cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 224 Documents
Pengembangan LKPD Berbasis Ajaran Tamansiswa Tri-N (Niteni, Nirokke, Nambahi) pada Materi IPA untuk Kelas V di SD Mendungan 2 Yogyakarta Muhammad Munir
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 1 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i1.83021

Abstract

Penggunaan LKPD dalam pembelajaran masih sederhana karena terbatas pada penggunaan soal-soal latihan dari buku tematik, terutama dalam pembelajaran IPA, sehingga siswa tidak memahami materi yang diajarkan. Penelitian ini menerapkan metodologi R&D. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk membuat LKPD berbasis Tri N yang valid dan praktis untuk pembelajaran gaya dan gerak di kelas V SD Negeri Mendungan 2 Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada 8 siswa kelas V SD Negeri Mendungan 2 Yogyakarta dengan uji coba terbatas. Hasil validasi ahli materi menunjukkan persentase 55% (cukup valid), hasil validasi ahli media menunjukkan persentase 91% (sangat valid), dan hasil validasi ahli bahasa menunjukkan persentase 80% (valid). Ini menunjukkan bahwa media telah valid dari aspek materi, media, dan bahasa. Kepraktisan LKPD berbasis Tri-N (Niteni, Nirokke, Nambahi) dalam isi materi IPA kelas V, melalui respon siswa, menunjukkan skor 90,5%, yang menegaskan bahwa LKPD yang dikembangkan sangat praktis dalam penggunaannya. Hal ini diperkuat oleh respon guru yang menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 96%. Terbukti dalam uji coba terbatas, terdapat peningkatan hasil tes siswa yang menggunakan LKPD berbasis Tri-N dalam isi materi IPA kelas V, dari nilai rata-rata awal 64,2 menjadi 96,7.The use of LKPD in learning is still simple because it is limited to the use of exercise questions from thematic books, especially in science learning, so that students do not understand the material being taught. This research applies the R&D methodology. The purpose of this development research is to create a valid and practical Tri N-based LKPD for learning force and motion in grade V of Mendungan 2 Yogyakarta State Elementary School. This research was conducted on 8 fifth grade students of Mendungan 2 Yogyakarta Elementary School with a limited trial. The results of material expert validation showed a percentage of 55% (quite valid), the results of media expert validation showed a percentage of 91% (very valid), and the results of language expert validation showed a percentage of 80% (valid). This indicates that the media has been valid from the material, media, and language aspects. The practicality of the Tri-N-based LKPD (Niteni, Nirokke, Nambahi) in the content of grade V science material, through student responses, showed a score of 90.5%, confirming that the LKPD developed was very practical in its use. This is reinforced by the teacher's response which shows a practicality level of 96%. Evident in the limited trial, there was an increase in the test results of students who used Tri-N-based LKPD in the content of grade V science material, from the initial average value of 64.2 to 96.7.
Gamifikasi: Chemical Explorer (CHEM-X) Efektif dalam Pembelajaran Termokimia untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Kristyandari, Heti; Lutfi, Achmad
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 15, No 1 (2026): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v1i1.112739

