cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 417 Documents
PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN GENERATIVE LEARNING MODEL (GLM) DISERTAI MEDIADICKEY DAN POLKEY DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN ANALITIS Ivan - Eldes; Suciati - -; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i2.9736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pembelajaran dengan Generative Learning Model (GLM)disertai Dichotomic Key (Dickey) dan Polyclave Key (Polkey) ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dananalitis terhadap prestasi belajar.Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain faktorial2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswaSemester I Program Studi Pendidikan Matematika STKIPPGRIPontianak Tahun Akademik 2012/2013. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik clusterrandom sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan GLM disertai Dickeyterdiri dari 45 mahasiswa dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan GLM disertai Dickey terdiridari 50 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data prestasi belajar kognitif, psikomotor,kemampuan berpikir kritis dan penalaran ilmiah, angket untukdata prestasi belajar afektif, lembar observasiuntuk data psikomotor dan afektif. Uji hipotesis penelitian menggunakan ANAVA tiga jalan sel tak sama denganbantuan software SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan prestasi belajar antarapembelajaran GLM disertai media Dickey dan Polkey pada aspek kognitif dan psikomotorik, namun tidak adaperbedaan pada aspek afektif; (2) ada perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa yang memiliki kemampuanberpikir kritis tinggi dan rendah pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; (3) ada perbedaan prestasibelajar antara mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir analitis tinggi dan rendah pada aspek kognitif,afektif, dan psikomotorik; (4) terdapat interaksi antara GLM disertai media Dickey dan Polkey dengankemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif, tetapi tidak terhadap prestasi afektif danpsikomotorik;(5) terdapat interaksi antara GLM disertai media Dickey dan Polkey dengan kemampuan berpikiranalitis terhadap prestasi belajar afektif, tetapi tidak ada interaksi pada prestasi belajar kognitif danpsikomotor;(6) terdapat interaksi antara kemampuan berpikir kritis dan analitis terhadap prestasi belajarpsikomotorik, tetapi tidak terdapat interaksi terhadap prestasi kognitif dan afektif; (7) tidak ada interaksi antaraGLM disertai media Dickey dan Polkey, kemampuan berpikir kritis, dan berpikir analitis terhadap prestasibelajar.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DISKUSI DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN AKTIVITASBELAJAR SISWA Agustania Puspita; Widha Sunarno; Sarwanto Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i1.9508

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan metode demonstrasi diskusi dan eksperimen, kemampuan awal, aktivitas belajar, dan interaksinya terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan metode eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X bidang keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Pawyatan Daha 2 Kediri yang terdiri dari 4 kelas. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu XTKJ1 yang pembelajarannya dengan pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan metode demonstrasi diskusi dan XTKJ2 yang pembelajarannya dengan pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan metode eksperimen. Data diperoleh dari hasil tes kognitif untuk kemampuan awal, angket untuk aktivitas belajar siswa, dan tes kognitif untuk prestasi belajar siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) tidak ada perbedaan pengaruh pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan metode demonstrasi diskusi dan eksperimen terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,131); (2) ada perbedaan pengaruh antara kemampuan awal tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,001); (3) tidak ada perbedaan pengaruh antara aktivitas belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,902); (4) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,821); (5) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,111); (6) tidak ada interaksi antara kemampuan awal dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,579); (7) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran, kemampuan awal, dan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,581).
PENGGUNAAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MELALUI MEDIA SIMULASI ANIMASI KOMPUTER DAN FILM PENDEK DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN ANALITIS DAN GAYA BELAJAR SISWA Anggit Grahito Wicaksono; Sarwanto Sarwanto; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 01 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i01.9768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan film pendek, kemampuan penalaran analitis, dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dan dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 4 Sragen pada kelas XI TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) Tahun Ajaran 2012/ 2013 terdiri dari 3 kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Sampel sebanyak 2 kelas, kelas XI TKJ 1 sebagai kelas eksperimen I mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan kelas XI TKJ 2 sebagai kelas eksperimen II mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual melalui media film pendek. Data diperoleh melalui teknik tes untuk prestasi kognitif, kemampuan penalaran analitis, angket gaya belajar, dan lembar observasi untuk prestasi afektif. Teknik analisis data menggunakan ANAVA tiga jalan dengan General Linier Model (GLM) melalui program SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada pengaruh penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan film pendek terhadap prestasi belajar siswa; (2) ada pengaruh kemampuan penalaran analitis terhadap prestasi belajar siswa; (3) ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa; (4) ada interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan film pendek dengan kemampuan penalaran analitis siswa terhadap prestasi belajar siswa; (5) tidak ada interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan film pendek dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa; (6) ada interaksi antara kemampuan penalaran analitis dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa; (7) tidak ada interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan film pendek, kemampuan penalaran analitis dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Kata Kunci : Pendekatan kontekstual, simulasi animasi komputer, film pendek, kemampuan penalaran analitis, gaya belajar
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN HIDROLISIS GARAM BERBASIS MODEL INKUIRI TERBIMBING (GUIDEDINQUIRY) UNTUK SISWA MADRASAH ALIYAH KELAS XI Isworini Isworini; Widha Sunarno; Sulistyo Saputro
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9542

