cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 224 Documents
Implementasi Model Guided Discovery Learning Terhadap Keterampilan Kolaborasi Siswa Kelas VII pada Materi Tata Surya Mardhiyah Ayu Astari; Nidaul Muzayyanah; Nisa Fathin Muslimah; Muzzazinah Muzzazinah; Santosa Budiyono
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.101360

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning siswa kelas VII pada materi Tata Surya. Penelitian ini terdiri dari empat siklus, pada setiap siklus mempunyai empat tahapan tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII D yang terdiri dari 31 siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian pada pra siklus, siswa kelas VII D memiliki keterampilan kolaborasi rendah. Setelah dilakukan tindakan, keterampilan kolaborasi siswa terus meningkat setiap siklusnya. Persentase ketuntasan siswa pada siklus 1 19,35%, siklus 2 sebesar 35,48%, siklus 3 sebesar 61,29 persen dan pada siklus 4 mencapai 83,87%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, penerapan model pembelajaran Guided Discovery Learning dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa kelas VII pada materi Tata Surya.This research is Classroom Action Research (CAR) which aims to improve students' collaboration skills using the Guided Discovery Learning model for class VII students on the Solar System subject. This research consists of four cycles, each cycle has four stages of action, namely planning, implementation, observation and reflection. The research subjects were class VII D students consisting of 31 students. The data sources in this research are teachers and students with data collection techniques using interview and observation methods. The data analysis technique uses descriptive-qualitative analysis. The results of pre-cycle research show that class VII D students have low collaboration skills. After taking action, students' collaboration skills continue to improve each cycle. The percentage of student completion in cycle 1 was 19.35%, cycle 2 was 35.48%, cycle 3 was 61.29 percent and in cycle 4 it reached 83.87%. Based on the research results, it can be concluded that the application of the Guided Discovery Learning learning model can improve the collaboration skills of class VII students on the Solar System subject.
Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) Berbantuan Video Pembelajaran Terhadap Literasi Lingkungan Siswa SMP Pada Materi Pencemaran Tanah Devi Khoirunnisa; Ratna Wahyu Wulandari; Yulianti Yusal
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 2 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i2.89581

Abstract

Masalah lingkungan yang muncul saat ini banyak disebabkan oleh aktivitas manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan. Hal itu disebabkan oleh kemampuan literasi lingkungan yang masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi lingkungan siswa melalui pemilihan model pembelajaran yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan literasi lingkungan siswa yang diajar menggunakan model Project Based Learning berbantuan video pembelajaran dan siswa yang diajar menggunakan model ekspositori. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian Posttest Only Control Design. Sampel pada penelitian ini yaitu, kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu, soal tes literasi lingkungan, angket literasi lingkungan, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata nilai pada kelas kontrol sebesar 78,56, sedangkan rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 83,71. Analisis statistik inferensial dilakukan dengan cara uji-t (uji independent sample T-Test). Berdasarkan hasil uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,001 artinya sig < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil perhitungan tersebut peneliti menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan literasi lingkungan siswa kelas VII SMPN 2 Kandangan yang diajar menggunakan model Project Based Learning berbantuan video pembelajaran dan siswa yang diajar menggunakan model ekspositori.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Meningkatkan Ecoliteracy Siswa Sekolah Dasar Putri Alifa Dhitareka; Aprilia Eki Saputri; Izzah Muyassaroh; Putra Habib Dhitareka
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 15, No 1 (2026): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v15i1.109342

