cover
Contact Name
Hasruddin Nur
Contact Email
asrul23.23.a2@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asrul23.23.a2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Phinisi Integration Review
ISSN : 26142325     EISSN : 26142317     DOI : -
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus. Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025" : 15 Documents clear
DISRUPTIVE INNOVATION: EKSISTENSI BAJAJ ONLINE DI TENGAH MARAKNYA TRANSPORTASI ONLINE LAINNYA DI KOTA MAKASSAR Lestari, Ema; Hasni, Hasni; Falihin, Dalilul
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73374

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: 1) Gambaran eksistensi bajaj online sebagai bentuk disruptive innovation (inovasi disruptif) dalam menghadapi maraknya moda transportasi online lainnya di Kota Makassar, 2) Hambatan yang dihadapi para sopir bajaj online sebagai bentuk disruptive innovation (inovasi disruptif) dalam mempertahankan eksistensinya di tengah maraknya moda transportasi online lainnya di Kota Makassar, dan 3) Strategi adaptasi yang diterapkan oleh para sopir bajaj online sebagai bentuk disruptive innovation (inovasi disruptif) dalam menghadapi persaingan dengan moda transportasi online lainnya di Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan 4 tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bajaj online berhasil mempertahankan eksistensinya melalui keunggulan harga yang terjangkau, fleksibilitas rute, dan adaptasi teknologi sederhana berbasis aplikasi Maxride. Meskipun demikian, para sopir bajaj online menghadapi hambatan seperti persaingan ketat dengan layanan transportasi online lain, kendala teknologi, serta kurangnya dukungan kebijakan pemerintah. Untuk mengatasi tantangan tersebut, sopir bajaj online menerapkan strategi adaptasi yang meliputi peningkatan kualitas layanan, penghematan biaya operasional, dan pembentukan jaringan komunitas.This research aims to examine: 1) The existence of online bajaj as a form of disruptive innovation in facing the proliferation of other online transportation modes in Makassar City, 2) The obstacles faced by online bajaj drivers as a form of disruptive innovation to sustain their presence amid the rise of other online transportation modes in Makassar City, and 3) The adaptation strategies implemented by online bajaj drivers as a form of disruptive innovation to compete with other online transportation modes in Makassar City. The type of research used in this study is qualitative with a phenomenological approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data were then analyzed through four stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusions drawing. The results show that online bajaj has succeeded in maintaining its existence through advantages such as affordable prices, flexible routes, and simple technological adaptation via the Maxride application. However, online bajaj drivers face obstacles such as intense competition with other online transportation services, technological constraints, and lack of government policy support. To overcome these challenges, online bajaj drivers implement adaptation strategies including improving service quality, minimizing operational costs, and building community networks.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DI KABUPATEN BIMA Taufikrahman, Taufikrahman; Imran, Chalid; Rakib, Muhammad
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.76210

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pemberdayaan Masyarakat Dalam Peningkatan Ekonomi (Studi Pada Kelompok Tani Bawang Merah DiKecamatan Monta Kabupaten Bima). Dengan   Menggunakan pendekatan kualitatif atau metode phenomenological research (fenomenologis) yang merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti melakukan pengumpulan data dengan observasi partisipan untuk mengetahui fenomena esensial partisipan dalam pengalaman hidupnya. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil wawancara observasi dan dokumentasi menunjukkan bahwa pemberdayaan pertanian melalu kelompok tani bawang merah dalam peningkatan ekonomi menjadi sangat penting untuk mendukung peningkatan ekonomi Masyarakat, keikut sertaan lembaga-lembaga pemerintahan dalam hal ini dinas pertanian melalui tim penyuluh pertanian dapat membantu memberikan pengetahuan dasar dan sebagai fasilitator untuk kelompok tani bawang merah dalam memperoleh pengetahuan yang cukup dalam pengelolaan pertanianya, penyuluh juga diharapkan mampu menjadi mediator untuk menghubungkan Masyarakat sebagai pelaku pertanian dengan pemerintah sebagai penopang pertanian. Peningkatan ekonomi yang cukup baik dirasakan secara langsung oleh petani yang disebabkan oleh hasil yang diperoleh dari pertanian bawang merah memberikan dampak positif dalam memenuhi kebutuhan dan perbaiakan taraf hidup Masyarakat kecamatan monta.This study discusses Community Empowerment in Economic Improvement (Study on Shallot Farmer Groups in Monta District, Bima Regency). Using a qualitative approach or phenomenological research method which is one type of qualitative research, where researchers collect data by participant observation to find out the essential phenomena of participants in their life experiences. The results of this study based on the results of observation interviews and documentation show that agricultural empowerment through shallot farmer groups in economic improvement is very important to support the improvement of the community's economy, the participation of government institutions in this case the agricultural service through the agricultural extension team can help provide basic knowledge and as a facilitator for shallot farmer groups in obtaining sufficient knowledge in managing their agriculture, extension workers are also expected to be able to become mediators to connect the community as agricultural actors with the government as a supporter of agriculture. A fairly good economic improvement is felt directly by farmers caused by the results obtained from shallot farming having a positive impact in meeting the needs and improving the standard of living of the Monta District community.
