cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 417 Documents
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MIA SMA NEGERI 1 WERA KABUPATEN BIMA NUSA TENGGARA BARAT Muhamad Ikhsan; Sutarno Sutarno; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i1.9522

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah: (1) mengetahui karakteristik modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi sistem gerak pada manusia; (2) menguji kelayakan modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi Sistem Gerak pada manusia; (3) menguji keefektivan modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi Sistem Gerak Manusia. Penelitian dan pengembangan modul ajar menggunakan prosedur modifikasi Borg & Gall (1983) yang telah dimodifikasi menjadi sembilan tahapan: (1) tahap penelitian dan pengumpulan informasi; (2) tahap perencanaan; (3) tahap pengembangan rancangan awal produk; (4) tahap uji coba lapangan permulaan; (5) tahap revisi produk tahap pertama; (6) tahap uji lapangan terbatas; (7) tahap revisi produk tahap kedua; (8) tahap uji lapangan operasional; (9) tahap revisi produk akhir. Uji lapangan awal dilakukan di SMA Negeri 2 Wera. Uji lapangan operasional dilakukan di SMA Negeri 1 Wera. Teknik Pengumpulan Data melalui angket, observasi dan tes. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara & saran saat uji lapangan. Data kuantitatif diperoleh dari penilaian validasi modul oleh ahli, uji lapangan operasional dan tes hasil belajar. Efektivitas modul diperoleh dari perbedaan hasil parameter estimasi pengetahuan, sikap dan keterampilan pada uji lapangan operasional dalam setting kuasi eksperimen dengan menggunakan modul biologi berbasis inkuiri terbimbing (eksperimen) dan yang menggunakan buku ajar sekolah (kontrol) pada materi Sistem Gerak Manusia. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: (1) produk modul biologi berbasis inkuiri terbimbing dikembangkan berdasarkan aktivitas inkuiri terbimbing; (2) kelayakan modul biologi berbasis inkuiri terbimbing pada materi Sistem Gerak manusia berdasarkan penilaian dari ahli materi soal berkategori “sangat baik (95.83%)”, ahli pengembangan modul ajar berkategori “baik (76.78%)”, ahli pengembangan perangkat pembelajaran berkategori “sangat baik ( 96.35%)”, dan ahli praktisi bahasa berkategori “baik (77.77%)”, penilaian dari praktisi pendidikan berkategori “sangat baik (95.77%)” dan penilaian dari siswa berkategori “baik (84.99%)”; (3) Modul biologi berbasis inkuiri terbimbing efektif meningkatkan hasil belajar, karena berdasarkan hasil uji Anacova menunjukkan adanya perbedaan hasil posttest antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan F Tabel (0.05) = 2.30 < F Hitung (0.05: 2) = 24.9.
PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS MASALAH DENGAN METODE PROYEK DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KETERAMPILAN MENGGUNAKAN ALAT LABORATORIUM Chairunisa Ayu Saputri; Mohammad Tri Masykuri; Ashadi Tri Ashadi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kimia berbasis masalah denganmetode proyek dan eksperimen, kreativitas, dan keterampilan menggunakan alat laboratoriumserta interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Ponorogo kelas XIIPA tahun ajaran 2012/2013. Sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling.Teknik pengolahan data menggunakan ANAVA tiga jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) ada pengaruh penerapan pembelajaran kimia berbasis masalah dengan metode proyek daneksperimen terhadap prestasi belajar kognitif siswa, namun tidak ada pengaruh terhadap prestasibelajar afektif; 2) tidak ada pengaruh kreativitas terhadap prestasi belajar kognitif dan afektifsiswa; 3) ada pengaruh keterampilan menggunakan alat laboratorium terhadap prestasi belajarkognitif siswa, namun tidak ada pengaruh pada prestasi belajar afektif; 4) tidak ada interaksi antarapembelajaran kimia berbasis masalah menggunakan metode proyek dan eksperimen dengankreativitas terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa; 5) ada interaksi antara pembelajarankimia berbasis masalah menggunakan metode proyek dan eksperimen dengan keterampilanmenggunakan alat laboratorium terhadap prestasi belajar kognitif siswa, namun tidak ada interaksiterhadap prestasi belajar afektif; 6) ada interaksi antara kreativitas dan keterampilan menggunakanalat laboratorium terhadap prestasi kognitif siswa, namun tidak ada interaksi pada prestasi afektif;7) tidak ada interaksi antara pembelajaran kimia berbasis masalah menggunakan metode proyekdan eksperimen, kreativitas dengan keterampilan menggunakan alat laboratorium terhadap prestasikognitif dan afektif siswa.Kata kunci : PBL, proyek, eksperimen, kreativitas, keterampilan menggunakan alatlaboratorium
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS MODEL INKUIRI TERBIMBING DENGAN TEMA TEKANAN ZAT ALIR DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP/ MTs Endah Setyorini; Puguh Karyanto; Mohammad Masykuri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik hasil pengembangan modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari -hari untuk siswa SMP/ MTs; 2) kelayakan dari modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yang dihasilkan ditinjau dari aspek kelayakan isi,  penyajian  materi,  bahasa  dan  gambar,  serta  kegrafisan  berdasarkan  penilaian  dan  peninjauan  dari validator; dan 3) keterampilan proses sains siswa setelah pembelajaran menggunakan modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari - hari. Penelitian dan pengembangan modul IPA terpadu ini menggunakan model 4-D yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Keseluruhan tahapan tersebut telah dilakukan sehingga data yang diperoleh dianalisis lebih lanjut. Desain penelitian yang digunakan adalah one- group pretest-posttest design. Keefektifan modul terhadap keterampilan proses sains dianalisis menggunakan N-gain score. Perbedaan hasil keterampilan proses sains diuji menggunakan paired sample t-test. Penyebaran dilakukan kepada 15 guru IPA untuk mendapatkan umpan balik. Hasil penelitian ini adalah: 1) karakteristik modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu: a) dirancang secara sistematis; b) tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yang ada di dalam modul menggunakan model keterpaduan integrated; c) tahapan inkuiri terbimbing yang ada di dalam modul adalah perumusan masalah, membuat hipotesis, melakukan percobaan, interpretasi data, dan membuat kesimpulan; dan d) modul ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP/ MTs; 2) modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sangat layak untuk digunakan meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP/ MTs ditinjau dari komponen kelayakan isi, kebahasaan dan gambar, penyajian, dan kegrafisan karena masuk pada kategori sangat baik; dan 3) modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari efektif meningkatkan keterampilan proses sains siswa dengan hasil gain score sebesar 0,43 menunjukkan kategori sedang.
PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN METODE LEARNING CYCLE 7E DAN GUIDED INQUIRY DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIVITAS SISWA Sri - Rusmiati; ashadi - -; Sulistyo - Saputro
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9814

