cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 224 Documents
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VII PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA Jesika Rizki Octavia; Sri Widoretno; Supurwoko Supurwoko
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v12i1.66771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komponen motivasi belajar dan komponen keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian ex-post facto dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pabelan yang berjumlah 180 siswa. Sampel penelitian berjumlah 124 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling menggunakan rumus menurut Slovin dengan tingkat kesalahan atau tingkat kesalahan yang ditoleransi 5% atau 0,05. Instrumen penelitian berupa angket persepsi siswa terhadap motivasi belajar dan soal essay berpikir kritis yang divalidasi menggunakan RASCH. Prosedur pengumpulan data penelitian dilakukan secara tatap muka dengan menyebarkan angket motivasi belajar dan menjawab pertanyaan keterampilan berpikir kritis. Tahap analisis data dilakukan dengan pengujian prasyarat analisis yaitu uji normalitas dengan uji Kolmogorof-Smirnov, uji homogenitas dengan uji Harley, dan uji hipotesis dengan uji korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima aspek motivasi belajar dan komponen keterampilan berpikir kritis terdapat hubungan yang signifikan antara aspek ulet menghadapi kesulitan dengan: inferensi (Sig. 0,002; r 0,275); pengandaian dan integrasi (Sig. 0,030; r 0,195), aspek keinginan dan keinginan untuk berhasil dengan: klarifikasi terlebih dahulu (Sig. 0,040; r 0,184); anggapan dan integrasi (Sig. 0,021; r 0,207), dan aspek ketekunan belajar dengan: anggapan dan integrasi (sig. 0,025; r 0,201), sedangkan 20 uji korelasi lainnya menunjukkan hubungan yang tidak signifikanThis study aims to analyze the correlation in the components of learning motivation and the components of critical thinking skills. This research is a quantitative research using ex-post facto research method with a correlational approach. The research population was 180 students of 7th grade of SMP Negeri 2 Pabelan. The research sample amounted to 124 students. The sampling is using probability sampling technique with the type of simple random sampling using the formula according to Slovin with an error rate or error level that is tolerated 5% or 0.05. The research instrument consists of students' perceptions of learning motivation questionnaire and critical thinking essay questions which were validated using RASCH. The research procedure for collecting data was face-to-face by distributing learning motivation questionnaire and answering questions on critical thinking skills. The data analysis phase was carried out by testing prerequisite analysis, namely normality test using the Kolmogorof- Smirnov test, homogeneity test using the Harley test, and hypothesis testing using the Pearson product moment correlation test. The results showed that from the five aspects of learning motivation and components of critical thinking skills there was a significant correlation between the tenacious aspect of facing difficulties with: inference (Sig. 0.002; r 0.275); supposition and integration (Sig. 0.030; r 0.195), aspects of desire and desire to succeed with: advance clarification (Sig. 0.040; r 0.184); supposition and integration (Sig. 0.021; r 0.207), and aspects of persistence in learning with: supposition and integration (sig. 0.025; r 0.201), while the other 20 correlation tests showed an insignificant relationship
PENGEMBANGAN MODUL SETS PADA MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK KELAS VIII SMP/MTS Listianthy, Wahyu Kodrat; Sarwanto, Sarwanto; Indrowati, Meti
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i1.50444