PERSEPSI REMAJA TENTANG SEKSUALITAS DAN CINTA DALAM KONTEKS SOSIAL Darmayanti, Dyan Paramitha; Manda, Darman; Sadriani, Andi
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73539

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi persepsi remaja tentang hubungan seksualitas dan cinta dalam konteks sosial budaya Indonesia serta pengaruh budaya, norma keluarga, dan media sosial terhadap pemahaman mereka. Metode kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur dilakukan terhadap lima informan dari latar belakang berbeda pelajar SMA, mahasiswa, pegawai swasta, ibu rumah tangga, dan guru. Analisis tematik digunakan untuk memahami data. Hasil menunjukkan bahwa norma budaya dan keluarga yang konservatif sangat memengaruhi sikap remaja terhadap seksualitas dan cinta, terutama dalam membatasi ekspresi seksual pada hubungan resmi. Media sosial memberikan akses informasi yang lebih luas dan membuka ruang pemahaman yang lebih terbuka, tetapi juga menghadirkan stigma dan tekanan sosial yang kompleks. Perbedaan gender terlihat jelas; laki-laki lebih fokus pada aspek seksual, sementara perempuan lebih menekankan komitmen dan emosi. Penelitian ini menegaskan bahwa sosialisasi keluarga dan pengaruh media secara bersamaan membentuk konstruksi sosial remaja tentang seksualitas dan cinta. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi seksual yang kontekstual, inklusif, dan sensitif gender untuk mendukung perkembangan remaja yang sehat dan bertanggung jawab.This study examines adolescents perceptions of sexuality and romantic relationships within the Indonesian socio-cultural context, as well as the impact of culture, family norms, and social media on their understanding. A qualitative method involving semi-structured interviews was employed with five informants from diverse backgrounds: high school students, university students, private sector employees, homemakers, and teachers. Thematic analysis was used to understand the data. Results show that conservative cultural and family norms strongly influence adolescents' attitudes toward sexuality and love, especially in limiting sexual expression to formal relationships. Social media provides greater access to information and opens up a more open space of understanding, but it also presents stigma and complex social pressures. Gender differences are evident; men focus more on sexual aspects, while women emphasize commitment and emotions. This study confirms that family socialization and media influence together shape adolescents' social constructions of sexuality and love. The findings underscore the importance of contextualized, inclusive, and gender-sensitive sexual education to support healthy and responsible adolescent development.