Abstract

Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) ini bertujuan untuk: (1) menghasilkanmodulpembelajaran hidrolisis garam berbasis model inkuiri terbimbing untuk siswa Madrasah Aliyah kelas XI; (2) mengetahui kelayakan modul hasil pengembangan untuk media pembelajaran hidrolisis garam di Madrasah Aliyah; (3) mengetahui efektivitas modulhasil pengembangan untuk pembelajaran hidrolisis garam di Madrasah Aliyah. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4D (Four-D model)yang terdiri atas empat tahap yaitu define, design, develop, disseminate. Tahap disseminate pada penelitian ini tidak dilakukan, karena penelitian ini hanya sebatas uji kelayakan dan efektivitas media pembelajaran berupa modul. Dalam penelitian ini yang bertindak sebagai responden adalah ahli Materi, ahli Pembelajaran, ahli Grafika, Teman Sejawat, siswaMAN Tempursari Kab. Ngawi, siswa MAN Ngawi, dan siswa MAN Paron. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Desember 2013 sampai Desember 2014. Instrumen penelitian menggunakan instrumen nontes yaitu dokumentasi, angket dan lembar observasi serta instrumen tes yaitu pretest dan posttest. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah 1) modul pembelajaran hidrolisis garamberbasis model inkuiri terbimbing untuk siswa madrasah aliyah kelas XI; 2) modul pembelajaran hidrolisis garam hasil pengembangan dinyatakan layak digunakan untuk pembelajaran hidrolisis garam di Madrasah Aliyah, berdasarkan uji kelayakan oleh responden. Berdasarkan hasil penilaian ahli Materi diperoleh persentase kelayakan84,1% dengan kriteria sangat layak; ahli Media Pembelajaran diperoleh persentase kelayakan 87,06% dengan kriteria sangat layak; Berdasarkan hasil penilaian ahli Grafika diperoleh persentase kelayakan 81% dengan kriteria sangat layak; uji coba skala Kecil diperoleh persentase kelayakan 76% dengan kriteria layak; uji coba teman sejawat diperoleh persentase kelayakan 81,9% dengan kriteria sangat layak; uji coba skala Menengah diperoleh persentase kelayakan 91,0% dengan kriteria sangat layak;uji coba skala besar di MAN Tempursari diperoleh persentase kelayakan91,0%dengan kriteria sangat layak; 3) Modul pembelajaran hidrolisis garam berbasis model inkuiri terbimbing untuk siswa kelas XIMadrasah Aliyah telah teruji keefektivannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai rata-rata hasilbelajarsiswa dan tingkat ketuntasan belajar siswa. Dari hasil uji di atas dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran hidrolisis garam berbasis model inkuiri terbimbing untuk siswa madrasah aliyah kelas XI yang dikembangkan layak digunakan untuk pembelajaran hidrolisis garam dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
PEMBELAJARAN BIOLOGI MODEL POE (PREDICTION, OBSERVATION, EXPLANATION) MELALUI LABORATORIUM RIIL DAN LABORATORIUM VIRTUIL DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK Sawitri Epi Wahyuni; Suciati Makmur Sudarisman; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9800

