cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 224 Documents
Kajian Multirepresentasi Kimia pada Materi Ikatan Kimia dalam Buku Teks Kimia Kurikulum Merdeka Iffa Fadila; Faizah Qurrata Aini
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.98495

Abstract

Buku teks merupakan salah satu bahan ajar yang memiliki peran penting untuk pemahaman representasi peserta didik. Pendekatan yang bermakna dapat memberikan pemahaman pada peserta didik dengan adanya penggunaan gambar atau visual untuk menggambarkan level representasi yang berbeda pada fenomena kimia yang terdapat dalam buku teks. Salah satu materi kimia yang memerlukan peran representasi kimia untuk memberikan visualisasi yang lebih nyata bagi peserta didik tentang konsep-konsep kimia yang abstrak adalah materi ikatan kimia. Konsep dalam fenomena kimia yang menekankan pada tiga level representasi kimia dapat memberikan pemahaman secara utuh jika mampu mengaitkan ketiga level representasi tersebut. Representasi yang dihadirkan pada buku teks yang dianalisis secara umum bersumber dari website yang belum dipercaya secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis multirepresentasi buku teks kimia kurikulum merdeka materi ikatan kimia dengan menggunakan lima kriteria representasi kimia. Sumber data dalam penelitian ini merupakan enam buku teks kimia Kurikulum Merdeka SMA/MA yang dibandingkan dengan buku standar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keenam buku teks secara umum mempunyai jenis representasi (C1) tipologi multiple namun, tidak ada representasi campuran, (C2) tipologi eksplisit, (C3) tipologi sepenuhnya berhubungan dan terkait, (C4) tipologi keberadaan keterangan sesuai, dan (C5) tipologi cukup terkait.Textbooks are one of the teaching materials that have an important role in understanding student representation. A meaningful approach can provide understanding to students by using images or visuals to illustrate different levels of representation in chemical phenomena contained in textbooks. One of the chemical materials that requires the role of chemical representation to provide a more realistic visualization for students about abstract chemical concepts is chemical bonding material. The concept in chemical phenomena that emphasizes three levels of chemical representation can provide a complete understanding if it is able to link the three levels of representation. The representations presented in the textbooks that were analyzed generally came from websites that were not scientifically trusted. This study aims to analyze the multi-representation of independent curriculum chemistry textbooks on chemical bonding material using five criteria for chemical representation. The data sources in this study were six chemistry textbooks for the Independent Curriculum for SMA/MA which were compared with standard books. The results of this study indicate that the six textbooks generally have the following types of representation: (C1) multiple typology, but no mixed representation, (C2) explicit typology, (C3) fully related and related typology, (C4) typology of the existence of appropriate information, and (C5) fairly related typology.
Penerapan Model Pembelajaran Eksperiental Jelajah Alam Sekitar (EJAS) untuk Meningkatkan Kecerdasan Naturalis dan Hasil Belajar Kognitif IPA Siswa SMP Sanni Indri Astuti; Rina Rahayu; Eli Trisnowati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 15, No 1 (2026): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v15i1.108907

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yang mencakup : (1) Menganalisis keefektifan model pembelajaran EJAS dalam meningkatkan kecerdasan naturalis siswa; (2) Menganalisis keefektifan model pembelajaran EJAS dalam meningkatkan hasil belajar kognitif IPA siswa SMP; (3) Menganalisis hubungan kecerdasan naturalis siswa dengan hasil belajar kognitif IPA siswa SMP pada penerapan model pembelajaran EJAS. Penelitian ini memakai desain Quasi Eksperimental Design dalam bentuk pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini yakni siswa kelas VII SMP Negeri 2 Muntilan Tahun Ajaran 2023/2024 sejumlah 2 kelas dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan; (1) Penerapan model pembelajaran EJAS efektif dalam meningkatkan kecerdasan naturalis siswa; (2) Penerapan model pembelajaran EJAS efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif IPA siswa SMP; (3) Terdapat hubungan positif antara kecerdasan naturalis dengan hasil belajar kognitif dengan besar pengaruh kecerdasan naturalis terhadap hasil belajar kognitif sebesar 16,3%.This research has objectives that include: (1) Analyzing the effectiveness of the EJAS learning model in increasing students' naturalistic intelligence; (2) Analyze the effectiveness of the EJAS learning model in improving junior high school students' science cognitive learning outcomes; (3) Analyzing the relationship between students' naturalistic intelligence and junior high school students' science cognitive learning outcomes when implementing the EJAS learning model. This research uses a Quasi Experimental Design in the form of a pretest-posttest nonequivalent control group design. The population of this research is class VII students of SMP Negeri 2 Muntilan for the 2023/2024 academic year in 2 classes with a sampling technique in the form of purposive sampling. The research results show; (1) The application of the EJAS learning model is effective in increasing students' naturalistic intelligence; (2) The application of the EJAS learning model is effective in improving junior high school students' science cognitive learning outcomes; (3) There is a positive relationship between naturalist intelligence and cognitive learning outcomes with a large influence of naturalist intelligence on cognitive learning outcomes of 16.3%.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Terintegrasi STEM Dengan Teknik Ecoprint Untuk Memberdayakan Minat Belajar Siswa Kelas VII Permatasari, Amalia Arum; Sarwanto, Sarwanto; Antrakusuma, Bayu
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.99725