DAMPAK MONEY POLITIC TERHADAP DAYA PILIH MASYARAKAT PADA PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA AMBON Kunu, Dian; Gaite, Titus; Patmawati, Susi Anita
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73189

Abstract

Partai politik merupakan instrumen yang tak terpisahkan dari sistem demokrasi di negara manapun di dunia ini. Di Indonesia, kemunculan partai-partai politik tak terlepas dari terciptanya iklim kebebasan yang luas bagi masyarakat pasca-runtuhnya pemerintahan kolonial Belanda. Rakyat menjadi factor yang sangat penting dalam tatanan demokrasi, karena demokrasi mendasarkan pada logika persamaan dan gagasan bahwa pemerintah memerlukan persetujuan dari yang diperintah. Praktik politik pada Pilkada di Indonesia sering kali terpengaruh oleh Money Politc, di mana calon kepala daerah menggunakan uang untuk membeli suara rakyat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur statistik atau dengan cara-cara kuantifikasi. Penelitian kualitatif dapat didesain untuk memberikan sumbangan terhadap teori, praktis, kebijakan masalah-masalah sosial, dan tindakan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pengamatan dan wawancara dengan menggunakan dengan menggunakan Teknik Analisa data secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Universitas Pattimura Ambon. Adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini yaitu Bagaimana money politcs pada pilkada di Kota Ambon. Hasil penelitian menunjukan bagaimana persepsi masyarakat terhadap money politic yang terjadi sebelum pemilihan walikota dan wakil walikota Kota Ambon. Praktik money politic yang terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, ekonomi, pendidikan, budaya atau kebiasaan dan lemahnya kesadaran hukum.Political parties are an inseparable instrument of the democratic system in any country in the world. In Indonesia, the emergence of political parties is inseparable from the creation of a climate of broad freedom for society after the collapse of the Dutch colonial government. The people are a very important factor in a democratic order, because democracy is based on the logic of equality and the idea that the government requires the approval of the governed. Political practices in the Pilkada in Indonesia are often influenced by Money Politics, where regional head candidates use money to buy people's votes. The type of research used in this study is a qualitative approach. A qualitative approach is a study that produces findings that cannot be achieved using statistical procedures or by means of quantification. Qualitative research can be designed to contribute to theory, practice, policy on social problems, and action. Data collection in this study used observations and interviews using descriptive qualitative data analysis techniques. This research was conducted at Pattimura University, Ambon. The problem in this study is How is money politics in the Pilkada in Ambon City. The results of the study show how the public's perception of money politics that occurred before the election of the mayor and deputy mayor of Ambon City. The practice of money politics that occurred was influenced by several factors, namely, economy, education, culture or habits and weak legal awareness.
PENGARUH PERAN GURU DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI TERHADAP PEMBERANTASAN CYBERBULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMP NEGERI 8 WATAMPONE Nurlailah, Nurlailah; Idrus, Idham Irwansyah; Saleh, Sirajuddin; Ibrahim, Ibrahim; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.71995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Menganalisis peran guru dalam pencegahan cyberbullying di lingkungan sekolah SMP Negeri 8 Watampone. 2) Menganalisis peran pemanfaatan teknologi dalam mendukung pencegahan cyberbullying di SMP Negeri 8 Watampone. 3) Mengidentifikasi efektivitas upaya pencegahan cyberbullying di SMP Negeri 8 Watampone. 4) Menganalisis pengaruh peran guru dan pemanfaatan teknologi terhadap pencegahan cyberbullying di SMP Negeri 8 Watampone.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Variabel penelitian terdiri dari Peran Guru (Variabel X1), Pemanfaatan Teknologi (Variabel X2), dan Pencegahan Cyberbullying (Variabel Y). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket/survei, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran guru dalam pencegahan cyberbullying di SMP Negeri 8 Watampone sangat signifikan, karena guru tidak hanya memberikan edukasi tetapi juga membimbing dan melindungi siswa melalui kampanye anti cyberbullying, pendampingan psikologis, dan pendidikan etika digital. Sementara itu, 2) Pemanfaatan teknologi juga terbukti efektif dalam upaya tersebut melalui kampanye media sosial, pembelajaran daring, dan sistem pelaporan berbasis teknologi, yang meningkatkan kewaspadaan siswa dan memudahkan pelaporan kejadian bullying. 3) Keberhasilan upaya pencegahan cyberbullying di sekolah ini telah mencapai tingkat efektivitas sebesar 87%, didukung oleh strategi pencegahan, intervensi, dan upaya pemulihan, termasuk edukasi, pemantauan digital, dan pembinaan bagi korban dan pelaku. 4) Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa peran guru dan pemanfaatan teknologi berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan yang aman dari cyberbullying. Kolaborasi antara kedua faktor ini memungkinkan guru dan teknologi untuk bekerja sama dalam mendidik, meningkatkan kewaspadaan, dan menciptakan ruang yang mendukung bagi siswa untuk menghindari perilaku cyberbullying. Dengan pendekatan terpadu ini, SMP Negeri 8 Watampone telah menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi dalam pencegahan perundungan siber.This study aims to determine: 1) Analyze the teacher's role in preventing cyberbullying in the school environment of SMP Negeri 8 Watampone. 