cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 224 Documents
Model Quantum Teaching terhadap Keterampilan Berfikir Kritis Siswa pada Materi Organ Pernapasan Manusia di Sekolah Dasar Mutiata Putri Febrianti Nurlela; Aan Widiyono
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 2 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i2.103319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Quantum Teaching terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SDN 1 Bumiharjo pada materi organ pernapasan manusia. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest dan melibatkan 23 siswa sebagai sampel yang dipilih secara purposive. Tes berpikir kritis diberikan sebelum dan sesudah penerapan model. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan signifikan (p < 0,001), dengan nilai effect size sebesar 6,89 yang termasuk kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa Quantum Teaching sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, model ini juga mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan mendorong partisipasi siswa secara mandiri. Oleh karena itu, Quantum Teaching layak dijadikan alternatif dalam pembelajaran sains di tingkat sekolah dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Strategi Question Student Have (QSH) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Argumentasi Siswa Iis Nur Hassanah; Sukarmin Sukarmin; Riezky Maya Probosari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.108220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan strategi Question Student Have (QSH) terhadap (1) keterampilan berpikir kritis (2) keterampilan argumentasi (3) keterampilan berpikir kritis dan keterampilan argumentasi siswa. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 11 Surakarta pada tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes berupa soal keterampilan berpikir kritis dan soal keterampilan argumentasi. Analisis mengunakan uji MANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery learning dengan strategi Question Student Have (QSH) berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis dengan hasil nilai signifikansi (0,00<0,05), berpengaruh signifikan terhadap keterampilan argumentasi dengan hasil nilai signifikansi (0,00<0,05), dan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis dan keterampilan argumentasi dengan hasil nilai signifikansi (0,00<0,05).This study aims to analyze the effect of the discovery learning model with the Question Student Have (QSH) strategy on (1) critical thinking skills (2) argumentation skills (3) critical thinking skills and students' argumentation skills. This study is a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The population of this study was all students of class VII of SMP Negeri 11 Surakarta in the 2024/2025 academic year. Data collection was carried out using a test technique in the form of critical thinking skill and argumentation skill.The analysis used the MANOVA test with a significance level of 0.05. The results of the study showed that the discovery learning model with the Question Student Have (QSH) strategy had a significant effect on critical thinking ability with a significance value of (0.00 <0.05), a significant effect on argumentation ability with a significance value of (0.00 <0.05), and a significant effect on critical thinking ability and argumentation ability with a significance value of (0.00 <0.05). 
Implementasi Media Powtoon Berbasis Sosio-Scientific Issues pada Materi Pencemaran Lingkungan untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa Devi Permatasari; Abdul Latip; Shinta Purnamasari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 1 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i1.80043

Abstract

Makalah ini menyediakan templat untuk mempersiapkan makalah untuk produksi elektronik Jurnal Bahasa, Sastra, dan Studi Amerika. Abstrak yang dipersiapkan dengan baik memungkinkan pembaca untuk mengidentifikasi isi dasar suatu dokumen dengan cepat dan akurat, menentukan relevansinya dengan kepentingan mereka, dan dengan demikian memutuskan apakah akan membaca dokumen tersebut secara keseluruhan. Abstrak harus informatif dan cukup jelas, memberikan pernyataan yang jelas tentang masalah, pendekatan atau solusi yang diusulkan, dan menunjukkan temuan-temuan utama dan ringkasan kesimpulan yang berdampak. Abstrak tidak boleh lebih dari 250 kata. Abstrak harus ditulis dalam bentuk lampau. Tata nama standar harus digunakan dan singkatan harus dihindari. Tidak ada literatur yang boleh dikutip. Daftar kata kunci memberikan kesempatan untuk menambahkan kata kunci, yang digunakan oleh layanan pengindeksan dan abstrak, selain kata kunci yang sudah ada dalam judul. Penggunaan kata kunci yang bijaksana dapat meningkatkan kemudahan bagi pihak yang berkepentingan untuk menemukan artikel kita.This paper provides a template for preparing papers for electronic production of the Jurnal Bahasa, Sastra, dan Studi Amerika. A well-prepared abstract enables the reader to identify the basic content of a document quickly and accurately, to determine its relevance to their interests, and thus to decide whether to read the document in its entirety. The Abstract should be informative and completely self-explanatory, provide a clear statement of the problem, the proposed approach or solution, and point out major findings and and a summary of impactful conclusions. The Abstract should not be more than 250 words in length. The abstract should be written in the past tense. Standard nomenclature should be used and abbreviations should be avoided. No literature should be cited. The keyword list provides the opportunity to add keywords, used by the indexing and abstracting services, in addition to those already present in the title. Judicious use of keywords may increase the ease with which interested parties can locate our article.
Application of Group Investigation (GI) Learning Model to Improve Biology Cognitive Ability and Cooperation of Class X-10 Students of SMA Negeri 2 Nganjuk Alifa Mareta Ganes Sabrina; Purwo Adi Nugroho
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 1 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i1.97978

