cover
Contact Name
Hasruddin Nur
Contact Email
asrul23.23.a2@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asrul23.23.a2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Phinisi Integration Review
ISSN : 26142325     EISSN : 26142317     DOI : -
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus. Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Arjuna Subject : -
Articles 375 Documents
ANALISIS LITERASI DIGITAL, MOTIVASI BELAJAR, DAN KREATIVITAS GURU DIMEDIASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI Nabilah, Siti; Inanna, Inanna; Subur, Hikmayani; Marhawati, Marhawati; Ampa, Andi Tenri
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital, motivasi belajar, dan kreativitas guru terhadap hasil belajar ekonomi dengan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh siswa kelas X dan XII yang mengikuti mata pelajaran ekonomi di UPT SMAN 1 Pangkep pada tahun ajaran 2025/2026, dengan total populasi sebanyak 455 siswa. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling, sehingga diperoleh 213 siswa sebagai sampel penelitian, dengan jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital, motivasi belajar, dan kreativitas guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi melalui kemampuan berpikir kritis siswa sebagai variabel mediasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa mampu memperkuat pengaruh faktor internal maupun eksternal dalam meningkatkan hasil belajar ekonomi. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya pemahaman terkait penerapan teori konstruktivisme dalam pembelajaran.This study aims to analyze the influence of digital literacy, learning motivation, and teacher creativity on economics learning outcomes, with students' critical thinking skills as a mediating variable. This study used a quantitative approach, involving all 10th and 12th grade students taking economics at the UPT SMAN 1 Pangkep in the 2025/2026 academic year, with a total population of 455 students. The sample was determined using Proportional Stratified Random Sampling, resulting in 213 students as the research sample, with the sample size calculated using the Slovin formula. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) using SmartPLS software version 4.0. The results showed that digital literacy, learning motivation, and teacher creativity had a positive and significant effect on economics learning outcomes through students' critical thinking skills as a mediating variable. This finding indicates that improving students' critical thinking skills can strengthen the influence of internal and external factors in improving economics learning outcomes. Theoretically, this study contributes to enriching understanding regarding the application of constructivism theory in learning.
PEMANFAATAN PENGGUNAAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA SOSIAL EDUKATIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SISWA UPT SPF SMP NEGERI 20 MAKASSAR Andriani, Najma Najma; Balkis, Syarifah; Shasliani, Shasliani
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82589

Abstract

Penelitian ini bertujun untuk mengetahui 1) Bentuk pemanfaatan instagram sebagi media sosial eduatif dalam pembelajaran IPS di UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar, 2) Dampak penggunaan instagram terhadap pembelajaran IPS, 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penggunaan instagram sebagai media edukatif dalam pembelajaran IPS di UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh penggunaan media sosial dikalangan siswa namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentsi terhadap guru dan siswa sebagai informan, informan terdiri dari 3 guru dan 6 orang siswa perwakilan dari kelas VII-IX.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). Bentuk pemanfaatan instagram sebagai media sosial edukatif dalam pembelajaran IPS UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar dimanfaatkan sebagai tempat pengumpulan tugas dan sebagai salah satu strategi guru dalam pembelajaran. 2). Dampak penggunaan instagram terhadap pembelajaran IPS berdampak positif karna minat siswa serta respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan instagram sangat diterima siswa dalam pembelajaran. 3). Faktor pendukung pemanfaatan media ini antara lain (a) kemudahan akses, (b) variasi fitur yang menarik dan (c) fleksibilitas waktu belajar. Adapun faktor penghambat meliputi (a) jaringan internet yang tidak stabil (b) keterbatasan perangkatan siswa, dan (c) penggunaan akun yang bukan nama asli siswa yang menyulitkan identifikasi. Dengan demikian pemanfaatan instagram sebagai media sosial edukatif dalam pembelajaran IPS UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar efektif dalam mendukung proses pembelajaran IPS karna dapat meningkatkan minat siswa serta partisipasi aktif siswa.This study aims to determine: (1) the forms of Instagram utilization as an educational social media platform in Social Studies learning at UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar; (2) the impact of Instagram use on Social Studies learning; and (3) the supporting and inhibiting factors in the use of Instagram as an educational medium in Social Studies learning at UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar. The background of this study is based on the widespread use of social media among students, which has not yet been optimally utilized as a learning medium. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation involving teachers and students as informants. The informants consisted of three teachers and six students representing grades VII to IX. The results of this study indicate that: (1) Instagram is utilized as an educational social media platform in Social Studies learning at UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar primarily as a medium for assignment submission and as one of the teachers’ instructional strategies; (2) the use of Instagram has a positive impact on Social Studies learning, as students’ learning interest and responses toward learning activities using Instagram are highly positive; and (3) the supporting factors include (a) ease of access, (b) a variety of engaging features, and (c) flexibility of learning time. Meanwhile, the inhibiting factors include (a) unstable internet connections, (b) limited student devices, and (c) the use of Instagram accounts that do not use students’ real names, which makes student identification difficult. Therefore, the utilization of Instagram as an educational social media platform in Social Studies learning at UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar is effective in supporting the learning process by increasing students’ learning interest and active participation.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER SOSIAL SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Sulastri, Sarah; Iskandar, Abdul Malik; Amir, Arfenti; Jalal, Jalal
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82822

