cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)
ISSN : 25492683     EISSN : 25277057     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraaan (JPK) The purpose of the publication of this journal is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of Pancasila and Civics Education, will publish the journal twice a year: in January and July
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
Internalisasi Pendidikan Multikultural dan Inklusif pada Anak Pengungsi Internasional di Kota Makassar Syahrul, Syahrul
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 3 (2019): SPECIAL ISSUE SEMNAS FKIP
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4222.414 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v4.n3.2019.pp25-34

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) hubungan pendidikan multikultural dan inklusif pada anak pengungsi internasional di Kota Makassar dan (2) internalisasi pendidikan multikultural dan inklusif pada anak pengungsi internasional di Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling yang terdiri atas anak pengungsi internasional, guru, pekerja sosial, dan psikolog. Proses pengumpulan data dalam penelitian dilakukan melalui wawancara, observasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data penelitian menggunakan analisis kualitatif yang bergerak dalam lingkaran di antara pengumpulan data, pengorganisasian data, pembacaan, memoing, deskripsi, klasifikasi, penafsiran, penyajian dan visualisasi. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan, yaitu (1) kurikulum pendidikan multikultural dan inklusif didesain atas dasar filosofis yang sama, yaitu eksistensi anak pengungsi internasional tidak dilihat dari latar belakang keluarga, bentuk tubuh, ras, dan budaya tetapi eksistensi mereka diterima atas dasar pluralisme. (2) Internalisasi pendidikan multikultural dan inklusif dapat memberikan solusi pada tiga masalah yang dialami oleh anak pengungsi internasional, yaitu masalah perhatian, masalah kognisi, dan masalah sosial dan emosiInternalization of Multicultural and Inclusive Education in International Refugee Children in Makassar City. The aims of this study were to analyze (1) relation of multicultural and inclusive education for children of international refugee in Makassar City? (2) Internalization of multicultural and inclusive education for children of international refugee in Makassar City? Subject of research was determined of technic of purposive sampling such as children of international refugee, teachers, social workers, and psychologies. Meanwhile, the data was collected through in-depth interview, observation, file note, and document. The research uses qualitative method in one circle to analyze data among collection, organization, reading/memo, description, classification, interpretation, and visualization. As a result, the study found (1) curriculum of multicultural and inclusive education was formed on the same of philosophy, namely existence of children of international refugee was not seen from familial background, body, race, and culture, but their existence were known as pluralism. (2) Internalization of multicultural and inclusive education can give solution on three problems for children of international refugee such as attention, cognition, and social and emotion
Peranan Project Citizen terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa indriyani, dina
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.892 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v4.n2.2019.pp20-29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang berbasis Project Citizen dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Hasil studi pra penelitian yang peneliti lakukan melalui wawancara pada  mahasiswa Program studi PPKn dan Program studi Pendidikan Matematika, diperoleh hasil bahwa selama ini mahasiswa merasa pembelajaran PKn menjenuhkan, monoton dan cenderung kurang bermakna bagi mahasiswa. Oleh karena itu, berdasarkan hasil temuan permasalahan dilapangan tersebut peneliti menerapkan metode pembelajaran Project Citizen dalam proses pembelajaran PKn dengan harapan pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Pada penelitian ini mendeskripsikan bagaimana modifikasi pembelajaran PKn dengan menerapkan Project Citizen sehingga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini dilakukan di dua program studi yang berbeda yaitu program studi PPKn dan program studi Pendidikan Matematika. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah melakukan rekayasa pembelajaran dengan berbasis pada Project Citizen, diperoleh hasil bahwa proses pembelajaran PKn yang berbasis Project Citizen mampu memberikan penyegaran dalam proses pembelajaran PKn menjadi lebih bermakna dan mampu mengantarkan mahasiswa untuk lebih berpikir kritis sehingga mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Mahasiswa menjadi lebih mampu melihat suatu fenomena di masyarakat dari berbagai sudut pandang dan mampu menganalis mencari solusi untuk menyikapi fenomena masyarakat yang ada secara lebih kritisThe Role of Project Citizen on Students' Critical Thinking Ability. This study aims to describe how learning Citizenship Education based on Project Citizen develops students' critical thinking skills. The results of the pre-research study that the researchers conducted through interviews with students of the PPKn Study Program and the Mathematics Education Study Program showed that students felt PKn learning saturated, monotonous and tended to be less meaningful for students. Therefore, based on the findings of the problem in the field, the researcher applied the Project Citizen learning method in the PKn learning process in the hope that learning would be more fun and meaningful so that it could develop students' critical thinking skills. In this study describe how the modification of Civics learning by implementing citizen projects is expected to be able to develop students' critical thinking skills. This research was conducted in two different study programs namely the PPKn study program and the Mathematics Education study program. This research is descriptive research. Data collection methods used were interviews and observations. The results showed that after doing learning engineering based on citizen projects, the results showed that the Civics learning process based on citizen projects was able to provide refresher in the Civics learning process to be more meaningful and able to deliver students to think more critically so students were able to develop their critical thinking skills. Students become more able to see a phenomenon in society from various perspectives and are able to analyze solutions to address existing community phenomena more critically.
Kelayakan Aspek Materi dan Media dalam Pengembangan Bahan Ajar Mobile Learning pada Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan di IKIP Budi Utomo Saputro, Yulianto Dwi; Wahyu, Tri Asih
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 3 (2019): SPECIAL ISSUE SEMNAS FKIP
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.046 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v4.n3.2019.pp35-46