Abstract

Pengembangan media pembelajaran dalam pelajaran kimia, terutama pada materi termokimia, diperlukan terutama dalam melatihkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Media pembelajaran yang lebih menarik dapat meningkatkan minat peserta didik dan memudahkan mereka memahami konten yang kompleks dan sulit dibayangkan. Penelitian ini mengevaluasi seberapa efektif permainan CHEM-X (Chemical Explorer) yang dikembangkan menggunakan software Construct 2 untuk melatihkan kemapuan berpikir kritis peserta didik. Metode penelitian didasarkan pada pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 18 peserta didik kelas XI sebagai subjek penelitian. Data diperoleh dengan menggunakan beberapa instrument seperti angket respon peserta didik, lembar observas aktivitas peserta didik, dan tes kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis terdiri dari perhitungan N-gain, uji hipotesis, dan ketuntasan klasikal.Hasil menunjukkan bahwa CHEM-X secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, dibuktikan oleh nilai t-test (p <0,001) dan skor posttest yang lebih tinggi dari skor pretest. Ketuntasan klasikal mencapai 88,88%, dengan peningkatan N-gain berada dalam rentang sedang hingga tinggi. Partisipasi aktif peserta didik dalam kelas sangat tinggi sebesar 96,26%, sementara respon positif dari peserta didik mencapai 94,02%, menunjukkan bahwa CHEM-X dinilai menarik dan bermanfaat untuk memahami materi. Permainan CHEM-X dapat dijadikan sebagai alternatif untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Media ini juga berpotensi menciptakan suasana pembelajaran yang lebih fleksibel dan memberikan pengalaman belajar yang lebih berkesan.The development of learning media in chemistry lessons, especially in thermochemistry, is necessary to train students' critical thinking skills. More interesting learning media can increase students' interest and make it easier for them to understand complex and difficult-to-imagine content. This study evaluates the effectiveness of the CHEM-X (Chemical Explorer) game, developed using Construct 2 software, in training students' critical thinking skills. The research method was based on a quantitative approach involving 18 eleventh-grade students as research subjects. Data were obtained using several instruments, such as student response questionnaires, student activity observation sheets, and critical thinking ability tests. The analysis techniques consisted of N-gain calculations, hypothesis testing, and classical mastery. The results showed that CHEM-X significantly improved students' critical thinking skills, as evidenced by the t-test value (p <0.001) and higher posttest scores than pretest scores. Classical mastery reached 88.88%, with an increase in N-gain in the moderate to high range. Student participation in class was very high at 96.26%, while positive responses from students reached 94.02%, indicating that CHEM-X was considered interesting and useful for understanding the material. The CHEM-X game can be used as an alternative to train students' critical thinking skills. This medium also has the potential to create a more flexible learning atmosphere and provide a more memorable learning experience.
Pengembangan Instrumen Minat Belajar Guna Mengukur Minat Belajar IPA Peserta Didik Kelas VIII SMP Shelsya Pahmaharani; Edi Istiyono; Widihastuti Widihastuti
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 15, No 1 (2026): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v15i1.111669

Abstract

Teknologi yang terus berkembang dalam kehidupan bermasyarakat telah mengakibatkan perubahan sosial budaya masyarakat secara fundamental. Perubahan kehidupan sosial budaya ini telah mempengaruhi pola pikir masyarakat diberbagai aspek kehidupan salah satunya pendidikan. Keberhasilan proses pendidikan, selain bergantung pada faktor eksternal, juga bergantung pada faktor internal seperti minat belajar. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan instrumen minat belajar yang dapat merefleksikan minat belajar peserta didik dan baik ditinjau dari aspek validitas isi, reliabilitas, dan validitas konstruknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen minat belajar yang dikembangkan valid secara content dengan rentang 0,92 hingga 1,00 dan secara keseluruhan 0,98. Selain itu, uji reliabilitas menunjukkan koefisien Alpha sebesar 0,9 yang menyatakan bahwa instrumen konsisten untuk digunakan mengidentifikasi minat belajar peserta didik. Serta analisis faktor menggunakan EFA menunjukkan nilai loading factor pada rentang 0,331 hingga 0,787 yang menyetakan bahwa instrumen yang dikembangkan sesuai dengan konstruk yang ditetapkan.The continuous development of technology in society has led to fundamental socio-cultural changes. These transformations have influenced people’s ways of thinking across various aspects of life, including education. The success of the educational process, in addition to depending on external factors, is also influenced by internal factors such as learning interest. This study was conducted to develop a learning-interest instrument that accurately reflects students’ learning interest and meets the criteria of content validity, reliability, and construct validity. The findings indicate that the developed instrument demonstrates strong content validity, with values ranging from 0.92 to 1.00 and an overall value of 0.98. Moreover, the reliability test yielded an Alpha coefficient of 0.9, indicating that the instrument is consistent for assessing students’ learning interest. In addition, factor analysis using EFA showed factor loading values ranging from 0.331 to 0.787, confirming that the instrument aligns with the intended construct.
Keefektifan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Teka Teki Silang terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMP Livia Radinka Zein; Nuryunita Dewantari; Rina Rahayu
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 1 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i1.79066