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan multimedia pembelajaran terintegrasi STEM dengan teknik ecoprint pada materi zat dan perubahannya yang layak dan praktis serta mengetahui keefektifannya untuk meningkatkan minat belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Data penelitian diperoleh dari angket penilaian ahli materi, ahli media, ahli bahasa, reviewer, angket uji coba peserta didik, dan angket minat belajar peserta didik. Populasi penelitian yaitu seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 22 Surakarta. Teknik validasi multimedia pembelajaran menggunakan teknik uji Gregory. Teknik analisis data kelayakan dan kepraktisan multimedia pembelajaran dilakukan dengan menghitung skor total dari aspek yang dinilai sedangkan data efektivitas multimedia pembelajaran dianalisis menggunakan uji paired sample t test dan uji normalized gain. Penelitian ini menghasilkan produk multimedia pembelajaran dengan skor penilaian kelayakan ahli materi 0,8, ahli media 1,0, ahli bahasa 1,0, serta penilaian reviewer 1,0. Hasil uji coba kepraktisan multimedia menunjukkan skor rata – rata 67,59 dengan kriteria baik. Hasil uji coba efektivitas multimedia menunjukkan adanya perbedaan rata – rata minat belajar peserta didik sebesar 0,62 dengan kriteria sedang. Pengembangan multimedia terintegrasi STEM dengan teknik ecoprint pada materi zat dan perubahannya menghasilkan multimedia pembelajaran yang layak dan praktis digunakan untuk pembelajaran serta berpengaruh untuk meningkatan minat belajar peserta didik.This research aims to produce STEM integrated learning multimedia using ecoprint techniques on substances and their changes that are feasible and practical and to determine its effectiveness in increasing students' interest in learning. This type of research is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model. Research data was obtained from assessment questionnaires from material experts, media experts, language experts, reviewers, student trial questionnaires, and student learning interest questionnaires. The research population was all students in class VII of SMP Negeri 22 Surakarta. The learning multimedia validation technique uses the Gregory test technique. The data analysis technique for the feasibility and practicality of learning multimedia is carried out by calculating the total score of the aspects assessed, while data on the effectiveness of learning multimedia is analyzed using the paired sample t test and the normalized gain test. This research produced a learning multimedia product with a total feasibility assessment score of 0.8 for material experts, 1.0 for media experts, 1.0 for language experts, and 1.0 for reviewers. The results of the multimedia practicality trial showed an average score of 67.59 with good criteria. The results of the multimedia effectiveness trial showed that there was an average difference in students' learning interest of 0.62 with medium criteria. The development of STEM-integrated multimedia with ecoprint techniques on substance materials and their changes produces learning multimedia that is feasible and practical to use for learning and has the effect of increasing students' interest in learning.
Pengembangan Media Pembelajaran E-Learning IPA Berbasis Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) untuk Melatih Kepedulian Lingkungan Siswa di SMP Niken Indrata Marselina; Yusli Kamila; M. Rahmad; Roza Linda
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 15, No 1 (2026): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v15i1.112652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran IPA berbasis e-learning dengan pendekatan SETS (Sains, Lingkungan, Teknologi dan Masyarakat) bertujuan melatih kepedulian lingkungan siswa SMP, serta menilai kelayakan (validitas) dan kepraktisannya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, namun dibatasi sampai tahap pengembangan (development). Penelitian dilaksanakan di UPT SMP Negeri 3 Siak Hulu pada semster ganjil tahun pelajaran 2025/2026 dengan subjek pakar ahli (materi, pedagogi, dan media), 3 guru, dan 30 murid kelas IX. Data dihimpun melalui angket dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil validasi menunjukkan kategori sangat valid: materi 100%, media 96,00%, dan pedagogik 98,00% (rata-rata 98,00%). Uji praktikalitas juga pada kategori sangat praktis, ditunjukkan oleh respons guru 97,62% dan respons siswa 88,12% (rata-rata 92,87%). Dengan demikian, e-learning IPA berbasis SETS ini dinilai layak dan praktis untuk digunakan, serta berpotensi mendukung pembelajaran kontekstual yang mengaitkan sains, tekhnologi, lingkungan, dan masyarkat dalam melatih kepedulian lingkungan siswa.This study aims to develop e-learning-based science learning media with the SETS (Science, Environment, Technology and Society) approach aimed at training junior high school students' environmental awareness, as well as assessing its feasibility (validity) and practicality. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, but limited to the development stage. The study was conducted at the UPT SMP Negeri 3 Siak Hulu in the odd semester of the 2025/2026 academic year with expert subjects (material, pedagogy, and media), 3 teachers, and 30 ninth-grade students. Data were collected through questionnaires and analyzed descriptively quantitatively. The validation results showed a very valid category: material 100%, media 96.00%, and pedagogy 98.00% (average 98.00%). The practicality test was also in the very practical category, indicated by teacher responses of 97.62% and student responses of 88.12% (average 92.87%). Thus, this SETS-based science e-learning is deemed feasible and practical to use, and has the potential to support contextual learning that connects science, technology, the environment, and society to foster students' environmental awareness.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah IPA dan Kreativitas Siswa melalui Model Creative Problem Solving (CPS) Berbantuan E-LKPD Pendekatan TPACK Zahra Yonisa Meidina; Novi Ratna Dewi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 15, No 1 (2026): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v15i1.106067

