cover
Contact Name
Hasruddin Nur
Contact Email
asrul23.23.a2@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asrul23.23.a2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Phinisi Integration Review
ISSN : 26142325     EISSN : 26142317     DOI : -
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus. Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
ANALISIS LITERASI DIGITAL, MOTIVASI BELAJAR, DAN KREATIVITAS GURU DIMEDIASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI Nabilah, Siti; Inanna, Inanna; Subur, Hikmayani; Marhawati, Marhawati; Ampa, Andi Tenri
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital, motivasi belajar, dan kreativitas guru terhadap hasil belajar ekonomi dengan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh siswa kelas X dan XII yang mengikuti mata pelajaran ekonomi di UPT SMAN 1 Pangkep pada tahun ajaran 2025/2026, dengan total populasi sebanyak 455 siswa. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling, sehingga diperoleh 213 siswa sebagai sampel penelitian, dengan jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital, motivasi belajar, dan kreativitas guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi melalui kemampuan berpikir kritis siswa sebagai variabel mediasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa mampu memperkuat pengaruh faktor internal maupun eksternal dalam meningkatkan hasil belajar ekonomi. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya pemahaman terkait penerapan teori konstruktivisme dalam pembelajaran.This study aims to analyze the influence of digital literacy, learning motivation, and teacher creativity on economics learning outcomes, with students' critical thinking skills as a mediating variable. This study used a quantitative approach, involving all 10th and 12th grade students taking economics at the UPT SMAN 1 Pangkep in the 2025/2026 academic year, with a total population of 455 students. The sample was determined using Proportional Stratified Random Sampling, resulting in 213 students as the research sample, with the sample size calculated using the Slovin formula. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) using SmartPLS software version 4.0. The results showed that digital literacy, learning motivation, and teacher creativity had a positive and significant effect on economics learning outcomes through students' critical thinking skills as a mediating variable. This finding indicates that improving students' critical thinking skills can strengthen the influence of internal and external factors in improving economics learning outcomes. Theoretically, this study contributes to enriching understanding regarding the application of constructivism theory in learning.
PEMANFAATAN PENGGUNAAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA SOSIAL EDUKATIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SISWA UPT SPF SMP NEGERI 20 MAKASSAR Andriani, Najma Najma; Balkis, Syarifah; Shasliani, Shasliani
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82589

Abstract

Penelitian ini bertujun untuk mengetahui 1) Bentuk pemanfaatan instagram sebagi media sosial eduatif dalam pembelajaran IPS di UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar, 2) Dampak penggunaan instagram terhadap pembelajaran IPS, 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penggunaan instagram sebagai media edukatif dalam pembelajaran IPS di UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh penggunaan media sosial dikalangan siswa namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentsi terhadap guru dan siswa sebagai informan, informan terdiri dari 3 guru dan 6 orang siswa perwakilan dari kelas VII-IX.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). Bentuk pemanfaatan instagram sebagai media sosial edukatif dalam pembelajaran IPS UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar dimanfaatkan sebagai tempat pengumpulan tugas dan sebagai salah satu strategi guru dalam pembelajaran. 2). Dampak penggunaan instagram terhadap pembelajaran IPS berdampak positif karna minat siswa serta respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan instagram sangat diterima siswa dalam pembelajaran. 3). Faktor pendukung pemanfaatan media ini antara lain (a) kemudahan akses, (b) variasi fitur yang menarik dan (c) fleksibilitas waktu belajar. Adapun faktor penghambat meliputi (a) jaringan internet yang tidak stabil (b) keterbatasan perangkatan siswa, dan (c) penggunaan akun yang bukan nama asli siswa yang menyulitkan identifikasi. Dengan demikian pemanfaatan instagram sebagai media sosial edukatif dalam pembelajaran IPS UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar efektif dalam mendukung proses pembelajaran IPS karna dapat meningkatkan minat siswa serta partisipasi aktif siswa.This study aims to determine: (1) the forms of Instagram utilization as an educational social media platform in Social Studies learning at UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar; (2) the impact of Instagram use on Social Studies learning; and (3) the supporting and inhibiting factors in the use of Instagram as an educational medium in Social Studies learning at UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar. The background of this study is based on the widespread use of social media among students, which has not yet been optimally utilized as a learning medium. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation involving teachers and students as informants. The informants consisted of three teachers and six students representing grades VII to IX. The results of this study indicate that: (1) Instagram is utilized as an educational social media platform in Social Studies learning at UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar primarily as a medium for assignment submission and as one of the teachers’ instructional strategies; (2) the use of Instagram has a positive impact on Social Studies learning, as students’ learning interest and responses toward learning activities using Instagram are highly positive; and (3) the supporting factors include (a) ease of access, (b) a variety of engaging features, and (c) flexibility of learning time. Meanwhile, the inhibiting factors include (a) unstable internet connections, (b) limited student devices, and (c) the use of Instagram accounts that do not use students’ real names, which makes student identification difficult. Therefore, the utilization of Instagram as an educational social media platform in Social Studies learning at UPT SPF SMP Negeri 20 Makassar is effective in supporting the learning process by increasing students’ learning interest and active participation.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER SOSIAL SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Sulastri, Sarah; Iskandar, Abdul Malik; Amir, Arfenti; Jalal, Jalal
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82822

Abstract

Abstract. Character education constitutes a crucial foundation for shaping students’ personalities so that they can live ethically and responsibly within society. In this context, the role of teachers is not limited to formal classroom instruction but also involves facilitating the reinforcement of character values through non-formal activities such as extracurricular programs. This study is urgent given the increasing demand for character education amid the social complexity and developmental dynamics of elementary school students. However, efforts to integrate character education into extracurricular activities are often not implemented systematically and structurally by some educators. This research employed a qualitative approach using a case study method at SDN 14 Allu, Bantaeng District. The main informants were extracurricular instructors, sixth-grade students, and the school principal. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings indicate that teachers play a significant role in shaping students’ social character through close and non-hierarchical interactions, the use of social moments as opportunities for value learning, and the provision of spaces for reflection and expression. Nevertheless, several obstacles were identified, including limited time and facilities, teachers’ methodological understanding, and minimal parental support. Overall, extracurricular activities were found to enhance students’ cooperation, self-confidence, tolerance, discipline, and social awareness when facilitated through appropriate and reflective approaches.Abstrak.  Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk kepribadian siswa agar mampu hidup bermasyarakat secara etis dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, peran guru tidak hanya terbatas pada pengajaran formal di kelas, tetapi juga harus mampu memfasilitasi penguatan nilai-nilai karakter melalui kegiatan non-formal seperti ekstrakurikuler. Penelitian ini menjadi urgen mengingat semakin tingginya kebutuhan akan pendidikan karakter di tengah kompleksitas sosial dan dinamika perkembangan siswa sekolah dasar. Namun, upaya integrasi pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler seringkali belum dilakukan secara sistematis dan terstruktur oleh sebagian pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SDN 14 Allu, Kecamatan Bantaeng. Informan utama dalam penelitian ini adalah guru pembina ekstrakurikuler, siswa kelas VI, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran signifikan dalam membentuk karakter sosial siswa melalui pendekatan interaksi akrab dan non-hierarkis, penggunaan momen sosial sebagai pembelajaran nilai, serta pemberian ruang refleksi dan ekspresi. Meskipun demikian, ditemukan beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu, sarana, pemahaman metodologis guru, serta minimnya dukungan orang tua. Secara keseluruhan, kegiatan ekstrakurikuler terbukti mampu meningkatkan kerja sama, kepercayaan diri, toleransi, disiplin, dan kepedulian sosial siswa ketika difasilitasi dengan pendekatan yang tepat dan reflektif.