Abstract

Penelitian pengembangan bahan ajar mobile learning pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar yang berbasis android sehingga dapat dipelajari kapan pun dan dimana pun (mobile learning). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Dosen Pengampu Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan didapatkan bahwa belum pernah dikembangkan buku pendidikan kewarganegaraan yang berbasis android. Bahan ajar yang disusun berupa power point presentation (ppt) yang kurang interaktif dan monoton serta belum memberdayakan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model 4D yakni define, design, develop, dan disseminate. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan wawancara, angket validasi ahli materi, media, dan bahasa serta angket keterbacaan. Hasil penelitian ini berupa bahan ajar mobile learning yang sudah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media pembelajaran sehingga produk bahan ajar merupakan produk yang valid dan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Kesimpulannya bahan ajar mobile learning pada matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan telah divalidasi dan layak digunakan dalam pembelajaran.Feasibility of Material and Media Aspects in the Development of Mobile Learning Teaching Materials in the Civics Education Course at IKIP Budi Utomo. Research on the development of mobile learning teaching materials in the Civics Education course aims to produce teaching materials based on Android so that they can be learned anytime and anywhere (mobile learning). Based on observations and interviews with the Citizenship Education Subject Lecturer, it has been found that an android-based citizenship education book has never been developed. Teaching materials compiled in the form of power point presentations (ppt) are less interactive and monotonous and have not empowered students' critical thinking skills. The development model in this study uses the 4D model, which is define, design, develop, and disseminate. Research instruments in the form of observation and interview sheets, material expert validation questionnaire, media, and language as well as readability questionnaires. The results of this study are in the form of mobile learning teaching materials that have been validated by learning material experts and instructional media experts so that the teaching materials products are valid products that are suitable for use as teaching materials in Civics Education subject learning. In conclusion, mobile learning teaching material in the Civics Education course has been validated and is suitable for use in learning
Implementasi Jaminan Konstitusi terhadap Kebebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Indonesia Purba, Iman Pasu; Yudi, Permai
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.431 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v4.n2.2019.pp40-52

Abstract

Kebebasan beragama dan berkeyakinan merupakan hak yang fundamental yang dijamin dengan tegas dalam konstitusi Republik Indonesia. Selain itu diatur juga dalam beberapa konvensi internasional. Namun, tidak berarti bahwa penjaminan pemenuhan hak ini dilakukan tanpa batas. Pemenuhan hak asasi ini dibatasi oleh undang-undang, agama, pertimbangan moral, keamananan dan ketertiban umum. Kendatipun demikian realita praktik kehidupan beragama dan berkeyakinan masih banyak terjadi di Indonesia. Baik terjadinya kekerasan atas nama agama, kebijakan pemerintah, tindakan-tindakan diskriminasi atas nama agama maupun karena adanya aturan-aturan yang kontradiksi dengan konstitusi. Oleh karena itu, penting untuk menguji dan meneliti implementasi kebebasan beragama dan berkeyakinan menurut konstitusi di Indonesia dengan memaparkan upaya pemberangusan hak tersebut dan bagaimana aturan-aturan hukum ditegakkan untuk menyelesaikannya. Peneltiain ini dilakukan dengan metode normatif empiris yang bertujuan untuk menjawab kesenjangan antara aturan yang ada dengan realitas kehidupan beragama dan berkeyakinan di IndonesiaImplementation of the Constitution Guarantee on Freedom of Religion and Belief in Indonesia.Freedom of religion is one of the fundamental rights for every citizen of Indonesia which guaranteed in Indonesia Constitution. The protection of this right also guaranted in International Convention. But the right does not mean an absolute right without limits, it should pay attention to the human obligation to respect the rights of others as well. It was restricted by legislation with the sole purpose of securing due recognition and respect for the rights and freedoms of others and to meet the demands of a fair in accordance with considerations of morality, religious values, security, and public order in a democratic society. The reality of religious freedom’s practice in Indonesia until now is there are a lot of violence in the name of religion and government policy of religious freedom which is contrary to the constitution and laws. Therefore, it is necessary to examine more deeply about the religious freedom in Indonesia based on the constitution and to describe forms of violations of the right to have freedom of religion as well as the solutions that must be done to address the issue of the implementation of the right of religious freedom in Indonesia.
Hakikat Konsepsi Ketahanan Nasional di Bidang Ekonomi sebagai Geostrategi Indonesia melalui Pendekatan Kesejahteraan sudjana, sudjana
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.657 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v4.n2.2019.pp1-10