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk melihat kelayakan modul SETS (Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat) pada materi cahaya dan sifat optik untuk kelas VIII SMP dan respon siswa. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) yang mengadaptasi desain penelitian pengembangan model 4-D dari Thiagarajan, et al. yang meliputi 4 tahap: mendefinisikan, mendesain, mengembangkan, dan menyebarluaskan. Namun penelitian hanya dilakukan sampai tahap develop (3-D). Penelitian pengembangan ini diawali dengan observasi lapangan dan studi pustaka, kemudian dikembangkan dengan desain awal modul. Rancangan awal modul kemudian divalidasi oleh ahli materi, ahli media, pengembangan pendidikan dan peer review. Selanjutnya dilakukan uji coba terbatas dengan melibatkan 10 orang siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis menggunakan analisis kuantitatif perolehan skor validasi kelayakan modul dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul SETS (Science, Environment, Technology, and Society) cahaya dan sifat optik untuk kelas VIII SMP memenuhi kriteria sangat valid berdasarkan hasil validasi, dari validasi tersebut disimpulkan bahwa modul layak untuk digunakan. gunakan dalam pembelajaran sains.The development research is aimed to see the feasibility of SETS (Science, Environment, Technology, and Society) modules on light and optical properties for grade VIII in junior high school and the response of students. This study uses a Research and Development (R&D) design which adapts the 4-D model development research design from Thiagarajan, et al. which includes 4 stages: define, design, develop, and disseminate. However, the research is only done up to the develop stage (3-D). This development research begins with field observations and literature study, then developed with the initial design of the module. The initial design of the module is then validated by material experts, media experts, developing education and peer reviews. Furthermore, a limited trial was carried out involving 10 students as research subjects. The data technique was carried out through observation, interviews, documentation, and questionnaires. The analysis technique uses quantitative analysis of the acquisition of module feasibility validation scores and descriptive analysis. The results showed that the SETS (Science, Environment, Technology, and Society) module light and optical properties for grade VIII in junior high school were measured as very valid criteria based on validation results, from the validation we conclude that the module is suitable for use in science learning.
PENGEMBANGAN MEDIA WEB MOBILE LEARNING BERBASIS ETNOSAINS PADA MATERI KONDUKTIVITAS Dewi Suryani; Rahmad Fajar Sidik; Wiwin Puspita Hadi; Mochammad Yasir; Maria Chandra Sutarja
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v12i1.64060

Abstract

Pembelajaran IPA dengan berpendekatan etnosains masih jarang diterapkan karena kurang maksimal dalam mengeksplorasi dalam mengintegrasikan materi IPA dalam sains ilmiah. Siswa cenderung kurang menyukai belajar IPA yang berkaitan dengan rumus perhitungan serta minimnya penggunaan media pembelajaran yang berbasis etnosains. Solusi yang dapat diberikan adalah dengan mengembangkan media web mobile learning berbasis etnosains pada materi konduktivitas. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan dan respons siswa terhadap media. Pengembangan ini merupakan pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kamal kelas VII-A dengan 28 siswa pada semester genap tahun ajaran 2021-2022. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket validasi ahli media, ahli materi, guru IPA, serta respons siswa terhadap media. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) pengembangan media web mobile learning berbasis etnosains pada materi konduktivitas SMP layak digunakan dengan persentase dari ahli media 89.18% dan reliabilitas 93.76%, ahli materi memberikan penilaian dengan kategori layak digunakan dengan skor rata-rata 87.29% dan reliabilitas 95.41%. (2) Respons siswa dengan nilai rata-rata 88.19% dengan kategori sangat baik.Science learning with an ethnoscience approach is still rarely applied because it is not optimal in exploring and integrating science material in scientific science. Student tend not to like learning science related to calculation formulas and the lack of use of ethnoscience-based learning media. The solution that can be given is to develop an ethnoscience-based web mobile learning media on the conductivity material.The purpose of this development is to know the advisability, and responses of student to web mobile learning media. The development is developed by using ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research was conducted in SMP Negeri 2 Kamal with a sample of 28 students of class VII-A in the even semester of academic year 2021-2022. Data collection techniques using questionnaires are media expert validation questionnaires, material expert validation, science teacher validation, and student responses to the media. Based on the results of the study concluded that : (1) Development of ethnoscience-based mobile learning web mobile learning media on conductivity material for junior high schools is suitable for use with a percentage of media experts 89.18% and reliability 93.76%, material experts provide an assessment with a suitable category for use with an average score 87.29% and reliability 95.41%. (2) Student responses with an average of 88.19% with a very good category.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DARING BERBASIS APLIKASI SMART APPS CREATOR (SAC) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA Rianti, Rima Reniesa Pelita; Karyanto, Puguh; Wahyuningsih, Daru
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i2.58704