Abstract

laboratorium virtuil ditinjau dari aktivitas belajar dan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalahseluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Plupuh Sragen. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknikcluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan laboratoriumriil terdiri dari 32 siswa dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan laboratorium virtuil terdiri dari32 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data hasil belajar kognitif, psikomotor dankemampuan berpikir abstrak, angket untuk data aktivitas dan hasil belajar afektif, lembar observasi untuk datapsikomotor dan afektif. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuansoftware SPSS 17. Hasil penelitian didapatkan bahwa: (1) hasil belajar pembelajaran POE melalui laboratoriumriil lebih tinggi daripada laboratorium virtuil, baik aspek kognitif, psikomotor, maupun afektif; (2) siswa denganaktivitas belajar tinggi memiliki hasil belajar yang lebih baik daripada siswa dengan aktivitas belajar rendah; (3)siswa dengan kemampuan berpikir abstrak tinggi memiliki hasil belajar yang lebih baik daripada siswa dengankemampuan berpikir abstrak rendah; (4) terdapat interaksi antara pembelajaran model POE melalui laboratoriumriil dan laboratorium virtuil dengan aktivitas belajar terhadap hasil belajar; (5) tidak terdapat interaksi antarapembelajaran model POE melalui laboratorium riil dan laboratorium virtuil dengan kemampuan berpikir abstrakterhadap hasil belajar; (6) terdapat interaksi antara aktivitas belajar dan kemampuan berpikir abstrak terhadaphasil belajar; (7) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran model POE melalui laboratorium riil danlaboratorium virtuil, aktivitas belajar, dan kemampuan berpikir abstrak terhadap hasil belajar.Kata kunci: Model POE, Laboratorium Riil, Laboratorium Virtuil, Aktivitas Belajar, Kemampuan Berpikir Abstrak
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GARIK YANG DIIMPLEMENTASIKAN DALAM MATERI MITOSIS DAN MEIOSIS MELALUI MODEL DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XII IPA SMA PGRI 1 MAOSPATI MAGETAN Lubri Junianto; Baskoro Adi Prayitno; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i1.17258

Abstract

Tujuan penelitian adalah 1) pengembangan media ajar yang dapat diimplementasikan melalui discovery, 2) mengetahui kelayakan produk media garik pada materi mitosis dan meiosis, 3) mengukur efektifitas produk media garik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian dan pengembangan media garik menggunakan prosedur Borg and Gall (2003) termodifikasi melalui tahapan: penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk awal, revisi produk I, uji coba lapangan terbatas, revisi produksi II, uji lapangan operasional, dan revisi produk akhir. Uji lapangan awal dilakukan di SMA Negeri Karas Magetan. Uji lapangan operasional dilakukan di SMA PGRI Maospati Magetan. Teknik pengumpulan data melalui angket, observasi dan tes. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara & saran saat uji lapangan. Data kuantitatif diperoleh dari penilaian validasi media oleh ahli, uji lapangan operasional dan tes hasil belajar. Efektivitas media diperoleh dengan menggunakan N-gain score. Produk yang dihasilkan adalah media garik berupa seri gambar yang dapat ditarik dalam suatu bingkai yang disusun sesuai tahapan mitosis dan meiosis dan diimplementasikan melalui sintaks discovery. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) Kelayakan media garik menurut para ahli berkualifikasi “sangat baik sebesar 94.79%, 91,88% dan 100%. Praktisi pendidikan berkualifikasi “baik” sebesar 83,03% sedangkan menurut Siswa berkualifikasi “baik sebesar 82.50%”, 2) peningkatan prestasi belajar kognitif 86,67% dengan N-gain 0,51 berkatagori ˝sedang˝ dengan signifikasi p=0,00, afektif 79,45%, dan psikomotorik 75,65%.
PENGEMBANGAN MODUL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) FISIKA PADA MATERI HUKUM GRAVITASI NEWTON UNTUK SMA KELAS XI Gaguk Resbiantoro; Sarwanto Sarwanto; Cari Cari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9596