Abstract

Pembelajaran learning cycle 7E (LC 7E) dan guided inquiry adalah pembelajaran berparadigma konstruktivisme yang berpusat pada siswa. Pembelajaran LC 7Emerupakan rangkaian tahap-tahap pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa. Sedangkan guided inquiry memberi kesempatan pada siswa mengumpulkan dan verifikasi data melalui eksperimen, mengolah data dan menganalisis proses inkuiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran LC 7E, guided inquiry, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini dilaksanakan  bulan Mei 2012-Juli 2013. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 1 Magetan tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel diperoleh dengan teknik cluster random sampling yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X-2 yang diberi pembelajaran LC 7E dan kelas X-1 diberi pembelajaran guided inquiry. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi belajar kognitif, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas, angket untuk prestasi belajar afektif dan lembar observasi untuk psikomotor siswa. Hipotesis diuji dengan Anava (Analisis Varian) 2x2x2. Dari hasil analisis data disimpulkan: 1) ada pengaruh pembelajaran LC 7E dan guided inquiry terhadap prestasi belajar kognitif tetapi tidak pada afektif dan psikomotor, 2) tidak ada pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif tetapi ada pengaruh terhadap afektif dan psikomotor, 3) tidak ada pengaruh kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif tetapi ada pengaruh terhadap psikomotor, 4) tidak ada interaksi antara pembelajaran LC 7E dan guided inquiry dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor, 5) tidak ada interaksi antara pembelajaran LC 7E dan guided inquiry dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor, 6) ada interaksi antara kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor tapi tidak pada afektif, 7) tidak ada interaksi antara pembelajaran LC 7E dan guided inquiry, kemampuan berpikir kritis, kreativitas terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU TEMA PEMANASAN GLOBAL BERBASIS KOMIK DI SMPN 4 DELANGGU Kristanti Kristanti; Widha Sunarno; Cari Cari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9588

