cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 144 Documents
Constructing A New Professional Identity: My Journey as A Science Teacher Educator Nugraha, Ikmanda
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 15, No 1 (2026): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v15i1.109783

Abstract

Dalam penelitian ini, saya akan membahas pengalaman pembelajaran profesional sebagai pendidik guru sains di salah satu universitas pendidikan guru di Indonesia. Dengan menggunakan metodologi studi diri sendiri (self-study), penelitian ini mengeksplorasi pengalaman saya dalam membangun identitas profesional baru sebagai pendidik guru sains. Penelitian ini merupakan bentuk autoetnografi yang diambil dari portofolio saya selama hampir tujuh tahun bekerja sebagai pendidik guru sains. Dengan menggunakan Self-Determination Theory sebagai kerangka teori, penelitian ini mengeksplorasi makna dari proses membangun identitas profesional baru dari seorang guru sains menjadi pendidik guru sains. Transisi ini ditandai oleh interaksi yang kompleks dengan rekan sejawat, guru (baik guru dalam jabatan maupun calon guru), serta lingkungan akademik universitas, yang menimbulkan ketegangan dan krisis identitas. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penting untuk memahami konteks dan proses transisi dari guru sains ke pendidik guru sains. Selain itu, menjadi seorang pendidik guru sains memerlukan kemampuan yang melampaui seorang guru sains, karena pendidik guru harus mampu menjadi teladan dan mendemonstrasikan praktik pengajaran sains yang tepat bagi mahasiswa (baik dalam konteks sekolah maupun pendidikan tinggi), mengembangkan pembelajaran sains berbasis penelitian, serta aktif dalam penelitian pendidikan sains.In this study, I will discuss the professional learning experience as a science teacher educator at one of Indonesia's teacher education universities. Using a self-study methodology, this study explores my experience constructing a new professional identity as a science teacher educator. This study is an auto-ethnography taken from my portfolio of almost seven years working as a teacher educator. Using the self-determination theory as a framework, this study explores the meaning of constructing a new professional identity from a science teacher to a science teacher educator. This transition is characterized by complex interactions with colleagues, teachers (in-service and pre-service teachers), and the university academic environment, which creates tension and an identity crisis. From this study, it can be argued that it is essential to understand the context and process of transition from science teacher to science teacher educator. In addition, being a science teacher educator requires abilities that exceed that of a science teacher. It is because a teacher educator needs to model and demonstrate proper science teaching for students (in the context of school and higher education), develop research-based science teaching, and be active in science education research.
Literature Review Penerapan Pembelajaran Sains Berbasis Lingkungan untuk Meningkatkan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Arisma, Ninda; Septiani, Risky; Husna, Ariza Rafidah; Rifa'i, Ahmad; Erika, Farah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 1 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i1.81474

