulan cerpen tersebut antara lain (1) penolakan tradisi yang tidak baik, (2) kritikan terhadap moral masyarakat (3) dan pengagungan keindahan makna ayat Al-quran melalui karya seni lukis. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan bahasa dalam sebuah karya sastra sebagai media sangat erat kaitannya dengan ideologi pengarang tersebut. Konteks sosial budaya yang melingkupi pengarang dapat memengaruhi ideologi pengarang pada saat menulis karyanya.Kata Kunci: pola kohesi, bahasa, sastra & ideologi, cerpenThis article discusses the pattern of cohesion in the collection of short stories called "Lukisan Kaligrafi" by A. Mustofa Bisri. This type of research is descriptive-qualitative. The data in this study is the short story text by A. Mustofa Bisri published by Kompas Magazine in 2017 with the title "Lukisan Kaligrafi". Data collection techniques used reading and note-taking techniques. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there are 10 (ten) cohesion markers which include, lexical cohesion markers such as, (1) repetition, with equivalence repetition types, mesodiplosis, epiphora, and epizeukis, (2) antonyms, (3) synonyms, (4) hyponymy and (5) collocation. Furthermore, for grammatical cohesion markers, namely (1) reference, (2) substitution, (3) ellipsis, (4) conjunction, including cause-effect, cause-effect, result-condition, and (5) argumentative relationship. While the ideologies of the writers that appear in the collection of short stories include (1) rejection of bad traditions, (2) criticism of public morals (3) and glorifying the beauty of the meaning of the Qur'anic verses through paintings. Based on the findings above, it can be concluded that the existence of language in a literary work as a medium is closely related to the ideology of the author. The socio-cultural context that surrounds the author can influence the ideology of the author when writing his work. Keyword: cohesion pattern, language, literature, & ideology, short story
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING: MAHASISWA THAILAND DALAM BERKOMUNIKASI Irpa Anggriani Wiharja; Soleh Ibrahim
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.898 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penggunaan kosakata bahasa Indonesia pada Mahasiswa Thailand Semester IV di Universitas Muhammadiyah Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi. Data penelitian ini berupa kosakata yang diperoleh dari hasil rekaman video mahasiswi Thailand semester IV di Universitas Muhammadiyah Tangerang dengan pembelajaran yang dilakukan mahasiswa Thailand pengolahan data diuraikan dalam bentuk tabel. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ke IV data mahasiswa yang dianalisis penggunaan kosakata bahasa Indonesia belum tepat dengan kalimat yang dipresentasikan, hanya terdapat satu mahasiswa yang sudah tepat dalam penggunaan kosakata bahasa Indonesia. Penggunaan kosakata bahasa Indonesia yang digunakan mahasiswa Thailand semester IV di Universitas Muhammadiyah Tangerang ditemukan pada struktur kalimat yang tidak sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia.Kata kunci: BIPA, kosakata This study aims to find out and describe the use of vocabulary Indonesian in Thai Students Semester IV at the University of Muhammadiyah Tangerang. The method used in this study is the content analysis method. This research data in the form of vocabulary obtained from the results of video recordings of Thai students in the fourth semester at the University of Muhammadiyah Tangerang with learning conducted by Thai students processing data is outlined in the form of tables. Data collection techniques use listening techniques and recording techniques. The results showed that from the IV student data analyzed vocabulary use Indonesian not exactly with the sentences presented, there was only one student who was right in the use of vocabulary Indonesian. The use of Indonesian vocabulary used by Thai students in the fourth semester at the University of Muhammadiyah Tangerang was found in sentence structures that did not conform to general spelling guidelines Indonesian. Keywords: BIPA, vocabulary
PERBANDINGAN GENRE SASTRA POPULER DAN PENGAJARANNYA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Jasmine Belinda Budijanto; Novita Dewi
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.698 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan sastra populer, genre sastra populer, dan implikasi sastra populer terhadap pengajaran nilai-nilai karakter. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa sastra populer memiliki perkembangan yang cukup pesat. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya berbagai genre sastra populer. Contoh genre sastra populer adalah metropop dan sastra siber. Kedua genre ini muncul akibat perkembangan zaman. Sastra perlu diajarkan karena sastra dapat mengasah kepekaan seseorang sehingga ia lebih peka dengan lingkungan serta memiliki rasa simpati dan empati. Sastra populer dapat diajarkan di dalam pembelajaran sekolah menegah atas. Dalam pengajarannya, guru perlu mempertimbangkan nilai-nilai karakter dan budaya Indonesia dalam sastra populer tersebut. Oleh karenanya, guru perlu melakukan pemilihan dan pemilahan karya sastra populer yang akan diajarkan kepada siswa.Kata kunci: sastra, sastra populer, pengajaran sastras This study aims to describe the development of popular literature, popular literary genres, and the implications of popular literature on the teaching of character values. This research uses descriptive qualitative research. Based on this research, the researcher found that popular literature has developed quite rapidly. This is indicated by the emergence of various popular literary genres. Examples of popular literary genres are metropop and cyber literature. These two genres emerged as a result of the times. Literature needs to be taught because literature can hone a person's sensitivity so that he is more sensitive to the environment and has a sense of sympathy and empathy. Popular literature can be taught in high school learning. In teaching, teachers need to consider the values of Indonesian character and culture in the popular literature. Therefore, teachers need to select and sort popular literary works to be taught to students.Keywords: literature, popular literature, literature teaching
ANALISIS FRAMING PADA BERITA FADLI ZON DAN PRABOWO DALAM TRIBUN NEWS DAN DETIK NEWS Fajar Darmawan
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.89 KB)

Abstract

Fadli Zon ditegur oleh ketua partai Gerindra yaitu Prabowo Subianto karena telah mengkritik Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tentang banjir di sintang, Kalimantan barat. Hal ini menjadi topik pemberitaan dibanyak media. Salah duanya adalah Tribun News dan detik news. Dalam dua media tersebut, terdapat kejanggalan yang terlihat ketika menuliskan berita tentang Fadli Zon ditegur oleh Prabowo Subianto. Tribun News dan Detik news mengalami perbedaan dalam menuliskan berita tentang Fadli Zon ditegur oleh Prabowo Subianto. Untuk menganalisis framing dari berita Fadli Zon ditegur oleh Prabowo Subianto dalam media Tribun News dan detik news. Analisis framing ini memakai model Zhongdang Pan dan Kosicki. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Objek penelitian ini adalah berita tentang Fadli Zon ditegur oleh Prabowo Subianto dalam media online Tribun News dan Detik news. Sumber data pada penelitian ini yaitu sumber tertulis dari berita tentang Fadli Zon ditegur oleh Prabowo Subianto dalam media online Tribun News dan Detik news. Tribun News ingin menunjukan kepada khalayak bahwa Fadli Zon sudah tidak aktif di twitter sehabis ditegur Prabowo, dan Tribun News menjelaskan alasan Prabowo tegur Fadli Zon karena menyindir Presiden Jokowi soal banjir Sintang dan tidak ada maksud lain. Detik ingin menunjukan kepada khalayak bahwa alasan Prabowo menegur Fadli Zon bukan hanya karena Fadli Zon menyindir Presiden Jokowi soal banjir Sintang.Kata kunci: framing, Tribun News, detik newsFadli Zon was reprimanded by the chairman of the Gerindra party, Prabowo Subianto, for criticizing the President of the Republic of Indonesia, Joko Widodo, about the floods in Sintang, West Kalimantan. This has become a topic of coverage in many media. One of them is the news Tribun Newse and detik news. In the two media, there were discrepancies that were seen when writing the news about Fadli Zon being reprimanded by Prabowo Subianto. Tribun News and Detik news experienced differences in writing news about Fadli Zon being reprimanded by Prabowo Subianto. To analyze the framing of the news, Prabowo Subianto reprimanded Fadli Zon in the news Tribun Newse and detik news media. This framing analysis uses the Zhongdang Pan and Kosicki models. A qualitative approach is used in this study. The object of this research is the news about Fadli Zon being reprimanded by Prabowo Subianto in the online media Tribun News and Detik news. The data source in this study is a written source of news about Fadli Zon being reprimanded by Prabowo Subianto in the online media Tribun News and Detik news. The Tribun Newse wants to show the public that Fadli Zon is no longer active on Twitter after being reprimanded by Prabowo, and the Tribun Newse explains the reason Prabowo reprimanded Fadli Zon for insinuating President Jokowi about the Sintang flood and for no other purpose. Detik wants to show the public that the reason Prabowo reprimanded Fadli Zon was not only because Fadli Zon satirized President Jokowi about the Sintang flood. But there is another meaning.Keywords: framing, Tribun News, detik news
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 AIR SUGIHAN OKI Ahmad Saiful Bahri; Dessy Wardiah; Yessi Fitriani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.337 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture pada siswa kelas XI SMAN 1 Air Sugihan OKI pada tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 35 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dan observasi atau pengamatan. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa menulis teks prosedur dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe  picture and picture pada kelas XI SMAN 1 Air Sugihan OKI mengalami peningkatan. Pada siklus I siswa yang mencapai ketuntasan belajar mencapai 25 orang atau (71,42%). Sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar mencapai  33 siswa atau (94,29%). Selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan kretivitas dalam memunculkan ide-ide dalam kemampuan menulisKata kunci: menulis, teks prosedur, picture This research was purposed to increase student’ ability in writing procedure text by using cooperative learning technique type picture and picture on the eleventh grade students of SMAN 1 Air Sugihan OKI, academic year 2021/2022. The kind of this research was Classroom Action Research (CAR). The method of research was classroom action research. The respondent of research was 35 eleventh grade student. The instrument of research was used test and observation. The procedure was used in this research consisted (1) action preparation (2) action implementation (3) observation and (4) feflection. Based on the result of research and explanation, could be concluded that students’ ability in writing procedure text by using cooperative learning technique type picture and picture on the eleventh grade students of SMAN 1 Air Sugihan OKI was increased on the cycle 1 student which reached learning completeness was 25 students or (71,42%). While on the cycle II learning completeness was 33 students or (94,29%). Next, the result of this researchwas hoped could increase active and creativity in showing ideas in writing ability.Keywords: writing, procedure text, picture and picture
KESANTUNAN BERBAHASA GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP NEGERI 7 MUARO JAMBI Lisa Ananda Wijaya; Akhyaruddin Akhyaruddin; Hilman Yusra
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 7 Muaro Jambi. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, subjek ini guru dan siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Muaro Jambi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data yang dikumpulkan melalui teknik simak, rekam, dan catat. Hasil penelitian ini menujukan bentuk dari kesantunan berbahasa guru dan siswa yang muncul pada pertuturan guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar kelas VII di SMP Negeri 7 Muaro Jambi, yaitu maksim kearifan/kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian/penghargaan, maksim kerendahan hati/kesederhanaan, maksim pemufakatan/kesepakatan, dan maksim kesimpatian.Kata kunci: kesantunan berbahasa, sekolah menengah pertama, pembelajaran bahasa Indonesia This study aims to describe the politeness of teachers and students in learning Indonesian of seventh grade at SMP Negeri 7 Muaro Jambi. This research approach is descriptive qualitative, the subject is a teacher and student of seventh grade at SMP Negeri 7 Muaro Jambi. The data collection are through listening, recording, and flied note. The results of this study indicates the forms of politeness in the language of teachers and students that appear in the speech of teachers and students in seventh grade teaching and learning activities at SMP Negeri 7 Muaro Jambi, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of praise/appreciation, the maxim of humility/simplicity, the maxim of agreement, and the maxim of sympathy.Keywords: The politeness of language, junior High School, Indonesian language learning
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER PADA TOKOH-TOKOH NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA: KAJIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN Muhamad Hambalie Anshor
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter adalah segala usaha yang dapat untuk memengaruhi karakter peserta didik. Hakikat pembentukan karakter dalam konteks pendidikan Indonesia terletak pada pembentukan nilai-nilai, yaitu pembentukan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, yaitu pengembangan kepribadian bangsa Indonesia dan generasi muda.Karakter bangsa kita seiring dengan berkembangnya zaman semakin tidak bisa dikontrol, banyak sekali kenakalan-kenalan remaja yang dilakukan seperti tawuran, pelecehan seksual, melawan guru, melawan orang tua dan lain-lain. Maka dari itu pendidikan karakter sangat penting untuk bisa dilaksanakan dengan baik di setiap pembelajaran di kelas. Penggunaan sastra dalam pembelajaran di kelas bertujuan untuk memberikan pelajaran tentang pendidikan karakter kepada peserta didik karena dalam sastra berisi tentang kisah hidup masyarakat yang banyak sekali karakter yang baik untuk dipelajari. Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata salah satu karya yang membahas atau berisi tentang pendidikan karakter yang dapat dipahami peserta didik dalam belajar. Pendekatan yang digunakan dalam kajian yaitu Psikologi Pendidikan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang telah dianalisis novel Laskar Pelangi memiliki 18 pendidikan karakter yang dapat dipelajari oleh peserta didik diantaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, persahabatan, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Sastra, Novel Character education is any effort that can influence the character of students. The essence of character formation in the context of Indonesian education lies in the formation of values, namely the formation of noble values originating from the culture of the Indonesian nation itself, namely the development of the personality of the Indonesian nation and the