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran online berbasis Smart Apps Creator (SAC) dan mengetahui keefektifan pengembangan media pembelajaran online berbasis Smart Apps Creator (SAC) terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan jenis penelitian pre-experimental design dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP IT Nur Hidayah Surakarta yang berjumlah 12 siswa. Sumber datanya adalah validasi ahli materi dan ahli media, respon guru dan siswa terhadap media pembelajaran, serta hasil pretes-postes untuk mengukur peningkatan hasil belajar kognitif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan studi kepustakaan, wawancara, angket dan tes dilakukan sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Secara keseluruhan hasil kelayakan ahli materi memiliki persentase 93,33% dan ahli media 95% memenuhi kriteria sangat layak. Respon guru terhadap produk media pembelajaran memiliki persentase 90,2% dan 91,85% respon siswa yang memenuhi kriteria sangat layak. Nilai n-gain sebesar 0,83 yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kognitif siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan pembelajaran online dengan media pembelajaran berbasis aplikasi Smart Apps Creator (SAC) layak digunakan dalam proses pembelajaran dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa.The purpose of this study is to develop online learning media based on the Smart Apps Creator (SAC) and determine the effectiveness development of online learning media based on the Smart Apps Creator (SAC) to improve students cognitive learning outcomes. The research method is Research and Development with the type of research is pre-experimental design using one group pretest-posttest design. The research subjects were 12 students of class VIII SMP IT Nur Hidayah Surakarta. Source of data are the validation of material experts and media experts, teacher and student responses to learning media, and pretest-posttest results to measure the increase in cognitive learning outcomes. Data collection techniques using library studies, interviews, questionnaires and tests were carried out before and after being given treatment. The data analysis technique was carried out in a quantitative descriptive. Overall, the results of feasibility material experts have a percentage of 93.33% and 95% media experts meet the criteria are very feasible. The teacher’s response to learning media products has a percentage of 90.2% and 91.85% of student responses meet the criteria are very feasible. The n-gain score is 0.83 which indicate that there is a increase in students cognitive learning outcomes before and after being given treatment. Based on the results of the study, it can be concluded that the development of online learning using learning media based on the Smart Apps Creator (SAC) application is feasible to use in the learning process and is effective in improving students cognitive learning outcomes.
LITERATUR REVIEW PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SAINS Fatimah, Hikmah; Bramastia, Bramastia
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i1.55966

Abstract

Pembelajaran sains membantu siswa menghubungkan fenomena yang terjadi dalam kehidupan dengan materi yang didapatkan disekolah. Konsep abstrak dalam sains menyebabkan siswa tidak dapat memahami materi dengan baik. Untuk itu, dibutuhkan media pembelajaran sains yang dapat membantu menyampaikan pesan dari sumber belajar kepada siswa. Media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran meliputi media nyata dan digital. Desain penelitian berupa review terhadap jurnal yang terbit dalam sinta 6 hingga sinta 1 dalam kurun waktu 2016-2021. Hasil yang diperoleh bahwa terdapat 55 jurnal mengenai pengembangan media pembelajaran. Media pembelajaran cetak berupa kartu bergambar, scrapbook dan komik. Media pembelajaran digital berupa virtual lab, scholoogy, augmented reality, e-portofolio, animasi ,pageflip, edmodo, edumedia, appypie, mikroskop digital, power point dan flash. Berdasarkan analisis SWOT, terdapat kelemahan pada media pembelajaran sains yang telah dikembangkan seperti kurang mendukung apabila digunakan mandiri oleh siswa tanpa didampingi guru, membutuhkan teknologi lain untuk mengakses media tersebut dan dikembangkan pada materi yang fenomenanya sebenarnya mudah diamati oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.Learning science helps students connect phenomena that occur in life with material obtained at school. Abstract concepts in science cause students to not be able to understand the material properly. For this reason, science learning media is needed that can help convey messages from learning resources to students. Learning media used in learning include real and digital media. The research design is in the form of a review of journals published in sinta 6 to sinta 1 in the 2016-2021 period. The results obtained are that there are 55 journals regarding the development of learning media. Print learning media in the form of picture cards, scrapbooks and comics. Digital learning media in the form of virtual labs, schoology, augmented reality, e-portfolio, animation, pageflip, edmodo, edumedia, appypie, digital microscope, power point and flash. Based on the SWOT analysis, there are weaknesses in the science learning media that have been developed such as being less supportive when used independently by students without being accompanied by a teacher, requiring other technologies to access the media and being developed on material whose phenomena are actually easily observed by students in everyday life.
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MATERI TUMBUHAN DAN FUNGSINYAPADA SISWA IV DI MI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG Anisah Fauziah; Muhammad Suwigyo Prayogo
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v12i1.68046

