cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,305 Documents
Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal (Melestarikan Budaya Tari Daerah sebagai Warisan Budaya Bangsa) Armansyah, Armansyah; Ramadhan, Wahyu; OK, Azizah Hanum
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i2.2721

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa lebih mendalam mengenai pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal, khususnya dalam penelilian ini adalah tari daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Data yang dipergunakan dalam kajian ini menggunakan berbagai jurnal dan buku yang sesuai dengan topik yang dikaji. Hasil studi menyatakan bahwa kearifan (budaya) lokal dapat menjadi salah satu sumber pembelajaran multikultural terbaik bagi peserta didik. Warisan budaya lokal yang dijadikan sebagi sumber pembelajaran tersebut tidak hanya menjadi media untuk mencapai tujuan pendidikan multikultural, tetapi juga sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan warisan budaya agar tidak tergerus oleh jaman. Bahkan lebih jauh lagi, kearifan lokal dalam penerapannya mampu menjadi sarana dalam meningkatkan pemahaman moderasi beragama bagi siswa. Salah satu contoh dari penerapan kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran multikultural dan upaya dalam meningkatkan pemahaman moderasi beragama bagi siswa adalah Tari Gandrung Banyuwangi. Upaya pemerintah Banyuwangi dalam melestarikan Tari Gandrung patut untuk dicontoh oleh pemerintah daerah lainnya. Hal ini tidak hanya sesuai dengan pengaplikasian kurikulum yang berlaku saat ini, tetapi juga menjadi sarana pengembangan diri dan pelestarian warisan budaya bangsa.
Kreativitas Guru dalam Memanfaatkan Barang Bekas sebagai Media Pembelajaran Kelas V Mata Pelajaran IPA di MI Fityatul Ulum Pelepok Tahun Pelajaran 2023/2024 Rahman, Samsul Hadi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2722

Abstract

Kurangnya media pembelajaran yang mendorong guru memanfaatkan barang bekas untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa kelas V. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas guru dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran siswa kelas V mata pelajaran IPA di MI Fityatul Ulum Pelepok tahun pelajaran 2023/2024 dan menganalisis hambatan guru dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran siswa kelas V di MI Fityatul Ulum Pelepok tahun pelajaran 2023/2024. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus yang bertujuan untuk menggambarkan secara objektif keadaan ditempat penelitian dengan sumber data penelitiannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data (data display), penyajian data, (data conclusion), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) kreativitas guru kelas V dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran IPA adalah: memilih jenis media pembelajaran terlebih dahulu yang disesuaikan dengan materi pembelajaran di kelas V, menentukan bahan yang akan digunakan dalam membuat media pembelajaran, membuat media pembelajaran dari barang bekas, dan menggunakan media pembelajaran tersebut pada proses pembelajaran. (2) hambatan yang dihadapi guru kelas V dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran IPA adalah: (a) keterbatasan waktu, (b) keterbatasan sarana dan prasarana.
Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Lingkungan Hidup di Madrasah Tsanawiyah Al Mansyuriyah Lombok Tengah Tahun 2024 Fahlawi, Sahrizal; Pertiwi, Rizka Eliza
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2723