Abstract

Tingkat pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sains masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari rendahnya hasil belajar siswa dalam aspek kognitif. Penelitian bertujuan untuk menganalisis model Pembelajaran Group Investigation (GI) untuk meningkatkan kemampuan kognitif biologi dan kerja sama siswa. Jenis penelitian adalah tindakan kelas dengan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian melibatkan 36 siswa kelas X-10. Metode pengumpulan data dengan observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan siklus 1 dan 2 hasil belajar menjadi lebih baik siswa pada aspek kognitif sebelum diberi tindakan dan setelah diberi tindakan sebesar 100%, hasil belajar menjadi lebih baik pada aspek psikomotor dan afektif dari siklus I ke siklus II berturut-turut 76% dan 100%. Simpulan penelitian yaitu penerapan model Pembelajaran Group Investigation (GI) dapat meningkatkan kemampuan kognitif biologi dan kerja sama siswa. Implikasi penelitian diharapkan adanya model Pembelajaran Group Investigation (GI) akan dapat mengembangkan kemampuan kerja samanya dan matematisnya karena model ini membantu siswa memecahkan masalah melalui percobaan atau penelitian sederhana.The level of students' understanding of science concepts is still relatively low. This can be seen from the low student learning outcomes in the cognitive aspect. The research aims to analyze the Group Investigation (GI) learning model to improve students' biological cognitive abilities and collaboration. The type of research is classroom action with each cycle consisting of planning, implementation, observation and reflection stages. The research subjects involved 36 students in class X-10. Data collection methods are observation and tests. The data analysis technique uses descriptive quantitative analysis. The results showed that in cycles 1 and 2 students' learning outcomes were better in the cognitive aspect before being given action and after being given action by 100%, learning outcomes were better in the psychomotor and affective aspects from cycle I to cycle II respectively 76% and 100%. The conclusion of the research is that the application of the Group Investigation (GI) learning model can improve students' biological cognitive abilities and collaboration. The research implications are that it is hoped that the Group Investigation (GI) learning model will be able to develop cooperation and mathematical abilities because this model helps students solve problems through simple experiments or research.
Analisis Kemampuan Numerasi Siswa SMP pada Materi Suhu dan Kalor Berdasarkan Gaya Belajar (Studi Kasus: SMP Negeri 4 Bandung) Hestiningsih Hestiningsih; Rika Rafikah Agustin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 1 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i1.83086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan numerasi siswa ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 4 Bandung kelas VII. Subjek dalam penelitian ini adalah 31 siswa dari VII D yang masing-masing memiliki gaya belajar auditori, visual dan kinestetis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu angket gaya belajar dan tes kemampuan numerasi pada materi suhu dan kalor. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan hasil kemampuan numerasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Siswa dengan gaya belajar Visual memiliki keunikan berupa kreatifitas dan  hasil jawaban nya pun detail dan benar semua. 2) Siswa dengan gaya belajar auditori cenderung memiliki sifat masa bodoh dengan unsur keindahan lembar jawaban dan tidak memberikan alasan secara detail. 3) Siswa dengan gaya belajar Kinestetik memang cenderung mengumpulkan jawaban dengan cepat tetapi mereka tidak menjabarkan jawaban secara detail bahkan tidak juga secara ilmiah dan tidak mementingkan keindahan lembar jawaban.This research aims to describe and analyze students' numeracy abilities in terms of learning styles. This research was carried out at SMPN 4 Bandung class VII. The subjects in this research were 31 students from VII D, each of whom had auditory, visual and kinesthetic learning styles. This research uses a qualitative approach. The instruments used were a learning style questionnaire and a numeracy ability test on temperature and heat material. Data were analyzed descriptively to describe the results of students' numeracy abilities. The research results show that: 1) Students with a visual learning style are unique in the form of creativity and their answers are all detailed and correct. 2) Students with an auditory learning style tend to be indifferent to the beauty of the answer sheet and do not provide detailed reasons. 3) Students with a Kinesthetic learning style tend to collect answers quickly but they do not explain the answers in detail, not even scientifically and do not attach importance to the beauty of the answer sheet.