Abstract

Hakikat konsepsi ketahanan nasional di bidang ekonomi merupakan keuletan  bangsa Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat, karena itu kajian ini bertujuan untuk menentukan  pendekatan kesejahteraan terhadap ketahanan nasional sebagai geostrategi Indonesia melalui beberapa indikator.Hasil kajian menunjukan ada 3 indikator penting dalam ketahanan nasional di bidang ekonomi melalui pendekatan kesejahteraan yaitu (1). Indikator Pendapatan; (2). Pendidikan, dan (3). Kesehatan. (1). Indikator pendapatan terkait jumlah dan pemerataan pendapatan  secara umum dapat menjadi indikator signifikan, meskipun bersifat subyektif sehingga berpengaruh positif terhadap ketahanan nasional dibidang ekonomi;(2). Indikator  pendidikan dalam jangka pendek berakibat negatif karena biaya yang dikeluarkan mengurangi tingkat kesejahteraan, tetapi dalam jangka panjang berakibat positif karena akan meningkatan taraf hidup sehingga  kualitas pendidikan merupakan indikator bagi ketahanan nasional di bidang ekonomi; (3).Indikator  kesehatan merupakan indikator  yang berpengaruh  positif terhadap ketahanan nasional di bidang ekonomi karena kualitas kesehatan memungkinan untuk bekerja  dengan kuantitas lebih banyak, sehingga mendapatkan penghasilan lebih untuk peningkatan taraf hidupnyaThe essence of the Conception of National Resilience in the Economic Field as Indonesian Geostrategy through the Welfare Approac. The essence of the conception of national resilience in the economic field is the tenacity of the Indonesian people to realize the welfare of all people, therefore this study aims to determine the approach to prosperity towards national security as Indonesia's geostrategy through several indicators. The results of the study show that there are 3 important indicators in national security in the economic sector through the welfare approach, namely (1). Income Indicator; (2). Education, and (3). Health. (1). Indicators of income related to the amount and equity of income in general can be a significant indicator, although it is subjective so that it has a positive effect on national resilience in the economic field; (2). Education indicators in the short term have a negative effect because the costs incurred reduce the level of welfare, but in the long run it has a positive effect because it will improve living standards so that the quality of education is an indicator of national resilience in the economic field; (3). Health indicators are indicators that have a positive effect on national resilience in the economic field because the quality of health makes it possible to work with more quantity, so that they earn more income to improve their standard of living
Implementasi penguatan pendidikan karakter untuk mengembangkan kecerdasan moral di Sekolah Menengah Atas Muchtarom, Moh.; Winarno, Winarno; Suryono, Hassan
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 3 (2019): SPECIAL ISSUE SEMNAS FKIP
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.522 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v4.n3.2019.pp47-61