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ecoliteracy siswa sekolah dasar yang disebabkan karena kurang efektifnya proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah dan kurang memfasilitasi siswa dari aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Maka diperlukan pengembangan bahan ajar berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk meningkatkan ecoliteracy siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Design and Development (D&D) dengan model pengembangan ADDIE (analisys, design, development, implementation, and evaluation). Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara, angket, dan tes. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini, yaitu bahan ajar yang berisikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh siswa, LKPD, refleksi, dan evaluasi. Bahan ajar Contextual Teaching and Learning mendapatkan skor dengan kategori sangat layak dengan persentase 93,2% dari validasi ahli materi dan skor 100% oleh ahli desain. Perolehan rata-rata N-Gain terkait tingkat efektivitas bahan ajar diperoleh 0,6 dengan kategori sedang. Simpulannya, bahan ajar berbasis Contextual Teaching and Learning yang telah dikembangkan berada pada kategori sangat layak untuk digunakan daan dapat meningkatkan ecoliteracy. This research is motivated by the low ecoliteracy of elementary school students caused by the ineffectiveness of the learning process taking place in schools and the lack of facilitation of students in terms of knowledge, attitudes, and skills. Therefore, it is necessary to develop teaching materials based on Contextual Teaching and Learning (CTL) to improve the ecoliteracy of fourth grade elementary school students. The research method used is Design and Development (D&D) with the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The research instruments used are interviews, questionnaires, and tests. Data analysis techniques in this study use qualitative and quantitative data analysis. The results of this study, namely teaching materials containing learning activities to be carried out by students, LKPD, reflection, and evaluation. The Contextual Teaching and Learning teaching materials received a score in the very appropriate category with a percentage of 93.2% from the validation of material experts and a score of 100% by design experts. The average N-Gain obtained related to the level of effectiveness of teaching materials was obtained 0.6 with a moderate category. In conclusion, the Contextual Teaching and Learning-based teaching materials that have been developed are in the category of being very suitable for use and can improve ecoliteracy.
Studi Literatur: Analisis Penggunaan Media Video pada Mata Pelajaran IPA di SD Sulfiana Firman; Hartono Bancong
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 1 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i1.80643

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian studi kepustakaan (library research) yang mengkaji mengenai penggunaan media video pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis media video yang menarik perhatian siswa dalam pembelajaran IPA, yang membantu siswa dalam memahami materi, yang meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, serta menganalisis kesulitan atau hambatan dalam penggunaan media video di sekolah dasar. Metode penelitian ini yaitu  dengan mengumpulkan data dari jurnal-jurnal, terutama yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir, dengan pencarian melalui google schoolar.  Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, yang diperoleh secara tidak langsung. Instrument  yang digunakan yaitu matriks jurnal dan dokumen. Dari Hasil analisis artikel maka diperoleh hasil penelitian yaitu penggunaan media video dapat menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran, sehingga membantu siswa dalam memahami materi yang berdampak pada peningkatan hasil belajar dan motivasi belajar siswa, adapun hambatan yang dialami menjadikan guru dan siswa lebih belajar lagi untuk menemukan solusi dengan baik.This research is library research which examines the use of video media in science subjects in elementary schools. The aim of this research is to analyze video media that attracts students' attention in science learning, which helps students understand the material, which increases student motivation and learning outcomes, as well as analyzing difficulties or obstacles in using video media in elementary schools. This research method is to collect data from journals, especially those published in the last 10 years, by searching via Google School. The type of data used is secondary data, which is obtained indirectly. The instruments used are journal and document matrices. From the results of the analysis of the article, research results were obtained, namely that the use of video media can attract students' attention in the learning process, thereby helping students understand the material which has an impact on improving learning outcomes and student learning motivation, while the obstacles experienced make teachers and students learn more to discover solution well.
Epistemic Knowledge Assessment Instrument on Energy Crisis Material for Junior High School Students Tariza Fairuz; Mentari Darma Putri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 2 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i2.101249

Abstract

Epistemic knowledge is one of the knowledge measured in scientific literacy. Assessment instruments have not been developed specifically to measure epistemic knowledge. This study aims to produce an assessment instrument that can be used to measure the level of epistemic knowledge of junior high school students. This assessment instrument was developed in the form of an essay. The stages of developing this instrument are developing indicators of epistemic knowledge, compiling questions for each indicator, and testing the validity and reliability of the instrument. A total of 60 junior high school students in Tebing Tinggi were the research samples. This assessment instrument consists of four aspects of epistemic knowledge, models, data and evidence in scientific statements, the nature of scientific reasoning, and the general and collaborative nature of science. 1 of 15 test items is valid with high criteria, 12 test items are valid with medium criteria, and 2 others are valid with low criteria. The reliability test used KR-20 and the results showed that this assessment instrument was reliable with very high criteria. The analysis results showed that the development of a knowledge assessment instrument on the energy crisis material can be used because it is valid and reliable.
Implementasi Torso Interaktif Bersuara (TOBI) Berbasis STEM pada Pembelajaran IPAS di MIN Kudus Faza Dzulfikar Efendi; Eva Luthfi Fakhru Ahsani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 2 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i2.98973