2) Analyze the role of technology utilization in supporting cyberbullying prevention at SMP Negeri 8 Watampone. 3) Identify the effectiveness of cyberbullying prevention efforts at SMP Negeri 8 Watampone. 4) Analyze the influence of the teacher's role and technology utilization on cyberbullying prevention at SMP Negeri 8 Watampone.The research method used is a quantitative descriptive approach. The research variables consist of Teacher's Role (Variable X1), Technology Utilization (Variable X2), and Cyberbullying Prevention (Variable Y). Data collection techniques include observation, questionnaires/surveys, and documentation. The data analysis techniques used are descriptive statistics and inferential analysis.The results of the study indicate that: 1) The teacher's role in preventing cyberbullying at SMP Negeri 8 Watampone is highly significant, as they not only educate but also guide and protect students through anti-cyberbullying campaigns, psychological assistance, and digital ethics education. Meanwhile, 2) Technology utilization has also proven to be effective in these efforts through social media campaigns, online learning, and technology-based reporting systems, which increase student awareness and facilitate reporting of bullying incidents. 3) The success of cyberbullying prevention efforts at this school has reached an effectiveness level of 87%, supported by prevention strategies, interventions, and recovery efforts, including education, digital monitoring, and guidance for both victims and perpetrators. 4) Further analysis shows that the teacher's role and technology utilization significantly contribute to creating a safe environment from cyberbullying. The collaboration between these two factors enables teachers and technology to work together in educating, raising awareness, and creating a supportive space for students to avoid engaging in cyberbullying behavior. With this integrated approach, SMP Negeri 8 Watampone has demonstrated a high level of effectiveness in cyberbullying prevention.
PENGGUNAAN COMBINE HARVESTER PADA PANEN PADI DI KELURAHAN CEMPANIGA KECAMATAN CAMBA KABUPATEN MAROS DALAM TINJAUAN SOSIAL EKONOMI Arif, Nur Aisyah; Rusdi, Rusdi; Shasliani, Shasliani
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1). Menganalisis penerapan combine harvester dalam proses panen padi di Kelurahan Cempaniga Kecamatan Camba Kabupaten Maros. 2). Menganalisis dampak penggunaan combine harvester terhadap kondisi sosial ekonomi petani di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. 3). Mengidentifikasi dan menganalisis tantangan sosial ekonomi yang dihadapi oleh buruh panen padi sebagai dampak penerapan sistem panen dengan combine harvester di Kelurahan Cempaniga. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara serta dokumentasi, Informan dalam penelitian ini terdiri dari petani dan buruh panen yang terdampak oleh penggunaan combine harvester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan combine harvester di Kelurahan Cempaniga meningkatkan efisiensi panen melalui proses yang lebih cepat, terstruktur, dan hemat biaya. Bagi petani, dampak ekonominya mencakup penurunan biaya operasional, percepatan rotasi tanam, dan peluang peningkatan pendapatan. Dari segi sosial, penggunaan mesin ini mengurangi interaksi dalam panen gotong royong dan menuntut adaptasi terhadap pola kerja baru. Sementara itu, bagi buruh panen, dari segi ekonomi, penggunaan alat ini menyebabkan penurunan kebutuhan tenaga kerja saat panen, sehingga kesempatan kerja menjadi terbatas dan pendapatan menurun. Dari segi sosial, kondisi ini berdampak pada kehidupan harian buruh panen, seperti terkikisnya praktik tradisional, perubahan budaya sehingga mengurangi interaksi sosial antara buru panen dengan petani dan meningkatkan angka kemiskinan.This study aims to: 1) Analyze the implementation of combine harvesters in the rice harvesting process in Cempaniga Urban Village, Camba Sub-district, Maros Regency; 2) Analyze the socio-economic impact of using combine harvesters on farmers in Cempaniga Urban Village, Camba Sub-district, Maros Regency; and 3) Identify and analyze the socio-economic challenges faced by rice harvest laborers as a result of the adoption of combine harvester-based harvesting systems in Cempaniga Urban Village. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques include interviews and documentation. The informants in this study consist of farmers and harvest laborers affected by the use of combine harvesters. The results show that the implementation of combine harvesters in Cempaniga Urban Village has improved harvesting efficiency through a faster, more structured, and cost-effective process. For farmers, the economic impacts include reduced operational costs, faster planting rotation, and opportunities to increase income. Socially, the use of this machine reduces interaction in traditional communal harvesting and requires adaptation to new work patterns. Meanwhile, for harvest laborers, the economic impact includes a decline in labor demand during harvest time, resulting in limited job opportunities and decreased income. Socially, this condition affects their daily lives, including the erosion of traditional practices, cultural changes that reduce social interaction between laborers and farmers, and an increase in poverty levels.