Abstract

Penelitian ini berupaya mendeskripsikan implementasi penguatan pendidikan karakter di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Nur Hidayah, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan menggunakan pendekatan penelitian analisis kualitatif deskriptif  studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, studi dokumen, dan FGD untuk memperoleh data. Analisis data melalui tahapan reduksi data, display data, dan kesimpulan. Sedangkan  analisis implementasi metode penguatan pendidikan karakter untuk pengembangan moral peserta didik menggunakan pendekatan moral knowing, moral feeling, dan moral action/ behavior. Subyek yang diteliti adalah peserta didik, pendidik, dan pimpinan Sekolah. Ada sebelas  metode penguatan karakter diantaranya pengajaran di dalam kelas, outing class, penugasan, konseling, tsaqafah, berorganisasi, mentoring, pramuka, pengontrolan, habituasi, keteladanan, hukuman dan penghargaan. Dampak dari metode penguatan pendidikan karakter ini terinternalisasinya kecerdasan moral pada siswa berupa nilai-nilai religius, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Dengan demikian metode penguatan pendidikan karakter ini dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah menengah atas di Indonesia.Implementation of strengthening character education to develop moral intelligence in High School. The present study seeks to describe the implementation of the method of character education enhancement in Nur Hidayah Integrated Islamic Senior High School of Sukoharjo city of Central Java province of Indonesia. It applied descriptive qualitative approach using analytical case study. This research uses interview, observation, document study, and FGD techniques to obtain data. Data analysis through the stages of data reduction, data display, and conclusions. While the analysis of the implementation of the method of strengthening character education for the moral development of students uses the approach of moral knowing, moral feeling, and moral action / behavior. Subjects studied were students, educators, and school leaders.There were eleven methods of character enhancement; classroom instruction, outing class, assignation, counseling, civilizing, organizing, mentoring, controlling, habituation, exemplar, as well as punishment and reward. The impact of the methods of character education enhancement involved the internalization of moral intelligence of students. Therefore, such methods can be implemented in senior high schools
Urgensi Revitalisasi Pancasila dalam Membangun Karakter Kebangsaan Suharno, Suharno
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v5.n1.2020.pp23-33

Abstract

Kesalahan pemaknaan Pancasila selama ini ialah menafsirkan, memahami dan melaksanakan Pancasila berdasarkan asumsi-asumsi dangkal yang melepaskan dari  dasar filsafati sebagaimana tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945. Hal ini yang pada akhirnya menjadikan Pancasila ditafsirkan untuk disalahgunakan untuk tujuan-tujuan subjektif yang justru bertolak belakang dengan Pancasila itu sendiri. Dengan demikian, pemaknaan terhadap Pancasila oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia perlu direvitalisasi. Tulisan ini merupakan hasil pemikiran dan kajian terhadap pemaknaan Pancasila di masyarakat Indonesia. Revitalisasi Pancasila sebagai dasar negara mengandung makna bahwa Pancasila harus kita letakkan dalam keutuhannya dengan Pembukaan UUD 1945. Kemudian dieksplorasikan dimensi-dimensi yang melekat padanya, yaitu: realitasnya, idealitasnya, dan fleksibilitasnya. Revitalisasi Pancasila secara primer berada dalam tanggungjawab pemerintah dan secara subsider rakyat juga mesti menjadi bagian dari agenda revitalisasi itu.The Urgency of Pancasila Revitalization in Building National Character. The misinterpretation of the Pancasila has been interpreting, understanding and implementing Pancasila based on superficial assumptions that have let go of the philosophical basis stated in the Pembukaan UUD 1945. This ultimately makes Pancasila misused for subjective purposes which are contrary to Pancasia. Thus, the meaning of Pancasila by all levels of Indonesian society needs to be revitalized. This paper is the result of thoughts and studies on the meaning of Pancasila in Indonesian society. The revitalization of Pancasila as the basis of the state implies that we must place Pancasila in its integrity with the Pembukaan UUD 1945. Then the dimensions attached to it are explored, namely: their reality, their ideals, and their flexibility. Revitalization of Pancasila is primarily within the responsibility of the government and in a subsidiary manner must also be part of the revitalization agenda.
Representasi Civic Disposition melalui Pendekatan Moral pada Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Sukamiskin Provinsi Jawa Barat Halimah, Lili -; Nurlela, Khoffifah
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.432 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v5.n1.2020.pp34-43

Abstract

Di era yang sangat pesat akan perkembangan teknologi ini pasti berdampak pada penyimpangan prilaku anak-anak yang kian sulit diatasi. Apabila masalah ini terus menerus terjadi maka akan berdampak negatif bagi pengembangan karakter generasi muda, remaja, masyarakat dan orang tua. Tujuan penelitiaan adalah untuk mengetahui representasi civic disposition melalui pendekatan moral pada anak didik pemasyarakatan di lembaga pembinaan khusus anak Sukamiskin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan subjek penelitian adalah anak-anak yang sedang bersangkutan dengan hukum atau ABH. Hasil penelitian menunjukan bahwa LPKA Sukamiskin merupaka lembaga yang efektif  bagi pembentukan karakter yang baik bagi anak didik pemasyarakatan. Pembinaan dan pendidikan yang ditanamkan berupa kesadaran agama, berbangsa dan bernegara, kemampuan intelektual dan kecerdasan, kesadaran hukum, dan integrasi diri dengan masyarakat. Hal tersebut nampak dari perubahan sikap anak didik selama proses pembinaan sampai masa tahanan selesai.Representation of Civic Disposition through the Moral Approach in Correctional Students in Sukamiskin Children's Special Development Institution (LPKA) West Java Province. In an era of rapid technological development, this will inevitably have an impact on the deviations of children's behavior that is difficult to overcome. If this problem continues it will have a negative impact on the development of the character of the younger generation, adolescents, society and parents. The purpose of this research is to find out the representation of civil disposition through moral contributions to correctional students in Sukamiskin children's development institutions. This study uses qualitative and research subjects are children who are approved by law or ABH. The results showed that LPKA Sukamiskin was an effective institution for good character for correctional students. The fostering that is applied is the fostering and education of religious awareness, fostering and education of national and state awareness, fostering and education of intelligence and intelligence skills, capability of fostering and educating legal awareness, fostering and education integrating oneself with the community. This can be seen from the change in attitudes of students during the coaching process until the detention period is complete.
Implementasi PPKn berbasis Nilai-nilai Islam di SD Muhammadiyah Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta Sukmayadi, Trisna; Suyitno, Suyitno
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.823 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v5.n1.2020.pp44-53