MENELUSURI DAMPAK KOMODIFIKASI PENDIDIKAN TINGGGI PADA AKSEBILITAS DAN BIAYA PAUD Maulidhya, Ulfah; Nabilah, Zuhroh; Sonia, Gina
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82122

Abstract

Peningkatan biaya pendidikan tinggi di Indonesia telah mendorong perubahan mendasar dalam orientasi pendidikan, dari layanan publik menuju mekanisme berbasis pasar. Fenomena komodifikasi ini tidak hanya berdampak pada akses mahasiswa terhadap perguruan tinggi, tetapi juga menimbulkan implikasi berantai hingga jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Melalui kajian literatur terhadap jurnal ilmiah, laporan pemerintah, serta dokumen kebijakan, penelitian ini menelusuri bagaimana komersialisasi pendidikan tinggi memengaruhi persepsi dan perilaku orang tua dalam memilih layanan PAUD. Hasil analisis menunjukkan bahwa orientasi biaya di perguruan tinggi membangun tekanan ekonomi yang mendorong orang tua berinvestasi lebih awal melalui PAUD premium, les tambahan, dan fasilitas edukatif berbiaya tinggi. Tren ini menyebabkan biaya PAUD meningkat dan memperluas kesenjangan akses pendidikan antar keluarga mampu dan tidak mampu. Temuan tersebut menegaskan bahwa komodifikasi pendidikan bersifat sistemik dan berdampak meluas terhadap struktur sosial, terutama dalam pembentukan kesenjangan sejak usia dini.The rising cost of higher education in Indonesia has shifted the orientation of education from a public service to a market-driven system. This commodification not only restricts access to higher education but also generates indirect consequences for the early childhood education sector. Through a comprehensive literature review of scholarly articles, government reports, and policy documents, this study examines how the commercialization of higher education shapes parental perceptions and choices regarding Early Childhood Education (ECE). The analysis reveals that increasing tuition fees at the tertiary level encourage parents to invest earlier in their children’s education by enrolling them in premium ECE institutions, supplementary courses, and high-cost developmental programs. This trend contributes to rising ECE expenses and widens disparities in educational access between families of different socioeconomic backgrounds. The findings demonstrate that the commodification of education operates as a systemic process that reinforces social inequality beginning from early childhood.
POLA KEJAHATAN CYBEREXTORTION MELALUI REKAYASA KONTEN PORNOGRAFI BERBASIS GROK AI PLATFORM X Rusdi, Puspita; Sari, Erlika; Satrul, Haerul Saleh
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82863

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan generatif telah melahirkan bentuk baru kejahatan siber, khususnya cyber extortion melalui rekayasa konten pornografi berbasis AI. Pemanfaatan Grok AI di platform X menunjukkan bagaimana teknologi generatif dapat disalahgunakan untuk menghasilkan konten pornografi non konsensual yang kemudian digunakan sebagai instrumen pemerasan. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi pola kejahatan cyber extortion berbasi Grok AI serta faktor – faktor yang memfasilitasi pola terjadinya kejahatan tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode hukum normatif, hasil penelitiaan menjukkan pola kejahtan ini telah diantisipasi melalui pasal 407 UU no.1 tahun 2023 (pornografi manipulatif) dan pasal 27B UU No. 1 Tahun 2024 (pemerasan digitlal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan akses AI generatif, tingginya eksposur data visual pengguna, dan keterbatasan pengawasan platform membentuk pola kejahatan yang sistematis dan berulang, sehingga menutut respon regulatif dan tata kelola digital yang lebih adaptif.The development of generative artificial intelligence has given rise to new forms of cybercrime, particularly cyber extortion through AI-based pornographic content manipulation. The use of Grok AI on the X platform illustrates how generative technologies can be misused to produce non-consensual pornographic content, which is subsequently employed as an instrument of extortion. This study aims to identify patterns of cyber extortion crimes based on Grok AI as well as the factors that facilitate the occurrence of such crimes. The research adopts a normative legal research method. The findings indicate that this pattern of crime has been anticipated under Article 407 of Law No. 1 of 2023 concerning manipulative pornography and Article 27B of Law No. 1 of 2024 concerning digital extortion. Furthermore, the results show that the ease of access to generative AI, the high exposure of users’ visual data, and the limitations of platform oversight contribute to the formation of systematic and recurring crime patterns, thereby necessitating more adaptive regulatory responses and digital governance frameworks.