EKONOMI KREATIF DAN PERAN BAHASA ASING DALAM PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI Mariah S, Enung; Damasinta, Alfiana; Wisudawaty, Ika
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.74426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengembangan ekonomi kreatif dan peran bahasa asing dalam pendidikan di perguruan tinggi. Di tengah globalisasi yang semakin pesat, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi modern, yang melibatkan industri-industri berbasis kreativitas dan inovasi, seperti seni, desain, teknologi informasi, dan media. Di sisi lain, penguasaan bahasa asing menjadi kompetensi kunci yang memungkinkan mahasiswa untuk berinteraksi di pasar global dan memperluas peluang kerja internasional. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana pendidikan bahasa asing di perguruan tinggi dapat berkontribusi pada pengembangan keterampilan yang diperlukan dalam sektor ekonomi kreatif. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui survei terhadap mahasiswa dan dosen di beberapa perguruan tinggi yang menawarkan program studi terkait ekonomi kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa asing tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkuat daya saing mereka di pasar global, terutama dalam industri kreatif yang semakin bergantung pada kolaborasi internasional. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam mengintegrasikan pendidikan bahasa asing dengan program-program ekonomi kreatif. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan agar perguruan tinggi mengembangkan kurikulum yang lebih terintegrasi antara kedua elemen tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan karir mahasiswa di tingkat global.This research aims to explore the relationship between the development of the creative economy and the role of foreign languages in higher education. Amidst rapid globalization, the creative economy sector has become one of the important pillars in modern economic development, involving industries based on creativity and innovation, such as arts, design, information technology, and media. On the other hand, proficiency in foreign languages has become a key competency that enables students to interact in the global market and expand international job opportunities. Therefore, it is important to understand how foreign language education in higher education can contribute to developing the skills needed in the creative economy sector. This research adopts a quantitative approach by collecting data through surveys of students and lecturers at several universities that offer study programs related to the creative economy. The research results indicate that foreign language skills not only broaden students' perspectives but also strengthen their competitiveness in the global market, especially in the creative industry that increasingly relies on international collaboration. Furthermore, this study also highlights the challenges faced by higher education institutions in integrating foreign language education with creative economy programs. Based on these findings, this study suggests that higher education institutions develop a more integrated curriculum between these two elements to enhance the quality of education and students' career readiness at a global level.
KREATIVITAS GURU DALAM PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS BERBASIS DIGITAL DI SMPN 24 MAKASSAR Yuniar, Yuniar; Jumadi, Jumadi; Ibrahim, Ibrahim; Najamuddin, Najamuddin; Saleh, Sirajuddin
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.72101

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor pendukung dan penghambat kreativitas guru IPS dalam penerapan media pembelajaran berbasis digital di SMPN 24 Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan enam guru IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung meliputi implementasi Kurikulum Merdeka yang mendorong inovasi, keakraban peserta didik dengan teknologi, program pelatihan pemerintah, dan dukungan sekolah dalam bentuk moral, fasilitas, serta kolaborasi antar guru. Namun, kreativitas guru terhambat oleh keterbatasan sarana prasarana, minimnya pelatihan berkala dan keterampilan digital sebagian guru, serta kurangnya dukungan maksimal dari pihak sekolah dalam pengadaan fasilitas dan pengembangan SDM. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat potensi besar dari siswa yang melek teknologi, sinergi antara guru, sekolah, dan pemerintah sangat krusial untuk mengatasi tantangan dan mengoptimalkan pembelajaran digital.This study analyzes the supporting and inhibiting factors of IPS teachers' creativity in implementing digital-based learning media at SMPN 24 Makassar. Using a qualitative phenomenological approach, data was gathered through in-depth interviews with six IPS teachers. The findings indicate that supporting factors include the implementation of the Merdeka Curriculum, which encourages innovation, students' familiarity with technology, government training programs, and school support in the form of morale, facilities, and teacher collaboration. However, teachers' creativity is hindered by limited infrastructure, insufficient regular training and digital skills among some teachers, and inadequate maximum support from the school regarding facility provision and human resource development. This study concludes that despite the significant potential of technologically literate students, synergy among teachers, schools, and the government is crucial to overcome challenges and optimize digital learning.