Abstract

Recently, environmental issues have become a significant concern for global leaders, prompting governments worldwide to take various measures to address these problems. In Indonesia, systematic efforts are underway, particularly through educational institutions, with Islamic education playing a key role by implementing environmentally-oriented curricula. This research was conducted at Al Mansyuriyah Junior Islamic School in Central Lombok. Data was gathered using several methods, with interviews being the primary technique, alongside observations. From the studies conducted, it can be concluded that environmental issues presented in the Akidah Akhlak (Faith and Morality) subjects, especially in the first semester of seventh grade, focus on personal hygiene discipline. This includes actions such as maintaining cleanliness, waste management, organizing clothing, and avoiding unhygienic behavior, with an emphasis on the negative impacts of indiscipline. In contrast, the second semester of sixth grade introduces environmental topics that shape morality towards living beings, including animals and plants. The curriculum covers ethical interactions with these beings and the potential negative consequences of immoral behavior towards them. However, it is important to note that environmental education within the Akidah Akhlak subjects has not yet fostered sufficient awareness about environmental concern. The themes taught still offer a limited understanding of the environment, focusing on competencies like cultivating virtuous morals, avoiding negative behavior, and reinforcing basic values such as discipline and cleanliness in daily life. Abstrak Belakangan ini, isu lingkungan hidup menjadi perhatian penting bagi para pemimpin dunia, dengan berbagai pemerintahan di seluruh dunia mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Di Indonesia, upaya sistematis dilakukan, termasuk melalui lembaga pendidikan, terutama pendidikan Islam yang mengharuskan penerapan kurikulum yang berorientasi pada lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Al Mansyuriyah di Lombok Tengah. Data dikumpulkan melalui berbagai metode, dengan wawancara menjadi metode yang paling sering digunakan, selain metode observasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa isu lingkungan yang disampaikan dalam mata pelajaran Akidah Akhlak, terutama pada kelas VII semester ganjil, lebih fokus pada aspek kedisiplinan dalam menjaga kebersihan diri. Hal ini mencakup tindakan-tindakan seperti merawat kebersihan pribadi, mengelola limbah, merapikan pakaian, dan menghindari perilaku yang tidak higienis, dengan penekanan pada dampak negatif dari ketidakdisiplinan tersebut. Sementara itu, pada kelas IX semester genap, materi yang berkaitan dengan lingkungan hidup lebih mengarah pada pembentukan akhlak terhadap makhluk hidup, termasuk binatang dan tumbuhan, dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini membahas etika dalam berinteraksi dengan makhluk tersebut serta konsekuensi negatif yang dapat timbul akibat perilaku yang tidak bermoral terhadap mereka. Namun, penting untuk dicatat bahwa pendidikan lingkungan yang diberikan melalui mata pelajaran Akidah Akhlak belum cukup mampu meningkatkan kesadaran mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup. Tema-tema yang diajarkan masih terbatas pada pemahaman lingkungan yang sempit, meliputi kompetensi dasar seperti membiasakan akhlak terpuji, menghindari perilaku tercela, serta disiplin dan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Implementation of Islamic Counseling Spiritual Perspective in Class II-B Corrective Institution Lubuk Pakam North Sumatera Lubis, Hasan Hamzah; Fakhrurrozi, Fakhrurrozi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2724

Abstract

This study discusses the Implementation of Islamic Counseling Perspective Spirituality in Class IIB Lubuk Pakam Penitentiary. This study uses qualitative research methodology. The results of this study are that the Implementation of Islamic Counseling Perspective Spirituality is 1) making a plan by determining the time, material, and material, and 2) the implementation is by implementing what has been planned, for example with the title "The Importance of Learning Tauhid" namely the reasons why learning tauhid are; a) Because Allah created us to believe in Him, b) The requirement to enter heaven must be to believe in tauhid, c) Tauhid is the reason for the elimination of sins (mistakes), d) Tauhid is the reason for the arrival of tranquility, e) Good deeds are not accepted until someone believes in tauhid, f) Tauhid is the reason for the multiplication of goodness or multiplication of rewards, g) Tauhid is the reason for guidance and a sense of security, and h) Tauhid is the reason for getting the intercession of the Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam.
Methods of Anti-Corruption Education According to Sheikh Al-Usaimin's Perspective Sinaga, Sopian
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2725

Abstract

Corruption has become a common thing we hear everyday, as if it has become a culture that will continue to exist in society. Various efforts have been made by the government to eliminate this disease, but it seems that the drugs given are only painkillers, not disease removers, that's why the disease has not disappeared until now, even tends to get bigger. This research uses qualitative research methods with the type of library research, the data comes from related literature that is relevant to the anti-corruption education method in the perspective of Sheikh Al-Usaimin. The results of this study indicate that Sheikh Al-Usaimin's concept includes direction to school principals, teachers and students. The three of them must go hand in hand together. Leaders and teachers provide examples and role models to students, namely in practicing Islamic teachings, including in terms of devotion, being qanaah and staying away from extravagant attitudes or hedonism styles. Leaders apply rules, control and supervise as well as provide guidance and direction. Teachers instill noble values in learners. Learners follow the direction of the school, namely increasing devotion, always feeling with Allah and the Prophet, always being qanaah, maintaining authority and honor, staying away from a luxurious lifestyle, inviting people to practice Islamic teachings.
Integration of the Islamic Religious Education Curriculum in Building a Religious Culture at Mts At-Tibyan Deli Serdang Ulum, Bahrul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2726

