cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 417 Documents
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI FLUIDA UNTUK SISWA CERDAS ISTIMEWA-BERBAKAT ISTIMEWA Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhari; Sarwanto - -; Soeparmi - -
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan mengembangkan modul Fisika berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk siswa Cerdas Istimewa-Berbakat Istimewa (CIBI). Metode penelitian yang digunakan ialah modifikasi Model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel & Semmel. Pengembangan modul diawali dengan melakukan analisis kebutuhan siswa dan guru terhadap modul Fisika berbasis PBL untuk siswa CIBI dan mendefinisikan materi ajar yang dikembangkan. Hasil pendefinisian terhadap kurikulum dan karakteristik siswa digunakan untuk mengembangkan modul Fisika berbasis PBL untuk siswa CIBI yang disesuaikan dengan sintaks PBL. Telaah dan validasi dilakukan tiga tahap. Tahap pertama telaah dan validasi dilakukan oleh ahli bahasa dan kegrafisan serta ahli materi. Setelah revisi dilakukan berdasarkan masukan pada tahap pertama, dilakukan telaah dan validasi tahap kedua oleh dosen Fisika yang juga menilai instrumen penelitian lainnya. Setelah revisi terhadap modul pada tahap kedua, dilakukan telaah dan validasi tahap ketiga oleh rekan sejawat (guru Fisika kelas akselerasi) sehingga diperoleh modul akhir yang siap diujicobakan ke siswa. Uji coba penggunaan modul ke siswa melalui desain penelitian posttest-only control design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul layak digunakan dengan kriteria baik (penilaian dari ahli sebesar 3,22; penilaian dari dosen sebesar 3,45; penilaian dari guru sebesar 3,61 dengan skala maksimum 4). Respon siswa terhadap modul sangat positif. Siswa sangat tertarik dengan penggunaan modul Fisika berbasis PBL dan merasa mudah dalam menggunakannya. Berdasarkan uji statistik, diperoleh hasil bahwa siswa yang menggunakan modul Fisika berbasis PBL memiliki hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor yang lebih baik daripada siswa yang menggunakan buku di sekolah dalam lingkungan belajar PBL. Artinya, modul Fisika berbasis PBL efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK MENGGUNAKAN METODE PROYEK DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Henry Sugiyarti; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9586

Abstract

Penelitianini bertujuan untuk mengetahuiperbedaan prestasi belajarpengetahuan, sikap dan ketrampilan pada pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen ditinjau darikreativitas, kemampuan berpikir kritis dan interaksi- interaksinya.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dilakukan di SMAN 2Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015.Dalam penelitian ini sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sebanyak 2 kelas. Teknik analisis data menggunakan analisis anava 2x2x2.Hasil pada penelitian ini adalah 1) ada perbedaan hasil belajar antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen. 2)ada perbedaannilaipengetahuan, sikap,dan keterampilanantara siswa yang memilikikreativitas tinggi dan rendah.3)ada perbedaan nilaipengetahuan, sikap, dan keterampilan antara siswa yang memilikikemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah, 4)tidak ada interaksi antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen dengan kreativitas terhadap nilaipengetahuan, sikap, dan keterampilan. 5)interaksi antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen dengan kemampuan berpikir kritis memberikan pengaruh yang signifikanterhadap nilai sikap dan keterampilan, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadapnilaipengetahuan 6) adainteraksi antara kreativitas dan kemampuan berpikir kritis terhadap nilaipengetahuan, tetapi tidak ada interaksi terhadap nilaisikap dan keterampilan7)interaksi antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen dengan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, tidak ada pengaruh terhadap nilaipengatahuan, sikap, dan ketrampilan.
DISCOVERY PADA FUNGI BERBASIS GUIDED PROJECT Christine Noverima Prasasti Hujianti; Sajidan Sajidan; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i1.17280

