cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,305 Documents
Makna Kalimatun Sawa terhadap Relevansi Wacana Inklusivisme Agama dan Realitas Peradaban Manusia, Butir Pemikiran Nurcholish Madjid Supawi, Muhammad; Arifinsyah, Arifinsyah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2246

Abstract

Dalam tema besar agama dan pluralitas kehidupan manusia, Inklusivisme agama merupakan hal yang harus menjadi fokus kajian serius. Nurcholish Madjid adalah tokoh yang serius dalam menkaji diskursus ini. Dalam era 60-70 an berbagai kontroversial beliau hadapi dalam mempertahankan argumentasinya. Pertanyaan yang paling mendasar adalah bahwa, apa yang terjadi dengannya, mengapa gagasan dan pemikirannya tidak disetujui oleh banyak kalangan saat itu?. Dalam konteks ini kita dapat menganalisis jawabannya. Hal tersebut disebabkan sebagian masyarakat tidak memahami dengan baik ide, konsep dan gagasan beliau. Untuk itulah diperlukan kajian hermeneutika dalam memahami teks, bukan saja kitab suci, memahami pikiran para penafsir kitab suci juga dapat dilakukan melalui pendekatan ini. Makalah ini membahas ide dan gagasan faham Inklusivisme Agama melalui pendekatan Hermeneutik kritis-komunikatif Jurgen Hubermas, kita akan mengetahui ide dan gagasan Inklusivisme agama melalui pendekatan in.
Perencanaan Peserta Didik Berbasis Nilai-nilai Islam Iqbal, Muhammad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2247

Abstract

Konsep perencanaan peserta didik adalah suatu proses yang sistematis dan terencana untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam Islam, perencanaan peserta didik memiliki kaitan yang erat dengan nilai-nilai Islam. Hal ini karena tujuan pendidikan Islam adalah untuk membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah. Akhlakul karimah merupakan kumpulan nilai-nilai luhur yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa Al-Qur'an memberikan arahan yang jelas terkait manajemen sumber daya manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, di mana tujuan utamanya adalah menggambarkan fenomena atau realitas yang ada tanpa menguji hipotesis atau membuat generalisasi. Fokus penelitian ini bukanlah untuk menguji suatu asumsi, melainkan hanya memberikan gambaran menyeluruh tentang suatu fenomena. Pengumpulan data dilakukan melalui referensi buku, jurnal, internet, dan sumber bacaan lain yang relevan dengan tema yang dibahas.
Meningkatkan Kemampuan Mengeluarkan Pendapat Melalui Model Pembelajaran Brainstorming pada Mata Pelajaran PPKn Kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara Ajunu, Indriyani; Ngiu, Zulaecha; Wantu, Asmun W
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2248