Abstract

Model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) difokuskan pada pengembangan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan model pembelajaran CPS yang diterapkan dengan bantuan E-LKPD pendekatan TPACK terhadap kemampuan pemecahan masalah dan peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA di jenjang SMP. Penelitian ini merupakan penelitian kunatitatif yang menggunakan metode pengumpulan data berupa pretest-posttest dan observasi. Hasil pretest-posttest yang mengukur kemampuan pemecahan masalah antara kelas eksperimen dan kontrol mendapatkan hasil N-gain 0,6 pada kelas ekperimen dan 0,1 untuk kelas kontrol. Sedangkan hasil N-gain observasi untuk mengukur kreativitas mendapatkan 0,4 kelas eksperimen dan 0,1 untuk kelas kontrol. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa model Creative Problem Solving dengan bantuan E-LKPD pendekatan TPACK efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPA dan kreativitas.The Creative Problem Solving (CPS) learning model is focused on developing students' problem-solving skills and creative thinking skills. The purpose of this study is to test the effectiveness of the CPS learning model applied with the help of the E-LKPD TPACK approach on problem-solving skills and increasing student creativity in learning Natural Sciences at the junior high school level. This study is a qualitative research that uses data collection methods in the form of pretest-posttest and observation. The results of the pretest-posttest measuring the problem-solving ability between the experimental and control classes obtained an N-gain of 0.6 in the experimental class and 0.1 for the control class. Meanwhile, the results of the N-gain observation to measure creativity were 0.4 for the experimental class and 0.1 for the control class. The results of the study show that the Creative Problem Solving model with the help of the E-LKPD TPACK approach is effective in improving science problem-solving skills and creativity.
Kajian Etnobotani Daun Bakung (Crinum Asiaticum L) Dalam Pengobatan Tradisional Masyarakat Bengkulu Hamidah Khairunnisa
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 2 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i2.97560

Abstract

Etnobotani yaitu ilmu yang mempelajari kegunaan, keyakinan dan juga persepsi sumber daya alam oleh masyarakat, budaya juga berpengaruh dalam memberikan nilai-nilai tertentu. Penggunaan tumbuhan obat atau tanaman tradisional, sudah lama dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Indonesia untuk mengatasi masalah kesehatan. Salah satu tumbuhan obat yang memiliki nilai penting dalam pengobatan tradisional adalah daun bakung. Daun bakung digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan seperti terkilir, bengkak, patah tulang, dan nyeri sendi. Kandungan yang terdapat dalam daun bakung yaitu kandungan kimia antara lain likorina, krinidina, hemantamina, dan krinamina. Manfaatnya dapat digunakan sebagai analgesik, anti bengkak, dan ekspektoran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merekonstruksi pengetahuan sains ilmiah dari tradisi pengobatan tradisional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Sumber data yang digunakan yaitu salah satu orang Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis etnobotani.
Penggunaan Media Pembelajaran Aplikasi Berbasis Android Trans Cell pada Materi Transpor pada Membran Sel Anjar Dwi Astutiningsih
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.105170