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan yaitu define, design, develop, disseminate. Penelitian diawali dengan penelitian pendahuluan berupa studi pustaka dan observasi lapangan yang dilanjutkan dengan menyusun draft-1 modul. Draft modul-1 divalidasi oleh ahli materi dan teman sejawat dan direvisi menjadi draft modul-2. Kemudian draft modul-2 diujicobakan secara terbatas dan mendapat masukan yang akan menjadi modul draft-3. Hasil dari draft-3 diujicobakan di kelompok besar di kelas. Pada uji coba kelas besar diadakan pretes dan postes untuk mengetahui keefektifan dari modul. Pada tahap terakhir modul disebarluaskan kepada guru-guru IPA untuk mendapatkan umpan balik.Hasil penelitian menghasilkan kualitas modul hasil pengembangan untuk kelayakan isi 92,85, penyajian 94,28, bahasa 92,85, analisa grafik 85,71, dan pendekatan 95,23, jadi modul termasuk dalam kategori sangat baik. Berdasarkan uji-t dihasilkan p-value 0.001 yang berarti Ho ditolak maka keputusan uji adalah antara pretes dan postes mempunyai perbedaan efektivitas yang signifikan. Hasil penilaian guru-guru IPA pada tahap penyebaran adalah 84 dengan kategori sangat baik, sehingga modul dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN MODUL KIMIA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN TERMOKIMIA UNTUK SMA/MA KELAS XI Is Imanah; Sulistyo Saputro; Ashadi Ashadi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i1.17282