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang meningkatkan kemampuan mengeluarkan pendapat melalui model pembelajaran brainstorming pada mata pelajaran PPKn kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara. Dalam penelitian ini peneliti menggukan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari 4 tahapan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses belajar dan dapat berpikir kritis agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien, data yang didapatkan melalui tahap observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. agar data yang didapatkan sesuai dengan data lapangan serta demi untuk memperkuat data yang dapatkan. Adapun hasil penelitian menujukan bahwa kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus I mengalami peningkatan dari siswa yang aktif 4 orang dari 27 siswa dengan hasil persentase 15%, cukup aktif 12 orang 44% dan kurang aktif 11 orang 41%. Sementara pada pertemuan 2 siklus 1 siswa yang aktif 11 orang 41%, cukup aktif 9 orang 33% dan kurang aktif 7 26%. Pada siklus II siswa yang aktif 18 orang 67%, siswa yang cukup aktif 7 orang 26% dan kurang aktif 2 orang 7% sedangkan pada pertemuan 2 siswa yang aktif 23 orang 85% dan cukup aktif 4 orang 15%. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran brainstorming dapat meningkatkan kemampuan mengeluarkan pendapat pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara.
Supervisi Manajerial Kepala Madrasah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Mesuji Widiyanto, Eko; Fauzan, Ahmad; Ayu, Sovia Mas
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui supervise manajerial yang dilakukan oleh Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Mesuji yang berada di kabupaten Mesuji. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini adalah 1) Perencanaan Supervisi Manajerial Kepala Madrasah yaitu pertama menetapkan Tujuan dan Standar supervise manajerial yang akan dilakukan, kedua melakukan Identifikasi Kebutuhan dalam melaksanakan supervise manajerial, ketiga, menyusun program supervise. 2) Koordinasi dalam rencana program supervisi manajerial yaitu pertama, sosialisasi Pemahaman Visi dan Misi madrasah, kedua Penyusunan Rencana Strategis secara bersama, membangun Komunikasi yang Efektif dengan seluruh tenaga kependidikan.3)Pelaksanaan Supervisi manajerial yaitu: pertama, menyampaikan Waktu pelaksanaan kepada tenaga kependidikan sesuai dengan program yang telah dibuat, kedua berkoordinasi dan komunikasi dengan tim supervise, ketiga, melaksanakan kegiatan Supervisi. 4) Melakukan Penilaian yaitu: pertama Penentuan Tujuan evaluasi/penilaian, kedua melakukan pengumpulan data, ketiga melakukan analisis data, keempat melakukan interpretasi hasil penilaian, kelima, membuat rekomendasi dan keenam mengkomunikasikan hasil supervise manajerial. 5) Pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) kependidikan, yaitu pertama, Pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM), kedua mengadakan pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), ketiga melakukan evaluasi kinerja Sumber Daya Manusia (SDM), keempat melakukan motivasi dan penghargaan, kelima peningkatan kesejahteraan dan keenam, menciptakan budaya organisasi yang positif serta ke tujuh pengembangan dan pengelolaan karier.
Eksklusi Sosial dalam Dunia Pendidikan di Indonesia: Studi Kasus: Kesenjangan Digital dalam Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Pasondi, Meika
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2250

Abstract

Sejak COVID-19 menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia, pemerintah bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui internet. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko penyebaran virus Corona, terutama pada anak-anak. Kegiatan PJJ sudah diberlakukan sejak bulan April 2020 sampai saat ini. Dilansir dari laman covid19.go.id, terdapat beberapa daerah yang masih berada di zona merah, yaitu memiliki resiko tinggi terhadap penularan COVID-19. Daerah lain didominasi dengan warna oranye, menunjukkan resiko penularan virus Corona dalam tingkat sedang. Sedangkan zona kuning menandakan tingkat resiko rendah, dan zona hijau artinya tidak ada kasus. Khusus bagi zona kuning dan hijau, pemerintah kembali memperbolehkan pembelajaran tatap muka. Lain halnya dengan daerah yang masih memiliki resiko penyebaran dalam tingkat sedang hingga tinggi, keduanya harus mematuhi aturan untuk tetap belajar secara daring. Pembelajaran Jarak Jauh tentunya tidak serta merta berjalan mulus. Ada banyak hambatan yang terjadi dalam pelaksanaannya. Baik guru maupun peserta didik harus beradaptasi dengan model belajar darurat seperti ini. Pemerintah melakukan penyesuaian keputusan bersama Empat Menteri terkait pelaksanaan pembelajaran di zona selain merah dan oranye, yakni di zona kuning dan hijau, untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Prioritas utama pemerintah adalah untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi COVID-19. Kondisi Pandemi COVID-19 tidak memungkinkan kegiatan belajar mengajar berlangsung secara normal. Terdapat ratusan ribu sekolah ditutup untuk mencegah penyebaran, sekitar 68 juta peserta didik melakukan kegiatan belajar dari rumah, dan sekitar empat juta guru melakukan kegiatan mengajar jarak jauh. Beberapa kendala yang timbul dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diantaranya kesulitan guru dalam mengelola PJJ dan masih terfokus dalam penuntasan kurikulum. Sementara itu, tidak semua orang tua mampu mendampingi anak-anak belajar di rumah dengan optimal karena harus bekerja ataupun kemampuan sebagai pendamping belajar anak. Para peserta didik juga mengalami kesulitan berkonsentrasi belajar dari rumah serta meningkatnya rasa jenuh yang berpotensi menimbulkan gangguan pada kesehatan jiwa. Untuk mengantisipasi kendala tersebut, Pemerintah mengeluarkan penyesuaian zonasi untuk pembelajaran tatap muka. Dalam perubahan SKB Empat Menteri ini, izin pembelajaran tatap muka diperluas ke zona kuning, dari sebelumnya hanya di zona hijau. Prosedur pengambilan keputusan pembelajaran tatap muka tetap dilakukan secara bertingkat seperti pada SKB sebelumnya. Pemda/kantor/kanwil Kemenag dan sekolah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apakah daerah atau sekolahnya dapat mulai melakukan pembelajaran tatap muka. Penentuan zonasi daerah sendiri tetap mengacu pada pemetaan risiko daerah yang dilakukan oleh satuan tugas penanganan COVID-19 nasional, yang dapat diakses pada laman https://covid19.go.id/peta-risiko. Berdasarkan pemetaan tersebut, zonasi daerah dilakukan pada tingkat kabupaten/kota. Terkecuali untuk pulau-pulau kecil, zonasinya menggunakan pemetaan risiko daerah yang dilakukan oleh satgas penanganan COVID-19 setempat.
PELUANG DAN TANTANGAN PENDIDIKAN PESANTREN DI ERA DIGITAL (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Islah Bungah Gresik) Muid, Abdul; Arifin, Bustanul; Karim, Amrulloh
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2254