Pengaruh Media E-Buletin Kumpulan Pertanyaan Pemantik Materi Dampak Pemanasan Global terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Ditinjau dari Motivasi Belajar Peserta Didik Pratdaningrum, Adinda Rachma; Sarwanto, Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.105673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh penggunaan media pembelajaran e-buletin dan media pembelajaran berupa e-magazine terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Dampak Pemanasan Global; (2) perbedaan pengaruh antara tingkat motivasi belajar peserta didik dengan kategori tinggi dan rendah terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Dampak Pemanasan Global; (3) perbedaan interaksi antara penggunaan media pembelajaran e-buletin dan media pembelajaran berupa e-magazine dengan tingkat motivasi belajar peserta didik terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Dampak Pemanasan Global. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan cluster random sampling dan sampel yang terpilih yaitu kelas X-4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-5 sebagai kelas kontrol dengan masing-masing kelas berjumlah 36 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket dan teknik tes. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis variansi dua jalan sel sama. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara peserta didik yang menggunakan media pembelajaran e-buletin dan e-magazine; (2) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara peserta didik yang memiliki tingkat motivasi tinggi dan tingkat kolaborasi rendah; (3) Tidak ada interaksi yang signifikan penggunaan media pembelajaran e-buletin dan e-magazine dengan kategori motivasi belajar peserta didik tinggi dan rendah terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik.This research aims to find out: (1) the difference in the influence of the e-bulletin and e-magazine learnign media on students' critical thinking skills on  The Impact of Global Warming material; (2) the difference in the influence of high and low categories of learning motivation on students' critical thinking skills; and (3) the difference in the interaction between the e-bulletin learning media and e-magazine learning media with learning motivation on students' critical thinking skills. This research is quantitative, using experimental methods with a 2x2 factorial design. The population of this research is class X students at SMA Negeri 1 Boyolali for the 2024/2025 academic year. The sampling technique was carried out using cluster random sampling, and the selected samples were class X-4 as the experimental class and class X-5 as the control class, with each class totaling 36 students. Data collection techniques use questionnaire and test techniques. The research data were analyzed using d using two-way analysis of variance in the same cel. Based on the research results, it can be concluded that: (1) There is no significant difference in critical thinking abilities between students who use e-bulletin and e-magazine learning media; (2) There is a significant differences in critical thinking abilities between students who have a high level of learnign motivation and low levels of learning motivation; (3) There is no significant interaction of using e-bulletin and e-magazine learning media with high and low student learning motivation categories on students' critical thinking abilities.
Kajian Pembelajaran IPA Terintegrasi Ayat Kauniyah Al-Qur’an pada Pokok Bahasan Perubahan Wujud Zat Bertha Herdiana Mahardita
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 15, No 1 (2026): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v15i1.114618