Abstract

Siswa harus memiliki salah satu keterampilan berpikir yaitu keterampilan berpikir kreatif untuk menghadapi tantangan pada abad ke-21. Adanya keterampilan berpikir kreatif mampu menunjang siswa untuk terasah keterampilannya dan terlatih dalam menyelesaikan suatu masalah terutama dalam pembelajaran IPA. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keefektifan model PBL berbantuan media teka teki silang terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan jenis Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Non-equivalent Control Group Design. Subjek penelitian kelas VIII SMPN 6 Magelang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kelas eksperimen memiliki hasil yang lebih baik dengan besar nilai N-Gain kelas eksperimen yakni 0,72 termasuk kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol yaitu 0,55 termasuk kategori sedang. Hasil hipotesis paired sample t-test kelas eksperimen dan kontrol nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 &lt; 0,05, hasil uji independent sample t-test pada nilai pretest yaitu 0,068 &gt; 0,05, sedangkan pada nilai posttest yaitu 0,00 &lt; 0,05. Dengan demikian, PBL dapat dikatakan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa SMP pada tema kenali cara bernapas.Students must have one of the thinking skills, namely creative thinking skills to face challenges in the 21st century. The existence of creative thinking skills can support students to hone their skills and be trained in solving problems, especially in science learning. The aim of this research is to analyze the effectiveness of the PBL model assisted by crossword media on the creative thinking skills of junior high school students. This research uses a quantitative method using a Quasi Experimental type with a Non-equivalent Control Group Design. This subjects for class VIII SMPN 6 Magelang using purposive sampling technique. The research results obtained were that the experimental class had better results with a large N-Gain value for the experimental class, namely 0.72, which was in the high category, the control class, namely 0.55, was in the medium category. Hypothesis results of paired sample t-test for experimental class and control Asymp values. Sig. (2-tailed) is 0.000 &lt; 0.05, the results of the independent sample t-test on the pretest value are 0.068 &gt; 0.05, while the posttest value is 0.00 &lt; 0.05. Thus, PBL can be said to be effective in improving junior high school students' creative thinking skills on the theme of recognizing how to breathe.
Penggunaan Model Problem Based Learning Berbantuan Google Sites Pada Pembelajaran IPA untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis dan Keterampilan Literasi Digital Peserta Didik SMP Naimatun Nasiroh; Novi Ratna Dewi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 3 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i3.102984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Google Sites dalam pembelajaran IPA terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan literasi digital peserta didik SMP. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Al-Uswah Semarang tahun ajaran 2024/2025, dengan pembagian 21 siswa sebagai kelas eksperimen dan 22 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi tes uraian untuk berpikir kritis serta angket literasi digital berdasarkan indikator Kemendikbud. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas, uji-t, uji Mann-Whitney, Wilcoxon, serta gain score. Hasil menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan Google Sites secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis (N-Gain = 0,60) dan literasi digital siswa (rerata &gt; 3,25; kategori baik). Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi media digital dalam model pembelajaran berbasis masalah efektif dalam mendukung keterampilan abad ke-21.This study aims to analyze the effectiveness of using the Problem Based Learning (PBL) model assisted by Google Sites in learning science on improving critical thinking skills and digital literacy skills of junior high school students. The research used a quasi experimental design with nonequivalent control group design. The research subjects were VIII grade students of Al-Uswah Semarang Junior High School in the 2024/2025 school year, with 21 students as the experimental class and 22 students as the control class. The instruments used included a description test for critical thinking and a digital literacy questionnaire based on Kemendikbud indicators. Data were analyzed using Shapiro-Wilk normality test, homogeneity test, t-test, Mann-Whitney test, Wilcoxon, and gain score. The results showed that the application of the PBL model assisted by Google Sites significantly improved students' critical thinking skills (N-Gain = 0.60) and digital literacy (mean &gt; 3.25; good category). This study shows that the integration of digital media in a problem-based learning model is effective in supporting 21st century skills.
Pengaruh Multimedia Interaktif Berbasis Problem Based Learning (PBL) terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Fajri Nur Aisyah Herawati; Budi Utami; Meida Wulan Sari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 2 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i2.94244