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui  pengembangan modul Kimia yang berbasis inkuiri terbimbing  pada pokok bahasan Termokimia, kelayakan modul, dan uji efektifitas modul. Prosedur penelitian pengembangan modul Kimia berbasis inkuiri terbimbing ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari sepuluh langkah penelitian dari Borg dan Gall. Penelitian dan pengembangan modul berbasis inkuiri terbimbing menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan dari Borg dan Gall yang terdiri dari 10 tahapan yaitu: (1) penelitian pendahuluan dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk awal, (6) uji coba pelaksanaan lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan, (8) uji coba pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir, (10) diseminasi dan implementasi. Penelitian dilaksanakan di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, SMA Negeri 1 Boyolali, SMA Negeri 1 Teras Boyolali, dan SMA Negeri 1 Banyudono Boyolali. Penilaian terhadap materi, media, dan bahasa modul divalidasi oleh dosen Kimia, guru Kimia dan siswa SMA kelas XI MIPA. Lembar uji kelayakan modul diadopsi dari penilaian buku kurikulum 2013 oleh BSNP 2013. Uji efektifitas dilaksanakan di SMA Negeri 1 Boyolali kelas XI MIPA3 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA4 sebagai kelas kontrol. Data diperoleh melalui angket, uji validitas modul, uji validitas instrumen, uji coba soal, dan uji efektifitas modul. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hasil akhir pengembangan produk melalui prosedur R&D adalah modul berbasis inkuiri terbimbing pada pokok bahasan Termokimia telah berhasil dikembangkan berdasarkan tahapan penelitian dan pengembangan R&D Borg and Gall yang terdiri dari 10 tahap. Kelayakan modul sangat baik pada aspek komponen kelayakan materi, bahasa, dan media dengan persentase sebesar 86,93% berdasarkan penilaian siswa dan 91,30% berdasarkan penilaian guru. Hasil uji efektivitas pada aspek pengetahuan diperoleh pada kelas eksperimen mempunyai ketuntasan belajar lebih besar dibandingkan kelas kontrol,  sedangkan aspek sikap dan keterampilan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh ketuntasan belajar yang sama.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF TERINTEGRASI DENGAN LKS POKOK BAHASAN HUKUM NEWTON TENTANG GERAK KELAS X SMA/MA Rohmani Rohmani; Widha Sunarno; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media pembelajaran fisika berbasis multimedia interaktif dengan menggunakan software adobe flash dan XML pada pokok bahasan Hukum Newton tentang gerak; (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran fisika berbasis multimedia interaktif menggunakan software adobe flash dan XML pada pokok bahasan Hukum Newton tentang gerak yang dikembangkan; (3) mengetahui pencapaian hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran fisika berbasis multimedia interaktif terintegrasi dengan lembar kerja siswa hasil pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model yang dikemukakan oleh Sugiyono. Kelayakan media divalidasi oleh ahli materi, ahli media dan praktisi. Subjek Ujicoba penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 3 Sukoharjo tahun akademik 2013/2014 sebanyak 43 siswa dengan rincian 10 siswa sebagai subjek ujicoba produk dan 33 siswa sebagai subjek ujicoba pemakaian. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: (1) media pembelajaran fisika berbasis multimedia interaktif terintegrasi dengan lembar kerja siswa berhasil dikembangkan dengan menggunakan Software Adobe Flash dan XML dengan hasil produk dikemas dalam keping CD yang didalamnya berisi software utama media dan beberapa file pendukung dari media tersebut. Media disajikan dengan dua pembagian materi yaitu materi pembelajaran dan materi penjelasan yang diproteksi serta berisi bank soal yang dapat diupdate. Media pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada langkah yang diberikan oleh Sugiyono dan telah tervalidasi; (2) media pembelajaran fisika berbasis multimedia interaktif terintegrasi dengan lembar kerja siswa yang dikembangkan layak digunakan dengan kategori baik; (3) pencapaian hasil belajar peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran fisika berbasis multimedia interaktif terintegrasi dengan lembar kerja siswa mengalami peningkatan pada aspek pengetahuan.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS BOUNDED INQUIRY LAB UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DIMENSI KONTEN PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN KELAS XI Renny Widya Kusuma Sanjaya; Maridi Maridi; Suciati Suciati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i3.17828

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik modul berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan kelas XI; 2) Menguji kelayakan modul biologi berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan kelas XI dan; 3) Menguji keefektivan penggunaan modul berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan kelas XI. Penelitian dan pengembangan modul menggunakan prosedur Borg & Gall (1983) yang telah dimodifikasi yang meliputi 10 tahap: 1) tahap penelitian dan pengumpulan informasi; 2) tahap perencanaan; 3) tahap pengembangan desain; 4) tahap uji coba lapangan awal; 5) tahap revisi produk pertama; 6) tahap uji coba lapangan utama; 7) tahap revisi produk kedua; 8) tahap uji lapangan operasional; 9) tahap revisi produk akhir dan; 10) Diseminasi dan implementasi modul. Subjek pengembangan meliputi responden uji coba lapangan awal berjumlah 4 validator ahli dan 2 praktisi, respon uji skala kecil berjumlah 10 peserta didik. Responden uji coba lapangan utama/keefektivan berjumlah 65 peserta didik yang terdiri atas 2 kelas menggunakan modul yaitu 32 peserta didik kelas XI MIA 1 dan 33 peserta didik kelas XI MIA 4. Data kemampuan literasi sains dimensi konten dianalisis dengan N-Gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektivan modul berbasis bounded inquiry lab. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) Modul berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan dikembangkan sesuai dengan tahapan bounded inquiry lab (observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, aplikasi) dan pendekatan saintifik; 2) Kelayakan modul berbasis bounded inquiry lab dikategorikan sangat baik; 3) Keefektivan modul yang dikembangkan berbasis bounded inquiry lab dibuktikan dengan uji Wilcoxon yang menunjukkan ada perbedaan dalam literasi sains dimensi konten sebelum dan sesudah menggunakan modul berbasis bounded inquiry lab memiliki probabilitas (p) sebesar 0,000 (p<0,05), Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul berbasis bounded inquiry lab layak dan efektif meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi Sistem Pencernaan kelas XI.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU TEMA ES LOLI RASA DURIAN KELAS VII DI SMP NEGERI 2 WONOGIRI Saleha, Saleha; Sunarno, Widha; Suparmi, Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i01.9654