Abstract

Penelitian yang dilakukan gunu mengetahui tingkat keefektifan sebuah pendekatan kontekstual dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam materi bagian tumbuhan dan fungsinya pada siswa-siswi kelas IV di MI Miftahul Ulum Lumajang. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpuan data dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasi dari penelitian yang dilakukan bahwasanya penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam terutama mater bagian tumbuhan dan fungsinya sangat efektif di gunakan. Hal ini dikarenakan karena dengan penggunakan model tersebut menjadikan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan menyenangkan. Dengan penerapan pendekatan model tersubut dapat menjadikan ilmu pengetahuan dan pemahaman yang peserta didik dapat lebih bermakna.Research conducted to determine the level of effectiveness of a contextual approach in learning natural science material parts of plants and their functions in fourth grade students at MI Miftahul Ulum Lumajang. The approach taken in this research is to use a qualitative approach with data collection techniques using documentation and interview methods. Based on the results of the research conducted, it is found that the application of a contextual approach in learning natural sciences, especially material for plant parts and their functions, is very effective in use. This is because using this model makes the learning process run effectively and fun. By applying this model approach, knowledge and understanding of students can be more meaningful.
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATERI GERAK DAN GAYA DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP KELAS VIII SMP NEGERI 1 KEBAKKRAMAT Hepi, Hepi; Karyanto, Puguh; Sukarmin, Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i1.54919

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara pemahaman konsep pada materi gerak dan gaya dengan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP Kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitatif korelasi. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kebakkramat dengan sampel sebanyak 30 orang siswa kelas VIIIE yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Instrumen penelitian menggunakan soal tes pilihan ganda yang disusun sesuai indikator kemampuan pemahaman konsep sebanyak 18 soal dan soal uraian yang disusun sesuai indikator kemampuan berpikir kreatif sebanyak 8 soal. Jawaban dari siswa dianalisis dengan korelasi product moment, hasil dari analisis yang dilakukan didapat hasil koefisien korelasi rempirik= 0,716 dan rtabel= 0,361 (n = 30 dengan taraf signifikansi 5 %). Oleh karena rempirik > rtabel maka ditarik kesimpulan bahwa penelitian ini menunjukkan adanya korelasi antara kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi gerak dan gaya dengan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP Kelas VIII di SMP Negeri 1 Kebakkramat dan besar korelasi 0,716 berdasarkan tabel pedoman interpretasi koefisien korelasi mengkategorikan pada tingkat korelasi yang tinggi.This study aims to determine whether or not there is a correlation between understanding the concept of motion and force with the creative thinking ability of students of SMP Negeri 1 Kebakkramat Class VIII. The method used in this research is quantitative correlation. The research was conducted at SMP Negeri 1 Kebakkramat with a sample of 30 students of class VIIIE selected by cluster random sampling technique. In collecting data using test techniques to measure the ability to understand concepts and creative thinking skills of students. The research instrument used multiple choice test questions that were arranged according to the indicators of the ability to understand concepts as many as 18 questions and the description questions arranged according to the indicators of creative thinking abilities as many as 8 questions. The students' answers were analyzed by product moment correlation, the results of the analysis obtained were r empirical correlation coefficients = 0.716 and r table = 0.361 (n = 30 with a significance level of 5%). Because r empirical > r table, it can be concluded that this study shows a correlation between students' conceptual understanding ability on motion and style material with creative thinking skills of Class VIII Junior High School students at SMP Negeri 1 Kebakkramat and the correlation magnitude is 0.716 based on the guideline table for interpretation of the correlation coefficient categorizes at the level of high correlation.
ANALISIS MATERI KESETIMBANGAN KIMIA PADA BUKU TEKS KIMIA KELAS XI BERDASARKAN MUATAN NATURE OF SCIENCE (NOS) Warih Purwendah; Maria Ulfa; Mohammad Masykuri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v12i1.64882