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik model pembelajaran Discovery Based guided Project, 2) kelayakan model pembelajaran Discovery Based guided Project, dan 3) keefektifan model pembelajaran Discovery Based guided Project tehadap hasil belajar pada materi fungi siswa SMA Negeri Karangpandan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R & D) mengacu pada model Gall, Borg, and Gall (1983) yang dimodifikasi menjadi sembilan tahap. Responden pengembangan meliputi respon uji coba lapangan awal berjumlah 3 validator dan 2 praktisi, respon uji coba lapangan terbatas berjumlah 10 siswa, dan responden uji lapangan operasional berjumlah 36 siswa kelas existing class, 38 siswa modeling class. Instrumen yang digunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan tes. Uji coba lapangan operasional menggunakan desain penelitian Posttest-Only Control Design dan hasil belajar kognitif dianalisis dengan uji t (t test). Hasil penelitian diperoleh: 1) model yang dikembangkan mengacu pada model Gall, Borg, and Gall (1983) dan model pembelajaran  Discovery based guided project terdapat sembilan sintak pembelajaran; 2) hasil pengembangan model pembelajaran  Discovery based guided project yang diperoleh dari ahli, praktisi, dan siswa masuk kedalam kategori baik, sehingga model pembelajaran  Discovery based guided project layak digunakan sebagai model pembelajaran; 3) Hasil efektivitas model pembelajaran  Discovery based guided project pada materi fungi terdapat kenaikan hasil belajar, dengan demikian model pembelajaran  Discovery based guided project efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa model yang telah dikembangkan dan diuji cobakan memperoleh hasil yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KONTEKSTUAL PADA MATERI USAHA, ENERGI, DAN DAYA UNTUK PESERTA DIDIK KELAS X SMK HARAPAN KARTASURA Aprilliana Widyasari; Sukarmin Sukarmin; Sarwanto Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i2.9620

Abstract

Fisika adalah suatu teori yang menerangkan gejala-gejala alam sesederhana mungkin dan berusaha menemukan hubungan antara kenyataan-kenyataan persyaratan utama untuk pemecahan masalah dengan mengamati gejala-gejala tersebut. Pembelajaran kontekstual berkaitan dengan adanya tuntutan akan kemampuan peserta didik dalam menggunakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang dipelajari untuk memecahkan masalah-masalah dunia nyata yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik produk modul fisika kontekstual untuk peserta didik kelas X SMK Harapan Kartasura. (2) kelayakan produk modul fisika kontekstual untuk peserta didik kelas X SMK Harapan Kartasura. (3) efektivitas modul fisika kontekstual untuk peserta didik kelas X SMK Harapan Kartasura. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R and D) yang mengacu pada model 4D (four-D model) oleh Thiagarajan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Penelitian diawali dengan pembuatan draf modul. Draf modul divalidasi oleh ahli, guru, dan teman sejawat. Hasil revisi berupa draf modul I diujicobakan secara terbatas pada 9 siswa kemudian direvisi menjadi draf modul II. Draf modul II dilakukan uji coba lapangan pada 32 siswa dengan diberikan modul fisika kontekstual kemudian direvisi menjadi modul produk akhir. Modul kemudian disebarkan ke guru Fisika SMK untuk mendapat umpan balik. Instrumen yang digunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan tes. Uji coba lapangan menggunakan one group pretest-posttes design. Data hasil belajar kognitif dihitung dengan gain ternormalisasi dan diuji dengan uji-t dua sampel berpasangan, sedangkan hasil belajar