PENGARUH PENGGUNAAN CHATGPT TERHADAP KETERAMPILAN 4C MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS PATOMPO Harti Oktarina; Ninah Wahyuni Amalia; Nova Dwi Pratiwi Sulastri S
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i2.87989

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan ChatGPT terhadap keterampilan 4C mahasiswa FKIP Universitas Patompo yang meliputi critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 215 mahasiswa dan sampel sebanyak 140 mahasiswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Instrumen penelitian berupa angket skala empat pilihan yang terdiri atas 25 butir pernyataan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil deskriptif menunjukkan rata-rata penggunaan ChatGPT sebesar 30,90 atau 77,25% dari skor maksimum, sehingga berada pada kategori tinggi. Rata-rata keterampilan 4C sebesar 43,80 atau 73,00% dari skor maksimum, sehingga berada pada kategori cukup tinggi. Hasil regresi menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT tidak berpengaruh signifikan terhadap critical thinking (Sig. = 0,598), creativity (Sig. = 0,127), dan communication (Sig. = 0,097). Namun, penggunaan ChatGPT berpengaruh positif dan signifikan terhadap collaboration (Sig. = 0,042). Temuan ini menunjukkan bahwa ChatGPT lebih tampak berperan sebagai alat bantu diskusi dan berbagi informasi, tetapi belum secara langsung meningkatkan seluruh dimensi 4C mahasiswa.This study aimed to analyze the effect of ChatGPT use on the 4C skills of students at the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), Universitas Patompo, which include critical thinking, creativity, collaboration, and communication. This research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of 215 students, while the sample comprised 140 students determined using the Slovin formula with a 5% margin of error. The research instrument was a four-point Likert-scale questionnaire consisting of 25 statement items. The data were analyzed using descriptive statistics and simple linear regression. The descriptive analysis showed that the mean score of ChatGPT use was 30.90, equivalent to 77.25% of the maximum score, indicating a high category. Meanwhile, the mean score of 4C skills was 43.80, equivalent to 73.00% of the maximum score, indicating a moderately high category. The regression results revealed that ChatGPT use had no significant effect on critical thinking (Sig. = 0.598), creativity (Sig. = 0.127), and communication (Sig. = 0.097). However, ChatGPT use had a positive and significant effect on collaboration (Sig. = 0.042). These findings indicate that ChatGPT tends to function more as a tool for discussion and information sharing, but it has not directly improved all dimensions of students’ 4C skills.
PENGARUH E-COMMERCE SHOPEE TERHADAP PERILAKU KONSUMEN Eka Adnan Agung; Sitti Marlina; Imran Ali
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i2.89006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis. pengaruh E-commerce Shopee terhadap Perilaku Konsumen pada Siswa SMA Nurul As’adiyah Lassa-lassa Yang terletak di Desa Lassa-lassa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kuisioner, dokumentasi, dan studi pustaka. Populasi berjumlah 62 orang dengan teknik pengambilan sample menggunakan sampling jenuh. Hasil data tersebut telah diuji dengan uji instrumen berupa uji validitas dan realibiitas, dan uji asumsi klasik. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier menggunakan Aplikasi SPSS. Hasil penelitian ditemukan bahwa e–commerce Shopee berpengaruh terhadap perilaku konsumen siswa SMA Nurul As’adiyah Lassa-lassa.This research aims to test and analyze. The influence of Shopee E-commerce on Consumer Behavior among Nurul As'adiyah Lassa-lassa High School Students which is located in Lassa-lassa Village, Bontolempangan District, Gowa Regency. Data collection uses observation techniques, questionnaires, documentation and literature study. The population was 62 people with a sampling technique using saturated sampling. The data results have been tested using instrument tests in the form of validity and reliability tests, and classical assumption tests. The data analysis method uses descriptive analysis and linear regression analysis using the SPSS application. The research results found that Shopee e-commerce had an influence on the consumer behavior of Nurul As'adiyah Lassa-lassa High School students.