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menghasilkan media pembelajaran interaktif pada materi transpor membran sel (2) mengetahui efektivitas media pembelajaran pada saat digunakan dalam pembelajaran Biologi materi transpor membran sel dilihat dari motivasi dan keterlibatan siswa selama mengikuti pembelajaran. Metode yang digunakan dalam pengembangan desain media adalah model pengembangan ADDIE. Subjek dari penelitian ini adalah 22 siswa SMA Trinitas Bandung yang mengambil mata pelajaran pilihan Biologi Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Metode pengolahan data dilakukan dengan menghitung persentase nilai dari jawaban siswa. Kelayakan media memperoleh persentase sebesar 76,7 % masuk dalam kategori sangat layak, motivasi memperoleh persentase sebesar 65,4 % kategori sedang, keterlibatan memperoleh persentase sebesar 72,5% kategori tinggi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa media layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran Biologi topik transpor membran sel.The objectives of this study were (1) to produce interactive learning media on cell membrane transport material (2) to determine the effectiveness of learning media when used in learning Biology on cell membrane transport material seen from student motivation and involvement during learning. The method used in the development of media design is the ADDIE development model. The subjects of this study were 22 students of SMA Trinitas Bandung who took Biology elective subjects. Data collection was done by questionnaire. The data processing method is done by calculating the percentage value of student answers. Media feasibility obtained a percentage of 76.74% in the very feasible category, motivation obtained a percentage of 65.4% medium category, involvement obtained a percentage of 72.5% high category. From the results of the study it is concluded that the media is feasible and effective to use in learning Biology on the topic of cell membrane transport.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Genetika Siswa Berdasarkan Kemampuan Metakognisi di SMA Jauharul Falah Al-Islamy Ahmad Maghfur
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 15, No 1 (2026): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v1i1.113038

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang sangat penting dalam pembelajaran biologi, khususnya pada materi genetika yang bersifat abstrak dan kompleks. Proses pemecahan masalah tidak terlepas dari peran kemampuan metakognisi siswa dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi strategi penyelesaian masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah genetika siswa berdasarkan tingkat kemampuan metakognisi di SMA Jauharul Falah Al-Islamy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas SMA yang dikelompokkan ke dalam kategori kemampuan pemecahan masalah tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan pemecahan masalah genetika, angket metakognisi, serta wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi memperlihatkan aktivitas metakognisi yang lengkap dan konsisten pada setiap tahap pemecahan masalah, meliputi perencanaan, pemantauan, dan evaluasi. Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah sedang menunjukkan aktivitas metakognisi yang cukup, namun belum konsisten terutama pada tahap evaluasi. Sementara itu, siswa dengan kemampuan pemecahan masalah rendah cenderung menunjukkan keterbatasan dalam mengelola proses berpikirnya dan kurang melakukan pemantauan serta pengecekan kembali terhadap hasil yang diperoleh. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan metakognisi berperan penting dalam mendukung keberhasilan siswa dalam menyelesaikan masalah genetika. Oleh karena itu, penguatan strategi pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan metakognisi perlu diterapkan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.Problem-solving ability is one of the high-level thinking skills that is very important in biology learning, especially in the abstract and complex material of genetics. The problem-solving process is inseparable from the role of students' metacognitive abilities in planning, monitoring, and evaluating problem-solving strategies. This study aims to analyze students' genetic problem-solving abilities based on their level of metacognitive abilities at Jauharul Falah Al-Islamy High School. This study used a descriptive qualitative approach with high school students as research subjects who were grouped into categories of high, medium, and low problem-solving abilities. The research instruments included a genetic problem-solving ability test, a metacognitive questionnaire, and in-depth interviews. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that students with high problem-solving abilities demonstrated complete and consistent metacognitive activities at each stage of problem-solving, including planning, monitoring, and evaluation. Students with moderate problem-solving abilities demonstrated sufficient metacognitive activities, but were not consistent, especially at the evaluation stage. Meanwhile, students with low problem-solving abilities tended to show limitations in managing their thinking processes and less monitoring and re-checking of the results obtained. These findings indicate that metacognitive abilities play a crucial role in supporting students' success in solving genetics problems. Therefore, reinforcing learning strategies oriented toward developing metacognition is necessary to improve students' problem-solving abilities.
Utilization of Media in Science Learning Evaluation: Weaknesses & Solutions [A Systematic Review] Amrina Yusra; Z Zulirfan; Sri Wulandari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 15, No 1 (2026): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v15i1.111600