Abstract

Guru dan calon guru dituntut untuk menguasai dan terus mengembangkan kompetensi pedagogical content knowledge (PCK) untuk melaksanakan pembelajaran. Oleh karena itu, guru dan calon guru memerlukan sebuah bahan ajar untuk mendukungnya. Sehingga perlu dikembangkan modul yang berisi materi dan cara mengajarkannya, yaitu modul pedagogical content knowledge (PCK). Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan hasil pengembangan modul pedagogical content knowledge (PCK) Fisika. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model Thiagarajan yang dilaksanakan dari bulan Agustus 2013 hingga Mei 2014. Validasi modul dilakukan oleh 2 orang ahli yang berkompeten pada materi fisika dan penulisan buku. Uji coba terbatas dilaksanakan pada 4 calon guru dan uji coba diperluas dilaksanakan pada 22 calon guru yaitu mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UNS. Data hasil penelitian berupa nilai validasi modul oleh ahli, respon calon guru dan nilai tes pemahaman isi modul. Tahap akhir penelitian dan pengembangan ini adalah penyebaran modul pada beberapa guru fisika SMA.  Hasil penilaian ahli dan respon terhadap modul pada masing-masing tahap adalah rata-rata penilaian ahli 90,57% (kategori sangat baik), rata-rata respon teman sejawat 86,01% (kategori sangat baik), rata-rata respon guru 82,54% (kategori sangat baik), dan rata-rata respon calon guru 77,5% (kategori baik). Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa modul pedagogical content knowledge (PCK) pada materi hukum gravitasi Newton yang dikembangkan layak digunakan oleh guru dan calon guru untuk menunjang proses pembelajaran ditinjau dari komponen isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikan. Modul ini memberikan alternatif referensi untuk guru dan calon guru dalam melaksanakan pembelajaran. Modul ini juga bisa menjadi acuan untuk pengembangan modul pada pokok bahasan lain.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU UNTUK SMP/MTs BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN TEMA FOTOSINTESIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Joko Suparno; Widha Sunarno; Ashadi Ashadi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.31828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik produk modul IPA terpadu yang berbasis PBL dengan tema fotosintesis, (2) mengetahui kelayakan produk modul IPA terpadu berbasis PBL dengan tema fotosintesis, (3) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan modul IPA terpadu berbasis PBL dengan tema fotosintesis. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model 4-D dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Pengembangan modul ini dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh dosen, guru, dan peer review. Berdasarkan validasi kelayakan isi, penyajian, dan bahasa modul kemudian diujicobakan kecil pada 9 siswa. Setelah  direvisi, modul diujicobakan ke kelas. Kemampuan berpikir kritis siswa dianalisis dengan uji nonparametrik dua sampel berhubungan dengan uji Wilcoxon menggunakan software PASW Statistic 18. Hasil penelitian ini adalah (1) modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema fotosintesis dikembangkan menggunakan komponen pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan model 4-D meliputi Define, Design, Develop, dan Disseminate, (2) kelayakan modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema fotosintesis yang dikembangkan berkategori baik berdasarkan penilaian dari ahli, praktisi, dan respon siswa, dan (3) kemampuan berpikir kritis siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema fotosintesis mengalami peningkatan (sig.0,000). Besarnya peningkatan dilihat dari gain score pada 4 aspek kemampuan berpikir kritis meliputi aspek kelancaran 0,43 (sedang), aspek keluwesan 0,30 (sedang), aspek keaslian 0.35 (sedang), dan aspek memperinci 0,33 (sedang).
APLIKASI SAINS PADA ANAK USIA DINI DALAM KELUARGA UNTUK MENGHADAPI ABAD 21 Nana Nana