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk: (1) mengetahui ketercapaian aspek- aspek NoS pada materi kesetimbangan kimia dalam buku teks kimia SMA yang digunakan di Surakarta (2) mengetahui persentase kemunculan aspek-aspek NoS pada materi kesetimbangan kimia dalam buku teks kimia SMA yang digunakan di Surakarta. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan memaparkan aspek-aspek NoS yang termuat dalam buku teks. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis isi. Sumber data penelitian didapatkan dari dua buku teks kimia SMA kelas XI yang paling banyak digunakan di Surakarta.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis materi berdasarkan muatan aspek-aspek NoS yaitu empiris, inferensial, kreatif, theory-driven, tentatif, metode ilmiah, teori ilmiah, hukum ilmiah, sosial sains, dan penerapan sains dalam sosial budaya. Uji validitas instrumen penelitian ini menggunakan formula Gregory sedangkan uji validitas data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dari 10 aspek NoS, sebanyak 8 aspek telah termuat pada buku A dan 9 aspek pada buku B dimana aspek theory-driven tidak ditemukan pada buku B dan teori ilmiah pada buku A dan B, (2) persentase penyajian aspek NoS pada buku A dan B adalah 40% dan 37% yang menunjukkan kedua buku tersebut memuat aspek-aspek NoS secara implisit dan benar.The purpose of this study is to: (1) determine the achievement of the NoS aspects on chemical equilibrium material in high school chemistry textbooks used in Surakarta (2) determine the percentage of occurrences of NoS aspects on chemical equilibrium materials in high school chemistry textbooks used in Surakarta. The research method used in this study is a descriptive qualitative method by describing the aspects of NoS contained in the textbook. The approach used in this research is content analysis. Sources of research data obtained from two high school chemistry textbooks class XI which is most widely used in Surakarta. The sampling technique used is purposive sampling technique. Data was collected by analyzing the material based on the content of the NoS aspects, namely empirical, inferential, creative, theory-driven, tentative, scientific method, scientific theory, scientific law, social science, and the application of science in socio-culture. The validity test of this research instrument uses the Gregory formula while the data validity test uses data triangulation. The results of this study indicate that (1) From the 10 aspects of NoS, 8 aspects have been included in book A and 9 aspects in book B where the theory-driven aspects are not found in book B and scientific theory in books A and B, (2) the proportion of presentation of NoS aspects in books A and B is 40% and 37%, which shows that both books contain NoS aspects implicitly and correctly.
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL BERBASIS E-LEARNING DI SMPN 52 SURABAYA Vera Nur Aini
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i2.60302

