cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 417 Documents
PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) MENGGUNAKAN MEDIA LABORATORIUM RIIL DAN LABORATORIUM VIRTUAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Sri Sulastri; Maridi Maridi; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9616

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa pada pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) menggunakan media laboratorium riil dan laboratorium virtual ditinjau dari kemampuan awal dan interaksi sosial siswa. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Karanganyar Semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Karanganyar. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan model Group Investigation(GI) laboratorium riil terdiri dari 28 siswa dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan model Group Investigation(GI) laboratorium virtual terdiri dari 29 siswa.Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data prestasi belajar aspek kognitif. Uji coba instrumen tes kognitif meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda, dan reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dan homogenitas, dengan α = 0,05 disimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang terdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen. Teknik non tes untuk data interaksi sosial dan lembar observasi untuk aspek afektif dan aspek psikomotor. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan dengan uji lanjut scheffe menggunakan bantuan software SPSS 18. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) Ada pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; (2) Ada pengaruh kemampuan awal terhadap prestasi belajar afektif siswa, tetapi tidak terdapat pengaruh kemampuan awal terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor siswa; (3) Ada pengaruh interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotor siswa, tetapi tidak terdapat pengaruh interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif siswa; (4) Ada interaksi antara model belajar dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; (5) Ada interaksi antara model belajar dengan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor siswa, tetapi tidak ada interaksi antara model belajar dengan interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif siswa; (6) Tidak ada interaksi antara kemampuan awal dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; dan (7) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran, kemampuan awal, dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA/MA KELAS X PADA MATERI LISTRIK DINAMIS Erni Mariana; Sukarmin Sukarmin; Cari Cari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17322

Abstract

Salah satu keterbatasan di sekolah yaitu pada bahan ajar yang mengakibatkan siswa membeli dan mencari diluar. Guru belum menggunakan bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik modul fisika berbasis inkuiri terbimbing. (2) memperoleh modul fisika berbasis inkuiri terbimbing yang telah memenuhi kriteria kelayakan. (3) mengetahui penggunaan modul fisika berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development. Model pengembangan modul ini yang digunakan  adalah model 4D (four D model). Keempat tahapan ini adalah Define, Design, Develop, dan Disseminate yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Analisis data yang digunakan pada tahap define adalah analisis data deskriptif, pada tahap design adalah analisis SK dan KD untuk menentukan desain awal modul. Pada tahap develop untuk data hasil validasi modul menggunakan nilai cut off yang dikonversi menjadi kategori kualitas dengan pedoman skor skala 5 dan data kemampuan berpikir kritis dihitung menggunakan gain ternormalisasi, dan pada tahap disseminate menggunakan presentase yang  dikonversi menjadi kategori kualitas dengan pedoman skor skala 5. Pengembangan modul ini dinilai berdasarkan kelayakan materi, media dan uji coba (uji coba awal dan uji coba besar). Modul disusun berdasarkan langkah-langkah pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan. Pengumpulan data penelitian menggunakan analisis kebutuhan (guru dan siswa), lembar validasi, angket respon siswa, dan soal tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul fisika berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa memiliki ciri yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan dengan langkah pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing, mengintegrasi kemampuan berpikir kritis pada setiap tahapnya. (2) modul dikategorikan layak karena telah melalui uji kelayakan (materi, media, bahasa, guru, dan teman sejawat) dan didukung oleh perhitungan cut off  sebesar 91,96 > 90,82 yang menyatakan bahwa modul dikategorikan layak. (3) penggunaan modul fisika berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, didukung dari hasil perhitungan N-gain menunjukkan nilai 0,55 dan dalam kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI LITOSFER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Dewi Rosnanda; Sarwanto Sarwanto; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i3.17866