Abstract

Permasalahan lingkungan menjadi salah satu permasalahan krusial di seluruh dunia. Bumi yang semakin tua telah banyak mengalami kerusakan. Diperlukan adanya kesadaran sejak dini bagi generasi muda yang akan merasakan kondisi lingkungan di masa mendatang. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran sains berbasis lingkungan yang dapat meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah narrative literature review, dengan menganalisis beberapa sumber pustaka mengenai pembelajaran sains berbasis lingkungan. Penerapan pembelajaran sains berbasis lingkungan telah dilakukan pada tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dengan berbagai mata pelajaran di bidang sains. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa pembelajaran sains berbasis lingkungan mampu meningkatkan sikap peduli lingkungan serta beberapa aspek pengetahuan dan keterampilan sains pada siswa.Environmental problems are one of the crucial problems throughout the world. The aging Earth has experienced a lot of damage. There is a need for early awareness for the younger generation who will experience environmental conditions in the future. This literature study aims to determine the application of environmentally based science learning which can increase students' environmental care attitudes. The method used in this research is a narrative literature review, by analyzing several library sources regarding environmental-based science learning. The application of environmentally based science learning has been carried out at elementary to high school levels with various subjects in the field of science. The results of this literature study show that environmentally based science learning is able to increase environmental care attitudes as well as several aspects of science knowledge and skills in students.
Dampak Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) dalam Pembelajaran IPA di Indonesia: Systematic Review Lestari, Ina; Wahyurahmadina, Sri; Dwiningsih, Safrida; Ismi, Roma; Rahmad, M.; Yennita, Y
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 1 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i1.94875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penelitian mengenai  pendekatan SETS dan dampaknya pada pembelajaran IPA di tingkat SMP telah dilakukan. Jenis penelitian ini adalah systematic literature review yang menggunakan diagram PRISMA. Literatur dicari melalui database Google Scholar dan Crossref. Systematic review digunakan untuk mensintesis berbagai penelitian yang relevan dan memperoleh artikel ilmiah terkait efektivitas pendekatan SETS dalam pembelajaran IPA di SMP, dengan tahun publikasi 2019–2024. Artikel yang ditemukan kemudian disaring berdasarkan dua kriteria, yaitu kriteria inklusi dan eksklusi, menghasilkan 24 artikel yang layak untuk dianalisis. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara naratif. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan SETS dapat meningkatkan keterampilan abad 21.This research aims to examine the extent to which research has been carried out regarding the SETS approach and its impact on science learning at the junior high school level. This type of research is a systematic literature review using the PRISMA diagram. Literature was searched through Google Scholar and Crossref databases. A systematic review was used to synthesize various relevant research and obtain scientific articles related to the effectiveness of the SETS approach in science learning in junior high schools, with publication years 2019–2024. The articles found were then filtered based on two criteria, namely inclusion and exclusion criteria, resulting in 24 articles that were suitable for analysis. Data analysis in this research was carried out narratively. The results show that learning with the SETS approach can improve 21st century skills.
Enhancing Kindergartners’ Letter Sound Identification with the Phonics Play Approach (PPA): An Action Research Study Quileste, Ronald Macanip; Labial, Gavin Rafael J.; Saa, Natasha
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 2 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i2.103452