Abstract

Tujuan dilaksanakannya riset ini untuk menganalisislKeterampilan Proses Sains peserta didik pada materi Pemanasan Global dalam kegiatan pembelajaran berbasis e-learning di SMPN 52 Surabaya. Riset ini termasuk dalam riset deskriptif kualitatif yang mengaitkan subjek penelitian sebanyak 40 siswa di kelas VII E SMPN 52 Surabaya serta guru pengampu mata pelajaran IPA SMPN 52 Surabaya. Metode pengumpulan informasi yang digunakan dalam pengambilan informasi berupa angket serta wawancara. Riset ini dianalisis dengan menggunakan metode triangulasi informasi yang terdiri dari reduksi informasi, penyajian informasi, verifikasi informasi, serta kesimpulan. Dari riset yang sudah dilakukan, diperoleh hasil angket yang berbeda pada masing- masing indikator, yakni mengamati 85%, menanya 70%, mengumpulkan informasi 77, 5%, mengasosiasikan 87, 5%, serta mengkomunikasikan 62,5%, dengan perolehan nilai rata- rata sebesar 76, 5% yang bisa dikategorikan“baik”. Bersumber pada wawancara yang sudah dilakukan dengan guru pengampu mata pelajaran IPA, diperoleh hasil bahwa pada pelaksanaan Keterampilan Proses Sains di kelas VII E SMPN 52 Surabaya telah lebih dari separuh peserta didik yang sudah berpartisipasi aktif dalam mengikuti proses pembelajaran pada materi Pemanasan Global dalam pembelajarn berbasis E- Learning melalui Microsoft Teams.The purpose of this research is to analyze the Science Process Skills of students in Global Warming material in e-learning based learning activities at SMPN 52 Surabaya. This research is included in the qualitative descriptive research that relates the research subjects to as many as 40 students in class VII E of SMPN 52 Surabaya and teachers of science subjects at SMPN 52 Surabaya. Information collection methods used in information retrieval in the form of questionnaires and interviews. This research was analyzed using the information triangulation method which consists of information reduction, information presentation, information verification, and conclusions. From the research that has been done, different questionnaire results were obtained for each indicator, namely observing 85%, asking 70%, collecting information 77.5%, associating 87.5%, and communicating 62.5%, with the acquisition of an average score - an average of 76.5% which can be categorized as "good". Based on interviews that have been conducted with science subject teachers, the results show that in the implementation of Science Process Skills in class VII E of SMPN 52 Surabaya, more than half of the students have actively participated in following the learning process on Global Warming material in E-based learning. - Learning through Microsoft Teams.
ANALISIS KETERKAITAN KOMPETENSI SOSIAL GURU DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPA DI SMPN 1 SAMBIT Anggi Nurma Yunita Sholikhah; Bayu Armanda Putra; Cahyani Fitriana
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v12i1.68196

Abstract

Kompetensi sosial guru memiliki peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. Salah satunya adalah dalam membangun motivasi belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan keterkaitan kompetensi sosial guru terhadap motivasi belajar peserta didik khususnya pada mata pelajaran IPA di SMPN 1 Sambit. Penelitian dilaksanakan tanggal 23 Oktober – 3 November 2022 di SMPN 1 Sambit dengan menerapkan metode penelitian deskriptif-kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi dan wawancara terhadap guru pamong IPA serta kegiatan pembelajaran di kelas IX B. data yang diperoleh dari kegiatan wawancara dan observasi tersebut berupa data deskriptif. Analisis data dilakukan sebelum dilakukan kegiatan penelitian di lapangan, Berdasarkan kegiatan penelitian yang dilakukan terdapat 3 poin penting yang didapatkan, yaitu 1) guru IPA di SMPN 1 Sambit dalam membangun motivasi belajar peserta didik menerapkan pendekatan dan cara berkomunikasi yang berbeda dimana hal tersebut ditekankan pada karakter yang dimiliki oleh peserta didik, 2) guru memberikan pembekalan untuk membangunan konsepsi peserta didik terhadap mata pelajaran IPA sehingga mereka tidak merasa terbebani dan merasa nyaman ketika belajar, 3) guru menyampaikan materi pelajaran dengan cara yang komunikatif dan bahasa yang mudah dipahami sehingga peserta didik sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini adalah kompetensi sosial guru sangat berpengaruh terhadap motivasi peserta didik dalam pembelajaran khusunya pada IPA. The teacher's social competence has an important role in learning activities.  One of them is in building students' learning motivation.  The purpose of this study was to describe the relationship between teacher social competence and students' learning motivation, especially in science subjects at SMPN 1 Sambit.  The research was carried out on October 23 – November 3 2022 at Sambit 1 Public Middle School by applying a descriptive-qualitative research method and data collection was carried out through observation and interviews with science tutors teachers as well as learning activities in class IX B. The data obtained from the interviews and observations in the form of descriptive data.  Data analysis was carried out before conducting research activities in the field. Based on the research activities carried out there were 3 important points obtained, namely 1) the science teacher at Sambit 1 Middle School in building students' learning motivation applied different approaches and ways of communicating where this emphasized character  owned by students, 2) the teacher provides debriefing to build students' conceptions of science subjects so that they do not feel burdened and feel comfortable when studying, 3) the teacher delivers subject matter in a communicative way and language that is easy to understand so that students are very  enthusiastic in participating in learning.  The conclusion of this study is that the teacher's social competence greatly influences the motivation of students in learning, especially in science.

Page 9 of 23 | Total Record : 224