Abstract

Pembelajaran IPA tidak hanya berfungsi untuk mengembangkan pemahaman konsep ilmiah pada peserta didik, tetapi juga berpotensi menanamkan nilai-nilai spiritual melalui penggabungan ayat-ayat kauniyah Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran IPA yang terintegrasi dengan ayat kauniyah Al-Qur’an pada pokok bahasan perubahan wujud zat dalam mengembangkan pemahaman ilmiah secara seimbang dengan penguatan kesadaran spiritual dan nilai keimanan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka yang menganalisis berbagai sumber seperti artikel jurnal, buku, tafsir Al-Qur’an, dan prosiding yang berkaitan dengan pembelajaran IPA terutama pada pokok bahasan perubahan wujud zat. Hasil kajian menunjukkan bahwa berdasarkan literatur yang dianalisis, integrasi ayat kauniyah Al-Qur’an diposisikan sebagai pendekatan yang mengaitkan konsep perubahan wujud zat dengan nilai spiritual dan sikap religius, sehingga pembelajaran lebih kontekstual.  Selain itu, literatur juga menekankan bahwa pemanfaatan media pembelajaran mendukung kolaborasi antara integrasi sains dan nilai spiritual dalam perancangan pembelajaran IPA.Science learning not only serves to develop students' understanding of scientific concepts, but also has the potential to instill spiritual values through the integration of verses from the Quran. This study aims to examine science learning integrated with verses from the Quran on the topic of changes in the state of matter, thereby developing scientific understanding in a balanced manner while strengthening spiritual awareness and values of faith. The method employed in this study is a literature review that analyzes various sources, including journal articles, books, interpretations of the Quran, and proceedings related to science learning, particularly on the topic of changes in the state of matter. The results of the study indicate that, based on the analyzed literature, the integration of verses from the Quran is positioned as an approach that connects the concept of changes in the state of matter with spiritual values and religious attitudes, thereby making learning more contextual. In addition, the literature also emphasizes that the use of learning media supports collaboration between the integration of science and spiritual values in designing science learning.
Pengembangan E-Ensiklopedia Berbasis Education for Sustainable Development pada Materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya Kelas VII Aldila Nurrul Hanifah; Shinta Purnamasari; Abdul Latip
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 1 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i1.79495

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan e-ensiklopedia berbasis education for sustainable development pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya kelas VII. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan langkah penelitian sebagai berikut: (1) research and information collecting, (2) planning, (3) develop preliminary from of product, (4) preliminary field testing, and (5) main field testing. Sumber data pada penelitian ini yaitu dosen, guru, dan peserta didik. Untuk menguji hasil penelitian digunakan instrumen yang terdiri dari instrumen validasi kelayakan dan instrumen uji keterbacaan. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa e-ensiklopedia yang dikembangkan dapat dikatakan layak berdasarkan nilai rata-rata validasi kelayakan sebesar 95,4% dengan kategori sangat layak. Ditinjau dari setiap aspek kelayakan pada aspek isi materi mendapatkan nilai persentase sebesar 93%, sedangkan pada aspek penyajian dan kegrafikaan mendapatkan nilai persentase sebesar 96,8% dan pada aspek kebahasaan mendapatkan nilai persentase sebesar 94,4%. Hasil uji keterbacaan mendapatkan nilai rata-rata sebesar 92% dengan kategori sangat baik.This research is development research which aims to produce an education-based e-encyclopedia for sustainable development on the material on the interaction of living things with their environment for class VII. The research method used is Research and Development (R&D) with the following research steps: (1) research and information gathering, (2) planning, (3) preliminary product development, (4) preliminary field testing, and (5) field testing main. The data sources in this research are lecturers, teachers and students. To test the research results, instruments were used consisting of feasibility validation instruments and readability test instruments. The results of the research state that the e-encyclopedia being developed can be said to be feasible based on the average feasibility validation value of 95.4% in the very feasible category. Looking at each aspect of feasibility, the content aspect of the material gets a percentage value of 93%, while the presentation and graphics aspect gets a percentage value of 96.8% and the language aspect gets a percentage value of 94.4%. The readability test results obtained an average score of 92% in the very good category.
Modul Ajar Bermuatan TPACK: Tinjauan Literatur pada Kompetensi Calon Guru IPA Anggi Paramitha Sulfanjanti; Novi Ratna Dewi; Septiko Aji
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.103705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan karakteristik publikasi ilmiah mengenai modul ajar bermuatan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dengan fokus pada pengembangan kompetensi calon guru. Menggunakan metode bibliometrik terhadap 27 artikel dari basis data Scopus, analisis ini mengungkap peningkatan signifikan publikasi sejak tahun 2020, dengan puncaknya pada 2023, sebagai respons terhadap transformasi digital dalam Pendidikan. Indonesia menjadi kontributor publikasi terbanyak, sementara Schmid M sebagai penulis paling berpengaruh berdasarkan sitasi. Hasil visualisasi menunjukkan bahwa topik TPACK terfokus pada tiga klaster utama: perencanaan pembelajaran, pendidikan guru prajabatan, dan pendidikan sains. Temuan dari artikel-artikel dengan sitasi tertinggi menyoroti pentingnya pelatihan berbasis pengalaman, integrasi praktik reflektif, dan desain modul ajar yang kontekstual untuk mendukung calon guru dalam mengimplementasikan TPACK secara efektif dalam pembelajaran.This paper aims to analyze the trends and characteristics of scientific publications on teaching modules containing TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) with a focus on developing prospective teachers' competencies. Using a bibliometric methods to 27 articles from the Scopus database, this analysis reveals a significant increase in publications since 2020, with a peak in 2023, in response to digital transformation in education. Indonesia contributed the most publications, while Schmid M was the most influential author based on citations. Visualization results showed that TPACK topics focused on three main clusters: lesson planning, pre-service teacher education, and science education. Findings from the highest-cited articles highlight the importance of experiential training, integration of reflective practice, and contextualized teaching module design to support pre-service teachers in effectively implementing TPACK in learning.
Enhancing Students’ Green Chemistry Awareness through Small Scale Chemistry: Evidence from Acid-Base Natural Indicator Experiments Dimas Gilang Ramadhani; Harjono Harjono; Sigit Priatmoko; Martin Sulistyani; Subhan Subhan
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 15, No 1 (2026): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v15i1.108710