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah ada atau tidak pengaruh media interaktif terhadap minat belajar kognitif siswa di kelas VII SMP Negeri 2 Surakarta terhadap materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Penelitian kuantitatif ini dirancang sebagai eksperimen semu. Seluruh siswa kelas VII di SMP N 22 Surakarta pada tahun akademik 2023/2024 adalah subjek penelitian. Cluster random sampling adalah metode pengambilan sampel yang digunakan. Sample penelitian terdiri dari dua kelas: kelas VII A memiliki 26 siswa dan kelas VII B memiliki 25 siswa. Kelas VII A menerima pembelajaran konvensional, sedangkan kelas VII B menerima perlakuan pembelajaran multimedia interaktif. Pretest dan posttest pada kelas kontrol dan eksperimen digunakan untuk mengumpulkan data. Uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) dengan taraf signifikansi 5% digunakan untuk menganalisis data. Hasil uji hipotesis dengan SPSS 25 menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0.001 &lt; 0.05, yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Ada kemungkinan bahwa multimedia interaktif dapat memengaruhi minat siswa dalam belajar kognitif.The aim of this study is to determine whether or not interactive media influences on the cognitive learning interests of students in grade VII of the 2nd Surakarta State High School on ecology and biodiversity. This quantitative research is designed as an experiment. All of the students of the 7th grade at N 22 Surakarta High School in the academic year 2023/2024 are research subjects. Cluster random sampling is a sample-taking method used. The research sample consists of two classes: class VII A had 26 students and class VII B had 25 students. Class VII A accepted conventional learning, while grade VII B received interactive multimedia learning treatment. Pretests and posttests on control classes and experiments are used to gather data. The Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) test with a 5% degree of significance is used to analyze data. The test results of the hypothesis with SPSS 25 showed that the significance value was 0.001 &lt; 0.05, indicating that H0 was rejected and H1 accepted. There is a possibility that interactive multimedia can affect student interest in cognitive learning.
Constructing A New Professional Identity: My Journey as A Science Teacher Educator Ikmanda Nugraha
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 15, No 1 (2026): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v15i1.109783