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan dampak yang signifikan dalam kehidupan masyarakat modern. Teknologi informasi dan komunikasi mencakup berbagai perangkat keras (seperti komputer, smartphone, jaringan komunikasi) dan perangkat lunak (aplikasi, sistem operasi, platform online) yang digunakan untuk mengakses, memproses, dan menyebarkan informasi. Digitalisasi pesantren dalam era Industri 4.0 dan era Society 5.0 menawarkan peluang besar serta tantangan bagi pesantren di Indonesia. Pelatihan di pondok pesantren memainkan peran penting dalam mempertahankan nilai-nilai tradisional, agama, adat istiadat, dan kehidupan sosial yang berakar dalam masyarakat. Salah satu peluang yang ditawarkan oleh digitalisasi adalah akses yang lebih luas terhadap informasi dan pengetahuan. Namun, tantangan juga muncul seiring dengan digitalisasi pesantren. Salah satunya adalah memastikan bahwa nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal tetap terjaga dalam transformasi digital. Dalam menghadapi peluang dan tantangan digitalisasi, penting bagi pesantren untuk mengembangkan strategi yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya digitalisasi pendidikan di Pondok Pesantren Al Ishlah Bungah Gresik, Jawa Timur dalam era Industri 4.0 dan Society 5.0. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis dan termasuk dalam penelitian lapangan (field research). Pondok Pesantren Al Ishlah Bungah Gresik telah melakukan beberapa upaya dalam bidang digitalisasi untuk menghadapi era Industri 4.0 dan Society 5.0. Salah satu upaya tersebut adalah melatih santri dalam literasi digital melalui penyediaan lab komputer dengan akses internet. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh Pondok Pesantren Al Ishlah dalam mengimplementasikan digitalisasi. Salah satunya adalah kurangnya tim operator yang berdedikasi dan memiliki kemampuan teknis yang baik dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan pekerjaan, dan evaluasi terkait situs web pesantren dan media sosial. Untuk mengatasi tantangan ini, Pondok Pesantren Al Ishlah Bungah Gresik dapat mempertimbangkan pelatihan dan pengembangan tim yang bertanggung jawab atas manajemen teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, penting untuk merencanakan anggaran dan sumber daya yang memadai untuk pemeliharaan sistem agar dapat berjalan secara optimal.
Pembelajaran Berbasis TPACK untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi dan Hasil Belajar Peserta Didik Zuhdi, Sayfudin; Hidayati, Astuti; Agustian, Linda; Saputri, Pratiwi; Asyraf, M.; Azaria, Tio Tanra; Rosmawati, Eka; Nugraha, Ugi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2258

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan hasil belajar dan peningkatan pemahaman berhitung siswa melalui pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan berbasis TPACK di sekolah. Sejalan dengan pandangan dunia modern pembelajaran abad 21, yang mengharuskan pengajar mampu menampilkan pembelajaran yang dapat mendorong pergerakan siswa di dalam kelas pada saat persiapan pembelajaran. Strategi yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah strategi pertimbangan penulisan atau audit penulisan. Hasil dari renungan penulisan ini dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan pemahaman berhitung dan peningkatan hasil belajar anggota.
Efektivitas Evaluasi Pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Terpadu Nurul ‘ilmi Jambi Hidayati, Astuti; Zuhdi, Sayfudin; Nazurti, Nazurti; Indryani, Indryani; Sastrawati, Eka
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2263