MODAL MANUSIA DAN HASIL PASAR TENAGA KERJA DI INDONESIA: ANALISIS BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN Nurliana Nurliana; Maghfirah Sari Azis
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i2.88086

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan tingkat pendidikan sebagai proksi modal manusia dengan hasil pasar tenaga kerja di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif dengan data sekunder dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan dengan membandingkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), status pekerjaan, dinamika pengangguran, serta perbedaan menurut jenis kelamin pada setiap jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan yang lebih tinggi cenderung berkaitan dengan peningkatan partisipasi angkatan kerja dan pergeseran status pekerjaan menuju buruh/karyawan/pegawai. Namun, hubungan pendidikan dengan pengangguran tidak bersifat linear. TPT tertinggi terdapat pada lulusan SMK, sementara jumlah pengangguran kelompok SMK dan pendidikan tinggi menunjukkan kecenderungan meningkat selama 2022–2025. Kesenjangan partisipasi antara laki-laki dan perempuan masih ditemukan pada seluruh jenjang pendidikan, meskipun cenderung mengecil pada pendidikan tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan modal manusia perlu disertai dengan penguatan relevansi kompetensi, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan transisi dari pendidikan menuju dunia kerja.This study aims to analyze the relationship between educational attainment as a proxy for human capital and labor market outcomes in Indonesia. The study employs a quantitative descriptive-comparative approach using secondary data from the August 2025 National Labor Force Survey (Sakernas) published by Statistics Indonesia. The analysis compares the Labor Force Participation Rate (LFPR), Open Unemployment Rate (OUR), employment status, unemployment dynamics, and gender differences across educational levels. The results show that higher educational attainment tends to be associated with greater labor force participation and a shift in employment status toward employees and wage workers. However, the relationship between education and unemployment is not linear. Vocational high school graduates recorded the highest unemployment rate, while the number of unemployed individuals among vocational and higher education graduates showed an increasing trend during 2022–2025. Gender gaps in labor force participation persist across all educational levels, although they tend to narrow at higher levels of education. These findings suggest that human capital development through education should be accompanied by stronger competency relevance, expanded employment opportunities, and improved school-to-work transition mechanisms.
TRANSFORMASI RUANG DALAM PEMBANGUNAN KOLABORASI PEMERINTAH DAN SWASTA TERHADAP PENGEMBANGAN RUMAH SUBSIDI DI KECAMATAN MARUSU KABUPATEN MAROS Adi Sumandiyar; Arda Arda; Hasruddin Nur
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i2.75865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi ruang dalam pembangunan melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan rumah subsidi di Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji proses perubahan pemanfaatan ruang, peran para aktor, serta bentuk kolaborasi dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan rumah subsidi di Kecamatan Marusu telah mendorong transformasi ruang melalui perubahan fungsi lahan dan perkembangan kawasan permukiman yang semakin terintegrasi dengan aktivitas ekonomi dan infrastruktur wilayah. Dalam proses tersebut, pemerintah berperan dalam menyediakan regulasi, kebijakan, perizinan, serta dukungan subsidi dan infrastruktur, sedangkan pihak swasta berperan dalam penyediaan lahan, pembangunan perumahan, dan pengembangan infrastruktur pendukung. Masyarakat berfungsi sebagai penerima manfaat sekaligus memiliki peran dalam mengawasi kualitas dan keberlanjutan pembangunan. Kolaborasi antara pemerintah dan swasta menunjukkan bahwa transformasi ruang tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisik wilayah, tetapi juga mencerminkan proses sosial, ekonomi, dan kelembagaan dalam pengembangan kawasan permukiman. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan agar pembangunan rumah subsidi dapat berlangsung secara berkelanjutan, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta tata ruang wilayah.This study aims to analyze spatial transformation resulting from public-private collaboration in the development of subsidized housing in Marusu District, Maros Regency. A qualitative approach was employed to examine the process of changing land use, the roles of various actors, and the nature of the collaboration involved in providing housing for low-income communities. The findings indicate that subsidized housing development in Marusu District has driven spatial transformation through changes in land use and the evolution of the area into a zone increasingly integrated with regional economic activities and infrastructure. In this process, the government is responsible for providing regulations, policies, and permits, as well as subsidy and infrastructure support, while the private sector handles land provision, housing construction, and the development of supporting infrastructure. The community acts as beneficiaries and plays a role in monitoring the quality and sustainability of the development. The public-private collaboration demonstrates that spatial transformation involves not only physical changes to the area but also reflects social, economic, and institutional processes within the development. Therefore, strengthened coordination among stakeholders is essential to ensure that subsidized housing development proceeds in a manner that is sustainable, inclusive, and aligned with both community needs and regional spatial planning.