Abstract

Masalah utama dalam  pembelajaran IPA adalah pelaksanaan pembelajaran belum maksimal, akibatnya daya serap peserta didik rendah. Tujuan penelitian ini untuk: 1) mengembangkan modul pembelajaran dengan karakteristik pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP pada materi litosfer, 2) mengetahui kelayakan modul pembelajaran berbasis masalah pada materi litosfer yang dikembangkan, 3) mengetahui  implementasi modul pembelajaran berbasis masalah  untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa hasil pengembangan di SMP Nawa Kartika Wonogiri. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan Research and Development (R&D). Model penelitian dan pengembangan menggunakan model penelitian 4D Thiagarajan dengan langkah: (1) tahap pendefinisian (define), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (develop), (4) tahap penyebaran (dessiminate). Pengembangan modul ini dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan, modul kemudian diujicobakan pada 15 siswa. Setelah direvisi, modul diujicobakan pada kelas IX.B. Modul pembelajaran ini berbasis masalah, dimana tahapan-tahapannya berupa orientasi pada situasi masalah, merumuskan hipotesis, penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan \menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Analisis data yang digunakan selama pengembangan adalah analisis diskriptif, analisis kelayakan modul berdasarkan skor kriteria dan analisis keterampilan berfikir kritis dengan t-test. Hasil penelitian ini adalah (1) modul IPA berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa memiliki ciri yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan dengan langkah pembelajaran berbasis masalah, mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis pada setiap tahapnya dan memuat soal tes berpikir kritis (2) kualitas modul IPA berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi litosfer yang dikembangkan memiliki skor rata-rata persentase sebesar 90,16% dan berkategori sangat baik yang berarti modul layak untuk digunakan sebagai penunjang bahan ajar lainnya, (3) keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas IX.B setelah menggunakan modul IPA berbasis masalah mengalami peningkatan yang dapat dilihat dari nilai N-gain  dari uji coba skala besar sebesar 0,69 dikategorikan “sedang” dengan signifikansi sebesar 0,000. Berdasarkan hasil gain score menunjukkan modul IPA berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis.
IMPLEMENTASI METODE TWO STAY TWO STRAY BERBASIS EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KARAKTER SISWA Santika Santika; Hartono Hartono
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i01.9648

Abstract

Sekarang ini, masih banyak siswa yang hanya menghafalkan rumus dalam pembelajaran fisika. Padahal dalam proses pembelajaran, selain menghafal siswa juga harus memahami materi. Kedisiplinan siswa dalam mengikuti pembelajaran dirasa masih kurang. Masih ada siswa yang  terlambat memasuki ruang kelas ketika jam pelajaran dimulai.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa melalui penerapan metode Two Stay Two Stray berbasis eksperimen pada salah satu SMA negeri di kabupaten Batang, Jawa tengah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Berdasarkan uji gain, terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelompok eksperimen sebesar 0,48 yang termasuk kategori sedang. Peningkatan karakter disiplin, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab siswa secara berturutan sebesar 0,27; 0,30; dan 0,21 yang termasuk kategori rendah kecuali pada rasa ingin tahu termasuk kategori sedang. Melalui uji t, pada kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa didapatkan thitung> ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode Two Stay Two Stray berbasis eksperimen dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa. Kata kunci: Two Stay Two Stray, berpikir kritis, karakter
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI KALOR DAN PERPINDAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VII Alfath Rosyada Rokhim; Suparmi Suparmi; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i1.19804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menyusun modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis; (2) menguji kelayakan modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis; (3) menguji keefektifan modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Metode penelitian ini adalah model pengembangan R&D oleh Borg & Gall. Draft modul diawali dengan penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, dan uji validitas awal oleh ahli, praktisi pendidikan, dan teman sejawat. Hasil revisi modul diujicobakan terbatas pada 9 siswa, dan direvisi menghasilkan draft II. Draft II diujicobakan lapangan pada 29 siswa pada tiga kali kegiatan belajar kemudian diukur kemampuan berpikir kritis. Modul kemudian disebarkan kepada guru IPA untuk mendapatkan umpan balik. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, soal kemampuan berpikir kritis, dan angket penyebaran (disseminate). Analisis data tahap penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, dan perencanaan menggunakan analisis kualitatif deskriptif, tahap pengembangan produk dan uji validitas pakar menggunakan analisis kuantitatif deskriptif, tahap uji coba pemakaian produk menggunakan analisis uji-t independent group, analisis uji keefektifan modul menggunakan persentase KKM peningkatan kemampuan berpikir kritis, tahap penyebaran menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: (1) modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis memiliki karakteristik meliputi merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis dan siswa dapat menentukan alternatif penyelesaian; (2) modul IPA terdiri dari modul siswa dan modul guru yang dikategorikan sangat layak oleh validator (ahli, teman sejawat, dan praktisi pendidikan). Persentase aspek penilaian pada modul siswa yaitu desain dan keterbacaan sebesar 96,25% dengan kategori sangat baik; materi sebesar 94,75% dengan kategori sangat baik; pengembangan modul sebesar 94% dengan kategori sangat baik. Persentase aspek penilaian modul guru yaitu rekomendasi skenario pembelajaran sebesar 92,50% dengan kategori sangat baik; dan soal berpikir kritis sebesar 78,50% dengan kategori baik; desain dan keterbacaan sebesar 96,25% dengan kategori sangat baik; materi sebesar 94,75% dengan kategori sangat baik; pengembangan modul sebesar 94% dengan kategori sangat baik, serta didukung dengan penguasaan modul uji coba terbatas sebesar 83% dengan kategori baik, dan uji coba lapangan sebesar 84% dengan kategori baik, serta hasil disseminate di 4 sekolah kabupaten Sidoarjo sebesar 97,75% dengan kategori sangat baik; (3) modul efektif digunakan pada pembelajaran ditunjukkan pada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan persentase KKM pada setiap kegiatan belajar pertama memperoleh persentase sebesar 76,97 %; kegiatan belajar kedua sebesar 82,88%; dan kegiatan belajar ketiga sebesar 86,70%, serta adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol.
PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL GUIDED INQUIRY (MGI) DAN MODEL STARTER EXPERIMENT (MSE) DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA Ispriyanto - -; Muhammad - Masykuri; Sri - Mulyani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i2.9680