Abstract

Studi penelitian tindakan ini mengevaluasi Pendekatan Bermain Fonik (PPA), sebuah intervensi berbasis permainan yang menggunakan materi berbiaya rendah (misalnya, kartu catatan, lembar kerja), untuk meningkatkan identifikasi bunyi huruf pada 23 siswa TK di kelas bilingual (Cebuano-Inggris) di South City Central School, Filipina, selama empat bulan (Agustus–November 2023). Berdasarkan teori efikasi diri Bandura (1997), PPA mengintegrasikan permainan berbasis cerita, lagu fonik, perburuan harta karun, dan permainan peran untuk meningkatkan keterlibatan dan kepercayaan diri, serta mengatasi perilaku menyimpang yang diamati selama pembelajaran fonik tradisional. Desain pra-tes/pasca-tes kelompok tunggal dengan tes 30 item, yang dianalisis melalui uji Wilcoxon signed-rank, menilai kemahiran fonik, sementara wawancara semi-terstruktur dengan seorang guru, yang dianalisis secara tematis, mengeksplorasi kelayakan PPA. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengenalan bunyi huruf (p = 0,001, r = 0,82) dan keterlibatan, terutama di antara siswa Maranao dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas. Pendekatan non-digital berbasis guru PPA menawarkan model yang dapat diskalakan untuk lingkungan multibahasa dengan sumber daya terbatas di seluruh dunia, dari Asia Tenggara hingga Afrika sub-Sahara, yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 (UNESCO, 2023). Dengan mengisi kesenjangan dalam fonik berbasis permainan, PPA menginformasikan pelatihan guru dan mendorong literasi dini yang adil. Keterbatasannya meliputi desain sampel kecil dan kelompok tunggal.This action research study evaluated the Phonics Play Approach (PPA), a play-based intervention using low-cost materials (e.g., flashcards, worksheets), to enhance letter sound identification among 23 kindergartners in a bilingual (Cebuano-English) classroom at South City Central School, Philippines, over four months (August–November 2023). Grounded in Bandura’s (1997) self-efficacy theory, PPA integrated story-based games, phonics songs, scavenger hunts, and role-play to boost engagement and confidence, addressing off-task behaviours observed during traditional phonics lessons. A single-group pre-test/post-test design with a 30-item test, analysed via the Wilcoxon signed-rank test, assessed phonics proficiency, while semi-structured interviews with one teacher, analysed thematically, explored PPA’s feasibility. Results showed significant improvements in letter sound recognition (p = 0.001, r = 0.82) and engagement, particularly among Maranao students with limited English proficiency. PPA’s teacher-driven, non-digital approach offers a scalable model for resource-limited, multilingual settings globally, from Southeast Asia to sub-Saharan Africa, aligning with Sustainable Development Goal 4 (UNESCO, 2023). By filling gaps in play-based phonics, PPA informs teacher training and promotes equitable early literacy. Limitations include the small sample and single-group design.
Model Quantum Teaching terhadap Keterampilan Berfikir Kritis Siswa pada Materi Organ Pernapasan Manusia di Sekolah Dasar Nurlela, Mutiata Putri Febrianti; Widiyono, Aan
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 2 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i2.103319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Quantum Teaching terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SDN 1 Bumiharjo pada materi organ pernapasan manusia. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest dan melibatkan 23 siswa sebagai sampel yang dipilih secara purposive. Tes berpikir kritis diberikan sebelum dan sesudah penerapan model. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan signifikan (p < 0,001), dengan nilai effect size sebesar 6,89 yang termasuk kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa Quantum Teaching sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, model ini juga mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan mendorong partisipasi siswa secara mandiri. Oleh karena itu, Quantum Teaching layak dijadikan alternatif dalam pembelajaran sains di tingkat sekolah dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Strategi Question Student Have (QSH) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Argumentasi Siswa Hassanah, Iis Nur; Sukarmin, Sukarmin; Probosari, Riezky Maya
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.108220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan strategi Question Student Have (QSH) terhadap (1) keterampilan berpikir kritis (2) keterampilan argumentasi (3) keterampilan berpikir kritis dan keterampilan argumentasi siswa. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 11 Surakarta pada tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes berupa soal keterampilan berpikir kritis dan soal keterampilan argumentasi. Analisis mengunakan uji MANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery learning dengan strategi Question Student Have (QSH) berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis dengan hasil nilai signifikansi (0,00<0,05), berpengaruh signifikan terhadap keterampilan argumentasi dengan hasil nilai signifikansi (0,00<0,05), dan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis dan keterampilan argumentasi dengan hasil nilai signifikansi (0,00<0,05).This study aims to analyze the effect of the discovery learning model with the Question Student Have (QSH) strategy on (1) critical thinking skills (2) argumentation skills (3) critical thinking skills and students' argumentation skills. This study is a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The population of this study was all students of class VII of SMP Negeri 11 Surakarta in the 2024/2025 academic year. Data collection was carried out using a test technique in the form of critical thinking skill and argumentation skill.The analysis used the MANOVA test with a significance level of 0.05. The results of the study showed that the discovery learning model with the Question Student Have (QSH) strategy had a significant effect on critical thinking ability with a significance value of (0.00 <0.05), a significant effect on argumentation ability with a significance value of (0.00 <0.05), and a significant effect on critical thinking ability and argumentation ability with a significance value of (0.00 <0.05). 
Implementasi Media Powtoon Berbasis Sosio-Scientific Issues pada Materi Pencemaran Lingkungan untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa Permatasari, Devi; Latip, Abdul; Purnamasari, Shinta
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 1 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i1.80043