Abstract

Kurangnya pemahaman peserta didik MIN Kudus terhadap pembelajaran IPAS sistem pencernaan manusia dikarenakan media yang digunakan belum mampu menampilkan gambaran secara konkret dan mendetail. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi Torso Interaktif Bersuara (TOBI) berbasis STEM pada pembelajaran IPAS Di MIN Kudus disertai dengan respon guru dan peserta didik. Penelitian ini tergolong kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang akan dijalankan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Torso Interaktif Bersuara (TOBI) berbasis STEM pada pembelaran IPAS di MIN Kudus dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terkait materi sistem pencernaan manusia. Hal ini terbukti pada aktivitas guru dengan persentase 91% kategori sangat baik dan peserta didik dengan persentase  75% dengan kategori baik. Sementara hasil respon guru dan peserta didik terhadap desain, relevansi, perhatian, kepuasan, dan percaya diri  mendapatkan persentase 85% dan 81% termasuk dalam kategori sangat baik.The lack of understanding of MIN Kudus students towards learning the human digestive system IPAS is due to the media used that has not been able to display a concrete and detailed picture. The purpose of this study is to describe the implementation of STEM-based Voiced Interactive Torso (TOBI) in IPAS learning at MIN Kudus along with the responses of teachers and students. This research is classified as descriptive qualitative with the type of field research. Data were obtained through observation, questionnaires, interviews, and documentation. Data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the implementation of STEM-based Voiced Interactive Torso (TOBI) in IPAS learning at MIN Kudus can improve students' understanding of human digestive system material. This is evident in the activities of teachers with a percentage of 91% in the very good category and students with a percentage of 75% in the good category. While the results of teacher and learner responses to design, relevance, attention, satisfaction, and confidence get a percentage of 85% and 81% included in the very good category.
Pengaruh Media Wordwall terhadap Hasil Belajar IPAS Materi Sistem Indera Penglihatan Manusia di Sekolah Dasar Rissa Intan Pratiwi; Aan Widiyono
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 2 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i2.101813