aspek keterampilan dan sikap dihitung persentase ketercapaiannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Karakteristik modul fisika kontekstual memenuhi kompetensi dasar yang digunakan mengacu pada Kurikulum 2013 dan setiap kegiatan meliputi aspek-aspek berdasarkan pendekatan kontekstual yang meliputi constructivism (konstruktivisme), questioning (bertanya), learning community (masyarakat belajar), inquiry (menemukan), modeling (pemodelan), authentic assessment (penilaian yang sebenarnya), reflection (refleksi); (2) modul pembelajaran memiliki kriteria baik ditinjau dari aspek kelayakan isi, bahasa dan gambar, penyajian, dan kegrafikan setelah dilakukan uji coba lapangan pada siswa dan guru; (3) modul efektif dalam meningkatkan nilai kognitif siswa, hal ini terlihat dari perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan setelah diterapkan modul sebesar 0,4498 dan memiliki kategori “sedang”.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA/MA Liyan Desi Yulia; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA; (2) mendapatkan modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA yang telah memenuhi kriteria kelayakan; (3) MeningkatKan kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian ini adalah R&D dengan mengacu model 4-D (four D model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel (1974). Model 4-D terdiri dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Modul tersebut disusun menggunakan basis keterampilan proses sains (KPS) yang dimunculkan sebagai kerangka dalam modul karena merupakan bagian dari pendekatan saintifik yang perlu dikembangkan pada kurikulum 2013. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, media, dan praktisi pendidikan, serta uji coba (terbatas dan  luas) kepada siswa, dan tahap penyebaran pada 3 guru fisika SMA di Surakarta. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data yang bersifat kuantitatif yaitu lembar validasi dari ahli materi, ahli media, dan bahasa, guru, teman sejawat, angket respon siswa siswa terhadap modul serta soal tes kemampuan pemecahan masalah. Data kualitatif yang diperoleh adalah angket analisis kebutuhan dan validasi draft  modul yang diperoleh dari masukan atau saran dari dosen pembimbing. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu data untuk menilai kriteria kelayakan modul dan data untuk menilai kemampuan pemecahan siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon, angket disseminate dan untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa digunakan pengumpulan data melalui pre-post test tertulis. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul fisika disusun berdasarkan basis keterampilan proses sains. Aspek keterampilan proses sains yang digunakan meliputi observasi, klasifikasi, interpretasi, mengajukan hipotesis, percobaan, pertanyaan, mengkomunikasi dan menerapkan konsep; (2) modul dikategorikan layak dengan hasil perhitungan (ahli materi, ahli media, guru, teman sejawat) yang menunjukkan nilai rata-rata 86,5 > cut off  85,5. Serta didukung dengan respon positif dari siswa dan hasil disseminate yang dilakukan pada 3 guru fisika SMA/MA di Surakarta yang mengkategorikan modul baik; (3) penggunaan modul tersebut dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa didukung dari hasil perhitungan gain (0,47) termasuk kategori sedang.
PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM SOLVING TIPE SEARCH SOLVE CREATE AND SHARE (SSCS) DAN COOPERATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN MATEMATIS Raehanah Raehanah; Sri Mulyani; Sulistyo Saputro
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i01.9652