Abstract

This study aims to explore and analyze how the integration of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum can build a religious culture at MTS At-Tibyan Deli Serdang. By understanding the role of PAI in shaping students' character and religious values, this research is expected to provide constructive recommendations for the development of a more effective and relevant curriculum. This study uses a qualitative method. Data collection was carried out through observation, interviews, and document studies. The informants include the headmaster, the curriculum vice-principal, and PAI teachers. In analyzing the data, the researcher used qualitative analysis through steps of data presentation, data reduction, and drawing conclusions. The results of this study show that: 1) The integration of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum at MTS At-Tibyan combines theory and practice, both in religious teaching and students' daily life. Through regular worship, the integration of Islamic values into general subjects, and an asrama-based learning model, MTS At-Tibyan has successfully created a generation that is not only academically intelligent but also has a strong religious character. This approach plays an important role in building a religious culture in the school, making PAI the foundation in shaping students' personalities in line with Islamic teachings. 2) The integration of the PAI curriculum at MTS At-Tibyan has had a significant impact on shaping the religious culture in the school. The holistic approach, which combines religious theory and its practical application in daily life, as well as the asrama-based teaching model and educators' role modeling, has succeeded in establishing religious habits. MTS At-Tibyan has not only shaped a generation with strong religious knowledge but also instilled Islamic values in their daily lives, creating a deep and sustainable religious culture both inside and outside of school. 3) The integration of the PAI curriculum at MTS At-Tibyan faces challenges related to students' inadequate diniyyah understanding and their adaptation to asrama life. To address these challenges, MTS At-Tibyan applies a comprehensive strategy, including intensive guidance for students who need a deeper understanding of diniyyah and gradual adjustment for those who are living in the asrama for the first time. Collaboration among the school, caretakers, teachers, and parents plays a key role in creating an environment that supports students' spiritual and academic development, ensuring the effective implementation of the PAI curriculum and the formation of strong religious character in the younger generation.
The Qur'anic Perspective on Wealth and Its Management System Fakhrurrozi, Fakhrurrozi; Lubis, Hasan Hamzah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2727

Abstract

Artikel ini membahas perspektif Al-Qur'an tentang harta kekayaan dan sistem pengelolaannya. Dalam Islam, harta dipandang sebagai anugerah sekaligus amanah dari Allah yang memiliki nilai materi dan spiritual. Artikel ini mengupas tujuan harta, cara memperolehnya secara halal, serta prinsip-prinsip pengelolaan yang adil, bijak, dan bertanggung jawab. Metode distribusi harta seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf juga diulas sebagai instrumen untuk menciptakan keseimbangan ekonomi dan keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur'an, tafsir, serta literatur terkait ekonomi Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa pengelolaan harta menurut Al-Qur'an bertujuan memenuhi kebutuhan hidup, meningkatkan kesejahteraan, dan mendekatkan diri kepada Allah. Distribusi harta yang tepat dapat membantu mengurangi ketimpangan ekonomi, menjaga solidaritas sosial, dan membawa keberkahan bagi individu dan masyarakat. Artikel ini memberikan panduan praktis bagi umat Islam dalam mengelola kekayaan sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur'an. Abstract This article explores the perspective of the Qur'an on wealth and its management system. In Islam, wealth is regarded as both a blessing and a trust from Allah, possessing both material and spiritual value. The article examines the purpose of wealth, lawful means of acquisition, and principles for fair, wise, and responsible management. Methods of wealth distribution such as zakat, infaq, sadaqah, and waqf are discussed as instruments to achieve economic balance and social justice. This study employs a qualitative descriptive approach based on library research, analyzing Qur'anic verses, tafsir (exegesis), and relevant literature on Islamic economics. The findings reveal that wealth management according to the Qur'an aims to meet life's needs, enhance well-being, and draw closer to Allah. Proper distribution of wealth can help reduce economic disparities, maintain social solidarity, and bring blessings to individuals and society. This article provides practical guidance for Muslims on managing wealth in accordance with Qur'anic values.
The Purpose of Islamic Communication in Perspective of the Hadith (Sasaran Komunikasi Islam dalam Perspektif Hadis) Setiawan, Daryanto; Helmi, Badrul; Muslim, Muslim
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2728