younger generation. once juvenile delinquency committed such as brawls, sexual harassment, against teachers, against parents and others. Therefore character education is very important to be carried out properly in every learning in the classroom. The use of literature in classroom learning aims to provide lessons about character education to students because literature contains the life stories of people who have lots of good characters to learn. The novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata is one of the works that discusses or contains character education that can be understood by students in learning. The approach used in the study is Educational Psychology with qualitative descriptive research methods. The results of the research that have analyzed the novel Laskar Pelangi have 18 character education that can be learned by students including: religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democracy, curiosity, national spirit, love for the homeland, respect for achievement, friendship, love of peace, love to read, care for the environment, care for social, responsibility.Keywords: Character Education, Literature, Novel
STRUKTUR INTRINSIK NOVEL LEMBATA KARYA F. RAHARDI Alexander Bala
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra merupakan karya universal interpretatif. Karya yang tidak membahasakan dan menyajikan sesuatu realitas secara matematis, tetapi justru memberikan ruang dan peluang yang bebas bagi para pembacanya untuk memahami dan menafsirkan apa yang tersurat pada karya sastra tersebut. Artikel ini membahas tentang potret lokalitas unsur intrinsik dalam novel Lembata, Sebuah Novel karya F. Rahardi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa novel Lembata, Sebuah Novel (a) bertemakan kemiskinan; (b) memiliki plot kausalis dan naratologi; (c) diperani oleh tokoh-tokoh cerita antara lain, Romo Pedro, Ola, Uskup, Romo Deken, Romo Alex, dan Ayah Ola; (d) memiliki setting semua daerah di Flores, pada area Keuskupan Larantuka, terutama Dekenat Lembata. Juga Jakarta dan beberapa tempat di Eropa dan Amerika; (e) memiliki amanat atau pesan kepada Gereja, LSM, dan pemerintah untuk berpihak kepada rakyat secara maksimal: merencanakan dan memulai pada apa yang sudah dipunyai rakyat; (f) sudut pandang menggunakan persona ketiga, yakni Dia dan Aku; dan (g) memiliki gaya bahasa hiperbola, retorik retisense, dan paradoks.Kata kunci: novel, Lembata, lokalitas, struktur, karya sastra Literary works are interpretive universal works. Works that do not discuss and present a mathematical reality, but instead provide free space and opportunities for the readers to understand and interpret what is written in the literary work. This article discusses the portrait of the locality of the intrinsic elements in the novel Lembata, A Novel by F. Rahardi. The research approach used is a qualitative descriptive approach. Data collection was obtained by reading and note-taking techniques. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the novel Lembata, A Novel (a) has the theme of poverty; (b) has a causal and narratological plot; (c) the characters of the story, among others, Father Pedro, Ola, Bishop, Father Deken, Father Alex, and Ayah Ola; (d) has the setting of all areas in Flores, in the area of the Diocese of Larantuka, especially the Dean of Lembata. Also Jakarta and some places in Europe and America; (e) has a mandate or message to the Church, NGOs, and the government to side with the people to the fullest: planning and starting on what the people already have; (f) point of view using the third person, namely He and I; and (g) have hyperbole, retaliatory rhetoric, and paradoxes.Keywords: novel, Lembata, locality, structure, literary works. 
PENGEMBANGAN MODEL DIGITALISASI REKAM JEJAK KARYA SASTRA SISWA SEKOLAH DASAR BERBASIS FLIPBOOK Iis Siti Salamah Azzahra; Yeni Rostikawati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan siswa di sekolah menjadi alat ukur keberhasilan belajar siswa selama proses pembelajaran, tidak terkecuali pada kemampuan anak membuat karya sastra. Perkembangan karya sastra anak harus dapat didokumentasikan sebagai wujud apresiasi pula terhadap kemampuan anak. Dokumentasi ini bisa dibuat menarik dan terdigitalisasi melalui produk teknologi berbasis Flipbook digital. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran cara untuk mencatat rekam jejak karya sastra anak sekolah dasar dalam bentuk digital Flipbook yang bisa dijalankan secara luring maupun dibagikan secara daring dan dapat dilihat kemudian hari oleh guru, orang tua maupun siswa itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah RnD (Reasearch and Development). Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, lembar observasi, angket, validasi produk, dan tes. Hasil validasi media terhadap media rekam jejak sastra anak berbasis flipbook menunjukkan persentase 97% dari kedua ahli dan 96% dari praktisi serta menunjukkan 96% dari hasil angket dan observasi yang didapat dari siswa. Luaran penelitian membuat pembelajaran sastra dan lebih luas pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas semakin menarik, meningkatkan minat untuk menciptakan karya sastra dan melatih siswa berteknologi.