Abstract

Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui implementasi model, pendekatan, strategi, teknik dan perangkat pembelajaran pembelajaran PPKn berbasis nilai-nilai Islam di SD Muhammadiyah di Kecamatan Depok, dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penyajian data melalui metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mengumpulkan, mereduksi, dan menyajikan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pendekatan pembelajaran yang efektif dalam mengimplementasikan PPKn berbasis nilai-nilai Islam adalah dengan menggunakan pendekatan berorientasi kepada siswa, supaya siswa lebih aktif dan kreatif; 2) Strategi pembelajaran yang dapat digunakan adalah melalui pembelajaran kontekstual; 3) Metode pembelajaran menggunakan cermah interkatif, diskusi, penugasan, tematik, tutor sebaya, dan pengelompokan level atas (melalui soal-soal ujian), menengah dan bawah (pendampingan individu); 4) Teknik pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis audio visual; 5) Secara spesifik, tidak ada penulisan nilai-nilai Islam dalam silabus dan RPP. Akan tetapi secara langsung disampaikan pada saat proses pembelajaran dan pembiasaan di kelas.Implementation of PPKn based on Islamic values in Muhammadiyah Elementary School, Depok Sleman, Yogyakarta. The purpose of this research is to find out the implementation of models, approaches, strategies, techniques and learning tools for teaching PPKn based on Islamic values in Muhammadiyah Elementary School in Depok Subdistrict, using descriptive qualitative research. Presentation of data through observation, interviews and documentation studies. Data were analyzed by collecting, reducing and presenting data. The results showed that 1) An effective learning approach in implementing PPKn based on Islamic values is to use a student-oriented approach, so students are more active and creative; 2) Learning strategies that can be used are through contextual learning; 3) Learning methods use interactive, discussion, assignment, thematic, peer tutoring, and top-level grouping (through exam questions), middle and bottom (individual assistance); 4) Learning techniques are carried out by utilizing audio visual based learning media; 5) Specifically, there is no writing of Islamic values in the syllabus and lesson plans. But directly delivered during the learning process and habituation in class
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Lembaga Pendidikan sulianti, ani; Efendi, Yusuf; Sa’diyah, Halimatus
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.845 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v5.n1.2020.pp54-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam membangun moral peserta didik di lembaga pendidikan di sekolah, 2. Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Membangun Moral Staf/Pegawai Di Lingkungan Lembaga Pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Penerapan nilai nilai yang terkandung pada Pancasila, mulai dari penerapan sila pertama hingga sila kelima di lembaga pendidikan di sekolah yaitu peserta didik tidak hanya mengembangkan daya intelektualnya namun juga sikap dan perilakunya. 2. Peran pancasila dalam mengembangkan moral guru sangatlah membantu, hal ini bertujuan untuk menunjang keberhasilan peserta didik dalam proses belajar mengajar, untuk itu guru di haruskan memiliki 5 karakter untuk memfasilitasi belajar mengajar terhadap peserta didik.Application Of Pancasila Values In Education Institutions. This research aims to look at: 1.The application of moral values pancasila in developing students in an educational institution, school 2.The application of moral values pancasila in building staff. employees in the educational institutionsNamely research the kind of research with a qualitative approach. descriptive. The research results show that: 1.The values contained on pancasila, as from the first and fifth in the educational institution in as the school students not only develop resources but also his intellectual. attitudes and behavior 2.The role of pancasila in developing moral teachers, it is been helpful it is meant to support the students to the learning process, for that teachers in haruskan having 5 character to facilitate teaching and learning to students.

Page 6 of 29 | Total Record : 284