Abstract

Dalam penelitian ini, saya akan membahas pengalaman pembelajaran profesional sebagai pendidik guru sains di salah satu universitas pendidikan guru di Indonesia. Dengan menggunakan metodologi studi diri sendiri (self-study), penelitian ini mengeksplorasi pengalaman saya dalam membangun identitas profesional baru sebagai pendidik guru sains. Penelitian ini merupakan bentuk autoetnografi yang diambil dari portofolio saya selama hampir tujuh tahun bekerja sebagai pendidik guru sains. Dengan menggunakan Self-Determination Theory sebagai kerangka teori, penelitian ini mengeksplorasi makna dari proses membangun identitas profesional baru dari seorang guru sains menjadi pendidik guru sains. Transisi ini ditandai oleh interaksi yang kompleks dengan rekan sejawat, guru (baik guru dalam jabatan maupun calon guru), serta lingkungan akademik universitas, yang menimbulkan ketegangan dan krisis identitas. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penting untuk memahami konteks dan proses transisi dari guru sains ke pendidik guru sains. Selain itu, menjadi seorang pendidik guru sains memerlukan kemampuan yang melampaui seorang guru sains, karena pendidik guru harus mampu menjadi teladan dan mendemonstrasikan praktik pengajaran sains yang tepat bagi mahasiswa (baik dalam konteks sekolah maupun pendidikan tinggi), mengembangkan pembelajaran sains berbasis penelitian, serta aktif dalam penelitian pendidikan sains.In this study, I will discuss the professional learning experience as a science teacher educator at one of Indonesia's teacher education universities. Using a self-study methodology, this study explores my experience constructing a new professional identity as a science teacher educator. This study is an auto-ethnography taken from my portfolio of almost seven years working as a teacher educator. Using the self-determination theory as a framework, this study explores the meaning of constructing a new professional identity from a science teacher to a science teacher educator. This transition is characterized by complex interactions with colleagues, teachers (in-service and pre-service teachers), and the university academic environment, which creates tension and an identity crisis. From this study, it can be argued that it is essential to understand the context and process of transition from science teacher to science teacher educator. In addition, being a science teacher educator requires abilities that exceed that of a science teacher. It is because a teacher educator needs to model and demonstrate proper science teaching for students (in the context of school and higher education), develop research-based science teaching, and be active in science education research.
Literature Review Penerapan Pembelajaran Sains Berbasis Lingkungan untuk Meningkatkan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Ninda Arisma; Risky Septiani; Ariza Rafidah Husna; Ahmad Rifa'i; Farah Erika
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 1 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i1.81474

Abstract

Permasalahan lingkungan menjadi salah satu permasalahan krusial di seluruh dunia. Bumi yang semakin tua telah banyak mengalami kerusakan. Diperlukan adanya kesadaran sejak dini bagi generasi muda yang akan merasakan kondisi lingkungan di masa mendatang. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran sains berbasis lingkungan yang dapat meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah narrative literature review, dengan menganalisis beberapa sumber pustaka mengenai pembelajaran sains berbasis lingkungan. Penerapan pembelajaran sains berbasis lingkungan telah dilakukan pada tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dengan berbagai mata pelajaran di bidang sains. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa pembelajaran sains berbasis lingkungan mampu meningkatkan sikap peduli lingkungan serta beberapa aspek pengetahuan dan keterampilan sains pada siswa.Environmental problems are one of the crucial problems throughout the world. The aging Earth has experienced a lot of damage. There is a need for early awareness for the younger generation who will experience environmental conditions in the future. This literature study aims to determine the application of environmentally based science learning which can increase students' environmental care attitudes. The method used in this research is a narrative literature review, by analyzing several library sources regarding environmental-based science learning. The application of environmentally based science learning has been carried out at elementary to high school levels with various subjects in the field of science. The results of this literature study show that environmentally based science learning is able to increase environmental care attitudes as well as several aspects of science knowledge and skills in students.
Dampak Pendekatan SETS ( Science, Environment, Technology, and Society ) dalam Pembelajaran IPA di Indonesia: Systematic Review Ina Lestari; Sri Wahyurahmadina; Safrida Dwiningsih; Roma Ismi; M. Rahmad; Y Yennita
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 1 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i1.94875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penelitian mengenai  pendekatan SETS dan dampaknya pada pembelajaran IPA di tingkat SMP telah dilakukan. Jenis penelitian ini adalah systematic literature review yang menggunakan diagram PRISMA. Literatur dicari melalui database Google Scholar dan Crossref. Systematic review digunakan untuk mensintesis berbagai penelitian yang relevan dan memperoleh artikel ilmiah terkait efektivitas pendekatan SETS dalam pembelajaran IPA di SMP, dengan tahun publikasi 2019–2024. Artikel yang ditemukan kemudian disaring berdasarkan dua kriteria, yaitu kriteria inklusi dan eksklusi, menghasilkan 24 artikel yang layak untuk dianalisis. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara naratif. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan SETS dapat meningkatkan keterampilan abad 21.This research aims to examine the extent to which research has been carried out regarding the SETS approach and its impact on science learning at the junior high school level. This type of research is a systematic literature review using the PRISMA diagram. Literature was searched through Google Scholar and Crossref databases. A systematic review was used to synthesize various relevant research and obtain scientific articles related to the effectiveness of the SETS approach in science learning in junior high schools, with publication years 2019–2024. The articles found were then filtered based on two criteria, namely inclusion and exclusion criteria, resulting in 24 articles that were suitable for analysis. Data analysis in this research was carried out narratively. The results show that learning with the SETS approach can improve 21st century skills.
Enhancing Kindergartners’ Letter Sound Identification with the Phonics Play Approach (PPA): An Action Research Study Ronald Macanip Quileste; Gavin Rafael J. Labial; Natasha Saa
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 14, No 2 (2025): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v14i2.103452