Abstract

Abstract. Character education constitutes a crucial foundation for shaping students’ personalities so that they can live ethically and responsibly within society. In this context, the role of teachers is not limited to formal classroom instruction but also involves facilitating the reinforcement of character values through non-formal activities such as extracurricular programs. This study is urgent given the increasing demand for character education amid the social complexity and developmental dynamics of elementary school students. However, efforts to integrate character education into extracurricular activities are often not implemented systematically and structurally by some educators. This research employed a qualitative approach using a case study method at SDN 14 Allu, Bantaeng District. The main informants were extracurricular instructors, sixth-grade students, and the school principal. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings indicate that teachers play a significant role in shaping students’ social character through close and non-hierarchical interactions, the use of social moments as opportunities for value learning, and the provision of spaces for reflection and expression. Nevertheless, several obstacles were identified, including limited time and facilities, teachers’ methodological understanding, and minimal parental support. Overall, extracurricular activities were found to enhance students’ cooperation, self-confidence, tolerance, discipline, and social awareness when facilitated through appropriate and reflective approaches.Abstrak.  Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk kepribadian siswa agar mampu hidup bermasyarakat secara etis dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, peran guru tidak hanya terbatas pada pengajaran formal di kelas, tetapi juga harus mampu memfasilitasi penguatan nilai-nilai karakter melalui kegiatan non-formal seperti ekstrakurikuler. Penelitian ini menjadi urgen mengingat semakin tingginya kebutuhan akan pendidikan karakter di tengah kompleksitas sosial dan dinamika perkembangan siswa sekolah dasar. Namun, upaya integrasi pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler seringkali belum dilakukan secara sistematis dan terstruktur oleh sebagian pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SDN 14 Allu, Kecamatan Bantaeng. Informan utama dalam penelitian ini adalah guru pembina ekstrakurikuler, siswa kelas VI, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran signifikan dalam membentuk karakter sosial siswa melalui pendekatan interaksi akrab dan non-hierarkis, penggunaan momen sosial sebagai pembelajaran nilai, serta pemberian ruang refleksi dan ekspresi. Meskipun demikian, ditemukan beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu, sarana, pemahaman metodologis guru, serta minimnya dukungan orang tua. Secara keseluruhan, kegiatan ekstrakurikuler terbukti mampu meningkatkan kerja sama, kepercayaan diri, toleransi, disiplin, dan kepedulian sosial siswa ketika difasilitasi dengan pendekatan yang tepat dan reflektif.
MENELUSURI DAMPAK KOMODIFIKASI PENDIDIKAN TINGGGI PADA AKSEBILITAS DAN BIAYA PAUD Maulidhya, Ulfah; Nabilah, Zuhroh; Sonia, Gina
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82122