Abstract

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, tetapi pada kenyataan pembelajaran di SMA Batik 2 Surakarta lebih cenderung menggunakan metode ceramah dan tanya jawab yang berpusat pada guru, akibatnya belum menampakkan iklim belajar-mengajar yang mengajak siswa untuk aktif berpikir dan bertindak melakukan penggalian potensi yang ada pada setiap diri siswa, sehingga ada kecenderungan siswa kurang tertarik dengan mata pelajaran kimia yang pada akhirnya menyebabkan prestasi belajar siswa kurang memuaskan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran, kreativitas dan motivasi berprestasi siswa, serta interaksinya terhadap prestasi belajar ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan dua kelompok eksperimen. Populasi penelitian siswa kelas X SMA Batik 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling, diperoleh dua kelas eksperimen. Kelas X.5 diberi pembelajaran dengan menggunakan Model Guided Inquiry (MGI), sedangkan kelas X.1 diberi pembelajaran dengan menggunakan Model Starter Experiment (MSE).. Data dikumpulkan dengan metode tes, angket dan lembar observasi. Hipotesis diuji menggunakan statistik non parametrik Kruskal-Wallis.Hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1) penggunaan model pembelajaran berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa ranah kognitif dan psikomotor, tetapi tidak berpengaruh terhadap ranah afektif, (2) kreativitas siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa ranah afektif dan psikomotor, tetapi tidak berpengaruh terhadap ranah kognitif, (3) motivasi berprestasi siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa ranah kognitif, tetapi tidak berpengaruh terhadap ranah afektif dan psikomotor, (4) ada interaksi antara model pembelajaran dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa ranah kognitif, tetapi tidak ada interaksi terhadap ranah afektif dan psikomotor, (5) ada interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi belajar siswa ranah kognitif, tetapi tidak ada interaksi terhadap ranah afektif dan psikomotor, (6) ada interaksi antara kreativitas siswa dengan motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi belajar siswa ranah kognitif, tetapi tidak ada interaksi terhadap ranah afektif dan psikomotor dan (7) ada interaksi antara model pembelajaran dengan kreativitas siswa dan motivasi berprestasi siswa terhadap pretasi belajar siswa ranah kognitif, tetapi tidak ada interaksi terhadap ranah afektif dan psikomotor.
PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI INQUIRY BASED ON INTERACTIVE DEMONSTRATION UNTUK MEMBERDAYAKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII IA PADA MATERI BIOTEKNOLOGI DI SMA NEGERI 1 MAGELANG Nikmah Nikmah; Sajidan Sajidan; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i3.9452