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model problem solving tipe Search, Solve, Create, and Share (SSCS) dan Cooperative Problem Solving (CPS), kemampuan berpikir kritis, kemampuan matematis, dan interaksi variabel-variabelnya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dan dilaksanakan dari bulan Desember 2012 - Juni 2013. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA N 1 Ngemplak Boyolali Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel diperoleh dengan teknik cluster random sampling yang terdiri dari dua kelas, XI IPA 1 dan XI IPA 3. Kelas XI IPA 1 diberi pembelajaran dengan model SSCS dan kelas XI IPA 3 diberi pembelajaran dengan model CPS. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi belajar kognitif, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan matematis, angket untuk prestasi afektif, dan lembar observasi untuk psikomotor siswa. Hipotesis diuji menggunakan Anava (Analisis Variansi) dan Kruskal-Wallis one way analysis of variance. Dari hasil analisis data disimpulkan: 1) tidak ada pengaruh penggunaan model SSCS dan CPS terhadap prestasi belajar kognitif siswa, tetapi ada pengaruhnya terhadap prestasi afektif dan psikomotor; 2) ada pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif, tetapi tidak ada pengaruhnya terhadap prestasi afektif dan psikomotor; 3) ada pengaruh kemampuan matematis terhadap prestasi kognitif, tetapi tidak ada pengaruhnya terhadap prestasi afektif dan psikomotor; 4) tidak ada interaksi antara model pembelajaran SSCS dan CPS dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, tetapi ada interaksinya terhadap prestasi psikomotor; 5) ada interaksi antara model pembelajaran SSCS dan CPS dengan kemampuan matematis terhadap prestasi kognitif dan psikomotor, tetapi tidak ada interaksinya terhadap prestasi afektif; 6) ada interaksi antara kemampuan berpikir kritis dan kemampuan matematis terhadap prestasi kognitif, tetapi tidak ada interaksinya terhadap prestasi afektif dan psikomotor; 7) tidak ada interaksi antara model pembelajaran SSCS dan CPS, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan matematis terhadap prestasi kognitif dan afektif, tetapi ada interaksinya terhadap prestasi psikomotor. Kata Kunci: problem solving, kemampuan berpikir kritis, kemampuan matematis, prestasi belajar, larutan penyangga
PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN CONCEPT ATTAINMENT MODEL MENGGUNAKAN TEKNIK VEE DIAGRAM DAN CONCEPT MAP DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PENALARAN ILMIAH Handayani - -; Suciati - -; Baskoro A Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i2.9674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pembelajaran model Concept Attainment (CA) menggunakan  Vee Diagram (VD) dan Concept Map (CM) ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan penalaran ilmiah terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Tingkat III Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Kuningan. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan Vee Diagram terdiri dari 34 mahasiswa dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan Concept Map terdiri dari 31 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data prestasi belajar kognitif, psikomotor, kemampuan berpikir kritis dan penalaran ilmiah, angket untuk data prestasi belajar afektif, lembar observasi untuk data psikomotor dan afektif. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software SPSS 18. Hasil penelitian didapatkan bahwa: (1) ada perbedaan prestasi belajar antara pembelajaran model Concept Attainment melalui Vee Diagram dan Concept Map pada aspek psikomotor dan tidak ada perbedaan pada aspek kognitif dan afektif dengan sig.0,403 > 0,05; (2) ada perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah pada aspek kognitif tidak ada perbedaan pada aspek afektif dengan sig.0,013 < 0,05; (3) ada perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa yang memiliki penalaran ilmiah tinggi dan rendah pada aspek kognitif dan psikomotor dan tidak ada  perbedaan pada aspek afektif dengan sig.0,007 < 0,05; (4) tidak ada interaksi antara pembelajaran model Concept Attainment melalui Vee Diagram dan Concept Map dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar dengan sig.0,523 > 0,05; (5) ada interaksi antara pembelajaran model Concept Attainment melalui Vee Diagram dan Concept Map dengan penalaran ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif dan tidak ada interaksi pada prestasi belajar afektif dan psikomotor dengan sig.0,013 < 0,05; (6) tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir kritis dan penalaran ilmiah terhadap prestasi belajar dengan sig.0,457 > 0,05; (7) tidak ada interaksi antara pembelajaran model Concept Attainment melalui Vee Diagram dan Concept Map, kemampuan berpikir kritis, dan penalaran ilmiah terhadap prestasi belajar dengan sig.0,828 > 0,05. Berdasarkan hasil statistik penggunaan Vee Diagram dan Concept Map memberikan prestasi yang sama.
PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS INQUIRY REAL WORLD APPLICATION PADA MATERI BIOTEKNOLOGI DI SMA NEGERI 1 MAGELANG Dwi Lis Wahyuni; Sajidan Sajidan; Suciati Suciati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i3.9446