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aplikasi sains pada anak usia dini dalam keluarga untuk menghadapi abad 21. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif kualitatif yang di arahkan pada field research jenis. Jenis data yang digunakan adalah data-data yang diperoleh bersumber dari observasi, pengumpulan data lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang cukup baik bahwa 2% partisipan tidak pernah mengaplikasikan sains, 12% jarang, 39% netral, 37% sering, dan 10% sangat sering. Hasil ini akan ditindaklanjuti dengan workshop, program parenting, pembatasan penggunaan telepon selular dan program literasi. Hasil yang dicapai ke nantinya akan mendorong orang tua untuk lebih memahami pengaplikasian sains dan pola asuh anak yang baik dan benar. Selain itu, anak akan ditumbuhkembangkan minat membacanya, dan didorong untuk semakin imajinatif dan kreatif.This study aims to describe the application of science in early childhood in the family to face the 21st century. This study uses descriptive qualitative research methods that are directed at field research types. The type of data used is data obtained from observations, field data collection, interviews, and documentation. The results of the study showed a fairly good result that 2% of participants never applied science, 12% rarely, 39% neutral, 37% often, and 10% very often. These results will be followed up with workshops, parenting programs, restrictions on the use of cellular phones and literacy programs. The results achieved in the future will encourage parents to better understand the application of science and good and correct parenting. In addition, children will develop an interest in reading, and are encouraged to be more imaginative and creative.
PENGEMBANGAN INSTRUKSI PRAKTIKUM BERBASIS KETERAMPILAN GENERIK SAINS PADA PEMBELAJARAN FISIKA MATERI TEORI KINETIK GAS KELAS XI IPASMA NEGERI 8 SURAKARTATAHUN AJARAN 2012/2013 Wiwik Marsutji Agustinaningsih; Sarwanto Marsutji Sarwanto; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i01.9662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bentuk pengembangan instruksi praktikum berbasis keterampilan generik sains dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan oleh Sugiyono (2009) dengan sepuluh tahapan pengembangan. Produk pengembangan divalidasi oleh 4 validator, diujicoba terbatas pada 6 orang siswa, dan ujicoba pemakaian sejumlah 24 orang siswa. Sampel ujicoba produk dipilih dengan teknik sampel acak. Teknik pengumpulan data dimulai dengan tahap studi pendahuluan, desain produk, validasi desain, ujicoba terbatas, dan ujicoba pemakaian. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi silabus, RPP, instruksi praktikum, penilaian kognitif, psikomotorik, dan afektif serta kisi-kisi soal pretest-postest, pedoman wawancara, lembar penilaian hasil belajar, dan soal pretest-postest. Ujicoba pemakaian dengan onegroup pretest-posttest design. Data yang diperoleh berupa penilaian validasi produk pengembangan dan hasil belajar kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa. Data hasil belajar kognitif dianalisis dengan uji nonparametric yaitu uji Wilcoxon. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) pengembangan instruksi praktikum berbasis keterampilan generik sains melalui tahapan pengembangan yang sangat kompleks berdasar pada analisis kebutuhan siswa serta telaah oleh para pakar sehingga menghasilkan produk yang valid dan praktis untuk dimanfaatkan siswa dalam belajar, (2) penggunaan instruksi praktikum yang terintegrasi keterampilan generik sains didalamnya dapat meningkatan hasil belajar kognitif siswa. Instruksi praktikum membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman. Hasil belajar psikomotorik dan afektif dapat dicapai dengan sangat berhasil sebagai pencapaian klasikal. Kata kunci:desain produk, hasil belajar, teori kinetik gas.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 3 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 2 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 02 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 01 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA More Issue