Abstract

Penilaian merupakan suatu komponen pembelajaran yang sangat penting dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, karena penilaian dapat mengontrol pelaksanaan pembelajaran dengan baik. Penilaian tersebut harus dilaksanakan berdasarkan metode penilaian yang ketat, dan berdasarkan standarnya, khususnya standar komprehensif, progresif, obyektif, substansial, edukatif, terbuka dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan pembelajaran di lembaga pendidikan. Sesuai dengan pertanyaan yang terjadi, latihan penilaian atau Evaluasi di SDIT NURUL 'ILMI JAMBI dilaksanakan dengan menggunakan metode yang ketat, sesuai dengan standar tersebut dengan bentuk penilaian yang berbeda-beda, baik dari segi persiapan maupun penyelidikan. Dengan cara ini, penilaian yang dilakukan benar-benar memberikan informasi akurat yang dapat menggambarkan kemajuan siswa sebagaimana adanya, sehingga juga memberikan masukan untuk melakukan perubahan dan memutuskan pendekatan kemajuan yang tepat untuk tahap berikut nya . Selanjutnya dampak positifnya dapat menjadikan sekolah mampu bersaing dalam dunia pendidikan, mewujudkan pendidikan bermutu dengan akreditasi dan berlisensi A, serta menjadi lembaga pendidikan yang banyak peminatnya.
Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Teknologi Muid, Abdul; Fauziyah, Siti; Arif, Khofiyul; Ilmiyah, Hafiah Hafidhotul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.2264

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas tentang Manajemen Pendidikan Islam berbasis teknologi. Manajemen Pendidikan Islam yang efektif dan efisien sangat penting dalam memajukan pendidikan Islam. Pada era digital saat ini, teknologi telah memainkan peran yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Penggunaan teknologi dalam manajemen pendidikan Islam dapat memberikan banyak sekali manfaat dan kemudahan pada mengelola proses pembelajaran serta administrasi. Artikel ini akan membahas kerangka teori dan komponen-komponen yang terkait menggunakan manajemen pendidikan Islam berbasis teknologi.Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Manajemen pendidikan Islam berbasis teknologi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran, pengembangan aplikasi edukasi Islami, integrasi teknologi dalam kurikulum, manajemen administrasi berbasis teknologi, dan penerapan pembelajaran jarak jauh, pendidikan Islam dapat menjadi lebih efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan siswa pada era digital.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTEGRASI MATEMATIKA DAN AL-QURAN UNTUK SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH KELAS IV Khoir, Misbahur
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.2267

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang sulit bagi sebagian besar siswa khususnya tingkat sekolah dasar, akan tetapi kurikulum pendidikan kita tidak bisa terlepas dari mata pelajaran matematika, selain itu dalam pelaksanaannya pendidikan umum seperti matematika masih belum terintegrasi dengan pendidikan agama. Oleh karena itu, dengan adanya bahan ajar matematika berbasis al-Quran membantu siswa memahami konsep materi dan menanamkan nilai islami yang ada di dalam al-Quran melalui matematika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D), dengan desain pengembangan bahan ajar ADDIE. Subyek penilaian produk untuk kelayakan bahan ajar terbatas pada 6 ahli. Hasil dari penelitian dan pengembangan bahan ajar matematika berbasis al-Quran memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli matematika mencapai tingkat kevalidan 90%, ahli pendidikan matematikamencapai 82%, ahli al-Quran mencapai 91%, ahli desain dan media mencapai 92%, ahli bahasa mencapai 94%, dan ahli praktisi mencapai 94%. Hasil uji kemenarikan dari MI Salafiyah Syafi’iyah mencapai 95,5%, sedangkan untuk MI Amiruddin mencapai 95%. Hasil uji efektivitas didapatkan hasil rata-rata 85,68 dari MI Salafiyah Syafi’iyah dan 78,12 dari MI Amiruddin, sedangkan hasil perhitungan uji-t dari pre-test dan post-test mendapatkan hasil sign. 0.000 untuk MI Salafiyah Syafi’iyah dan 0.000 untuk MI Amiruddin. Sehingga dapat ditarik kesimpulan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar matematika berbasis al-Quran terhadap hasil belajar siswa.

Page 100 of 131 | Total Record : 1305