Abstract

Peningkatan biaya pendidikan tinggi di Indonesia telah mendorong perubahan mendasar dalam orientasi pendidikan, dari layanan publik menuju mekanisme berbasis pasar. Fenomena komodifikasi ini tidak hanya berdampak pada akses mahasiswa terhadap perguruan tinggi, tetapi juga menimbulkan implikasi berantai hingga jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Melalui kajian literatur terhadap jurnal ilmiah, laporan pemerintah, serta dokumen kebijakan, penelitian ini menelusuri bagaimana komersialisasi pendidikan tinggi memengaruhi persepsi dan perilaku orang tua dalam memilih layanan PAUD. Hasil analisis menunjukkan bahwa orientasi biaya di perguruan tinggi membangun tekanan ekonomi yang mendorong orang tua berinvestasi lebih awal melalui PAUD premium, les tambahan, dan fasilitas edukatif berbiaya tinggi. Tren ini menyebabkan biaya PAUD meningkat dan memperluas kesenjangan akses pendidikan antar keluarga mampu dan tidak mampu. Temuan tersebut menegaskan bahwa komodifikasi pendidikan bersifat sistemik dan berdampak meluas terhadap struktur sosial, terutama dalam pembentukan kesenjangan sejak usia dini.The rising cost of higher education in Indonesia has shifted the orientation of education from a public service to a market-driven system. This commodification not only restricts access to higher education but also generates indirect consequences for the early childhood education sector. Through a comprehensive literature review of scholarly articles, government reports, and policy documents, this study examines how the commercialization of higher education shapes parental perceptions and choices regarding Early Childhood Education (ECE). The analysis reveals that increasing tuition fees at the tertiary level encourage parents to invest earlier in their children’s education by enrolling them in premium ECE institutions, supplementary courses, and high-cost developmental programs. This trend contributes to rising ECE expenses and widens disparities in educational access between families of different socioeconomic backgrounds. The findings demonstrate that the commodification of education operates as a systemic process that reinforces social inequality beginning from early childhood.
POLA KEJAHATAN CYBEREXTORTION MELALUI REKAYASA KONTEN PORNOGRAFI BERBASIS GROK AI PLATFORM X Rusdi, Puspita; Sari, Erlika; Satrul, Haerul Saleh
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82863

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan generatif telah melahirkan bentuk baru kejahatan siber, khususnya cyber extortion melalui rekayasa konten pornografi berbasis AI. Pemanfaatan Grok AI di platform X menunjukkan bagaimana teknologi generatif dapat disalahgunakan untuk menghasilkan konten pornografi non konsensual yang kemudian digunakan sebagai instrumen pemerasan. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi pola kejahatan cyber extortion berbasi Grok AI serta faktor – faktor yang memfasilitasi pola terjadinya kejahatan tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode hukum normatif, hasil penelitiaan menjukkan pola kejahtan ini telah diantisipasi melalui pasal 407 UU no.1 tahun 2023 (pornografi manipulatif) dan pasal 27B UU No. 1 Tahun 2024 (pemerasan digitlal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan akses AI generatif, tingginya eksposur data visual pengguna, dan keterbatasan pengawasan platform membentuk pola kejahatan yang sistematis dan berulang, sehingga menutut respon regulatif dan tata kelola digital yang lebih adaptif.The development of generative artificial intelligence has given rise to new forms of cybercrime, particularly cyber extortion through AI-based pornographic content manipulation. The use of Grok AI on the X platform illustrates how generative technologies can be misused to produce non-consensual pornographic content, which is subsequently employed as an instrument of extortion. This study aims to identify patterns of cyber extortion crimes based on Grok AI as well as the factors that facilitate the occurrence of such crimes. The research adopts a normative legal research method. The findings indicate that this pattern of crime has been anticipated under Article 407 of Law No. 1 of 2023 concerning manipulative pornography and Article 27B of Law No. 1 of 2024 concerning digital extortion. Furthermore, the results show that the ease of access to generative AI, the high exposure of users’ visual data, and the limitations of platform oversight contribute to the formation of systematic and recurring crime patterns, thereby necessitating more adaptive regulatory responses and digital governance frameworks.