Abstract

Evaluasi pembelajaran sains abad 21 membutuhkan media digital untuk menilai keterampilan kompleks, namun implementasinya masih menghadapi banyak tantangan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA untuk mengidentifikasi media evaluasi sains, memetakan kelemahan, dan menemukan solusinya. Analisis terhadap 11 artikel (2020-2025) menemukan media yang sering digunakan adalah gamifikasi (seperti Kahoot, Quizizz) dan aplikasi khusus (CBT, Web, Mobile). Kelemahan utama yang teridentifikasi meliputi: potensi kecurangan , fokus siswa teralih pada elemen permainan atau kecepatan , masalah teknis, dan akses terbatas. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa pengembangan Aplikasi Mobile yang dirancang khusus adalah solusi best practice. Aplikasi ini dinilai paling efektif karena mampu membatasi kecurangan (seperti memblokir tab lain) , lebih fleksibel, dan dapat memberikan feedback real-time untuk penilaian yang lebih akurat.This research is motivated by the low ecoliteracy of elementary school students caused by the ineffectiveness of 21st-century science learning evaluation requires digital media to assess complex skills, but its implementation still faces many challenges. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method with PRISMA guidelines to identify science evaluation media, map weaknesses, and find solutions. Analysis of 11 articles (2020-2025) found that the media frequently used were gamification (such as Kahoot, Quizizz) and special applications (CBT, Web, Mobile). The main weaknesses identified include: potential for cheating, students' focus being diverted to game elements or speed, technical issues, and limited access. Based on the results of the literature review, it can be concluded that developing a specially designed Mobile Application is the best practice solution. This application is considered the most effective because it is able to limit cheating (such as blocking other tabs), is more flexible, and can provide real-time feedback for more accurate assessment.
Membangun Generasi Peduli Lingkungan : Analisis Literatur Pembelajaran Sains di Tingkat SD/MI Azizah Dewi Sawitri; Putri Widy Priyanti; Nur Wanah; Muhammad Suwignyo Prayogo
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 1 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i1.80296

Abstract

Penelitian ini berupaya memahami dan menganalisis literatur pembelajaran IPA pada tingkat SD/MI guna menumbuhkan generasi sadar lingkungan. Topik ini dipilih karena pentingnya memasukkan pendidikan lingkungan hidup ke dalam kurikulum sekolah dasar guna mengembangkan kesadaran ekologis pada usia muda. Teknik penelitiannya berupa kajian literatur tentang metode pembelajaran IPA dan pendidikan lingkungan hidup pada tingkat sekolah dasar/menengah. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya metodologi pembelajaran yang menghubungkan konsep sains dengan tantangan lingkungan, mendorong partisipasi aktif siswa, dan mendorong tindakan nyata untuk perlindungan lingkungan. Ditemukan pula bahwa pengintegrasian pembelajaran IPA dan lingkungan hidup dapat meningkatkan pemahaman konsep ilmiah dan meningkatkan sikap peduli lingkungan. Temuan penelitian ini menekankan perlunya memasukkan komponen lingkungan ke dalam kurikulum sains SD/MI. Hal ini diyakini akan melahirkan generasi yang tidak hanya berpengetahuan luas namun juga peduli terhadap kelestarian lingkungan. Konsekuensi dari temuan tersebut mendorong penyesuaian metodologi pembelajaran ilmiah untuk memenuhi tujuan pengembangan karakter peduli lingkungan di tingkat dasar.This research aims to comprehend and analyze literature on science education at the elementary level (SD/MI) in order to cultivate an environmentally conscious generation. The topic is chosen due to the importance of incorporating environmental education into the primary school curriculum to develop ecological awareness at a young age. The research methodology involves a literature review on science education methods and environmental education at the elementary/secondary school level. The findings highlight the importance of a teaching methodology that connects scientific concepts with environmental challenges, encourages active student participation, and promotes tangible actions for environmental protection. It is also found that the integration of science education and environmental education can enhance understanding of scientific concepts and foster a caring attitude towards the environment. The research findings emphasize the need to incorporate environmental components into the science curriculum of SD/MI. This is believed to produce a generation that is not only knowledgeable but also cares about environmental sustainability. The implications of these findings drive the adjustment of scientific teaching methodologies to meet the goal of developing environmentally conscious characters at the elementary level.