Abstract

Penelitian dan pengembangan modul ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik produk modul biologi berbasis inquiry real world application pada materi bioteknologi; 2) kelayakan prototype modul biologi berbasis inquiry real world application pada materi bioteknologi; 3) keefektifan modul biologi berbasis inquiry real world application pada materi bioteknologi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode Borg dan Gall (1983) yang telah dimodifikasi menjadi sembilan tahapan: 1) penelitian pendahuluan; 2) perencanaan; 3) pengembangan prototype produk; 4) validasi prototype produk; 5) revisi prototype produk; 6) uji keterbacaan; 7) revisi produk; 8) uji coba produk; 9) revisi produk akhir. Model pengembangan modul menggunakan desain ADDIE (Branch, 2009). Instrumen yang digunakan meliputi: angket, lembar observasi dan tes. Analisis data yang digunakan selama penelitian dan pengembangan adalah analisis deskriptif, teknik persentase dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) karakteristik modul berbasis inquiry real world application dikembangkan berdasarkan sintaks inquiry real world application, meliputi: observation, manipulation, generalization, verification dan application; 2) kelayakan prototype modul berbasis inquiry real world application menurut para ahli berkualifikasi “sangat baik”. Hasil uji keterbacaan modul untuk guru oleh praktisi pendidikan berkategori “sangat baik”. Hasil uji keterbacaan modul siswa berkategori “baik”; 3) modul biologi berbasis inquiry real world application efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bioteknologi aspek spiritual, aspek sikap sosial, aspek keterampilan, dan aspek pengetahuan. 
PENGEMBANGAN MODUL INTERAKTIF BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN FLUIDA DI SMKN 6 SURAKARTA Dwi Fista Setyo Putri; Suparmi - -; Sarwanto - -
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i01.9706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kelayakan modul interaktif berbasis inkuiri terbimbing pada pokok bahasan fluida untuk siswa SMK kelas XI;  (2) menganalisis efektivitas modul interaktif berbasis inkuiri terbimbing pada pokok bahasan fluida untuk siswa SMK kelas XI. Jenis penelitian ini adalah research and development yang meliputi: pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran untuk mengembangkan modul interaktif berbasis inkuiri terbimbing. Teknik pengumpulan data dimulai dengan tahap studi pendahuluan, desain produk, validasi produk, uji coba produk secara terbatas dan diperluas. Instrumen yang digunakan adalah instrumen model Delphi anta lain: lembar validasi modul, silabus, RPP, kisi-kisi soal hasil belajar, serta angket respon siswa. Kelayakan modul interaktif berbasis inkuiri terbimbing diketahui dari hasil validasi oleh 2 ahli, 2 guru fisika SMK dan 2 teman sejawat serta respon siswa dari uji coba terbatas dan uji coba diperluas. Efektivitas modul interaktif berbasis inkuiri terbimbing, diambil data nilai pretes dan postes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, kemudian dicari rata-rata selisih (Ngain). Rata-rata selisih untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol dianalisis dengan  independent samples t test menggunakan program SPSS 17. Kesimpulan penelitian ini: (1) modul interaktif berbasis inkuiri terbimbing pada pokok bahasan fluida yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran fisika; (2) modul interaktif berbasis inkuiri terbimbing pada pokok bahasan fluida yang dikembangkan efektif digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Rata-rata selisih siswa yang belajar menggunakan modul yang dikembangkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata selisih siswa yang belajar menggunakan modul LKS.
PENGEMBANGAN MODUL KIMIA BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH PADA MATERI IKATAN KIMIA KELAS X SMA/MA SEMESTER 1 Dwi Rumi Astuti; Sulistyo Saputro; Sri Mulyani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9478

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) hasil pengembangan modul kimia berbasis scientific approach, 2) kelayakan modul kimia berbasis scientific approach berdasarkan validasi ahli, penilaian praktisi pembelajaran dan respon siswa, 3) efektivitas modul kimia berbasis scientific approach pada materi ikatan kimia untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian menggunakan prosedur Borg & Gall yang telah direduksi menjadi 9 tahapan, yakni: 1) tahap pendahuluan, 2) tahap perencanaan, 3) tahap pengembangan rancangan awal produk, 4) tahap uji coba awal, 5) tahap revisi produk tahap uji coba awal, 6) tahap uji lapangan, 7) tahap revisi produk uji coba lapangan, 8) tahap uji operasional, 9) tahap revisi produk akhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode angket, observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) hasil setiap tahapan pengembangan modul kimia berbasis scientific approach adalah modul kimia yang telah di validasi dan telah direvisi berdasarkan saran dari para ahli modul dan telah diuji cobakan kepada guru dan siswa sebagai pengguna di lapangan, (2) Kelayakan modul kimia  berbasis scientific approach berdasarkan para ahli dan praktisi pembelajaran diperoleh nilai Aiken V ≥ 0,79 yang menunjukkan bahwa modul valid secara isi, kebahasaan, sajian, dan kegrafisan dengan rata-rata hasil angket respon guru dan siswa terhadap kelayakan modul kimia pada uji coba diperoleh penilaian dengan kategori “Sangat Baik”. (3) Modul kimia berbasis scientific approach efektif meningkatkan prestasi belajar siswa dari aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 3 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 2 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 02 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 01 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA More Issue