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar peserta didik yang tergolong rendah dan penggunaan metode serta media yang kurang tepat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran wordwall terhadap hasil belajar IPAS pada materi sistem indera penglihatan manusia kelas V di SD Negeri 9 Jambu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimental dirancang menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Data diperoleh rata-rata 53,7 dan 77,9 pada pretest dan posttest melalui uji validitas dan reliabilitas (0,876) dengan melibatkan 19 peserta didik kelas V. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk bahwa nilai (W=0,922;P=0,122) pada pretest, sedangkan nilai (W=0,931;P=0,180) posttest. Uji-t menggunakan paired samples t-test bahwa statistik  -16,6 dengan (df) 18 dan nilai signifikansi p < 0,001. Rata-rata pretest dan posttest -24,2. Interval kepercayaan 95% dengan rentang -27,2 hingga -21,1. Cohen’s (effect size) sebesar -3,80 yang menunjukkan hasil penelitian terdapat adanya perubahan signifikan pada hasil belajar peserta didik setelah diberikan perlakuan (treatment) menggunakan penerapan media wordwall. Temuan ini mengindikasikan bahwa media wordwall dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran IPAS materi sistem indera penglihatan manusia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media wordwall merupakan media pembelajaran interaktif dan efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS materi sistem indera penglihatan manusia di kelas V SD Negeri 9 Jambu.This research is motivated by the low learning outcomes of students and the use of inappropriate methods and media in the learning process. This study aims to determine the effecct of wordwall learning media on scrience learning outcomes in the material of the human visual sensory system of grade V at SD Negeri 9 Jambu. This study uses a quantitative approach with a Pre-Experimental design designed using One-Group Pretest-Posttest Design. The data obtained averaged 53,7 and 77,9 in the pretest and posttest through validity and reliability tests (0,876) involving 19 grade V students. Data analysis was carried out using the Shapiro-Wilk normality test that the value (W=0,922; P=0,122) in the pretest, while the value (W=0,931; P=0,180) posttest. The t-test using paired samples t-test obtained a t_count statistic of -16,6 with (df) 18 and a significance value of p <0,001. The average pretest and posttest were -24,2. The 95% confidence interval ranged from -27,2 to -21,1. Cohen (effect size) was -3,80, indicating that there was a significant change in student learning outcomes after being given treatment using the application of wordwall media. This finding indicates that wordwall media can improve student’s understanding of science learning on the material of the human visual sensory system. Thus, it can be concluded that wordwall media is an interactive and effevtive learning media used to improve student learning outcomes in science subjects on the material of the human visual sensory system in class V of SD Negeri 9 Jambu.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berpendekatan Socioscientific Issues terhadap Penguasaan Konsep Sains dan Keterampilan Kolaborasi Siswa pada Pelajaran IPA SMP Ichikawa Cleva Revinda; Sukarmin Sukarmin; Febriani Sarwendah Asri Nugraheni
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.108001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis perbedaan pengaruh model problem based learning dengan pendekatan socioscientific issues terhadap penguasaan konsep sains; 2) menganalisis perbedaan pengaruh model problem based learning dengan pendekatan socioscientific issues terhadap keterampilan kolaborasi siswa. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif dengan metode quasi experiment. Populasi yang diteliti adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2024/2025. Teknik pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling sehingga didapatkan kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII E sebagai kelas kontrol. Desain penelitian ini yaitu pretest-posttest non-equivalent control group. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan angket. Pemberian tes dilakukan dua kali melalui pemberian pretest dan posttest untuk mengukur penguasaan konsep sains sebelum dan sesudah perlakuan. Sedangkan pemberian angket juga demikian melalui pemberian angket awal dan angket akhir yang digunakan untuk mengukur keterampilan kolaborasi siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hipotesis penelitian diuji menggunakan uji independent sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05 menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian ini adalah: 1) terdapat pengaruh model problem based learning dengan pendekatan socioscientific issues terhadap penguasaan konsep sains siswa dengan nilai signifikansi (0,001 < 0,05); dan 2) terdapat pengaruh model problem based learning dengan pendekatan socioscientific issues terhadap keterampilan kolaborasi siswa (0,027 < 0,05).This study aims to: 1) analyze the differences in the influence of the problem-based learning model with the socioscientific issues approach on mastery of science concepts; 2) analyze the differences in the influence of the problem-based learning model with the socioscientific issues approach on students' collaboration skills. This study is a quantitative type with a quasi-experimental method. The population studied were seventh-grade students of SMP Negeri 2 Sukoharjo in the 2024/2025 academic year. The sample selection technique used cluster random sampling so that class VII C was obtained as the experimental class and class VII E as the control class. The design of this study was a pretest-posttest non-equivalent control group. Data collection techniques used test and questionnaire methods. The test was administered twice through the administration of a pretest and posttest to measure mastery of science concepts before and after treatment. While the administration of the questionnaire was also through the administration of an initial questionnaire and a final questionnaire used to measure students' collaboration skills before and after treatment. The research hypothesis was tested using an independent sample t-test with a significance level of 0.05 using SPSS version 26. The results of this study are: 1) there is an influence of the problem-based learning model with a socioscientific issues approach on students' mastery of science concepts with a significance value (0,001 < 0,05); and 2) there is an influence of the problem-based learning model with a socioscientific issues approach on students' collaboration skills (0,027 < 0,05).
Pengaruh Media Augmented Reality Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas IV SDN Tegalkalong pada Materi Fotosintesis Adnia Rianti Pradita; Ani Nur Aeni; Atep Sujana
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 1 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i1.83995