Abstract

Makalah ini menyediakan templat untuk mempersiapkan makalah untuk produksi elektronik Jurnal Bahasa, Sastra, dan Studi Amerika. Abstrak yang dipersiapkan dengan baik memungkinkan pembaca untuk mengidentifikasi isi dasar suatu dokumen dengan cepat dan akurat, menentukan relevansinya dengan kepentingan mereka, dan dengan demikian memutuskan apakah akan membaca dokumen tersebut secara keseluruhan. Abstrak harus informatif dan cukup jelas, memberikan pernyataan yang jelas tentang masalah, pendekatan atau solusi yang diusulkan, dan menunjukkan temuan-temuan utama dan ringkasan kesimpulan yang berdampak. Abstrak tidak boleh lebih dari 250 kata. Abstrak harus ditulis dalam bentuk lampau. Tata nama standar harus digunakan dan singkatan harus dihindari. Tidak ada literatur yang boleh dikutip. Daftar kata kunci memberikan kesempatan untuk menambahkan kata kunci, yang digunakan oleh layanan pengindeksan dan abstrak, selain kata kunci yang sudah ada dalam judul. Penggunaan kata kunci yang bijaksana dapat meningkatkan kemudahan bagi pihak yang berkepentingan untuk menemukan artikel kita.This paper provides a template for preparing papers for electronic production of the Jurnal Bahasa, Sastra, dan Studi Amerika. A well-prepared abstract enables the reader to identify the basic content of a document quickly and accurately, to determine its relevance to their interests, and thus to decide whether to read the document in its entirety. The Abstract should be informative and completely self-explanatory, provide a clear statement of the problem, the proposed approach or solution, and point out major findings and and a summary of impactful conclusions. The Abstract should not be more than 250 words in length. The abstract should be written in the past tense. Standard nomenclature should be used and abbreviations should be avoided. No literature should be cited. The keyword list provides the opportunity to add keywords, used by the indexing and abstracting services, in addition to those already present in the title. Judicious use of keywords may increase the ease with which interested parties can locate our article.
Application of Group Investigation (GI) Learning Model to Improve Biology Cognitive Ability and Cooperation of Class X-10 Students of SMA Negeri 2 Nganjuk Sabrina, Alifa Mareta Ganes; Nugroho, Purwo Adi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 1 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i1.97978