Abstract

Model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan mulai dari tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) sampai dengan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), namun pelaksanaannya terkendala oleh belum terdapat perangkat IPA Terpadu secara luas, buku referensi IPA Terpadu pada sekolah, dan kesiapan guru mengajar IPA Terpadu. Tujuan penelitian adalah mengembangkan dan menganalisis efektivitas perangkat pembelajaran IPA Terpadu tema es loli rasa durian. Model pengembangan perangkat IPA Terpadu dipilih model keterhubungan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Produk yang dikembangkan pada penelitian ini adalah silabus, RPP, LKS, Materi ajar, dan soal tes. Produk divalidasi oleh ahli pembelajaran IPA, guru IPA, dan teman sejawat. Setelah dilakukan revisi, produk diujicobakan pada kelas kecil, kemudian produk diujicobakan pada kelas besar. Uji  kelayakan produk digunakan angket dan dinilai oleh ahli pembelajaran IPA, guru IPA, dan teman sejawat. Hasil uji kelayakan produk diperoleh rata-rata 94,11%, artinya bahwa perangkat pembelajaran IPA Terpadu tema es loli rasa durian kategori baik. Pengukuran efektivitas produk dilakukan pembelajaran IPA Terpadu pada kelas VIIC sebagai kelas eksperimen dan pembelajaran IPA Terpisah di kelas VIIB sebagai kelas kontrol. Kedua kelas diberi  pretes dan postes, kemudian dianalisis N-Gain hasil pretes postes kelas eksperimen dan kontrol. Hasil uji homogenitas dan normalitas kelas eksperimen dan kontrol adalah homogen dan normal, maka dianalisis dengan uji-t. Hasil untuk uji-t diperoleh thitung= 0,224 dan ttabel= 2,000, maka disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara penguasaan konsep dengan IPA Terpadu atau IPA Terpisah. Kata kunci: pembelajaran terpadu, model keterhubungan, pengembangan perangkat pembelajaran.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN METODE EKSPERIMEN DISERTAI TEKNIK CONCEPT MAP DAN MIND MAP TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA Puspita, Laila Makmur; Sudarisman, Suciati Makmur; Maridi, Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i01.9676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran biologi menggunakan model problem based learning dengan metode eksperimen disertai teknik concept map dan mind map, motivasi, aktivitas belajar terhadap dan interaksinya terhadap prestasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen, dilakukan di MAN 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas X 4 dan X 5 yang diperoleh menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas X 4 diberi pembelajaran model problem based learning dengan metode eksperimen disertai teknik concept map dan kelas X 5 diberi pembelajaran model problem based learning dengan metode eksperimen disertai teknik mind map. Uji hipotesis menggunakan uji Anava. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) tidak ada pengaruh model PBL dengan metode eksperimen disertai teknik concept map dan mind map terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa; 2) ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik; 3) ada pengaruh aktivitas belajar terhadap prestasi belajar kognitif siswa, sedangkan pada afektif, dan psikomotorik tidak ada; 4) tidak ada interaksi antara model PBL dengan metode eksperimen disertai teknik concept map dan mind map dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa; 5) ada interaksi antara model PBL dengan metode eksperimen disertai teknik concept map dan mind map dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotorik siswa, sedangkan afektif tidak ada; 6) tidak ada interaksi antara motivasi belajar dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, dan psikomotorik siswa; 7) tidak ada interaksi antara model PBL dengan metode eksperimen disertai teknik concept map dan mind map, motivasi belajar, dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Kata kunci: prestasi belajar, kuasi eksperimen, pencemaran lingkungan

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 3 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 2 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 02 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 01 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA More Issue