HUBUNGAN LITERASI DIGITAL, INOVASI PEMBELAJARAN, DAN PSIKOLOGICAL WELL-BEING TERHADAP KOMITMEN MENJADI GURU TERHADAP MAHASISWA PPG DALAM JABATAN Natasya, Rukma; Musa, Chalid Imran; Supatmaningsih, Tuti; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.72079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi digital, inovasi pembelajaran, dan psychological well-being terhadap komitmen menjadi guru pada mahasiswa PPG Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan data yang diperoleh melalui penyebaran 31 kuesioner kepada mahasiswa PPG. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS versi 4.1.0.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen menjadi guru (nilai p = 0,000 < 0,05). Inovasi pembelajaran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap komitmen menjadi guru (nilai p = 0,000 < 0,05), sedangkan psychological well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif (nilai p = 0,046 < 0,05). Secara simultan, literasi digital, inovasi pembelajaran, dan psychological well-being berpengaruh signifikan terhadap komitmen menjadi guru (nilai p = 0,000 < 0,05). Nilai R-square untuk perilaku konsumtif sebesar 0,856 yang menunjukkan bahwa 85,6% varians dipengaruhi oleh literasi ekonomi, media sosial, dan pengaruh teman sebaya, sedangkan sisanya 14,4% dipengaruhi oleh faktor lain.This study aims to examine the influence of digital literacy, learning innovation, and psychological well-being on the commitment to becoming a teacher among PPG students in the Social Sciences Education Program at Universitas Negeri Makassar. Using a quantitative approach, data were collected through 31 questionnaires distributed to PPG students. The data were analyzed using Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS version 4.1.0.9. The results showed that digital literacy has a positive and significant effect on the commitment to becoming a teacher (p-value = 0.000 < 0.05). Learning innovation has a negative and significant effect on teacher commitment (p-value = 0.000 < 0.05), while psychological well-being has a positive and significant effect on consumptive behavior (p-value = 0.046 < 0.05). Simultaneously, digital literacy, learning innovation, and psychological well-being significantly influence the commitment to becoming a teacher (p-value = 0.000 < 0.05). The R-square value for consumptive behavior is 0.856, indicating that 85.6% of the variance is explained by economic literacy, social media, and peer influence, while the remaining 14.4% is influenced by other factors.
PENERAPAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 28 HALMAHERA SELATAN Rumiyati, Rumiyati; Rasyid, Rusman; Purwati, Endang
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.74591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi kelas X SMA Negeri 28 Halmahera Selatan melalui penerapan media gambar sebagai alat bantu pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari siklus I ke siklus II, dengan persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari 43% menjadi 83%. Peningkatan ini didukung oleh peningkatan partisipasi aktif siswa dan pengelolaan pembelajaran yang lebih baik oleh guru. Kesimpulannya, penggunaan media gambar efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa pada materi Geografi, khususnya materi dinamika hidrosfer dan konservasi perairan laut. Penelitian ini merekomendasikan penerapan media gambar secara konsisten sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.This study aims to improve student learning outcomes in Geography for Grade X at SMA Negeri 28 Halmahera Selatan through the use of visual media as an instructional aid. The research employed a Classroom Action Research (CAR) approach, conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected using learning outcome tests, observation sheets for teacher and student activities, and documentation of the learning process. The results show a significant improvement in student achievement from Cycle I to Cycle II, with the percentage of students achieving mastery increasing from 43% to 83%. This improvement was supported by increased student participation and better classroom management by the teacher. In conclusion, the use of visual media proved effective in enhancing students' conceptual understanding and motivation in learning Geography, particularly on the topics of hydrosphere dynamics and marine water conservation. The study recommends the consistent use of visual media as an innovative learning strategy to enhance both the quality of instruction and student learning outcomes.

Page 1 of 2 | Total Record : 15