Abstract

Tingkat pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sains masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari rendahnya hasil belajar siswa dalam aspek kognitif. Penelitian bertujuan untuk menganalisis model Pembelajaran Group Investigation (GI) untuk meningkatkan kemampuan kognitif biologi dan kerja sama siswa. Jenis penelitian adalah tindakan kelas dengan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian melibatkan 36 siswa kelas X-10. Metode pengumpulan data dengan observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan siklus 1 dan 2 hasil belajar menjadi lebih baik siswa pada aspek kognitif sebelum diberi tindakan dan setelah diberi tindakan sebesar 100%, hasil belajar menjadi lebih baik pada aspek psikomotor dan afektif dari siklus I ke siklus II berturut-turut 76% dan 100%. Simpulan penelitian yaitu penerapan model Pembelajaran Group Investigation (GI) dapat meningkatkan kemampuan kognitif biologi dan kerja sama siswa. Implikasi penelitian diharapkan adanya model Pembelajaran Group Investigation (GI) akan dapat mengembangkan kemampuan kerja samanya dan matematisnya karena model ini membantu siswa memecahkan masalah melalui percobaan atau penelitian sederhana.The level of students' understanding of science concepts is still relatively low. This can be seen from the low student learning outcomes in the cognitive aspect. The research aims to analyze the Group Investigation (GI) learning model to improve students' biological cognitive abilities and collaboration. The type of research is classroom action with each cycle consisting of planning, implementation, observation and reflection stages. The research subjects involved 36 students in class X-10. Data collection methods are observation and tests. The data analysis technique uses descriptive quantitative analysis. The results showed that in cycles 1 and 2 students' learning outcomes were better in the cognitive aspect before being given action and after being given action by 100%, learning outcomes were better in the psychomotor and affective aspects from cycle I to cycle II respectively 76% and 100%. The conclusion of the research is that the application of the Group Investigation (GI) learning model can improve students' biological cognitive abilities and collaboration. The research implications are that it is hoped that the Group Investigation (GI) learning model will be able to develop cooperation and mathematical abilities because this model helps students solve problems through simple experiments or research.
Analisis Kemampuan Numerasi Siswa SMP pada Materi Suhu dan Kalor Berdasarkan Gaya Belajar (Studi Kasus: SMP Negeri 4 Bandung) Hestiningsih, Hestiningsih; Agustin, Rika Rafikah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 1 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i1.83086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan numerasi siswa ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 4 Bandung kelas VII. Subjek dalam penelitian ini adalah 31 siswa dari VII D yang masing-masing memiliki gaya belajar auditori, visual dan kinestetis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu angket gaya belajar dan tes kemampuan numerasi pada materi suhu dan kalor. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan hasil kemampuan numerasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Siswa dengan gaya belajar Visual memiliki keunikan berupa kreatifitas dan  hasil jawaban nya pun detail dan benar semua. 2) Siswa dengan gaya belajar auditori cenderung memiliki sifat masa bodoh dengan unsur keindahan lembar jawaban dan tidak memberikan alasan secara detail. 3) Siswa dengan gaya belajar Kinestetik memang cenderung mengumpulkan jawaban dengan cepat tetapi mereka tidak menjabarkan jawaban secara detail bahkan tidak juga secara ilmiah dan tidak mementingkan keindahan lembar jawaban.This research aims to describe and analyze students' numeracy abilities in terms of learning styles. This research was carried out at SMPN 4 Bandung class VII. The subjects in this research were 31 students from VII D, each of whom had auditory, visual and kinesthetic learning styles. This research uses a qualitative approach. The instruments used were a learning style questionnaire and a numeracy ability test on temperature and heat material. Data were analyzed descriptively to describe the results of students' numeracy abilities. The research results show that: 1) Students with a visual learning style are unique in the form of creativity and their answers are all detailed and correct. 2) Students with an auditory learning style tend to be indifferent to the beauty of the answer sheet and do not provide detailed reasons. 3) Students with a Kinesthetic learning style tend to collect answers quickly but they do not explain the answers in detail, not even scientifically and do not attach importance to the beauty of the answer sheet.
Pengaruh Media E-Buletin Kumpulan Pertanyaan Pemantik Materi Dampak Pemanasan Global terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Ditinjau dari Motivasi Belajar Peserta Didik Pratdaningrum, Adinda Rachma; Sarwanto, Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.105673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh penggunaan media pembelajaran e-buletin dan media pembelajaran berupa e-magazine terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Dampak Pemanasan Global; (2) perbedaan pengaruh antara tingkat motivasi belajar peserta didik dengan kategori tinggi dan rendah terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Dampak Pemanasan Global; (3) perbedaan interaksi antara penggunaan media pembelajaran e-buletin dan media pembelajaran berupa e-magazine dengan tingkat motivasi belajar peserta didik terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Dampak Pemanasan Global. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan cluster random sampling dan sampel yang terpilih yaitu kelas X-4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-5 sebagai kelas kontrol dengan masing-masing kelas berjumlah 36 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket dan teknik tes. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis variansi dua jalan sel sama. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara peserta didik yang menggunakan media pembelajaran e-buletin dan e-magazine; (2) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara peserta didik yang memiliki tingkat motivasi tinggi dan tingkat kolaborasi rendah; (3) Tidak ada interaksi yang signifikan penggunaan media pembelajaran e-buletin dan e-magazine dengan kategori motivasi belajar peserta didik tinggi dan rendah terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik.This research aims to find out: (1) the difference in the influence of the e-bulletin and e-magazine learnign media on students' critical thinking skills on  The Impact of Global Warming material; (2) the difference in the influence of high and low categories of learning motivation on students' critical thinking skills; and (3) the difference in the interaction between the e-bulletin learning media and e-magazine learning media with learning motivation on students' critical thinking skills. This research is quantitative, using experimental methods with a 2x2 factorial design. The population of this research is class X students at SMA Negeri 1 Boyolali for the 2024/2025 academic year. The sampling technique was carried out using cluster random sampling, and the selected samples were class X-4 as the experimental class and class X-5 as the control class, with each class totaling 36 students. Data collection techniques use questionnaire and test techniques. The research data were analyzed using d using two-way analysis of variance in the same cel. Based on the research results, it can be concluded that: (1) There is no significant difference in critical thinking abilities between students who use e-bulletin and e-magazine learning media; (2) There is a significant differences in critical thinking abilities between students who have a high level of learnign motivation and low levels of learning motivation; (3) There is no significant interaction of using e-bulletin and e-magazine learning media with high and low student learning motivation categories on students' critical thinking abilities.