Abstract

Studi penelitian tindakan ini mengevaluasi Pendekatan Bermain Fonik (PPA), sebuah intervensi berbasis permainan yang menggunakan materi berbiaya rendah (misalnya, kartu catatan, lembar kerja), untuk meningkatkan identifikasi bunyi huruf pada 23 siswa TK di kelas bilingual (Cebuano-Inggris) di South City Central School, Filipina, selama empat bulan (Agustus–November 2023). Berdasarkan teori efikasi diri Bandura (1997), PPA mengintegrasikan permainan berbasis cerita, lagu fonik, perburuan harta karun, dan permainan peran untuk meningkatkan keterlibatan dan kepercayaan diri, serta mengatasi perilaku menyimpang yang diamati selama pembelajaran fonik tradisional. Desain pra-tes/pasca-tes kelompok tunggal dengan tes 30 item, yang dianalisis melalui uji Wilcoxon signed-rank, menilai kemahiran fonik, sementara wawancara semi-terstruktur dengan seorang guru, yang dianalisis secara tematis, mengeksplorasi kelayakan PPA. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengenalan bunyi huruf (p = 0,001, r = 0,82) dan keterlibatan, terutama di antara siswa Maranao dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas. Pendekatan non-digital berbasis guru PPA menawarkan model yang dapat diskalakan untuk lingkungan multibahasa dengan sumber daya terbatas di seluruh dunia, dari Asia Tenggara hingga Afrika sub-Sahara, yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 (UNESCO, 2023). Dengan mengisi kesenjangan dalam fonik berbasis permainan, PPA menginformasikan pelatihan guru dan mendorong literasi dini yang adil. Keterbatasannya meliputi desain sampel kecil dan kelompok tunggal.This action research study evaluated the Phonics Play Approach (PPA), a play-based intervention using low-cost materials (e.g., flashcards, worksheets), to enhance letter sound identification among 23 kindergartners in a bilingual (Cebuano-English) classroom at South City Central School, Philippines, over four months (August–November 2023). Grounded in Bandura’s (1997) self-efficacy theory, PPA integrated story-based games, phonics songs, scavenger hunts, and role-play to boost engagement and confidence, addressing off-task behaviours observed during traditional phonics lessons. A single-group pre-test/post-test design with a 30-item test, analysed via the Wilcoxon signed-rank test, assessed phonics proficiency, while semi-structured interviews with one teacher, analysed thematically, explored PPA’s feasibility. Results showed significant improvements in letter sound recognition (p = 0.001, r = 0.82) and engagement, particularly among Maranao students with limited English proficiency. PPA’s teacher-driven, non-digital approach offers a scalable model for resource-limited, multilingual settings globally, from Southeast Asia to sub-Saharan Africa, aligning with Sustainable Development Goal 4 (UNESCO, 2023). By filling gaps in play-based phonics, PPA informs teacher training and promotes equitable early literacy. Limitations include the small sample and single-group design.