Abstract

Communication is one of the most fundamental activities in the life of mankind. Humans as social creatures must communicate with other humans. Because if humans do not communicate, these humans will gradually be isolated from their society, easily depressed, and will eventually die. So great are the benefits and functions of communication that many Westerners study and conduct research on communication, both intrapersonal communication, interpersonal communication, public communication and organizational communication. However, studies and research conducted by the Western world only focus on discussing human relationships, and very rarely do they examine communication with God, communication with subtle beings, and communication with Animals. In this study the author analyzes how the target of communication from the perspective of the Hadith of the Prophet. The method in this study uses the library method (library research) which is a data collection technique by conducting a study of books, journals, and other literature that has a relationship with related issues. The results of this study indicate that the Prophet's Hadith 1) Communicating with God, 2) Communicating with spirits, and 3) Communication with Animals, are relevant to several Western theories. Abstrak Komunikasi adalah salah satu aktivitas yang sangat fundamental dalam kehidupan umat manusia. Manusia sebagai makhluk sosial pasti melakukan komunikasi dengan manusia lainnya. Sebab jika manusia tidak melakukan komunikasi maka manusia tersebut lambat laun akan terisolasi dari masyarakatnya, mudah depresi, dan akhirnya akan meninggal dunia. Begitu besarnya manfaat dan fungsi dari komunikasi maka orang-orang Barat banyak yang mengkaji dan melakukan penelitian tentang komunikasi, baik komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi publik maupun komunikasi organisasi. Akan tetapi kajian dan penelitian yang dilakukan dunia Barat hanya fokus membahas hubungan antarmanusia saja, dan sangat jarang sekali mereka meneliti tentang komunikasi dengan Tuhan, komunikasi dengan makhlus halus, dan komunikasi dengan Hewan. Dalam penelitian ini penulis menganalisis bagaimana sasaran komunikasi perspektif Hadis Nabi Saw. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pustaka (librery research) yakni teknik pengumpulan data dengan melakukan studi telaah pada buku, jurnal, serta literatur lain yang memiliki hubungan dengan masalah terkait. Hasil penelitian ini menujukan bahwa hadis Nabi 1) Berkomunikasi dengan Allah, 2) Berkomunikasi dengan makhluk halus, dan 3) Komunikasi dengan Hewan, relevan dengan beberapa teori dari Barat.
Classical and Modern Polyglot Language Learning Models Zaky, Ahmad; Ritonga, Ade Muhammad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2729

Abstract

This study discusses Language Learning applied by Polyglots, this study is important to discuss for foreign language learning developers, because polyglots are able to learn many languages effectively and efficiently, Polyglots have a different language learning model from language learning in general, polyglots have their own approaches, methods and techniques. The focus of the research on classical and modern polyglots who are the objects of research and will be discussed in this paper, they are people who master many languages, classical and modern polyglots master many languages in different ways, of course this is interesting to study. . This paper is a qualitative study using the content analysis method which aims to produce an objective and systematic description of the content, as well as identify patterns, themes, concepts and models in it, content analysis is used because there is sufficient digital data on the internet to answer this research question, This study will answer the question of how the language learning model implemented by classical and modern polyglots, The results of the study are expected to be applied to modern foreign language learning and produce a new learning model that is able to achieve optimal foreign language learning.
Model Manajemen Pendidikan Islam dalam Aktivitas Dakwah Tuan Guru Haji Muhammad Mutawalli Yahya Al-Kalimi di Lombok Samcandra, Lalu; Gani, Saeful
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis model manajemen pendidikan Islam yang diterapkan dalam aktivitas dakwah Tuan Guru Haji Muhammad Mutawalli Yahya Al-Kalimi di Lombok. Sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam penyebaran Islam di Lombok, Tuan Guru Mutawalli mengintegrasikan prinsip-prinsip dakwah dengan strategi manajemen yang efektif untuk membangun pendidikan Islam berbasis nilai-nilai spiritual dan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen dari lembaga pendidikan yang didirikan atau dipengaruhi oleh beliau. Penelitian ini juga mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam manajemen pendidikan Islam yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan dakwah yang diarahkan pada pengembangan sistem pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model manajemen pendidikan Islam yang diterapkan oleh Tuan Guru Mutawalli mencakup tiga aspek utama: (1) Integrasi Dakwah dan Pendidikan, di mana dakwah tidak hanya sebagai aktivitas keagamaan tetapi juga sebagai sarana membangun pendidikan Islam yang holistik; (2) Penguatan Kelembagaan Pendidikan, dengan pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan peran aktif masyarakat lokal; dan (3) Penerapan Nilai-Nilai Tasawuf, yang menekankan spiritualitas, akhlak mulia, dan kesadaran sosial dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dakwah dan pendidikan Islam di bawah kepemimpinan Tuan Guru Mutawalli didukung oleh pendekatan manajemen yang sistematis dan kontekstual, yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Lombok. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya penerapan model manajemen berbasis dakwah untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam di era kontemporer.