Abstract

Pada hakikatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antar guru dan siswa baik secara formal maupun non formal. Guru merupakan fasilitator terhadap segenap pembelajaran yang tersaji pada aktivitas pembelajaran yang dibawakannya. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman konsep yang dapat dimengerti siswa dan disampaikan dengan baik oleh guru.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas IV SDN Tegalakalong pada materi fotosintesis. Media pembelajaran yang digunakan dibuat menggunakan aplikasi yang dapat diakses oleh semua orang yaitu Assemblr studio dalam https://www.assemblrworld.com/studio. Populasi penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV A dan IV B SDN Tegalkalong Sumedang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan desain non equivalent group design, dengan teknik pengumpulan data berupa tes (pretest dan postest). Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan software IBM SPSS Statistics dengan beberapa tahap analisis yang dimulai dari analisis deskriptif, analisis normalitas, analisis paired sample t test, analisis homogenitas, dan analisis independent sample t test. Hasil yang didapat dari prosses analisis, diperoleh kesimpulan: terdapat pengaruh media pembelajaran berbasis Augmented Reality terhadap penguasaan konsep siswa yang tegak lurus dengan hasil belajar siswa kelas IV A terhadap materi pembelajaran fotosintesis. Selisih rata-rata dari hasil nilai postest yang telah dilakukan sebesar 11,03.In essence, teaching and learning activities are a process of interaction or reciprocal relationships between teachers and students both formally and informally. The teacher is a facilitator of all the learning presented in the learning activities he presents. Therefore, it is necessary to understand concepts that students can understand and convey well by the teacher.  This study aims to determine the influence of Augmented Reality (AR)-based learning media to improve the understanding of the concept of grade IV students of SDN Tegalakalong on photosynthesis material. The learning media used is made using an application that can be accessed by everyone, namely Assemblr studio in https://www.assemblrworld.com/studio. The population of this study was conducted on students of grade IV A and IV B SDN Tegalkalong Sumedang. The research method used in this study used quasi-experiment with a non-equivalent group design, with data collection techniques in the form of tests (pretest and postest). The data was analyzed quantitatively using IBM SPSS Statistics software with several stages of analysis starting from descriptive analysis, normality analysis, paired sample t test analysis, homogeneity analysis, and independent sample t test analysis. Results obtained from the analysis process, Conclusion: there is an influence of Augmented Reality-based learning media on mastery of student concepts that are perpendicular to the learning outcomes of grade IV A students on photosynthesis learning material. The average difference from the results of the postest score that has been carried out is 11.03.
Implementasi Alat Ukur Kemagnetan Berbasis Microcontroller Arduino Uno Sebagai Media Pembelajaran Saintifik Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Boisandi Boisandi; Matsun Matsun
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 1 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i1.95667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon mahasiswa dan efektivitas implementasi alat ukur kemagnetan berbasis mikrokontroler Arduino Uno dalam meningkatkan kemampuan literasi sains pada mahasiswa program studi Pendidikan Fisika. Media pembelajaran ini dirancang sebagai alat interaktif yang mendukung pendekatan saintifik, membantu mahasiswa memahami konsep kemagnetan secara aplikatif, serta mengasah kemampuan analisis dan pemecahan masalah. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 4 yang mengambil mata kuliah Listrik Magnet. Data dikumpulkan melalui tes literasi sains, angket respon mahasiswa, dan observasi selama proses pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan literasi sains mahasiswa setelah penggunaan alat ukur kemagnetan. Respon mahasiswa juga menunjukkan bahwa media ini menarik, mudah digunakan, dan efektif dalam menjelaskan konsep kemagnetan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alat ukur kemagnetan berbasis Arduino Uno berpotensi menjadi inovasi media pembelajaran saintifik yang efektif untuk meningkatkan literasi sains mahasiswa Pendidikan Fisika.This study aims to determine the response of students and the effectiveness of the implementation of the Arduino Uno microcontroller-based magnetism measuring instrument in improving science literacy skills in students of the Physics Education study program. This learning media is designed as an interactive tool that supports a scientific approach, helps students understand the concept of magnetism applicatively, and hones their analytical and problem-solving skills. The research uses an experimental method with a pretest-posttest design. The subject of the study is a 4th semester student who takes the Magnet Electricity course. Data was collected through science literacy tests, student response questionnaires, and observations during the learning process. The results of the analysis showed a significant improvement in students' science literacy skills after the use of magnetic measuring instruments. The students' responses also showed that this media was interesting, easy to use, and effective in explaining the concept of magnetism. The results of this study show that the Arduino Uno-based magnetism measuring device has the potential to be an effective scientific learning media innovation to improve the science literacy of Physics Education students.