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan yaitu mengetahui: 1) Karakteristik modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi, 2) Kelayakan modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi, 3) Keefektifan modul biologi inquiry based on interactive demonstration untuk memberdayakan hasil belajar siswa kelas XII IA pada materi bioteknologi di SMAN 1 Magelang. Penelitian menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan (R&D) Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Validasi produk pengembangan dilakukan oleh ahli materi, ahli pengembangan media, ahli perangkat pembelajaran, ahli bahasa, dan praktisi pendidikan. Subyek penelitian dan pengembangan meliputi: Subyek uji coba terbatas (keterbacaan) sejumlah 12 siswa kelas XII IA SMAN 3 Magelang, subyek uji lapangan operasional (keefektifan) sejumlah 26 siswa kelas XII IA-2 sebagai kelas modul dan 24 siswa kelas XII IA-4 sebagai existing class di SMAN 1 Magelang. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) Karakteristik modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi yang dikembangkan sesuai sintaks inquiry based on interactive demonstration meliputi tahap observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, dan aplikasi; 2) Modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi layak digunakan sebagai bahan ajar baru di sekolah berdasarkan validasi dan uji coba lapangan; 3) Modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi dinyatakan efektif untuk memberdayakan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor berdasarkan nilai rata-rata hasil belajar siswa  Kelas Modul lebih besar dari Existing Class.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIVITAS SISWA PADA MATERI KALOR DAN PERPINDAHANNYA Marlinda Mega Dwi Prastuti; Sukarmin Sukarmin; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i2.31680

Abstract

Media pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan kontekstual masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) karakteristik modul Fisika berbasis kontekstual pada materi kalor dan perpindahannya; (2) kelayakan terhadap modul Fisika berbasis kontekstual siswa pada materi kalor dan perpindahannya; (3) peningkatan tingkat berpikir kritis dan kreativitas siswa setelah menggunakan modul Fisika berbasis kontekstual pada materi kalor dan perpindahannya. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan Research and Development (R&D). Model penelitian menggunakan model penelitian 4D dengan langkah: (1) tahap pendefinisian (define), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (develop), (4) tahap penyebaran (dessiminate). Pengembangan modul meliputi proses validasi kelayakan modul, revisi modul, dan aplikasi modul pembelajaran berbasis kontekstual di kelas X1 SMAN 1 Sumberlawang. Analisis data yang digunakan selama penelitian adalah analisis deskriptif berdasarkan skor kriteria dan analisis peningkatan kreativitas belajar siswa melalui nilai gain. Hasil Penelitian disimpulkan bahwa: (1) karakteristik khusus pengembangan modul ini berdasarkan sintaks-sintaks pembelajaran kontekstual yang dituangkan pada rubrik dalam modul; (2) modul ini layak untuk digunakan sebagai bahan ajar. Hasil perhitungan cut off score menunjukkan modul masuk dalam kategori layak dengan nilai 3,62 dalam skala 4 dengan kategori sangat baik; (3) pembelajaran dengan menggunakan modul ini dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa,  dilihat dari skor rata-rata peningkatan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah menggunakan modul dengan persamaan gain ternormalisasi diperoleh nilai 0,56 untuk kreativitas belajar siswa dan 0,50 untuk kemampuan berpikir kritis dengan kriteria gain ternormalisasi kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA/MA Muhamad Irkham Luthfi Ansori; Widha Sunarno; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17304