ACADEMIC PERSONAL BRANDING SEBAGAI MODAL KESIAPAN KARIER MAHASISWA: STUDI PADA MAHASISWA SEMESTER 6 MENJELANG PENYUSUNAN SKRIPSI Irham Maulana Yunus; Khaedarsyah Khaedarsyah
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i2.88414

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis Academic Personal Branding sebagai prediktor kesiapan karier mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Ekonomi menjelang penyusunan skripsi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory correlational. Populasi penelitian berjumlah 47 mahasiswa dan seluruh anggota populasi dijadikan sampel melalui sampling jenuh. Academic Personal Branding dan kesiapan karier masing-masing diukur menggunakan 15 butir pernyataan dengan skala Likert lima tingkat. Analisis data meliputi uji kualitas instrumen, statistik deskriptif, pengujian asumsi, korelasi, dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan bahwa instrumen Academic Personal Branding memiliki Cronbach's alpha sebesar 0,897 dan instrumen kesiapan karier sebesar 0,916. Seluruh butir memiliki corrected item-total correlation di atas 0,30. Rata-rata skor Academic Personal Branding adalah 56,40 (SD = 7,86), sedangkan kesiapan karier 55,91 (SD = 8,05). Academic Personal Branding berkorelasi positif dengan kesiapan karier (r = 0,699; p < 0,001). Model regresi signifikan, F(1,45) = 43,003; p < 0,001, dengan R² = 0,489. Koefisien regresi menunjukkan bahwa Academic Personal Branding secara positif memprediksi kesiapan karier (B = 0,717; β = 0,699; t = 6,558; p < 0,001). Temuan menunjukkan bahwa pembentukan identitas akademik-profesional, portofolio, komunikasi kompetensi, konsistensi, serta jejaring merupakan aspek yang relevan dalam mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi transisi menuju dunia kerja. Perguruan tinggi perlu mengintegrasikan pengembangan Academic Personal Branding dalam pendampingan akademik, persiapan skripsi, dan layanan pengembangan karier.This study examines Academic Personal Branding as a predictor of career readiness among sixth-semester Economics Education students approaching undergraduate thesis preparation. A quantitative explanatory correlational design was employed. The population consisted of 47 students, all of whom were included through saturated sampling. Academic Personal Branding and career readiness were each measured using 15 five-point Likert items. Data analysis included instrument quality testing, descriptive statistics, assumption testing, correlation, and simple linear regression. The Academic Personal Branding scale showed a Cronbach's alpha of .897, while the career readiness scale showed .916; all items had corrected item-total correlations above .30. The mean Academic Personal Branding score was 56.40 (SD = 7.86), and the mean career readiness score was 55.91 (SD = 8.05). Academic Personal Branding was positively correlated with career readiness (r = .699, p < .001). The regression model was significant, F(1,45) = 43.003, p < .001, explaining 48.9% of the variance in career readiness (R² = .489). Academic Personal Branding significantly and positively predicted career readiness (B = .717, β = .699, t = 6.558, p < .001). The findings indicate that academic-professional identity, portfolio development, competency communication, consistency, and networking are relevant to students' readiness for the transition to work. Higher education institutions should integrate Academic Personal Branding development into academic advising, thesis preparation, and career development services.