Abstract

Integrasi Small-Scale Chemistry (SSC) dalam pembelajaran kimia merupakan pendekatan inovatif untuk mendukung prinsip Green Chemistry dengan cara meminimalkan penggunaan bahan kimia, meningkatkan keselamatan laboratorium, dan mendorong penggunaan indikator alami yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelatihan SSC terstruktur memengaruhi persepsi siswa terkait keselamatan, desain ramah lingkungan, kepercayaan diri, dan keberlanjutan. Sebanyak 30 siswa kelas XI SMA Negeri 6 Semarang berpartisipasi dalam kegiatan ini yang dirancang secara kolaboratif oleh Departemen Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang bersama Sogang University dan program LUPIC. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan 8 butir pertanyaan berbasis empat indikator kompetensi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji reliabilitas, analisis korelasi, Principal Component Analysis (PCA), serta association rule mining dengan dukungan visualisasi. Hasil menunjukkan bahwa dimensi keselamatan dan efisiensi (C1) memperoleh skor tertinggi, sedangkan desain ramah lingkungan (C2) terendah. PCA mengidentifikasi tiga profil siswa: berfokus pada keselamatan, indikator alami, dan keberlanjutan. Analisis lanjutan menegaskan bahwa keberlanjutan (C4) merupakan prediktor terkuat persepsi keseluruhan, serta adanya keterkaitan erat antara desain ramah lingkungan dan keberlanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa SSC tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga menumbuhkan kesadaran keberlanjutan, sekaligus mendukung SDG 4, SDG 12, dan SDG 13.The integration of Small-Scale Chemistry (SSC) into chemistry education represents an innovative approach to supporting Green Chemistry principles by minimizing reagent use, enhancing laboratory safety, and promoting the use of natural indicators as environmentally friendly alternatives. This study aimed to evaluate how structured SSC training influenced students’ perceptions across four dimensions: safety, eco-friendly design, confidence, and sustainability. A total of 30 Grade XI students from SMA Negeri 6 Semarang participated in this training, collaboratively designed by the Department of Chemistry, FMIPA Universitas Negeri Semarang, in partnership with Sogang University and the LUPIC program. The research instrument was an 8-item questionnaire covering four competency indicators. Data analysis included descriptive statistics, reliability testing, correlation analysis, Principal Component Analysis (PCA), and association rule mining supported by visualization. The results indicated that safety and efficiency (C1) scored the highest, while eco-friendly design (C2) was the lowest. PCA revealed three student profiles: safety-focused, natural indicator–focused, and pro-sustainability. Advanced analysis showed that sustainability (C4) was the strongest predictor of overall perception, with strong associations between eco-design and sustainability as well as between natural indicators and confidence. These findings confirm that SSC enhances not only technical competence but also sustainability awareness, contributing directly to SDG 4, SDG 12, and SDG 13.