Abstract

Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing pada materi listrik dinamis perlu dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa di Indonesia yang masih rendah khususnya keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi Listrik Dinamis yang masih di bawah KKM khususnya di SMA Muhammadiyah 1 Temanggung. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui: 1) cara mengembangakan Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing, 2) kelayakan produk Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing, 3) efektivitas Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMA/MA. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) termodifikasi dari Borg and Gall (1983). Sampel penelitian pengembangan meliputi: 1) sampel uji coba produk awal sejumlah 2 validator ahli (materi, media dan bahasa), 2 praktisi pendidikan dan 2 teman sejawat, 2) sampel uji coba lapangan terbatas sejumlah 10 siswa kelas X2 SMA Muhammadiyah 1 Temanggung, dan 3) sampel uji lapangan operasional sejumlah 26 siswa kelas X1 SMA Muhammadiyah 1 Temanggung. Instrumen yang digunakan adalah angket, lembar observasi, wawancara, dan tes. Uji lapangan operasional menggunakan one group pretest-posttest design. Data keterampilan berpikir kritis (hasil belajar kognitif) siswa diuji menggunakan uji t berpasangan dan dihitung dengan N-gain ternormalisasi. Berdasarkan analisa data diperoleh hasil penelitian pengembangan sebagai berikut: 1) Mengembangkan Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMA/MA yaitu menggunakan teknik R&D (research and development) dari Borg and Gall (1983: 775) termodifikasi melalui 10 tahap dengan tahapan terakhir dilakukan diseminasi saja tanpa dilakukannya implementasi produk, 2) kelayakan Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing setelah dilakukannya uji coba produk awal, uji coba lapangan terbatas, uji lapangan operasional dan diseminasi dan implementasi didapatkan rata-rata persentase sebesar 85,11% yang dikategorikan ˝Sangat Baik˝, 3) efektivitas Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa didapatkan nilai N-gain dari keterampilan berpikir kritis (hasil belajar kognitif) sebesar 0,56 dikategorikan ˝Sedang˝ dan hasil belajar afektif dan psikomotor siswa mengalami kenaikan dari pertemuan sebelumnya.
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK FISIKA BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA SMK PADA MATERI KEMAGNETAN Triyono Triyono; Nonoh Siti Aminah; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i3.31830

Abstract

Motivasi belajar siswa SMK Gajah Mungkur 1 Wuryantoro dalam mengikuti kegiatan belajar fisika masih rendah dibandingkan saat mengikuti kegiatan belajar mata pelajaran produktif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan karakteristik modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa; 2) menentukan kelayakan modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa; 3) menganalisis efektivitas modul elektronik fiska berbasis kontekstual terhadap motivasi belajar siswa; 4) menganalisis efektivitas modul elektronik fisika berbasis kontekstual terhadap hasil belajar kognitif siswa. Pengembangan modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual ini termasuk jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan 4-D Model Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perencanaan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Modul divalidasi oleh 2 dosen ahli (ahli materi dan ahli media), 1 guru berkualifikasi magister (ahli bahasa), 2 peer reviewer dan 2 reviewer. Modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual yang dikembangkan diujicoba terbatas pada 10 orang siswa kelas XII TKR 1. Setelah direvisi, modul pembelajaran elektronik berbasis kontekstual diujicoba skala besar pada 35 siswa kelas XI TKR 4. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) karakteristik modul elektronik fisika berbasis kontekstual yaitu berupa modul elektronik yang menggunakan tujuh komponen pendekatan kontekstual yang mampu mengaitkan materi pelajaran fisika dengan materi pelajaran produktif; 2) modul elektronik fisika berbasis kontekstual layak digunakan berdasarkan hasil validasi dan dianalisis menggunakan cut off score dengan persentase keidealan 88,0 %, hasil angket keterbacaan modul oleh siswa modul layak digunakan (80,52%) dan hasil respons guru dalam tahap penyebaran modul layak digunakan (91,67 %); 3) modul elektronik fisika berbasis kontekstual efektif meningkatkan motivasi belajar siswa berdasarkan hasil N-gain score sebesar 0,61 dengan kategori peningkatan sedang; 4)  modul elektronik fisika berbasis kontekstual efektif meningkatkan hasil belajar kognitif siswa berdasarkan hasil N-gain score sebesar 0,55 dengan kategori peningkatan sedang dan 77% siswa memperoleh nilai KKM.

Page 10 of 42 | Total Record : 417


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 3 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 2 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 02 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 01 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA More Issue